Flashback
17 Tahun yang lalu...
Namja bermata musang itu terpaku dibalik semak bunga taman, tempat ia menyembunyikan tubuhnya dari seorang 'Malaikat Cantik' yang tengah dikerubungi anak-anak kecil yang menginginkan balon ditangannya. Senyum cantik sang malaikat bahkan tertular kepada setiap anak yang membeli balon-balon miliknya. Haah... Hal itu membuat hati Jung Yunho makin berdebar tidak menentu.
Jung Yunho begitu terpesona setiap harinya melihat bagaimana manis dan cantiknya sang malaikat, bahkan makin lama makin menjeratnya. Hingga ia tak sadar, kalau sang malaikat tengah tersenyum seraya melangkah menuju tempat persembunyiannya.
"Apa yang kau lakukan disini, Jung Yunho?" tanya Jaejoong dengan senyum tipis di bibir plum nya. Mata bulatnya menatap jenaka pada si namja bermata musang.
"Kenapa kau bisa tahu aku ada disini, Boo?" dengan bodoh Yunho malah balik bertanya.
"Kalau kau tidak mau selalu ketahuan betsembunyi dimana, kau harusnya tidak bersembunyi disemak-semak ini, atau dibalik pohon mahoni disana, atau dibalik seluncuran anak-anak lagi!" jawab Jaejoong dengan kekehan manisnya.
Jung Yunho langsung bangkit dari posisi sembunyi dan tanpa pemberitahuan langsung menarik wajah sang malaikat, Omega miliknya. Jaejoong terkesiap kaget, ingin menahan tubuh besar itu namun apa daya untuk tubuh kecilnya ini.
"Mmphm..Yunh..mmp..janganm..anak.." desah Jaejoong pelan disela ciuman itu sembari memukul-mukul dada bidang alphanya.
Menyadari maksud Jaejoong, Yunho malah menarik omeganya kebalik semak-semak bunga, menindih si cantik dirumput lembut dan memberikan kecupan-kecupan sayang yang entah ke berapa.
"Kau benar-benar penguntit.. hah..hah...Jung Yunho!" kesal Jaejoong yang tersengal begitu si tampan melepaskan ciuman panjang mereka.
"Kau yang nakal sayang! Apa yang aku katakan tentang 'Tidak Ada Lagi Pekerjaan UntukMu!' hmm?" tuntut Yunho masih mengecup-ngecup pipi Jaejoong membuat sicantik terkekeh kegelian. Untung tubuh keduanya sudah tertutupi oleh semak bunga krisan yang tumbuh lebat, jadi anak-anak kecil yang bermain ditaman tidak bisa melihat kelakuan mesum Jung Yunho.
"Tapi aku bosan, Yunhiie..! Kau meninggalkan aku selama seminggu di apartment mu sendirian! Lebih baik aku keluar, menjual balon-balon lagi tidak masalah! Dengan begitu aku bisa bermain-main dengan anak-anak lucu disini!" jawab Jaejoong dengan mem poutkan bibir ranumnya yang sedikit bengkak akibat ulah sang beruang tampan.
Tiba-tiba Yunho tertegun mendengar alasan Jaejoong. Hal itu membuat namja tampan itu bangkit dengan pelan dari posisi menindih sang omega. Lalu tersenyum sendu sembari mengelus pipi halus Jaejoong yang ikut bangkit dan duduk bersila disamping Yunho.
"Ada apa, Yunie? Terjadi masalah dirumah?" lirih Jaejoong pelan sambil menyandarkan kepalanya pada bahu sang alpha.
Ya... Selama seminggu Yunho tidak pulang karena ada masalah di kediaman keluarga Jung. Hanya saja ia tidak memberi tahu Jaejoong dan mengatakan kalau semuanya hanya masalah kantor yang harus ia langsung seelsaikan dengan kakeknya.
"Maafkan aku! Apa kau kesepian?" lembut Yunho membelai kepala kekasihnya. Mendekap Jaejoong dengan sayang.
