.

.

SEXY WIFE

Cast: Luhan, Sehun, Kris.

Sup Cast: Kai, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo.

.

.

Luhan dan Suga kini berada dirumah sakit untuk memeriksa keadaan Luhan yang semakin memburuk. Tadinya sewaktu Luhan bangun, ia kira keadaannya akan baik kembali. Namun bangun dari ranjangnya saja ia tidak bisa, yang ada kepalanya bertambah berat dan berputar, belum lagi mual yang menghapirinya tiada henti, dan itu sungguh menyiksa.

"apakah tidak apa-apa tidak memberitahu tuan Oh, nyonya?" Suga yang sedari tadi uring-uringan dengan dua fakta yang harus ia patuhi. Pertama, seharusnya ia memberitahukan semua yang dilakukan Luhan kepada Sehun. Kedua, disatu sisi ia juga harus mematuhi perintah Luhan untuk diam dan tidak memberitahukan keadaan Luhan kepada Sehun. Jadi mana yang harus Suga patuhi? Perintah Sehun atau Luhan?

"sudahlah, Suga. Kau turuti saja perintahku, aku ini istri dari tuanmu. Dan juga, sudah berapa kali kubilang untuk memanggil namaku saja? Namaku itu Luhan, Lu-Han, atau Lulu jika menurutmu Luhan itu susah atau kepanjangan. Dan lagi, sekarang ini kau menjadi pengawal pribadiku, jadi kau harus menuruti semua ucapanku, bukan pria berwajah datar namun sayangnya tampan itu. Dasar!" Sungguh, bagi Suga Luhan maupun Sehun sebelas dua belas. Sama-sama menyebalkan.

.

.

.

"selamat Luhan-ssi anda positif hamil, dua minggu"

Apa Luhan bermimpi sekarang? Jika iya, tolong jangan bangunkan dia. Biarkan ia berada dimimpi ini.

"ka..kau hamil lu. Kau hamil Luhan!" Suga begitu antusias begitu mendengar istri dari Tuannya hamil. Ia begitu senang karena ia pernah mendengar dari orang keluarga Oh begitu menginginkan anak, namun belum kesampaian. Dan sekarang baru tercapai, sungguh berita membahagiakan bukan?

"tuan Oh harus mengatahui ini!"

Suga akan menghubungi Sehun sebelum tangannya ditahan oleh Luhan yang kini menatapnya dengan tatapan bahagia terselip disana.

"jangan beritahu suamiku, aku mau ini menjadi kado special dihari ulang tahunnya nanti. Sebentar lagi dia akan ulang tahun"

Tidak lupa senyuman Luhan yang mengembang sepanjang ucapannya. Mengundang Suga untuk ikut tersenyum karnanya.

.

.

.

"sayang aku pulang"

Itu Sehun, yang baru saja masuk dengan wajah suntuk serta rambut yang berantakan tapi, sialnya dia masih terlihat seksi. Beruntung sekali kau Luhan.

"kau sudah pulang? Kenapa hari ini pulang telat? Tidak biasanya, apa tadi kau makan malam duluan? Atau kau makan bersama wanita-.."

"sayang, suami tampanmu ini baru saja pulang dari kerja untuk membeli keperluan istri tercintanya dan anak kita nanti. Seharusnya kau memberiku sebuah ciuman panas yang menggairahkan dan-.. AKH! Kenapa memukulku sayang?" Sehun terkejut melihat istri kali ini. Apa sekarang istrinya mulai menjadi seperti Baekhyun yang suka menganiaya suaminya? Tsundere? Hoho jangan sampai, Sehun bahkan bergidik ngeri melihat merah-merah disekitar lengan Chanyeol. Dan katanya itu hasil cinta dari istrinya, sempat terbesit pikiran kotor diotaknya. Sampai Chanyeol menambahi bahwa merah-merah itu adalah bekas cubitan sayang dari Baekhyun. Ukh! Mengerikan bukan?

