Hallo! Ini ff KaiHun kedua saya semua yang tertulis hanya rekayasa semata, hanya rekayasa ya. Jika ada kekurangan disana-sini saya mohon maaf. Semua chara yang dipakai milik Sooman semata saya hanya meminjam nama mereka tanpa diketahui oleh si yang punya nama.
Author: Haru No Yuuchan999
Tittle : Hadiah Berkesan (Chapter 2)
Rate : T
Genre : Romance
Warning: KaiHun, ChenMin, Typo, Sho-ai/Yaoi dll.
"Ah! sudahlah, kebetulan atau tidak yang penting jawaban siapa yang paling benar" D.O menengahi keributan antara Tao, Xuimin dan Chen.
Tao berdecak "Baiklah"
"Nah Kai, ayo buka kotaknya" Kris tersenyum menunjukkan eye smilenya yang setengah jadi.
Wassalam! batin semua members takjub.
Don't Like Don't Read!
Kai membuka lagi tutup kotaknya, Kai lelah sudah mulai lelah dengan permainan yang Sehun buat. Apa-apaan ini? kotak lagi? yang benar saja! Kai mengeram kesal, KrisTao yang memucat dan members lain yang sedang peluk-pelukan saling memberi ucapan selamat karena tebakan mereka benar. Kai memadang miris kotak yang ketiga, sebuah kotak putih tanpa bungkus kado tetapi berhiaskan smile :P berwarna kuning di tutup kotaknya. Anak itu benar-benar urrrggggggg! Kai kesal merasa dipermainkan Sehun. Kai menghempaskan punggunya disandaran sofa. D.O memandang kasihan saat melihat Kai yang mengusap wajahnya dengan kasar. Sepertinya anak bungsunya itu butuh diberi wejangan.
Kai menggosokkan kedua telapak tangannya. Mari kita akhir.
Kotak itu kembali dibuka, baiklah kali ini buka kotak jenis apapun dengan motif apapun yang ada di dalamnya. Bahkan ini jauh lebih mengejutkan dari sebelum-sebelumnya! Lay yang syok melihat isi kotak itu perlahan-lahan melihat reaksi Kai yang tanpa ekspresi. Glek! tatapan Kai dan Lay saling bertemu. "Apa maksudnya ini?" tanya Kai tenang tapi berbahaya
Lay memandang horor kedalam kotak yang berisi setumpuk bungkus cemilan Lay yang seharunya sudah berada ditempat sampah mengingat dia yakin betul kalau semalam sudah dia buang ditempat semestinya. "Aku tidak tahu apapun, sungguh bukan aku" Lay menyembunyikan tubuhnya dibelakang Kris.
"AAARRRRRGGGGGGGG!" teriak Kai frustasi "Aku mau hadiahku! bukan kotak dan sampah seperti ini!" Kai yang kesal lalu menghambur-hamburkan aneka jenis sampah plastik di dalam kotak tetapi kemudian sebuah amplop biru jatuh ke lantai. Kai mengambil amplop itu lalu mengeluarkan isinya. Kartu ucapan.
Selamat hari kasih sayang Kai!
By: Oh Sehun
Ps: Aku membuatkanmu cake, cari saja di lemari dapur. Oh iya, aku membuat itu sambil membayangkanmu lho~ ^_^
Semua members memperhatikan ekspresi Kai yang tidak bisa ditebak. Suasana berubah hening, tak ada yang mengeluarkan suara karena mungkin sedikit saja suara terdengar hal itu bisa membuat Kai terjun bebas di sungai Han.
Kai berjalan enggan menuju lemari dapur, dia menemukan satu cake berbentuk persegi panjang dengan hiasan 5 buah cherry diatasnya. Diletakkannya cake itu dimeja dapur, matanya menjelajah mencari pisau untuk memotong cake itu.
"Mencari pisau?" Kai mendengar seseorang berbicara, ditatapnya kesepuluh hyungnya itu sedang mengekorinya dari belakang. Kai mengangguk.
