Title:

SEXY WIFE

Cast: Sehun, Luhan

Sup Cast: Kai, Kyungsoo, Chanyeol, and Baekhyun

Pairing: Hunhan, Kaisoo, Chanbaek

Rate: M

Genre: Romance & married life

Warning: GS for UKE! OOC! TYPO's! Little YAOI!

NOTE: next chap kedepan akan ada banyak (mungkin) cast-cast baru yang bermunculan

Don't like, don't read!

Enjoy your reading

SEXY WIFE

.

.

Luhan membuka matanya perlahan dan dihadiahi dengan terpaan sinar matahari yang membuatnya kembali menutup matanya. Setelah terbiasa Luhan kembali membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Kosong. Luhan menghela nafas panjang, pasti Sehun sudah berangkat kekantor_pikirnya.

Luhan turun dari ranjang mereka dengan bed cover yang membalut tubuh nakednya. Berjalan menuju kamar mandi, berniat untuk membersihkan diri. Luhan begitu risih dengan tubuh lengketnya, belum lagi bau sperma yang masih melekat ditubuhnya membuatnya pusing dan mual.

Merasa tidak bisa menahan rasa mualnya, ia lepas genggaman tangannya pada bed cover yang membalut tubuhnya, melantarkan bed cover itu dilantai dan berlari menuju kamar mandi. Sampai dikamar mandi, ia langsung menuju closet dan memuntahkan isi perutnya. Anehnya yang keluar dari mulut hanya air, membuatnya bingung.

Setelah puas memuntahkan isi perutnya dimana yang keluar hanya air saja, Luhan menekan tombol pembuangan pada closet dan menutup closet itu kemudian menyandarkan kepalanya diatas closet yang tertutup. Luhan benar-benar merasakan pusing dikepalanya, untuk menegakkan tubuhnya saja ia tak mampu, apalagi berjalan.

"Astaga! Nyonya Oh, anda tidak apa-apa?!" Luhan bahkan tidak dapat menolehkan kepalanya pada suara khwatir dibelakangnya. Tapi untungnya dia hapal dengan suara itu, suara bibi Kim yang memang berperan penting dimansion mereka dia kepala pelayan dirumah ini. "bibi" panggil Luhan lirih.

"Ya Tuhan! Anda pucat sekali nyonya. Saya akan menghubungi Tuan Oh" Sebelum benar-benar beranjak, Luhan sudah menahan tangan Bibi Kim. Membuat Bibi Kim yang tadinya ingin ke ruang tengah untuk menghubungi sehun menjadi urung. Dengan gelengan lemah Luhan berikan untuk Bibi Kim. Menolaknya, dia pikir ini hanya masuk angin saja jadi tidak perlu menghubungi suaminya yang mungkin sekarang sedang sibuk berkutat dengan lembaran-lembaran kertas penuh tulisan yang harus ditanda tangani oleh sang suami.

"jangan, bi. Aku tidak apa-apa, sungguh. Hanya mual saja, mungkin akan sembuh setelah minum teh mint hangat. Bisakah kau siapkan untukku?" awalnya Bibi Kim ragu meninggalkan Luhan dengan keadaan pucat seperti itu, tapi Luhan sedang meminta jadi dia tidak berhak untuk menolak Nyonya-nya itu. Bibi Kim mengangguk, sebelum itu dia membantu Luhan kembali menuju kamar mereka, memakaikan Luhan pakaian yang agak tebal dan membaringkan tubuh lemah Luhan keranjang berantakan mereka.

Merasa Bibi Kim sudah keluar dari kamarnya, iapun kembali melenguh ketika merasakan pusing semakin mendera kepalanya. Karna tidak kuat dengan sakit dikepalanya, Luhan memilih untuk kembali tidur.

.

.

"aku sudah menyuruhmu untuk menjaga istriku! Tapi kemana dirimu hah?!" Saat ini Sehun sedang berada didalam ruangannya dengan dua pria yang juga berada disana. Yang satu terlihat biasa saja, mungkin sudah kebal dengan teriakan murka seorang Oh Sehun. Sedangkan pria mungil dengan kulit putih cerahnya dan wajah yang bisa dikatakan cantik tapi terdapat balutan perban dikepalanya itu tertunduk ketakutan dan semakin tertunduk saat Sehun kembali berteriak yang memang untuk dirinya.