"dasar mesum! Kenapa kalian hanya memikirkan hal-hal yang berbau seks saja? Apa kalian tidak memikirkan kami kaum wanita yang hanya bisa mengangkang pasrah dibawah kalian! Tidakkah kalian memikirkan betapa lelahnya kami dengan gaya seperti itu? Belum lagi kalian-..terutama kau! Tidak memikirkan diriku yang lelah kau sodoki dengan brutal. Dasar Oh-Mesum- Sehun! Hari ini kau tidur diluar!" Luhan mengakhiri kalimatnya dengan hentakan kakinya dan pergi meninggalkan Sehun yang sedang melongo ditempatnya berdiri sekarang.

Bukankah menurut kalian kalimat Luhan itu sedikit lebih vulgar? Siapa yang mengajari istri polosnya berucap seperti itu? Dan apa hanya Sehun saja yang merasa bahwa istrinya sedikit lebih sensitive sekarang.

.

.

.

'TOK..TOK..TOK'

"lu,, sayang, aku minta maaf, lu. Aku mengaku kalau aku salah, aku janji tak akan pulang telat lagi dan-.. aku janji, saat kita bercinta lagi, aku tak akan melakukan gaya itu lagi. Kau mau gaya apa? Doggy? Ah atau woman on top? Ataukah-.."

'BRUK'

"MATI SAJA KAU OH SEHUN!" terdengar teriakan keras dari dalam setelah bunyi dentuman dari arah pintu, yang Sehun tak yakin suara apa itu.

"Lu sayang~, kalau nanti aku mati siapa yang akan memberimu anak? Didunia ini sperma yang pas untuk rahimmu, hanya spermaku sayang~. Lagipula, penisku sudah cocok dengan vagi-.."

'KLEK'

Terlihat Luhan berdiri didepan pintu dengan wajah merahnya, dengan bibir yang mencebik serta matanya yang ia buat menajam agar suaminya itu terintimidasi. Namun bukannya merasa takut, Sehun malahan ingin mencubit pipi gembil istrinya itu, tapi tidak untuk sekarang, disaat Luhan sudah menatapnya seperti itu dan juga warna wajahnya yang berubah, maka yang harus Sehun lakukan adalah menundukan wajahnya seolah ia merasa takut layaknya anak kecil yang sedang dimarahi ibunya.

"maafkan aku~"

"…"

Sehun menatap istrinya saat tidak mendapat sautan dari Luhan. Benar saja, ia langsung panik begitu melihat benda cair bening mengalir disepanjang pipi halus Luhan.

"hei, ada apa? A..apa aku begitu keterlaluan, sayang? Aku minta maaf, Lu. Aku-.."

"bodoh"

"huh?"

"hiks.. aku membencimu, Tuan Oh yang menyebalkan. Tidur diluar!"

'BLAM'

Sehun hanya bisa membuka mulutnya dan mengerjapkan mata, mengartikan kalau ia sedang bingung sekarang. Dan saat ia kembali kedunianya,

"oh ayolah Luhan, aku tak ingin tidur terpisah darimu, sayang"

.

.

.

Dan disinilah Sehun sekarang, ruang keluarga dengan cemilan diatas meja juga TV yang menyala. Ah! Jangan lupakan benda persegi yang tak pernah absen dari kehidupan seorang pembisnis maupun masyarakat sekarang, ponsel. Sehun tidak bisa tidur, awalnya ia menonton TV namun sekarang ia bosan dan berakhir dengan memainkan benda canggih itu sekedar untuk membunuh rasa bosannya.

Jari-jari lentiknya bergerak cepat diatas keyboard ponselnya, entah apa yang sedang ia ketik itu.

'SRET'

Saat sedang asik-asiknya mengetik bahan untuk presentasinya lusa, tiba-tiba tangan putih menarik ponselnya dan menaruh benda itu diatas meja.

"aku menyuruhmu tidur diluar bukan berarti kau harus bermain dengan ponselmu, Oh Sehun!"

.

.

.

