Title:
SEXY WIFE
Cast: Sehun, Luhan
Sup Cast: Kai, Kyungsoo, Chanyeol, and Baekhyun
Pairing: Hunhan, Kaisoo, Chanbaek
Rate: M
Genre: Romance & married life
Warning: GS for UKE! OOC! TYPO's
NOTE: next chap kedepan akan ada banyak (mungkin) cast-cast baru yang bermunculan
Don't like, don't read!
Enjoy your reading
SEXY WIFE
.
.
Previous
Seorang pemuda gagah tengah berdiri depan jendela kaca di salah satu kamar hotel termewah di Korea Selatan. Dengan wine ditangan kanannya dan tangan kiri di dalam saku celana panjangnya. Memandang kota Seoul dengan pandangan yang sulit diartikan.
"aku kembali Lu"
.
.
"Kris sudah berada di Korea tiga hari yang lalu, tuan. Dan diam-diam dia sudah memperhatikan istri anda dari jauh" jelas Seungcheol atau biasa dipanggil tangan kanan Sehun, dan masih banyak lagi tangan kanan Sehun.
Sehun menggeram marah mengetahui lelaki brengsek itu memperhatikan Luhan, sebenarnya ia sudah tau Kris akan memperhatikan Luhan, melihat aktivitas istrinya. Tapi dia sama sekali tidak merasakan kehadiran lelaki itu. Apa karna dia terlalu memperhatikan Luhan hingga sekelilingnya tidak begitu diperhatikannya?
"awasi terus brengsek itu, jangan sampai dia menyentuh istriku. Jadikan Suga pengawal pribadi istriku, pastikan dia selalu disamping Luhan" titah Sehun mutlak dan diangguki setelah itu pergi meninggalkan ruangan Sehun.
Diambang pintu sekretaris Sehun berdiri memperhatikan Sehun yang terlihat frustasi dengan masalahnya. Kris, pemuda itulah masalah Sehun sekarang. Dia ancaman bagi Sehun, yang bisa merebut istrinya dalam sekejap. Kris mempunyai kartu as nya dimasa lalu, dan jika Luhan mengetahuinya maka siap-siap menerima kemurkaan dari Luhan.
"jangan terlalu memikirkan masalahmu itu Sehun, kau hanya akan membuat dirimu sakit" jimin –sekretaris Sehun- berjalan mendekati meja Sehun dan meletakkan berkas yang sedari tadi dipegangnya ke atas meja. Sehun menghela nafas panjang, menutup mata sejenak dan kembali membukanya.
"kau benar, jika diriku sakit maka Kris akan dengan mudah mendekati Luhan. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" berdiri dari duduknya dan mengancingkan kancing jas yang dipakainya.
"batalkan semua rapat hari ini, semua berkas sudah kutanda tangani kecuali yang baru itu. Aku ingin pulang" setelah itu Sehun pergi meninggalkan ruangannya juga Jimin yang terlihat pasrah dengan sikap Sehun. Jimin harus siap menerima makian dari klayen-klayen Sehun karna sudah seenaknya membatalkan rapat penting ini.
.
.
"Chan, Kris benar-benar kembali?" Baekhyun –istri Chanyeol- megusap-usap dada Chanyeol membuat bentuk abstrak disana. Sedangkan Chanyeol mengusap kepala sang istri. Tadi saat dia sedang bekerja, tiba-tiba saja istrinya itu datang dengan alasan merindukannya dan langsung menyamankan diri dipangkuan Chanyeol. Alhasil Chanyeol mencampakkan berkas-berkas perhotelannya dan memperhatikan Baekhyun, jika tidak begitu maka bersiaplah tidur disofa sampai Baekhyun merindukannya.
"hm begitulah. Aku tidak tau tujuannya kembali untuk apa, tapi aku yakin kalau dia akan merebut Luhan dari Sehun". Baekhyun mendongakkan kepalanya yang tersandar dengan apik didada Chanyeol, memandang suaminya yang selalu terlihat tampan dimanapun dan kapanpun. "begitukah? Aku akan membunuh Kris jika dia benar-benar merebut Luhan. Hei! Kris tidak merebut Lulu dari Sehun saja, dia juga merebut Lulu dariku dan Kyungsoo"
Oh! Chanyeol merasakan tubuhnya memanas diwaktu yang tidak tepat. Hanya karna melihat bibir ranum Baekhyun yang dimajukan oleh sang pemilik beberapa senti, membuatnya ingin melahap bibir merah itu. Chanyeol segera menggelengkan kepalanya, mengingat Baekhyun sedang hamil anak pertamanya membuatnya menahan diri untuk menyentuh Baekhyun, tidak ingin membuat anaknya kesakitan.