"maafkan saya Tuan, kemarin saya mengalami kecelakaan kecil saat akan menuju rumah anda" pria mungil itu kembali membungkukkan tubuhnya. Pria disamping Sehun merasa jengah dengan pria mungil didepan mereka itu, dan berasumsi untuk mengeluarkan suara setelah terdiam sedari tadi.

"sudahlah Sehun, lagian dia sudah bilang kalau dia mengalami kecelakaan. Tidak kau lihat perban dikepalanya itu? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Luhan kemarin kalau pria itu datang dengan darah yang memenuhi wajahnya. Mungkinkah pingsan?" Pria disamping Sehun menatap langit-langit ruangan Sehun, membayangkan istri presdirnya itu yang akan benar-benar pingsan jika melihat darah.

Sehun melihat kekepala pria mungil didepannya, dan Sehun baru sadar kalau terdapat perban dikepala pria mungil didepannya itu. Jimin benar juga_pikir Sehun, ia menghela nafas. Masih memandang pria mungil didepannya tapi kali ini tidak dengan tatapan menusuknya seperti tadi.

"sekarang pergi kerumahku dan jaga istriku. Tetap berada disampingnya, jangan biarkan bajingan itu kembali menyentuh istriku. Aku percaya padamu, Min Suga. Kau boleh kelular" Suga membukkan tubuhnya untuk menghormati tuannya serta sekretarisnya yang tidak melepaskan pandangannya dari Suga sedikitpun dari tadi. Sebenarnya Suga risih dengan tatapan sekretaris Sehun itu tapi setidaknya dia harus berterima kasih dengan pria itu yang tidak salah namanya Ji_min? Ya, nanti saat pertemuan mereka dikemudian hari Suga akan berterima kasih padanya.

Setelah Suga keluar dari ruangan Sehun, Jimin masih tidak melepaskan pandangan dari pintu dimana tubuh Suga menghilang. Itu justru membuat Sehun bingung, bahkan Jimin tidak menyahuti panggiliannya sedari tadi.

"YA PARK JIMIN!" Jimin terlonjak ditempatnya berdiri dan mengalihkan pandangannya dari pintu dan memandang Sehun yang sekarang ini juga menatapnya dengan tatapan binigung dan curiga.

"apa yang kau lihat?" Jimin kelabakan, tidak tahu harus menjawab apa. "a..aku melihat cover dindingmu. Sepertinya harus diganti, warna putihnya sudah agak kotor" Sehun melihat dindingnya yang berwarna putih, benar saja dinding itu terlihat sedikit kusam dan agak kekuningan

"ganti dengan yang baru nanti. Sekarang kau boleh keluar, aku ingin melanjutkan pekerjaanku"

Jimin keluar dari ruangan Sehun dan berpapasan dengan dua sahabat tiang Sehun, siapa lagi kalau bukan Kai dan Chanyeol. "hai Jim, Sehun ada?" Tanya chanyeol yang diangguki oleh Jiimin setelah itu melanjutkan jalannya meninggalkan Chanyeol dan Kai.

Chanyeol dan Kai masuk kedalam ruangan presdir perusahaan Oh Corp dimana teman mereka yang menduduki jabatan itu. Dapat mereka lihat Sehun sedang berkutat dengan lembar-lembaran kertas, sesekali mencoret disalah satu kertas dimana tanda tangannya terlihat disana dan kembali berkutat dengan lembar-lembar kertas yang mungkin dapat membuat kepala pecah.

"Sibuk sekali Tuan Oh" sindir Kai, masuk kedalam dan langsung mendaratkan bokongnya disofa lembut yang berada diruangan Sehun. Chanyeol juga melakukan hal yang sama seperti Kai. Sehun yang memang terlalu fokus dengan kertas-kertas itu sedikit terkejut dengan kedatangan kedua sahabat idiotnya itu. "kapan kalian datang?" Tanya Sehun dengan wajah bingung dan menurut Kai dan Chanyeol terlihat bodoh. Membuat keduanya tertawa bersama. Sehun semakin bingung melihat sahabatnya, bahkan ia sempat berpikir kalau mereka berdua sudah gila.