Jaejoong mengangguk pelan, seraya menghirup aroma tubuh alphanya yang membuat ia selalu tenang.
"Kau belum menjawab pertanyaanku!" rajuk si cantik membuat Yunho terkekeh pelan.
Cup..!
"Hanya masalah kantor biasa sayang! Kau tidak perlu khawatir!" jawab lembut Yunho.
~Hurt~
Kim Jaejoong adalah omega cantik yang sudah yatim piatu semenjak lahir. Ibunya yang juga seorang omega, meninggal ketika melahirkannya. Dan Jaejoong tidak pernah mengenal siapa ayahnya. Dan selama hidupnya ia tinggal di panti asuhan.
Selama tinggal di panti asuhan, Jaejoong selalu berharap ada keluarga yang mau mengadopsinya. Namun sebagai salah satu dari sedikit omega di panti asuhan itu, tak ada yang mau mengambilnya. Namun tak mengapa, hal itu tak di jadikannya pikiran.
Setelah berusia 17 tahun, ia keluar dari panti dan memulai hidupnya sendiri. Ia bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran keluarga. Ia tidak bersekolah, karena tidak mampu membiayainya. Akhirnya Jaejoong hanya mengandalkan kemampuan baca, tulis dan hitung yang ia dapatkan di panti dulu.
Hidup yang keras membuat Jaejoong harus bekerja ekstra keras pula. Selain menjadi pelayan, kadang juga ia sering mengantar susu, koran, dan berjualan balon di taman. Semua ia lakukan hanya untuk sebuah impian, ia ingin suatu hari bisa bersekolah! Walau mustahil, namun ia tetap menyisihkan upah kerja nya untuk mimpinya itu.
Hingga di suatu sore yang lembut, ia mendapati seorang namja tampan yang dengan murah hati membeli semua balon miliknya.
"Aku ingin membeli semua balon mu!" ujar namja bermata musang itu.
"Terima kasih tuan! Berkat anda, saya bisa menjual habis semua balon hari ini." ucap Jaejoong senang, dengan senyum cantik di wajahnya.
Namja itu tertegun dan tidak sadar dengan puluhan balon helium yang sudah berpindah tangan kepadanya.
"Kalau begitu saya permisi tuan!" ucap Jaejoong setelah membungkuk hormat.
"Kyaa...!!! Balon!!!" seru riang anak-anak di taman karena tiba-tiba namja tampan yang sudah memborong semua balon Jaejoong malah melepaskan tali pengikat di tangannya.
"Tuan! Balon anda lepas semua!" panik Jaejoong. Si mungil melompat-lompat meraih, namun tak bisa.
"Kenapa kau sangat cantik?" tanya tiba-tiba namja tampan itu. Jaejoong sontak berhenti melompat dan tersipu malu.
~Hurt~
Jaejoong tersenyum manis melihat pancake yang sudah selesai ia buat dengan sirup madu favorite beruangnya. Ia meletakan menu sarapan lezat itu di atas meja makan lengkap dengan kopi hangat dan juga segelas susu serta beberapa buah apel. Sudah waktunya sarapan dan Jung Yunho masih belum keluar juga dari kamar. Apa ia belum bangun ya? Pikir Jaejoong.
Greep..
Belum sempat si cantik berbalik badan hendak kekamar mencari sang alpha, sepasang tangan melingkar manis di pinggang kecilnya.
"Yu..yunie.. geli..!" desah si cantik saat Yunho menciumi tengkuk dan sela belakang telinga Jaejoong. Oh astaga! Jaejoong selalu tidak kuat kalau titik sensitifnya itu diserang.
"Aku mencintaimu!" ujar Yunho lembut lalu menggigit tanda mate miliknya di leher Jaejoong. Membuat bekas gigitan itu makin kentara. Hal itu mau tak mau membuat sicantik mendesah keras.
"Aaaah... Yunie!!"
Sialan! Maki Yunho dalam hati. Dengan cepat langsung digendongnya tubuh mungil Jaejoong tanpa perlawanan berarti. Bibir merah alami omeganya langsung ia serang, ia lumat dengan gairah yang makij memuncak.