"kau kenapa Yeollie?" oh! Baekhyun apa sekarang kau sedang menggoda suamimu ini? Bagaimana bisa kau memasang wajah polos yang menggoda seperti itu didepan suamimu yang sedang berjuang melawan gairahnya?
"Baek, apa kau tidak lelah? Sebaiknya kau istirahat di salah satu kamar hotel ini dan biarkan aku kembali bekerja"
"Kau lebih mementingkan pekerjaanmu dari pada aku Chan? Kau jahat.. hiks"
"bukan begitu sayang, tapi… hhh baiklah apa maumu hm?"
Chanyeol selalu menjadi pihak pertama yang mengalah diantara dia dan istri mungilnya. Jika tidak, mungkin dia tidak akan dianggap baekhyun sampai Chanyeol mengakui kesalahannya, itupun kalau mood Baekhyun baik jika tidak maka tiada maaf bagimu Chanyeol. Wanita hamil terkadang memiliki mood yang sering berubah-ubah.
"aku ingin kau menyentuhku"
"APA?!"
"huwee Yeollie membentak Baekkie~ Yeollie tidak sayang Baekke lagi .. hiks hiks"
"sa..sayang? maaf okey, aku tidak sengaja membentakmu. Sstt jangan menangis" barbagai bujuk rayu Chanyeol keluarkan tapi Baekhyun masih tetap menangis. Hingga akhirnya
"huwee..hmmmptt" Chanyeol menempelkan bibirnya ke bibir merah istrinya, membuat Baekhyun terdiam dari tangisannya.
Terjadi perang lidah yang menggairahkan diantara mereka, membuat siapapun yang melihat mereka tidak tahan dengan gairah masing-masing. Tapi sayangnya diruangan besar itu hanya ada mereka berdua saja. Merasa sudah puas dengan aksinya, Chanyeol memberi jarak antara bibirnya dan Baekhyun, menyatukan kening mereka dan menatap lembut Baekhyun.
"baekkie, apa kau menyayangi Baekchan kecil?" Tanya Chanyeol lembut yang diangguki antusias oleh Baekhyun.
"tentu saja aku menyayanginya, dia anakku-.."
"anak kita" koreksi Chanyeol membuat bibir indah milik Baekhyun kembali maju beberapa senti, menggoda Chanyeol untuk kembali melumatnya.
"kau tau jika diusia kandunganmu yang masih terbilang muda ini tidak boleh bersetubuh dulu? Itu akan menyakiti Baekchan kecil. Kau mau anak kita terluka hanya karna nafsu orang tuanya?" Chanyeol kembali bertanya yang dihadiahi gelengan lemah dari Baekhyun, membuat Chanyeol mengembangkan senyumannya.
"tapi ini keinginan Baekchan kecil yeolie. Kau tidak ingin mengabulkannya? Kau mau anak kita marah pada kita? Kau mau anak kita menganggap kita adalah orang tua yang jahat? Jawab aku Yeolie" Habis sudah, tadi Chanyeol sudah bangga karna bisa membuat Baekhyun menurut padanya, tapi sekarang kenapa Baekhyun kembali cerewet? Chanyeol hanya bisa memijat pelipisnya mendengar ocehan Baekhyun
"aku tidak mau tau kau harus menyetubuhi-ku SE-KA-.. akh!"
Chanyeol mengangkat tubuh mungil Baekhyun keatas meja kerjanya, mengurung tubuh Baekhyun diantara tangan kekarnya, menatap intens dua buah kelereng bening yang membuatnya bertekuk lutut aat pertama kali melihatnya.
"Chanyeol apa yang kau lakukan? Kau mencoba untuk manyakitiku?" Terkadang Chanyeol jengah juga dengan sikap cerewet Baekhyun. Ayolah Baekhyun itu aslinya cerewet, dan ditambah dengan kehamilannya membuat kadar kecerewetannya semakin meningkat dan itu membuat Chanyeol pusing.