"sebentar lagi dia ulang tahun ya,"

"sepertinya aku harus memberikan hadiah yang special untuk adikku itu"

Seorang pria dengan keadaan naked berbaring bersama seorang wanita cantik dengan rambut sepanjang bahu, juga dalam keadaan yang sama seperti pria itu, naked. Hanya selimut tipis yang menutupi apa yang dibalik selimut itu.

Dia Kris, memainkan rambut halus wanita yang saat ini sedang bersandar didada bidangnya dengan perlahan. Memberikan rasa nyaman kepada wanita yang telah ia klaim menjadi pemuas nafsu tetapnya. Yang artinya, hanya wanita itu saja yang boleh menyentuh Kris atau disentuh Kris. Ya, hanya Kris yang boleh menyentuh wanita itu. Ia bertindak benar bukan? Bukan tanpa alasan ia membayar mahal agar wanita itu dapat keluar dari rumah yang dipenuhi dengan desahan-desahan yang menurut Kris sangat menjijikan itu. Wanita itu ia bayar agar menjadi miliknya, pemuas nafsunya, atau pelampiasan saat ia lost control pada emosinya.

"tidak bisakah kau menghentikan semuanya, Kris? Selama ini kau hanya dibutakan oleh cinta dan dendam akan masa lalu-..akh!"

Kris menarik rambut yang sebenarnya adalah bagian favoritenya dari wanitanya itu. Dia bahkan selalu menarik rambut itu, saat ia sudah mencapai kenikmatannya.

"aku pernah mengatakan untuk tak ikut campur dalam kehidupanku, yang harus kau lakukan hanya berbaring diranjangku, dan menghangatkan ranjang ini dengan mengangkang lebar dibawahku!"

"AKH! Kris"

Bukan hanya fisik yang Kris sakiti, namun batinnya juga merasakan perihnya luka yang Kris torehkan kepadanya tanpa belas kasihan. Bahkan saat ini pria yang diam-diam ia cintai itu sudah kembali menindih tubuhnya, menyingkirkan selimut yang menjadi penghalangnya. Dan tanpa mempersiapkan wanita dibawahnya, ia langsung memasukkan batangnya dalam sekali hentak. Menimbulkan pekikan nyaring yang keluar dari bibir ranum wanita dibawahnya.

Bukannya merasa iba, Kris bahkan langsung menghentak-hentakkan batangnya. Mencari kenikmatan yang selalu ia dapatkan dari wanitanya, tanpa peduli isakan yang diiringi dengan pekikan kesakitan dari wanita dibawahnya. Malahan ia menikmati bagaimana wanitanya itu tersiksa dengan rintihan dan ringisan dari bibir merahnya, menurutnya wanitanya semakin seksi seperti itu.

"ahh…ahhh-.. god! Sayang, lubangmu akh menjepitku. Shit!"

Kris semakin menggila begitu merasa ia akan segera mencapai kenikmatannya.

"ahk akh akh ahh.. Krishh berhen-.. akh!"

Kris tak mendengarkan ucapan sang wanita dan lebih mencari kenikmatan yang sebentar lagi akan ia capai. Tak memperdulikan kalau wanita dibawanya sudah kehilangan kesadarannya, dan

"AAHHH!"

Kris mendorong batangnya semakin dalam kelubang wanitanya, mengeluarkan cairan cinta-..ah spermanya kedalam rahim hangat jalangnya dengan kepalanya yang mendongak juga matanya yang tertutup dan mulut setengah terbuka. Menikmati sensasi dari kenikmatan yang ia capai barusan.

.

.

.

"sayang, kau belum tidur?"

Seharusnya Sehun memarahi orang yang telah berani menggangu kerjanya, namun begitu melihat bahwa yang mengganggunya adalah sang istri, Luhan. Ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih bertanya, ketimbang melawan sang istrinya yang entah karena apa Luhan menjadi sedikit lebih sensitive sekarang.

"seharusnya aku yang bertanya seperti itu, Tuan Oh yang terhormat! Kenapa kau belum tidur, dan bermain-main dengan benda itu? Ah! Ataukah kau sedang membalas pesan wanita-wanita genit yang menginginkanmu, huh? Kalau begitu maafkan-.."