"wajahmu Sehun" Oh, sehun tahu penyebabnya. Seketika Sehun merubah mimic wajahnya kambali menjadi datar dan tidak lupa tatapan matanya terlihat menajam. Sedikit kesal dengan kedua sahabatnya itu, karna sudah berani-beraninya menertawakan dirinya.

"berhenti tertawa atau aku cabut kerja sama kita" Berhasil, Chanyeol dan Kai terdiam seketika setelah Sehun berucap tadi. Jangan sampai, bisa rugi besar mereka kalau Sehun mencabut kerja sama mereka_begitulah pikir mereka. "begitu lebih baik" dan Sehun kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.

"Hei Sehun, bisakah kau melupakan pekerjaanmu sebentar dan melayani kami?"Tanya Chanyeol

"sayangnya aku bukan pelayan kalian" sahut Sehun seadanya dan masih fokus dengan kertas-kertasnnya. Chanyeol dan Kai sama-sama mencebikkan bibir mereka, berpikir kenapa mereka bisa mempunyai sahabat seperti Sehun?

"kami ingin membicarakan tentang proyek di Jeju Sehun"Kai menyahut dengan kesal. Sehun itu benar-benar menyebalkan, selain iblis Sehun itu juga seperti setan terutama pada otaknya. Meskipun terlihat dingin dan datar, pria yang berstatus suami Luhan itu memiliki segudang rencana jahil –dan jahat tentunya- diotaknya. Benar-benar sempurna bukan?

"untuk apa? Bukannya itu sudah diluar tanggung jawabku? Aku hanya perlu mengeluarkan 20% saham milikku untuk proyek itu. Dan selebihnya aku tidak terkait" kini Sehun sedikit melantarkan pekerjaannya demi fokus dengan pembicaraan mereka yang sepertinya serius itu. Kai terlihat menghela nafas kasar dan kembali menatap Sehun yang juga menatapnya

"memang benar, tapi proyek ini benar-benar membutuhkan kita bertiga Sehun, karena kita yang menyumbangkan saham terbanyak untuk proyek ini. Penyumbang saham yang lain juga merekomendasikan kita bertiga untuk terjun langsung melihat pembangunan hotel itu"

"Jadi Tuan Oh, ikut atau membatalkan proyek besar ini dan merugikan perusahaan sebesar 45 juta dollar?" sambung Chanyeol menanyai Sehun yang sekarang ini sedang sedang berpikir keras menggunakan otaknya.

Sehun menatap kedua sahabatnya dan membuang nafas kasar. "aku tanya istriku dulu" jawab Sehun dan kembali berkutat dengan pekerjaannya. "ouuhh, benar-benar tunduk dengan istri huh?"ejek Kai, dilanjuti dengan tawaan lebar dari Kai dan Chanyeol. Ruangan Sehun yang tadinya sunyi bak pemakaman kini seperti pasar malam. Sehun hanya menggelengkan kepala,tidak meladeni sahabat gilanya.

.

.

'TOK TOK TOK'

"masuk" suara dingin dari pria tampan dengan rambut blonde miliknya menyahuti dari dalam ruangannya. Pintu ruangannya terbuka menampakkan pria dengan tubuh besar jalan memasuki ruangan. Begitu sampai didepan meja kerja pria_tampan_dingin, ia sontak langsung membungkukkan tubuhnya.

"Selamat pagi Tuan Wu" sapa pria bertubuh besar itu pada pria didepannya yang tak lain adalah Kris Wu.

Kris hanya berdeham sebagai jawaban, lebih memilih memperhatikan ponselnya yang memperlihatkan wajah seorang wanita juga pria yang sedang tertawa hangat bersama, bahkan Kris masih bisa merasakan kehangatan itu sampai sekarang. Luhan, Kris benar-benar mencintai wanita itu. Tidak peduli bahwa hubungan mereka sudah berakhir dulu hingga sekarang. Kris berpikir bahwa dirinyalah yang berhak menjadi pendamping hidup Luhan, bukan pria brengsek itu. Bagaimana pun caranya, dia akan merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya. Tidak perduli dengan resiko yang akan didapatinya nanti.

