Hari Rabu jam sembilan pagi.
Sepi.
Sanggyun sendirian.
Iyalah, yang laen kan punya kegiatan.
Sanggyun lagi joget-joget Despacito ala Kenta gitu di dapur sambil ngepel, bantuin Sungwoon yang katanya lagi sakit sampe gak bisa keluar kamar.
Soal Sanggyun yang ditawari kerja di warung lele Pak Jaehwan juga masih kelabu belum jelas kelanjutannya, jadi ya gini dah, hidup cogan satu ini masih sama seperti sebelum-sebelumnya.
Mendengar suara mobil berhenti dan pintu garasi terbuka Sanggyun berhenti buat nengok sebentar siapa yang datang.
Koko Yongguk.
"Guk, katanya pulang sore?"
Yongguk markir mobilnya asal di halaman dan nutup pintu garasi.
"Pusing," jawab Yongguk singkat.
"Sakit?" Sanggyun meninggalkan tongkat pelnya di dapur dan mengikuti Yongguk yang tengah menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Mo tiduran ae bentar."
"Perlu ditemenin nggak?"
"Gak usah, gapapa. Makasih."
Sanggyun menunggu hingga Yongguk menghilang di balik daun pintu, setelahnya barulah ia kembali ke dapur melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti.
"Gyun, gyun, Sanggyun..." Itu suara Sungwoon.
Baru juga Sanggyun megang tongkat pel uda harus ditaroh lagi. Kapan selesainya coba?
"Iya Bu Sungwoon?" Sanggyun masuk ke rumah KingCloud dan berhenti di depan pintu kamar mereka yang setengah terbuka.
"Bisa tolong kerokin saya? Uda nggak kuat nih."
Sanggyun sih mau mau aja, tapi masalahnya Sungwoon ini istri orang sementara Sanggyunnya seorang jones kesepian, takut khilaf.
"Mau ya? Ntar saya beliin mi instan sekarton buat kamu."
Bah. Bayarannya mahal pula, untung dua kali kan.
"Em... Gimana ya? Tapi... Ntar Pak Jaehwan..."
"Kita kan sama sama berbatang, gapapa lah." Tanpa menunggu jawaban Sanggyun, Sungwoon melepas kaos birunya dan tiduran tengkurap begitu saja. "Ayo buruan, itu minyaknya di atas nakas."
Ragu-ragu Sanggyun meraih sebotol baby oil dan sebuah koin seribuan yang ada di nakas. Perlahan ia mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang.
Gemetaran tangan Sanggyun.
"Tenang, Gyun, tenang. Cuma ngerokin gaboleh mikir yang macem-macem. Kalian sama sama berbatang, Gyun, inget," ujarnya dalam hati.
Sungwoonnya menikmati sekali. Beda ama manusia di belakangnya yang pengen cepet-cepet kelar aja takut terjadi hal hal yang diinginkan kalo kelamaan skinship begini.
Sanggyun ngerokinnya gede-gede, jaraknya juga jauh-jauh jadi bentaran aja uda kelar merah-merah itu punggung Sungwoon.
"Udah, Bu..."
"Pijitin sekalian ya. Badan saya rasanya sakit semua..."
"Duh... gimana ya..."
"Ntar kalo saya tidur tinggalin aja."
Sanggyun mau nolak tapi gimana, akhirnya dia ubah posisi duduknya mendekat lagi ke tubuh istri Pak Jaehwan itu dan mulai mengurutnya pelan.
"Nah begitu, Gyun. Wah, kamu cocok juga jadi tukang urut."
"Wah nggak deh, takut khilaf saya..."
"Hahaa... Khusus yang berbatang aja dong."
"Masalahnya saya juga doyan yang berbatang..."
Oops!
Sanggyun keceplosan.
Eh?
Bukannya semua juga udah tau?
Suasana mendadak hening dan canggung tapi Sanggyun tetap lanjut mengurut punggung Sungwoon.
Sanggyun jadi gak enak karena Sungwoonnya diem terus sampe lebih dari sepuluh menit. Akhirnya dia buka suara duluan, "Bu... Bu Sungwoon?"
Nggak ada jawaban.
Sanggyun bungkukin badannya buat nengok wajah Sungwoon.