Chen berjalan menuju kulkas dan mengambil pisau didalamnya "Aku lupa mengeluarkannya pagi tadi" Chen mengusap tengkuknya.
Setelah menerima pisau dari Chen, Kai segera memotong cakenya. Dia mengambil potongan pertama dan segera memakannya. Kai mendesah dan mulai membaca kembali kartu ucapan Sehun. Benarkah dia membuat ini sambil membayangkan dirinya? jika benar begitu, malang sekali nasibnya. Hitam dan pahit, itukah yang Sehun tangkap saat melihat dirinya? menyebalkan sekali!
Mata Kai tampak berkaca-kaca, dia memandang semua hyungnya dengan pandangan sedih. "Apa salahku?" setelah bertanya seperti itu Kai segera pergi menuju kamarnya.
Suho dan Do saling memandang satu sama lain. Apa ini tidak keterlaluan? kasian sekali Kai.
~"~
Ditempat lain, Sehun terlihat sangat gelisah. "Hyung, ini tidak keterlaluan kan?" Sehun menjilat bibirnya yang terasa kering
"Keterlaluan apanya?" tanya Changmin masih fokus dengan game yang dia mainkan.
"Mengerjai Kai hyung, dia tidak akan marah kan?" tanya Sehun ragu
"Jika dia marah, katakan saja pada kami biar kami yang menanganinya" jawab Kyuhyun
Saat ini mereka bertiga sedang berada di dorm Super Junior lebih tepatnya berada di kamar KyuMin. Changkyu sibuk bermain PS sedangkan Sehun sibuk memikirkan perasaan Kai. Sehun menatap hadiah yang diberikan untuknya, satu tangkai bunga mawar dan satu kotak hadiah berbentuk persegi empat ukuran 10X10 cm berwarna biru dengan pita pink diatasnya. Dia tidak berani membuka kotak itu, dia berniat membuka kotak itu saat berada di dormnya nanti dan tentunya dia ingin memastikan dulu jika Kai-Nya tidak marah.
Kai masuk kedalam kamarnya, berjalan menuju cermin dan mulai menatap intens bayangannya sendiri. Kai tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya. Tampan.
Kai menempelkan telapak tangan dikedua pipinya lalu menepuknya pelan. Meski hitam aku tetap tampan.
Kai berpose ala badboy didepan cermin. Aku keren kok.
O_O "Kai? kau sedang apa?" Do memandang aneh sekaligus takjub Kai yang terlihat seperti orang gila didepan cermin.
"Ah! kebetulan sekali!" Kai mendekati Do lalu Kai memegang wajah Do kemudian tanpa permisi CUUUPPPPP! Kai mencium Do tepat dibibirnya dan tindakan itu membuat siempunya bibir O_O melebarkan matanya terkejut. Loading~ Do belum memberikan reaksi apapun terhadap tindakan Kai yang sedang melumat bibirnya.
"DASAR ANAK DURHAKA!" melihat aksi mesum anaknya itu, Suho refleks melepas sandal yang dia pakai lalu memukul-mukulkannya di tubuh Kai. Suho murka, niat baiknya mengirim sang istri untuk menenangkan Kai malah berujung adegan seperti ini.
"AW AWU~ AWUUU~" Kai berusaha menghindari serangan Suho "Ampun hyung, ampun" Kai melindungi wajahnya dari serangan sendal Suho, biarlah tubuhnya yang sakit asal wajahnya tidak terluka.
"Apa penjelasanmu ha? berani sekali kau ini!" Suho menarik telinga Kai kuat-kuat
dan Do masih setia memandangi adegan SuhoKai dengan pandangan O_O dan members lainya melihat adegan itu didekat pintu.
"Hyung~ lepas~" Kai masang wajah melas. Do menepuk pundak Suho "Lepaskan dia hyung, aku ingin mendengar penjelasannya" Suho langsung menuruti permintaan Do
"Hyung~ jawab pertannyaanku. Jujur ne?" Kai mengenggam tangan Do lalu Do mengangguk "Bagaimana rasa bibirku?"
