REPOST DARI AKUN WATTPAD SAYA DENGAN USER YANG SAMA @BELSHAJOY

.

.

Bagian 3 - Annyeong!

Cast : Sungmin (N)

Kyuhyun (N)

Genre : Romance, family

Note : Keep vote or comment ya, ngomong ngomong sorry for the slowest update :D

Sorry for typos and Happy reading all~

*

*

Sungmin mempoutkan bibirnya kesal, menahan air mata yang sudah siap terjatuh kapan saja jika siluet orang dalam handphonenya tidak lekas berhenti mengocehinya sejak setengah jam yang lalu.

"Y-yak ming! kau dengar aku tidak aishhh merepotkan" sungut seorang pria dalam handphonenya dengan nada kesal.

"hiks huwaaa" tangis sungmin pecah sudah, tak peduli pada sepupunya yang kini tengah menatap cengo ke arah sungmin.

"Yakk kyuhyun-ah! Jangan membuatnya takut! Kau bekerjalah dengan tenang disana, aku yang akan menjaga sungmin disini, arraso!" tanpa diduga sungmin tiba tiba sang sepupu, dokter lee hyukjae atau yang kerap dipanggil eunhyuk itu merebut ponsel pintarnya lantas menyembur orang diseberang sana dengan omelan khas ahjumma ahjummanya.

Membuat kyuhyun yang masih menampakkan wajah garang seketika langsung jatuh terduduk mendengar suara cempreng itu.

"Y-yak! Sialan kau hyuk"

"Kau..."

Pip

Dengan 'sopannya' hyukjae mematikan langsung ponsel sungmin ketika dirasa kyuhyun akan memulai adu argumen lagi dengannya.

"Sialan bocah tengik ini, hobinya mengomel dan meninggalkan sungmin saja masih berani beraninya mengumpat padaku" gusar eunhyuk menahan kesal mengabaikan sungmin yang masih sesenggukan di sebelahnya.

"H-hyuk! Otte? hiks Apa k-kyuhyun masih ma-hiks marah? Sengau sungmin sembari menahan ingus yang akan keluar dari hidungnya.

"Aish biarkan saja setan nakal itu menderita disana min! Lagipula heechul ahjumma dan hangeng ahjussi juga sudah merestui kegiatanmu ini" jelas eunhyuk sembari menyeringai, di benaknya sempat terlintas wajah kyuhyun yang tersiksa karena ditinggal sungmin 'melakukan tugasnya' sementara waktu ini.

.

"Perhatian untuk semua rekan dokter dari sub unit Pusan National University Hospital agar segera bersiap karena bus akan memasuki terminal Gohyeon wilayah Geoje island"

Tiba tiba ketua tim dokter seluruh bagian unit memecah aktivitas yang dilakukan oleh para penghuni dalam bus dan beralih memerhatikan dokter tampan bername tag choi siwon dengan seksama.

"Perlu diketahui juga, beberapa hari kedepan tepatnya selama dua minggu berada di pulau tersebut kita akan melakukan kegiatan bakti sosial dan penyuluhan kepada warga sekitar jadi mohon antisipasi dan partisipasi dari rekan dokter sekalian agar dapat segera menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar dan untuk masalah tempat peristirahatan, saya merubah rencana yang awal mula akan menginap di hotel menjadi pindah beristirahat di rumah penduduk sekitar saja agar dapat menghemat waktu dan transportasi yang ada, sekian dari saya. Mohon maklum dan segera dilaksanakan. Selamat siang" tutup dokter choi membungkuk sekilas, mengabaikan racauan protes dari sebagian dokter yang tak terima hotel tempat mereka menginap nanti tidak jadi mereka tempati.

.

Setelah menempuh perjalanan jauh sekitar dua jam dari busan via kota Tongyeong, rombongan bus rumah sakit ternama busan itu lekas tiba di pemberhentian terakhirnya.

"Uwahhh segar sekali suasana disini! Baby bear suka nee?" seru sungmin girang ketika ia dan rombongannya telah bergantian keluar dari tangga bus, Ia mengelus perut besarnya yang sudah memasuki akhir trimester ketiga ini dengan gerakan sayang sesekali tersenyum kecil kala tendangan di dalamnya bergerak sangat aktif, seperti menyetujui ucapan eommanya barusan.

"Hati hati min, biar aku yang bawakan tasmu itu nanti" seru eunhyuk yang baru saja muncul dengan membawa tas perlengkapan medis di kedua tangannya, satu milik eunhyuk, satu lagi kepunyaan sungmin.

"Ehehe gomawo eunhyuk chagiya~"

"Y-yak! Hentikan min kau membuatku malu" pekik eunhyuk horor kala melihat sungmin masih menunjukkan aegyo mautnya, membuat beberapa dokter di dekat mereka sontak menoleh mencari sumber suara yang terdengar manja itu.

Sungmin hanya mengedikkan bahunya tak peduli lalu bergerak meninggalkan sepupunya begitu saja mengabaikan eunhyuk yang masih kelabakan dengan barang bawaan yang menumpuk di tangan dan bahunya.

Kkkk poor eunhyuk ahjussi

.