"Yunh...ahmm...sara...mmmpan..!" desah Jaejoong dengan pipi memerah.
Yunho melepas sejenak cumbuannya, menjilat bibir yang selalu menjadi candu untuknya.
"Bisa menunggu sayang! Aku ingin 'memakanmu' lagi sekarang!" jawab Yunho dengan suara beratnya yang membuat jantung Jaejoong memompa lebih kuat. Ia hanya bisa pasrah saat Yunho membawanya kembali ke dalam kamar mereka. Melewati sekali lagi percintaan panas yang selalu menjadi moment favorite keduanya.
~hurt~
Jaejoong merasa kepalanya berputar-putar, tubuhnya melayang, dan desahan tak henti keluar dari bibirnya. Yunho yang menindihnya tak henti-henti menumbuk titik kenikmatan yang membuat si cantik seraya dibawa terbang melayang.
"Aahk..ahkk..Yunniee.."
"Ooh... kau nikmat...boo..aahk..!"
Pinggul Yunho makin cepat bergerak, menumbuk hole sempit kesayangannya. Ia tatap wajah Jaejoong yang memerah sempurna dengan peluh membasahi wajah dan tubuhnya. Hal itu makin membuat gairah si tampan terbakar.
"Aaaakkh...! Yunnie...oh..pelan...!!!" desah Jaejoong kelabakan.
"Tatap mataku sayang!" titah Yunho mutlak membuat Jaejoong menatap lurus pada mata musang tajam alphanya.
Yuho makin bringas, menghentak cepat membuat Jaejoong terpekik nikmat, hingga akhirnya pelepan itu mulai didepan mata.
"Aahk..Yunh...cepat...lah..aku... mau.."
"Aahm...aahkk aku juga sayang!"
Dan gauman kenikmatan seorang alpha terdengar menggelegar dikamar itu, menandakan pelepas nikmat mereka yang selalu tak berubah. Jaejoong mendesah kuat saat ia juga tak mampu menahan gairahnya lagi. Hole nya terasa penuh oleh benih sang alpha, namun rasanya sungguh nikmat dan ia tidak menyesal sedikitpun.
"Aku mencintaimu..!" lirih Yunho di sela nafasnya yang tersengal. Namun ada rasa bahagia disetiap intonasinya. Di pandangnya wajah sang omega yang masih merona merah dari jarak sangat dekat. Lalu memberikan kecupan-kecupan ringan di seluruh wajah jaejoong.
"Ukh... geli Yunie.." rengek si cantik, namun Yunho tidak menghentikan kegiatan favoritenya.
"Katakan kau juga mencintaiku!" tuntutnya tanpa mengurangi kegiatannya. Jaejoong mau tak mau terkekeh.
"Hm... aku juga mencintai mu, tuan Beruang!" ujar Jaejoong yang terdengar sangat manis. Membuat Yunho mendekap tubuh mungil itu dengan hangat.
"Kau tidak ke kantor Yunie?"
Yunho menggeleng sambil sesekali mencium puncak kepala kekasihnya. Jaejoong hanya diam sambil memajamkan mata, menikmati pelukan kekasihnya. Hening seketika menyergap, namun itu terasa sangat nyaman.
"Mau kencan keluar?" tanya Yunho lembut. Jaejoong membuka matanya dan memandang sang kekasih yang tersenyum lembut padanya.
~hurt~
Blam...
Pintu kamar mandi itu tertutup pelan setelah Jaejoong keluar dari sana. Namja cantik itu melangkah lemah menuju ranjang lalu merebahkan tubuh mungilnya. Dia baru saja muntah untuk ke 5 kali nya hari ini sejak tadi pagi. Bahkan ini lebih parah dari kemaren.
Seraya menghela nafas, si cantik menoleh pada kalender kecil yang tergeletak di atas meja nakas disamping ranjang. Menunjukan deretan tanggal di bulan Februari. Ada dua tanggal berdekatan yang sudah Jaejoong lingkari dengan spidol merah, tanggal 4 dan tanggal 6.
