Title:
SEXY WIFE
Cast: Sehun, Luhan
Sup Cast: Kai, Kyungsoo, Chanyeol, and Baekhyun
Pairing: Hunhan, Kaisoo, Chanbaek
Rate: M
Genre: Romance & married life
Warning: GS for UKE! OOC! TYPO's
NOTE: next chap kedepan akan ada banyak (mungkin) cast-cast baru yang bermunculan
Don't like, don't read!
Enjoy your reading
SEXY WIFE
.
.
Previous
"sampai kapan kalian akan melakukan morning sex?"
Luhan menoleh kesumber suara seketika matanya membulat dan itu terlihat menggemaskan. Sehun juga menoleh kesumber suara, sesaat dia terkejut tapi dengan cepat menguasi ekspresi wajahnya terlihat lebih tenang.
"istrimu indah juga Sehun" suara berat dari salah satu pemuda yang berada didepan dapurnya membuat Sehun seketika sadar bahwa istrinya sedang terlanjang sekarang. Dan itu tandanya dua pemuda itu melihat tubuh indah istrinya? Seketika matanya membesar dan itu menyeramkan. Dengan cepat dia menarik tangan sang istri dan memeluknya erat menutup hal-hal privasi milik istrinya dari dua pemuda yang tak lain adalah sahabat seperjuangannya itu.
"KELUAR DARI RUMAHKU SEKARANG JUGAAA!"
.
.
Tatapan mata sehun tidak henti-hentinya menghujati dua pemuda didepannya. Seakan-akan ingin menelan mereka hidup-hidup. Sedangkan dua pemuda itu terlihat biasa saja, seakan sudah biasa dengan tatapan itu. Hey mereka juga bisa seperti itu, tapi mungkin tidak semenakutkan seperti Sehun. Suasana masih hening, hingga pemuda dengan mata besar juga telinga lebarnya mulai jengah dan angkat bicara.
"oh ayolah Sehun, aku dan Kai benar-benar tidak sengaja melihanya"
Dua pemuda yang tak lain adalah Chanyeol dan Kai, benar-benar dibuat jengah dengan sifat over protective Sehun pada Luhan.
"Salahmu juga Sehun, siapa suruh melakukan hal seperti itu ditempat terbuka? Apa diistana megahmu ini tidak memiliki kamar?" Kai benar-benar tau cara membuat Sehun murka dengan hitungan detik. Seperti sekarang contohnya, detik itu juga sebuah bantal sofa berhasil mendarat dengan mulus ke wajah mesum Kai.
Chanyeol mengulum bibirnya, manahan tawa yang akan meledak jika saja tatapan Sehun mengisyaratkan untuk tidak tertawa. Sehun berdehem pelan dan mengeluarkan suaranya.
"Jadi apa tujuan kalian datang kerumahku dan mengganggu kegiatan rutinitasku_"
"maksudmu menunggangi istrimu dipagi hari?" ingatkan Chanyeol dan Sehun untuk memenggal kepala Kai nanti. "berhenti berbicara Kai, kau benar-benar merusak semangat pagiku" Setelah mengatakan itu Chanyeol memfokuskan diri kepada Sehun.
"pertama kami minta maaf sudah mengganggumu dan_"
"siapa yang kau sebut kami? Aku bahkan tidak merasa bersalah_ baik lanjutkan" Kai benar-benar terdiam setelah mendapat dua pasang mata tajam menghujatinya.
"hhh dia kembali Sehun" Sehun menoleh ke arah Chanyeol. Dua alis tajamnya menyatu, manandakan bahwa dia kurang mengerti apa yang dimaksud dari ucapan Chanyeol. "apa maksudmu? Aku tidak mengerti"
"Yifan kembali Sehun, Wu Yifan" Kai kembali angkat bicara, tapi kali ini dia terlihat serius. Terlihat dari matanya yang menatap lurus kearah mata Sehun.
"oh" hanya itu? Kai dan Chanyeol menyerit melihat reaksi Sehun. "oh? Hanya itu? Oh Sehun, yang benar saja. Wu Yifan kembali Sehun, dia kembali untuk merebut Luhan darimu. Dan reaksimu hanya seperti itu?" Kai benar-benar dibuat geram dengan sifat ketidak perdulian Sehun, bagaimana bisa Luhan menerima Sehun menjadi suaminya?
"aku sudah tau dia kembali"
"…". "…"
"jadi kau sudah tau?" Sehun memijit pangkal hidungnya. Kenapa dia bisa mempunyai sahabat bodoh dan gila seperti mereka. "kalian kerumahku hanya untuk informasi SAMPAH itu?! Mati saja kalian!" Sehun kembali menatap tajam dua sahabat nya itu, bahkan terlampau tajam. Jika saja tatapannya itu bisa membunuh, mungkin Kai dan Chanyeol sudah tidak bernyawa lagi sekarang.
