JUMAT TENGAH MALAM
Jam 12:00 am
Entah ini masih Jumat atau udah masuk Sabtu
Anak-anak lagi pada ngumpul di kamar Yongguk. Letaknya strategis dih, lantai atas pojok luar. Paling jauh dari rumah bapak sama ibu, jadi mau rame gimana juga ga kendengeran. Pinter emang si Yongguk milih kamar.
Minus Taedong seperti biasa.
(aslinya ada insert foto penampakan kamar Yongguk di wp tapi disini ga bisa)
Bapak Jaehwan bikin aslinya bukan buat kost tapi buat kamar calon-calon anaknya. Dia sebagai anak tunggal pengen punya banyak anak biar anaknya nggak kesepian di rumah. Berhubung anaknya belom ada daripada tu kamar-kamar rusak nganggur dijadiin kost aja. Ntar kalo anaknya KingCloud uda ada ya di kick itu para penghuni kost.
Enak banget jendela kamarnya, ngadep ke sebrang jalan gitu.
Kamarnya juga rapi. Ada yang bantu beresin sih...
Yongguk duduk di kursi. Kenta duduk di pangkuan Yongguk.
Taehyunbin rebahan di lantai bawah jendela.
Sanggyun Donghan kelonan di atas kasur. Ga ada Taedong sih. Coba ada? Uda ditendang dia berani deket-deket. Untung Donghan lagi kurbel.
"Keeeeen...," rengek Yongguk manja, barusan kelar dijatah ama pacarnya padahal.
"Yonggguuuuuukkk..."
"Ah ga asik kasurnya lagi dipake."
"Disini aje kan bisa." Kenta nyenderin punggungnya di dada Yongguk.
"Lagi pengen tindih tindih." Tangan Yongguk bergerak memeluk perut Kenta erat.
"Iya iya, gue pindah." Sanggyun lepasin kelonannya dan turun dari kasur, gabung ama Taehyunbin. Ngga dingin juga ko dibawah, kan lantainya kayu, ada karpet pula.
"Nah gitu dong." Yang punya kamar bangkit sambil gendong Kenta di depan.
Donghan masih di atas kasur, cuma geser ke pinggir aja dia. "Eh mo ngapain?"
"Kelonan aja," jawab Kenta dari dalam pelukan hangat koko Yongguk yth.
"Tod kuy!" Usul Hyunbin, tiba-tiba dia bangun berdiri semangat banget.
"Call!"
"Ikutan!"
"Join!"
"Kuy!"
"Satu Yongguk!"
"Dua Kenta!" / "Dua Taehyun!"
"Yodeh tiga Taehyun. Cogan ngalah."
"Empat Donghyun."
"Lima Sanggyun."
"Enam Hyunbin."
"Oke, mulai! Gue pilih truth." Yongguk nglepasin Kenta dari pelukannya. Enakan duduk kalo main ToD gini.
"Pilih Shihyun apa Kenta?" Pertanyaan pertama dari Donghan.
"Lah!" Taehyun ketawa ngakak guling-guling. Sendirian. Yang lain pada nontonin dia.
"Dua duanya," jawab Yongguk dengan wajah beler datarnya.
"Salah satu dong." Donghan ikutan duduk di samping Yongguk.
"Shihyun. Udah? Puas?! Ayo next," jawab Yongguk cepat.
Kenta turun dari kasur. Males deket deket Yongguk. Sebel.
"Enakan mana Kenta ama Shihyun?" Pertanyaan kedua dari Sanggyun ga jauh beda dari pertanyaan pertama.
"Ealah... Gue dibawa bawa lagi," protes Kenta.
"Jawab cepetan!"
"Iyo, Nyet. Enakan Kenta. Dah gue jawab jujur. Awas ae ada yang lapor Shihyun."
"Enak banget ya? Jadi pengen nyobain," gumam Sanggyun dan langsung dapat jitakan maut dari Kenta.
"Ketiga. Tadi sore habis ngapain ama Shihyun?" Ini Hyunbin yang nanya.
Yongguk nyesel milih truth. Mending dare aja, dikerjain lebih baik daripada disuruh jawab jujur. "Habis nayana. Puas?"
"Ih! Habis nayana ama Shihyun terus peluk-peluk gue." Kenta risih. "Dapet bekasan mulu gue."
"Nah dari awal Yongguk emang uda bekas kali." Taehyun ngakak lagi. Ga lucu padahal.