FLASHBACK
Kris POV

Mataku terbuka dan langsung berhadapan dengan sinar cahaya yang membuatku menutupi kembali mata yang orang-orang bilang tajam, entahlah aku tidak peduli yang terpenting aku bisa melihat. Tanpa mata ini mungkin aku tidak akan pernah melihat wanita yang selama ini menemani hidupku. Luhan namanya, tapi dia lebih suka dipanggil Lulu. Kekanakan bukan? Ya bagi kalian mungkin memang kenakan, tapi untukku itu lucu. Tidak peduli seberapa kekanakan gadis itu aku tetap menyukainya, ah tidak, aku mencintainya, sangat mencintainya. Berbicara tentang Luhan, entah kenapa aku rindu dengannya. Luhan benar-benar candu untukku.

Aku kembali membuka mata denga perlahan agar dapat menyesuaikan sinar yang masuk kedalam retina mataku. Begitu terbiasa, selanjutnya yang kulakukan adalah merenggangkan tubuhku yang entah kenapa begitu pegal. Apa yang kulakukan semalam? Seingatku aku hanya mengikuti Sehun yang mengajakku ke BAR dan ia memberiku minuman, dan selanjutnya berciuman dengan.. oh tidak, tidak mungkin!

"kau sudah bangun sayang?" suara lembut dari arah kamar mandi kamarku membuatku langsung menoleh kesumber suara. Mataku terbelak begitu melihat siapa yang berdiri didaun pintu kamar mandi itu. Katakanlah aku terlihat bodoh dengan ekspresi itu. Tapi tidak penting untuk saat ini. Saat ini, didepan sana, wanita itu, Jessica. Berdiri dengan handuk yang membalut separuh tubuhnya dari separuh dada hingga separuh paha putih mulus miliknya. Mungkin jika dalam keadaan yang normal aku akan terangsang begitu melihatnya seperti itu. Tapi tidak untuk sekarang.

Kulihat tubuhku, dan benar. Dibawah selimut yang menutupi pinggul hingga bawah kakiku, aku, tidak mengenakan apapun? Yang benar saja. Apa yang terjadi semalam?

"Hei Kris ada apa dengan ekspresimu itu. Ah kau bingung kenapa kau tidak mengenakan pakaianmu? Apa kau lupa dengan yang kita lakukan semalam, Kris? Baiklah biar kujelaskan, beberapa jam yang lalu kita baru saja selesai menikmati kehangatan masing-masing sayang. Aku tidak tahu ternyata kau begitu menikmati tubuhku, kau bahkan susah untuk dihentikan. Apa baru kali ini kau dilayani oleh wanita? Luhan, tidak melayanimu?"

Tidak mungkin! Ku tatap gadis ah bukan wanita MURAHAN didepanku dengan nyalang. Menggeram rendah dengan gigi yang menggeletuk, serta tanganku yang terkepal kuat bahkan membuat buku-buku jariku memutih. "apa maksudmu?!" suaraku bahkan tercekat karna menahan amarah yang siap untuk meledak.

Kulihat wanita itu melangkahkan kaki –hina- jenjangnya mendekatiku dan berhenti tepat disamping ranjang King sizeku. Masih kutatap wanita itu bahkan tatapanku semakin menajam, dan kuharap tatapanku dapat membunuhnya segera. Baik Kris, tenangkan dirimu.

"jujur sajalah, Kris. Pacarmu itu, tidak pernah memuaskan dirimu, bukan? Aku- akh!"

Author POV

Kris menarik tangan Jessica, hingga menimpa tubuh telanjangnya dan langsung membalik keadaan jadi menindih tubuh sintal milik Jessica yang masih menggunakan handuk. "siapa yang menyuruhmu untuk menyentuhku, eoh?" tatapan Kris menajam, membuat nyali Jessica menciut seketika.

"tidak ada yang menyuruhku, sayang. Kau sendiri yang-"

"SIAPA DIA?!"

