Coffee
.
.
Warn : Percakapan; Non-Baku.
.
.
NamGi
with VerySlight! WonHoon (from SVT)
.
.
Kopi itu pahit. Itu yang Yoongi yakini selama ini. Dan karena alasan itu pula, selama dua puluh empat tahun ia menginjak dunia ini, Yoongi tak pernah meminum apa yang namanya kopi. Meskipun ia harus diledek oleh adik semata wayangnya, Min Jihoon, itu tidak apa-apa. Karena memang, Yoongi tak suka dengan apa yang namanya kopi.
"Kak, lu payah deh," celetuk Jihoon di saat Yoongi tengah menuangkan jus jeruk ke gelas yang ada di tangannya.
"Payah? Emang gue payah kenapa?" Yoongi membalas dengan nada sengit.
"Abisnya ama kopi aja lu nggak doyan."
"Ada masalah gitu gue nggak doyan kopi?"
"Nggak juga sih."
"Ya udah diem."
Setelahnya, Yoongi berjalan menghentak meninggalkan Jihoon yang mencibir Yoongi di belakang. Sampai di kamarnya, Yoongi mendekati Namjoon yang sedang duduk di ranjangnya dengan laptop yang menyala.
"Kenapa Yang?" Tanya Namjoon seraya melirik Yoongi yang duduk di sampingnya sambil mempoutkan bibirnya.
"Itu si Jihoon, nyebelin." Adu Yoongi sambil menatap Namjoon. Namjoon mengalihkan pandangannya dan balas menatap Yoongi.
"Nyebelin kenapa emang?"
"Dia ngeledekin aku gara-gara aku nggak suka kopi. Nyebelin kan! Emang tuh anak perlu di tendang kali." Sungut Yoongi.
Namjoon tertawa, ia mengambil alih gelas di tangan Yoongi dan meminum jus jeruk yang tadi dibawa Yoongi.
"Biarin ajalah, mungkin dia lagi bete gara-gara si Wonwoo belum ngabarin dia. Makanya dia cari pelampiasan buat ledekannya." Namjoon mencoba menenangkan Yoongi yang saat ini masih merajuk.
"Lagian Yang, kenapa sih nggak suka sama kopi?" Sambung Namjoon seraya mematikan laptopnya. Mencoba fokus pada kekasihnya yang masih menggembungkan pipinya itu.
"Pait Joon~, makanya nggak suka." Jawab Yoongi dengan ekspresi wajah tak suka yang begitu kentara.
"Kamu 'kan belum nyobain." Namjoon mengambil tas ranselnya dan mengeluarkan sesuatu dari ranselnya itu.
Itu adalah sebuah minuman kaleng yang biasa Namjoon beli saat berjalan pulang ke rumahnya sehabis kerja. Kebetulan, semalam tak sempat ia minum karena Yoongi minta jemput di tempat kerjanya.
Yoongi menatap tajam pada kaleng minuman di tangan Namjoon sebelum beralih menatap kekasihnya.
"Aku nggak mau Joon!"
"Kamu belum nyoba Yoon, cobain aja dulu."
Namjoon menyodorkan minuman kopi yang sudah ia buka itu kepada Yoongi yang menggeleng seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Menghela nafas, Namjoon pun akhirnya meminum sendiri minuman kopi itu. Melihat Namjoon yang berakhir meminum sendiri kopi kaleng yang dibelinya, Yoongi pun melepas kedua tangannya dan menatap Namjoon dengan mata tajamnya.
Tanpa Yoongi sadari, Namjoon menyeringai licik dan segera menarik tengkuk Yoongi untuk mempertemukan kedua belah bibir keduanya. Namjoon pun menyalurkan kopi yang ia minum ke dalam mulut Yoongi, yang membuat Yoongi mau tak mau menelan kopi susu itu.
Dengan lumatan kecil di bibir Yoongi, Namjoon pun melepas ciumannya pada Yoongi.
"Gimana, manis 'kan?"
Dengan wajah yang memerah, Yoongi pun memukul bahu Namjoon dengan keras.
"Sialan!"
.
.
.
.
.
"Ngomongnya sialan, paling juga nanti suka." -Min Jihoon.
"Kaya kamu dulu." -Jeon Wonwoo.
.
.
.
END