"sstt, kenapa kau cerewet sekali Baekkie?" dan sebelum Baekhyun mengamuk, Chanyeol sudah membungkam bibir ranum Baekhyun yang sangat pas dengan bibirnya. Melumat perlahan dan lembut seakan bibir Baekhyun seperti kacayang akan pecah jika diperlakukan dengan kasar.
"mmhh"
Keadaan semakin memanas ditambah Baekhyun merespon lumatan Chanyeol tak kalah panas. Tangan besar milik Chanyeol menjalar di setiap inci tubuh berisi –tapi masih seksi tentu saja- Baekhyun. Mengelus perut buncit dimana ada nyawa didalam sana, menyalurkan rasa sayang sang ayah pada anaknya.
"eenghh Chanhh"
Baekhyun tidak bisa lagi menahan erangannya ketika Chanyeol meremas payudara yang semakin terlihat membesar, bahkan hampir tidak muat ditangan Chanyeol tapi ia menyukainya, istrinya semakin seksi dengan payudara besarnya. Belum lagi entah kenapa istri mungilnya akhir-akhir ini suka mengenakan pakaian-pakaian yang kekurangan bahan, membuat kejantanan lelaki manapun yang melihat Baekhyun langsung mengeras.
"apa tidak apa-apa melakukannya?" bisik Chanyeol penuh dengan gairah. Tangannya mengusap rahang bawah Baekhyun pelan, menikmati tekstur lembut dari kulit Baekhyun.
"tidak apa-apa Yeolie, sentuh aku hingga kau puas"
Chanyeol sudah siap akan membuka dress Baekhyun, jika saja suara pintu terbuka menampakkan seorang wanita paruh baya - yang terlihat kaget dengan keadaan didalam- tidak menggaggunya.
"ASTAGA! PARK CHANYEOL APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRIMU?!"
Baekhyun dan Chanyeol menatap kearah pintu lamat dan kembali saling pandang. Hingga akhirnya mereka terbelak dan dengan cepat berdiri dari posisi mereka dimana Baekhyun terbaring dimeja kerja Chanyeol dan Chanyeol yang menindih Baekhyun dengan tangan sebagai penyangganya. Mereka menata diri mereka yang terlihat berantakan, apalagi Baekhyun dengan dress yang hampir terbuka serta rambut yang berantakan.
Wanita paruh baya didepan pintu yang tak lain adalah Nyonya Park, mendekat dengan tatapan berang yang diberikan untuk putra mesumnya itu. Ketika sudah berdiri disamping putranya, tanpa belas kasihan lagi Nyonya Park langsung menarik rambut Chanyeol kasar, menimbulkan pekikan keras dari mulut Chanyeol.
"DASAR MESUM! ISTRIMU SEDANG HAMIL DAN KAU MASIH MAU MENYERANGNYA?! DASAR ANAK MESUM"
"AARRRGGGH! EOMMAAAA"
"EOMEONIM!"
Okeh, mari kita tinggalkan interaksi antara ibu, anak, dan menantu itu. Dan biarkan penderitaan Chanyeol berlangsung hingga Nyonya Park puas.
.
.
"eoh? Anda sudah pulang, tuan?" para pelayan terlihat kaget dengan kedatangan Sehun yang entah kenapa pulang lebih cepat dari hari-hari sebelumnya. Padahal waktu kerja belum berakhir, biasanya Sehun akan pulang sekitar pukul tujuh malam, tapi kenapa tiba-tiba sudah pulang?
"hm" jawab singkat Sehun dan pergi meninggalkan pelayan-pelayan yang masih terlihat kebingungan, mencari istri mungil bak rusa nya itu.
"Luhan aku pulaang"
Hening, tidak ada yang merespon panggilannya membuat ia menyerit bingung. Tumben sekali istrnya tidak menyambutnya? Biasanya jika sudah mendengar suara sehun, istrinya itu akan langsung datang dengan berlari kecil dan berakhir dipelukkannya. Tapi kemana sekarang istrinya itu?
"Nyonya Oh pergi ke supermarket, tuan" salah satu pelayan menjawab semua kebingungan Sehun, menganggukkan kepalanya mengerti kenapa Luhan tidak tidak menyambutnya. Luhan pergi ke supermarket toh. Tunggu, kemana katanya?
"Supermarket? Apa ada yang menemaninya?" Sehun ingin pelayannya itu menganggukkan kepalanya agar dia bisa lega setidaknya Kris tidak akan mendekati Luhan jika ada yang mendampingi Luhan. Tapi pupus sudah harapan Sehun saat dilihatnya pelayan didepannya menggeleng pelan dengan kepala menunduk.