"d..dia..dia-"

'CLEK'

"Kris, bangun. Ini su-"

"…"

Luhan, berdiri mematung memandang tidak percaya kearah ranjang milik Kris. Mata rusanya memanas begitu memproses keadaan didepan sana.

"Lu..Luhan, i..ini tidak seperti yang kau lihat. Kau salah-"

'BRAK'

Luhan kembali menutup pintu kamar Kris dengan keras dan lari keluar dari apartemen Kris dengan genangan air mata yang sudah siap untuk membasahi pipinya. Ia tidak percaya, Kris, pria yang selama ini menjalin asmara dengannya selama lima tahun, pria yang selalu menjadi tempat sandarannya selama lima tahun, pria yang selama ini ia percaya, pria yang ia cintai, melakukan hal menjijikkan seperti itu. Tidak cukupkah cinta yang diberinya selama ini? Kenapa ia melakukan hal itu? Apa yang kurang dari dirinya? Apa yang Kris mau dari dirinya? Hubungan badan, kah? Tapi mereka sudah sepakat akan berhubungan badan setelah mereka resmi menikah. Luhan kecewa, sangat kecewa dengan kekasih- ah dia bukan kekasih Luhan lagi! Luhan tidak mau berhubungan dengan pria yang mengkhianati kepercayaannya!

"lu, lu tunggu lu. Dengarkan penjelasanku"

Tubuh Luhan tertarik kebelakang dan membentur tubuh kekar Kris. Masuk kedalam pelukan erat –yang sebenarnya hangat- mantan kekasihnya.

"lepas!" Luhan meronta untuk dapat lepas dari rengkuhan erat Kris. Bahkan tidak peduli ia akan menyakiti dirinya sendiri. Kris pun tidak mau kalah, ia semakin mengeratkan rangkuhannya namun tidak menyakiti wanita tercintanya. "dengarkan penjelasanku dulu sayang"

"PENJELASAN APA LAGI BRENGSEK?! AKU MELIHAT DENGAN MATAKU SENDIRI BAHWA KAU SUDAH TIDUR DENGAN WANITA ITU! Aku benar, bukan? Jadi aku mohon Wu Yifan-ssi. Jangan temui aku lagi, aku MUAK melihat wajah brengsekmu itu!"

'BRUK'

Luhan berhasil mendorong tubuh kekar Kris, setelah itu kembali berlari meninggalkan Kris yang terpaku ditempat ia berpijak.

Luhannya barusan saja berkata kasar kepadanya, apa separah itu masalahnya sampai harus mengumpati kekasihmu sendiri? Hey tentu saja Kris, siapa yang tidak akan mengumpat begitu mengetahui bahwa orang yang kau sayangi selama ini bermain api dibelakangmu? Sialan! –umpat Kris dalam hati.

"Oh Sehun" tangan Kris terkepal begitu menyebut satu nama, Oh Sehun. Matanya memerah, menahan amarah dan juga penuh dendam.

.

.

.

"aku yakin saat ini, Luhan dan bule itu sudah putus, Hun. Dan kau dapat mengklaim Luhan sebagai milikmu sepenuhnya" pria berkulit tan tertawa setelah selesai berucap yang juga mengundang tawa dari pria disampingnya yang memiliki telinga lebar. Sedangkan pria berkulit putih yang duduk sedikit jauh dari mereka berdua, dengan segelas wine ddigenggamannya, hanya ber-smirk-ria sambil membayangkan tubuh wanita incarannya selama dua tahun ini semenjak ia masuk kuliah berada dalam kungkungannya dan disertai desahan yang pastinya menggairahkan,bukan?

Tidak sia-sia dua tahun ini kau mendekati Kris bodoh itu, Sehun. Rencanmu berhasil semua. Mendekati Kris dan Luhan, membuat mereka bertengkar karena masalah kecil, jika sudah bertengkar maka salah satu butuh hiburan bukan? Sehun datang ke Kris, menawarkan segelas minuman dan 'BANG' masalah besar pun terjadi, dan hubungan mereka hancur.

