Title:

SEXY WIFE

Cast: Sehun, Luhan

Sup Cast: Kai, Kyungsoo, Chanyeol, and Baekhyun

Pairing: Hunhan, Kaisoo, Chanbaek

Rate: M

Genre: Romance & married life

Warning: GS for UKE! OOC! TYPO's

NOTE: next chap kedepan akan ada banyak (mungkin) cast-cast baru yang bermunculan

Don't like, don't read!

Enjoy your reading

SEXY WIFE

.

.

Previous

Keadaan menghening, Kris dan Sehun masih saling berpandangan, menyelami mata masing-masing. Kris yang penuh dendam dan sehun yang penuh amarah. Luhan yang sudah sadar dari lamunannya tidak tau harus melakukan apa selain terdiam, memandang cinta lama dan barunya.

.

.

Lama mereka terdiam hingga akhirnya Luhan mulai angkat suara. "Sehun.. Ayo pulang, aku lelah" bisik Luhan pada Sehun, menyentuh dan mengelus lengan suaminya, membuat Sehun mengalihkan pandangannya dari Kris.

"Ayo, kita pulang!" Sehun menarik tangan Luhan, meninggalkan belanjaan Luhan serta Kris yang masih terdiam seribu bahasa sambil memandang dua punggung berbeda ukuran itu yang semakin menjauh dari pandangannya. Satu seringaian jahat muncul dibibir Kris, siapapun yang melihatnya akan langsung tau bahwa ada sesuatu yang jahat diotak lelaki tampan itu.

"lihat saja Sehun, tak lama lagi Luhan akan berada dipelukanku" Setelah itu ikut meninggalkan supermarket.

.

.

'BLAM'

Dengan keras Sehun menutup pintu mobilnya, menimbulkan suara dentuman yang juga keras membuat Luhan yang masih berada didalam mobil memekik pelan karena kaget. Sehun seperti bukan Sehun,dan itu membuat Luhan takut juga bingung. Biasanya Sehun adalah orang yang akan selalu tenang meskipun masalah menghampirinya. Tapi kali ini, di penglihatan Luhan sehun begitu berbeda. Sehun tidak lagi bisa mengontrol emosinya.

Sehun sudah masuk duluan, meninggalkan Luhan didalam mobil. Biasanya lelaki itu akan dengan senang hati membukakan pintu mobil untuk Luhan bak Putri yang akan turun dari kereta kudanya. Tapi sekarang Sehun seakan tidak menganggapnya. Apakah kesalahannya kali ini sangat fatal hingga Sehun begitu marah padanya? Setelah menghela nafas panjang, Luhan membuka pintu mobil dan keluar dari sana.

Luhan masuk kedalam rumahnya dan berjalan menuju lantai dua, ke kamarnya dan Sehun. Setelah berada didepan pintu kamarnya yang tertutup, Luhan dilingkupi oleh perasaan gugup juga gelisah. Dia belum terbiasa bertengkar dengan Sehun hingga seperti ini, tapi sekarang..masuk kekamar sendiri saja ada rasa takut yang menyelimutinya. Perlahan Luhan memutar kenop pintu, tapi ternyata Sehun mengunci pintu kamar mereka.

'tok tok tok'

"Sehun"

"…"

"Sehun aku ingin berbicara, buka pintunya"

"…"

"hhh, baiklah aku akan langsung berbicara, dengarkan baik baik". "Tadi itu, aku benar benar tidak tau jika Kris ada dibelakangku. Aku terkejut, dan tidak tau harus melakukan apa. Bahkan saat dia menyentuh pipiku, aku masih tidak tau harus melakukan apa. Menepisnya, kah? Memukulnya? Menamparnya? Atau mungkin membunuhnya? Tapi sungguh se-.. hun, kumohon jangan mendiamiku seperti ini, aku benar benar tidak tahan didiami seperti ini"

Linangan air mata yang tadi menggunung dimata rusa indah itu kini tumpah begitu saja membasahi pipi putih nan mulus Luhan. Luhan tidak bisa lagi menahan air matanya, dia belum terbiasa diacuhkan oleh Sehun dan dia sekarang harus merasakannya.

"Sehun.. hiks.. kumohon buka pintunya-.. hiks.. mari kita bicarakan dengan baik baik, jangan seperti ini, kumohon" Luhan tidak bisa lagi menahan isakannya, menundukkan kepalanya dan terisak pelan dengan bahu yang bergetar. Sekuat tenaga ia menahan isakannya tapi percuma, kini yang terdengar dirumah besar mereka hanya isakan miris Luhan.

'KLEK'

Luhan merasakan tubuh kekar yang begitu dikenalnya kini memeluknya, menyalurkan rasa hangat membuat Luhan mengeratkan pelukkan itu. Isakannya semakin keras, melepaskan rasa gelisah dan takut yang tadi mengganggunya.

"kumohon jangan seperti itu lagi hiks" Luhan membenamkan kepalanya semakin dalam ke dada Sehun. Sedangkan Sehun hanya terdiam dan semakin mengeratkan pelukkannya, menghembuskan nafas berat membuang semua beban dibahunya.