Jika dihitung dari hari ini, berarti ada 2 hari lagi menuju tanggal 4 yang merupakan hari ulangtahun nya, dan 4 hari lagi menuju tanggal 6 yang juga adalah tanggal ulang tahun Yunho. Dua hari yang selalu Jaejoong tunggu semenjak 2 tahun menjadi mate seorang Jung Yunho. Selalu ada hal-hal manis yang akan terjadi di hari itu, dan Jaejoong berharap tahun ini dan tahun-tahun berikut nya akan seperti itu.
Di elus nya perut rata miliknya dengan lembut, dengan senyum tipis cantik di pipinya yang sedikit makin tembam.
"Kamu rindu Appa?" lirihnya pelan pada sosok kecil dalam rahimnya.
"Oemma juga, sayang. Maaf karena belum memberitahukan keberadaanmu pada Appa nak." lirih si cantik lagi.
Kali ini senyum sendu terpatri di wajahnya. Sudah terhitung 2 minggu Yunho tidak pulang ke apartment mereka. Meninggalkan Jaejoong sendiri, walau kadang sesekali Park Yoochun yang merupakan asisten kekasihnya, berkunjung mengantarkan keperluan Jaejoong.
Dari Yoochun lah ia tahu kalau perusahaan Yunho sedang krisis dan kekasihnya hampir tidak berhenti bekerja setiap hari. Hal itu membuat Jaejoong mesti mengerti dengan keadaan. Bahkan ia belum berani menitipkan pesan lewat Yoochun kepada Yunho tentang kehamilannya. Dan Jaejoong tidak akan berani menelfon kekasihnya disaat seperti ini.
Namun kalau boleh jujur, ia sangat merindukan Yunho. Ia ingin mengatakan tentang kehamilannya pada Yunho yang pasti akan sangat senang menurutnya. Dan ia berdoa kepada tuhan, semoga mereka bisa merayakan hari ulang tahun mereka tahun ini bersama.
Namun semuanya hanya harapan.
Jaejoong tertidur di ruang tamu dimalam ulang tahunnya, menunggu Yunho yang tidak juga pulang. Namja cantik itu menatap sendu sup rumput laut buatannya yg sudah dingin dimeja makan, lengkap dengan kue ulangtahun yang masih belum tersentuh.
Yunho pernah mengatakan untuk jangan menelfonnya kekantor, karena salah satu keluarga Yunho bisa menemui Jaejoong dan itu berbahaya. Jaejoong dari awal sudah mengetahui bahwa keluarga Yunho tidak menerima omega sepertinya. Keluarga Jung adalah keluarga alpha murni yang menjaga silsilah keluarga mereka, dan tidak pernah ada seorang omega yang menjadi bagian dari keluarga mereka.
Namun sekali ini Jaejoong ingin menelfonnya. Ia rindu setengah mati, dan menitipkan pesan pada asisten Yunho seperti biasa sudah tidak mempan untuk Jaejoong lagi.
Namja cantik itu duduk di sofa ruang tengah, mengangkat ganggang telfon ke telinga dan memutar nomor telfon kantor kekasihnya.
Lama baru akan tersambung membuat ia gelisah, dan sesekali mengusap perutnya yang sedikit membuncit.
drrt...drtt...tiit...tiitt..
Sambungan terputus, dan sudah 3 kali seperti itu. Perasaan Jaejoong jadi tak enak. Entah kenapa jantungnya berdetak tak nyaman. Hal itu membuat kepalanya sedikit pusing.
BRAAK..!!
Jaejoong terperanjat di sofa begitu pintu apartment mereka dibuka paksa, hingga merusak kuncinya. Beberapa orang berbadan kekar masuk dan segera menuju ke arahnya, lalu menarik paksa tangannya seakan ia tersangka kejahatan.
"Lepaskan aku!" desis Jaejoong kesakitan. Namun tak ada yang mendengar.