"aku tidak tau, kau berbuat nekat seperti ini hanya untuk wanita lugu itu Oh Sehun" ucap pria bertelinga lebar kepada Sehun yang hanya mengendikkan bahunya, kembali meminum minumannya.

"selanjutnya, apa yang akan kau lakukan?"

"entahlah, mungkin merelakan bahuku untuk tempat bersandar wanita China itu?"

"kau benar-benar licik, bung"

Flashback End

.

.

.

Suga sampai di mension Oh Sehun, ia keluar dari mobil yang dikendarainya dan berjalan kepintu utaman mension Sehun yang sudah terbuka dengan seorang wanita paruh baya didepan sana.

"anyeonghaseyo" sapa Suga dengan sopan kepada wanita tua didepannya. Wanita tua yang tak lain adalah bibi Kim tersenyum ramah kepada Suga dan mempersilahkan masuk kedalam mension Sehun.

"jadi anda …"

"ah, saya Min Yoongi tapi anda bisa panggil saya Suga"

"ahh kau pengawal baru Luhan? Salam kenal Suga-ssi, saya Kim minji, panggil saja bibi Kim" mereka berdua berjabat tangan dan melempar senyuman satu sama lain.

Bibi Kim pikir, Luhan akan menyukai pengawalnya yang satu ini. Berbeda dengan pengawalnya yang sebelumnya, Suga terlihat sangat imut dan mungil. Tidak tampak menyeramkan, seperti pengawalnya yang terdahulu. Melihat mukanya saja Luhan tidak mau, apalagi berdekatan dengannya –itu pikir Luhan.

"Luhan sedang istirahat dikamarnya, tadi pagi ia mual-mual" ujar bibi Kim sambil duduk disalah satu sofa mewah milik Sehun yang direkomendasikan oleh Luhan. Tak lupa ia mempersilahkan Suga untuk duduk bersamanya.

"benarkah? Kalau begitu aku harus memberitahu tuan tentang keadaan nyonya Oh" Suga berniat mengambil ponselnya didalam saku jas, sebelum bibi Kim menahan pergerakannya.

"jangan, Luhan bilang dia tidak ingin mengganggu Sehun bekerja. Jika Sehun datang, Luhan akan marah padaku atau mungkin juga padamu. Dan parahnya lagi, dia tidak akan mau kau berada disampingnya" Sontak Suga kembali memasukan ponsel itu ketempat semula dengan matanya yang terbelak dan itu berhasil membuat bibi Kim terkekeh melihatnya.

"kau lucu juga, Suga-ssi. Aku yakin Luhan akan langsung menyukaimu" ujar bibi Kim dan kemudian beranjak dari duduknya. "aku harus kedapur, ada yang harus kulakukan"

"ah ne, bibi Kim"

.

.

.

"Hai Kyung" sapa Baekhyun, begitu melihat wanita bermata belo berdiri didepan pintu rumahnya. "masuklah, sudah lama kau tidak kemari. Kemana suami hitammu itu?"

"dia tidak hitam, Baek. Dia tan, okey. Itu seksi" bela wanita yang tak lain adalah Kyungsoo, Kim Kyungsoo. Istri dari Kim Jong In.

"ok, dia tidak hitam. Hanya gelap" ujar Baekhyun berbisik diakhir kalimat, takut sahabat mungilnya mengamuk. Owh, jangan bermain-main dengan Kyungsoo yang sedang mengamuk atau marah, dia akan berubah menjadi satansoo, mengerikan. Namun sepertinya bisikanmu terlalu keras Baek, buktinya sekarang Kyungsoo sedang melototimu dengan mata besarnya itu.

"o..ok aku minta maaf, jangan mengamuk soo. Nanti keponakanmu takut padamu"

Kyungsoo merubah mimic wajahnya menjadi sumring, begitu mendengar kata keponakan dari bibir Baekhyun.

"bagaimana keadaan keponakan kesayanganku? Baik-baik saja kan? Kau tidak melakukan sesuatu yang berat, kan? Chanyeol tidak memasukkimu, kan? Chan-.."

"oh my god Kyung, pertanyaanmu! Kai hitam itu benar-benar merusak otak polosmu, Kyung. Akan kuberi hukuman Kim-hitam-Jong In itu-.."

