.

.


Hyunbin baru saja terjaga dari tidur nyenyaknya bersama Kenta ketika ia menyadari bahwa jarum jam telah menunjukkan pukul tiga. Tiga? Tiga apa ini?

Panik, Hyunbin segera menyingkap selimutnya dan berlari keluar kamar untuk kembali ke kamarnya sendiri, cuma pake kolor doang. (ada fotonya nggak perlu dibayangin, diliat aja)

"Heh! Bin! Komu! Komurola! Mau kemana woi?!" panik Kenta yang ikut terjaga karena gerakan kasar Hyunbin yang mengusik tidurnya.

Hyunbin nggak nyahut, panik dia.

Panik kenapa?

Dia ada janji sama Minhyun sore ini, mau nemenin pacarnya itu cari kado, sekalian dinner gitu deh, kan udah lama engga. Janjinya jam enam. Masih tiga jam sih, tapi Hyunbin mau ngambil laundry dulu, bajunya udah pada abis. Mau mandi dulu juga biar wangi, masa bajunya wangi orangnya bau?

Hyunbin lari-lari masuk kamar mandi dan langsung nyalain shower, mandi air dingin ae biar cepet dan seger.

Kedinginan? Jelas! Orang baru bangun, jam tiga pagi, langsung tanpa pemanasan diguyur air hujan di bawah shower.

Selesai mandi ia buru-buru mengerikan tubuh dengan handuk dan berpakaian seadanya. Yang penting anget, ntar abis ambil laundry kan ganti baju lagi.


"Mau kemana, Bin?"

"Ambil laundry terus jalan sama Minhyun," Hyunbin menjawab pertanyaan Jaehwan sambil nutup risleting jaketnya.

"Laundrynya 24 jam?"

"Ya nggak lah, Pak."

"Ya tutup lah..."

"Baru jam tiga, Pak."

"Jam tiga dini hari, Bin..."

Kalo aja nggak diingetin si bapak Hyunbin uda mau masuk mobil terus meluncur ke laundry langganannya.

"Masa, Pak?" Hyunbin panik nyari jam tangan ama hapenya.

"Itu, Bin, liat aja keatas." Jaehwan menunjuk ke langit diatas mereka, Hyunbin mendongak mengikuti arah jari Jaehwan yang dilingkari sebuah cincin emas berwarna kuning.

Setelah sekian detik barulah Hyunbin sadar.

"Udah sana, balik kamar lanjut tidur, atau mau saya temenin?"

"Nggak perlu, Pak, makasih, udah ama Kenta tadi. Saya masuk dulu."

Akhirnya Hyunbin balik kamar.

Punggungnya udah nempel kasur tapi terus pria tiang ini ingat, rambutnya masih basah. Duduk aja deh.

Led hapenya kedip-kedip, oiya, kan ditinggal hampir seharian, jelas pesan masuknya numpuk.

4 panggilan tak terjawab dari Minhyun.

Kok cuma 4?

Ya karena Minhyun bukan tipe uke bawel, kalo Hyunbinnya ditelpon berapa kali nggak bisa ya dia biarin sampe Hyunbin yang hubungin dia balik.

Hyunbin uda mau nelpon balik, terus inget ini masih jam setengah empat pagi.

Yaudah, nge-ML aja dah...


"Kemana aja kamu, Bin? Seharian nggak bisa dihubungin. Aku khawatir kamu sakit lagi," omel Minhyun sambil beresin kamar Hyunbin.

Tiap Hyunbin berkunjung selalu diawali dengan bersih-bersih, baru setelah semua rapi mereka bisa yang laen-laen. Salahkan Minhyun yang terlalu terobsesi pada kata 'rapi' dan Hyunbin yang terlalu jorok.

"Ketiduran kemaren di kamar Kenta pas mati lampu, bangun bangun jam tiga, kirain tiga sore, taunya tiga pagi."

Minhyun menoleh, memandang Hyunbin yang duduk di atas ranjangnya tak suka. "Tidur sama Kenta?"

"Hooh. Kenapa?"

"Jadi gitu ya, tidur sama Kenta sampai lupa kalo ada janji sama aku!"

"Namanya juga ketiduran. Apa salahnya tidur ama Kenta? Kan sama sama berbatang..."

"KAMU PIKIR AKU NGGAK PUNYA BATANG?!"


berhubung baru sempat, jadi updatenya ngebut ya