Title : The Devil
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : M
Pairing : KaiSoo
Genre : Romance, Drama, Fantasy~
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : Aku sang pangeran neraka, aku tahu, aku memiliki darah jahat dihatiku, namun tuhan tetap tuhan, dia menciptakan aku hati yang membuat aku jatuh pada seorang manusia. Pantaskah aku? Ah~ aku selalu pantas, karena dia akan menjadi permaisuriku. KaiSoo! YAOI! NC XD
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal, MPREG!. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
"Akhirnya aku akan menikah denganmu, sayang." Ucap Kai lalu menjilat pipi Kyungsoo. Ya, Kyungsoo sekarang adalah miliknya.
Kyungsoo menunduk. Kai memeluknya dengan lembut dan terus mengecup pipi Kyungsoo. Seolah-olah, Kai adalah seorang maniak terhadap Kyungsoo.
"Apa…di neraka begitu panas?" tanya Kyungsoo yang menatap mata Kai. Kai memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kyungsoo. Kai tersenyum kecil dan menggeleng.
"Tentu saja tidak. Siapapun yang masuk ke Neraka untuk menjadi pengikutku, atau bagian dari kerajaan Lucifer, tidak akan kepanasan. Kau pikir, kau akan langsung meleleh ketika masuk gerbang neraka? Tidak sayang. Dan aku beri tahu, ketika kau masuk ke istana Lucifer yang sebenarnya, kau tidak akan merasa tinggal di Neraka, melainkan surga untuk para iblis kerajaan." Ucap Kai. Kai mengelus pipi Kyungsoo. Kai begitu menyukai sosok Kyungsoo yang lembut dan polos.
"Apa..uhm..makanan neraka..uhm.." Kai terkikik.
"Tidak. Kau membayangkan akan makan makanan yang mengerikan? Tidak sama sekali, permaisuriku. Aku adalah pangeran Lucifer yang pernah hidup di abad 19. Kau hanya akan menikmati masakan di abad itu. Jangan cemas." Ucap Kai lalu semakin mengeratkan pelukan itu dan menciumnya.
Keduanya sudah sampai di gerbang neraka. Kai tersenyum dan menatap Kyungsoo.
"Kyungie, menghadap ke arahku. Sembunyikan wajahmu di dadaku. Ada pemandangan tidak enak." Ucap Kai. Kyungsoo mengangguk dan mengikuti apa yang diucapkan oleh Kai.
Keduanya diam saat perjalanan. Kyungsoo bisa mendengar suara jeritan, tangisan, warna merah, suara rantai, suara cambuk, suara tumpahan cairan panas dan sebagainya. Kyungsoo mengintip kecil dan langsung kaget.
Disana, dia melihat seorang iblis yang mungkin sama seperti Kai namun lebih mengerikan.
Wajahnya hancur, matanya nyaris keluar. Kulitnya mengkerut, tubuhnya kurus namun perutnya buncit, giginya nyaris hilang dan hanya ada beberapa taring di mulutnya, kuku tangannya panjang dan hitam. Rambutnya yang rusak dan jarang-jarang itu begitu mengerikan. Lehernya bisa memanjang dan dia terkekeh. Kekehannya mengerikan.
Layaknya seorang nenek yang tidak waras lagi.
"Hiks..cepatlah..hiks…" Kyungsoo takut sekali. Kai diam dan memeluknya semakin erat.
"Kita sudah sampai, maaf tadi terlambat." Ucap Kai. Kyungsoo melepaskan pelukannya dan terdiam.
Ini luar biasa. Seperti sebuah kota di bangsa Romawi kuno. Dinding-dindingnya berwarna emas dan perak. Hanya ada tumbuhan semak yang ditata rapi tanpa bunga.
Orang-orang disana mengenakan pakaian gothic.
Semua orang bersujud ketika Kai lewat di jalan itu. Kyungsoo takjub sekali. Di pikirannya, kastil Kai pastilah mengerikan. Namun ini beda!
Tempat ini terlihat mewah, artsistik, dan terlihat angkuh. Ya, menurut Kyungsoo tempat ini terlihat angkuh. Bangunan yang besar menjulang, dinding dan tiang tebal berwarna emas dan perak yang di ukir rumit, terlihat sombong sekali.
Seolah, emas dan perak bukanlah barang berharga sehingga dibuang-buang untuk menjadi bangunan.