.

Setelah menyusuri jalan setapak bebatuan yang di sekelilingnya diapit oleh perbukitan indah khas geojo island, para rombongan dokter dari rumah sakit ternama itu segera mencari tempat berteduh masing masing di setiap sudut pelataran balai pengobatan desa nambyu-yeon.

Setelah beberapa menit memberikan waktu istirahat kepada para anggota medis, ketua tim dokter choi siwon segera memberikan arahan dan pembagian tugas untuk esok hari dan khusus hari ini para dokter tersebut hanya ditugaskan untuk menata barang bawaan mereka di dalam balai sesuai instruksinya.

.

"Dr. Min, gwenchana?" sapa seorang dokter wanita yang tampak berusia 25 tahun itu seraya menyodorkan sebotol minuman isotonik kepadanya yang sedang terduduk kelelahan di bangku.

"A-ah seohyun uissa?" gagap sungmin seraya membelalakan matanya lebar saat mengetahui siapa yang telah berbaik hati menyapa dan memberinya sebotol minuman ini.

"Ternyata ini benar dirimu? Haha lama tidak berjumpa ya kebetulan sekali kita bisa bertemu disini, ngomong ngomong aku adalah perwakilan dokter dari desa nambyu-yeon yang akan menyambut kedatangan kalian esok disini" wanita di sampingnya ini terus mengobrol panjang lebar tanpa diminta oleh sungmin.

Sungmin dalam hati membatin kenapa..kenapa ia tidak tahu kalau wanita ini sekarang ditugaskan di desa terpencil seperti nambyu-yeon?

"Halo halo dokter min, kau masih mendengarku?" sela seohyun dengan melambaikan telapak tangannya ke depan muka sungmin yang sesaat tampak sedang melamun itu.

"A-ah ye, mianhamnida seohyun-ssi, aku-aku sepertinya kelelahan sebaiknya aku harus segera pergi mencari rumah penduduk sekitar sini untuk beristirahat" jawab sungmin seraya bangkit dari duduknya hendak melangkah pergi sebelum sempat mendengarkan perkataan seohyun.

'Duk' 'Duk'

"A-awww" seru sungmin kesakitan saat beberapa langkah ia hendak pergi, baby bearnya tiba tiba menendang sangat keras perutnya, melihat itu seohyun yang masih mengamati sungmin dari belakang lantas bergegas memapah sungmin untuk duduk kembali dan dengan cekatan mengarahkan kedua tangannya ke depan guna memijit lembut perut sungmin yang sempat menegang.

Sungmin yang merasakan pijitan itupun segera menutup matanya sembari memegangi perut besarnya, dalam diam ia membatin.

Apa seohyun sudah berubah?

Pip pip

Saku jas lab sungmin bergetar keras, ogah ogahan ia mengambil handphonenya tapi sesaat tahu siapa yang sedang meneleponnya ia langsung mengangkatnya cepat menghiraukan seohyun yang masih terus memijit perutnya sembari mengintip siapa gerangan yang menelepon sungmin.

"Ming~~" teriak orang di seberang sana yang tampak masih lengkap menggunakan seragam dinasnya.

Seohyun seketika tersentak, ia berhenti memijat perut buncit sungmin sebentar.

"Kyu~~!" balas sungmin dengan aegyonya jelas jelas lupa akan keberadaan seohyun yang masih menanti di sampingnya.

"Chagi~ bagaimana geojo island? Kau tidak kelelahan kan? Kau sudah makan belum? Lalu susu dan vitamin sudah kau minum? Aku khawatir chagi~" tanya dan rengek kyuhyun panjang lebar membuat sungmin pusing kepala seketika, suaminya ini! Benar benar! Ia lupa apa istrinya juga seorang namja, mana mungkin ia selemah para yeoja hamil setidaknya hormon ke-laki lakiannya sangat membantu kehamilannya, ia jadi tak mudah terserang kelelahan fatal hanya penyakit anemianya saja yang terkadang masih suka muncul.

"Yakkk! Berhenti memperlakukanku seperti seorang bocah kyu~! Aku bisa jaga diri disini lagipula ada hyukie yang menemaniku, kau! jangan sampai berani beraninya menyusulku kesini ketika masih ada tugas! Aku tak mau diomeli komandan Donghee sialanmu itu gara gara kau sering ijin pulang dengan alasan aku hamil" sungmin menggerutu dalam sekali tarikan nafas, ia jadi mengingat lagi kejadian 3 bulan lalu saat ia sempat di sumpah serapahi oleh komandan gendut kyuhyun itu, meski hanya dalam percakapan via telepon, tapi tetap saja harga dirinya sebagai seorang pria jatuh begitu saja.

"Y-yak min! Mana bisa be- Eh? Seohyun?!" kyuhyun membelalakan matanya kaget ketika siluet seohyun tertangkap dalam rekaman video call handphone canggih milik sungmin.

Seohyun yang merasa dirinya disebut lantas langsung segera memepet pada kepala sungmin, berusaha menampakkan diri di hadapan siluet kyuhyun yang masih terbengong kaget.

