Title : The Devil
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : M
Pairing : KaiSoo
Genre : Romance, Drama, Fantasy~
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : Aku sang pangeran neraka, aku tahu, aku memiliki darah jahat dihatiku, namun tuhan tetap tuhan, dia menciptakan aku hati yang membuat aku jatuh pada seorang manusia. Pantaskah aku? Ah~ aku selalu pantas, karena dia akan menjadi permaisuriku. KaiSoo! YAOI! NC XD
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal, MPREG!. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
Kota Goteye terlihat sombong hari ini. Pesta yang besar akan diselenggarakan. Pengangkatan raja Lucifer, Kai.
Kai melihat Kyungsoo yang sedang didandani. Rambutnya yang ditata sedemikian rupa, dan sebagainya.
Kai terenyum menatap namja yang semalam menghabiskan waktunya untuk sex bersama Kai. setelah selesai, para wanita itu keluar.
"Kau terlihat begitu cantik dan menggairahkan, Kyungsoo. Apa kau ingin membuatku terangsang lagi, hah?" bisik Kai yang menjilati telinga Kyungsoo. Kyungsoo merasakan tubuhnya memanas.
"Ahh~ he..hentikannhh~ mnhh~ ki..kitaaah tidak..bisssha melakukannya..sekarang..ngg~hh~" desahan Kyungsoo meluncur sambil berucap. Kai menyeringai.
"Malam ini, persiapkan dirimu sayang." Bisik Kai seductive. Kyungsoo membelak kaget dengan rona merah dipipinya yang manis.
"EEOHH?!"
.
.
.
.
.
Keduanya sedang berkeliling kota Goteye siang itu. Kyungsoo bisa melihat banyak sekali pria-pria tampan dan wanita-wanita cantik dengan dandanan gothic disini. mereka semua bertepuk tangan menatap Kyungsoo dan Kai yang sudah resmi menikah.
Kyungsoo tersenyum lembut dan manis sekali menatap semuanya. Penghuni kota neraka itu kaget, dan kagum dengan senyum Kyungsoo yang manis dan polos di mata mereka. Kai menatap Kyungsoo dan menggenggam tangan Kyungsoo. Kyungsoo menatap Kai dan tersenyum lembut dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kai.
Kai mengecup lembut kepala Kyungsoo dan menghirup aromanya dalam.
"Kai..aku mencintaimu.." bisik Kyungsoo. Kai diam. Matanya kaget.
"Sangat..sangat sangat mencintaimu Kai…" bisik Kyungsoo yang memejamkan matanya dan menikmati hangatnya tubuh Kai.
Seumur hidup Kai, baru Kyungsoo yang mengatakan cinta untuknya. Kai tak mendengar nafsu, atau rayuan agar Kyungsoo kembali menjadi manusia utuh untuk kembali ke bumi. Yang dia dengar hanyalah…..
"Aku mengasihimu Kai…" bisik Kyungsoo.
Hati Kai terasa hangat sekali.
Iblis diberi anugerah hati dengan Tuhan, namun hati mereka dingin. Tak ada cinta dan cahaya.
Dan..Kai merasakan..hatinya begitu melambung jauh hingga menghadap Tuhan. Rasanya hangat sekali. Gemuruh lautan dikalahkan dengan gemuruh hati Kai yang terasa sangat bergejolak hebat ketika Kyungsoo mengucapkannya dan Kai sangat menyukai ucapan itu.
"Ucapkan sekali lagi Kyung.." bisik Kai yang mengecup dahi Kyungsoo. Untungnya kereta kuda ini cukup tertutup.
"Aku mencintaimu Kai..aku mencintaimu dengan segala hidupku." Ucap Kyungsoo yang tersenyum manis.
Grep!
Kai memeluk erat tubuh mungil itu.
Kai merasakan cinta itu memenuhinya. Dia ingin menangis. Dihidupnya yang lama, dia begitu menginginkan Tuhan menaburinya dengan serpihan kasih.