'glup' Kai dan Chanyeol memandang satu sama lain, saling memberi kode untuk segera pergi dari kemurkaan Sehun. Dengan cepat Kai dan Chanyeol mengambil langkah seribu meninggalkan sofa tempat mereka duduk, meninggalkan Sehun dengan wajah memerah. "YAK! KEMBALI KALIAN"
"kenapa kau berteriak Sehun? Dan-.. dimana mereka?" Luhan datang dengan nampan yang berisikan tiga buah cangkir kopi serta cemilan. Menaruh nampan ke meja di depan Sehun.
"Mereka sudah mati" jawab Sehun yang dihadiahi pukulan manis dari Luhan dikepalanya.
"kenapa memukulku?"
"kau pantas mendapatkannya" Duduk dipangkuan Sehun dan mengelus kepala Sehun. "tidak baik mengatakan itu untuk sahabatmu Sehun. Jika tidak ada mereka kau pasti kesepian" Sehun tersenyum mendengarnya, Luhan benar-benar mengerti dirinya. Maka dari itu dia begitu mencintai istri sexynya itu.
"Ku dengar Yifan kembali?"
"Kau menguping?"
"hanya mendengar sedikit"
"kau mau dihukum?"
"kau berani menghukumku?"
"sayangnya tidak"
Luhan tersenyum, mengelus rahang tegas suaminya dengan lembut. Sehun memejamkan matanya, meresapi elusan sang istri pada rahangnya. "Lu" Sehun mengambil tangan luhan dari rahangnya dan menciumnya lembut. Membuka matanya dan menatap dalam mata indah sang istri.
"kau tidak akan meninggalkanku kan?" Gumam pelan Sehun dengan pancaran takut didalam matanya. Luhan tersenyum, sehun benar-benar takut kehilangan dia, dan luhan bersyukur dengan itu. "Aku sudah berjanji dengan Tuhan untuk tidak meninggalkanmu selama aku masih hidup, begitu pula dengan kau Sehun"
'CHU' mengecup pelan bibir manis luhan, hanya sebuah kecupan yang lembut penuh cinta dari Sehun. Tapi mempunyai makna besar untuk mereka berdua. Luhan bisa merasakan betapa besar cinta sang suami kepadanya.
"aku mencintaimu Luhan"
"Aku juga mencintaimu Sehun"
Sehun kembali mempertemukan bibir tipisnya dengan bibir mungil nan sexy milik Luhan, dan diterima dengan senang hati oleh sang istri. Sehun menekan tengkuk Luhan menghisap dan melumat bibir Luhan, Luhan pun mulai menikmati sentuhan bibir yang Sehun berikan, dan mengalungkan tangannya di leher Sehun. Mata Luhan terpejam menikmati lumatan demi lumatan bibir Sehun, begitupun juga Sehun yang kini memejamkan matanya.
.
.
Sehun membanting tubuh molek luhan ke ranjang king size mereka, dan kembali melahap bibir luhan yang sudah membengkak merah serta basah karena terlalu lama ia cium. Lumatan Sehun kali ini lebih ganas dari yang tadi, membuat luhan kewalahan.
Tangan sehun tak henti-hentinya menyentuh setiap inci bagian tubuh luhan. Sehun melepas ciumannya dan menyeringai ria melihat istrinya begitu tidak berdaya dibawah nya.
"ahhh~~" desahan nikmat keluar dari bibir luhan saat sehun meremas payudaranya. Kemeja putih kebesaran yang dipakainya sudah terangkat mempelihatkan puting nya yang memerah karena terus dipelintir oleh tangan nakal sang suami. Sama seperti di dapur, luhan masih tidak mengenakan dalamannya.
"kenapa kau suka sekali berkeliaran tanpa menggunakan dalamanmu sayang?" Tanya Sehun dengan sensual, mengecup dan menjilat leher halus luhan. Dan berhasil membuat luhan melenguh lirih, mendongakkan kepalanya agar sehun lebih mudah menikmati lehernya.
"ngg..hh.."luhan kembali melenguh saat lehernya di hisap dan digigit kuat oleh sehun. Semakin keras Luhan mendesah, semakiin keras juga sehun menggigit lehernya.
"se..sehunnieehh .. aahh.. kuhh mohonhh" Sehun sama sekali tidak memperdulikan desahan dan erangan Luhan. Malah dia semakin bersemangat untuk menjamahnya. Menjilat dan menyesap setiap inci tubuh sexy istrinya yang membuatnya kecanduan.
