Chapter 2
Main cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,Oh sehun,Kai,Kyungsoo
Summary : " Kau telah membuatku tergila-gila padamu. Kau membuat hatiku berbunga-bunga .Tapi Kau juga yang membuatku menangis karena cinta."
CRAZY OF YOU
"Kau janji?"
"Hmm… Jam 7 malam. Tepat waktu."
"Janji?" Ulangnya lagi.
"Eohh. Memangnya aku pernah mengingkari janji ?"
"Arraseo… Arraseo…. Kau adalah kekasihku yang paling kusayang dan tidak pernah mengingkari janjinya Barang sedikitpun. Kalau begitu ku tutup teleponnya."
"Saranghae.."
"Nado saranghae"
Senyum Cerah itu tidak dapat di sembunyikan lagi dari rupa manis Byun Baekhyun. Ia semakin tidak sabar menunggu hari cepat petang. Makan malam bersama. Kalimat itu terdengar mengalun indah di pendengarannya. Park Channi. CEO muda itu sudah berjanji akan mengajaknya makan malam. Oh dia begitu bahagia sekarang . Hei…. Jangan menilai Byun Baekhyun berlebihan, oke? Bayangkan saja bagaimana rasanya menjadi kekasih CEO muda yang bahkan tidak memiliki waktu hanya untuk sekedar berbincang-bincang santai ataupun menonton, layaknya pasangan normal lainnya. Ia bahkan harus rela, membagi waktu bersama Channi Nya dengan setumpuk kertas menyebalkan. Channi adalah tipe orang yang workaholic. Itu bagus tapi tidakterlalu bagus juga untuk hubungan sepasang kekasih. Baekhyun hanya ingin bisa berduaan saja dengan Channi. Walaupun itu hanya satu hari. Tidak masalah, Baginya itu sudah cukup untuk menghangatkan hatinya. Jadi ketika hari ini tuhan sedang berbaik hati kepadanya. Ia tidak akan menyianyiakan waktu berharga milik Channinya.
"Eomma menurutmu ini pantas yang mana? " Tanya Baekhyun sambil menunjukan kedua baju pilihannya untuk dipakai malam ini.
"Hmm…. Terserah kau saja. Eomma rasa bagus keduannya." Jawab Nyonya Byun jujur.
"Benarkah? Bagaimana kalau yang ini saja." Tunjuk Baekhyun kepada baju casual warna hijau tua-nya.
"Yang ini saja. kau akan terlihat seperti lumut berjalan jika memakai pakaian itu."Omel Nyonya byun sambil menunjukan pilihannya. Sweater biru muda dengan gambar kelinci ditengahnya.
"Tidakkah kau akan menggemaskan jika memakai ini?" Lanjut Nyonya Byun
"Aku bukan menggemaskan Eomma aku ini lelaki terlihat begitu aneh jika kau menyebutku demikian."Gerutu Baekhyun tidak habis pikir dia ini lelaki jantan ditaruh dimana mukannya jika dia disebut menggemaskan seperti itu. Tapi dia tidak bisa berbohong jika Channinya jauh seratus kali lipat lebih jantan darinya. Haahh dia sedih jika mengingat kenyataan seperti ini.
"Tapi wajahmu menghianati perkataanmu Baekki ku sayang, sudahlah cepat ganti baju sana Sebelum Channi datang dia akan kecewa jika kau belum siap." tutur nyonya Byun lebih ke menyidir tepatnya. Tapi Baekhyun tidak punya waktu untuk menanggapinya. Eommanya benar Channinya akan kecewa jika dia belum apa-apa seperti ini.
Cepat-cepat Baekhyun masuk ke dalam kamar mandi.
BRAAKK
"Wajahnya memang seperti itu tapi tetap menyangkal saja dasar." Ucap Nyonya Byun sambil mengeleng-gelengkan kepalanya menatap pintu kamar mandi yang tertutup itu.