"jangan mendekatinya lagi Lu. Aku takut dia melukaimu" . 'aku takut dia memberitahukan hal itu dan membuatmu pergi dariku. Aku takut kau meninggalkanku Lu'_ lirih Sehun pada batinnya. Sehun tidak mengerti dengan dirinya, dulu dirinya hanya terobsesi pada Luhan. Entah kenapa sekarang bagaimana caranya dia menjadi begitu mencintai wanita itu. Tidak ingin wanita yang sudah berstatus menjadi istrinya itu pergi meninggalkannya. Apa ini yang dinamakan karma?

Luhan menganggukkan kepalanya yang masih terbenam dalam didada Sehun. Sehun melepas pelukkannya menatap Luhan yang sekarang ini wajahnya dipenuhi oleh air mata, Sehun merasa bersalah telah membuat wanita yang dicintainya menangis apalagi disebabkan oleh dirinya.

"jangan menangis Lu. Kau jelek jika menangis" canda Sehun dan berhasil, Luhan terkekeh disela-sela tangisannya. Luhan memukul pelan bahu Sehun dengan kepalan tangannya. Mereka tertawa bersama, seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua.

"Jadi? Sudah siap menerima hukumanku Lu?" bisik Sehun seduktif disamping telinga Luhan. Luhan melenguh lirih, membangkitkan gairah Sehun. "asal kau tidak marah lagi padaku, aku siap Hunnie" Luhan mengalungkan tangannya dileher Sehun, sedikit menjinjitkan kakinya agar dapat menjangkau tinggi Sehun.

Sehun mengukir sebuah senyuman yang membuat Luhan terpana. Luhan akui Sehun memang ahli dalam membuat wanita-wanita bertekuk lutut padanya, termasuk dirinya. "kau ingin mandi dulu, atau langsung kepermainan sayang?" lagi Sehun berbisik tapi kali ini didepan wajah Luhan dengan mata yang menatap dalam mata rusa istrinya.

"aku ingin," Luhan membalas tatapan Sehun, tapi dengan tatapan menggoda serta seduktifnya. Membuat Sehun mati-matian menahan gejolak api yang ada pada dirinya.

"kau mandi dulu Sehun, tubuhmu bau" Setelah itu Luhan pergi meninggalkan Sehun yang tercengang akan ucapan Luhan barusan. Sehun ingin protes, tapi sudah keburu Luhan masuk kekamar tamu tak jauh dari kamar mereka. Menutupnya dan menguncinya, terbukti saat Sehun mendengar 'KLEK' dari pintu itu.

Sehun mengalihkan pandangannya kebawah. Bukan! Dia bukan melihat kakinya, tepatnya bagian selatannya yang terlihat menggembung. Sehun menghela nafasnya,"kau akan segera mendapatnya, bersabarlah" ucapnya sambil mengelus kejantanannya dari luar celananya. Kemudian masuk kedalam kamarnya untuk segera membersihkan tubuhnya agar dapat menyentuh tubuh molek istrinya.

Sedangkan Luhan diam-diam tertawa dari dalam, jika boleh Luhan tebak suami tak kalah seksi darinya itu pasti sedangkan bersolo ria didalam kamar mandi dengan menyebut namanya. Ah Sehun, pria datar itu lucu juga terkadang.

.

.

Sehun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut pinggangnya, sedangkan tubuh atasnya dibiarkannya terpampang jelas dengan pahatan yang begitu sempurna. Harum maskulinnya yang menguar membuat wanita yang memang sudah berada diatas ranjang King size milik mereka dari tadi tak dapat mengalihkan pandangannya dari tubuh itu.

Luhan kini sedang berbaring bersandar dikepala ranjang tempat tidurnya dengan bed cover yang membalut tubuhnya hingga menutupi bahu. Sehun menatap sang istri dengan satu alis yang terangkat.

"apa yang kau lakukan?" pertanyaan itu sontak membuat Luhan terkekeh geli, setelahnya ia sibak bed cover dari tubuhnya dan terpampang tubuh Luhan tanpa sehelai benang. Sehun yang melihatnya kambali merasakan bagian selatannya menegang. Istrinya itu benar-benar jalangnya, ingat! JALANGNYA, JALANG SEHUN!

"Kau benar-benar penggoda ulung, Lu" dengan sekali hentak, Sehun sibak handuk yang tadinya melekat dipinggang seksinya kini terdampar begitu saja didepan pintu kamar mandi mereka.

Sehun berjalan pelan munuju ranjang mereka dengan tatapan yang tidak lepas dari wajah istrinya. Sedangkan Luhan memandangkan benda yang sering memasuki vaginanya itu. Kagum dengan bentuk dari benda itu. Sehun yang menyadari arah pandangan Luhan justru ber-smirk-ria, "suka dengan apa yang kau lihat, sayang?" Bisa dilihatnya pipi sang istri bersemu, yang semakin membuat Luhan seksi.

"aku sudah tidak tahan Lu" Sehun tarik kaki kanan Luhan menimbulkan pekikan kecil dari Luhan, sekarang Luhan sudah terlentang pasrah dengan kedua kakinya yang menjuntai dibawah ranjang.

