Title : Love You Forever

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : TaoRis/KrisTao (main pair)

Genre : Romance, drama, little humor, and adventure maybe ^^

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Percayakah pada kata 'cinta sejati'? Mungkin kau tidak akan percaya. Namun, ini benar terjadi. Wu Yi Fan dan Huang Zi Tao. Keduanya adalah ahli sejarah, juga peneliti sejarah. Keduanya berkompetensi menemukan makam dari kisah yang ditulis di buku perpustakaan di Kota terlarang di China. Keduanya terlibat cinta layaknya cinta di cerita itu. IT'S YAOI! KRISTAO/TAORIS IS HERE! DON'T LIKE DON'T READ!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note :

Ini sebenarnya fanfic remake dari Romeo and Romeo from Chinese, tp d rubah lgi ^^

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

Tao sedang terkikik senang karena dia sudah mendahului Kris.

Tao terlihat masuk ke sebuah restoran yang agak sepi dan mulai memesan makanan, juga ingin membaca buku itu dengan tenang. Setelah tahu informasinya, dia akan segera membongkar dimana tempat dimakamnya, dan akan segera menyelesaikan semuanya.

"Aman….hihihi" bisik Tao. Tao langsung duduk disebuah tempat yang sedikit pojok, dan sedikit tertutup agar Kris tidak bisa menemukannya.

Setelah memesan makanan, Tao langsung membuka buku itu. Tao membulatkan mulutnya. Buku ini…waw…hebat!

Tak lama, choco cake dan strawberry milk pesanan Tao datang. Tao mengangguk pelan dan kembali melanjutkan membaca bukunya.

Romeo and Romeo from Chinase.

Bercerita di masa dinasti Ying. Mencaritakan seorang pangeran bernama Liu Yin Feng. Yin Feng adalah seorang pangeran yang menutup diri di masanya.

Dia bertemu oleh Xiao Ha Xu. Ha Xu seorang anak pedagang yang berderajat biasa saja.

Keduanya bertemu dalam sebuah kisah Tuhan yang paling indah. Sang pangeran tak sengaja bertemu dengannya ketika akan membeli sebuah barang antik.

YinFeng jatuh cinta pada sosok mungil HaXu, HaXu pun begitu.

Namun Tuhan, memberikan mereka rintangan. Keluarga sang pangeran tak menyetujui keputusan sang pangeran. Menurut cerita, sang pangeran akan dinikahkan dengan seorang gadis dari anak teman baik sang raja yang dikenal sebagai ayah dari LiuYinFeng.

Namun, YinFeng dengan keras dan tegas menolak pernikahan ini. Dengan alasan, dia mencintai HaXu, dan akan terus begitu.

Keduanya kabur menuju sebuah hutan yang jauh didataran China. Menurut kabar, keduanya kabur menuju sebuah gunung yang ada di hutan itu.

Sampai sekarang, banyak tim yang gagal untuk membongkarnya karena banyak sekali rintangan.

Dan, menurut penerjemah tulisan China kuno, hutan itu ada di desa LouXian.

Tao tersenyum riang.

"Tapi tunggu, bukankah dibukunya yang dulu diceritakan kalau mereka bertemu di hutan karena si Ha Xu ini memetik jamur? Kenapa berbeda sekali? Ya sudahlah lupakan, dia sudah menemukannya! tinggal pergi, dan menggali makam mereka!

Tao tersenyum riang. Tao mengambil ponsel miliknya dan langsung saja mengirimi Chanyeol pesan kalau mereka akan pergi ke desa Lou Xian besok. Tao begitu semangat sampai tidak memikirkan Chanyeol yang mungkin baru saja ingin berkeliling Kota terlarang yang terkenal keindahannya.

"Disini kau rupanya kantung mata." Ucap sebuah suara. Tao mempoutkan bibirnya kenal suara itu.

"Apa maumu wajah tua?" tanya Tao sinis yang menyimpan buku itu. Ternyata sosok itu adalah Kris, rekan kerjanya yang menurut Tao sangat menyebalkan.

"Hey bocah kantung mata, aku yang harusnya mendapatkan buku itu. Aku mencari informasi buku itu di Internet." Ucap Kris kesal. Kris duduk dihadapan Tao dan menatap tajam Tao. Tao menikmati makanannya dengan santai.