EXO
"Haah… akhirnya selesai." Hembusan nafas keluar dari mulut CEO muda itu. akhirnya ia selesai juga dengan pekerjaannya . Dia renggangkan sedikit ikatan tali dasinya sambil menghirup oksigen sebanyak banyaknya untuk mengisi paru-parunya itu. Dia butuh istirahat sekarang. Namun tiba-tiba sekelebat bayangan tentang janjinya kepada Baekhyun terlintas. Cepat-cepat ia lihat jam yang melingkar di pergelangan tanganya. Pukul 8 malam. SHITT dia terlambat satu jam dari janjinya. Cepat-cepat dia menyambar kunci mobil dan jas hitamnya. Bodoh bagaimana bisa ia melupakan janjinya itu . Baekhyun pasti kecewa kepadanya. Rutuknya kepada diri sendiri. Entah kenapa lift berjalan sangat lamban. Kesalnya lagi.
TING TONG
Cepat-cepat dia keluar dari Lift begitu benda kotak itu tiba di lantai lobi perusahaanya.
"Oii Boss" Panggil Jongin dia adalah sekretaris pribadi dari Park Channi.
Channi berhenti dari acara lari marathonnya setelah merasa ada yang memanggilnya. Matanya mulai mencari sang pemilik suara di tengah temaramnya lampu lobi di jam segini. Jongin. Matanya berhasil menemukan sang pemilik suara yang tidak lain adalah sekretarisnya sendiri.
"Ada apa?" Tanyanya tanpa basa basi dia sedang buru-buru sekarang jadi persetan dengan tata krama.
"Tidak. Memangnya kau akan kemana? Kau terlihat seperti habis dikejar hantu saja." Canda Jongin. Dia memang berani bicara informal seperti ini kepada atasannya karena ini bukan di jamnya bekerja. Terlebih lagi dia sudah bersahabat sejak kecil dengan CEO muda itu. Jadi Channi tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Baekhyun."
"Hmm?"
"Hishh panjang jika aku menjelaskannya. Sudah aku pergi sekarang." Balas Channi sambil berlalu begitu saja dari hadapan Jongin.
"Boss" Panggil Jongin lagi entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak sekarang. Ia hanya ingin menyuarakan kata hatinya kepada Boss-nya itu.
Tau-taunya CEO muda itu hanya berhenti beberapa meter tanpa menatap ke arahnya. Masih sambil menunggu apa yang ingin dikatakannya.
"Hahaha….. Hati-hati di Luar sedang hujan dan jalanan sedikit licin Boss." Ucap Jongin sambil tertawa untuk memecah keheningan tersebut. Sedangkan seseorang yang diajak bicara hanya berlalu begitu saja tanpa berkata sedikitpun setelah mendengarkan pesan singkatnya itu.
"Haahhh" Jongin hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat kelakuan Boss-nya itu.
EXO
15 menit…..
30 menit….
Baiklah Baekhyun kesal sekarang, lagi-lagi Channi mengingkari janjinya. Sudah satu jam dia berdiri seperti orang bodoh di depan pintu rumahnya, belum lagi sekarang hujan sedang turun dengan derasnya. Dia bahkan hampir mati kedinginan menunggu kekasih bodohnya itu. Selalu berakhir seperti ini jika Channi mengajaknya makan malam. Entah itu alasan tentang rapat dengan koleganya atau sibuk mengurus berkas-berkas di kantor. Baekhyun benar-benar ingin mengumpat sekarang. Nyonya Byun juga sudah menyuruh anaknya itu untuk menunggunya di dalam saja. Tapi karena sifat keras kepalanya yang entah menurun dari siapa itu tetap bersikeras untuk menuggu di luar.
"Baekhyunni mungkin Channi sekarang sedang terjebak macet belum lagi cuaca sedang hujan jadi kau bersabar sebentar lagi ya?" Bujuk Nyonya Byun yang melihat raut kesal tercipta di wajah Baekkinya. Tidak bisa dipungkiri Sebenarnya Nyonya Byun merasa khawatir dengan kesehatan anaknya, tidak baik menunggu sampai menggigil seperti itu.
