Previous Chapter

"Eunghh.." Kyuhyun melenguh pelan sambil menyamankan posisi tidurnya. Membuat Siwon tersenyum menampakkan lesung pipinya yang menawan. Diusapnya rambut Kyuhyun. Sungguh wajah Kyuhyun yang tengah tidur sekarang ini sangatlah menggemaskan.

"Aapa yang sudah kau lakukan padaku bocah? Sebenarnya siapa kau?

.

LOVING ME TEACHER

Pairing: Siwon X Kyuhyun

Cast:

Cho Kyuhyun (16y.o)

Choi Siwon (27y.o)

And the other cast

Disclaimer: They are belong to their own

Rated: T

Genre: Romance, Drama Hurt/Comfort

Author: Shining Fishy

.

Chapter 2 – Closer

"Sungguh, kau mirip dengan seseorang Kyuhyun-ssi." Bisik Siwon.

-Flashback-

"Ya hyung! Kembalikan PSP ku!" teriak seorang bocah dengan umur berkisar 6 tahunan itu. Matanya berkaca-kaca melihat hyung-nya merebut konsol game kesayangannya. Sedangkan orang yang dipanggilnya hyung itu tertawa menyeringai karena berhasil mengerjai sang bocah.

"Huweeee!" sampai akhirnya sang bocahpun menangis keras khas anak kecil yang tak diperbolehkan memakan permen. Sang hyung terlihat panik melihat bocah itu menangis keras.

"Ya, apa yang kau lakukan Siwonnie?" teriakan ibu muda menginterupsi kedua bocah tadi. Sang bocah kecil lalu lari memeluk ibu muda tadi.

"Siwon hyung melebut PSP aku ahjumma. Huwee~" tangis bocah kecil tadi yang memang tak bisa mengucapkan huruf 'r' dengan baik.

"Kau ini. Sudah mau masuk SMA masih saja meledek Gui Xian." Teriak ibu muda tadi kepada Siwon yang memang sebulan lagi akan memasuki SMA. Siwon akhirnya menyerah dan menghampiri bocah tadi.

"Ini hyung kembalikan PSP mu. Hyung kan cuma ingin meledek Gui Xiannie. Habis kalo lagi marah lucu sih." Ucap Siwon sambil mencubit kedua pipi sepupunya yang berasal dari China itu. Jangan tanya mengapa dia bisa berbahasa Korea. Ya memang sejak usia 2 tahun, Gui Xian itu pindah ke Korea.

Siwon mengacak gemas rambut Gui Xian yang dilanjutkan kejar-kejaran antar kakak beradik itu.

-Flashback End-

Siwon tersenyum miris mengingat kejadian beberapa tahun silam. Ya, itu momen dimana ia bertemu terakhir kalinya dengan sang sepupu yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri. Bahkan dia lebih menyayanginya daripada ia menyayangi kakak kandungnya.

Namun sepupunya kini telah tiada, dia sudah tenang dialam sana. Sebuah kecelakaan pesawat yang membawa sang sepupu dan orang tuanya itu merenggang nyawa mereka. Hanya kakak Gui Xian saja yang berhasil selamat. Tan Hangeng.

Setelah kejadian itu Hangeng lebih memilih hidup bersama neneknya di China. Padahal Ayah Siwon telah menawarkannya untuk tinggal di Korea, namun Hangeng menolaknya dengan alasan dia ingin menemani neneknya di China.

Sampai sekarang bahkan Siwon belum melihat wajah Hangeng lagi. Walaupun jarang, mereka masih tetap berkomunikasi. Setidaknya Siwon memang tak pernah mengunjungi neneknya di China sana, jadi dia tak bisa melihat Hangeng.

Siwon menghela nafasnya pelan lalu beranjak berdiri dan pergi meningalkan kamarnya.

"Eunghh.." Kyuhyun melenguh –lagi-. Sepertinya dia sadar dia sedang tak tidur di ranjangnya, Kyuhyunpun membuka kedua matanya.

Putih, bersih, rapi. Kesan pertama yang ia dapat setelah matanya mengedar melihat kamar yang begitu asing baginya. Berbeda dengan kamarnya yang memang ia desain dengan gelap, walau agak rapi tetap saja horror.

Dia mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. Mencoba mengingat ingat apa yang membuatnya sampai di tempat asing ini. Oh ayolah, mengapa tiba-tiba otaknya berjalan lambat seperti ini. Bahkan untuk mengingat kejadian beberapa waktu lalu saja sulit. Mungkin dia belum sepenuhnya sadar.

"Ah!" sadar Kyuhyun setelah mengembalikan memorinya.

Kriett

Pintu kamar itupun terbuka, menampakkan tubuh tegap Choi Siwon yang kini tengah membawa handuk dan baskom berisikan air hangat ditangannya. Dia belum sadar kalau muridnya sudah bangun dan tengah duduk diranjangnya.

