Langit seoul terlihat cerah walau hanya dengan kesendirian matahari tanpa miliaran bintang. Menerangi cakrawala menggantikan bulan tanpa pamrih.

Namun, datangnya sang mentari tidak menjadikan hati seorang jeon jungkook sama cerahnya. Kejadian semalam berhasil membuat jeon jungkook terserang insomnia mendadak. Jungkook berhasil terlelap ketika waktu menunjukan pukul 5 dan terbangun ketika cahaya matahari dengan tidak sopannya masuk pada setiap sudut ventilasi kamarnya.

Lelaki cantik itu melirik sekilas pada jam dinding yang bertengger pada salah satu sudut kamarnya. Jam menunjukan pukul 7 dan artinya pemuda manis ini hanya memiliki waktu tidur 2 jam untuk hari ini dan semua itu karena ulah si sialan kim taehyung.

Jadwal pekerjaan menuntutnya untuk beranjak dari tempat tidur miliknya, sekarang juga.

Akan tetapi, bukan karena betapa hangat kasur yang ia tiduri saat ini atau betapa lelah tubuhnya karena tidak mendapati waktu tidur yang cukup semalam sehingga menjadikan jungkook begitu gusar walau sekedar menatap keluar kamarnya.

Semua itu tak lain dan tak bukan karena ia gelisah juga gugup untuk bertemu pandang dengan taehyung.

Keadaan memaksa jungkook untuk keluar kamar. Hari ini BTS yang merupakan sebutan dari grup idol yang jungkook masuki memiliki jadwal untuk melakukan fanmeeting di gangnam pukul 10 pagi.

.

Sesampainnya di gangnam. Jungkook merutuki tentang betapa tololnya ia, karena dengan begitu bodoh terus memikirkan kejadian semalam. Mendapati fakta dimana taehyung hyungnya tidaklah beda dari biasanya. masih bangsat juga konyol seakan lupa tentang dosa yang ia perbuat semalam.

Jungkook marah tentu saja. Memikirkan tentang dirinya yang berharap bahwa setidaknya taehyung akan menjelaskan namun, kenyataannya lelaki brengsek itu hanya mendiaminya bahkan menatap pemuda cantik itupun tidak ia lakukan.

Bahkan ketika di mobil, harusnya jungkook langsung mengerti kalau taehyung tidak peduli tentang semua ini, pasalnya taehyung yang selalu mengekorinya seperti anak ayam tiba-tiba bertukar tempat dengan namjoon hyung. Leader BTS ini menduduki dirinya diantara mereka.

Bukan hanya itu, di tempat mereka melakukan fanmeeting saja taehyung lagi-lagi tidak duduk didekatnya, tidak berbicara padanya dan juga tidak menatapnya. Entah kemana semua kebiasaan yang biasa ia lakukan pada jungkook.

...

Sesaat jungkook pikir ia memang berlebihan. Taehyung hanya bertindak normal walau memang tidak seperti biasa. Masalahnya taehyung tidak akan tahan jika jungkook mendiaminya walau sehari dan sekarang malah taehyung yang sudah 3 hari ini diam seribu bahasa dan anehnya semua itu ia lakukan hanya pada jungkook, tapi bukankah semua ini hak taehyung . Apapun itu, jungkook ingin egois karena ini tentang lelaki itu. Ia frustasi karena terus memikirkan apa hyungnya itu juga memiliki perasaan yang sama sepertinya atau kelakuannya selama ini hanya bualannnya semata.

"Hyung" suara jungkook terlampau lirih untuk didengar. Nyatanya jungkook tidak tahan lagi untuk mempertahankan egonya. Memulai percakapan dengan seorang kim taehyung yang dimana selama ini begitu memanjakannya.

"hmmt" lagi-lagi taehyung hanya bergumam sebagai balasan.

jungkook berada di kamar taehyung sekarang. Jungkook terbilang jarang memasuki kamar hyungnya ini karena memang taehyunglah yang setiap hari pasti akan menyelinap masuk ke kamarnya sebagaimanapun larutnya, bahkan jika itu hanya sekedar melihat jungkook yang tengah terlelap.

" ada apa?" taehyung yang duduk di meja kerja menjadikannya membelakangi jungkook yang duduk di tepi kanan kasur miliknya.