"YAH!" Suho ingin memukul kepala Kai dengan sendalnya lagi tapi Kai keburu menghidar.
"Hyung ayo jawab! manis atau pahit?" Kai sudah berdiri di atas tempat tidurnya, DO menatap Suho minta izin. Yah, sebagai Uke yang baik segala sesuatu harus dapat izin dulu dari Semenya. Suho berdecak kesal, kemudian mengangguk.
"Emmm manis" komentar Do dan langsung mendapat deathglare dari Suho "Apa? aku hanya berkata jujur" Do yang tidak suka dengan tatapan Suho langsung mendeathglare balik Suho. Nyali Suho langsung saja ciut jika Ukenya sudah bersikap seperti itu.
Wajah Kai langsung cerah "Benarkah hyung?" Do mengangguk tapi Kai langsung terduduk di kasurnya "Tapi kenapa rasa cakenya pahit?"
"Memanganya ada apa sih?" tanya Baekhyun bingung
"Di kartu ucapan Sehun nulis "Aku membuatkanmu cake, cari saja di lemari dapur. Oh iya, aku membuat itu sambil membayangkanmu lho~" begitu katanya hyung" Kai memandang semua hyungnya yang masih setia berdiri "Hyung lihat sendirikan cake itu warnyanya hitamdan lagi rasanya pahit dia membayangkan diriku ini sebagai sosok yang hitam dan pahit" Kai menundukkan kepalanya
"Hitam dan pahit, berarti gosongkan?" Chanyeol memandang Baekhyun dan merekapun tertawa bersama mengabaikan perasaan Kai yang sedang gundah gulana.
"Yah! jangan mengejekku hyung!" protes Kai sambil melempar bantal kearah ChanBaek yang asik ketawa.
"Dengar Kai, itu cake namanya blackforest tentu saja warnanya kehitaman. Dan kenapa rasanya pahit? mungkin Sehun sedikit keliru saat membaca resep. Dan lagi, sekarang hyung tanya, memangnya Sehun bisa masak? seumur-umur dari zaman trainee hingga debut setahu hyung dia tidak pernah menghidupkan kompor di dapur dorm kita. Jadi maklumi saja kalau rasa cakenya yah ehmmm kurang enak seperti itu." perkataan Lay seolah memberi sedikit pencerahan sehingga Kai kembali bersemangat.
"Kau benar hyung!" Kai turun dari tempat tidurnya lalu segera memeluk Lay sedangkan Lay menepuk-nepuk punggung Kai.
"Masalah selesai kan? Ayo bubar" Kris menggiring semua members keluar dari kamar KaiSoo
Tinggal Kai seorang diri di kamar, awalnya Do ingin tetap di kamarnya tapi Suho keburu menarik Do keluar. Takut kalau nanti istrinya ini mendapat tindakan asusila dari Kai. Kai mengambil ponselnya yang bergetar di saku celana. Telpon dari Sehun.
"Apa kau marah?"
"Tentu saja"
"Maaf"
"Jika kau punya kado lain aku akan memaafkanmu"
"Benarkah? apa kau sudah lihat hadiah yang ada di laci meja kamarmu?"
"Hadiah?" gumam Kai lalu berjalan mendekati laci meja yang terletak disamping tempat tidurnya. Kai melihat kotak berbentuk persegi berwarna hijau dengan ukuran 10x10 cm yang hiasan pita kuning diatasnya. Kai mengerutkan dahinya, sepertinya tidak asing dengan kotak ini. "Modelnya sama seperti kotak hadiah yang aku berikan padamu."
"Aku juga terkejut waktu aku menerima hadiah darimu" Sehun menjilat bibirnya "Kai, sebenarnya cake yang dilemari itu bukan aku yang membuatnya."
"Bukan kau? lalu siapa Hunnie?"
