.

.

SEXY WIFE

Cast: Luhan, Sehun, Kris.

Sup Cast: Kai, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo.

.

.

Luhan merasakan kepalanya berdenyut begitu mendapatkan kesadarannya. Dimana dia? Satu pertanyaan memenuhi kepla Luhan ketika berhasil memfokuskan pandangannya melihat sekelilingnya yang sangat asing. Bahkan cahaya penerangan disini begitu minim, mengharuskan Luhan menyipitkan matanya agar penglihatannya jelas. Juga lantai yang dingin menyapa langsung kulit halus Luhan.

"ugh" keluhan lirih keluar dari bibir manis Luhan.

Dia menggerakkan tangannya hanya untuk sekedar menyentuh kepala. Tapi ada yang mengganjal dari kedua tangannya. Mata Luhan melebar begitu melihat di pergelangan tangannya terdapat borgol dengan rantai panjang menempel didinding dekatnya.

"Apa-apaan ini?!" pekik Luhan tertahan.

Dia menggerakkan kedua tangannya berusaha melepaskan benda bodoh itu dari pergelangan tangan. Tapi bukannya terlepas tangannya malah berubah menjadi merah terutama dibagian pergelangannya yang membiru dan terluka. Luhan meringis perih begitu luka goresan dipergelangan tangannya diterpa angin yang berhembus pelan.

KLEK

Luhan menoleh cepat ke arah pintu yang terbuka, memberi cahaya dari dalam ruangan yang Luhan tak tau dimana ini. Menampilkan seorang pria yang masih berdiri di ambang pintu dengan seringainya.

"Kris?" panggil Luhan lirih.

"hai sayang. Sudah bangun?" Kris jalan mendekati Luhan yang meringsut mundur menjauhi pria itu. Namun sayang, dia terpojok dengan dinding yang berada dibelakangnya. Bukan hanya itu, borgol yang memborgol tangannya juga menghambat pergerakannya.

"mau apa kau? Apa yang kau mau dariku Kris?" tanya Luhan panik.

Dan semakin panik saat Kris sudah berhenti tepat didepannya. Berjongkok dengan lutut yang menjadi tumpuannya. Seringaiannya tak pernah luntur dari bibir –sialan- seksinya.

"it's okey sayang" Kris mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Luhan yang sontak langsung ditepis oleh wanita itu. Kris menatap tangannya sambil mendengus tak percaya.

"wow! Apa bersama Sehun membuatmu menjadi agresif seperti ini, Lu? Hebat sekali bajingan itu?"

"Sehun tidak bajingan! Kau yang bajingan, brengsek!"

"wow sayang. Bibirmu semakin seksi saja. Boleh aku cium?" Kris menarik dagu Luhan kasar. Mendekati wajahnya ke wajah Luhan. Dan berhenti saat kedua hidung mereka saling bersentuhan.

Luhan membunuh rasa takutnya, menatap pria yang telah menyakitinya dulu itu dengan tajam. Sehun bilang kalau tatapan tajamnya bukannya menakutkan malah semakin membuat dia menggairahkan. Tapi siapa peduli? Untuk sekarang, Luhan sangat berkeinginan untuk membunuh Kris. Bahkan kalau perlu dia ingin mencincang tubuh atletik milik Kris menjadi potongan-potongan yang kecil-kecil. Wow Lu, apa kehamilanmu membuat dirimu menjadi psyco yang sadis? Terserah!

"Kalau kuberitahu yang sebenarnya. Apa kau akan kembali padaku Lu?"

DEG

Jantung Luhan berhenti beberapa detik. Tatapan Kris berubah menjadi sendu. Tatapan itu yang pernah membuat Luhan jatuh cinta. Jangan Luhan! Jangan lagi! Sehunlah yang mencintaimu dengan tulus. Bukan brengsek ini!

Luhan mengalihkan pandangannya dari Kris. Menolak untuk menatap pria itu lagi.

Kris tersenyum lirih karenanya. Dia yang menjadi korban disini. Kenapa dia yang dibenci? Kenapa dia yang harus menerima imbasnya? Apa salahnya? Ini semua karena Sehun. Kalau Sehun tidak memerintahkan gadis jalang itu, Luhan pasti sudah menjadi istrinya sekarang! dan mungkin mereka sudah bahagia sudah bahagia dengan keluarga kecil mereka. Ini semua salah Sehun!

