Chapter 7 Mimpi dan kakek

Title : Perjalanan

genre : fantasy, adventure

rate : T aja dah masih bingung

Pairing : Naruhina and other pairing

disclaimer : Masashi Kishimoto

haha, udah chapter 7 aja neh, ngebut ane bikiknnya,wkwkw,,haha,, sori kalao ceritanya tambah ngaco,heheh, yaudahlah langsung aja kita liat kelanjutannya cek it dot..

previw

kekuatan Naruto juga bertambah selain kecepatan kekuatan serangannya pun bertambah dengan sangat drastis, hal tersebut membuat Naruto harus hati-hati dalam mengontrol emosinya dan kekuatan nya agar tidak melukai sekitarnya. Ia pun kembali ke perjalanannya.

-perjalanan-

Hari sudah semakin gelap, semua tampak sunyi langit pun terasa tenang tapi sangat indah bertaburan bintang di dampingi bulan yang sangat indah menawan, setiap kali Naruto melihat bulan ia selalu terkenang masa-masa dulu saat kakeknya masih ada, setiap malam ia dan kakeknya selalu berdua di atas loteng memandangi bintang dan bulan, hal tersebut menambah semangat Naruto saat malam hari ia pun terus melakukan perjalanan.

Perjalanan yang melelahkan akhirnya selesai Naruto telah sampai kerumah Shion dan ia berniat untuk bertanya kepada kakek. Ia pun mengetuk pintu, beberapa lama ia menunggu tidak ada jawaban dan ia pun mencoba mengetuk kembali dan memangil-mangil hinata namun tidak ada juga yang keluar ia bersenderan di pintu kemudian tanpa disengaja pintu itu terbuka dan Naruto pun masuk kerumah tersebut, Naruto pun bingung dan mersa ada yang aneh mengapa rumah tersebut terasa sepi.

Ia pun masuk dan menuju ke kamar sang kakek ia pun mengetuk pintu, tiada orang disana dan kemudian ia mencoba menuju kamar yang lain tiba-tiba pintu kamar kakek terbuka, ia melihat sebuah bingkai foto yang berada dikamar kakek yang terpasang di dinding. Ia pun penasaran dan ia pun melihatsengan seksama siapa foto yang ada disitu.

"Itu adalah foto kawanku waktu dulu, ia merupakan orang yang sangat tangguh", sahut kakek

Naruto yang terkaget melihat sosok kakek tanpa sengaja melempar bingkai foto tersebut lalu dengan cepat kakek menangkap foto itu, Naruto pun yang kaget kemudian bertanya " kakek hebat sekali gerakan kakek sangat cepat apa rahasia kek?''

Kakek terdiam sejenak dan kembali berkata,'' maaf kakek tidak tau harus bagaimana menjelaskannya''

"Apa karena tato tersebut, sahut Naruto sembari memperlihatkan tato ditangan kanannya"

"Hah? sejak kapan kau memiliki tato tersebut?", Tanya kakek

Naruto pun akhirnya menceritakan kejadian yang ia alami yang pada di gunung 7 matahari saat itu ia bertemu dengan Gaara dan Juugo, perubahan wujud Juugo dan 8 tato milik Gaara serta asal usul dari kimia yang diceritakan oleh Gaara.

Setelah Naruto menjelaskan suasana menjadi hening sang kakek pun memasang kembali bingkai foto ke dinding dan mengambil kursi untuk duduk dan beberapa menit duduk kemudian kakek berdiri kembali dan ia memperlihatkan punggungnya dan memperlihatkan sesuatu yang sangat membuat Naruto sangat terkejut. Ternyata kakek mempunyai tato juga yang mirip juga tetapi warna yang agak berwarna dan tato tersebut menutupi di sekujur punggung kakek, Naruto pun menjadi tidak mengerti.