"Oppa!" seohyun berseru senang, mengabaikan sungmin yang langsung memutar bola matanya malas ketika melihat wajah sumringah hoobaenya.

"Y-yakk min kau tak bilang kalau sedari tadi bersama seohyunie?" kyuhyun berseru masih dalam keadaan setengah terkejut bercampur gugup.

"Seohyunie?" geram sungmin pelan yang masih bisa didengar oleh seohyun dan kyuhyun karena suasana kebun samping balai saat ini tak begitu ramai.

"A-ah tidak min, maksudku seohyun, mengapa ia bisa bersamamu saat ini? Apa yang terjadi?" kyuhyun berujar cepat membenahi panggilannya pada wanita cantik itu sebelum sungmin sempat merajuk dan tak mau mengangkat panggilan teleponnya lagi.

"Ak-"

"Oppa! Annyeong lama tak bertemu, ah! Aku dan sungmin oppa tak sengaja berjumpa disini lalu aku menyapanya karena besok ia akan ditugaskan disini untuk beberapa hari ke depan"

"O-oh... " kyuhyun membeo menanggapi celotehan seohyun di ujung sana.

Jeda sebentar sebelum seohyun melanjutkan perkataannya .

"A-ah K-Kalau kau tak keberatan juga, a-apa boleh sungmin oppa tinggal untuk sementara waktu di rumahku?"

"APA?"

"MWOYA!?" seru sungmin dan kyuhyun hampir bersamaan kaget dengan ucapan yang terlontar dari mulut seohyun.

"Kau gila? Tidak, aku tidak mau"

Tolak sungmin mentah mentah atas tawaran konyol yang dilontarkan seohyun barusan.

"Oppa~ lihatlah sungmin oppa begitu keras kepala, padahal dia baru saja mengalami kontraksi, aku kan hanya berbaik hati saja lagipula rumah penduduk sekitar balai pengobatan ini agak jauh, apa kau tega dengan calon anakmu sendiri yang akan lahir sebentar lagi! Setidaknya rumahku hanya berjarak 200 meter darisini, lagipula aku juga seorang dokter aku bisa mengantisipasi jika sungmin oppa mengalami kontraksi yang lebih sering dan hebat lagi"

Seohyun berujar kepada kyuhyun, meminta persetujuan dengan menimang resiko dan manfaat apa saja jika sungmin mau menempati rumahnya untuk sementara waktu ini berusaha mengabaikan kalimat protes sungmin yang keluar dari gerutuan kecilnya.

Kyuhyun masih tampak termenung sebentar, ia melirik wajah penolakan dari sungmin dan wajah penuh harap dari seohyun. Aishhh ia jadi bimbang.

T-tapi baby bearnya? Uh ia tak tega dengan dua kesayangannya saat ini.

.

"B-baiklah aku setuju" final kyuhyun setelah beberapa saat berpikir keras di seberang sana.

"MWOYA!? Apa apaan kau cho kyuhyun andwae! Aku tak mau! Jinjja apa kepalamu sudah terbentur hah" sungmin mengeluh protes tak terima akan persetujuan sepihak itu.

Benar benar! Bagaimana otak mesum suaminya yang biasanya pintar jadi se babo ini! Uh! Ia ingin balik saja lagi ke busan sana seandainya kalau ia tidak ingat jika kemarin dialah yang tetap bersikukuh mengikutkan diri dalam acara bakti sosial meski awalnya kyuhyun sama sekali tak merestuinya.

"Chagi~mengertilah, aku tak mau kau dan baby bear kenapa kenapa setidaknya banyak kemudahan jika kau tinggal dengan seohyun selama beberapa hari ke depan, apa kau tega menyusahkan para warga yang kebanyakan sudah renta itu dengan kau yang tengah hamil tua begini, hmm?"

kyuhyun berusaha melunakan emosi sungmin dengan cara lembutnya, ia hapal betul sungmin tak dapat dikasari jika tengah merajuk begini.

"Ta-tapi kyuuuu-"

"Sungmin Oppa~ aku janji akan memperlakukanmu dengan baik, anggap saja aku tengah membalas perbuatan jahatku dulu padamu di masa lalu" seohyun terdengar berucap dengan nada bersalahnya, wanita yang lebih muda dari sungmin sekitar dua tahun itu juga sampai membungkuk kan badannya ke hadapan sungmin dan kyuhyun.

Membuat sungmin dan kyuhyun seketika terperangah takjub akan perubahan yang ditunjukan oleh seohyun sekarang.

"M-mwo?"

"K-kau serius?" balas sungmin agak ragu.

"Hmm tidak panas kok" telapak tangan mungil sungmin menggerayangi jidat lebar seohyun tanpa ijin seraya mengecek lagi apa dia sedang sakit?

"Y-ya oppa~ aku serius lihatlah perut buncitmu yang rasanya mau meledak itu~ uh begini begini aura keibuanku juga ada tahu" jengkel seohyun seraya menghentak hentakan kakinya di tanah berpasir itu.

"Y-ya bukan begitu seohyun-ah"

"Hmm a-aku..."

Mulut sungmin seakan terkunci rapat tak tahu lagi mau beralasan apa lagi.