Kyuhyun yang melihat Siwon kini tengah mencoba menenangkan detak jantungnya. Bayangkan, dia berada dikamar yang sama dengan orang yang menarik perhatiannya padahal mereka baru beberapa hari yang lalu bertemu. Ditambah mereka belum pernah mengobrol akrab sama sekali, membuat Kyuhyun tegang saja.

"Ah kau sudah bangun Kyuhyun-ssi?" suara sang guru menginterupsi Kyuhyun dari lamunannya.

"I-iya." Jawab Kyuhyun terbata. Oh ayolah, Kyuhyun sepertinya mulai Out Of Character. Biasanya dia bisa bersikap dingin dalam suasana canggung sekalipun.

"Hahaha, kau pasti bingung mengapa kau berada disini. Tadi kau pingsan dan aku tak tahu rumahmu dimana lagian UKS juga sudah tutup, jadi kau kubawa saja ke apartemenku. Hahaha, daripada aku dituduh yang tidak tidak karena membuatmu pingsan." Jelas Siwon. Ya Tuhan, guru ini pun Out Of Character. Bahkan dia tak pernah berbicara sebegini panjangnya. Ditambah selingan tawa disetiap perkataannya.

Oh sepertinya guru dan murid ini sangatlah kompak, sama-sama menyeleweng dari karakter nya masing-masing. Suasana yang hanya berdua memang membuat mereka kikuk. hihihi

"O-oh." Respon Kyuhyun. Dia bingung berkata apa pada guru didepannya ini.

"Dan, terimakasih." Tambah Kyuhyun membuat Siwon mengulum senyum dibibirnya.

"Sebaiknya kau mandi dulu, nanti aku pinjami bajuku yang kecil Kyuhyun-ssi." Ucap Siwon sambil menyerahkan handuk yang dibawanya tadi kepada muridnya itu.

"Aku ingin pulang saja." Oh, sepertinya Kyuhyun sudah kembali ke karakter aslinya. Pengendalian karakter yang hebat. Tak ada ruginya ia mengidolakan salah satu tokoh anime kesayangannya, keturunan Uchiha, Sasuke.

"Ah, ini sudah malam. Menginaplah saja disini." Ajak Siwon.

What? Siwon mengajak seseorang yang baru dikenalnya untuk menginap di apartemennya kini? Untung saja istrinya sedang tak berada dirumah. Yah walau dirumahpun sebenarnya dia tak perduli.

"..."

"Ah, kau kan muridku jadi aku tak mau terjadi apa-apa denganmu. Sebagai guru yang baik, aku harus menjaga muridnya bukan?" Siwon merasa sedikit aneh dengan perkataannya kali ini.

"Aku ingin pulang." Ucap Kyuhyun lagi dengan singkat. Dia memang jarang bersosialisasi dengan orang luar. Maka dari itu dia agak canggung apalagi dengan orang yang dikaguminya.

Siwon mendesah pelan. Sepertinya murid di depannya ini memang sangatlah cuek. Akhirnya dia pasrah saja dengan kemauan muridnya satu ini.

"Tapi, kau harus kuantar pulang." Tegasnya yang dibalas dengan anggukan yang hampir tak terlihat dari Kyuhyun.

Setelah itu mereka berjalan melewati ruang tengah apartemen Siwon. Sebuah foto dua orang yang mencolok didinding tak tertangkap oleh obsidian Kyuhyun. Membuat Siwon menghela nafasnya lega. Dia tak mau orang disekolahnya tahu jika ia sudah menikah. Cukup satu orang saja yang tahu. Anak dari pamannya yang lain, Choi Minho.

Siwon membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Kyuhyun masuk kedalam mobilnya duluan. Membuat Kyuhyun mau tak mau mengakui sedikit euphoria yang masuk ke relung dadanya. Dan setelah Siwon masuk kedalam mobil, dia sedikit melirik Kyuhyun yang tampak kesulitan memasang sabuk pengamannya.

Siwon mendekatkan dirinya kearah Kyuhyun dan membantu muridnya itu mengenakan sabuk pengamannya. Kyuhyun menahan nafasnya ketika berada sedekat ini dengan sang guru. Dia bisa lebih dekat mengamati wajah Siwon yang tampan, hidungnya yang mancung, bibir jokernya oh sungguh. Dia berharap sang guru tak mendengar dentuman orchestra dari dadanya.

"Te-terimaksih." Ucap Kyuhyun yang terdengar seperti bisikan, namun sang guru Choi dapat mendengarnya. Siwon kembali mengacak rambut Kyuhyun. Menurutnya Kyuhyun sangat manis dengan sikap cueknya.

"Oh ya. Apa kau sudah baikan?" tanya Siwon. Dia sadar, bahkan setelah mendapati Kyuhyun bangun tadi dia tak menanyakan keadannya.

"Sudah." Jawab Kyuhyun singkat –lagi-. Kyuhyun sepertinya harus belajar private tentang adab sopan santun. Bahkan terhadap gurunya kini dia memalingkan wajahnya menatap pepohonan di jalanan. Namun semua itu tak masalah bagi seorang Choi Siwon yang memang tak perduli. Bukankah jaman sudah modern?