Namun, iblis adalah mahkluk sombong. Dengan laknat sang Raja mengatakan tak membutuhkan cinta.
Hingga sang Tuhan tak menaburi seluruh iblis dengan serpihannya. Hanya dingin dan gelap.
Kini, Kai membutuhkannya.
Kai merasakannya.
Dan..dia bahagia sekali. Belum pernah dia merasakan cinta seperti ini. Apa rencana Tuhan?
"Aku juga sangat mencintaimu Kyungsoo…sangat sangat sangat menyayangimu. Jangan tinggalkan aku Kyung, aku begitu membutuhkanmu" Ucap Kai. Kyungsoo mengelus punggung namja yang sangat Kyungsoo sayangi ini.
Ya, Kai gila sex, Kai tampan, Kai egois, dia licik dan jenius.
Tapi..Kyungsoo menangkap satu dari Kai.
Kai polos, dia kesepian, dia membutuhkan seseorang.
Dan Kyungsoo yakin, Tuhan menggariskan takdir ini untuk menemani Kai. disini, di Neraka.
.
.
.
.
.
Kai terlihat sedang tidur dipangkuan Kyungsoo atas tempat tidur mereka. Tak jauh dari mereka, ada perapian yang menyala kecil. Menghangatkan ruangan ini.
Goteye dimalam hari sangat dingin. Kyungsoo mengira kalau akan panas, namun tidak.
Ruangan ini gelap, dan hanya 2 cahaya bulan besar yang masuk kedalam kamar mereka.
Kyungsoo mengelus rambut Kai pelan dan penuh kasih. Kai tak jadi melakukan sex lagi malam ini.
Entahlah, dia tak mau membuat Kyungsoo letih.
"Jangan tinggalkan aku..oke?" bisik Kai. Kyungsoo terkekeh pelan.
"Tentu tidak…tidak..aku sangat mencintaimu, Kai. Bukankah kau tahu itu? aku tidak mungkin meninggalkan suamiku…" bisik Kyungsoo.
Kyungsoo terus membelai rambut Kai dan Kai begitu menyukainya. Kyungsoo menatap kalung yang dipakai oleh Kai. dan Kyungsoo menatap kalung yang dia pakai.
Kai tersenyum.
"Kau tahu, menurut cerita langit dulu, dua orang ruh pasangan yang baru saja meninggal." Ucap Kai yang menatap mata Kyungsoo.
"Lalu?"
"Mereka terpisah. Sang bijak mengutus mereka untuk bereinkarnasi. Awalnya, mereka tidak ingin karena mereka pasti akan berpisah jauh. Namun sang bijak berkata, kalau mereka boleh melakukan segala cara agar saat terlahir ke dunia, kalian memiliki ikatan dan ingatan tentang cinta mereka." Bisik Kai. Kai bangun dari tidurnya Kai di pelukan Kyungsoo, Kai duduk dan berhadapan dengan Kyungsoo.
"Dan?"
"Mereka meneteskan darah mereka masing-masing dan memasukkannya kedalam sebuah tabung dan menjadikannya kalung, sama seperti apa yang kita lakukan untuk pernikahan kita. Mereka bertukar, dan percaya kalau ketika memulai kehidupan di bumi, mereka akan bertemu lagi." ucap Kai. Kyungsoo mulai tertarik dengan cerita Kai.
"Lanjutkanlah, aku ingin mendengarnya Kai." ucap Kyungsoo. Kai tersenyum.