"Itu ehm itu Kyuhyun hyung yang buat." Sehun mengaku, waktu itu Kyuhyun ngotot mau mencoba resep cake dari Ryeowook dan menjadikan Kai sebagai tumbal untuk mencicipi cake pertamanya itu.
"Oh biar aku tebak, ide untuk mengerjaiku ini berasal dari Kyuhyun hyung kan? Kotak kado sebelumnya, surat yang ada dalam kotak itu dia juga yang buat? wah! kreatif sekali!" Seru Kai geram mengeingat betapa kesalnya dia waktu itu.
"Sebenarnya, kotak dan surat itu ide dari Changmin hyung Kai"
"WOW! kompak sekali kalian mengerjaiku! aku kesal dan sial seharian ini." keluh Kai mengingat masih ada rasa perih di kulit kecoklatannya yang sexy itu setelah di hujani pukulan sandal dari Suho "Hunnie, kau dimana sekarang? cepat pulang! aku punya urusan yang belum selesai denganmu!"
"Aku akan pulang jika kau berjanji tidak akan marah."
"Ya, ya. Aku tidak akan marah. Sekarang cepat pulang!"
"Ne aku pulang, tapi kau jangan marah ya? janji!"
"Ne! janji! cepat!"
Sehun memutus telponya, lalu memandang bergantian pada sunbaenya yang masih setia berduel game. "Hyung, aku pulang dulu ne?" pamit Sehun pada ChangKyu
"Ne, mau diantar?" tawar Kyuhyun matanya masih fokus pada game.
"Aku bisa pulang naik bus, lagi pula jarak dorm EXO dari sini tidak terlalu jauh."
"Baguslah, tadi cuma basa-basi saja. Hati-hati di jalan!"
Sehun berjalan menuju halte bus yang terletak sedikit jauh dari dorm SJ, sambil membawa kotak kado yang berukuran sebesar kardus minuman kaleng (seperti kardus minuman kaleng Coc*-Col*) yang terasa berat. Entah apa isinya tapi sebenarnya tadi setelah memberi hadiah dengan kotak kecil berpita pink itu Kai juga memberikan hadiah berupa kotak hadiah dengan motif yang sama tapi ini jauh lebih besar dan berat dari kotak sebelumnya. Kai berpesan jika tidak ingin barang yang ada didalamnya rusak Sehun harus membawa kotak hadiah itu dengan sangat hati-hati. Jadi beginilah keadaan Sehun sekarang, berjalan sambil membawa kotak berbungkus kado biru dengan pita pink diatasnya, sedangkan kado yang lebih kecil dia masukkan di kantung celananya.
Setelah menunggu cukup lama di halte akhirnya bus yang ditunggu-tunggu Sehun datang. Sehun memilih tempat duduk paling belakang di dekat jendela. Dia duduk sambil memangku kotak hadianya itu. Sehun tiba di dorm tepat pukul 3 sore. Saat itu semua members sedang bersantai-santai diruang tamu.
"Aku pulang" sapa Sehun pada semua hyungnya
Prok! prok! Prok! Sehun terkejut mendapat tepukan meriah dari semua hyungnya kecuali Kai yang entah dimana karena Sehun tidak melihat kehadiran namja coklat itu di ruangan. "Ada apa ini?" Sehun bertanya polos
"Bukan apa-apa, kau dari mana saja baru pulang sekarang?" tanya Lay "dan apa itu?"
"Oh, dari dorm Super Junior sunbae dan ini hadiah dari Kai hyung ^_^" jawab Sehun ceria
Semua hyungnya saling berpandangan "Coba buka apa isinya" Xiumin meminta Sehun membuka hadiahnya
"Sepertinya berat"
"Mungkin isinya DVD"
"Atau PS"
"Atau radio"
"Atau printer?"
"Atau gas elpigi"
"Atau-"
"STOP! hentikan hyung!" teriak Sehun yang frustasi mendengar tebakan dari hyungnya itu "Kai hyung dimana?" tanya Sehun sambil memperhatikan sekitar ruangan.