"apa?" taehyung malah balik bertanya, namun kali ini ia sudah berhadapan dengan jungkook. Walau mata jungkook memandang sepasang kaki miliknya.

" em.., tidak., hanya saja.. kau.. belakangan ini tidak terlihat baik" apa-apaan ini,. Jungkook tak pernah habis untuk terus merutuki dirinya entah untuk kesekian kalinya ia bertanya kenapa lelaki itu mendiaminya selama ini, sehingga jungkook tahu apa ia melakukan kesalahan atau bagaimana.

"benarkah?, tapi aku baik-baik saja" taehyung kembali membelakangi jungkook dengan alasan mengerjakan sesuatu dimeja kerjanya. namun, nada suaranya menandakan bahwa lelaki itu memang baik-baik saja entah karena ia berusaha atau memang kenyataannya seperti itu.

" kenapa hyung mendiam-" perkataan jungkook terpotong karena kini giliran namjoon yang memanggil ia sudah bermaksud untuk menanyakan alasan diamnya taehyung tiga hari ini padanya.

"Taehyung ah, PD-nim memanggilmu" taehyung lekas pergi setelah itu, tanpa membalas perkataan namjoon ataupun melihat kearah jungkook.

.

Kini tinggal jungkook dan namjoon di dalam kamar taehyung. Jungkook merasa suasanannya mulai canggung karena mereka tidak berbicara sepatah katapun selama semenit. Jungkook melihat namjoon duduk dikursi yang diduduki taehyung sebelumnnya lebih tepatnya di meja belajar taehyung.

Jungkook tidak suka dengan suasana kali ini. Namjoon hyungnya memang lelaki yang dewasa dimana ia kerap kali tenang jika bersikap, namun namjoon juga hyung yang baik hati yang tau jika jungkook tipikal seseorang yang menunggu lawan bicaranya berbicara pertama. Walaupun tadi ia yang pertama bicara pada taehyung, tetap saja situasinya berbeda. Karena taehyung mungkin marah padanya.

Sedang namjoon, sekarang jungkook ragu dengan itu. karena sejak tadi hyungnya itu hanya menatapnya tanpa mengucap sepatah katapun. Jungkook ingin beranjak,akan tetapi ia takut bersikap tidak sopan pada hyungnya.

" taehyung hyung, akhir-akhir ini ia sering dipanggil keruangan PD-nim." Jungkook memulai perbincangan untuk kedua kalinya hari ini, ia memutar otak mencari cerita yang cocok untuk di bicarakan dengan namjoon hyungnya. Untunglah ia mengingat tentang taehyung karena jungkook rasa ia memilih topik yang tepat.

"apa hyung tau , kalau ini ke 7 kalinya ia dipanggil selama 3hari. Berlebihan bukan. Aku jadi penasaran" jungkook berkata lagi ketika melihat namjoon tidak kunjung menjawab. Kejadian yang langkah memang.

" Apa ia akan di debut solokan?, benar pasti karena itu. pantas saja lelaki bodoh itu tidak mau bicara denganku. Padahal aku bisa membantunya dalam vokal." Jungkook berkata lagi,seakan kebiasaannya yang malas bicara hilang entah kemana, tapi perkataan jungkook kali ini bukan karena perasaan canggung yang pemuda manis itu rasakan sebelumnya namun, karena ia memang ingin tahu. Berhubung namjoon ialah leader mereka pasti ia tahu apa yang terjadi dengan taehyung akhir-akhir ini.

"apa kau sebegitu ingin tahunya tentang taehyung?, bukankah aku juga sering dipanggil tapi kau tak pernah menanyakan sesuatu tentangku" akhirnya namjoon bicara, nada suara lelaki itu sama sekali tidak terdengar ketus walau berbanding terbalik dengan kalimatnya barusan.

"bukan, maksudku bukan begitu hyung" jungkook tak habis pikir, ia hanya mencoba mencairkan suasana tapi namjoon entah kenapa tidak bersikap sedewasa biasanya. Padahal jungkook sudah mau mengalah dengan berkata pertama. Lelaki penakut ini hanya menunduk. Kembali Melihat kelantai seperti yang selalu ia lakukan jika merasa malu, kesal ataupun takut dan jungkook merasakan ketiganya sekarang.