Jalan jalan yang ada di tempat ini juga sama seperti di film tentang Romawi kuno yang sering ditonton Kyungsoo. Bedanya, ini terbuat dari semen putih yang Kyungsoo tebak pasti berkualitas, dan dicambur dengan kemilaunya mutiara.
Betul, kan? Di dunianya, tidak ada yang seperti ini. Tidak ada lampu jalan yang terbuat dari Diamond yang berkilau, tidak ada jalan yang terbuat dari campuran mutiara, tidak ada tiang yang terbuat dari emas.
Begitu sombong tempat ini. Tapi itulah neraka. Mengekspresikan kesombongan, keangkuhan dan segalanya.
"Ini adalah kota Goteye. Pusat kota Neraka. Itu adalah kerajaanku." Ucap Kai. Kyungsoo mengangguk. "Kau suka kotaku, sayang? Kau akan memimpinnya bersamaku. Apa komentarmu?" tanya Kai yang mengelus dagu dan pipi Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum.
"Kotamu terlihat..berlebihan. Oke, terlihat sombong, tapi sangat berseni dan artistic." Ucap Kyungsoo. Kai diam beberapa saat dan tersenyum.
"Itulah lambang kami, sayang. Lambang para Iblis adalah kesombongan, kemewahan, dan masih banyak lagi. Itulah sebabnya, rata-rata iblis memiliki wajah cantik dan tampan diluar batas." Ucap Kai dengan senyumnya. "Iblis yang ada diluar lingkup kerajaan ini adalah iblis yang ditugaskan untuk menakut-nakuti manusia. Alasannya, yah bisa dibilang iseng." Ucap Kai. Kyungsoo mengangguk mengerti.
"Aku…tidak terbiasa dengan kemewahan..dan kesombongan ini..Kai.." ucap Kyungsoo yang menunduk. Kai diam. Raut wajahnya sulit diartikan. Matanya tersimpan emosi takut.
Kai menepis perasaan itu dan memeluk Kyungsoo.
"Kau akan suka kemewahan kami, kemewahan kami, berbeda dengan Bumi." Ucap Kai yakin.
.
.
.
Kyungsoo menatap pantulan dirinya pada cermin. Tubuhnya dibalut dengan pakaian serba hitam. Dikepalanya terdapat tanduk kecil berwarna merah.
Setelah melakukan sex dengan Kai, perlahan, tubuh Kyungsoo menciptakan tanduk kecil.
Kai mengatakan kalau memang kecil tanduk itu. Itu adalah tanda kalau Kyungsoo adalah istri resmi Kai, sang Lucifer dan sebagai tanda kalau Kyungsoo sudah melakukan hubungan intim dengan Kai. mengingatnya, membuat wajah Kyungsoo panas saja.
Nanti malam, Kai mengatakan kalau dia akan menikah secara resmi oleh peramal kerajaan.
Kyungsoo diam dikamar ini sendirian.
Kamar ini..mewah sekali. Kamar ini dominan berwarna merah dan gold yang mewah. Benar-benar melambangkan Kai yang seorang Lucifer.
.
.
.
.
Kai terlihat menatap ayahnya yang menatapnya bangga. Malam ini, dia akan resmi menjadi sang raja. Bukan seorang pangeran lagi yang selalu menghabiskan malam dengan puluhan kali sex dengan puluhan ronde.
Dan Kyungsoo, akan duduk di singgahsana itu bersamanya. Sebuah singgahsana yang luar biasa indah, dan mewah. Penuh dengan aura kesombongan.
Hanya ada satu. Kyungsoo akan duduk dipangkuannya sepanjang hari menghabiskan waktu siang neraka untuk duduk di singgahsana itu bersama Kai, dan mungkin untuk hiburan sambil 'bermain'. Dan malam akan dihabiskan oleh keduanya dengan belasan ronde sex.
Kai tahu, walau Kyungsoo sudah memiliki butir neraka di darahnya akibat benihnya yang tertanam ditubuh Kyungsoo. Tetapi, entahlah, sesuatu di hati Kai tidak tega tega melihat sosok Kai yang seorang God of Sex.
18 ronde, itu bagus, kan?
Kai terlihat tampan sekali sekarang. Dengan pakaian serba hitam, dan tanduk merahnya semakin menyala.
"Selamat kau sudah mendapatkan seorang permaisuri. Aku tidak menyangka kau akan memilih seorang pria, terlebih lagi manusia." Ucap sebuah suara milik seorang yeoja cantik berambut pirang dengan dandanan gothicnya. Kai hanya memberikan senyum kecilnya. Terkesan remeh.
