Title : Pet Sitter

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : M

Pairing : EXO COUPLE (official couple, not crack pair)

Genre : Romance, Drama and Humor

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Apa jadinya kalau kau yang bekerja sebagai penitipan peliharaan 'bermain' bersama peliharaan? Let's check it out! IT'S YAOI! KRISTAO, KAISOO, HUNHAN, SULAY, CHENMIN AND BAEKYEOL IS HERE!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

GYAAA~!

Annyeong annyeong~ saya disini dengan iringan lagu History XD *pletak*.

Okay, saya update berusaha secepat mungkin krn aknn bnyk urusan ^^

Semoga NC kali ini bisa memuaskan, ne XD *plakk

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

Namja bernama Kim Jongdae itu nampak sedang berjalan-jalan menuju kamar costumernya. Kamar nomor 88.

Jongdae bisa dikatakan seorang namja yang bekerja cukup keras. Karena, dia ingin jalan-jalan keluar Negeri dengan uangnya sendiri. Well, bisa dibilang dia sebenarnya ingin pergi ke L.A. dia ingin menonton konser music, tapi dengan uangnya.

Sebentar lagi, tabungannya cukup untuk berlibur disana sendirian selama seminggu disana! Ayolah! Jongdae a.k.a Chen ini tergiur dengan uang yang ditawarkan dengan costumernya.

Maksudnya, adakah yang mau membayarnya sebagus ini untuk perjam? Kalau dihitung untuk menjaga peliharaannya selama 3 hari disini, sama saja gajinya selama dia bekerja. Bahkan lebih!

Tadi, Chen sempat pulang untuk mengambil pakaiannya. Dia tidak mau menginap tanpa membawa pakaian, kan? Hell no.

Jongdae menatap pintu kamar nomor 88 ini. Sebuah kunci password. Dia sudah diberitahu tadi apa passwordnya.

Namun, sekelebat bisikkan masuk ke pikirannya.

"Siapa orang yang mau membayarku sedemikian mahal? Apa tujuannya? Hewan apa yang akan aku asuh?" bisik Jongdae. Jujur, dia sedikit curiga.

Bukankah mencurigakan? Bayaran maksimal perjam untuk seorang pet sitter tidak semahal ini! Ada yang aneh..

Chen melirik sekitar. Sepi…

"Aish, apa yang kau pikirkan Kim Jongdae? Ini pekerjaan sampinganmu. Ayolah. Setelah mengasuhnya untuk 3 hari, kau bisa pulang dengan uang ditanganmu, dan jalan-jalan ke L.A!" Chen menyemangati dirinya sendiri.

Setelah memasukkan keywordnya, Chen langsung membuka pintu itu dan langsung masuk ke dalamnya. Chen juga langsung menutup pintu.

Jujur, desain ruangan ini begitu mewah dan sangat classy.

"Hey, bukankah…ini..Taeyon…? HAH?! Penyanyi terkenal itu?!" Chen membulatkan matanya. Tidak percaya.

Kim Taeyon. Siapa yang tak mengenalnya. Seorang yeoja cantik yang terkenal dengan suaranya yang indah.

Lagu-lagunya begitu terkenal. Bahkan, lagu-lagu OST drama Korea yang menggunakan lagunya cukup laku.

Bahkan, katanya dia juga akan membawa lagu untuk OST drama di Paris. Bukankah sangat hebat?

Chen menatap sekitar. Sepi sekali?

Chen mendekati sebuah pesan yang ada di ruang tamu itu.

Nikmatilah, semoga menyenangkan^^

Chen semakin curiga. Ada yang aneh dengan pesan ini. Chen duduk sebentar di ruangan itu. Matanya menatap sekitar, setiap sudut.

Mungkin kalau kamera CCTV wajar. Dia artis, kan? Chen lihat kameranya tidak hidup. Kenapa ini?

"Ais! Apa yang kau lakukan, Kim Jongdae?! Kenapa melamun, cepat rawat peliharaannya!" ucap Chen lalu langsung berlari menuju sebuah kamar yang ada di ponselnya.

Setelah sampai, Chen membuka pintu itu. dan terkejut dengan apa yang ada disana.

Sebuah kamar berwarna putih, dengan tempat tidur berkelambu yang tirainya terbang kecil ditiup angin yang masuk ke jendela itu.

Bukan itu yang membuat Chen panic dan terkejut melihat kamar itu!

Tapi lihat dindingnya!

Di dinding kamar itu dipenuhi dengan..sek toys dan berbagai macam alat BDSM lainnya.

Demi Tuhan! Apa itu Vibrator? Dan..OH GOD! Apakah itu alat penyedot susu?! Dan…asjsshdbd!