"Ketika diturunkan ke bumi, mereka terlahir menjadi anak dari keluarga yang terpisah jauh. Sang wanita berubah menjadi seorang pelukis yang tinggal di Jepang sebagai seorang pelukis handal. Dan sang pria berubah menjadi seorang penyanyi berbakat yang tinggal di Eropa. Kalung yang mereka bawa ketika lahir berubah menjadi kristal kecil berwarna merah. Mereka ditolong dengan sang bijak untuk ingat bahwa mereka reinkarnasi, namun lupa tentang pasangan mereka. Bertahun-tahun, hingga pada akhirnya mereka bertemu di umur 28 tahun dan mereka memang bertemu. Mereka sadar, bawa kalung yang mereka jadikan sebagai kepercayaan membawa mereka menuju pasangan mereka. Mereka menikah, dan ketika memiliki anak, sang istri meninggal karena tak tahan menahan sakitnya. Sang anakpun tak bertahan hingga akhirnya menyusul ibunya. Sang suami terpukul dan akhirnya bunuh diri.." bisik Kai. Kai menunduk. Kyungsoo sudah menitikkan airmata. Terharu.
"Dan?"
"Bunuh diri adalah dosa. Menyia-nyiakan hidup. Sang istri bersama anaknya ada di Surga sekarang, sementara sang suami di Neraka. Sekali lagi, kalung mereka tetap menjadi bukti cinta mereka. Mereka dipertemukan kembali dan disatukan dengan Tuhan hingga sekarang berada disurga." Cerita Kai. Kyungsoo menghapus airmatanya.
"Sangat mengharukan.."
Kai menghapus airmata itu dan menatap dalam mata Kyungsoo. Kyungsoo juga menatap dalam mata Kai yang terlihat begitu indah baginya.
"Kyungsoo, dengarkan aku..tak perduli oleh cerita itu ataupun apa, kalung ini akan terus menghubungkan kita. Aku percaya, meski aku adalah iblis, aku dan kau pasti akan terus disatukan dengan Tuhan. Tak perduli sejauh apapun Tuhan akan melemparku kemana saja, dan meletakkanmu dimana saja, Tuhan tidak akan menghapuskan perasaanku. Aku begitu mencintaimu dan tidak ada yang lain. Aku sangat mencintaimu, Kyungsoo." Ucap Kai.
Kyungsoo menangis sekali lagi.
"Pantaskah aku..?"
"Kau selalu pantas Kyungsoo. Aku sudah membaca riwayat hidupmu sebagai manusia dulu. Kau selalu mengalah, kau selalu ditindas, dan cinta yang kau terima hanya cinta keluargamu. Tidak Kyungsoo! Sekarang, biarkan aku yang mencintaimu, menyayangimu, mengasihimu, dan melindungimu. Aku akan bersungguh-sungguh. Tak perduli suatu hari Tuhan akan memisahkan kita, aku akan mendapatkanmu lagi, kalaupun kau melupakanku, aku tak akan menyerah! Aku akan mendapatkanmu lagi dan mencintaimu lebih lagi!" ucap Kai yakin dengan mata yang sungguh-sungguh menatap Kyungsoo dalam. Kyungsoo semakin menangis dan memeluk Kai erat.
"Hiks..berjanjilah Kai..aku begitu mencintaimu.." Kai tersenyum kecil dan semakin mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo.
"Kau tahu, aku tak pernah mengingkari janjiku..aku akan menepati janjiku..berjanjilah kau akan terus mengasihiku.."bisik Kai. Kyungsoo mengangguk perlahan. Keduanya melepaskan pelukan mereka kecil dan menatap liontin mereka. Mereka mendekatkan liontin tabung berisi darah itu.
"Aku mencintaimu…" bisik keduanya serempak.
Dahi mereka menyatu.
Goteye tiba-tibe berubah. Udara tak menjadi sangat dingin mengerikan.
Namun berubah sejuk.
Semuanya heran.
Cinta begitu kuat, hingga mampu mengubah suasana mengerikan Goteye yang bercampur dengan angkuh.
Suasanya menjadi sederhana, lembut, amun tentram dan kuat.
.
.
.
.
.
Kai terlihat sedang duduk di tempatnya dengan Kyungsoo dipangkuannya. Keduanya terlihat sedang mengobrol. Sesekali Kai terkekeh lembut dan, Kyungsoo terkekeh lembut.