"Oh ya dimana rumahmu?" oke, Siwon sepertinya ngelantur karena baru menanyakan alamat rumah Kyuhyun sekarang. Mengapa tidak sedari tadi ketika dia menawari untuk mengantarkan Kyuhyun.

"Di perumahan Angela."

Mobil Audi milik Siwon melaju cukup cepat dijalanan malam yang memang sepi dari hiruk pikuk seperti sekarang ini. Nuansa canggung kembali menyelimuti keduanya. Selama perjalanan, tak ada yang memulai pembicaraan. Hanya deru mesin mobil yang mereka tumpangi yang mengusik telinga mereka.

Sampailah mobil Audi itu memasuki kawasan perumahan elit di kota Seoul itu.

"Berhenti disini saja seonsaengnim." Kata Kyuhyun memecah keheningan.

"Kau yakin tak mau aku antarkan sampai rumahmu Kyuhyun-ssi?"

Siwon akhirnya menepikan mobilnya di bawah sebuah pohon Maple. Dan Kyuhyun keluar dari dalam mobil itu serta membungkuk dan mengucapkan terimakasih kepada sang guru. Sebenarnya sikap formal itu jarang ia lakukan, maka dari itu dia terlihat kaku saat mambungkukan badannya.

"Ah Ya!" Kyuhyun membalikkan badannya ketika Siwon sedikit berteriak.

"Kau jangan memanggilku seonsaengnim saat tak disekolah. Panggil saja aku hyung."

Kyuhyun memiringkan kepalanya. Bagaimana bisa gurunya ini mudah sekali akrab dengannya?

"Ah, maksudku aku ini masih muda. Rasanya aneh jika ada yang memanggilku guru." Siwon tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Heeum." Angguk Kyuhyun. Dia melanjutkan langkahnya menuju rumahnya.

Sebenarnya Kyuhyun hanya tak ingin berlama-lama berada dekat dengan tahu ini perasaan apa. Ketika dentuman orchestra terasa didadamu ketika kau berada dekat dengan seseorang, dan suasana gugup yang menyelimutimu, dia tahu. Beruntunglah dia yang pernah meminjam novel kakaknya yang berjudul "Secret Admirrer".

"Love at First Sight pada orang yang salah." Gumam Kyuhyun.

Sementara Siwon melajukan mobilnya dengan tenang. Walaupun pikirannya masih tertuju kepada Kyuhyun, namun tak mengurangi konsentrasi menyetirnya.

Pemuda itu. Matanya, halus rambutnya, serta wajah tenangnya ketika tertidur pulas. "Kau benar-benar mirip dengan Gui Xian, Kyuhyun-ssi."

Kyuhyun berjalan gontai memasuki rumahnya, tanpa salam. Dia memang tak perduli dengan salam atau apa itu sejenisnya. Matanya menatap sosok sang Ibu yang tengah menonton tv diruangan itu. Tanpa seucap katapun dia tetap berjalan melewati Ibunya.

"Ya! Cho Kyuhyun, darimana saja kau? Jam berapa ini hah?" teriak sang Ibu membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Lalu sang Ibu beranjak menghampiri Kyuhyun.

"Dasar anak tak berguna!" hardik sang Ibu. Kyuhyun terdiam. Tak berguna darimananya? Memang selama ini apa salahnya? Kurang lebih begitu pikirannya. Namun, apa dayaorang semacam Kyuhyun tak mungkin bisa meluapkan apa yang ada dipikirannya.

"Ooh, dan lagi jaket siapa yang kau pakai? Sepertinya kau habis bersenang-senang dengan seorang ahjussi. Dasar gila." Sindir sang Ibu lagi yang memang mengetahui jika anaknya itu sedikit menyimpang.

Kyuhyun yang tak sadar dengan apa yang dipakainya kini melirik kearah bawah melihat bajunya. Benar saja, dia mengenakkan jaket berwarna cokelat yang agak kebesaran ditubuhnya. Siapa lagi kalau bukan punya sang guru Matematika itu.

Kyuhyun tak menghiraukan ocehan selanjutnya. Dia melangkahkan kakinya menuju kekamarnya, dia hanya tak mau jika terus berdiam ditempat itu pasti akan menyeretnya dan memukuli kakinya. Sungguh rasanya sangat sakit. Namun untuk npemuda dengan watak seperti Kyuhyun membuatnya tak pernah menangis. Walaupun saat dia sendirian ditempat yang sepi dia kan meluapkan semua emosinya.

Sesampainya di kamar Kyuhyun melepas jaket Siwon dan mengusapnya lembut. Menghirup aroma gentle khas seorang pria. Aroma yang membuat candu baginya, hanya dengan sekali hirup dia dengan mudah menghafal aroma itu.

Setelah itu Kyuhyun membersihkan dirinya dikamar mandi. Tak berniat untuk makan malam. Sudah menjadi kebiasaan, jika Heechul tak ada dirumah dia tak akan turun untuk menyantap makan malamnya. Dia tak mau jika harus berdua dengan sang Ibu, sang Ibu yang memang tak pernah menerima kehadirannya.