"Sekarang gue ya," ucap Kenta. "Kapan mo putusin Shihyun?"
Shihyun lagi, Shihyun lagi.
"Nggak mau putus," jawab Yongguk. "Last, Taehyun?"
Taehyun udahan ngakaknya. "Gue ga akan nanya soal Shihyun deh. Baik kan gue?"
Yongguk ngasi dua jempolnya buat Taehyun.
"Ada apa antara lo sama Bu Sungwoon?"
Lah.
"Ga ada apa apa. Sekarang Kenta, lo truth or dare?"
"Truth ajah," pilih Kenta.
"Oke!" Sanggyun semangat banget. "Pertama, kenapa lo mau mau aja ama Yongguk dijadiin pelampiasan?"
Yes! Ngena banget.
"Karena gue juga butuh pelampiasan," jawab Kenta santai.
"Gue mau kok jadi pelampiasan lo," ujar Sanggyun dan nggak ditanggapi ama Kenta.
"Kuy lanjut..."
"Kedua. Bener ga lo pernah tir
Dur bareng ama Bang Dongho?" Ini Yongguk yang nanya. Kebetulan banget Kenta milih truth jadi dia bisa nanyain apa yang bikin dia penasaran banget seminggu belakangan ini.
Kenta panik, yang lain menyimak dengan seksama.
"Jawab, Ken," desak Hyunbin. Penasaran juga dia ama desas desus gosip yang beredar belakangan ini.
"Ya. Ya. Bener. Cuma kalian yang tau. Awas ae sampe bocor!"
Yang lain cengo. Kaget. Walaupun nggak banget sih kagetnya, tapi tetep ae kaget.
"Udah, udah, gue sekarang," Donghan mecah keheningan. "Kenta, gimana perasaan lo ke Sanggyun?"
Sanggyun nyimak, sambil ngarep.
"Ya seperti yang lo liat aja."
"Yahh..." Sanggyun mendesah kecewa.
Taehyun ngakak guling-guling lagi.
Hyunbin nabok pantat Taehyun. "Diem ah! Berisik!"
"Kuy lanjut!" Kenta ngelempar bantal di pangkuannya ke arah Taehyun.
"Hahaa... Ya, ya." Taehyun berhenti ngakak. "Ken, punya bang Dongho segede apa?"
"Lebih gede dari Yongguk," Kenta ga pake mikir jawabnya.
Taehyun mo ngakak lagi tapi ga jadi.
"Last," mulai Hyunbin. "Boxer biru muda bintang-bintang yang di kamar lo tempo hari punya siapa?"
"Punya Kang Daniel."
Yang lima cengo lagi.
"Cabe bener emang si Kenta. Gila! Parah! Gue cuma bekas Shihyun, Kenta bekasan semua seme. Gila!"
"Dah, bahas lain kali. Next?" Kenta mengalihkan topik dengan segera. "Siapa sekarang? Taehyun?"
Taehyun ngangguk. "Dare ae ah biar asik." Padahal aslinya dia takut ditanya soal mantan kalo pilih truth.
"Okey, gombalin Kang Daniel." - Kenta.
"Tembak si sejeong di gc." - Donghan.
"Cium pipinya Sungwoon." - Sanggyun.
"Post fotonya Pak Jaehwan pake caption 'I Love You' di Insta." - Yongguk.
"Ganti foto profil Line lo pake foto gue yang paling seksi." - Hyunbin.
"Oke. Wait. Satu-satu ya."
Pertama Taehyun ngeluarin hape barunya. Buat nelpon Kang Daniel, temennya sesama dance teacher. Di loud speaker, yang lain nyimak.
"Dan...," panggil Taehyun begitu telepon diterima.
"Ya? Mas Tae? Napa ni? Tumben nelpon tengah malem."
"Hehee... belom tidur kan?"
"Belom. Gimana? Ada apa?"
"Dan, tau ga apa bedanya lo sama matahari?"
Daniel ketawa di seberang sana. Lima orang di belakang Taehyun nahan tawa, biar ga ketahuan. "Apa? Matahari? Hahaa... Ya bedalah. Gue manusia matahari bukan."
"Salah..."
"Terus?"
"Kalo matahari menyinari dunia, kamu menyinari hatiku."
"Iya deh, iya."
"Hehee..."
"Mas Tae sehat kan, Mas?"
