Pemuda bernama Min Yoongi itu mengerucutkan bibirnya pertanda merajuk begitu matanya menemukan pemandangan yang sangat menyebalkan baginya, tentu saja. Bagaimana tidak, jika di depan sana, ada kekasihnya -Kim Namjoon- yang tengah mengobrol dengan mesranya bersama seorang pemuda manis lain yang Yoongi ketahui bernama Park Jimin. Dan setahu Yoongi, Jimin itu adalah kekasih dari adiknya Namjoon, Kim Taehyung. Tapi kenapa sekarang Jimin malah terlihat begitu dekat dengan Namjoon? Apa mereka punya hubungan lain di belakang Yoongi dan Taehyung?

Memikirkan hal itu, membuat Yoongi jadi kesal sendiri. Dengan tidak 'berperi kebukuan', Yoongi mencoret-coret buku yang berada di pangkuannya dengan tenaga yang tidak main-main. Mata sipitnya terus saja menatap dua orang di depannya yang seakan tidak melihat dirinya. Padahal nyatanya, Namjoon sempat melambaikan tangan untuk menyapa Yoongi. Tapi pemuda tinggi itu bahkan tidak berniat untuk menghampirinya sama sekali.

Mendengus kesal, Yoongi berdiri dari duduknya dan berniat melangkah pergi dari taman belakang universitasnya itu, tapi gagal begitu mendengar teriakan Jimin yang membuat emosi Yoongi meledak.

"NAMJOON HYUNG, AKU MENCINTAIMU. JADI KAU HARUS MENJADI KEKASIHKU. JANGAN PEDULIKAN YOONGI HYUNG. BAHKAN AKU LEBIH SEGALANYA DARI HYUNG PUCAT ITU."

Dengan langkah yang terburu-buru, Yoongi langsung mendekat pada Jimin dan Namjoon masih yang terdiam bingung akan teriakan Jimin barusan. Yoongi membalikan tubuh Jimin hingga mereka berdua berhadapan. Mata Jimin terlihat kaget, namun setelahnya ia malah tersenyum manis yang membuat Yoongi ingin menghantam wajah manis Jimin dengan bogeman mentah darinya.

"Kau bilang apa, Park Jimin?" Yoongi meraih kerah kemeja Jimin dengan mata yang menyipit memperingati.

Jimin terkekeh kecil, lalu tangan mungilnya memegang tangan Yoongi, "Memangnya aku bilang apa hyung?" Jimin bertanya dengan nada polos yang membuat Yoongi semakin tidak sabar ingin memukulkan kepalan tangannya. Meskipun Yoongi itu seorang uke dan pemalas, tapi tetap saja dia itu seorang pria. Jadi, jangan tanyakan bagaimana tenaganya.

Namjoon yang melihat adegan di depannya hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya. Berdiri dari duduknya, Namjoon melepaskan tangan Yoongi pada kerah Jimin. Mengakibatkan Yoongi meliriknya tajam dan bergumam protes.

Jimin tersenyum lebar, tangannya lalu mengamit lengan Namjoon dan mendongak menatap pemuda jangkung itu.

"Hyung belum menjawab pernyataanku. Hyung mau kan jadi kekasihku?" Jimin memasang wajah ceria dengan mata berkedip-kedip lucu. Yoongi yang melihatnya hanya bisa memasang ekspresi wajah jijik.

"Kau itu tidak tahu diri sekali ya? Sudah punya Taehyung saja masih genit dengan yang lain!" Yoongi bersungut. Tangannya menggandeng lengan Namjoon yang lain.

Namjoon melukiskan senyum kecil, matanya menatap bergantian antara Jimin dan Yoongi sebelum akhirnya menatap wajah Jimin.

"Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Taehyung. Hanya saja, aku itu terlalu mencintai Yoongi hyung, jadi sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkannya. Apa lagi untuk orang lain."

'Sial!' Yoongi mengumpat dalam hati begitu mendengarkan ucapan Namjoon. Meskipun Yoongi sudah sering kali mendengar kata-kata yang bahkan lebih-lebih dari ini, tetap saja wajahnya tidak bisa membohongi. Terbukti dari pipinya yang memerah hingga ke telinga. Membuat Namjoon yang melihat itu, terkikik geli karenanya.

"Tapi Namjoon hyung, Yoongi hyung saja jarang mengatakan cinta padamu. Dan kau masih mau bilang dia mencintaimu juga?" Jimin tetap kukuh dengan pendiriannya sendiri untuk membuat Namjoon berpaling dari Yoongi.