"Hiks..." isakan kecil terdengar dari mulut pucat Kyuhyun. Dia memeluk bantal gulingnya sambil terus terisak. Tak ada yang pernah melihatnya begini. Dia yang diluar begitu cuek ternyata serapuh ini. Kyuhyun suka menangis sendirian.

Sebenarnya dia itu siapa? Mengapa ibunya tak pernah memperlakukan Kyuhyun layaknya seorang anak? Apa dia anak dari hasil yang terlarang? Atau dia hanya anak yang ditemukan dipinggir jalan?

Semua pikiran itu berujung pada dengkuran halus Kyuhyun yang sudah pergi ke alam mimpinya.

Seminggu berlalu sejak kejadian Kyuhyun pingsan. Dan hari ini berlalu dengan cepat, perasaan baru beberapa waktu lalu semua murid memasuki gerbang sekolah mereka. Kini, mereka sudah bersiap-siap untuk meninggalkan sekolah.

"Kyu, hari ini ada game keluaran baru di tempat Lee ahjussi." Ucap Changmin bersemangat.

"Aku tak bisa ikut Chang." Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali ikut dan mencoba game baru di game center langganannya, milik Lee ahjussi. Namun sebuah keperluan membuatnya mengurungkan niatnya.

"Hey, tak biasanya kau menolak jika aku berbicara tentang game. Lagian, Minho juga kali ini ikut. Kita bahkan sudah lama tak hang out bareng." Cerocos Changmin.

"Aku benar-benar tak bisa ikut Shim Changmin." Kesal Kyuhyun dan sedikit memukul lengan Changmin.

"Yah! Memang kepentingan macam apa yang bisa membuatmu tak tertarik dengan game keluaran baru Kyuhyun-ssi?" ucap Changmin menyelidik. Kyuhyun terlihat semakin gugup dan itu malah membuat Changmin curiga.

"Ada yang kau sembunyikan ya?" selidik Changmin. "Sebenarnya urusan apa sih tuan Cho?" tambahnya.

"Aku tak bisa memberitahumu tuan Shim." Jawab Kyuhyun ketus.

"Ya sudah, terserah kau saja. Minho sudah menungguku di gerbang. Awas saja jika kau menyusul." Changmin berlagak layaknya orang marah dan berjalan meninggalkan Kyuhyun.

"Dan, ceritakan jika urusanmu itu mengenai gadis cantik Cho!" teriak Changmin sambil tertawa. Kyuhyun hanya terkekeh pelan. Selain makanan, game, dan gadis cantik apalagi yang bisa menarik perhatian Changmin itu?

"Dasar tuan Shim." Gumam Kyuhyun dan berjalan untuk melanjutkan urusannya itu.

.

Tok Tok Tok

"Masuk."

Kyuhyun membuka pintu setelah suara seseorang didalam ruangan itu mengijinkannya masuk. Terlihat guru Choi tengah menyibukkan dirinya dengan beberapa dokumen dan laptopnya.

"Maaf, apa saya mengganggumu seonsaengnim?"

"Ah, kau Kyuhyun-ssi. Silahkan duduk." Siwon agak sedikit terkejut dengan kedatangan muridnya yang satu ini. "Apa yang membuatmu kemari?"

"Saya hanya ingin mengembalikan jaket anda Mr. Choi." Ujar Kyuhyun lalu membuka tasnya untuk mengambil jaket yang Siwon pinjamkan kepadanya beberapa tempo yang lalu. Setelahnya dia menyerahkan jaket cokelat itu kepada pemiliknya.

"Terimakasih seonsaengnim. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Kyuhyun dan beranjak dari tempat duduknya.

"Tunggu dulu Kyuhyun-ssi." Suara Siwon menghentikan langkah Kyuhyun yang hampir saja memutar knop pintu ruangan itu.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah meja gurunya itu. Kyuhyun sedikit memicingkan mata dan memiringkan kepalanya bingung.

"Eum langsung saja. Kemarin saya mendapat mandat dari guru seni sekolah ini. Mereka memintamu untuk mengikuti lomba piano Kyuhyun-ssi." Jelas Siwon.

Kyuhyun sedikit bingung. Mengapa tiba tiba dirinya yang dipilih ? Mengapa bukan Kim Ryeowook? Semua pertanyaan kini berkecampuk didalam otaknya.

"Err, kenapa bukan Kim Ryeowook?" tanya Kyuhyun bingung. Sungguh, ekspresi bingung Kyuhyun ini sangat menggemaskan.

"Kim Ryeowook sudah diambil dikategori menyanyi. Jadi satu-satunya harapan mereka ya kamu Cho Kyuhyun. Kamu tidak keberatan bukan?"

Kyuhyun berfikir sejenak. Bukankah bagus jika ia bisa mengikuti lomba ini? Bukan, Kyuhyun bukanlah bangga karena mengikuti lomba. Bahkan Kyuhyun sering mewakili sekolahan dalam Olimpiade Matematika. Yang membuatnya senang adalah, jika ia mengikuti lomba tersebut otomatis Kyuhyun akan sering berlatih di sekolah bukan?