"Ahh..~"

Chen merasakan bulu kuduknya berdiri. Su..suara siapa itu?

"Ahhh~ ooohh~~ ah..ah.." desahan itu semakin menjadi. Chen meneguk liurnya. Desahan yang sexy… ya! Kenapa miliknya..bangun? YA!

"Oh..sitter..help me..~ aaahh~" suara desahan lagi. Chen mengambil ponselnya dan membawa pesan terdahulu yang dikirim costumernya itu.

Peliharaanku itu Chipmunk berwarna kemerahan. Semoga kau menyukainya~ namanya Xiumin~

Chen menatap tempat tidur itu. Tirai itu terbuka dan menampakkan sosok namja berwajah chubby, bertubuh mungil dan berambut kemerahan.

Kemerahan?

Namja itu terlihat…tersiksa! Bagaimana tidak! Kedua tangannya diborgol dan diikat diatas kepalanya. Kejantanan namja itu terlihat mengacung dan kemerahan. Dikepala juniornya terdapat cock ring, sedangkan di lubang namja itu terlihat vibrator.

Chen segera mendekati namja itu, bermaksud menolongnya.

"E..eottokhe?.." bisik Chen yang bingung. Chen punya ide. Chen langsung mencabut cock ring itu dan..

CROOOTTT….

Cairan itu keluar dengan deras, bahkan sedikit mengenai wajah Chen. Sial! Kenapa miliknya terasa membesar.

"Ah..nikmat..oh.." bisik namja manis dengan pipi chubby itu. Dilubangnya, masih ada vibrator yang bergetar hebat.

Chen mematikan vibrator itu dan melepasnya secara perlahan. Chen sedikit meneguk liur karena lubang itu menutup dengan sangat rapat ketika sex toys itu berhasil dicabut.

Namja itu terengah-engah. Letih dan lemah, juga menggoda iman.

Chen mengambil sepasang jepit kecil dan melepas borgol pada tangan namja itu. namja itu bergelung sedikit, antara lega karena sudah selesai, dan lega karena tidak diborgol lagi.

"Kau, kenapa kau bisa kau seperti ini?" tanya Chen berusaha mengatur nafas. Namja itu masih tiduran. Matanya menatap nakal Chen. Pandangannya berhenti pada selangkangan Chen yang menonjol. Seringai kecil terbentuk di wajahnya yang manis.

"Kau…sudah berdiri ya..?" tanya namja itu dengan suara pelan yang menggoda. Chen meneguk liur.

Namja itu bangun dan berjalan mendekati Chen, lalu menariknya ke tempat tidur itu. namja itu berbisik nakal.

"Namaku Xiumin..ayo Sitter tampan, kita bermain. Mainanku banyak dikamar ini.." bisiknya. Chen mengendus aroma mulutnya. Alcohol..dan ekstasi..

Namja itu menyentuh selangkangan Chen dan menggenggamnya lembut, dan juga menggesekknya.

"Ah~" desahan Chen meluncur merdu ketika tangan mungil itu bermain disana.

Namja mungil itu mulai melepaskan pakaian Chen, dan melepaskan celana Chen.

"Baiklah, Chipmunk kecil, kau mau main dengan sitter? Oke." Bisik Chen. Chen langsung melepaskan underwearnya dan membuang pakaiannya.

Xiumin terlentang pasrah dan sedikit menggeliat kecil.

Chen mengangkat tubuh Xiumin dan membuatnya berlutut, namun juga memperlihatkan hole miliknya. Kedua tangannya diikat dengan sesuatu yang lembut dan digantung pada langit-langit tempat tidurnya. Tirai-tirai penutu it uterus berterbangan.

Chen juga menahan kedua tangan itu.

"Kita lihat, apakah kau akan tahan bermain sebentar denganku, namaku Jongdae." Ucap Chen.

Namja itu menatap dengan lemah, kedua pipinya bersemu manis.

"Ah~ jangan begini~ aaahh`" namja itu mendesah tidak nyaman. Chen semakin yakin, selain alcohol dan ekstasi, namja ini juga dipengaruhi obat perangsang.

Chen memulai aksi bermainnya.

Chen mulai membelai lembut dan menggoda kedua tangan itu. namja itu mengigit bibirnya untuk menahan desahannya. Chen menyeringai. Tangan Chen mulai mengusap paha dan bokong Xiumin perlahan.

"A..ah.." desahan pelan mengalir dari bibir Xiumin. Chen menyeringai.

Tangan Chen mulai menggaruk kecil kejantanan itu.

"Ah~ tidak~ aaah~ oh~"

Croot..croot..

