.
.
.
Jam tiga sore hari Kamis di kost...
.
Untuk pertama kali nya dalam minggu ini anak anak penghuni kost kumpul bertujuh di kamar Yongguk setelah hari-hari sebelumnya mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
Lagi ngapain mereka?
Duduk duduk santai, ada yang tiduran juga, godain Yongguk yang bentar lagi harus nikah.
"Yaaah... Gak ada yang suka ngelonin gue sambil bikin kissmark dong," keluh Kenta sok sedih, gatau dalam hatinya beneran sedih apa nggak.
"Hemeh... Gua gantiin," sahut Sanggyun yang lagi rebahan di tengah-tengah kasur. Sudah anggap kamar sendiri.
"Ogah, ogah, mending ama Kang Daniel."
"Heran dah, dendam ye si Kenta ama gua."
"Gak juga." Kenta posisinya selonjoran di lantai antara ranjang sama tembok kamar mandi. "Mampus! Hari ini gw terakhir bayar cicilan."
Hyunbin yang duduk berhadapan dengan Kenta langsung bersuara, "rasanya baru dua hari lalu lu bayar cicilan."
"Kemaren cicilan hape, ini cicilan motor, mampus, mana duit gue abis."
Yongguk bangkit dari duduknya di kursi belajar dan naik ke atas tempat tidur, di samping Sanggyun. "Yo tiga ronde ae, abis itu gua bayarin cicilan lo."
"Ok, deal!" Nggak pake mikir si Kenta, iyalah, orang biasanya dia lima ronde ae gratis, ini cuma tiga dibayarin cicilan kan lumayan.
"Yo gua ada urusan ama Kenta, ayo yang nggak berkepentingan silakan meninggalkan ruangan," usir Yongguk.
"Ikutan ah, gua satu, lo dua." Taehyun naik turun in alisnya nakal. Orang orang mah taunya Taehyun ini alim, imam idaman, aslinya ya begini, cuma beberapa aja yang tau.
"Nggak ada! Cari ae yang laen. Ama Sanggyun bisa juga kan, engas juga dia. Sono pergi pergi,hush!"
"Mending nyolo daripada ama Sanggyun," ujar Taehyun sambil berlalu. Dia yang pertama keluar dari kamar.
"Gua juga ogah kali jadi uke, mending gua tidur." Sanggyun ikutan keluar, balik ke kamarnya.
Tinggal Hyunbin, Donghan, ama Taedong pengganggunya.
"Minggir woi, gua ama Kenta mo tempur," usirnya lagi.
"Mager, disini sinyalnya kenceng gak kea di kamar gua," ucap Hyunbin yang masih sibuk sama hapenya.
Yongguk narik Kenta ke atas ranjang dan sekarang mereka berdua udah pelukan aja, sementara Taedonghan juga daritadi pangku-pangkuan di lantai sisi kanan tempat tidur.
"Gua videoin kirim Shihyun bagus nih," celetuk Donghan, evil maknae emang.
"Kirim ae, biar batal aja nikahnya, gapapa," tantang Yongguk. "Ntar gua nikahnya ama Kenta."
"Udah ah, gua pergi, engas repot," pamit Hyunbin yang langsung keluar kamar gitu aja.
Pintu masih kebuka lebar karena Hyunbin yang males nutup pintu tapi Yongguk udah naik aja ke atasnya Kenta. Masih berpakaian lengkap sih, cuma tangannya udah kemana-mana, bibir juga udah nyatu.
"Kita di kamarku aja yuk," bisik Donghan ke Taedong, pengen juga kan jadinya.
Taedong mengangguk dan merangkul tubuh tinggi kekasihnya keluar kamar Yongguk, tak lupa menutup pintu tentunya. Bahaya banget kalau keliat Pak Jaehwan atau Bu Sungwoon.