"jangan berhenti mendesah my Luhanniiee" bisikny seduktif sambil mengecup telinga Luhan. Tangan Sehun tidak berhenti mengelus perut rata sang istri, lalu memelintir puting nya lagi secara bergantian. Tangan Luhan tak henti-hentinya menjambak rambut Sehun.
Sehun duduk diatas paha Luhan, membuka kaosnya dan mencampakkan nya begitu saja dilantai, juga membuka celana pendek yang dikenakannya.
Kembali Sehun mendaratkan ciuman panas dibibir Luhan dan lagi-lagi diterima dengan senang hati menyambut lumatan ganas Sehun dan ikut membalasnya dengan membuka mulutnya. Membiarkan lidah Sehun ,asuk dan menikmati apapun yang ada didalam sana.
"aahhh"
Erangan itu lolos dari mulut Luhan saat Sehun memberinya jeda untuk mengambil hanya sebentar karena Sehun kembali menciumnya. Menggigit bibir Luhan bergantian dan menyesapnya. Mengajak lidah Luhan untuk bermain bersama.
Sehun melepaskan ciumannya dan turun ke leher penuh bercak merah Luhan, kembali menyesapi kulit putih susu itu dan membuat satu bercak lagi. Menegakkan tubuhnya dan membuka kemeja Luhan kasar.
Turun ke perut Luhan dan kembali membuat bercak-bercak merah yang banyak. "aahh Sehunnhh, jangan menyik-..sakuhh" desahan Luhan membuat Sehun semkain bersemangat bermain-main dengan tubuh istrinya itu.
Sehun membuka lebar paha Luhan dan terpana dengan mahkota sang istri. "aku tidak pernah bosan menikmati bagian ini" mengelus daging vagina Luhan, membuat Luhan melenguh nikmat dengan tubuh menggeliat resah.
Sehun menciumi paha dalam Luhan membuat Luhan mengerang. Sehun menjilati vagina indah itu dengan khidmat, menyesapnya kuat membuat Luhan mendesah keras. Masih dengan jilatannya, Sehun memasuki satu jarinya ke vagina Luhan dan mengocok vagina kemerahan serta basah itu dengan kencang. Sehun tersenyum puas melihat Luhan begitu menikmati kocokkan dari jari panjangnya.
"Sehunhh .. lebih cepathh .. fas.. terhh" Sehun mempercepat kocokannya didalam vagina Luhan, tak lama Luhan mengejang dan mendesah panjang. Sehun sibuk menjilati vagina Luhan yang begitu indah. Memasukkan lidahnya dan menghisap cairan Luhan yang keluar.
"ahh Sehunhh.." menekan kepala Sehun agar lebih dalam menghisap vaginanya.
"kenapa sayang?"
"masuki aku Sehunnie, fuck me"
"as your wish babe" Sehun tersenyum, " Tapi biarkan aku menikmati susuku terlebih dahulu"
Sehun begitu lihai memainkan payudara Luha dan sesekali tangannya menekan putting susunya hingga mengeras. Sehun mengulum kedua payudara Luhan dan menggigit putingnya. Menjilat seluruh sisi payudaranya dan meremasnya juga, bergantian. Sehun masih menghisap puting Luhan, berharap akan keluarcairan putih yang sering di konsumsi bayi dari sana.
Bisa Luhan rasakan sesuatu yang keras menggesek pahanya. Luhan tersenyum begitu menyadari kejantanan Sehun sudah sangat mengeras, seperti batu.
'BRUK'
Luhan membanting tubuh Sehun, membalik posisinya menjadi di atas Sehun.
"kau terlalu asyik dengan tubuhku, sampai-sampai adikmu yang sudah berdiri tegak saja tidak kau pedulikan. Biarkan aku memuaskanmu Sehun" bisik Luhan dengan sensual, membuat nafas Sehun memburu.
Tangan Luhan mulai turun membelai penis Sehun yang sudah polos tanpa halangan, membuat Sehun melenguh nikmat. Luhan segera memasukkan penis Sehun kedalam mulutnya. Twins ball Sehun juga tidak lepas dari belaian serta remasan Luhan. Kenikmatan yang diberikan Luhan kepada Sehun sungguh luar biasa, tidak ada yang bisa menandingi kenikmatan ini.
"Ahhhh, shitt. Jangan hentikan kulumanmu pada penis-ku Luhan" kata-kata kotor Sehun semakin membuat Luhan bergairah untuk terus mengulum penis panjang nan besar milik Sehun.
"eummhh" Luhan melenguh menggetarkan penis Sehun yang masih berada di dalam mulut hangat Sehun.
"oohh Luhan, lebihh cepatthh" Luhan memaju mundurkan kepalanya dengan cepat, dibantu juga oleh Sehun. Terkadang ujung penis Sehun menghantam tenggorokannya, meskipun sakit tapi dibiarkannya. Luhan melirik Sehun yang sedang mendongakkan kepalanya karena merasakan kenikmatan dari servis Luhan. Wajahnya yang sedang dilanda nafsu terlihat menggairahkan.