Keringat mengucur dari dahinga, dan jantungnya berdebar kuat. Perutnya juga sedikit nyeri, membuat Jaejoong mendoktrin dirinya sendiri untuk tetap tenang agar janin dalam perutnya baik-baik saja.
Seorang wanita muda muncul dan melangkah dengan angkuhnya. Wanita itu cantik dan tubuh proposional dibalut dress elegan hitam dan high heels cantik dikakinya. Ia menatap Jaejoong dengan senyum remeh, seakan Jaejoong adalah orang paling rendah dimuka bumi ini.
"Jadi kau Omega itu?" ujar wanita itu angkuh seraya menatap remeh pada Jaejoong.
Wanita itu mendekat dan menyibak paksa kerah baju kemeja yang di kenakan Jaejoong hingga memperlihatkan bahu dan leher mulusnya. Wajah wanita itu mengeras begitu melihat tanda kepemilikan di leher itu.
"Kau jalang bodoh!" desis wanita itu tajam.
"Nona Boa...," panggil salah satu dari pria kekar itu. Wanita itu menoleh dan melihat map berkas coklat di tangan anak buahnya.
Boa segera mengambil map itu lalu membukanya. Jaejoong melotot tak percaya melihat surat kesehatan dan foto USG bayinya yang ia simpan di kamar sudah berada ditangan wanita itu.
"Lepaskan..aku! Siapa kalian!" bentak Jaejoong.
PLAK..!!!
Wajahnya memanas seketika setelah menerima tamparan dari Boa. Wanita itu menjambak rambut Jaejoong kasar.
"Jalang sialan! Kau bahkan sudah mengandung benih tunanganku!" pekik Boa keras, membuat Jaejoong terperangah.
Sreek..srekk..
Boa dengan kesal menyobek surat dan juga foto USG itu didepan mata Jaejoong lalu membuangnya kelantai.
"Omega sialan! Aku membenci kalian! Kasta busuk yang hanya menjadi budak seks kaumku!" pekik Boa kesetanan.
Jaejoong tertegun tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia bahkan menatap nanar sobek foto janinnya dilantau dengan sendu.
"Jalang sepeti mu harus tahu! Aku dan Yunho akan menikah minggu ini! Dan aku tidak akan rela menikah dengannya jika ia masih berhubungan dengan omega jalang seperti mu!" ujar Boa tajam seraya menatap bengis pada Jaejoong.
"A..apa? Me..nikah?" lirih namja cantik itu tak percaya. Telinganya terasa berdengung dan jantungnya berdetak hebat.
"Apa kau tuli, jalang? Aku dan Yunho akan menikah minggu ini! Dan jika ia masih berhubungan dengan jalang seperti mu, Aku akan membatalkannya dan membiarkan perusahaan miliknya bangkrut! Kau dan dia memang pantas berakhir dijalanan, Jalang!" ucap Boa kejam.
Air mata Jaejoong jatuh tanpa suara, dan tubuhnya seketika melemas. Para pria kekas itu bahkan menghempaskan tubuh Jaejoong ke lantai tanpa belas kasihan.
Benarkah yang ia dengar? Jung Yunho, kekasihnya akan segera menikah dengan wanita ini? Lalu bagaimana dengan ia dan janinnya?
"Hiks..hiks.. Ti..dak,.." lirih Jaejoong pilu.
"BOA...!"
Jaejoong refleks mengangkat kepalanya, begitu suara dari orang yang begitu ia rindukan terdengar nyata di telinganya. Sosok Jung Yunho muncul dengan nafas sedikit tersengal sembari menghampiri Wanita angkuh itu. Hati Jaejoong sakit ketika tidak sedikitpun Yunho menoleh pada dirinya.
"Apa yang kau lakukan disini? Aku sudah katakan padamu, kalau aku akan menyelesaikan ini sendiri!" ujar Yunho lembut pada wanita itu dan sama sekali tidak memperdulikan kekasihnya yang sudah tersungkur dilantau dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Haruskah kau bertanya lagi? Kau hanya berjanji, Jung Yunho! Buktinya aku masih menemukan jalang ini di apartmentmu!" jawab Boa tajam dan menatap marah pada Yunho.