Sebuah keberuntungan bagi Kyuhyun jika mengikuti lomba seperti ini. Di jadi mempunyai alasan untuk keluar rumah. Sebenarnya dia memang tak betah dirumah, namun Ibunya selalu melarang Kyuhyun untuk pergi. Dan hampir seluruh waktu senggangnya Kyuhyun habiskan didalam kamarnya.

"Baik, saya akan mencobanya." Jawab Kyuhyun mentap membuat guru didepannya tersenyum.

"Oh ya, Berhubung semua guru seni sedang penataran diluar kota, jadi mereka menyerahkan tugas kepada saya untuk membimbing anda Kyuhyun-ssi. Jadi mohon kerjasamanya."

What? Tunggu! Jadi selama latihan nanti Kyuhyun akan ditemani guru muda itu? Bahkan seminggu lalu ketika Kyuhyun pingsan sehari saja Kyuhyun tak bisa menetralkan detak jantungnya ketika berada dekat dengan Siwon. Lalu bagaimana hari-harinya kedepan?

Jujur, hati Kyuhyun sebenarnya sangatlah senang setelah tahu akan bisa lebih lama berada dekat dengan guru yang ia kagumi itu. Namun lihatlah ekspresi wajahnya itu, bahkan raut mukanya sangatlah cuek seperti biasa.

"Baik seonsaengnim."

Namun, ada satu hal yang membuat Kyuhyun berpikir lagi. Bagaimana bisa seorang guru matematika melatihnya bermain piano? Ah, entahlah. Dia tak perduli dengan itu, siapapun pembimbingnya yang terpenting dia mempunyai alasan untuk keluar dari rumahnya.

Kruyuukk(?)

Kyuhyun merutuki perutnya yang seenak jidat mengeluarkan suara aneh khas orang kelaparan disaat hening seperti ini. Membuatnya menunduk menahan malu diwajahnya.

"Hahaha, apa kau belum makan siang Kyu?" tawa Siwon ketika mengetahui muridnya kini tengah kelaparan. Mungkin juga tak bisa dibilang makan siang mengiingat waktu sudah petang.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sebal. Tunggu! Seorang Cho Kyuhyun cemberut? Sungguh ini pemandangan langka. Beruntunglah kau Choi Siwon bisa melihat bibir apik Kyuhyun yang ia kerucutkan.

"Ah, ayo kita makan bersama Kyu. Lagian, aku juga belum makan." Oke, sekarang Siwon sudah mulai menggunakan bahasa informal. Dia hanya tak nyaman jika terus-terusan menggunakan bahasa formal, membuatnya lagi-lagi terkesan tua.

"Saya akan langsung pulang seonsaengnim." Tolak Kyuhyun halus.

"Ayolah, hitung-hitung untuk mengakrabkan diri. Bukankah sebentar lagi kita akan menjadi partner kerja? Hahaha." Kata Siwon diselingi gelak tawanya. Menampakkan lesung pipi yang membuat kadar ketampanannya bertambah.

Kyuhyun berusaha mati-matian untuk menenangkan detak jantungnya. Bagaimana tidak? Orang didepannya ini sungguh tampan ketika tertawa seperti itu yang memperlihatkan lesung pipinya. Kyuhyun sadar, sepenuhnya sadar.

"Ayo Kyu." Siwon menepuk pundak Kyuhyun dan berjalan mendahului Kyuhyun dan tak menghiraukan protes dari muridnya itu. Akhirnya Kyuhyun pasrah dan mengekor mengikuti langkah gurunya.

Tak perlu waktu lama untuk sampai di kedai makanan di sebuah gang sekitar sekolahnya. Tak banyak yang mengunjungi kedai tersebut dijam seperti ini, pasalnya semua murid sudah pulang dari sekolah dan hanya terlihat beberapa orang umum saja yang sedang menyantap makan siang mereka.

Siwon dan Kyuhyun memilih duduk disudut tempat itu. Setelah memesan beberapa jenis makanan Kyuhyun menggerak-gerakkan bibirnya membaca tulisan-tulisan yang berada didinding kedai itu. Sementara Siwon hanya terkekeh pelan melihat tingkah muridnya itu.

"Maaf, ini pesanan anda." Seorang pelayan paruh baya meletakkan pesanan Siwon dan Kyuhyun. "Selamat menikmati."

Kyuhyun dan Siwon makan dalam suasana yang tenang, tanpa ada yang angkat mulut mengeluarkan suara. Sesekali Siwon melirik kearah Kyuhyun yang menyantap makanannya dengan lahap. Siwon kembali terkekeh pelan, maklum muridnya itu mungkin sangatlah lapar.

Yang membuat Siwon tertarik adalah Kyuhyun tidak jaim saat memakan makanannya dengan lahap. Selama ini yang ia ketahui, anak SMA seumurannya sangat menjaga sikap mereka ketika makan. Kyuhyun ini unik, pikirnya.