"Baekkiya mari menunggu di dalam. Ibu akan buatkan coklat panas untukmu." Bujuk Nyonya Byun lagi. Coklat panas. Nyonya Byun selalu mengerti kelemahan Byun Baekhyun. Jadi ketika ibunya itu mengucapkan tentang kelemahannya, mau tidak mau Baekhyun menuruti perkataan ibunya itu untuk menunggu di dalam rumah saja. Toh di dalam rumah dia tidak akan terlalu kedinginan.
"Minum yang banyak agar badanmu sedikit lebih hangat" Ucap Nyonya Byun sambil menyodorkan segelas coklat panas favorit anaknya itu. Baekhyun langsung menerimanya dan menghabiskannya dalam sekali tenggak.
"Pelan-pelan Baekkiya nanti kau tersedak."
Haah coklat panas memang selalu dapat menenangkannya. Dia merasa mendingan sekarang setelah meminumnya.
"Eomma kira-kira kenapa Channi tidak datang?Apakah dia melupakan janjinya" Ucap Baekhyun dengan mempoutkan bibirnya. Serius daripada kesal dia lebih khawatir sekarang , entah kenapa hatinya merasa gelisah.
"Channi bukannya tidak datang sayang, dia mungkin sedang sibuk dengan urusan kantornya tunggulah sebentar lagi." Ucap Nyonya Byun berusaha menenangkan anaknya.
Haah. Baekhyun hanya bisa menghela nafasnya. Bersamaan dengan itu bunyi telfon berdering dengan keras dari tasnya. Cepat-cepat ia rogoh dan melihat nama Channi di layar telefonnnya. Senyum cerah tersungging di bibirnya begitu mengetahui jika Channinya yang menelfonnya.
"YAKK BABO-YA!APA KAU MELUPAKAN JANJIMU EOHH?!" teriak Baekhyun tanpa memperdulikan Eommanya yang hanya tersenyum melihat mulut cerewet anaknya itu.
Samar-samar terdengar suara kekehan di ujung sana. Oh apa-apaan ini sudah terlambat sekarang malah menertawainya. Benar-benar…
"CHANNIYA~" Rajuk Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya kesal. Oh Baekhyun terlihat menggemaskan jika seperti ini.
"Haha Mian…Mian aku minta maaf terlambat menyusulmu. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke rumahmu. Jadi tunggu sebentar lagi hmm?" Ucap Channi melembut di ujung telefon.
"Hmm aku akan menunggumu, jadi cepatlah baboyya."ucap Baekhyun sarkastik
"I'll promise you… aku akan datang 5 menit lagi. Saranghae…." Entah kenapa Baekhyun merasa suara Channinya terasa berbeda ketika mengucapkan kata cintanya tersebut. Cepat-cepat Baekhyun mengusir rasa itu dari hatinya.
"Nado saran…."
Braaakkkk….
Terdengar bunyi benda yang menghantam sesuatu.
Duarrrr…. Duarrrr…
Bunyi ledakan keras yang memekakaan telinga.
Sepersekian detik Baekhyun merasa rohnya tidak berada di dalam tubuhnya. Setelah tersadar dia baru mengetahui, sesuatu yang tidak diinginkannya telah terjadi.
"C-CHANNN….."
EXO
Bruummm….
Suara mobil yang sedang dinyalakan oleh pemiliknya itu berdengung keras di Basement perusahaanya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Park Channi. Demi tuhan dia sedang buru-buru sekarang tapi manusia hitam yang menjabat sebagai sekretarisnya itu malah membuang-buang waktunya saja. Dengan kecepatan kilat mobil itu berhasil menerobos malam seoul yang sedang diguyur hujan deras sekarang. Dia tidak perduli yang terpenting sekarang adalah Baekhyun. Baekhyunnya sekarang pasti sedang kesal bukan main dengan dirinya, mengingat dia sudah terlambat satu jam dari janjinya. Oh iya mengingat Baekhyun sangat suka terhadap bunga. Bukanlah ide buruk jika ia memberikannya bunga sebagai tanda permintaan maafnya. Maka dengan itu ia segera memberhentikan mobilnya di depan toko bunga.