"hei sudah kubilang Kaiku tidak hitam, Baek!"

"hitam salah satu dari nama-nama tengahnya, Kyung! Hitam, brengsek, bajingan, mesum, dan masih banyak lagi"

"Park Baekhyun!"

"apa Kim Kyungsoo?"

Mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain, bahkan Kyungsoo sampai menyipitkan matanya agar terlihat tajam dan dapat menakuti wanita hamil didepannya. Baekhyun? Oh jangan tanyakan calon ibu itu, matanya bahkan sudah tidak terlihat lagi. Jika para suami dia kedua wanita melihat mereka sekarang, sudah dipastikan mereka berdua akan diseret kekamar untuk dihabisi. Bagaimana tidak, bukannya menakutkan, Baekhyun dan Kyungsoo malah terlihat menggemaskan dengan tatapan itu. Jika saja ada Luhan-.. Dari mata yang tadinya menyipit kini malah terganti dengan mata yang membola besar, apalagi Kyungsoo yang sudah besar malah semakin besar.

"Luhan!" Sebut mereka serentak, dan dilanjuti dengan tawaan bahagia mereka.

"aigoo, kita hampir melupakan rusa manis kita Kyung" itu Baekhyun

"eung, kira-kira apa yang sedang dilakukannya sekarang? Semenjak Sehun memperketat pengawalan kepada Luhan, kita jadi susah berhubungan dengan dia. Semua ini gara-gara Kris brengsek itu!"

"kau tau dari mana gara-gara si bajingan Kris?"

"tentu saja tau, Kai yang memberi tahu kalau bajingan sialan itu kembali ke Korea"

"ya, dan dia akan membawa pergi Luhan dari kita Kyung. tidak, tepatnya dari sehun!"

Kyungsoo dan Baekhyun terlihat menghela bersamaan, membuang sedikit beban pada diri mereka. "aku tidak tahu kenapa Kris ingin mengambil Luhan dari Sehun. Bukannya dia yang mengkhianati Luhan?" Baekhyun hanya mengendikkan bahunya, tidak tahu juga alasan kenapa lelaki yang pernah menjadi pemilik dari hati Luhan, begitu menginginkan Luhan kembali padanya sedangkan lelaki blonde itu yang telah mengkhianati wanitanya.

.

.

.

TBC

Setelah sekian lama nggak update, akhirnya bisa update juga. Dan ceritanya pun semakin menarik, menarik untuk tidak dibaca :" Setelah sekian lama nggak ngetik dan berpikir, ceritanya malah makin gaje banget dan buaaaanyak typonya. Iya kan? Iya kan? Iya dong,,

Dan ada kabar gembira buat saya sendiri, saya udah masuk SMA , yeeeeeeees! /kagak nanya uuuuu/ ako mah apa atuh :'( hehe abaikan :D sebenarnya udah lama sih masuk SMA /kagak nanya peak/

Disini saya udah kasih tau apa yang terjadi dengan Luhan, Sehun dan Kris dimasa lalu. Dan saya pun nggak tau apa reader mengerti dengan permasalahan yang terjadi antara mereka bertiga. Saya aja nggak ngerti, hanya asal ngetik apa yang ada diotak aja. Otaknya buntu udah lama nggak kerja.

Kyungsoo udah muncul, kalo ada yang menunggu kemunculannya (ya kalo emang ada yang nungguin. Kalo nggak ada, ya Kyungsoo mah rapopo. Yakan, Kyung? :v ) :D tapi tunggu, bukannya dichap kemarin Kyungsoo ada muncul? Saya lupa,, :3

Terima kasih buat yang udah nugguin kelanjutan cerita gaje ini, dan udah follow serta favorit nih ff. Diusahain kelanjutannya bisa cepat, kalo emang ada yang mau cepat. Kalo enggak, ya lambat-lambatin dikit nggak papah juga kan?

Dan aku mau bilang di Chap 3 ada bagian yang aku ubah, jadi silahkan cek terlebih dahulu –kalau mau sih, nggak juga gak papa-

Akhir kata Thaks for read, Review juseyo/?