"Dikamar, sedang mendinginkan diri" jawab Chen
"Kai hyung sangat marah ya?" tanya Sehun pada semua hyungnya dan dengan kompaknya semua hyungnya mengangguk lalu Sehun berjalan takut-takut menuju kamar Kai.
"Kai hyung?" panggil Sehun setelah masuk ke dalam kamar tapi tidak ada orang di dalamnya.
Buk! Sehun meletakkan kotak kadonya yang besar dan berat itu di lantai. Sehun duduk di pinggiran tempat tidur lalu memegang kotak hadiah yang ia berikan pada Kai. Ya, kotak hadianya untuk Kai itu tergeletak begitu saja di atas tempat tidur lalu dia juga mengeluarkan kotak hadiah yang nyaris sama dari saku celananya. Kenapa bisa mirip seperti ini? batin Sehun.
Cklek, suara pintu kamar mandi terbuka. Kai keluar dengan hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya. Mau tidak mau Sehun juga tidak sengaja melihat ABS Kai yang menurut fans mereka itu begitu sexy. Aroma sabun yang Kai pakai tercium oleh Sehun dan membuat namja itu memejamkan matanya. Sehun benar-benar menyukai aroma sabun Kai.
"Kau sudah pulang" Kai duduk disamping Sehun
Sehun membuka matanya dan menatap Kai, dia sedikit terpesona saat menatap wajah Kai yang masih basah dengan tetesan-tetesan air yang terjatuh dari helaian rambut Kai. "Ne baru saja sampai"
Kai mengacak rambut Sehun "Dasar kau ini, bagaimana bisa kau terjebak diantara mereka"
"Mereka siapa?" tanya Sehun
"Siapa lagi kalau bukan ChangKyu couple" Kai mendengus "dan sepertinya kita meminta saran pada orang yang kurang tepat" Kai menunjuk dua kotak kecil yang dipegang Sehun.
"Kita? ku kira hanya aku yang meminta saran" Sehun bingung
"Itu" Kai menunjuk kotak berwarna biru dengan pita pink "aku meminta saran mereka untuk hadiah hari ini, sebenarnya kemarin pagi aku tidak sengaja bertemu mereka di mall karena aku sudah terlalu bingung mau memilih barang yang mana akhirnya aku bertanya pada mereka. Kyuhyun hyung bilang berikan saja barang yang Sehun sukai yang pasti tidak akan mendapat penolakan. Lalu aku membelikan itu untukmu," Kai menunjuk kotak hadiah yang paling besar "Lalu mereka menyarankan aku untuk membeli itu" Kai menunjuk kotak kecil yang dipegang oleh Sehun.
"Jadi begitu" Sehun mengangguk "Aku juga tidak sengaja bertemu mereka di depan coffee Shop, waktu itu aku juga kebingungan memilih hadiah. Lalu mereka memberiku ide usil, mereka bilang kau tidak akan marah kalau aku melakukan hal ini jadi aku menuruti saja apa mau mereka. Setelah membantuku memilih hadiah, mereka membawaku ke Dorm SJ dan setelah berada di dorm SJ aku dan Kyuhyun hyung mulai membuat dapur Ryeowook hyung berantakan sebenarnya aku hanya membantu sedikit urusan membuat cake itu sedangkan Changmin hyung sibuk membungkus kotak kado dan menulis kartu ucapan. Kau tau? Bungkus makanan itu di dapat dari kamar Shindong hyung, awalnya Changmin hyung mau memasukkan semua kulit pisang milik Eunhyuk hyung termasuk kaos kakinya yang jarang Eunhyuk hyung cuci ke dalam kotak itu juga tapi mengingat betapa kotornya sampah dan kaos kaki itu Kyuhyun hyung melarang. Aku pulang ke Dorm mengendap-endap dan menyembunyikan semua hadiah itu di kamar. Besok paginya aku sudah tidak mendapatimu berada di dorm, kau berangkat duluan ke taman. Jadi ini memberiku peluang untuk menyelinapkan cake itu di lemari dapur dan meletakkan kotak kecil itu di dalam laci mejamu." Sehun mengakhiri kisahnya dengan menjilat bibirnya yang kering.