Klimaks, namun tidak banyak.

"Wah, chipmunk kecil, kau harus dihukum. Kau tidak boleh klimaks sebelum aku. Dasar nakal." Ucap Chen dengan nada yang terdengar erotis. Xiumin menatap sayu Chen.

"Oh sitter, masukkan saja penismu itu, aku sudah tidak tahan~" ucapan vulgar itu berhasil membuat Chen semakin tegang, namun bukan Chen namanya kalau dia tidak bisa menghukum makhluk manis ini.

"Sabar manis, kau harus dihukum." Bisik Chen. Chen menatap cambuk kecil yang ada di dekat tempat tidur itu. Chen mengambilnya dan mulai menyeringai. Xiumin menatap cemas.

"Oh sitter, ja-"

Plak..!

Cambuk iu mencambuk kecil hole milik Xiumin.

"Ah~ ti..tidak~ aaaahh~!" desahan Xiumin mengalir lembut dan menyenangkan. Wajahnya merona semakin parah. Chen menyeringai.

Chen mendekati nipple itu dan menjilatnya sedikit lalu..

Plak..!

Cambuk kecil itu mencambuk kecil nipple milik Xiumin. Xiumin semakin pasrah.

"Oh~ sitter, aku mohon. Berhenti, aaahh~" desahan it uterus menemani ucapan namja bernama Xiumin itu. Chen menyeringai.

Cambuk kecil itu mendekati kesejatian milik Xiumin dan..

Plakk!

"AHHH!"

Croot..!

Kembali, namja itu klimaks. Seringai senang kembali menghiasi wajah namja tampan bernama Chen itu.

Setelah puas, Chen melepaskan ikatan pada tangan dan kaki namja itu. namja itu langsung dibaringkan dengan Chen. Namja bernama Xiumin itu masih menikmati sisa kenikmatannya.

Chen menatap satu sex toys lagi lalu menyeringai. Xiumin menatap kaget dan takut, namun tak bisa berbuat apa-apa karena sudah lemah.

Chen meletakkan kedua benda itu pada dada Xiumin dan menyalakannya dengan kekuatan yang penuh.

"AAAAAAAHHHH~! OH! AAAAHHH~!" Xiumin mendesah kuat tatkala alat penyedot susu itu menyedot dadanya dengan kuat berusaha untuk menyedot air susu dari Xiumin, namun tidak ada.

Rasanya sakit, namun sangat nikmat. Xiumin sampai menggelengkan kepalanya dengan liar karena merasakan kenikmatan yang menurutnya sangat nikmat ini.

Chen mengangkat kaki Xiumin dan meletakkannya pada bahunya. Chen langsung saja memasukkan miliknya pada hole Xiumin.

"Ah~ SO BIG~ aaahh~ aaah~ nikmat sekali..oh~" desahan Xiumin mengalun merdu. Chen memejamkan matanya dan mengadah ke atas. Chen mengigit bibirnya sediki. Ugh, sempit sekali. Rasanya sungguh nikmat!

Chen mulai bergerak pelan. Aah! Sangat nikmat! Lubang sempit yang sangat nikmat!

Chen semakin brutal menyodok lubang itu.

Xiumin dilanda kenikmatan dan dilanda kesakitan yang tak terlalu parah. Dadanya terlalu kuat dihisap.

"Sitter~ ahh~ help me~ lepas benda ini~ ooh,~~ aaah~ ah ah ah~" desahan Xiumin benar-benar nikmat!

Chen segera melepaskan benda itu dan membuangnya kesembarang arah. Akibatnya, dada Xiumin menjadi agak gemuk karena membengkak.

Chen segera melumat dan mengulumi nipple Xiumin secara bergantian. Rasanya begitu nikmat.

Chen dengan kasar terus menghujani lubang itu dengan kuat, junior Xiumin terlihat semakin membengkak.

"Ah~ KIM JONGDAE~!"

"XIUMIN~!"

CROOOOTT!

CROOOOOTTT!

Keduanya klimaks secara bersamaan.

Xiumin langsung merasa lelah sekali.

Chen menatap namja itu.

"Kau…darimana tahu nama lengkapku, Xiumin?" tanya Chen. Xiumin terlihat kelelahan dan akan pingsan.

Chen diam dan membiarkannya istirahat.. mata Chen menatap sekitar. Dan dia menekukan ada sebuah kamera pengintai di pojok ruangan itu.

Benar, ini memang sangat mencurigakan.

Siapa Xiumin?

.

.

.

TBC

.

.

Next chap : reason :3

Oke~ see you in next chap :3

Please review ^^

Please no flame and bash ^^

Please no silent readers ^^