Yoongi hampir menyemprot Jimin dengan kata-kata kasar andalannya sebelum Namjoon menggelengkan kepalanya melarang untuk Yoongi melakukan hal yang ada di pikirannya.

"Tapi Jimin, cinta itu bukan hanya sekedar perkataan saja. Cinta itu datangnya dari hati, jika mulut tidak bisa berbicara maka mata dan perlakuanlah yang akan menunjukan cinta itu."

Namjoon lantas melepaskan gandengan tangan Jimin di lengannya. Lalu memeluk tangan Yoongi yang masih memeluk lengannya.

"Dan bukan berarti perlakuan Yoongi hyung padaku selama ini yang tidak seperti pasangan pada umumnya itu bisa dipatokan jika Yoongi hyung tidak mencintaiku. Karena lebih dari siapapun, aku tahu jika Yoongi hyung mencintaiku."

Mata Yoongi dan Namjoon bertemu. Keduanya bertatapan lama dan tersenyum setelahnya. Yoongi melepas genggaman tangan Namjoon lalu memeluk kekasihnya itu dengan erat. Menyembunyikan wajahnya pada dada bidang sang kekasih.

Namjoon lantas mengusap lembut punggung Yoongi dan mengecup sayang pucuk kepala Yoongi. Yoongi mendongak, menatap mata Namjoon dan tersenyum manis.

"Saranghae Namjoonnie."

"Nado saranghae, Yoongi hyung."

Lalu kedua belah bibir pemuda itu bertemu. Saling menyesap satu sama lain tanpa mempedulikan seorang pemuda mungil di belakang mereka yang hanya bisa menangisi nasibnya sekarang.

"Huwaa~ Taehyungie~"

.

.

.

END

.

.

.

Kangen NamGi plus VMin, meskipun VMin nya ga keliatan/? Haha XD.

Ps : Ada yg bisa ngasih ide untuk chap selanjutnya? Satu kata aja. Bisa benda, sifat, dll. Sekalian anggap aja request /plak. Haha XD.

.

.

.

Bonus

.

VMin Side

Jimin menatap kesal pada Taehyung yang tengah tertawa lebar sekarang. Mata Jimin berkaca-kaca begitu Taehyung mengolesi pipinya dengan bedak yang berada di tangan pemuda alien itu. Jimin mendumal dalam hati, sejak kapan Taehyung menjadi jago main Uno begini? Biasanya juga Taehyung itu selalu jadi bulan-bulanan Namjoon dan Jungkook -tetangga sebelah rumah Taehyung- jika bermain Uno. Tapi kenapa sekarang malah jadi Jimin yang jadi korban?

"Sudah Tae! Wajahku sudah sangat kotor," Jimin menarik piring plastik berisi bedak itu untuk di sembunyikan.

Taehyung berniat merengek, namun tak jadi begitu pemikiran tentang menjahili sang kekasih imutnya itu melintas begitu saja.

"Okay, tapi kau harus dapat hukuman lagi, Jiminnie."

Mata Jimin terbelalak. Taehyung ini, sejak kapan coba ada hukuman tambahan? Kan perjanjiannya hanya coretan bedak saja.

"Tapi Tae, itu tidak adil!" Bibir Jimin mengerucut tanda protes. Namun Taehyung menggeleng, lalu tangannya meraih tangan Jimin untuk di genggam, "Hukuman ini juga sekaligus sebagai cara agar kita tahu, Yoongi hyung itu benar-benar cinta tidak sih dengan Namjoon hyung."

Jimin mengernyitkan dahinya, lalu menatap bingung pada Taehyung, "Bagaimana caranya?"

Taehyung tersenyum tipis, lebih tepatnya menyeringai membalas tatapan Jimin, "Begini Jiminnie, besok kau harus mendekati Namjoon hyung. Buat dia sibuk denganmu dan pastikan Yoongi hyung ada di dekat kalian. Setelah itu, coba kau teriakan bahwa kau mencintai Namjoon hyung. Dan selanjutnya, kita tinggal tunggu reaksi Yoongi hyung dan Namjoon hyung juga."

Jimin berpikir sesaat mendengar rencana Taehyung. Lalu setelahnya, Jimin tersenyum lebar dan menganggukan kepalanya, "Ku rasa, aku setuju dengan idemu."

Karena sebenarnya, Jimin juga penasaran dengan calon kakak iparnya itu. Uhuk!.

.

.

.

Real End