"apa yang sebenarnya terjadi kek? Mengapa kakek mempunyai tato yang sama dan bentuknya itu menutupi sekujur tubuh", tanya Naruto kepada kakek

"Kakek telah mencapai level 10, dan kakek bisa menguasai 5 elemen alam", jawab kakek

"Apa mengapa bisa demikian kek, aku tau tentang menguasai alam tapi yang aku tidak tau kakek dari mana kau mendapatkan kekuatan tersebut", Tanya Naruto penasaran

"Waktu itu aku pernah sekarat saat pernah bertarung dengan orang yang jahat kala itu dan aku tidak bisa apa-apa lagi dan dengan seketika aku merasa aku tidak akan bisa tertolong lagi, cerita kakek kepada Naruto, kemudian ada seseorang yang kau tau datang menghampiriku dan ia memberikan kimia tersebut membuat aku menjadi bingung mengapa ia sangat baik peduli denganku, awalnya aku tidak tau apa yang diberikannya aku terpaksa meminumnya setelah meminumnya aku merasa bugar kembali dan tiba-tiba saja tubuhku menjadi sehat kembali dan hari itu merupakan hari pertama kali ku bertemu dengannya."

"Tunggu dulu kek, mengapa kau tidak merasa kesakitan setelah diberi efek kimia tersebut?", tanya Naruto kembali

"Hhmm, sebenarnya aku juga tidak terlalu tau apa yang terjadi aku tidak merasakan sakit waktu itu mungkin waktu itu tubuhku sedang sekarat dan reaksi tersebut dapat menyembuhkan dan meregenerasi rasa sakit tersebut, jawab sang kakek yang juga masih bingung"

"Kalau begitu berarti mempunyai level 10 seharusnya kakek sangat kuat iya kan? Mengapa waktu itu para penjahat yang mencuri Shion tidak kakek kalahkan saja, pasti dengan mudah kakek kalahkan, mengapa kek?', Tanya Naruto yang agak kesal dengan sikap kakek

"Kakek bukannya tidak mau melawan tetapi kakek tidak bisa melawan karena level yang waktu itu datang berada pada tingkat selevel dengan kakek malah mereka jago dalam mempergunakan kekuatanya, walaupun mempunyai level yang sama tetapi yang membedakannya yaitu pengalaman dan bagaimana menguasai elemen dan elemen apa yang dipunyai, kau setelah transisi level dari level 5 ke level 6 kau akan memilih kekuatan apa yang pertama kali kau yang ingin kuasai, pada dasarnya kekuatan itu mempunyai kekuatan selevel yang membedakannya cara mempergunakan kekuatan dan sejauh mana bisa upgrade", jawab kakek

"Kakek tau kan kalau kalah dalam melakukan pertarungan antar sesama pemilik tato yang kalah akan menghilang atau dengan kata lain mati, tetapi kenapa kakek masih bisa berada sampai sekarang ini kakekkan waktu itu kalah kan?", tanya Naruto ayang tambah penasaran

"Sebenarnya kakek sama sekali tidak menggunakan kekuatan alam kakek menyembunyikan kekuatan kakek dan meredam kekuatan kakek sehingga kakek menjadi manusia yang biasa, tetapi kakek hanya bisa menahan dalam waktu 12 jam saja dan apabila ingin meredam kembali harus mendelay dalam waktu 2 hari', jawab kakek

"Kalau begitu ajarkan aku untuk meredam kekuatan itu, sahut Naruto, aku tidak mau kekuatan yang terlalu besar ini, aku ingin mempunyai kekuatan biasa yang normal"

"dari mana jubah tersebut? Kakek yang melihat jubah yang dikenakan Naruto, Jubah tersebut merupakan jubah spesial yang dapat meredam kekuatan dari tato tersebut, tunggu dulu, apabila kau masih bisa menggunakan kekuatan tato pada saat menggunakan jubah tersebut, berarti kekuatanmu sangat luar biasa dan sehingga apabila kau melepas jubah yang meredam kekuatan tersebut mungkin kau bisa disamakan level 6 ke atas, mungkin ini terlalu berbahaya karena tatomu masih 1 yang berkemungkinan bekembang menjadi sangat dahsyat, kau mungkin bisa menghancurkan dunia ini, baiklah kalau begitu kakek akan mencoba mengajarimu memendam kekuatanmu itu", Sahut kakek dengan tegas

Akhirnya setelah berdiskusi mereka sepakat untuk melakukannya esok lusa karena melihat kondisi Naruto yang kurang fit, dan hari sudah semakin malam dan Naruto menginap dirumah kakek,Ia juga menjelaskan kalau mereka sekeluarga sedang makan bersama sekeluarga di luar dan kakek pulang duluan karena ada yang ingin di kerjakan, setelah itu kakek melanjutkannya hal yang ingin dikerjakannya dan Naruto pun isirahat.