Tak berapa lama mereka menyelesaikan acara makan mereka. Setelah membayar kepada sang pemilik kedai itu mereka berjalan keluar kedai.

"Terimakasih atas traktirannya seonsaengnim." Ucap Kyuhyun seperti biasa tanpa membungkukkan badannya.

"Sama-sama Kyu."

"Kalau begitu saya pulang dulu seonsaengnim." Ujar Kyuhyun ketika mereka sampai dipersimpangan jalan antara sekolah dan halte bus.

"Pulang bersamaku saja Kyu, lagian ada yang ingin kubicarakan lagi denganmu." Ujar Siwon.

Entah mengapa Kyuhyun tak bisa menolak gurunya itu, lidahnya terasa kelu. Dia terus saja mengekor dibelakang tubuh tegap guru muda itu. Meilhat tubuh tegap gurunya itu, andai saja ia bisa melingkarkan lengannya di pinggang Siwon, dia rela mengecup pipi Changmin.

'Tuhan, aku sungguh berdosa. Mengapa kau ciptakan perasaan terlarang ini?' batin Kyuhyun puitis.

"Kyu kapan kau ada waktu luang? Maksudku aku harus menyesuaikan jadwalmu untuk latihan piano itu Kyu." Ujar Siwon. Mereka berdua berjalan pelan sekali, menikmati semilir angin dan pepohonan Ek disepanjang jalan setapak menuju sekolah mereka.

"Eumm, itu terserah seonsaengnim saja."

"Oke kalau begitu setiap hari Selasa, Jumat dan Sabtu bagaimana?"

"Boleh saja."

"Oh ya, aku menyukaimu Kyu."

Deg! Kyuhyun menghentikan langkahnya. Dia memegangi dadanya yang berdebar kencang. Apa tadi itu sebuah pernyataan cinta? Jika ini mimpi Kyuhyun rela tak bangun untuk selamanya. Kyuhyun tersemyum simpul.

"Kau mirip sekali dengan adikku Kyu." Siwon menghentikan langkahnya dan mengacak rambut Kyuhyun.

Perasaan Kyuhyun benar-benar tak menentu. Setelah Siwon berkata bahwa ia menyukainya, ternyata hanya karena Kyuhyun mirip dengan adiknya. Kyuhyun tersenyum miris, rasanya seperti saat kau diajak pergi ke gunung dan melihat matahari terbit lalu kau didorong dan jatuh kedalam jurang.

'Sadarlah Kyuhyun, dia itu pria normal.' Batin Kyuhyun nelangsa. Dia sadar, Siwon tidaklah menyimpang seperti dirinya. Dia sesekali melihat Siwon terlihat sangat dekat dengan guru bahasa Mandarin disekolahnya, Zhang Li Yin. Bahkan dia mengira Siwon tertarik dengan guru Cina itu.

Kyuhyun mendesah pelan. Mencoba menenangkan pikirannya dan melenyapkan rasa di hatinya yang berdenyut lara.

Tak terasa mereka telah sampai di tempat parkiran sekolah. Mereka memasuki mobil Audi mewah milik Siwon. Kali ini Kyuhyun memasang sabuk pengamannya dengan benar, dia tak mau jantungnya berdetak tak karuan seperti kemarin.

'Memang lebih baik aku memendam ini'

Tak terasa seminggu berlalu lagi setelah kejadian dimana Kyuhyun ditraktir makan siang oleh Siwon. Minggu ini juga mereka sudah melakukan 2 kali latihan. Hubungan keduanyapun semakin akrab walaupun Kyuhyun memang memasang sikap cueknya namun tak membuat Siwon berhenti untuk mengakrabkan dirinya dengan pemuda Cho itu.

Mereka berlatih berdua diruang musik sekolah setelah bel pulang berbunyi. Ryeowook yang akan mengikuti lomba bernyanyi memang tak berlatih disana, dia diberi les private vokal disebuah tempat kursus milik Kim Jongwoon.

"Eh Kyu, tumben kau membawa bekal sebanyak itu." Ujar Changmin mencibir.

"Ah, pasti kau membawakannya untukku kan? Ah, kau tau saja Kyu. Yah walaupun bekalnya cuma telur dadar dan sosis goreng, tak apalah" Ujar Changmin lagi dengan percaya dirinya, dia mengambil bekal Kyuhyun.

Tak

Sebelum Changmin memasukkan sosis beserta nasi ke mulutnya, Kyuhyun terlebih dahulu menjitak kepalanya dengan bolpoin yang tadinya hanya tergeletak nakas diatas meja. Changmin yang dijitak mengaduh kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya.

"Yah! Itu makananku Chang, dan apa maksudmu dengan cuma?" ujar Kyuhyun sarkastik.

"Bagilah sedikit Kyu sahabatmu ini sedang kelaparan, masa kau tega melihat cacing diperut sahabatmu ini berdemo." Celoteh Changmin.

"Melihat katamu? Bagaimana bisa aku melihatnya? Bukankah cacing itu didalam perutmu Chang." Kyuhyun berdecak menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu beranjak kembali ketempat duduknya karena sebentar lagi pelajaran terakhir dimulai.