Sehun membungkukkan tubuhnya, mencium bibir penuh Luhan yang sangat pas bersanding dengan bibirnya. Seolah mereka memang sudah diciptakan untuk bersama. Sehun menahan tengkuk Luhan dengan sebelah tangannya, sedangkan tangan yang lain bermain dipayudara kenyal dan padat sang istri. Luhan hanya mengalungkan tangannya dileher Sehun dan menerima semua sentuhan suaminya. Kakinya ia bawa kepinggang Sehun, memeluk pinggang itu. Membuat kelamin mereka saling bersentuhan, menimbulkan lenguhan lirih dari kedua belah bibir.

Sehun melepas ciuman basah mereka, menurunkan kepalanya keleher putih Luhan yang bersih tanpa cela. Tapi sebentar lagi akan penuh dengan tanda-tanda merah yang akan dibuat Sehun, menandakan bahwa Luhan hanya untuk Sehun. Sehun seorang.

Sehun semakin gincar menghisap, menjilat, dan menggigit leher Luhan begitu mendengar desahan penuh nikmat dari bibir Luhan. Kepala Sehun kembali turun dan berhenti di dua gunung yang menjadi santapan Sehun setiap waktu. Menjilat putting coklat Luhan yang sudah menegang akibat gesekan tubuh mereka. Memasukkan satu payudara kedalam mulut hangat dan basah miliknya, sedangkan payudara yang lainnya ia remas.

"ahh Sehun..niehh" Luhan meremas rambut Sehun, menyalurkan rasa nikmat yang ia terima dari Sehun. Tubuh Luhan tidak bisa diam, ia terus menggeliat. Menyebabkan kelamin mereka semakin tergesek.

"hhh Luhhh" lenguh Sehun.

Sehun melepaskan remasannya serta hisapannya pada payudara Luhan, membuat Luhan menatap Sehun kesal. Bagaimana tidak? Sehun mengambil kenikmatan yang ia terima begitu saja. Sehun terkekeh geli melihat ekspresi Luhan.

"sabar Lu, kau akan mendapatkan yang lebih nikmat dari itu" Setelahnya Luhan merasakan bagian bawahnya basah. Ya, Sehun menjilat vagina Luhan. Membuat sang empu mendesah gila dengan tubuh menggeliat tak karuan.

"ouwwhhh Sehunhh, aahh nik..mathhh. Terussshh Sehunhhh" Luhan menekan kepala Sehun agar semakin dalam menghisap vaginanya. Sehun memasukkan lidahnya kedalam lubang surga Luhan, mengeksplor lubang Luhan.

"Sehunhh akuhh.. AAAAHHHH" Setelahnya Sehun merasakan cairan keluar dari lubang itu yang langsung saja mehisapnya dan ia telan seolah itu adalah air putih.

"aahh manis Lu"

Sehun beranjak kembali menindih tubuh Luhan dengan tangan kiri yang menjadi tumpuan tubuhnya. "aku masuk sekarang Lu" ucap Sehun yang diangguki oleh Luhan. Sehu memegang kejantanannya, menuntunnya menuju goa hangatnya.

'JLEB'

"akhhhh"

Luhan sedikit meringis begitu Sehun memasukkan kejantanannya kedalamnya, tapi langsung teralihkan oleh rasa nikmat setelah Sehun menggenjotnya dengan perlahan dan teratur. Tapi semakin lama, genjotan Sehun tidak terkendali. Menyentak Luhan dengan kasar, tapi yang Luhan keluarkan adalah erangan nikmat dari bibirnya. Membuat Sehun semakin menggila. Hingga saat itu tiba

"a..aahhh Seh.. ahhh-..akuhhh"

"bersamahh Lu"

"SEHUNHHHHH/LUHHHHH"

Sehun menyentakkan kejantanannya semakin dalam dilubang Luhan, tidak membiarkan spermanya keluar setetes pun. Nafas mereka memburu, berlomba-lomba untuk mendapatkan pasokkan udara.

"hh,,kau nikmat Lu" Sehun menarik tubuh Luhan ketengah ranjang dan membawa Luhan kedalam pelukkannya tanpa melepaskan ikatan yang berada dibawah mereka.

"aku mencintaimu Sehun"

"…"

"aku juga mencintaimu Luhan, sangat mencintaimu"

Sehun mengeratkan pelukkannya dan mengikuti Luhan menuju alam mimpi mereka. Sebelum benar-benar tertidur, Sehun berdoa kepada Tuhan agar memberi mereka buah hati yang akan meramaikan rumah besar mereka itu, serta agar Luhan tidak pergi jauh darinya.

TBC.

Semoga suka dengan chap kali ini. Ini ngetik ngasal kalo kalian mau tau :D. Jadi harap dimaklumi ya kalo ada banyak typo dimana-mana, juga penempatan kata-kata yang tidak sesuai dengan tempatnya. Dan tidak ada bosan-bosannya Hunhan ucapin makasih buat yang udah repot-repot mau review dan baca nih FF, juga makasih buat yang follow dan favoritin nih FF :D

Akhir kata RnR juseyo ^^