"Bagaimana bisa kalian tidak mendampingi istriku, disaat bajingan itu berkeliaran disekitarya?!" Sehun memandang murka pelayan didepannya yang semakin menundukkan kepalanya takut. Siapa yang tidak takut dengan seorang Oh Sehun saat sedang murka? Lelaki itu akan sangat amat menyeramkan jika sedang murka, apalagi kemurkaannya menyangkut tentang Luhan.
Tanpa berpikir panjang Sehun kembali keluar dari masionnya, memasuki mobil siap menjemput Luhan di supermarket yang entah dimana. Sebenarnya Luhan tidak perlu berbelanja untuk kebutuhan mereka, karna banyak pelayan yang siap 24 jam untuk melakukan hal kecil itu, tapi memang dasar istri nya itu yang keras kepala. Dia selalu berkata tidak ingin menjadi istri tidak bertanggung jawab hanya karna tidak melakukan apa yang seharusnya seorang istri lakukan.
Sehun mengambil p0onsel di sakunya, mencari kontak istrinya dengan panik. Setelah mendapat kontak istrinya langsung saja dihubunginya.
"…"
"KAU DIMANA LUHAN?!"
"…"
"KATAKAN SAJA DIMANA KAU SEKARANG?!"
"…"
Setelah mendapat jawaban yang diinginkannya dari Luhan,tanpa mengulur waktu Sehun langusng menjalankan mobilnya menuju tempat dimana Luhan berada.
.
.
Luhan mendorong trolinya menuju makanan seafoot, mengambil semua jenis seafoot dan memasukkannya ke troli. Entah kenapa hari ini Luhan ingin makan malam dengan menu utama seafoot, padahal dia tidak suka dengan seafoot karna bau yang menurutnya aneh itu. Mungkin karena Luhan penasaran dengan rasanya, jadi Luhan ingin mencobanya.
Karena terlalu fokus dengan belanjaannya, Luhan tidak sadar seorang lelaki tinggi dengan masker menutupi separuh wajahnya mengikuti Luhan dari belakang. Menatap lekat tubuh mungil Luhan dengan sarat kerinduan didalamnya. Bisa dilihatnya Luhan menjawab panggilan dari seseorang yang entah dia tidak tau siapa
"ne Sehun?"
"…"
"kenapa kau berteriak?"
"…"
"hh aku disupermarket dekat rumah kita-…"
Dilihatnya Luhan yang menjauhkan ponselnya dari telinganya dan kemudian menggerutu dengan nama Sehun terselip diantara gerutuan Luhan. Sejauh ini Luhan masih belum menyadari dirinya yang bahkan mulai mendekati wanita didepannya. Hingga akhirnya kini dia sudah berada tepat dibelakang Luhan yang masih setia belanja keperluannya.
"Lu"
Seketika tubuh Luhan menegang mendengar suara yang masih bisa diingatnya. Suara itu yang dulu selalu membuatnya hangat dan terbang disaat yang bersamaan. Suara yang begitu dibencinya, juga rindu? Benarkah dia merindukan lelaki itu? Tidak mungkin,kan? Sekarang hanya Sehun yang dicintainya, orang itu hanya masa lalu yang membuatnya harus hidup seperti mayat hidup untuk beberapa minggu, hingga akhirnya Sehun datang dan kembali membuatnya menjadi Luhan yang seperti sekarang.
"Lu"
Sekali lagi suara itu menghantam gendang telinganya kuat, merasakan sakit yang luar biasa. Sebenarnya bukan dari telinga yang sakit, tapi hatinya yang kembali sakit. Mengingat masa lalunya yang hancur tidak sesuai dengan mimpinya.
FLASHBACK
"Luhan"
Luhan mendengarnya, suara berat itu, suara yang tidak pernah membuatnya bosan setiap kali mendengarnya. Suara yang membuat perutnya bergejolak, merasakan kupu-kupu berterbangan disana. Suara yang selalu memanggilnya dengan lembut, membuatnya selalu merasakan dicintai dari suara sang pemilik.
Wu Yifan atau Kris Wu, kekasihnya tercintanya. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun dimulai saat mereka menginjak Junior high school hingga duduk dibangku Senior high school, cinta mereka tidak pernanh luntur, meskipun sering bertengkar karna hal-hal kecil. Tapi dengan sikap dewasa Kris, mereka akan kembali baikan setelah sang pria meminta maaf terlebih dahulu.