"Aku akan menyelasaikan masalahku sendiri, dan aku sudah katakan itu padamu! Dia memang disini, tapi sudah beberapa minggu aku tidak pernah lagi pulang ke apartment ini! Aku serius padamu!" jawab Yunho yang bagaikan petir disiang bolong.
Jaejoong menatap nanar namja itu, seraya mengusap lembut perutnya yang tiba-tiba sedikit nyeri. Rasa sakit menggerogoti hatinya. Membuat dadanya sesak seakan kekuarangan udara.
Benarkah laki-laki yang tengah berdiri dihadapannya ini kekasihnya? Tapi kenapa Yunho sama sekali tidak melihat ke arahnya. Bahkan ia tidak memperdulikan air mata Jaejoong yang mengalir dari mata doe nya, padahal Yunho lah yang berjanji untuk tidak akan membiarkan mata itu menangis! Tapi lihatlah kenyataannya sekarang!
"Aku tidak peduli, Jung! Ingat... aku akan membatalkan pernikahan kita! Silahkan kau urus perusahaan mu itu!" putus Boa, hal itu mendatangkan raut panik diwajah Yunho.
"Ku mohon, Boa! Aku serius dengan ucapanku!" erang Yunho frustasi, memohon pada wanita itu.
Boa terdiam sejenak, lalu menatap tajam pada Jaejoong yang tertunduk memegangi perutnya.
"Putuskan ikatanmu dengannya!" ujar wanita itu kejam. Jaejoong terbelalak mendengarnya, demi tuhan! Wanita ini sungguh kejam! Memutuskan ikatan itu artinya membiarkan laki-laki lain menikmati tububnya. Tubuh yang selama ini hanya ia berikan untuk alphanya seorang.
"Kenapa diam? Ayo pilih saja salah satu pengawalku untuk memutuskan ikatanmu! Toh sama saja nantinya dia akan melakukan sex dengan orang lainnya." remeh Boa.
"Yun...hiks...kumohon..." lirih Jaejoong pilu. Mata bulatnya berserobok dengan mata elang itu. Membuat hati Jaejoong mecelos sakit.
"Ayo..! Kau bilang kalau kau serius padaku! Kalau begitu, putuskan ikatanmu dengannya!" tekan Boa lagi.
"Ah...atau kau mau aku memilihkan salah satu anak buahku! Baiklah!" seru wanita itu bersemangat.
Ia menunjuk salah seorang pria kekas disamping Jaejoong yang menatap lapar omega itu sedari tadi.
"Tidak... Ja..jangan lakukan ini... ku mohon!" tangis pilu Jaejoong.
Namun tak ada yang melindunginya, atau menolongnya. Bahkan Yunho hanya diam saja saat Jaejoong ingin menggapainya.
"Ayo manis...!"
"Tidak... Hiks..hiks...Lepaskan aku! LEPASKAN!!!"
Teriakan pilu itu mewakili semuanya. Saat tangan jahanam itu merenggutnya, melucuti semua harga diri yang ia punya. Hingga memutuskan ikatan suci miliknya, tanpa belas kasihan. Dan itu semua terjadi didepan alpha nya sendiri! Alpha yang berjanji akan melindungi dan mencintainya.
End Flashback
Tbc...!!!
Maafkan rin telat up date dan sekalinya up malah dikit banget! hehehe
ini emang khusus untuk sedikit masa lalu Yunjae, kebetulan banget rin lagi kesel ma Yunho oppa yang deket2 lagi ma mbak uler! jadi lumayan mendukung lah..
makasih yang readers yang udah fav dan follow ff ini!
rin janji bakalan berusaha sebaik mungkin agar cerita nya gak ngebosenin...
okeh... plis review nya ya readers... muah muah muah...!!!
XOXO