"Hey wajah tua jelek, aku yang lebih dulu mencari buku ini. Aku mendapatkannya dari salah satu keluarga pemilik toko itu di perpustakaan yang ada di kotaku dulu. Jadi, aku yang pertama kali mendapatkannya." Balas Tao sengit.

"Kau.."

"Apa?" tanya Tao jutek. Kris mengurut dahinya. Dasar keras kepala.

"Kita ini rekan, kantung mata. Kita harus bekerja sama." Ucap Kris sambil berusaha menahan kekesalannya pada si bocah ini.

"Lalu? Kau mau aku seperti apa?" tanya Tao lagi yang mempoutkan bibirnya.

Kris begitu menahan hasrat ingin memarahi bocah didepannya ini. Tapi hei, ini ditempat umum. Dan kata Baekhyun, Kris harus menjaga citra gentleman dan dingin yang memang melekat pada wajah Kris yang berkharisma.

Bisa luntur image kerennya gara-gara bocah ini.

"Walau kau tak menyukaiku, paling tidak kita harus bekerja sama, bocah. Kita disatukan dengan perusahaan karena mengejar hal yang sama." Ucap Kris. Tao diam. Berpikir, mungkin.

Betul katanya, mereka disatukan karena mengejar hal yang sama. Melakukan dan membongkar misteri ini.

Tapi tetap saja! Hasrat ingin membongkar ini sendiri begitu kental dari diri Tao sendiri.

Tao berpendapat, kalau mereka disatukan, yang ada malah tidak akan selesai pekerjaan ini. Pasti mereka akan banyak beragumen.

Mungkin saja, iya kan?!

Tapi…tapi…Tao tidak mau menyusahkan Chanyeol secara berlebihan. Tao tahu sekali, dia sudah banyak menyusahkan Chanyeol. Manejer sekaligus orang yang di anggap kakak bagi Tao pasti suka memijat pelipisnya karena menghadapi tingkah Tao.

Sepertinya lebih baik begitu. Mungkin mereka bisa bekerja sama.

Uh huh~! no! Tao punya rencana lain, kali ini bukan wajahnya yang menyeringai. Tetapi innernya yang menyeringai.

Lebih baik, Tao berusaha bersikap ramah. Tapi tetap, Tao yang akan memecahkannya sendirian!

"Baiklah, aku mengerti." Ucap Tao yang menarik nafas dalam, lalu membuangnya perlahan.

.

.

.

.

.

"Ppalli hyung~! Kau lama sekali~!" rengek Tao yang sudah bersiap dengan ransel dan koper miliknya. Tao menggunakan pakaian casual yang terkesan santai sekali.

Mereka akan berangkat ke desa Lou Xian pagi ini, jam 06:17 AM waktu setempat. Chanyeol kembali menggerutu karena harus kekurangan tidur lagi. tapi, Chanyeol tidak bisa marah pada Tao, karena dia menganggap Tao adalah adiknya.

Mereka ternyata disiapkan sebuah mobil jenis APV yang cukup besar. Kebetulan, Baekhyun tahu arah ke desa itu karena dia selalu ke sana 3 tahun sekali untuk melakukan pemotretan alam. tapi, dia tidak akan lama biasanya didesa itu. paling hanya 2 hari, lalu kembali ke Beijing, dan pulang lagi ke Korea.

Dan Chanyeol tadi dikirim pesan semalam oleh atasan mereka, kalau ada sebuah villa yang dibeli online dengan perusahaan Tao, jadilah mereka bisa menginap disana sebelum memulai.

Villa itu ada didaerah dekat hutan, tempatnya dekat hutan.

"Ne Tao, kau bersabarlah." Ucap Chanyeol.

Setelah memastikan semuanya sudah selesai dan sudah memasukkan barang-barang, mereka langsung berangkat.

Chanyeol menyetir, Baekhyun menunjuk dan membaca peta, Tao dan Kris dibelakang mereka.

Perjalanan begitu menyenangkan. Dipenuhi oleh candaan tawa, dan tentu saja penuh oleh gelak tawa mereka semua, kecuali Kris yang sepertinya tidak mau melepas topeng stoicnya.

Perjalanan menuju desa Lou Xian bisa dibilang cukup jauh. Mungkin, jam 17:00 PM waktu setempat, mereka baru akan sampai.