"Kalau begitu ayo kita buka kotanya" ajak Kai dan Sehun mengangguk. Mereka membuka kotak hadiah mereka masing-masing dan mereka terlonjak kaget.
"Loh ini kan?" mereka bicara bersamaan
Dua kotak hadiah itu berisi Mp3 keluaran terbaru, dengan merek yang sama dan model yang sama. Produk ini hanya dijual dalam jumlah terbatas. Mp3 milik Sehun berwarna soft pink sedangkan milik Kai berwarna hijau. Wah, jadi terlihat seperti barang couple. Mereka tersenyum sambil sesekali menggelengkan kepala. Lalu Sehun memandang kotak hadiahnya yang kedua.
"Aku penasaran dengan isi kotak itu" tunjuk Sehun pada kotak kedua
"Khusus untuk yang itu kau buka di kamarmu saja ne" ucapan Kai membuat Sehun mengembungkan pipinya kesal.
"Baiklah" Sehun beranjak menuju kotak hadiahnya tapi Kai buru-buru menahan lengan Sehun.
"Mau kemana?" tanya Kai
"Tentu saja ke kamarku" jawab Sehun
"Kau pikir urusan kita sudah selesai hm?" Kai berdiri lalu menyesap aroma tubuh Sehun dan hal berikutnya yang terjadi adalah Sehun yang tertidur di atas tempat tidur Kai tanpa busana.
~"~
Kai mengakhiri kisahnya di Sukira dengan senyam-senyum mesum diakhir cerita, hal yang perlu diketahui pendengar adalah hal sebatas yang perlu dan pantas didengar oleh pendengar Sukira saja. Beberapa adegan di sensor oleh Kai dari cerita kisah sebenarnya. Ya, Kai hanya menceritakan seputar apa isi hadiah Sehun, keisengan Sehun dan duo evil SM, dan betapa kesalnya Kai saat dikerjai oleh 3 maknae beda grup itu.
"Oh, jadi yang membuat dapur berantakan waktu itu kau dan Kyuhyun?" tanya Ryeowook yang dahinya sudah membentuk garis plus "Kau tahu? seharusnya setelah membuat dapurku berantakan kalian harus segera membereskanya lagi." waktu itu Ryeowook sempat mengamuk saat mendapati dapurnya begitu berantakan dan beberapa peralatan dapur yang sudah tidak dapat digunakan lagi dengan kata lain alat itu rusak permanent.
"Maaf sunbae" Sehun membungkuk
"Sudahlah, lagi pula itu kejadian lama." Ryeowook kembali tersenyum
"Ah, lalu kalian meminta apa pada Tao dan Kris? bukankah mereka kalah taruhan?" tanya Sungmin
"WAH! benar juga! rasanya kami belum menagih apapun pada mereka" seru Chanyeol semangat sambil menunjuk Tao dan Kris bergantian dan pada akhirnya Sukira diakhiri dengan muka melas Kris dan Tao yang tiba-tiba ditodong oleh semua member EXO.
~"~
Semua members EXO kembali ke dorm dengan wajah lelah, jadwal hari ini memang benar-benar padat dan akhirnya sekarang mereka bisa menikmati waktu istirahat dengan tenang.
"Hey! Tidak bisakah kalian merapikan sepatu-sepatu kalian eoh? Apa susahnya sih kalau disusun rapi?" Teriak Chen menegur semua members yang meletakkan sepatu mereka sembarangan.
"Besok saja hyung, Sehun capek"
"Ne, besok saja. Kau tidak lihat mataku ini hyung? Sudah hampir tertutup." Kai langsung berjalan gontai menuju kamarnya.