Rasa rasanya sikap seohyun dulu dan sekarang 180 derajat sangat berbeda sekali. Sungmin jadi tak yakin.

Tapi sedikit banyak perkataan kyuhyun dan alasan seohyun juga benar adanya sih.

Ia jadi termenung mengabaikan kyuhyun yang masih menunggu persetujuannya di seberang handphone sana.

"Hallo sayang" panggil kyuhyun lagi guna menarik perhatian sungmin kepadanya kembali.

"Bagaimana? Aku tidak memaksamu sayang, tapi pikirkanlah baby bear, eoh?"

Suaminya jelas tak memaksa tapi dari gestur mukanya ia tampak sangat gusar dan khawatir akan kondisinya disini.

Ia jadi tak tega uhh

"Mmm.. B-baiklah" ucap sungmin pada akhirnya, membuat senyum kyuhyun muncul perlahan kala sungmin mengabulkan permohonannya.

"Ahh aku jadi lega sekarang, setidaknya banyak yang menemanimu disana sayang, selama aku tidak berada di sisimu" kyuhyun meraba layar kaca handphonenya seakan mengusap wajah sungmin di depannya.

Sungmin membalasnya dengan senyum yang terlihat masih ada keraguan disana.

"Kalau begitu ayo min oppa! Kita lekas pulang, kebetulan aku akan memasak sup rumput laut hari ini" sergah seohyun seraya menggenggam tangan kiri sungmin mengabaikan dua sejoli yang masih akan berbincang dalam telepon dengan mesranya itu. (Di korea Sup rumput laut/miyeok-guk dipercaya sangat bagus untuk menjaga kondisi selama kehamilan maupun pasca melahirkan untuk pemulihan)

Mau tak mau akhirnya sungmin mematikan video call tersebut dengan sangat terpaksa, menghela nafas berat sebelum telinganya mendengar dari kejauhan suara yang sangat familiar di telinganya.

"Sungmin!"

"Sungmin"

suara cempreng itu makin lama makin terdengar dekat.

"Mwo seohyun? Sedang apa kau disini?!" cerca seorang itu lagi yang ternyata adalah sepupu sungmin, eunhyuk.

"A-ah eunhyuk oppa!"

"A-aku tak menyangka kau ada disini juga"

Seohyun berkata gugup, nyatanya mata eunhyuk sekarang sangat menyeramkan untuk dilihatnya, seakan akan mau menguliti kepala sampai mata kakinya jika macam macam dengan sungmin.

Hih.

Apa dulu ia sejahat itu pada sungmin? Hingga ia dibenci juga oleh eunhyuk?

"A-ah begini oppa, sungmin oppa akan menginap di rumahku sementara waktu ia berada di sini, kau tahu kan, sungmin oppa tengah hamil tua. Ja-jadi aku menawarkan pada kyuhyun oppa agar menyetujui alasanku ini" jelas panjang lebar seohyun lagi, ia tak yakin akan berhasil atau tidak kali ini untuk meluluhkan namja bergusi lebar itu. Jujur saja eunhyuk ini lebih keras kepala dibandingkan kyuhyun.

"Mwo? Kyuhyun menyetujui? Apa bocah tengik itu gila! Aish! Min kau juga setuju?" tanya eunhyuk was was pasalnya dengan ia melihat tangan sungmin dan seohyun masih dalam bergandengan begitu ia dapat menyimpulkan sendiri itu berarti apa.

"Mmm.. Kau betul h-hyuk. Ini demi baby bear kau tahu kan aku akhir akhir ini sering mengalami kontraksi yang sering, aku takut ada apa apa dengan baby" sungmin berkata dengan memandang mata eunhyuk yang masih menunjukkan raut garang.

Sungmin berusaha berbicara dari mata ke mata lewat pancaran puppy eyes nya, ini senjata terakhirnya untuk sedikit melunakkan hati eunhyuk.

"Aishh!!! Molla molla.. Terserahmu saja!" eunhyuk akhirnya menyerah, seohyun lega seketika mendengarnya lantas akan beranjak lagi jika suara eunhyuk tak menginterupsi nya.

"Tapi aku harus ikut!" sela eunhyuk setengah menyeringai.

"Kalau tidak, tak ku ijinkan kau membawa sungmin pergi" jelas eunhyuk lagi, menggertak wanita di depannya.

"Y-ya tentu kau boleh menginap di rumahku juga, kebetulan saat ini aku sedang sendiri, jadi tak masalah jika kalian berdua menemaniku untuk sementara waktu" tanpa diduga eunhyuk, ternyata seohyun dengan mudah mengijinkannya untuk tinggal.

Dia benar benar seohyun kan? Kenapa otaknya jadi geser begitu? Batin eunhyuk jahat.

.

.

Cukup berjalan santai sekitar kurang dari lima menit, rumah kayu milik seohyun nampak terlihat di balik perbukitan kecil di sisi jalan utama, rumahnya asri dengan ditumbuhi berbagai tumbuhan merambat dan pohon besar di samping rumahnya yang berguna sebagai peneduh. Ini hunian yang lebih dari kata layak dari perkiraan sungmin, sedikit banyak membuat ia bernafas lega karna sudah bersedia diajak tinggal hoobaenya di sini.