"hei, sayang. Ada apa denganmu hari ini? Dan-.. wanita genit? Yang benar saja, wanita genitku hanya dirimu sayang"

"apa? Kau mengataiku wanita genit? Jadi, maksudmu aku genit begitu? Woah, aku tak percaya ini!" Luhan mengipasi wajahnya dengan tangan mungilnya, seperti wajahnya mulai terbakar.

"Bu..bu..bukan begitu maksudku, Lu. Kau memang wanita genitku, karena kau hanya genit saat berada didepanku saja. A..apalagi saat kita bercinta"

"Oh Sehun! Apa diotakmu hanya ada seks huh? Aku ini istrimu, bukan pemuas nafsu-.. hmmpptt"

Agar istrinya berhenti berprasangka buruk tentangnya, Sehun memilih membungkam bibir Luhan dengan bibirnya dan sedikit melumatnya lembut, agar Luhan dapat merasakan betapa besar cinta Sehun untuknya. Luhan sudah tenang meskipun tadi sempat membrontak sedikit dan sekarang membalas ciuman dari Sehun.

'CUP'

Sehun mengakhiri lumatan mereka dengan kecupan kecil dibibir atas Luhan.

"maafkan aku, kalau aku ada salah padamu Lu. Ya, meskipun aku juga bingung dimana letak kesalahanku, sstt! Dengarkan suamimu, sayang"

Luhan yang awalnya ingin membalas ucapan Sehun, terdiam dengan teguran sang suami.

"Aku yang memang sial, atau memang akhir-akhir ini kau sedikit lebih sensitive ,hmm?"

Luhan menggigit bibir bawahnya, gelagapan dengan pertanyaan dari Sehun.

"hmmm, entahlah" –mungkin karena kehamilanku, lanjut Luhan dalam hati.

"baiklah, aku tak akan bertanya banyak lagi. Sudah malam, sebaiknya kau masuk kamar dan istirahat. Aku juga akan istirahat, disini" Sehun mengelus kepala Luhan dengan lembut juga senyumannya yang selalu saja berhasil menghipnotis Luhan dengan segala ketampanan yang Sehun miliki, apalagi saat pria itu tersenyum berlipat-lipat lebih tampan.

"eung, sebenarnya Sehun.. aku…"

"aku?"

"eumm, aku.."

"kau kenapa, Lu?"

"akumerindukanpelukanmu"

"…"

Sehun tak merespon ucapan Luhan yang terbilang cukup tak jelas, namun sayangnya dapat Sehun dengar dengan jelas maksud istri mungilnya ini. Ia menyeringai begitu melihat wajah istrinya berubah menjadi merah, nonono bukan karena marah, namun malu. Bukankah istrinya ini sungguh menggemaskan?

"Sehun?"

"ucapkan sekali lagi, Lu"

"Se-.."

"Lu"

"hh, aku..merindukan..pelukanmu. PUAS! Aku tak bisa tidur~ kalau kau tak memelukku, Hunnie" lihatlah bagaimana istrinya ini sedang bertingkah imut padanya, menggemaskan sekali. Dan bertambah menggemaskan dengan bibirnya yang mencebik maju, siap untuk dilahap. Serta matanya yang-.. ugh tahan dirimu Oh Sehun!

"Sepertinya satu jam yang lalu, seorang wanita mengatakan sangat membenciku"

"itu karena kau menyebalkan! Bagaimana bisa kau mengatakan tentang hal dewasa seperti itu kepada istrimu dengan vulgar.. vulgar Oh Sehun! Aku ini istrimu, bukan jalangmu!"

Hoo, lihatlah mata itu, yang tadinya terlihat seperti kucing kini berubah seram –ya meskipun masih tetap imut- dengan pelototan lebar, mirip seperti mata sahabatnya, Kyungsoo.

"ta..tapi, bukannya kau sudah terbiasa dengan ucapan vulgar dariku? Bahkan saat kita bercinta-.."