Malamnya Naruto tidur dengan gelisah ia bermimpi sangat mengerikan, ia bermimpi kekuatannya telah menjadi level 12 tubuhnya diselimuti oleh tato dan ia mulai kesakitan dan mersakan tubuhnya tak bisa lagi dikendalikan, kemudian kegelapan mulai menguasainya dia pun mulai menghancur yang ada di sekelilingnya ia semakin tidak terkendali seolah-olah ia menjadi monster yang mengerikan, ia menghancurkan rumah-rumah dan ia juga ingin menghancurkan rumah kakek dan setelah menghancurkan rumah kakek ia langsung terbangun dan berteriak, keringatnya bercucuran, mata yang melotot dan jantung yang berdegup cepat seakan-akan mau meledak, Naruto bermimpi sangat mengerikan dan ia tak mampu memendung lagi.

Semua yang mendengar teriakan Naruto langsung menuju ke ruangan Naruto, mereka ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, mereka melihat Naruto meringkup disudut Ruangan dengan meringkup keringat yang bercucuran dan ia sangat terlihat gemetaran dan seolah-olah ada yang menghantuinya hinata pun datang mengampiri dan ia mengusap kepala Naruto dan menyikap keringatnya dan berkata

"jangan takut naruto, disini ada kami dan ada aku di sini, jadi kamu harus tenang ya", sahut hinata tersenyum

Setelah melihat senyum hinata, akhirnya rasa gemetarannya menjadi stabil kembali, keringatnya pun berhenti bercucuran, kemudian ia mengehela nafas dan mengusap kedua matanya, kemudian membuka kembali kedua matanya dan ia melihat keluarga hinata yang sedang tersenyum, seolah-olah ia telah menjadi bagian dari keluarga mereka.

Naruto pun akhirnya kembali tenang, Naruto mencoba menceritakan mimpi yang di alaminya, seolah-olah mimpi itu sangatlah nyata dan ia sebenarnya agak takut menceritakannya, tapi setelah ia melihat keluarga Shion ia merasa tak takut lagi dan kembali menceritakan mimpi yang sangat mengerikan tersebut.

Setelah mendengar cerita Naruto semua menjadi terdiam tidak ada yang mau berkata, semua terasa hanyut dalam suatu yang sangat menyakitan hati dan seolah-olah semua merasakan apa yang di alami oleh Naruto, akhirnya setelah beberapa menit terdiam akhirnya mereka langsung pergi dari ruangan tersebut tanpa berkata-kata, akhirnya mereka melanjutkannya pada esok hari

Keesokan harinya, pagi yang sangat indah mulai menjadi gelap tidak ada yang menyinari matahari tampak tidak mau keluar, aktivitas di desa itu pun terhenti apabila hujan karena setiap kali hujan air laut yang dekat dengan ruangan terebut mulai meluap dan membanjiri daerah tersebut namun hal itu telah menjadi suatu yang biasa bagi mereka, daerah mereka dekat dengan laut dan mempunyai beberapa pelabuhan yang besar sehingga disebut sebagai daerah transIsi ke kota-kota lain.

Setelah beberapa lama mendung akhirnya hujan datang tidak ada beberapa menit hujan langsung mengenagi daerah tersebut dan mereka sudah terbiasa akan hal tersebut, tak terkecuali Rumah Hinata, ia dan keluarga mempunyai tempat untuk melakukan suatu antisipasi guna apabila ada banjir mereka mempunyai ruang rahasia di bawah tanah sehingga mereka tidak tergenang ataupun tenggelam.

