Naruto Masashi Kishimoto.

#Rated - M [ Dialog ada yang kasar ]

#BL - Boy Lovers

#Drama

#Action

- [ Naruto ] -

- Chapter 00 - Chapter 10 End -

Chapter sebelumnya

"Baik! Namaku Naruto Uzumaki, umur 15 tahun jalan 16 tahun lahir tanggal 10. Bulan oktober sekian."

"Terimakasih, Uzumaki-san. Untuk hari ini kalian harus belajar dengan giat karena aku sudah menyiapkan mata pelajaran yang akan membuat kalian semua tidak akan sempat bermain media sosial atau semacamnya. Jika aku memberikan pekerjaan rumah kalau ada yang lupa membuatnya, aku tidak segan-segan mengurangi nilai kalian 50 poin dari 100, mengerti!"

Aku terkejut dengan penjelasan Sensei ini terlalu berlebihan? Apa di SMA memang seperti ini atau disini saja?

Selama pelajaran awal benar-benar membuatku harus berpikir keras karena pelajaran bahasa inggris sangat susah bagiku. Apa aku bisa naik kelas nantinya kalau sesusah ini?

- Chapter 01 -

Naruto melihat ke arah segerombolan siswi SMA yang kini sedang menanyai Sasuke berbagai pertanyaan sampai bertanya 'sudah mempunya kekasih atau belum?'

"Dia langsung populer hebat" gumam Naruto. Dia menghela nafas dan terus memperhatikan Sasuke dari kejauhan.

"Hoi!, kau lihat apa sampai tegang begitu?"

Naruto menoleh saat ada yang bertanya padanya. Kiba Inuzuka yang tidak naik ke kelas 2. Dia begitu cepat akhrab tepatnya sok akhrab dengan semua murid baru. "Aku sedang melihat dia," balas Naruto.

Kiba melihat ke arah yang Naruto tunjuk. Dia terlihat heran karena Naruto memperhatikan Sasuke.

"Kau melihatnya sampai tegang begitu? Aneh?" gumam Kiba.

"Aku heran kenapa wanita suka tipe pria yang cuek?"

"Ho'oh" sahut Kiba.

Mereka berdua memperhatikan Sasuke yang sedang diikuti siswi yang tanpa henti menyebut nama Sasuke. Naruto dan Kiba sampai mengikuti Sasuke yang kini menuju kantin bersama para siswi yang terus menatap Sasuke dengan binar-binar di mata dan rona merah di pipi para siswi itu.

"Bikin iri saja" gumam Kiba.

"Kau iri dengannya?" tanya Naruto.

"Iyaa, aku sangat iri."

"Dia iri karena tidak populer ya?" kata dalam batin Naruto.

Saat Sasuke sampai di kantin. Dia hanya mengambil roti dan susu instan. Sementara Kiba dan Naruto duduk bersama namun masih melihat gerak-gerik Sasuke yang terlihat menunjukan ekspresi datar tidak peduli sekitarnya.

"Kita jadi seperti mata-mata

saja-ttebayo" gumam Naruto.

"Aku penasaran sekali bagaimana caranya memikat para gadis-gadis cantik" kata Kiba.

"Hah?, aku tidak mengerti maksudmu?" tanya Naruto.

Naruto sedikit tersenyum. Diapun beranjak dari duduknya dan menuju ke tempat duduk Sasuke. Kiba hanya diam masih melihat Sasuke dari kejauhan.

"Boleh aku duduk disini?"

"Hnn?"

"Boleh tidak?"

Sasuke menatap tajam. Naruto langsung duduk tepat dihadapan Sasuke. Mereka berdua duduk berhadapan dibatasi meja. Suasana menjadi tegang para siswi yang tadinya mengoda Sasuke dengan pertanyaan kini diam karena kehadiran Naruto.

"Kau populer sekali, aku jadi kagum. Kau mau kan jadi teman baikku?" tanya Naruto.

Siswi yang tadinya mengerumuni Sasuke. Mereka beranjak pergi dan bergumam kesal karena Naruto merusak suasana.

"Sasuke-kun!"

Sakura Haruno bersama Hinata Hyuuga menuju arah tempat duduk Sasuke dan Naruto. Kiba mengaga lebar karena dia tidak percaya bahkan siswi yang menolak Kiba saat baru masuk sekolah. Kini terlihat sangat senang melihat Sasuke.

"Dia yang tadi pagi? Dan itu kan Hinata Hyuuga juga. Astaga sampai mereka juga tertarik dengan dia itu. Sial aku tidak mungkin kalah dengan murid baru. Aku harus bisa membawa para gadis ke dekapanku!" gumam batin Kiba tidak jelas dan terlihat frustasi dalam pemikirannya sendiri.

"Tumben sepi?" gumam Sakura.

Sakura tanpa ragu duduk di sebelah Sasuke. Sementara Hinata bingung akan duduk dimana? Naruto sedikit mengeser posisinya. Dia memberi isarat dengan menepuk kursi yang disebelahnya. "Sini duduk, kau capek nanti kalau hanya berdiri-dattebayo" kata Naruto dibalas anggukan dari Hinata.

"Hey, apa aku boleh gabung dengan kalian?"

Naruto, Hinata dan Sakura menoleh ke arah kiba yang sedang berdiri dekat mereka. Sasuke hanya diam memperhatikan sekitar dan sesekali melihat Naruto dengan tatapan tajam.

"Kiba-kun?" kata Sakura.