"Iya juga ya." Changmin bergumam merutuki kebodohannya.

.

Kyuhyun kini sudah berada diruang musik sekolahnya, tinggal menunggu sang pembimbing datang. Dirinya duduk dikursi dekat dengan jendela setelah memasangkan sebuah headset berwarna biru tua di telinganya, melihat taman belakang sekolah dan menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.

Dirinya memejamkan matanya dan mulai menggumamkan sebuah lagu. Tangannya mengetuk meja seirama dengan lagu yang ia dengarkan. Karena sibuk mendengarkan lagu dan larut dalam dunianya dia tak sadar jika gurunya sudah berada diambang pintu dan memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi.

Siwon memandangi wajah Kyuhyun yang terkena pantulan sinar matahari, rambutnya yang menari seirama dengan terpaan angin, pipinya yang agak chubby serta bibirnya yang bergerak mengucapkan syair-syair lagu yang kini tengah didengarnya.

Tanpa sadar Siwon mengulum senyum dibibir jokernya. Dadanya terasa aneh dan senang melihat pemandangan cantik yang tengah ia tatap. Siwon yang menyadari dirinya tersenyum tak jelas segera menggelengkan kepalanya.

Kyuhyun tersentak ketika sebuah tangan menutup kedua matanya. Dia menyentuh telapak tangan itu dan mencoba melepaskannya. Hangat, itulah kesan ketika Kyuhyun menyentuh telapak tangan itu.

"Coba tebak aku siapa." Ujar Siwon membuat Kyuhyun mengumpat. Gurunya ini bodoh atau apa, dirinya disuruh menebak sementara jelas-jelas itu suara milik Siwon.

"Seonsaengnim, lepaskan." Akhirnya Siwon melepaskan tangannya dari mata Kyuhyun. Dirinya tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang memerah, manis. Mungkin karena terkena terpaan sinar matahari, pikirnya.

Kyuhyun beranjak mengambil tasnya dan mengeluarkan kotak bekal, menyerahkan pada Siwon tanpa sepatah katapun. Dia langsung duduk lagi ditempatnya semula untuk melanjutkan aktivitasnya tadi. Siwon terkekeh pelan seakan terbiasa dengan watak bocah itu. Kyuhyun memang tak peduli jikalau orang itu gurunya sendiri. Terlebih gurunya yang ini muda.

"Tega sekali kau memberiku makanan seperti ini. Hahaha." Siwon menyindir Kyuhyun dengan gelak tawanya.

"Ya, kalau tidak suka ya tidak usah dimakan."

Oke, kali ini Kyuhyun kesal. Gurunya ini tak menghargainya yang berusaha bangun pagi menyiapkan bekal untuknya dan Siwon agar tak ketahuan Ibunya. Dia membalikkan tubuhnya hendak mengambil kotak bekalnya. Namun setelah membalikkan tubuhnya Kyuhyun tercengang. Lihatlah, Siwon menyantap makanan yang diberikan Kyuhyun dengan begitu lahapnya.

"Terimakasih makan siangnya Kyu. Yah, walaupun hanya seperti ini." Siwon terkekeh melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

"Sama-sama Choi-seonsaengnim." Balas Kyuhyun sarkastik membuat Siwon semakin terkekeh.

"Kyu?"

"Ya?"

"Jika kita hanya berdua seperti ini tolong jangan panggil aku guru. Sudah kubilang panggil aku hyung saja. Got it?" tutur Siwon.

Tunggu, tadi guru itu bilang apa? Berdua? Oh, Kyuhyun hanya terfokus pada kata berdua yang dituturkan Siwon. Jantungnya berdetak lebih kencang.

"I-iya hy-hyung." Ucap Kyuhyun sedikit terbata. Siwon mengacak rambut Kyuhyun gemas.

Mereka berdua sadar dengan sifat asli mereka. Namun entah mengapa disaat berdua seperti ini mereka out dari karakter masing-masing. Kyuhyun yang terkenal cuek sepertinya merasa nyaman bersikap manis dan manja jika bersama Siwon walau dia masih keukeuh dengan cueknya itu. Begitu juga dengan Siwon, dia menunjukkan sisi penyayangnya kepada Kyuhyun yang tak ia tunjukkan kepada murid lainnnya. Membuat Kyuhyun merasa err, spesial.

"Hyung, memangnya aku mirip dengan adikmu?" pertanyaan Kyuhyun membuyarkan siwon yang tengah sibuk dengan ponselnya.

"Kau mau tau Kyu?" lalu Siwon menceritakan semuanya kepada Kyuhyun tentang sepupunya itu.

Kyuhyun terdiam, jika ia tak mirip dengan sepupu Siwon apakah Siwon akan tetap memberi perhatin lebih kepadanya?

"Oh ya Kyu, sepertinya latian hari ini harus ditunda. Aku ada urusan mendadak."