Tanpa diduga, hujan mulai melanda. Tao mempoutkan bibirnya.

"Sepertinya akan dingin." Ucap Tao. Tao menyamankan posisinya, dan pandangannya mulai tertuju pada pemandangan diluar.

Kris mengambil selimut yang tak terlalu tebal yang ada di jok paling belakang, tapi nyaman. Kris memakaikannya pada Tao.

"Kau akan demam kalau memang kedinginan." Ucap Kris cuek lalu mengenakan kacamata, dan memasang earphonenya dan bersandar dengan nyaman.

Tao menatap Kris dan matanya berkedip sesekali. Tao mengangguk perlahan dan kembali menyamankan posisinya.

"Xie xie." Ucap Tao lalu mulai memejamkan matanya. Kris melirik sambil tersenyum dan memejamkan matanya sambil bersantai.

Baekhyun tersenyum kecil melihat tingkah mereka.

.

.

Hujan semakin deras, dan mereka kini sudah ada didaerah hutan. Chanyeol tak mau mengambil resiko, karenanya Chanyeol memilih untuk tak terlalu ngebut.

Chanyeol menghentikan mobilnya sebentar karena Baekhyun menyuruhnya berhenti sebentar.

"Kenapa berhenti Baek?" tanya Chanyeol. Baekhyun membuka peta, dan ponselnya.

"Sebentar, aku harus mengecek daerah yang ini. Aku yakin ada tanda papan disini. aku juga harus mengecek peta dan GPS." Ucap Baekhyun. Chanyeol mengangguk mengerti.

Sambil menunggu, Chanyeol merenggangkan ototnya yang tegang. Matanya melirik kebelakang. Melihat Tao.

Tao tertidur nyenyak. Bagi Chanyeol, Tao adalah sosok adik yang harus dijaga olehnya. Maksud Chanyeol, Tao terlalu polos untuk hal cinta. Kehilangan barang saja dia akan menangis.

Tidak, Chanyeol tidak menginginkan Tao sebagai pacarnya, tetapi Chanyeol hanya merasa menjadi seorang kakak bila berdekatan dengan Tao.

Lagipula…

Mata Chanyeol melirik Baekhyun, dan kini dia tersenyum.

Dia sudah mendapatkan orang yang dia sukai dan menarik perhatiannya.

.

.

.

.

.

Desa itu begitu indah. Pemandangan asri, dikelilingi hutan, aroma daun yang dipenuhi dengan butiran air, aroma tanah yang dibasahi oleh air hujan membuat pemandangan semakin asri.

Tao tidak berhenti dan terus merekam suasanya. Indah, lembut, tentram, desa itu memang terkenal desa yang sedikit jauh.

Chanyeol segera membawa mereka menuju tempat mereka beristirahat malam ini.

Kris terlihat sedang sibuk dengan ponselnya.

"Ah! Tempat ini indah sekali!" ucap Tao yang riang. Tao begitu merindukan aroma khas sebuah tempat asri. Dan Tao dapatkan tempat itu. asri, hijau, segar, indah.

Rintik hujan yang tipis masih sesekali turun dan semakin menemani sang hawa dingin agar semakin dingin.

Mobil itu berhenti disebuah rumah yang tidak terlalu besar, namun berdesain modern-kuno.

Tao segera turun dan menatap sekelilingnya. Tao menghirup aromanya. Chanyeol, Baekhyun dan Kris hanya tersenyum menatap tingkah Tao.

"Selamat datang." Sapa sebuah suara. Mereka melihat seorang pria berwajah ramah yang sepertinya wajahnya sudah termakan umurnya. Namun, garis keramahan dan kebaikan hatinya masih terlalu kuat terlukis diwajah lembut itu.

"Ah, xie xie." Ucap Tao. pria itu tersenyum.

"Kami cemas Karena hujan. Kami pikir, kalian akan terlambat. Anakku sedang membantu istriku memasakkan kalian makanan, silahkan masuk." Ucap pria itu. semuanya mengangguk dan mengambil koper masing-masing untuk dibawa kerumah itu.