"Hn." Hanya itulah respon Kai.
Tak berapa lama, music ala kerajaan mulai mengalun. Di sebuah pintu besar, ada Kyungsoo yang mengenakan pakaian serba hitam, namun terlihat menggemaskan. Sebuah bunga lili hitam di atas kepalanya. Terlihat begitu indah.
"Pernikahan, akan segera dimulai." Ucap sang raja kematian.
Kai melihat Kyungsoo yang terlihat menggairahkan. Ditambah lagi, salah seorang penata rias dari kerajaan yang menyemprotkan sedikit feromon pada tubuh mungil itu.
Kai bisa mendengar decak kagum para iblis di kerajaan ini dan bisa mendengar tegukan liur pada iblis yang kelaparan melihat Kyungsoonya. Sayangnya mereka tak bisa melakukan apapun pada Kyungsoo karena Kyungsoo adalah milik sang Lucifer yang agung.
Keduanya kini berdiri bersebalahan. Kyungsoo menatap sang dewa kematian. Agak seram..
"Do Kyungsoo, seorang manusia yang akan menjadi bagian dari suamimu, yang berarti anakku, Kai. kalian akan menikah dan memimpin Goteye." Ucap ayah Kai. Kai tersenyum.
Seorang wanita mendekati ayah Kai dengan membawa nampan yang bersisi dua buah kalung dengan liontin sebuah tabung kecil dengan ukiran rumit.
"Sejauh manapun kalian terpisah, kalian akan terus bersama dan akan saling menemukan. Masukan darah kalian masing-masing pada tabung pada liontin ini. Goreskan luka kecil pada jari telunjuk kalian. Setelah itu, bertukarlah kalung." Ucapnya.
Kyungsoo melakukan yang diinginkan. Menggoreskan sedikit ujung jari telunjuk di tangan kanannya. Darah miliknya menetes masuk ke dalam tabung itu.
Kai juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Kyungsoo. Setelah selesai, keduanya menutup tabung itu dan memberikannya berlainan.
Kai bisa merasakan sesuatu yang hangat menyelusup masuk ke dalam tubuhnya. Hangat sekali. Begitu murni.
Dia tahu, iblis tak pernah merasakan perasaan hangat di dada, tapi…tidak ada iblis yang tahu. Dan mungkin, Tuhanlah yang tahu karena dia sedang menonton pernikahan ini.
"Kai, jilatlah sisa darah pada jari Kyungsoo. Kyungsoo, lakukan hal yang sama." Ucap sang dewa kematian.
Kai menarik lembut jari Kyungsoo dan menjilatnya, rasa manis darah Kyungsoo masuk dan menyebar ke dalam hatinya.
Kyungsoo juga melakukan hal yang sama.
Setelah itu, Kai menarik tubuh Kyungsoo dan memberinya sebuah ciuman.
Seluruh iblis disana bertepuk tangan semeriah mungkin.
Kai melepas ciuman itu dan berbisik pada Kyungsoo.
"Aku suamimu, Permaisuriku yang cantik." Bisiknya lalu memeluk Kyungsoo. Kyungsoo hanya memerah dan mempasrahkan dirinya pada pelukan Kyungsoo.
.
.
.
Pesta di kerajaan itu begitu meriah. Makanan mewah yang terlihat lezat, music mewah, dan hura-hura pada iblis yang luar biasa berlebihan.
Kai duduk disinggahsana, sedangkan Kyungsoo dipangkuannya. Kai juga menyuapi Kyungsoo makanan yang dinilainya enak untuk sang permaisuri.
Kyungsoo juga melakukan hal yang sama. Dia juga menyuapi Kai agar keduanya sama-sama kenyang.
"Sepertinya daripada Permaisuri, aku lebih baik disebut Ratu, iya kan?" tanya Kai. Kyungsoo tersenyum.
"Aku senang dengan keduanya." Ucap Kyungsoo. Kai tersenyum.
"Kau tahu, daripada seorang manusia yang mendapat bibit iblis, kau lebih disebut malaikat yang masuk ke neraka, sayang." Ucap Kai yang mengelus wajah Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum.
"Aku manusia dan bukan malaikat…" ucapnya. Kai tersenyum.