"Kajja oppadeul masuklah" seohyun berucap dengan riang sembari mempersilahkan kedua tamunya untuk masuk, ia pamitan sebentar untuk melakukan panggilan di handphonenya yang lantas diangguki langsung oleh sungmin dan eunhyuk.

"Uwahh beruntung sekali si cho itu mengijinkan kau menginap disini min" eunhyuk berbisik bisik di telinga sungmin, menjilat ludah sendiri eoh? Kkkk

"Ne hyuk kau benar~ setidaknya baby aman disini" sungmin menyetujui ucapan eunhyuk barusan lantas bergerak mengusap perutnya yang besar.

"Ah mianhae meninggalkan kalian agak lama, kajja min oppa hyuk oppa kuantar ke kamar kalian masing masing" seohyun terlihat tersenyum lebih sumringah sehabis menerima telefon dari seorang yang nampaknya spesial itu.

.

.

Selama sepuluh hari tinggal di desa terpencil ini baik sungmin maupun eunhyuk beserta dokter lain yang telah bertugas terlihat sangat menikmati peran mereka dengan baik disini.

Mulai dari pengecekan gula darah, kolesterol dan asam urat beserta obat obatannya yang gratis bagi pasien membutuhkan, lantas diadakan imunisasi massal bagi para bayi menggemaskan yang belum sempat mendapatkan perawatan dan tentunya tak lupa rumah sakit tempat sungmin bekerja membagikan beberapa kursi roda pada pasien tua renta khususnya yang menderita stroke,tak lupa dokter bagian kandungan juga telah bekerja sangat keras untuk memberikan banyak edukasi untuk ibu yang sedang hamil dan beberapa diantaranya berhasil menyelamatkan ibu dan calon bayi yang lahir ketika mereka bertugas disini.

Semuanya berkesinambungan dan saling bahu membahu untuk menyukseskan acara bakti sosial ini, begitu pun dengan sungmin, namja hamil ini meski sudah keberatan dengan perut buncitnya tetap bergerak aktif membantu para halmeoni deul dan harabeoji deul yang banyak mengeluh sakit di bagian pinggang dan lehernya dengan memberikan peralatan pijat otomatis.

"Annyeong kim ahjumma~ bagaimana? Apa sudah tidak bengkak lagi? Coba aku cek sebentar" sungmin lantas memegang telapak kaki ahjumma yang berusia sekitar setengah abad lebih itu dengan hati hati, ia memencet bagian yang sehari lalu masih membesar dan terasa sakit.

"Aku sudah baik baik saja kan sungmin uissa?" kim ahjumma berjengit was was ketika sungmin memeriksanya dengan wajah yang sangat serius.

"Ah begini lebih baik, nanti aku akan berikan vitamin dengan obat pereda nyeri saja, oh ya obat yang sudah kuberikan kemarin tolong jangan diminum lagi supaya tidak mengeluarkan urine terlalu banyak, nde ahjumna?"

Ahjumma keturunan kim bersaudara ini hanya mengangguk patuh mendengar ulasan yang diutarakan dr. Min.

"Tenang ahjumma ini hanya rematik biasa, tolong jangan terlalu sering berjalan jalan dan mengangkuti barang yang berat, ajaklah sesekali cucu nakal itu untuk ikut berdagang di pasar" sungmin membungkukan badannya dengan sopan lantas ia memberikan obat langsung kepada ahjumma kim yang masih tersenyum karena lagi lagi dokter imut ini mengungkit masalah kelakuan cucu milik ia satu satunya yang terkenal sering membuat ulah di desa ini.

"Terimakasih nak" kim ahjumma menerima obat itu dan tanpa diduga langsung mengelus perut buncit sungmin di depannya.

"Dia seorang laki laki yang hebat"

"Dia kuat seperti appa nya dan baik hati seperti eomma nya"

Kim ahjumma lantas tertawa ketika mendapati tendangan yang terasa ketika ia mengelus perut sungmin.

"Ada banyak kebahagiaan setelah dia lahir, sungmin ah"

"Dan itu tidak lama lagi..." sang ahjumma tersenyum misterius setelah itu, lantas sebelum meninggalkan balai pengobatan itu ia menyempatkan merogoh saku bajunya dan memasangkan sebuah gelang bertali merah kepada pergelangan tangan sungmin.

Sungmin hanya terbengong bengong bingung ketika ahjumma itu bergerak menjauhi balai, ia masih sulit mencerna apa maksud tujuan kim ahjumma mengatakan hal itu sampai seohyun menghampiri dirinya dan menepuk pundaknya pelan.

"Itu adalah gelang keberuntungan, sungmin oppa"

"Kim ahjumma adalah salah satu tetua kim di desa ini dan juga seorang..." seohyun berbisik di kuping sungmin ketika mengatakan kalimat akhir itu.

"Mudang.."

"Mwo????????"

.

.

.