Bah.
Udah tidur ternyata.
Perlahan Sanggyun bangkit dan menutupi tubuh topless Sungwoon dengan selimut yang ada. Cepat-cepat namja bersurai hitam itu kembali ke dapur, cuci tangan, dan menyelesaikan pekerjaan ngepelnya. Sambil nyanyi nyanyi gaje, pokoknya buat ngalihin pikirannya dari tubuh putih mulus Sungwoon yang masih membayanginya.
Baru liat punggung dahal, belom yang lain.
Untunglah tepat saat Sanggyun usai membereskan peralatan bersih-bersihnya Kenta datang.
Tapi nggak sendiri.
Tu cabe import bawa ttm otw pacarnya, Kang Dongho.
"Kenta, Dongho," sapa Sanggyun tapi gak diwaro ama dua orang itu, malahan mereka langsung masuk kamar dan nutup pintu di depan wajah sang jones kurbel.
"Bah! Nasib nasib!"
Sanggyun cuma bisa jalan balik ke kamarnya di lantai atas sambil ngelus dada. "Orang sabar disayang Tuhan..."
Niatnya sampe dikamar Sanggyun mau bersolo karir sambil nonton video yang dikirimin Yehyun - temen sekampungnya - kemaren, tapi baru aja rebahan di kasur hapenya bunyi, ada telpon dari Hyunbin. Tumben...
"Halo? Tumbenan nelpon ada apa?"
"Bisa tolongin gua?"
"Yeuh minta tolong..."
"Beliin soto ayam pake nasi, sama tahu bacem satu, telor buletnya satu."
"Bah. Go food aja lah..."
"Gyun food aja dah. Buruan."
"Mager."
"Elah, buruan. Sekali-kali bantuin temen lah, biar dapet pahala gak jones mulu lu."
"Yodah. Belinya dimana? Anterin kemana?"
"Beli di warung sotonya Mbak Chaeyoung. Anterin ke rumah Minhyun. Oya soto babatnya satu. Ama beli buat lu juga dah. Ntar duitnya gue ganti disini. Buruan."
Sanggyun gajadi bersolo karir. Bantuin temen lebih penting, apalagi sama dibeliin soto juga kan, hehehe...
Warung sotonya Mbak Chaeyoung yang terkenal cans itu letaknya di belakang kost, jadi Sanggyun cukup jalan kaki aja. Rumahnya Minhyun yang jauh, jadi Sanggyun bawa motornya Taehyun yang lagi ditinggal pulang kampung ama yang punya. Untung kuncinya dititipin ke dia.
Sanggyun belom mandi sejak kemaren, tapi uda berkeliaran kemana-mana. Nggak kepikiran buat mandi dulu sebelom jalan dia tadi. Gini nih yang bikin status jomblonya awet.
Jam sepuluh kurang Sanggyun udah ada di teras rumah calon ibu negaranya Hyunbin.
Tok tok tok...
Sanggyun ngetok pintu pake batu kecil yang dia ambil dari salah satu pot bunga, hapenya ketinggalan jadi ga bisa hubungin Hyunbin. Kalaupun ngga ketinggalan juga gak punya pulsa ama kuota sih, sama aja.
Ceklek!
Pintu terbuka, menampilkan sosok tinggi dengan wajah khas bangun tidurnya yang seksi.
"Nih..." Sanggyun nyodorin kantong plastik isi soto dkk pesanan Hyunbin.
"Minhyun sakit, gak mau ditinggal," ujar Hyunbin sembari menutup pintu setelah Sanggyun masuk.
"Pada sakit ya. Bu Sungwoon sakit, Yongguk sakit."
"Taehyun juga sakit, jadi belom bisa balik."
"Wah... Sakit masal nih?"
"Keanya sih begitu."
Hyunbin nuang sotonya dan Minhyun ke mangkok gambar ayam hasil tukar bungkus micin. "Lo mau makan disini? Apa balik kost?"
"Makan sini aja dah, males gua balik, Kenta lagi ama Dongho."
"Terus? Masalahnya?"
"Berisik pasti mereka."
Hyunbin cuma bisa ketawa. "Ntar kalo Minhyun uda enakan disini pasti berisik juga..."
Apasih gaje banget ya
-_-