"Sehat dong, sayangku..."
"Ya udah. Gue tutup ya... mo tidur."
"Oke. Selamat tidur, babe... Good nite..."
Tuuuutt...
Langsung dimatiin sama Kang Daniel. Jijik kali dia.
Begitu sambungan telepon mati mereka berenam langsung ketawa ngakak guling-guling sampe geplak-geplakan.
"Udah, udah, sekarang cus ke gc buruan," ucap Donghan.
GC yang dimaksud Donghan adalah GC Taehyun sama murid murid dancenya dimana disitu ada Sejong.
Taehyun lagi ngetik kata-kata buat nembah Sejeong di gc yang kebetulan lagi sepi, sementara yang lain pada ngumpul di belakang punggung Taehyun, ngintip.
.
Dance Squad (21)
Roh Tae Hyun sejeong? Sejeong?
Sejeongie ya pak? Ada apa?
Roh Tae Hyun belom tidur kamu?
Sejeongie kebetulan belum pak.
Sejeongie ada apa ya?
Roh Tae Hyun kamu uda punya pacar?
Sejeongie belum. Pak. Kenapa?
Roh Tae Hyun jadi pacar saya mau? ?
Sejeongie ha? Beneran?
Roh Tae Hyun left the group
.
"Kok left?"
"Gila! Malu gue, Bin. Yang read sembilan belas!"
Mereka ngakak lagi.
Ngga kasian apa sama Sejeong yang di php di depan umum?
"Next?" Sanggyun menagih dare Taehyun darinya.
"Wah... Berat ni," gumam Hyunbin sambil nepuk-nepuk pundak Taehyun. "Semangat ya, pak."
Taehyun antara seneng dan sedih. Seneng ada alasan buat nyium pipi Sungwoon lagi setelah sekian lama. Sedih karena bakal tambah susah mup on setelah ini.
"Kalian ngintip ae, buat buktinya." Taehyun bangkit dari duduk nglemprak (?) nya dan memimpin yang lainnya keluar kamar.
Yang lima jaga jarak biar ngga ketahuan.
Uda lewat tengah malam gini biasanya Sungwoon uda ga ada sih, uda tidur maksudnya.
Nggak nemuin orang yang dicari baik di teras, dapur, maupun ruang tv, Taehyun masuk ke rumah bapak-ibu yang letaknya ada di samping dapur. Kebetulan pintunya nggak dikunci.
"Permisi..."
Nggak ada sahutan.
"Ibu... Bapak..."
Masih tetap hening.
Taehyun memberanikan diri masuk ke kamar KingCloud yang kebetulan lagi pintunya setengah terbuka.
Pak Jaehwan udah tidur dengan posisi terlentang di tengah-tengah ranjang. Jaehwan udah tidur dengan posisi terlentang di tengah-tengah ranjang. Sendirian.
(harusnya ada foto juga, semoga ffn cepet update bisa kasi foto juga)
"Sungwoon? Woon? Sungwoonie? Woonie?" Panggil Taehyun.
Ngga ada jawaban, cuma ada suara gemericik dari kamar mandi di dalam kamar.
Oh, lagi di kamar mandi...
Taehyun nunggu sambil berdiri sandaran di daun pintu, sementara yang lain ngintip dari balik patung lele raksasa bapak.
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok cantik bersurai dark blonde yang amat dirindukan penghuni kost tertua ini.
"Mas Tae? Ngapain kesini?" Sungwoon agak terganggu dengan kedatangan Taehyun. Iyalah, uda hampir jam satu nih.
"Eh, engga sih." Taehyun salting, dia garuk-garuk bagian belakang kepalanya yang nggak gatal. "Cuma... nganu..." Dia jalan mendekati Sungwoon yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
CUP!
Taehyun dengan lancangnya mengecup pipi chubby Sungwoon yang kini sudah jadi hak milik bapak.
"Sori kena dare," setelah mengucapkannya Taehyun buru-buru lari ngibrit balik ke kamar Yongguk, diikuti lima ekor setan di belakangnya.
Sungwoon janji nggak akan lupa ngunci pintu lagi mulai malam ini.
.
balasan review:
zahra9697 : pasti dilanjut ^^
Guest : pacarnya yongguk shihyun dong. polyamory juga sih (mungkin). kokomu = koko x komu
kim naya = tapi kokonya pen selingkuh gimana dong ^^