"Aku masih dalam perjalanan menuju tempatmu sayang"

"Hati hati appa bear, bye~" sungmin senaaang sekali, masa kerja kyuhyun sudah berakhir dan saatnya suami tampannya itu mendapat jatah libur.

Seperti kata kyuhyun barusan mungkin sekitar 30 menit lagi suaminya akan tiba di desa ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, karena masyarakat di desa ini jarang menonton acara di televisi pada malam hari jadilah eunhyuk yang masih terlihat asyik bermain yut nori (윶 놀 이) dengan para harabeoji halmeoni juga anak anak kampung yang turut serta menyemarakkan malam penuh taburan bintang ini, besok weekend jadi tak perlu kuatir jika anak anak akan bangun terlambat, sedangkan seohyun sungmin lihat sedari sore tadi sudah sangat sibuk menyiapkan ini itu di dapur katanya sih ada someone spesial yang akan berkunjung kesini.

Tentu bukan kyuhyun! Tidak tidak, hanya sungmin yang tahu perihal suaminya yang akan bertandang kesini jadi mana mungkin masakan sebegitu banyaknya untuk kyuhyun.

Menuju jam sebelas malam perutnya terasa mulas, mungkin ini efek ia terlalu banyak makan sup kerang buatan park halmeoni yang tadi dilahapnya habis sampai tak menyisakan untuk eunhyuk sepupunya yang malang.

"Arghh" sungmin tiba tiba ambruk ketika tangannya mencoba berpegangan pada batang pohon besar disampingnya.

"Jucciiiiiii" itu suara cucu park halmeoni yang sontak mengalihkan fokus semua orang kepada diri sungmin yang tergeletak lemas.

"Sungmin!" teriak semua orang heboh lantas dengan sigap membopongnya ke arah balai sesuai instruksi dokter eunhyuk.

"Panggil dokter siwon beserta istrinya, palli!" eunhyuk mencoba tidak panik dan segera memasangkan cairan infus terhadap lengan sungmin.

Seohyun yang baru saja keluar rumah untuk menyambut tamu istimewanya lantas segera bergegas menyusul eunhyuk ke dalam balai diikuti seorang pria yang tampak masih memakai jas lab tersebut.

"Male pregnancy?" seru pria itu kaget, lantas langsung mengecek keadaan sungmin yang tiba tiba menjerit karena kontraksi yang dialaminya.

"Tensinya 130/80, normal" ucap eunhyuk ketika selesai mengecek tekanan darah sungmin.

"Ada apa ini?" seru seorang wanita yang diketahui bernama kim kibum yang lantas segera bersiap siap ambil bagian dalam proses persalinan sungmin.

"Arghhh appo-hh" sungmin terus meraung memegangi perutnya yang terasa memutar dan mengaduk aduk isinya.

"H-hyuk.. Kyuh yun" sungmin berucap terbata ketika suaminya belum jua sampai ke desa ini.

"Terlalu bahaya untuk melakukan operasi disini, kita tidak punya cukup alat memadai" kibum berucap tegang sembari mengelap keringat sungmin yang mengucur deras dari dahinya.

"Apalagi ini kasus male pregnancy" sahut seorang pria yang kini langsung diseret oleh seohyun agak menjauh.

"Yeobo! Palli telefon penjaga pantai sekarang juga kita antar sungmin oppa ke rumah sakit jeil geojo secepatnya" seohyun merengek kepada seorang yang ternyata adalah kekasihnya sendiri, ia sangat iba melihat ibu dan calon bayi itu kesakitan terlalu lama.

"Kau benar chagi! Aku akan menelefon mereka secepatnya, tunggu sebentar"

.

.

Kyuhyun tampak tersenyum sumringah ketika melewati perbukitan, artinya jalan yang ia lalui sedikit lagi akan membawa nya menuju sungmin dan bayinya.

Tapi senyumnya seketika mendadak berubah menjadi janggal, untuk apa malam malam begini helipad petugas penjaga pantai menuju arah yang akan dilewatinya?

Jangan jangan?

'Sungmin dan bayinya!'

Seketika tas yang ia tenteng dijatuhkan begitu saja, ia berlari mengikuti arah helipad itu berada dengan jantung yang berpacu, perasaannya mengatakan telah terjadi suatu hal malam ini.

.

.

Dengan dibantu beberapa tim medis termasuk eunhyuk, seohyun dan kekasihnya beserta kim kibum, sungmin yang masih meraung kesakitan ditandu menuju ke dalam helipad.

"Tungguuuuu" seseorang dalam kegelapan berteriak lantang memecah suasana.

"Aku suaminya! Aku juga seorang pilot! Izinkan aku menemani istriku!!!" kyuhyun yang terengah engah mencoba bernegosiasi dengan awak helipad yang bertugas.

Awalnya para kru yang terdiri dari dua orang itu ragu tapi setelah diyakinkan kyuhyun terus menerus akhirnya seseorang diantara mereka mengalah dan mengijinkan kyuhyun naik dengan catatan kyuhyun hanya sebagai co-pilot karena menimang banyaknya jalur yang mungkin belum diketahui kyuhyun.