Tringg…
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Sapa ahjumma pemilik toko itu dengan ramah.
"Hmm bolehkah kau ambilkan aku sebuket bunga aster." Jawab Channi ragu-ragu sambil menahan malu.
"Ah arraseo tuan kau tunggu disini dahulu." Jawab ahjumma pemilik toko itu ramah.
"Nne.."
Tidak begitu lama datanglah sang ahjumma dengan sebuket bunga aster di tangannya.
"Maaf jika saya lancang, tapi kalau saya boleh tahu bunga ini untuk apa tuan?" Tanya ahjumma tersebut.
"Sebenarnya saya terlambat satu jam dari janji yang saya buat, jadi aku membelikannya bunga sebagai permintaan maaf." Ucap Channi menjelaskan tujuannya membeli bunga.
"Untuk kekasihmu?"Tanya sang ahjumma pemilik toko itu lagi.
Channi hanya dapat mengangguk kaku.
"Bunga aster melambangkan kesetiaan dan kesabaran , saya rasa kekasih anda adalah tipe orang yang setia, bukan?"Celetuk ahjumma itu.
Channi membenarkannya dalam hati. Baekhyunnya memang tipe orang yang setia. Lihat saja dia bahkan setia menunggunya sampai saat Ini.
"Tapi kenapa tuan tidak membeli bunga tulip putih atau mawar, keduannya memiliki arti permintaan maaf" Tanya ahjumma itu.
"Ahh kurasa dia lebih menyukai bunga aster."dan memilik arti yang pas dengan dirinya. Setia. Tambah Channi dalam hati.
Sang ahjumma hanya bisa mengangguk sambil tersenyum maklum.
EXO
Setelah membeli bunga, Channi segera bergegas membelah langit malam seoul yang masih dengan setiannya mengguyur hujan. Sambil tersenyum dia memegang sebuket bunga tersebut sambil membayangkan bagaimana rupa Baekhyun ketika menerima bunga ini. Dia jadi tidak sabar untuk segera sampai. Ia lihat jam yang melingkar di tangannya. Pukul 20:15. Sudah larut malam. Ia harus memberitahu Baekhyun. Kekasihnya itu pasti mengkhawatirkannya karena tidak memberi kabar dari tadi. Cepat-cepat ia merogoh saku celanannya dan menekan speed dial pada layar ponselnya. Terdengar nada sambung di ujung sana.
"YAKK BABO-YA!APA KAU MELUPAKAN JANJIMU EOHH?!" segera ia jauhkan ponselnya dari telinga ketika mendengar suara nyaring kekasihnya menyahut dari ujung sana.
"Hahaha….." Dia tidak tahan untuk tidak terkekeh pelan. Sesuai prediksinya. Baekhyunnya itu pasti akan berteriak memekakan telinga seperti ini.
"CHANNIYA~" Oh Channi berani bersumpah pasti sekarang Baekhyunnya itu sedang mempoutkan bibirnya dengan muka menggemaskannya. Ia tahu betul kebiasaan kekasihnya itu ketika sedang merajuk.
"Haha Mian…Mian aku minta maaf terlambat menyusulmu. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke rumahmu. Jadi tunggu sebentar lagi hmm?" Cepat-cepat ia hentikan tawanya itu sebelum kekasihnya itu bertambah kesal kepadanya.
"Hmm aku akan menunggumu, jadi cepatlah baboyya." Ingatkan Channi untuk menghukumnya nanti karena berani mengatainya. Dia benar-benar tidak tahan untuk segera memeluk kekasih mungilnya itu.
"I'll promise you… aku akan datang 5 menit lagi. Saranghae…." Ucapnya lagi sambil menunggu balasan dari penelfon di ujung sana. Tapi belum sempat ia mendengar kata cinta dari kekasihnya itu tiba-tiba datang sebuah truk besar dari lawan arah karena niatnya yang ingin menyalip mobil didepannya.
Braakkkk…..