Pemandangan itu benar-benar asing bagi seluruh pengawal Goteye. Maksud mereka, kai tak pernah tersenyum bahkan tertawa kecil ataupun terkekeh.
Dan kini?
Mereka menatap Kai, sang Lucifer yang agung tengah tertawa kecil.
Keajaiban?
Ya, tapi ini sedikit mengerikan.
"Hey, apa kau bisa tidur semalam?" tanya salah seorang pelayan wanita cantik yang bertugas untuk menyiapkan pakaian para raja. Temannya menatapnya.
"Ya, sangat nyaman. Aku tak pernah merasakan Goteye seperti semalam. Auranya..bukan aura sombong seperti biasanya…sederhana.." bisiknya. Mereka saling bertatapan.
"Itu semua karena anak itu." ucap sang kepala pelayan yang mendekati mereka.
"Tuan Floz…." Bisik kedua pelayan itu. Tuan Floz tersenyum kecil.
"Anak itu ajaib sekali, bukan? Dia mengubah Lucifer yang sekarang menjadi raja menjadi seperti itu, dan membuat Goteye nyaman sekali semalam." Ucap Floz. Mereka tersenyum.
"Tetapi..bukankah..ini mengingatkan pada ramalan saat Lucifer berumur 2 tahun? Bukankah saat itu ramalannya sangat terkenal?" tanya salah seorang pelayan perempuan tadi yang bernama Kehl. Mereka saling bertatapan.
Siapa yang tak tahu dengan ramalan Nana, sang peramal kerajaan yang saat itu sangat terkenal?
Dia meramalkan kalau Kai sang Lucifer akan membawa seseorang yang merubahnya menjadi malaikat.
Mengerikan? Memang.
Dan ramalan itu mengatakan kalau Kai yang menikahinya, dan mereka akan tinggal di Goteye.
Dan yang membuat ramalan itu semakin teringat.
Yang dinikahi oleh Kai menurut ramalan itu adalah namja.
Dan sekarang, Kai menikahi namja, bukan? Inilah yang membuat beberapa kalangan percaya kalau bisa saja ramalan itu terjadi.
"Ya, siapa yang tak ingat ramalan itu. Namun, lambat laun Nana tidak dipercaya lagi hingga memutuskan untuk menghancurkan tubuh dan arwahnya menjadi debu yang berkelana. Tak masuk neraka ataupun surga." Ucap Floz. Mereka semua bertatapan.
"Dan sekarang, Nana digantikan oleh anaknya, bukan?" tanya seorang lagi yang bernama Niky.
"Ya, tetapi dia tidak mau disebutkan namanya, dan hanya menjadi pengikut Raja kematian, kan?" tanya Floz.
"Menurut Tuan Floz…apakah Kai yang agung akan menjadi malaikat?" tanya Kehl.
Mereka diam.
.
.
.
Kyungsoo terus terkekeh kecil bersama dengan Kai.
Kai terlihat begitu tampan dengan setelah kemeja hitam yang 2 kancingnya dilepas, celana jean hitam, rambutnya terlihat berwarna coklat gelap dengan tanduk dikepalanya.
Dipangkuannya, ada Kyungsoo dengan kimono merah yang mengekspose bahunya yang mulus. Kimono merah dengan gambar kupu-kupu hitam yang cantik, anggun, serta gelap dan suram.
"Kai..aku ingin menagih janji.." bisik Kyungsoo. Kai menatapnya lembut dan tersenyum.
"Waeyo?"
"Aku ingin menengok ibuku…aku janji tidak akan meminta kembali.." bisik Kyungsoo. Kai diam sejenak dan tersenyum.
"Tentu saja.."
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Fic perpisahan untuk fakum sementara krn mau ulangan *bow* mohon di mengerti *bow again*
Please review ^^
No flame and no bashing. Please no silent readers ^^
