.

Jam tujuh pagi kost sudah ramai dengan datangnya murid-murid Taehyun yang hendak menjenguk guru bogel kesayangan mereka.

Jumlahnya dalam angka sih nggak banyak, cuma enam orang. Sejeong, Sohye, Doyeon, Mina, Chunga, dan Minki. Tapi ramenya udah nyaingin pasar sapi.

Taedonghan yang lagi kelonanpun keganggu. Padahal jarak kamar mereka lumayan jauh.

"Kok kea ada suara ciwi ciwi yah?"

"Hooh, kita ga salah denger kan?"

Donghan menggeleng. "Rasanya nggak deh. Tengok yuk."

Keduanya langsung sehat bugar seketika, nggak inget lima menit lalu masih saling memeluk dan mengeluh sakit kepala.

Suara gaduh derap langkah kaki Taedonghan berlari menuruni tangga membangunkan Hyunbin yang kamarnya berada tepat di bawah tangga.

"Tay banteng! Baru ae mo merem!" Manusia tiang listrik itu melempar asal guling yang sedetik lalu didekapnya erat-erat sebagai pengganti Minhyun yang sedang ditugaskan ke luar kota.

Terlanjur gabisa tidur, Hyunbin memutuskan untuk ke dapur membuat secangkir teh hangat saja.

Ceklek!

"Bin, ada Minki, Bin!" seruan riang Kenta yang menyambutnya begitu ia berhasil membuka pintu kamar.

"Ha? Minki?" Hyunbin masih loading.

"Kuy." Kenta menarik Hyunbin untuk bergabung dengan Taedonghan yang tengah berdiri di ambang pintu kamar Taehyun.

(Penampakan kamar Taehyun)

Para tamu duduk berjajar di lantai kayu yang hangat sementara Taehyun masih tiduran di kasur matrasnya sambil selimutan sampai sebatas leher.

"Pak Tae kamarnya manis, jadi pen nginep sini deh kapan kapan," ujar Minki, satu satunya yang berbatang diantara keenam orang yang menjenguk Pak Tae.

"Aduh, jan gitu, ntar saya khilaf kalau dek Minki ngingep sini."

"Kalau saya yang nginep sini gimana?" Doyeon ikut-ikutan.

"Ini kost namja loh, Yeon, ntar kamu digangbang mau?"

"Aduh, Pak, pake filter dong, Pak," Chungha nyengir jijik.

"Doyeon ga denger, Pak, Doyeon lagi duduk."

Mina, Sejeong, ama Sohye mah diem aja. Bingung mau nyeplos apa.

Empat orang yang lagi desak-desakan di pintu demi bisa melihat pemandangan peri dalam kamar Taehyun mendadak sehat sepenuhnya. Aneh memang.

"Ada apaan sih?" tanya Sanggyun yang baru datang dengan suaranya yang masih saja parau.

"Sini!" Tanpa menoleh barang sedetikpun Hyunbin menarik Sanggyun dan menekan punggungnya untuk berjongkok dengan kepala berada di celah antara pinggang Hyunbin dan Kenta.

"Waaaaa... MASA DEPANKU!" seru Sanggyun, seketika menarik perhatian tujuh orang di dalam kamar.

Lalu Yongguk? Dimakah si koko beler itu? Kenapa nggak ikut heboh ama yang lainnya?

Mari kita lihat ke kamar tepat di atas kamar Mas Tae.

Kamar tersebut kosong.

Lalu kemana perginya Kim Yongguk ya?

.
.

...

T b c