Selama dalam pesawat para dokter dan kyuhyun terlihat sibuk untuk menenangkan tindak rusuh yang diperbuat sungmin, kyuhyun meyakinkan sungmin agar sungmin selalu terjaga dan jangan sampai kehilangan kesadaran.

.

.

Setelah melakukan konfirmasi kepada pihak kepala rumah sakit jeil geojo, akhirnya sungmin dapat segera diturunkan dari helipad disusul kyuhyun di belakangnya yang langsung saja dibawa menuju ruang operasi.

Yang diperbolehkan masuk dan mengoperasi sungmin adalah kim kibum selaku dokter kandungan yang menangani sungmin, kekasih seohyun yang ternyata bernama dr. Jung Yonghwa dan beberapa dokter spesialis lain yang memang bertugas di rumah sakit ini.

Kyuhyun harus menahan diri, ia tidak diperbolehkan untuk masuk meski ia sempat memaksa, kata kepala dan direktur rumah sakit ini adalah operasi caesar yang sangat penting bagi para dokter karena melibatkan kasus male pregnancy jadi ia hanya diperbolehkan melihat melalui kaca tembus pandang saja.

.

.

Setelah sampai di ruang VK (kamar bersalin) lantas sungmin segera dibopong ke meja operasi.

Ia sempat memegang pergelangan tangan kibum sebelum tirai memisahkan kepalanya dengan perutnya yang akan dilakukan c-section.

"Jebal kibum-ah..."

Kibum mengangguk mengerti, ia masih bersiap siap dan akan memeriksa lagi Hb sungmin yang patut ia syukuri sudah mencapai 10 g/dL. (Normalnya 10,5 g/dL)

Perawat song lantas bergerak menyalakan lampu operasi sebagai sumber penerangan bagi para dokter yang sudah sibuk mempersiapkan bagiannya di masing-masing tempat.

"Tekanan darah normal"

ucap perawat song yang kini ditugaskan berjaga melihat elektro kardiograf sungmin dan memberi infus beserta obat antibiotik guna mencegah terjadinya infeksi selama proses operasi berlangsung.

"Pasang kateter"

"Ye uissa"

"Beri lidokain 200cc" kibum berucap cepat kepada dokter anestesi di dekatnya sembari masih memberi intubasi kepada sungmin

"Tolong anastesi lokal saja, jangan mengambil resiko besar" ucap ketua tim dokter yang sontak mendapat anggukan setuju dari semua dokter yang ikut serta.

"Siapkan kantong darah 200 ml" kekasih seohyun juga tengah bersiap memakai sarung tangannya lantas dengan cekatan memeriksa keadaan sungmin sebelum di operasi.

"Tanda tanda vital baik" ketua tim dokter menimpali perkataan dr.yong hwa dengan mengangguk kepada semua tim yang bertugas tanda memberi aba aba untuk siap sedia.

"Mess" ucap ketua dokter lee memulai dengan menyayat perut dr. Min dengan insisi melintang setelah sebelumnya memberi olesan desinfeksi pada areal perut sungmin.

Dengan lihai dokter yang tampaknya sudah memasuki usia setengah abad itu menembus dinding perut sungmin lapis demi lapis.

Sedang di luar kaca tembus pandang sang calon appa dari baby bear dengan setia mengawasi gerak gerik cekatan para dokter itu untuk menyelamatkan baby bear nya dan sungmin nya.

Ia takut, gugup bercampur jadi satu. Ini pengalaman pertama kalinya seumur hidup melihat istrinya berjuang mati matian untuk mengeluarkan buah hati mereka.

"Scalpel" dokter lee bergerak mengiris jaringan di dalam perut sungmin.

"Dokter tekanan darah pasien menurun" ucap perawat song yang masih melihat pergerakan keadaan sungmin.

"Suction!"

dr.Kibum bergerak mengelap keringat yang muncul di dahi ketua dokter lee, lantas ia melirik dr.Yong hwa yang berusaha tenang dan terus membantu kinerja dokter lee.

Sebisa mungkin sungmin tetap mempertahankan kesadarannya, perut sampai kakinya terasa mati rasa, ia tak dapat merasakan sentuhan apa apa di sekitar area situ hanya terkadang masih terasa tarikan saja, yang ia tahu, ia hanya harus terus berdoa kepada tuhan agar sang anak dapat selamat dan terlahir sehat nantinya.

"Pull! One two three"

Ketiga dokter tersebut saling berpandangan untuk sesaat, mereka lega karena sungmin tak mengalami ruptur yang dapat membahayakan nyawanya dan calon bayinya.

"Omo! Kepalanya sudah terlihat!" pekik dr. Kim kibum yang sontak membuat semua yang melihat dapat bernafas sedikit lega.

Ketua dokter lee lantas tersenyum senang dibalik maskernya, ia bergerak mengeluarkan bayi merah itu setelah sebelumnya memotong tali pusar dan mengeluarkan plasenta untuk langsung diserahkan kepada dr. Jung yong hwa

Dr. Jung yong hwa lantas mendekap bayi itu dengan perasaan campur aduk.

Oek oek

Tangis pertama bayi milik kyuhyun dan sungmin yang diketahui berjenis kelamin laki laki akhirnya pecah membawa kehangatan dan kebahagiaan yang mendengarnya.