Puk! Kris menepuk pundak Chen "Besok saja nee, kelihatannya semua members sudah benar-benar lelah"
"Ya, ya. Besok saja dan besok pasti aku sendiri yang merapikannya. Dasar, jika tadi langsung dirapikan pasti tidak akan seberantakan ini." Gerutu Chen sambil berjalan menuju kamarnya.
Baru selangkah saja Chen masuk ke kamarnya dia sudah berhadapan langsung dengan Xiumin yang menghadangnya. "Tidur di tempat lain" Xiumin menyerahkan selimut dan satu bantal pada Chen.
Xiumin ngambek, masih ingat kejadian di Sukira tadi? Ya, Xiumin marah pada Chen atau lebih tepatnya cemburu. "Ya? Apa maksudnya ini? Kenapa harus tidur ditempat lain? Ini kan juga kamarku." tolak Chen sambil kembali menyerahkan selimut dan batal pada Xiumin.
"Yasudah, aku yang tidur di luar"
"Hey! Kau ini kenapa baby?" Chen menahan tangan Xiumin
"Bukan apa-apa!" jawab Xiumin ketus
Chen mendorong Xiumin hingga punggung namja itu membentur pintu. Xiumin meringis, tentu saja itu cukup terasa sakit. Chen mengurung tubuh Xiumin hingga Xiumin tak bias bergerak "Apanya yang bukan apa-apa? Kau ini semenjak dari perjalanan pulang sudah mendiamkanku. Memangnya aku melakukan kesalahan apa?"
Mata mereka saling bertemu, Xiumin semakin mengeratkan genggamannya diselimut saat melihat wajah marah Chen "A-aa-"
Melihat ekspresi Xiumin yang ketakutan Chen melembutkan pandangannya. Dia mengelus pelan rambut Xiumin. "Sebenarnya ada apa?" Tanya Chen lagi tapi tak ada nada marah yang keluar.
"Seperti apa rupa yeoja itu?"
"Yang mana?" Tanya Chen bingung
Xiumin berdecak "yang di cover bukumu itu!"
Chen tersenyum "Penasaran?" Xiumin mengangguk
"Kau bilang dia tipemu, jadi aku ingin tahu seperti apa rupanya."
Chen membawa Xiumin masuk ke kamar dan menutup pintu kamar mereka. Kemudian dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan benda itu kepada Xiumin yang sedang duduk di pinggiran kasur mereka. "Sekarang kau tahu" Chen duduk disamping Xiumin.
Mata Xiumin terbuka lebar "I-ini? Astaga!" Seru Xiumi terkejut "Bagaimana bisa?"
"Photoshope" jawab Chen
Xiumin menghela napas panjang. Gambar yang ada dicover buku itu tidak lain adalah dirinya sendiri tapi disana dia berubah menjadi seorang yeoja yang cantik berambut panjang, anggun dan berkharisma benar-benar cocok bersanding dengan Chen. Xiumin, dia tidak tahu harus bagaimana dia senang tapi disisi lain ada rasa sesak didadanya.
"Kenapa wajahmu seperti itu?"
Xiumin menatap Chen "Maaf, aku tidak bisa menjadi seperti dirinya" tunjuk Xiumin pada gambar yeoja itu "A-aku bukan tipe idealmu"
Chen mencubit pipi Xiumin "Kenapa berpikiran seperti itu"
"Kan kau sendiri yang berkata seperti itu di sukira, katamu dia tipe idealmu"
"Aku tidak berkata seperti itu, seingatku aku bilang dia mendekati tipe idealku" bantah Chen yang juga ikut-ikutan mengetuk wajah yeoja itu dengan jarinya.
Xiumin mengembungkan pipinya "Sama saja" gumamnya "Dia yeoja dan aku namja"
Chen tertawa "Dasar bodoh, disitu letak bedanya. Jika dia mendekati tipe idealku maka kaulah tipe idealku!" Chen mengacak-acak rambut Xiumin
"Ta-"
Belum selai Xiumin bertanya Chen sudah membungkam mulut namja itu dengan bibirnya "Jangan berkata dan bertindak bodoh lagi, oke?"