"lihat-lihat, apa kau ingin membicarakan seks lagi didepanku, hah? Aku ini istri-.."

'GREP'

"aku tahu, Lu. Kau memang istriku, satu-satunya istri yang kupunya di dunia ini. Tak ada yang bisa menggantikan istri sepertimu, Lu, dari sekian banyak wanita di dunia, aku memilihmu. Jadi, maafkan aku dengan semua perkataanku yang terlalu vulgar untukmu, meskipun saat kita bercinta kau selalu berucap vulgar kepadaku. Aku mencintaimu sayang"

"…"

"Lu?"

"Sejak kapan kau pandai merayu? Setahuku kau adalah pria paling buruk dalam hal merayu? Apa kau memiliki simpanan hah! Oh Sehun, kau benar-benar! Istrimu sedang mengandung, kau malah bermain api diluar sana? Suami macam ap-.."

"mengandung?" Luhan menutup mulutnya ketika tak sengaja ia mengatakan dirinya mengandung yang seharusnya ia katakana saat ulang tahun Sehun nanti.

"a..aku-.."

"Lu!" Luhan menunduk mulai takut dengan tatapan Sehun, belum lagi nada peringatan dari suaranya. Kalau sudah begini, mau bagaimana lagi. Lagipun sudah keceplosan. Daripada mendapat amukan dari Sehun lebih baik dia mengakuinya.

"hh, ya aku mengandung..anakmu"

"astaga-.."

Sehun mundur satu langkah dengan pandangan tak percaya, tak percayang dengan apa yang ia dengar dari istrinya. Ia kira ia salah dengar, namun ternyata istrinya-.. TAK BISA DIPERCAYA! ISTRINYA HAMIL, NAMUN IA BARU MENGETAHUINYA?

"kau hamil, Lu? Dan kau tak memberitahuku? Haha! Kau anggap aku apa, Lu?" Sehun tersenyum tak percaya dengan kenyataan yang ia terima.

"Sehun, bukan itu maksudku, sungguh. Aku hanya-.."

"apa? Kau hanya apa? Tak mau aku tahu tentang kehamilanmu? Tak mau aku menjaga bayiku bersamamu? ARGH!" Sehun memutar tubuhnya dengan mengacak rambut yang tadinya tertata rapi, namun kini sudah berantakan. Sehun perlu mendinginkan otaknya yang penuh dengan pemikiran negative tantang istrinya yang tak memberitahu tentang kehamilannya kepada Sehun.

"…"

"…"

"hiks, aku hanya ingin memberimu kejutan diulang tahunmu nanti. Sebenarnya ini terlalu cepat untuk memberitahumu. Bahkan aku baru tahu tentang kehamilanku tadi siang" lirih Luhan.

Meski kecil, namun Sehun masih bisa mendengarnya. Ia menoleh ke Luhan yang sekarang menunduk dengan bahu bergetar. Astaga, ia telah menyakiti istrinya kali ini.

"hei, Lu, sayang"

Perlahan ia mendekati tubuh rapuh itu dan memeluknya. Kenapa ia bodoh sekali! Seharusnya ia mendengarkan penjelasan Luhan terlebih dahulu.

"maafkan aku" bisiknya disamping telinga Luhan.

"jangan marah padaku, Hunnie"

"tak akan, Lu. Tak akan lagi"

Tangisan Luhan mulai mereda dan Luhan mengendurkan pelukan mereka, begitu pula Sehun. Menatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit di artikan.

Ah! Sehun sampai lupa kalau istrinya sedang berbadan dua. Perlahan ia mengangkat tangannya, mengelus perut datar milik Luhan, istrinya. Didalam sana, ada anaknya.

"bagaimana dia disana? Sehatkan?"

Luhan tersenyum mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Sehun.

"hmm, dia sehat"

"aku tidak percaya akhirnya Tuhan memberiku malaikat kecil di kehidupan kita, sayang" tutur Sehun haru. Bahkan ia mulai turun dan berdiri dengan kedua lututnya. Menyamakan tingginya dengan perut Luhan.