Mobilnya tanpa aba-aba menghantam truk tersebut dengan kecepatan penuh sehingga terpental sejauh 5 meter. Belum sampai disitu mobil yang ditumpanginya tiba-tiba meledak karena terkena benturan yang keras tersebut.
Duarrrr…. Duarrrr…
Terlihat api yang semakin besar itu memenuhi pandangannya. Ia merasa sedih sekarang karna lagi-lagi dia telah mengingkari janjinya dan mengecewakannya lagi. Bunga aster yang sedari tadi digenggamnya itu kini dilihatnya lamat-lamat setidaknya bunga ini masih selamat. Channi hanya berharap tuhan memberikannya waktu sedikit lebih lama untuk memberikan bunga ini sebagai hadiah terakhirnya kepada Baekhyun. Kesetiaan. Setidaknya bunga ini mewakilkan rasa hatinya. Ia berjanji akan setia kepada kekasihnya itu walaupun dia harus melihat dan menjaganya dari atas sana. Miris memang. Tidak apa-apa dengan begini ia tidak perlu takut lagi untuk menyakiti hati Baekhyunnya. Ia berharap Baekhyun bahagia walau tanpa dia sekalipun disisinya. Ini berat tapi dia berharap Baekhyun dapat menemukan pengganti yang lebih baik dari dirinya. Yang selalu ada disisinya selalu. Dia berharap tuhan lebih sedikit berbaik hati kepadanya dengan mengijinkan untuk melihat senyum manis Baekhyun untuk yang terakhir kalinya. Dia berharap terlalu banyak kepada tuhan diwaktunya yang tidak banyak ini atau mungkin memang selama ini dia tidak benar-benar mempunyai waktu untuk Baekhyunnya. Ia sadar sekarang waktu memang berarti di sisa-sisa semakin menipisnya waktu yang ia punya. Sudahlah dia menyerah tubuhnya seakan mati rasa tidak dapat digerakkan. Pandangannya tertuju lagi kepada bunga aster itu ia berharap sekali lagi untuk terakhir kalinya agar bunga ini dapat sampai ditangan kekasih mungilnya. Dia benar-benar menyerah kali ini. Ditutupnya matanya itu walaupun ia enggan untuk melakukannya.
Gelap. Semuanya benar-benar gelap.
Aku mencintaimu Byun Baekhyun.
EXO
TAP….. TAP…. TAP…
Bunyi sepatu itu menggema menyusuri dinginnya lantai lorong rumah sakit Seoul Hospital. Badannya basah terguyur dinginya air hujan yang masih dengan setianya membasahi bumi. Tidak jauh berbeda dengan suasana hatinya. Bahkan mungkin lebih parah, hatinya serasa dicengkeram oleh ribuan tangan tak kasat mata yang membuatnya perih menahan rasa sesak itu. Entah dosa apa yang ia perbuat di masa lalu sampai malam yang seharusnya di isi dengan keceriaan ini malah berakhir mala petaka bagi dirinya. Ia benar-benar marah kepada tuhan sekarang, kenapa tuhan tidak memberikannya sedikit waktu lebih lama dengan Channinya itu. Ya Byun Baekhyun merasa dunianya telah berhenti berputar ketika mendengar suara serak disertai isakan dari Nyonya Park.
#FLASHBACKON
"C-CHANNN….."
"A-ada apa Baekhyunna?" Tanya nyonya Byun khawatir melihat perubahan raut wajah dari anaknya tersebut.
"Apakah Channi baik-baik saja? Baekhyunna jawab eomma jangan diam seperti itu, kau membuat eomma takut nak. Apak… BAEKHYUN!" Teriak nyonya Byun kalap melihat anaknya tiba-tiba terjatuh pingsan setelah menerima panggilan dari kekasihnya itu. Entah karena apa, namun firasat Nyonya Byun menjadi tidak enak sekarang. Ia berharap Channi baik-baik saja sekarang.
2 jam kemudian
Cahaya lampu berlomba-lomba mengisi retina mata namja mungil itu. Pusing. Kepalanya terasa pusing sekarang, tapi lebih dari itu kenapa hatinya sesak sekali? Apakah terjadi sesuatu?