Ximuin tersenyum kemudian mengangguk "Baiklah"
"Sekarang ayo tidur, aku benar-benar lelah"
"Kau tidak ingin mandi?"
"Tidak, ini sudah telalu malam dan aku sudah terlalu lelah. Atau kau ingin kita mandi bersama? Aku bisa mempertimbangkannya."
"Yah!" Xiumin melempar bantal kearah Chen dan ikut tidur disamping namja penggemar bebek itu.
Di kamar lain terlihat Suho dan Sehun sedang tidur-tiduran di atas ranjang mereka.
"Hun, hyung penasaran dengan satu hal." Tanya Suho sambil menatap langit-langit kamarnya.
Sehun membalikkan tubuhnya menghadap ke hyunngnya itu "penasaran kenapa?"
"Tadi saat di Sukira, kau dan Kai bilang hadiah kalian sama-sama MP3 kan?" Tanya Suho yang sekarang juga sudah saling berhadapan dengan Sehun dan dijawab dengan anggukan oleh Sehun "Lalu hadiah kedua? Kotak yang besar dan berat itu? Apa isinya?"
"Satu kardus minuman kaleng bubble tea, hebat kan?"
"Mwo?"
FIN
OMAKE
Kyuhyun dan Changmin yang mendengarkan Sukira di dorm SJ tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa Changmin begitu senang berkunjung ke dorm SJ. Meski sibuk dia selalu menyempatkan diri singgah ke dorm SJ untuk menemui Kyuhyun yah itupun jika Kyuhyun tidak memiliki jadwal. Dan acara Sukira sudah satu berlalu mereka masih saja mentertawakan junior mereka itu "Mereka tadi benar-benar lucu ne?"
Kyuhyun mengangguk "Berikutnya siapa lagi?"
"Bagaimana kalau si Wufan? Ah atau D.O?"
"Bagaimana kalau Taemin? Atau Onew? Amber?"
"Apanya yang bagaimana eoh?"
Kyuhyun menoleh kearah Changmin yang masih terlihat sibuk dengan cemilanya. "Kau bertanya sesuatu Min?"
Changmin menggeleng "Bukan aku" Changmin mengangkat bahunya "Tunggu dulu! Kalau bukan kau dan aku lalu siapa?"
Mereka menoleh kebelakang dengan perlahan "Mati" "Celaka" gumam mereka berdua saat melihat Ryeowook, Shindong dan Eunhyuk menatap garang kearah mereka.
"YAH! GANTI OVEN KU!" Ryeowook yang sudah menahan kesala saat di Sukira melimpahkan kekesalannya pada ChangKyu couple. Ya, bagi Ryeowook yang salah bukanlah Sehun tetapi Kyuhyun! karena sudah tertulis jelas di papan pengumuman yang tertempel tepat di dinding dapur jika "Cho Kyuhyun Dilarang Keras Menggunakan Perabotan Memasak" larangan itu bukanlah tanpa alasan. Kyuhun selalu saja membuat kekacauan dan kerusakan setiap kali dia menggunakan perabotan memasak. Masih ingat tragedi sungai han? itu salah satu kekacauan yang pernah Kyuhyun perbuat.
"GANTI CEMILANKU!" ternyata bukan bungkus makanan Shindong saja yang mereka ambil, isi dalam bungkus makanan pun mereka ambil tanpa izin dari si pemilik cemilan.
"GANTI eh KEMBALIKAN KAOS KAKIKU!" ceritanya Kaos kaki Eunhyuk itu hilang jadi dia menyalahkan ChangKyu yang mungkin saja membuang atau menyembunyikan kaos kakinya itu.
Selesai, maaf untuk bagian Chen dia gak manggil hyung ke Xiumin #sengaja Sehun juga waktu ngomong sama Kai gak nyebut hyung ^_^ terima kasih sudah berkunjung jika berkenan tolong tinggalkan jejak ya dan maaf jika kurang berkesan~
