Pesan

Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto

Bagian 2 : Naruto

.

.

.

Pukul sembilan lewat tiga puluh menit, aku masih saja berkutat dengan tugas yang ku miliki. Entah kenapa akhir-akhir ini tugas yang diberikan oleh dosen berupa kelompok, waktu yang kumiliki sangat sedikit untuk sekedar mengunjungi rumah temanku dan mendiskusikannya bersama mereka, hingga kami sepakat untuk melakukan group video call tepat pukul sepuluh malam.

Tak sengaja, sebuah foto terbuka dari galeri smartphone milikku, menampakkan sosok perempuan cantik, Ino Yamanaka, mantan pacarku. Entah kenapa saat melihatnya perasaanku untuk mengerjakan tugas-tugas ini langsung hancur padahal jarum panjang sudah menunjuk pukul sembilan, padahal tugas ini akan dikumpulkan besok.

Fokus, kata-kata itu coba diulang oleh otakku, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Muncul notifikasi dari salah satu sosial mediaku menandakan bahwa Shikamaru akan memulai diskusi. Aku dengan berat hati mengangkatnya dan menunjukkan senyum palsuku dan berkata "Hai, kalian sudah siap?"

Lima belas menit telah berlalu, walau baru dimulai, dua orang temanku nampak pusing memikirkan masalah diskusi kali ini. Muncul notifikasi pesan masuk dari sosial mediaku, "Hai" itu yang aku lihat sekilas dari notifikasi itu. "Hinata? Siapa dia?" pikiranku tentang dia harus terhenti karena Shikamaru dan Shino memanggilku untuk membantu mereka melanjutkan diskusi.

Lima belas menit lagi telah berlalu, aku mengusulkan untuk istirahat makan sejenak. Pikiranku teringat akan pesan yang belum aku balas, namun perutku sudah terlanjur lapar. "Nanti saja balasnya" Pikirku.

Mengantongi smartphone, menyusuri anak tangga menuju lantai satu, membuka lemari makanan lalu menyeduh satu bungkus ramen favoritku. Sambil menunggu, kubuka smartphone, kucoba memotret ramen tersebut dan kuunggah foto tersebut ke salah satu akun media sosialku.

Tak terasa jam sudah menunjuk pukul 00.20, tugasku baru saja selesai. Rasa ngantuk menyerangku, memaksaku untuk tertidur dan mengucapkan selamat tinggal pada dunia. Namun sebelum sepenuhnya tertidur, aku teringat akan pesan yang belum terbalas.

Kududukkan diriku diatas ranjang, mengambil smartphone-ku, lalu kucari pesannya. Hanya kata "Hai" yang terpampang di depanku saat ini. "Apa dia sudah tertidur ya?" tanyaku, namun seperti yang kuharap, tak ada jawaban dari siapapun. Tanpa pikir panjang, aku hanya menulis beberapa patah kata untuk menjawabnya, hanya "Hai juga" dan "maaf, tadi aku gak sempat balas pesanmu" sudah mewakili seluruh isi hatiku.

Akupun menaruh smartphone milikku ditempatnya semula, menidurkan tubuhku lagi dan bersiap menuju alam lain, alam mimpi.

End

Pesan penulis :

GJ? Mungkin sangat! Maafkan hamba yang baru menggeluti genre ini. Terlalu pendek memang tapi itulah kekurangan hamba, tidak bisa membuat cerita berlanjut dan cerita panjang karena faktor malas dan sibuk. Akhir kata mohon beri tanggapan, baik itu kritik, saran, atau bahkan cacian dan makian. Sekian dan terimakasih

Zanan, logout