Sungguh luar biasa! Arsitektur yang detil dan dibangun oleh ketelitian yang luar biasa. Rumah itu tidak sepenuhnya dibuat dengan dinding beton. Lihat saja ruang tengah, dan ruang tamu. Tidak terbuat dari beton. Terbuat oleh serat kayu yang rapi sekali.

"Rumah ini memang terlihat kuno. Aku harap, kalian menyukai pekerjaan tukang kayu Yian dan diriku untuk mengerjakan ruang tamu dan ruang tengah." Ucap tuan bernama Feng, tuan yang memandu mereka.

Kris tersenyum.

"Pekerjaan kalian bagus sekali, tuan Feng." Puji Kris. Feng tersenyum.

Mereka diberi kamar masing-masing yang berdekatan. Kamar-kamar mereka bahkan bercampur dengan beton dan kayu. Kris benar-benar harus memuji pekerjaan tuan Parker Feng ini. Pekerjaannya rapi, detil dan sungguh luar biasa.

Kamar Kris berbentuk bujur sangkar, dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Ada sebuah tempat tidur yang terlihat empuk. Ukuran queen size. Bedcover milik Kris berwarna biru donker. Ruangan itu berwarna cream. Ada sebuah jendela besar berbentuk lingkaran yang terbuat dari kayu yang halus sekali. Kris bisa lihat, itu tidak diberi cat pelapis apapun. Wangi kayu alaminya masih terasa.

Lantainya adalah lantai kayu yang berpelitur halus. Ada sebuah lemari, dan didekat lemari ada sebuah kamar mandi.

"Baiklah, silahkan beristirahat. Makan malam akan segera kami siapkan, tuan-tuan." Ucap Feng dan berlalu pergi. Kris mengamati ruangan ini. Dinding beton berwarna cream, dengan lantai kayu, dan juga jendela lingkaran sempurna yang terbuat dari kayu.

Kris mendekati jendela itu dan meneliti pelitur kayunya. Halus sekali.

Mata Kris terbelak seketika. Segera saja tangannya mengikuti pola lingkaran jendela itu.

"He..hei. mana potongan lingkarannya?!" Kris sedikit kaget. Potongan kayunya terlalu rapi.

Kris memperhatikan lantai kayunya. Lantainyapun menyatu satu sama lain, rapi…ini terlalu sempurna! Pekerjaan Feng terlalu sempurna!

"Gila…" bisiknya. Kris memasuki kamar mandi dan langsung melakukan apa yang diinginkan setiap manusia ketika lelah dan merasa tubuh mereka kotor, mandi.

.

.

.

Kris menikmati makan malam bersama teman-temannya. Masakan nyonya Parker Liu begitu hebat. Tao bahkan makan dengan lahap. Bukan apa-apa. Tao bilang, dia begitu merindukan masakan China. Dia sudah lama tidak kembali ke Shangdo Xiangdo. Dia juga merindukan masakan China. Masakan China di Kanada tidak seenak aslinya di China.

"Sabar Tao, habiskan dulu yang dimulutmu, baru kau tambah lagi." ucap Chanyeol yang ketakutan melihat cara makan Tao. Tao hanya tersenyum polos dengan mulutnya yang mengembung.

"Hyungf, ahu hahen hehali mahanan Hina, hung." Ucap Tao yang tidak jelas. Chanyeol mendeathglare Tao. suasananya mencair dan dipenuhi gelak tawa. Tao segera menelan makanannya dan memakan lagi. "AKu kangen sekali makanan China hyung." Ucap Tao yang memperbaiki ucapannya. Chanyeol menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tao yang kekanakkan menurutnya.

"Kau ini lapar atau karena ingin makan, Tao?" tanya Chanyeol ketika Tao hendak memasukkan sepotong daging asap.

"Tentu saja keduanya." Ucap Tao singkat. Chanyeol menggeleng.

Kris makan dengan tenang, dan tidak sebanyak Tao.

"Hei, bagaimana? Apa kalian akan mulai meneliti besok?" tanya Baekhyun. Tao mengangguk.

"Aku sudah membaca bukunya tadi. Makam mereka diperkirakan ada di hutan ini." Ucap Tao.

"Jadi?"

"Aku akan mulai bekerja besok."

.

.

.

.

TBC

.

.

Nyehehhehe, otte? ^^

Please give your review ^^

Please no flame, no bash and of course please no Silent readers ^^