Kris menggeram berat begitu kembali mengingat perlakuan bejat mantan sahabat yang dia anggap adiknya itu. Sehun harus menerima balasannya. Sebentar lagi, ya sebentar lagi. Luhan akan berbalik membencinya. Dan kembali kedalam pelukan hangat Kris.

"Aku milik Sehun-.."

"Kau milikku, Lu. Selamanya pun tetap akan menjadi milikku!" bentak Kris.

"AKU SUDAH MENJADI MILIK SEHUN! DAN HANYA SEHUN YANG KUCINTAI, BRENGSEK!"

PLAK

Pipi Luhan terasa sangat panas. ini adalah kontak fisik pertama yang Kris lakukan padanya. Sakit, semuanya rasanya sakit. Terutama hati Luhan. Kris tidak pernah memukulnya, semarah apapun pria itu, dia akan lebih memilih meredamkan emosinya ketimbang melampiaskan amarahnya kepada Luhan. Tapi sekarang? aahh, kau lupa Luhan? Kris itu bajingan brengsek, dia itu monster!

"Lu-.. maaf aku-.."

"Apa yang kau mau dariku?" Luhan bertanya dingin.

"Lu aku kehilangan kontrol tubuhku, maaf-.."

"Tidak bisakah kau biarkan aku dan Sehun hidup damai? Sekarang ini aku sedang mengandung anak kami, Kris. Biarkan aku bahagia dengan keluarga kecilku" Luhan menatap Kris dengan tatapan memohon, bahkan air matanya keluar tanpa sebab. Dia hanya ingin kembali kepelukan hangat Sehun. Luhan merindukan suaminya.

"mengandung?" tanya Kris lirih. Pria itu terpaku menatap kosong wajah Luhan.

"Eoh.. aku mengandung. Aku hamil DAN INI ANAK SEHUN! Jadi aku mohon padamu, Kris. Lepaskan aku" lirih Luhan diakhir kata.

Kris masih tidak bisa membuka bibirnya. Lidahnya kelu tiba-tiba. Luhannya hamil? Anak brengsek itu?

"Kenapa bisa?"

"huh?" Luhan memandang Kris bingung.

"Kenapa bisa hamil? Kenapa bisa hamil? KENAPA BISA HAMIL, LU?!"

"AKHH! KRIS SAKIT!"

Kris menghentakkan punggung Luhan ke dinding dibelakangnya. Kedua lengan atas Luhan ia cengkram kuat dengan wajah mengeras.

Luhan tidak kuat lagi, dirinya ketakutan. Kris benar-benar menakutkan. Ia menangis diikuti dengan ringisan tertahan.

"Kris sakit" ujar Luhan, ia takut Kris menyakiti anaknya. Sebisa mungkin Luhan memeluk perutnya dan menekuk lututnya berjaga-jaga dari ancaman yang bisa saja Kris lakukan.

"Seharusnya kau tidak hamil anaknya, Lu. Kalau begini bagaimana caranya aku memisahkan kalian? Anak itu hanya akan jadi penghalang rencanaku,"

"Ahh, aku tahu. Bagaimana kalau kita musnahkan saja? Dengan begitu aku dapat memisahkan kalian. Setelah itu kita akan membuat anak baru. Bagaimana? Kau setuju Lu?"

Satu kata buat Kris. GILA!

Luhan meraung nyaring dengan gelengan kepala brutal. Dengan sisa tenaganya, Luhan mendorong tubuh Kris yang sayang itu sia-sia. Luhan tidak punya kekuatan apapun.

"KAU GILA KRIS! KAU MONSTER!"

TBC...

hei hei hei, saya kembali lagi ini... hehehe

Pertama-tama saya ingin berterima kasih kepada readers yang sudah mendukung cerita ini. Banyak dari kalian yang ingin cerita ini lanjut dan saya kabulkan sekarang... Seneng gak? Senenglah yee. Ciyee yang seneng

Kedua saya minta maaf kalau saya update malah mengecewakan kalian dengan alur cerita yang begini. Gak jelas banget, bener gak sih?

Tapi gak papalah ya, saya akan sebisa mungkin berjuang untuk mempertahanin cerita ini...

Akhir kata thanks for reading..

Jangan lupa tekan simbol love dan centang semua listnya yaaa hehehe

See you next chap