"Kenapa kau tak bisa sombong?" tanya Kai dengan senyum kecilnya yang membuatnya terlihat tampan. Kyungsoo merona dan tersenyum manis dengan rona di pipi chubby itu.
"Karena keluargaku, tak pernah mengajariku hal-hal seperti itu."
DEG!
"Aku diajarkan untuk bertingakah sopan dan baik, oleh keluargaku."
DEG!
i..itu…tidak mungkin..kenapa..?
"Kai, gwaenchanayo?" tanya Kyungsoo yang mengelus wajah Kyungsoo. Kai tersenyum. Agak di paksa.
"Ani, nan gwaenchanayao chagi." Ucap Kai yang memeluk erat pinggang Kyungsoo. Kyungsoo hanya terus mengistirahatkan tangannya di bahu Kai. "Ya..aku baik-baik saja.." bisik Kai.
Di kejauhan, dua pasang mata iblis menatap keduanya yang sedang bermesraan. Seorang namja yang dikenal oleh para iblis bernama Rja Iblis itu menatap temannya.
"Ramal anak itu, entah mengapa, aku takut dengannya." Ucapnya.
"Yes, My Lord." Ucap iblis itu lalu menghilang.
.
.
.
.
.
.
"Ahhh~ terushh~! Mnhhh~!" terlihat Kyungsoo yang tengah dicumbu oleh Kai. Kai terlihat bernafsu untuk menyelesaikan ronde ke-17 pada saat itu. Saat di ronde ke-15, Kyungsoo pingsan, namun Kai membangunkannya dan member sedikit kekuatan pada Kyungsoo.
"Sshhh..kenapa kau semakin sempit, eoh? Ugh…mnh..ini nikmat.." racau Kai yang terlihat sedang memasukkan kembali kejantanannya yang gemuk dan panjang itu.
Kai terlihat bernafsu dengan langsung memaju mundurkan miliknya. Sebelum melakukan kembali sex tadi, Kyungsoo mengatakan tidak mau terlalu banyak 'gaya bercinta Kai'. Kyungsoo sudah letih sekali. Tubuhnya masihlah tubuh manusia.
CROOOOTTT!
Keduanya sudah melakukan klimaks terakhir. Kai langsung ambruk di atas tubuh Kyungsoo.
"Kau gila…ini sudah ronde ke-17, dan aku bisa mati.." bisik Kyungsoo yang memeluk lembut Kai. Kai memeluk lembut Kyungsoo dan mengecup bibir itu cepat.
"Terima kasih pujiannya, dan kau tidak akan mati, omong-omong. Kau sudah di langit, sayang." Bisik Kai lalu mencabut miliknya perlahan dari hole Kyungsoo. Kyungsoo diam dan mengangguk mengerti.
"Ne, Kai.." panggil Kyungsoo yang membelai lembut rambut Kai. sungguh! Kai menyukai belaian itu. rasanya, dia merasakan keindahan yang menyelimuti pikirannya.
"Mwo?"
"Boleh..kapan-kapan kita melihat ibuku?"
Kai diam.
"Bolehkah..? aku janji tidak akan meminta kembali. Aku tidak mungkin meninggalkan suamiku.." ucap Kyungsoo. Kai tersenyum.
"Ne, kapan-kapan kita akan ke bumi dan melihat ibumu. Tetapi besok tidak bisa. Besok adalah pengangkatan resmiku menjadi raja. Mungkin lusa." Ucap Kai. Kyungsoo mengangguk.
Matanya menutup perlahan dan tersenyum.
"Saranghae…" bisiknya lalu tertidur pulas.
DEG…
DEG..
DEG..
Kai terdiam. Seumur hidupnya, baru kali ini dia mendengar kata cinta untuk dirinya. Bahkan ayahnya tak mengatakannya.
Rasanya, dadanya begitu bahagia sekarang. Rasanya hangat.
Ternyata ini yang namanya 'cinta'. Rasanya begitu hangat dan lembut. Rasanya begitu rumit, namun sebenarnya diselimuti awan kesederhanaan.
Malaikatlah makhluk penuh kesederhanaan itu, dirinya adalah iblis yang mewah dan bergelimangan segalanya.
Kini, dia mendapatkan seorang manusia berhati malaikat.
Apakah dia beruntung mendapatkan seorang namja berhati malaikat…
Ataukah sebuah bencana..?
.
.
.
TBC
.
.
.
Okelah, just review ^^
No flame, no bash, no silent reader and no plagiat ^^