"Hai, malaikat kecil. Bagaimana didalam sana? Gelapkah? Kau tidak takut gelapkan, sayang? Hanya menunggu sembilan bulan lagi, kau akan melihat betapa terangnya dunia ini sayang. Jadi, selama itu jangan menyusahkan atau menyakiti Ibumu,oke?" Sehun terlihat seperti orang gila berbicara dengan perut Luhan, tapi tidak menurut Luhan. Luhan bahkan terharu melihat interaksi yang Sehun bangun kepada anaknya yang belum genap satu bulan di dalam sana.

"oke, daddy~" Luhan menjawab dengan suara yang di buat seperti anak kecil, seakan anak mereka yang membalas tuturannya.

Daddy? Benarkah Sehun sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah? Benarkah itu? Rasanya Sehun seperti sedang bermimpi sekarang ini. Kalau memang ini mimpi, Tuhan. Jangan bangunkan Sehun sementara ini. Biarkan dia bahagia tanpa memikul beban yang sedang di hadapinya sekarang.

..

..

..

Hari Rabu adalah hari yang sangat Luhan tunggu-tunggu. Kenapa? Karena suaminya ulang tahun hari itu. Kini Luhan sedang menyiapkan kejutan untuk Sehun di kediaman mereka. Dibantu pelayan-pelayan dirumah tentu saja. Tidak mungkin dia mengerjakan semuanya sendiri. Dia sayang kandungannya asal kalian tau.

Senyuman merekah tak pernah luntur dari bibir tipis mungilnya. Dengan telaten ia menghias kue yang sengaja ia buat khusus untuk Sehun, suami tercinta. Ia ingin kejutan ulang tahun suaminya kali ini sentuhan dari tangan mungilnya semua. Ya meskipun beberapa tidak, seperti menggantung balon warna warni juga menempelkan balon huruf kedinding.

"ah tidak! Kenapa strawberrynya harus habis?" tanya Luhan mencebikkan bibirnya kecewa. Kenapa disaat-saat seperti ini ada saja yang mengganggu kesenangannya? Luhan mendengus kasar mengetahui fakta itu.

"kenapa, Lu?"

"Ini, ajjhuma. Strawberrynya habis. Aku ingin ke supermarket di seberang jalan. Ajjhuma bisa mengambil alihkan?"

"apa yang tidak bisa ajjhuma lakukan sayang?"

Luhan terkekeh mendengar jawaban yang terdengar pertanyaan dari Shin ajjhuma yang bekerja di mansion sehun sudah sangat lama. Setelah mengucapkan terima kasih, Luhan bergegas keluar dari rumah tak lupa meminta Suga untuk menemaninya. Ia tak mau mengulang kejadian seperti hari itu lagi. Cukup dua kali saja ia buat Sehun murka.

Sesampainya di supermarket Luhan menyuruh Suga menunggu di dalam mobil dan dia yang masuk. Awalnya Suga menolak dengan alasan dia yang akan membawa barang-barang Luhan nanti. Lagipun Luhankan sedang hamil, mana mungkin dia biarkan beraktivitas diluar sendirian. Yang ada dia mendapat amukan dari Sehun. Tapi Luhan mengelak dan mengatakan kalau dia hanya membawa satu kotak kecil strawberry tidak banyak, karena memang hanya itu yang ingin Luhan beli tak lebih.

Drr..drr..drr

"halo sayang?"

"kau dimana?"

"aku? Di supermarket"

"supermarket? Jangan bilang kau-.."

"aku bersama Suga, Sehun. Jangan khawatir"

"benar?"

"iya sayang~"

"hhh baiklah"

"oh iya! Aku ingin kau cepat pulang"

"kenapa?"