"astaga aku hanya bercanda jeon jungkook, maafkan aku jika berlebihan" kali ini namjoon serius mengatakannya, mata lelaki dewasa itu kembali berbinar hangat menatap adik termudanya ini. Merasa gemas melihat jungkook yang selalu salah tingkah bila itu tentang taehyung.

.

Tentu saja semua member sadar tentang perasaan jungkook. Adik kecil mereka itu terlalu transparan bila bersangkutan dengan perasaannya. Ia begitu polos layaknya kertas yang tiap lembarnya hanya tertuliskan kisah hidup para hyungnya. Mereka memaklumi itu, jungkook terlalu muda ketika mengawali kariernya sehingga yang dilakukan bocah itu hanya meniru.

Dimana kemudian taehyung berbeda. ia datang memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata kasih sayang sebagaimana yang biasa di berikan hyungnya yang lain.

Taehyung mengajarkan jungkook sebuah kebebasan, kebebasan untuk menunjukkan dirinya yang sebenarnya. akan tetapi, bukan itu yang menjadikan seorang introvert sepertinya kemudian dapat berani untuk percaya karena bersamaan dengan semua itu lelaki tampan itu juga menjajikan perlindungan yang ia pancarkan dari kedua mata elangnya yang tajam. Menjadikan jungkook yakin bahwa apapun itu , ia tak akan pernah lagi merasa sulit jika taehyung bersamanya.

Dan karena kepolosan itu jungkook hanya menjadi bodoh, karena anak TK pun mungkin bisa tahu bahwa tatapan yang taehyung tunjukan padanya bukanlah tatapan seseorang untuk adiknya, manusia siapa yang menatap seorang adik dengan tatapan penuh afeksi. Berlebihan bukan. Yah, mereka bedua.

Namjoon menghentikan tawa kecilnya, yang disebabkan kegemasannya pada jungkook. Lelaki itu kembali menunjukkan keseriusannya, ia bermaksud mengatakan sesuatu pada adiknya ini juga perlu tahu akan hal itu sekarang. Walau mungkin perkataannya ini akan membuat taehyung marah.

" jungkook ah, aku akan mengatakan sesuatu padamu, tapi janji jangan katakan pada taehyung Kalau aku yang memberitahukannya. Habisnya aku sudah tidak tahan. Bagaimana?"

"iya, aku janji"

.

.

.

Bohong jika taehyung bilang ia baik-baik saja. Tiga hari ia mendiami adik kesayangannya hingga membuatnya nyaris hampir gila. Taehyung terlanjur frustasi mendapati semua masalah yang ditunjukan padanya. Dan malam itu ia menjadikan jungkook sebagai pelampiasan, sehingga mana berani lelaki itu menyapa pemuda manisnya ketika malam itu ia hanya bisa mengucap maaf.

Taehyung bingung, ia tidak dapat memberitahukan yang terjadi padanya sekarang pada jungkook. Namun, taehyung juga tidak bisa terus-terusan diam seperti ini. Mana tahan dia melihat lelaki cantik itu baru saja megajaknya berbicara dengan tingkah layaknya kelinci yang minta dielus. Padahal taehyung harusnya malu karena jungkook masih mengkhawatirkan lelaki brengsek sepertinya.

Hari ini panggilan ke tujuh sejak malam itu, taehyung tahu bahwa ia harus bersikap dewasa. Bukan membohongi dirinya sendiri seperti sekarang, kali ini ia tidak akan menyesal, walau takut jika jungkook tersakiti. Namun taehyung akan egois, karena mendiami jungkook tidak ada bedanya dengan kehilangan oksigen.

Jungkook menjadi porosnya entah sejak kapan. Ketika taehyung hanya butuh tawa bahkan omelan jungkook untuk obat dari segala masalahnya. Jika jungkook adalah zat adiktif maka taehyung akan menjadi pecandu yang mati karena overdosis.

Karena bagi taehyung, jungkook adalah habitnya.

.

CEO yang memanggilnya hanya mengatakan hal yang sama berulang-ulang, tapi kali ini dibumbui dengan sebuah ancaman. Taehyung terlanjur putus asa untuk sekedar mendengar ocehan itu. Ia akan tetap pada pendirian awal. Menghentikan segala kebohongan ini dan berlari bertemu jungkook.

Lelaki tampan ini berjalan pelan menuju kamarnya berharap lelaki manisnya masih menunggu disana walau taehyung tahu bahwa ia semakin keterlaluan. Menunggu seseorang yang baru saja ia tidak hiraukan bicara. Brengsek bukan.