Di bawah tanah tersebut terdapat sebuah alat dan yang sama baru pertama kali Naruto melihatnya. Alat tersebut sangatlah besar dan terlihat agak menyeramkan. Semua alat tersebut berasal dari kayu yang di padukan juga dengan besi yang sangat terlihat kuat dan kokoh.

Ruangan tersebut seperti ruang rahasia yang dibuat namun sudah nampak lama atau sudah nampak tua sekali walaupun terlihat sudah sangat lama tetapi masuh terlihat sangat luar biasa. Hal terebut membuat tambah semakin tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya dan untuk apa dibuat ruangan tersebut dan apa gunanya dan masih banyak pertanyaan lagi yang ingin dilontarkan Naruto namun ia hanya menyimpannya dalam hati ia berfikir suatu saat nanti pasti kakek akan menjelaskan untuk apa ini dibuat dan siapa yang membuat ruangan ini tanpa harus dimengerti ataupun tanpa harus bertanya sekalipun.

Ia pun memandang disetiap ruangan dan ruangan tersebut banyak terdapat pintu- pintu disetiap sisi dan disetiap pintu tersebut menuju keruangan yang berbeda pula. Ternyata ruang bawah tanah ini sebagai tempat singgah yang kedua yang dimana setiap ruangan tersebut mempunyai seprti layaknya kamar. Seelah mengamati ruangan tersebut. Naruto pun tertegun melihat sebuah foto berbingkai berlapis kaca tertempel disudut dinding tanpa ia sadari ia menititikan air mata, ia sangtat merindukan sosok yang ada di foto tersebut.

"Apa yang kau tangisi cucuku", tegur sang kakek

"Oh, tidak bukan apa-apa kakek aku hanya merindukan foto yang terpajang disana", jawab Naruto

"Itu foto sahabatku, foto itu merupakan foto yang terakhir kali kami bertemu ,kami sudah sangat lama berteman ia merupakan rival terkuat ku dan aku merasa kita akan suatu saat akan bertemu kembali, sekarang ia pergi dan tidak ada kabar", sahut kakek sambil memegangi fotonya tersebut

"Jadi kakek adalah teman kakekku?", Spontan Naruto bertanya kepada kakek Hiashi

"Iya, jadi kau adalah cucunya Jiraiya? Bagaiman keadaanya apakah ia sehat? Aku sudah lama tidak berjumpa dengannya, aku ingin sekali bertarung dengannya kembali", sahut kakek yang terlihat senang

"Sebenarnya kakek Jiraiya telah lama pergi, ia terkena penyakit mematikan dan ia memintaku untuk bertemu dengan saudaraku yang di daerah seberang sana makanya aku melakukan perjalanan dan sesudah aku bertemu dengan saudaraku aku akan kembali ketempat kakek", Jawab Naruto terlihat murung

Setelah mendengar cerita Naruto sang kakek terlihat sangat kaget dan ia tak berkata apa-apa lagi Naruto menegerti bagaimana rasanya jika ditinggalkan orang yang sangat kita sayangi dan apalagi yang terdekat dengan kita, ia jadi teringat dengan Sasuke teman masa kecilnya tersebut, akhirnya kakek berjalan menaruh kembali foto distempat smula dan ia pun tanpa berkata-kata lagi langsung menuju keruangan tersebut dan sebelum masuk ia pun berkata

"Istirahatlah, kita mulai esok pagi, jadi persiapkan dirimu kakek sangat lelah hari ini, maaf ya Naruto, kakek sangat lelah"

Akhirnya setelah perkataan kakek tersebut ia pun masuk keruangan, anggota keluarga yang lain telah terlebih dahulu masuk keruangan masing-masing namun Naruto masih terdiam terpaku memandangi foto kakenya ia merasa rindu dengan kakeknya ia rindu bertarung dengannya dan berlatih bersamanya.

TBC

Jiakakaka,,, gomen ,, pendddek yaa..hahaha,, terima kasih yang udah mau baca ane gak bosen2 nya ngomong begitu, heheh semangat 45,,heheh, lanjut ke chapter berikut dddaaddahh