Ya, semuanya berjalan dengann lancar saat itu, hingga tiba dimana mereka masuk Universsitas masalah demim masalah menghamppiri mereka. Awalnnya mereka masih bisa menyelesaikannya dengan kepala diingin. Hingga hari itu adalah puncak dari semuua permasalahan mereka.
"berhenti disana Kris! Bukankah sudah kukatakan padamu bahwa aku tidak ingin melihat wajahmmu lagi!"
Luhan begitu murka, terlihat dari matanya yang berkilat marah dengan penuh kekecewaann disana.
"lu, dengarkan aku. Ini tidak seperti apa yang kau lihat, aku-.."
"tidak seperti apa yang kulihat?! Haha.. cih, aku melihat dengan mataku sendiri Kris. Kau menindih wanita itu dan parahnya lagi kalian berdua- hiks hiks. Menurutmu apa yang ada dibenakmu selain KAU TELAH BERHUBUNGAN BADAN DENGAN WANITA ITU KRIS?!" napas Luhan memburu masiih dengan kilatan yang membara dimatannya.
"hh, luhan aku mohon tenang oke"
"tenang katamu? Baiklah aku tenang, dengarkan baik-baik. Hubungan kita berakhir, jangan pernah menemuiku lagi"
Setelah itu Luhan pergi meninggalkan kris yang terlihat membeku setelah mendengar ucapan dari mulut Luhan. Kris masih tidak percaya, kata berakhir yang selalu ditakutinya diucapkan begiitu saja?
"tiidak, Luhan. Kau salah paaham, aku dijebak. Luhan,, LUHAAAN!"
Flashback End
Perlahan Luhan memutar tubuhnya, untuk memastikan apakah oranng yang memanggilnya adalah orang yang sama?
"K..kris"
"lama tidak berjumpa, Lu"
Luhan masih terpaku dengan apa yang dilihatnya, ternyata Kris benar-benar kembali. Lelaki yang dulu pernah menjadi bagian hidupnya, kembali. Apa benar Kris kembali untuk merusak rumah tangganya? Tapi kenapa? Bukankah dulu Kris yang mengkhianatinya?
"ya-.. lama tidak berjumpa.. Kris"
Perlahan Kris mendekati Luhan yang masih membeku ditempat. Luhan tidak bisa bergerak sama sekali, seolah ada lem dibawah kakinya membuatnya tidak bisa bergerak. Setelah didepan Luhan, kris terdiam bebrapa saat
"kau semakin cantik, lu" kris mengangkat sebelah tangannya dan mengelus pipi Luhan lembut, Luhan bagaikan kaca porselin yang akan pecah jika diperlakukan dengan kasar. Luhan tidak mengerti dengan dirinya, dia bahkan tidak menolak sentuhan lelakinya dulu, malah menikmatinya. Dia benar-benar merindukan sentuhan itu.
"jauhkan tanganmu dari istriku brengsek!" suara datar nan dingin penuh amarah menginterupsi kegiatan Kris. Luhan mengerjapkan matanya, memproses apa yang tengah terjadi. Ia melihat Sehun, dengan ekspresi wajah yang mengeras serta tatapan menusuk.
"Sehun-.."
"lama tidak berjumpa, sobat"
Kris benar-benar memerankan perannya dengan baik. Tersneyum ringan seolah tidak terjadi apa-apa. Dan itu membuat sehun semakin menggeram, tangannya terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Luhan masih terdiam, tidak tau apa yang harus dilakukannya.
"…"
Keadaan menghening, Kris dan Sehun masih saling berpandangan, menyelami mata masing-masing. Kris yang penuh dendam dan sehun yang penuh amarah. Luhan yang sudah sadar dari lamunannya tidak tau harus melakukan apa selain terdiam, memandang cinta lama dan barunya.
.
.
TBC~
Selalu 2k word, jangan marah yee hunhan baru selesai ujian (tepatnya ujian praktek, masih banyak ujian yang belum dilaksanakan) , jadi otak masih nge-blank. Nggak punya ide sama sekli.
Hunhan ucapkan terima kasih banyak karna masih ada respon dari kalian tentang ff gaje ini, thanks ya readers. Semoga menikmati cerita-cerita selanjutnya.
Review juseyo ^^