"Cepat bersihkan bayinya dan lekas jahit perut pasien"

Dr. jung yong hwa dengan segera menggendong bayi rapuh itu untuk langsung ia bersihkan dan diletakkan ke dalam inkubator.

"Dokter kesadaran pasien menurun drastis!" perawat song berkata gusar.

"Dari rekam medisnya pasien memiliki riwayat anemia!" kibum sempat mengecek riwayat kesehatan sungmin selama berada di helipad tadi.

"Cepat ambil kantung darah, segera lakukan transfusi" ketua dokter lee melanjutkan jahitannya pada perut sungmin, ia harus cepat dan tepat agar sungmin tak kehilangan banyak darah lagi, bisa fatal akibatnya.

Sementara itu dokter kibum juga sibuk mentransfusi darah ke tubuh sungmin yang ternyata menghabiskan dua kantung darah penuh membuat perawat yang lain terpaksa mengantarkan 1 kantung lagi dengan tergopoh gopoh ke kamar operasi.

.

.

.

"Omo omo omo~ya"

"Annyeong cucu kesayangan halmeoni~~"

"Cucukuuuuu~ aigoo aigoo" suara berisik itu berasal dari video call yang dilakukan kyuhyun dengan nyonya heechul dan nyonya leeteuk, eomma kandung masing masing dari kyuhyun dan sungmin.

"Aishh meoni-deul sssst baby sedang minum cucu jangan belisikk" kyuhyun mencadel cadelkan suaranya membuat heechul ingin menabok mulut kyuhyun sekarang juga aish ia jadi geli sendiri kkkk

"Ishh pelittt" heechul mencebikkan mulutnya tapi masih tersenyum senyum senang ketika bayi mungil itu merespon telunjuk kyuhyun untuk digenggam di kepalan tangan kecilnya.

Nyonya leeteuk, ibu sungmin hanya tersenyum maklum melihat tingkah ibu dan anak ini yang tidak ada habisnya membuat orang lain menggeleng geli.

"Sungmin eoddie?" kedua mata heechul sibuk menelisik ke layar handphone persegi kyuhyun.

"Istriku masih lemas pasca melahirkan eomma, dia butuh istirahat lebih lama sehabis kehilangan darah cukup banyak kemarin lusa" kyuhyun mengarahkan layar smartphone nya ke arah tempat berbaring sungmin yang masih setia dipasangkan infus.

"Aigoo padahal eomma sudah tak sabar ingin melihat cucu eomma yang tampan" heechul menunjukkan raut kecewanya.

"Sungminnie baik baik saja kan kyu?" leeteuk menyela masih merasa risau akan kesehatan sungmin yang belum sehat sempurna.

"Nde, eommonim jangan khawatir aku akan selalu menemani sungmin disini"

Leeteuk merasa puas dengan kesigapan menantunya ini, ia jadi bisa mempercayai sepenuhnya urusan kepada kyuhyun.

"Ahh Halmeoni-deul Halaboeci-deul uljimma~ eomma, appa, baby bear akan pulang sebentar lagi nde~" kyuhyun mengarahkan handphonenya kepada baby bear yang sedang menguap lucu di hadapan halmeoninya yang lantas memekik pelan tanda gemas tak jadi merajuk.

Bayinya beberapa saat lalu sudah melepas susu yang diemutnya dari botol tanda merasa sudah kenyang.

Kyuhyun lantas menggendong bayi kecilnya dengan mendekap ke bagian dadanya lalu menepuk nepuk punggungnya pelan sembari masih mengaktifkan video callnya, ia menunggu sampai baby bearnya bersendawa.

"Sudah dulu ya eomma deul, aku akan mengurus bayi besarku setelah ini"

"bye eomma cantik"

Pip

"Hah..." Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya panjang panjang setelah berhasil mengurus bayi kecilnya selama sungmin masih belum bisa beraktivitas normal.

"kajja baby, kita bangunkan eomma yeppo yang senang sekali tidur itu dan mengacuhkan kita akhir akhir ini" kyuhyun bermonolog kepada baby bear yang masih belum diputuskan akan diberi nama apa nantinya.

Ia masih ingin menunggu sungmin pulih dan berkumpul bersama keluarga besar mereka terlebih dahulu, tentu heechul tak mau mengalah ia sudah mewanti wanti kyuhyun untuk mengijinkannya turut andil memberi nama kepada baby bear kelak. Jadi mau tak mau ia harus rela berbagi nama dengan eomma cantiknya nanti kkkk

.

.

.

FIN

.

.

.

mudang: dikenal sebagai dukun tugasnya meramal nasib baik/buruk dan melakukan persembahan

yut nori: termasuk permainan tradisional korea yang biasa dimainkan saat musim gugur/musim dingin sebagai pemersatu keluarga dan sanak saudara

c-section: bedah caesar

intubasi: memasukkan suatu lubang atau pipa melalui mulut atau melalui hidung, dengan sasaran jalan nafas bagian atas atau trakhea.

Sign,

BELSHAJOY

021117