Chapter 2: untukmu yang tak mengerti arti kebebasan
[Chara: America to England]
.
/1/
Masih lekat ingatanku
Warna fajar kemilau di matamu
Hijau yang membaur biru
.
Aroma pinus dan kayu oak
Kepul uap gelas teh limau
Kaudatang bawa mangkuk sup ikan
.
Debur ombak di luar jendela
Berlabuh kapal di dermaga
Kulihat camar lepas di angkasa
.
"Itu kapal kita," katamu.
Kautiba dari jauh bumi
Tuk jemput aku 'anakmu'
.
Aku mau seperti camar
yang menari bersama langit
Aku tak hendak naik kapal
yang kecil seperti penjara
.
Itu impianku, tapi katamu aku menghina
Aku tak mengerti, mengapa kaumarah?
.
/2/
Masih rekat kenanganku
Warna jejak senja di mukamu
Di bawah guyur hujan kelabu
.
Aku dihantam pana
Kautampik tanganku semena-mena?!
Kau ingin tampar? Biar aku sayat luka!
Potong saja nadi kita!
.
/3/
Saat lepas kapalmu pergi
Kupandang sosokmu ditelan api
.
Kutitip lara pada gelombang
Agar kau selamat di tujuan
.
Kutiup asa pada angin lautan
Di masa depan bertabur bintang
Ada jejak langkah kita bersisian
.
note: buat yang pernah baca fik "Ombak Pahit" dan "Debu dan Kayu" milik saya, mungkin akan merasa familier sebab puisi ini dibuat berdasarkan headcanon yang sudah saya tuang duluan dalam kedua fik itu.
terima kasih sudah baca!
silakan jejak/komentarnya di kotak review ya..
