Melangkahkan kakinya ringan, kepala Namjoon juga turut bergerak mengikuti dentuman musik yang terdengar melalui saluran headset yang ada di telinganya. Matanya mengedar melihat sekeliling untuk mencari sesuatu yang menarik perhatiannya. Namun nihil. Tidak ada sesuatu -atau lebih tepatnya seseorang- yang menarik perhatiannya. Kecuali, satu. Seseorang yang tengah berdiri di dekat toko mainan anak, dengan sebuah lolipop berada di mulutnya. Namjoon melihat itu lolipop saat pemuda mungil di seberang sana mengeluarkan lolipop yang diduga berperisa strawberry itu dari mulutnya.
Namjoon hendak mendekat, tapi tertahan begitu mata yang terbingkai kacamata kotak itu melihat seorang anak kecil keluar dari toko mainan itu dan menghampiri pemuda mungil yang menarik atensinya. Namjoon membeku di tempat begitu melihat tawa manis pemuda mungil di seberang sana. Namjoon berasa di surga sekarang. Hiperbola.
Dan Namjoon hampir berteriak senang saat ia melihat seorang pria berlari dari arah seberang sambil berteriak memanggil nama -yang Namjoon yakini- pemuda mungil itu.
"YOONGI HYUNG!"
Dengan kepercayaan diri yang meningkat, Namjoon berjalan mendekati toko mainan itu. Namun Namjoon harus menahan langkah kakinya begitu mendengar suara anak kecil yang berdiri di tengah-tengah dua orang dewasa itu.
"Appa kemana saja? Aku dan eomma sudah menunggu appa sejak tadi."
Namjoon harus patah hati di jam yang sama saat dia jatuh cinta.
.
.
End