Taehyung terkejut. Mendapati jungkook masih berada ditempatnya duduk 15 menit yang lalu, jelasnya lelaki cantik itu masih dikamar taehyung namun ia tidak sendirian karena taehyung melihat namjoon yang baru saja akan beranjak pergi dari sana.

Taehyung tidak suka suasananya. Melihat jungkook memasang mimik yang sulit ditebak menjadikan lelaki ini ingin marah. Pasalnya adik kesayangannya itu nyatanya hanya lelaki polos yang mudah ditebak, akan tetapi kali ini taehyung bahkan tidak tahu jungkook sedang kesal atau bagaimana. Karena ia hanya diam tanpa menatap taehyung.

"apa yang kalian lakukan?" taehyung terlihat sangat menakutkan. Bahkan ia sama sekali tidak menambakan embel-embel hyung seperti biasa bersamaan dengan namjoon yang menghentikan langkahnya disamping taehyung. Lebih tepatnya dipintu kamar taehyung.

"apa lagi, berbincang tentu saja. Dan sekarang kami sudah selesai" nada suara namjoon terdengar menantang namun jujur. Lagi-lagi bukan itu fokus taehyung sekarang tapi pemuda di depannya yang terlihat semakin menunduk.

"kau tau apa yang paling kubenci, hyung" taehyung berkata lemas. Ia tak ingin berburuk sangka namun mau bagaimana lagi lelaki itu satu-satunya member yang tahu masalahnya. Akan tetapi taehyung juga tahu bahwa namjoon ialah lelaki baik yang selalu bersikap dewasa karena itu ia tak ingin menuduh.

"tidak mengganggu privasimu, bukan. Yah aku tahu" namjoon berkata mantap sebelum kemudian beranjak meninggalkan kedua insan itu disana.

.

Taehyung menghampiri jungkook di kasur miliknya. Menduduki dirinya tepat disamping lelaki memutuskan tidak melanjuti perihal tadi karena Mendapati pundak jungkook yang bergetar. Taehyung berfikir mungkin lelaki cantiknya itu katakutan.

"hey" taehyung menyapa. Begitu lembut nada suara itu terdengar, saking halusnya suara taehyung hingga membuat jungkook merinding.

"pasti sangat marahkan. Maafkan aku karena brengsek" taehyung berkata lagi, ia tahu jungkook tidak akan menjawab jika sudah tertuduk seperti ini. Lelaki itu sedang menyembunyikan sesuatu setidaknya itulah yang taehyung pikirkan sekarang.

"jika masih boleh merindu, aku merindukan omelan seorang jeon jungkook bahkan tinjunya." Taehyung sadar bahwa ia pantas didiami namun melihat lelaki itu terus menunduk hanya menjadikan taehyung semakin gila karena menjadi lebih sialan.

"dan apabila boleh membenci" taehyung melanjutkan ucapannya sambil mengangkat pelan dagu jungkook menghadapnya. " aku tidak menyukai kau yang diam karena itu hanya akan membuatku menjadi tak waras"

Seakan jantung mereka tengah memainkan sebuah lagu yang mengiringi situasi saat ini. Jungkook masih tidak menjawab. Lelaki itu hanya memandang mata menawan didepannya. Sepasang mata yang selalu dipujanya, namun jungkook tahu bahwa pergi dari tempat ini adalah hal paling tepat yang harus dilakukannya sekarang.

...

maaf yah...

aku mau bilang kalau sebenarnya aku udah mau berhenti di dunia per ff an ini. makanya akhir-akhir ini aku diserang dilema teramat panjang. akhirnya aku pikir harusnya aku ngucapin selamat tinggal dulu baru bener pisahnya. so, aku lagi siapin ff terakhir bentuk oneshoot untuk terakhir kali mungkin untuk semuanya. karena itu, tadinya aku mau upload barengan ama habit. hanya saja, berhubung ternyata habit saja kejelasan tamatnya nggak ada. makanya aku post aja sekarang dan belum tentu aku lanjutin. namun ff untuk ucapin selamat tinggal yang aku siapin tetap aku usahain pasti aku post.

wahh panjang yah penjelasannya. pokoknya untuk semuanya terimaksih dan maaf yahh...