Beberapa saat kemudia Luhan merasakan penis Sehun berkedut pertanda kalau suaminya itu akan mencapai klimaksnya, ini yang Luhan tunggu-tunggu merasakan sperma Sehun. Tapi saat dirasa Sehun benar-benar akan memuncratkan spermanya, tiba-tiba kepalanya ditarik oleh Sehun.
"Sehun aku belum_"
"sstt, aku hanya ingin mengeluarkan spermaku di dalam rahimmu sayang" bisik Sehun yang masih dipenuhi gairah tapi terkesan lembut. Luhan terdiam dengan ucapan Sehun.
Dengan perlahan Sehun membaringkan tubuh Luhan dan menindihnya dengan lengan yang menjadi tumpuannya.
Sehun memegang peninsnya dan mengarahkannya ke vagina Luhan, menekannya dengan lembut membuat Luhan mendesah nikmat dengan suara yang menurut Sehun sexy. Sehun mulai menggerakkan penisnya didalam Luhan dengan pelan.
"ahhh Sehunhh"
"oohh Luuhh"
Tangan Sehun menahan kedua lutut Luhan, membuat vagina Luhan terbuka cukup ruang. Sehingga memudahkan Sehun menggerakkan penis kebanggaannya. Sedangkan Luhan sudah menikmati gerakkan lembut Sehun. Perlahan tapi pasti Sehun mulai menaikkan gerakkan nya.
"aahh.. angghh.. oohh.. Hunhh" Luhan mendesah gila meremas seprei ranjangnya melampiaskan rasa nikmat yang diberi Sehun.
"ahh..ohh Luhan"
Penis Sehun seperti tersedot oleh lubang ketat Luhan membuatnya kelimpungan. "ohh fasterhh Sehun" sehun semakin mempercepat sodokannya dan tepat menumbuk titik terdalam Luhan. Luhan mengerang dengan kepala mendongak.
"ohh shit lubangmu sangatsempit luh~"
"anggh Sehun.. a-aku mauhh" Luhan menggigit bibr bawahnya sedangkan Sehun semakin mempercepat tempo sodokan sembari menahan pinggul Luhan. Tampak Luhan menggerakkan kepalanya tidak nyaman hingga lenguhan dari bibir ranumnya berubah menjadi erangan panjang.
Vagina Luhan berkedut mendapatkan klimaks keduanya. Sehun mendiamkan penis miliknya didalam sana. Membiarkan Luhan menikmati saat-saat orgasme keduanya. Mata sehun memejam erat setengah mengerang ketika merasakan sensasi pijatan dan sedotan kuatdari vagina istrinya.
Luhan tampak terengah-engah setelah orgasmenya. Ia merasakan tubuhnya lelah.
"kau tidak berfikirini sudah selesai kan lu?"
"apa?!" Seringai setan Sehun mengembang dan kembali menggerakkan bagian bawah sana dengan brutal.
"Janghh_.. aahh SEHUNh!"
.
' SW '
.
Seorang pemuda gagah tengah berdiri depan jendela kaca di salah satu kamar hotel termewah di Korea Selatan. Dengan wine ditangan kanannya dan tangan kiri di dalam saku celana panjangnya. Memandang kota Seoul dengan pandangan yang sulit diartikan.
"aku kembali Lu"
.
.
.
TBC
Yeey chap 2 keut. Pada nungguin bukan? :v
Pertama-tama hunhan ucapkan terima kasih kepada readers yang mau memberikan review meskipun singkat, tapi itu sangat bermakna bagi hunhan. Banyak review para readers yang begitu mendung hunhan untuk ngelanjutinnya, yaah meskipun ada juga yang komplen dengan kesalahan hunhan tentang 'MPREG' hehehe itu kesalahan teknis di otak hunhan. Hunhan nggak tau apa itu MPREG –edisi jujur- :v tapi karna readers Hunhan jadi tau, thanks ya readers :* /begal emot/
Kedua Hunhan minta maaf, pas dichap 1 hunhan bilang bakal update next chapnya setelah review ke-5 tapi malah lebih baru di update. Itu karena hunhan gak tau bakal banyak yang review, sedangkan hunhan belum nyiapin apa-apa untuk chap 2 nya. Jadi Hunhan kira Hunhan masih bisa santai-santai aja buat chap 2 nya. Sekali lagi maaf wokeh. Njir Hunhan malah curcol :v
Ketiga maaf juga kalau ceritanya kurang menarik, tapi hunhan udah puas kok. Dan diharap readers juga puas :D
Selesai curcolnya, jangan lupa review wokeh :v
