"Kenapa di cat ungu, Hwi?"

Sore ini rasanya menyenangkan sekali. Walaupun angin musim gugur membuat cuaca mulai dingin, sinar matahari yang menerobos jendela membuat kamarnya agak hangat. Apalagi ditambah satu senyum cerah sehangat matahari milik kekasih mungilnya.

Daehwi menghabiskan hari liburnya (yang tidak seberapa lama itu) di dorm Nu'est lagi. Sebenarnya Daehwi masih punya malu berkali-kali menumpang tidur dan makan di asrama Nu'est hyung. Habisnya ia kangen berat dengan Dongho hyungnya, dan mereka tidak mungkin date di luar, tidak juga membawa Dongho ke dorm Wanna One. Tak ada masalah dengan anggota yang lain, hanya manajer mereka suka cerewet kalau mereka membawa tamu. Lagipula Minki hyung selalu mengundangnya datang, Jonghyun dan Aron hyung juga sepertinya senang-senang saja ia melawat. Hehehe.

Dekapan Daehwi makin rapat, senyum Dongho makin kembang. "Aku ingin rambut seperti Muel, hehe."

.

.

Uhuk! - chapter 2

Suka!

.

.

DonghoxDaehwi

feat JonghyunxMinki

.

.

.

.

Ia memang tidak mengabarkan pada orang-orang kalau berencana mengubah warna rambutnya. Ia tidak pernah kepikiran mewarnai rambutnya, CEO mereka yang meminta. Sebenarnya rambut Daehwi benar-benar baru rampung sebelum ia berkunjung, karenanya Daehwi agak khawatir juga dengan respon orang-orang. Literally Minki hyung yang pertama kali melihat rambut barunya selain manajer hyung. Hyung cantiknya itu terlihat agak terkejut saat membukakan pintu tadi, sebelum ber 'aigoyaaa~' selagi mengacak-acak tatanan rambutnya. Aron hyung serta-merta meraup pipi-pipinya, berkata bahwa ia makin menawan saja dengan rambut begini. Jonghyun hyung hanya tersenyum, belum sempat berkomentar karena Kang Dongho dengan muka bantal dan kening mengerut lebih dahulu membuka pintu kamar (dan membuat atensi Daehwi tertuju pada satu objek saja).

"Ooh, jadi karena Muel?" Tangannya yang tadi mengelus rambut baru Daehwi ia tarik, pura-pura marah. Ia agak terkejut sebenarnya mendapati Daehwi dengan rambut berbeda. Bocah itu pernah berkata tidak akan mengganti warna rambut karena Dongho mengaku menyukai rambut cokelat karamelnya. Tapi tidak mengapa karena Daehwi akan selalu tampil memesona apapun gaya rambutnya.

"Bukan! Bukan begitu! Soalnya Muel tampan sekali waktu itu pakai rambut ungu." Daehwi menyuratkan wajah paniknya yang begitu menggemaskan di mata Dongho. Ia sukses lagi menjahili kekasihnya.

"Ooh, jadi Muel tampan?"

Daehwi merenggangkan tubuh mereka. Mukanya masam dengan bibir mengerucut. "Ih, Hyung! Hyung menyebalkan!" Kemudian berbalik memunggungi Dongho.

Dongho terkekeh. "Loh, loh, kok jadi kamu yang marah? Kan harusnya Hyung yang marah?" Ia menggeser badan mendekat, mencapai kekasihnya. Daehwi ia rengkuh lagi, kali ini dari belakang.

Dipeluk begitu, Daehwi tidak tahan untuk tidak menggulingkan badan. Senyum lebar Dongho menyambutnya, membuat satu kecupan Daehwi mampir di pipi kekasihnya yang mulai gembul. Telapak tangannya terangkat menyusuri wajah Dongho, merasakan kumis dan jambang tipis yang belum dicukur. Daehwi tertawa kecil, kebiasaan memang si macan jadi-jadian ini. "Hyung kok tambah tembam?" Kini ganti ia yang usil.

Alis tebalnya terangkat. Ia membawa wajahnya ke hadapan milik Daehwi, menggesek-gesek kulit wajahnya yang kasar pada kulit lembut milik kekasihnya, yang membuat si mungil berteriak-teriak sambil tertawa kegelian.

"Aaahhh! Hyung!"

Kemudian ganti mengecup setiap senti wajah cantik itu. Seperti yang diduga: pipi, kening, hingga keseluruhan wajah saja tak cukup. Bibirnya kembali ke tempat seharusnya, menetap lama pada milik pasangannya.

Senyum mereka memang tak luntur sejak tadi, tapi mata yang mulai lecap tak berbohong. Mereka saling rindu setengah mati.

.

.

.

"Awas saja Kang Dongho kalau ada suara-suara aneh keluar dari sana," Minki ikut duduk bersama dua lainnya di sofa depan televisi masih sambil mengomel. Tangannya bersedekap di depan dada. Sejauh ini memang hanya suara-suara tawa yang menguar dari sana, tapi lihat saja nanti ketika ada sesuatu yang mencurigakan Minki sudah siap melabrak. "Berani macam-macam habis burungnya!"

Jonghyun tertawa. Ia hanya mengusak mesra surai kekasihnya. "Bilang saja kalau denger nanti kamu pengen juga,"

"Sok tahu," ujarnya ketus, tapi pipi hingga telinganya mulai memerah, memunculkan tawa gemas lelakinya. "Kamu mau burungmu aku potong juga, huh?"

"Serius? Nanti nyesel, lho," alis Jonghyun terangkat menggoda.

Walaupun dicubit ganas begitu tawa Jonghyun tidak mereda, baginya hanya seperti elusan sayang.

Minki mengomel lagi. Ia harus menjambak semua orang yang bilang Jonghyun itu layaknya malaikat alim, rasanya, biar mereka sadar malaikat mereka ini tidak ada alim-alimnya.

Aron merenung, menanyakan eksistensinya. Kenapa pula ia ada di situasi macam begini.

.

.

.

"Hyung suka?"

"Suka, kok."

"Suka apa, coba?"

"Suka kamu. Hehehe."

"Ih! Warnanya hyung, suka tidak?"

"Suka, kok."

"Suka apa, coba?"

"Suka kamu, Hwi. Serius nih."

"Warnanya hyung~"

"Malu, ya? Pipinya merah, tuh," Pipi Daehwi dicubit, "Hidungnya juga merah nih," Ujung hidung Daehwi dijepit, "Bibirnya juga merah, nih," bibir Daehwi dikecup. Dongho tertawa puas.

"Ih!" Wajah Daehwi tertutup kedua telapak tangannya, "suka-suka hyung aja, deh!"

.

.

.

A/n

Jeengg jeng jeng jeeeeeeenngggg

Dan saya telat sekali untu ngomen rambutnya daehwi baru . tapi dulu begitu liat rambut ungunya daehwi langsung keinget jaman rambut ungunya samuel wehehe. Kali ini cameonya jren whee

Sudah saja ya

Makasih yang sudah baca dan sudah review love love from here

Ps buat yang nunggui ruffle the huffle maafkeun sebenrnya udah ada draftnya tapi berhubung laptop saya rusak dan males mau benerin jadi ya...

Hmmmm

Alesan aja sih ini wkwkwk

Bhubaaaayyyy