Kyuhyun hanya menangguk tak memberikan respon kepada Siwon. Jujur, dia sedikit kecewa karena hari ini tak bisa berada didekat guru Choi itu lebih lama, namun ekspresi wajahnya bertolak belakang dengan isi hatinya.

"Kau tak apa-apa kan?" ucap Siwon yang sebenarnya juga tak tega harus menunda alatian hari ini.

"Aku tak apa-apa." Balas Kyuhyun singkat. Siwon segera mengemasi tasnya dan beranjak.

"Aku pergi dulu Kyu. Tak apa-apa kan kau pulang sendiri?"

"Benar, aku tak apa-apa guru Choi."

Siwon terkekeh mendengar penuturan muridnya. Dia pergi meninggalkan ruang seni setelah sebelumnya mengacak rambut Kyuhyun. Sepertinya dirinya mempunyai hobi baru, mengacak surai halus itu. Wangi shampoo yang menguar dari rambut itu terkadang membuat dirinya ingin menghirup surai Kyuhyun. Sial, apa yang kau pikirkan Siwon?

Kyuhyun juga tak berniat pulang setelahnya. Dia lebih memilih tinggal diruangan itu, sungguh malas jika dirinya bertemu dengan Mrs. Cho. Setelah menutup pintu ruangan itu Kyuhyun memilih lantai dipojok ruang dekat jendela dan membaringkan tubuhnya. Kyuhyun memejamkan matanya menikmati alunan lagu dan semilir angin yang masuk melalui celah jendela.

Siwon membaringkan tubuhnya di ranjang tanpa melepas sepatu yang dipakainya. Dirinya begitu lelah berdebat dengan sang istri di telepon tadi. Sungguh tak habis pikir, bisa-bisanya sang istrinya menunda keberangkatannya ke Korea padahal dia sudah dicepat-cepat oleh ayahnya untuk menjemput istrinya di bandara.

"Hhhh." Siwon menghela nafasnya berkali-kali.

Namun tiba-tiba dirinya teringat Kyuhyun. Semua yang ada pada diri Cho Kyuhyun yang mampu mengalihkan perhatiannya. Siwon tersenyum simpul mengingat hari-hari yang ia lalui belakangan ini.

"Eh?" Siwon terkaget menyadari debaran aneh dan bibirnya yang reflek menyunggingkan senyum ketika mengingat Kyuhyun. Oh ayolah, sebenarnya ini apa? Dia tak bodoh. Dengan otak yang cukup jenius dia tahu perasaan apa itu. Walaupun dia tak pernah mempunyai perasaan spesial sebelumnya, namun penuturan dari Yunho, sahabatnya membuatnya paham apa yang namanya cinta.

Siwon tak pernah membayangkan jika dirinya akan menjadi gay, seringkali dia menepis perasaan ittu ketika berada didekat Kyuhyun namun ia tak bisa. Sungguh dia tak percaya ini semua. Dia laki-laki normal, bahkan dia tak pernah lupa untuk sembahyang di gereja setiap minggu.

"Tuhan, apakah kau sedang mengujiku?"

.

.

Kyuhyun berjalan pelan sambil menggumamkan lagu yang didengarnya sepanjang jalan. Kyuhyun memasuki pekarangan rumahnya. Setelah dirinya tidur sebentar di ruang musik, ia memutuskan untuk pulang kerumahnya. Namun sayup sayup suara sang kakak dan sang Ibu tertangkap oleh indra pendengarannya. Kyuhyun berjalan mendekat kearah pintu.

"Tolong jangan memperlakukan Kyuhyun seperti itu bu!" kini suara Heechul menyapu telinganya.

Kyuhyun mengurungkan niatnya yang hendak membuka pintu setelah mendengar namanya disebut oleh sang hyung. Sebenarnya ada apa? Pikiran Kyuhyun menjalar kemana-mana.

"Kyuhyun itu bukan anakku, jadi untuk apa aku peduli padanya?"

To Be Continued

.

Hai beloved readers Gimana ceritanya? Tambah bingungin ya? Hehehe ngomong-ngomong ada yang bisa nebak selanjutnya? Oya maaf ya kemarin aku salah nulis nama ayahnya Kyu XD

Oya ada yang mau usul nama istrinya Siwon ngga? Author masih bingung nih -_-

Oke, sekali lagi terimakasih banyak ya udah mau baca. Kunjungi blog author

Big Thanks to readers who review and gimme your critical and suggestion.

Thanks To: gaemgyulover, love2siwon, Okta1004, Cho Ai Lyn, IrNana, Guest 1, HyukHae, Fitriazhao, evil kyu, shin min hyo, anin arlunerz, ChoiChoChouple, WonKyuKyu, ameliaChoi, Guest 2, ratnasparkyu, Lintang, Diajengkyu, 1013, lea, imNAKadek, shin min young, Augesteca, Choi Hyo Kyung, elissiwon, GinaWonLoveKyu, WonKyuPet, miszshanty05, ermagyu, 407, siscaMinstalove, WonKYunJae, wonkyufa, , rikha-chan, missjelek

Don't forget to review this chapter. Love you reader ^^