"hanya… cepat pulang saja. Sehun kecil merindukan Daddynya~"

"hahaha baiklah, apapun akan kulakukan untuk Sehun kecil juga Mommynya. Kalau begitu aku tutup, aku mencintaimu sayang"

"aku juga mencintaimu Hunnie Daddy"

Luhan mengakhiri panggilan dari Sehun dengan senyuman yang tak pudar dari bibirnya. Sepanjang jalan mencari buah yang ia mau, senyuman itu masih saja terukir di bibirnya. Saking asyik dengan dunianya, Luhan tak sadar kini dua pria berbadan kekar yang di baluti setelan hitam mendekatinya perlahan dan,

"hmmpppttt"

Mereka menempelkan kain yang sudah diberi obat bius ke indra penciuman Luhan, alhasil perlahan Luhan kehilangan kesadarannya dan ambruk begitu saja. Untungnya kedua pria berbadan kekar itu sempat menahan bahunya dan menyeretnya.

..

..

..

BRAK

Pintu ruangan Sehun di dobrak kencang, mengagetkan orang didalamnya tak terkecuali Sehun yang kini sedang membicarakan salah satu anak perusahaannya dengan bawahan terpecayanya. Disana juga ada Jimin yang selalu menemani Sehun kemanapun atau kadang-kadang menggantikan posisi pria itu saat sedang rapat kalau saja Sehun lebih memilih menemani istrinya di rumah ketimbang kembali ke kantor.

Di depan sana, tepatnya di daun pintu. Suga berdiri dengan keringat yang mengucur deras dari dahinya dan juga raut wajahnya yang menegang serta pucat pasi. Tak lupa juga nafasnya yang memburu, sepertinya pria itu habis berlarian. Bahkan tangan pria mungil itu bergetar. Ada apa dengan dia?

Suga menatap Sehun dengan tatapan sulit di artikan. Namun lambat laun, Sehun mengerti arti tatapan itu. Tubuhnya menegang dan wajahnya berubah pucat seketika.

"Luhan-.."

TBC

Tebak siapa yang nyulik Luhan? Kayaknya sih udah pada bisa nebak ya? Hadeeeh :3

Akhirnya update juga setelah sekian lamanya kagak update. Ada yang masih nungguin nih cerita gak? /Reader: KAGAK ADA!/ *mewek kejer*

Oke lupakan_-

Terima kasih yang udah mau baca nih cerita abal-abalan. Sekedar infor, aku sekarang juga mulai buat cerita –yang lagi-lagi abal-abalan- di WATTPAD dengan akun srkinanti /reader: KAGAK NANYA!/ Jahatnya~~ … Kalau ada yang berminat baca silahkan menuju akun tersebut oke? Dan beri komentar kalian tentang cerita aku yang satu itu. Pahit, pedas, manis, asem, asin bakalan aku terima dengan lapang hati /jangan yang jahat-jahat ye? Ntar iman dakuh nggak kuat nerimanya, malah down /

Ah! Mungkin setelah ini aku bakalan slow update yah. Gara-gara laptop aku rusak, aku jadi susah mau ngetik cerita. Pas udah ada pinjeman laptop dari emak, eeeh malah gak dapat ide. Tapi tenang aja aku gak pending-in nih cerita kok. Cuma slow update doang, nggak tau kapan updatenya. Gak papa yah? Maaf kalo buat kalian-kalian pada kecewa

Oke, kita tutup seksi curcolnya. Sekali lagi makasih yang udah mau baca dan review nih cerita. Untuk kalian yang berpikiran aku sombong karna gak pernah balas review kalian, maaf untuk itu. Satu lagi yang kalian perlu ketahui, aku gak punya alat canggih yang kalian sebut HP karna udah aku ceburin ke bak kamar mandi setahun lebih yang lalu. Dan itu adalah Hp yang kesekian kalinya masuk tong sampah. Setelah itu emak udah trauma beliin barang canggih buat aku. /Ya Allah mirisnya hidup hambamu ini *mewek kejer*/

Malah curcol lagi. Udah ya, see you next chap yang entah kapan. Silahkan review jika kalian puas maupun tidak dengan chapter kali ini. Serta komentar kalian tentang alur cerita ini. Maaf kalau masih banyak typo yang bertebaran dimana-mana.

See you guys….