"Kita ketemu lagi ya hehe..."

"Dia yang menolakku tadi pagi. Aku jadi canggung" kata batin Kiba.

Kiba duduk disebalah Naruto dan kini Naruto hanya terkekeh geli ditengah Hinata dan Kiba.

"Aku terkepung," gumam Naruto tidak jelas.

"Maksudmu apa aneh." kata Kiba.

"Sasuke-kun, kau sedang memikirkan apa?"

"Tidak ada" balas Sasuke.

"Sakura-chan, ayo kita pergi" kata Hinata.

"Nanti dulu. Aku sedang sibuk" balas Sakura.

Naruto melihat Hinata yang terlihat malu sambil sedikit menunduk memainkan jemari lentiknya.

"Kau kenapa?" tanya Naruto kepada Hinata. Hinata hanya mengeleng pelan. Kiba menguap Karena bosan sampai-sampai hampir ketiduran.

"Ngantuk sekali.."

Aura dingin Sasuke membuat suasana hening amat terasa kuat dan suram seakan diliputi kabut hitam kelam

Sakura terus bertanya hampir tidak ada jeda dari caranya bicaranya. Kiba sampai pusing mendengar semua kata-kata Sakura yang banyak tanya. 'Bagaimana keadaan Itachi-san apa baik-baik saja? Aku dengar Itachi-san menjadi artis, apa itu benar

Sasuke-kun? Apa mungkin cuma gosip saja? Aku tau kalau Itachi-san itu keren juga sangat baik'

"Dia cerewet juga" kata batin Kiba yang sedang berpura-pura tertidur, kepala bertumpu dengan lengan diatas meja sebagai penganti bantal.

"Kalian berdua terlihat akhrab. Aku boleh jadi teman akhrab kalian juga tidak?" tanya Naruto kepada Sakura dan Sasuke.

"Maksudmu apa? Aku tidak mengerti. Kau mau jadi temanku dan Sasuke-kun ya? Itu maksudmu kan?"

"Hehe, begitulah-ttebayo" balas Naruto sembari mengaruk belakang kepalanya sendiri.

"Bagaimana menurutmu

Sasuke-kun?, apa yang harus aku pilih? Menerima dia jadi teman kita atau tidak?"

"Entahlah." balas Sasuke.

"A-apa aku juga boleh jadi teman?"

Naruto, Sakura dan kiba seketika menoleh ke arah Hinata. Sakura tersenyum dan membalas dengan anggukan kepala.

"Tentu saja boleh. Hinata-chan kan teman baikku" ucap Sakura.

"Terus aku bagaimana?" kiba bertanya kepada Sakura.

"Mmm.. Bagaimana ya? Kau tanya saja Sasuke-kun" balas Sakura.

"Hn?"

"Sasuke-kun, kau harus membantuku. Kitakan teman sejak kecil, ya mau ya?"

"Terima saja." balas Sasuke.

"Sok sekali" gumam batin Kiba.

"Ternyata baik juga" gumam batin Naruto.

Naruto, Sasuke, Sakura dan Hinata sama-sama kelas A. Sementara Kiba dari kelas D.

Kelas terdiri dari abjat a, b, c, d, e, f. Tersusun dari nilai dan kepadaian siswa.

Sakura pun memutuskan untuk membuat kelompok semacam klub sekolah namun harus meminta izin kepala sekolah.

"Klub-dattebayo? Klub semacam apa?"

"Klub khusus belajar bersama, waktu jam istirahat-shannaro." balas Sakura.

"Pasti bakal pusing belajar terus. Buat klub lain saja khusus gamers atau apapun yang bikin happy lah jangan belajar!" kata Kiba protes.

"A-ano, aku setuju itu baik untuk kita" ucap Hinata tiba-tiba.

"Sudah diputuskan kita buat klub. Dan sekarang menuju ruang kepala sekolah!" kata tegas Sakura.

"Tapi kita harus saling mengenal dulu. Kita saling berkenalan dulu kan? Aku belum tau nama kalian bahkan yang disebelahku" kata Naruto. Kiba baru sadar belum memperkenalkan diri begitu juga yanglainnya.

"Aku Kiba Inuzuka salam kenal."

"Nama yang bagus-ttebayo. Aku Naruto Uzumaki pasti ada yang kenal. Aku lupa nama kalian bedua kecuali dia-. Salam kenal ya Sasuke?"

"Hn." balas Sasuke singkat.

Sakura dan Hinata merasa kecewa karena nama mereka seakan dilupakan. "Kau dari kelas A ya? Aku kira kelas F" gumam Kiba.

"Hehe... Aku kelas A. Aku belajar dengan giat-ttebayo, kalau dulu aku saat SMP dapat kelas G."

"Haaah?!" Kiba, Sakura dan Hinata terkejut. Sasuke hanya tersenyum.

Sakura dan Hinata lantas memperkenalkan diri mereka kepada Naruto dan Kiba. Selesainya mereka saling memperkenalkan diri lantas menemui kepala sekolah Tsunade senju.

Kepala sekolah Tsunade menyetujui permintaan Sakura yang ingin membuat klub khusus belajar di jam istirahat namun Tsunade meminta agar anggota klub bisa ditambah bukan hanya untuk mereka pribadi. Sakura menerima saran itu dan mengajak semuanya menuju ruangan dekat perpustakaan sekolah.

BERSAMBUNG

NEXT

Chapter 02

Semoga ada yang suka. Ini baru awal sorry kalau membosankan ya?