"Baekhyunna akhirnya kau sudah sadar, bagaimana keadaanmu nak? Apakah sudah mendingan? Eomma benar-benar khawatir tadi ketika kau tiba-tiba pingsan."
"Eomma Channi eodiga?" Potong Baekhyun cepat.
"Hmm?apa maksu…."
"Eomma apa yang membuatku pingsan?"
"oeomma juga tidak tahu tapi tadi setelah kau menerima panggilan dari Channi tiba-tiba ka.."
"CHANNI!" Teriak Baekhyun kalap ingatan tentang suara dembuman serta ledakkan mobil itu tiba-tiba kembali menyeruak masuk ke ingatannya.
"Baekhyunna tenanglah. Apa yang terjadi hmm? Ceritakan pada eomma." Bujuk nyonya Byun berusaha menenangkan anaknya.
"ANI.. ANI… EOMMA CHANNI…. MOBIL…TERBAKAR..ANDWAEE…!" teriak Baekhyun dengan tangis yang menyayat hati.
"HIKS… HIKSS… EOMMA AKU INGIN BERTEMU DENGAN CHANNI…" Tangis baekhyun semakin kalap ia benar-benar ingin bertemu dengan Channinya sekarang.
"Sssttttt tenanglah Channi pasti baik-baik saja nak. " bujuk nyonya Byun sambil memeluk anaknya. Nyonya Byun tidak ingin mempercayai ini. Tapi kenapa perasaan mengganjal di hatinya itu tidak kunjung hilang dari tadi. Dia hanya berharap semuanya baik-baik saja sekarang.
PING…PING…
Suara yang berasal dari handphonenya itu pun berhasil menarik kesadarannya kembali. Cepat-cepat ia angkat benda persegi tersebut dengan nama "Bibi Park" tertera diatasnya.
"N-nne b-bibi ada apa?" Dengan was-was ia jawab panggilan itu sambil berdoa dalam hati agar apa yang ia takuti tidak benar-benar terjadi dan hanya halusinasinya semata.
Akan tetapi hanya keterdiaman yang ia dapati.
"B-bibi kau baik-baik saja?A-aapa yang terj-"
"Baekhyunna…hiks.." Tangisan itu
"Channi…. Dia..d-dia hiks…" Tidak kumohon
"D-dia mobilnya.." Tidak bibi kumohon berhentilah berbicara
"Channi dia..dia kecelakaan dan mobilnya terbakar baekk-"
PIP
Tanpa aba-aba Baekhyun berlari menembus dinginnya malam Seoul. Menyisakan raut kekhawatiran yang begitu kentara di wajah nyonya Byun.
#FLASHBACKOFF
Kecelakaan dan mobilnya terbakar
Dari sekian banyak kata yang diucapkan oleh Nyonya Park kenapa hanya kalimat itu yang teringang-ingang di otaknya bagai kaset rusak. Setelah cukup lama berjalan melintasi lorong bagaikan seorang yang kehilangan akal sampailah Baekhyun di depan ruang UGD rumah sakit Seoul Hospital. Terlihat Tuan Park yang merasakan kesedihan yang sama walaupun tidak sehisteris Nyonya Park karena bagaimana pun juga ia harus menjadi sandaran bagi istri tercintanya itu.
"Yeobo lihatlah Baekhyun datang" Ucap Tuan Park melihat kedatangan Baekhyun. Cepat-cepat Nyonya Park bangun dan ingin memeluk Baekhyun namun urung ia lakukan saat melihat tatapan kosong dan hampa dari kekasih anaknya itu.
"Baekhy….." Ucapan Nyonya Park terputus saat Baekhyun hanya melewatinya tanpa ucapan sepatah katapun.
Kini tatapan Baekhyun hanya tertuju kepada seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang mengerikan menurutnya itu.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Baekhyun dengan masih mempertahankan pandangan kosongnya
"D-dia baik-baik saja kan?" Tanyanya lagi. Ketika dilihatnya Sang dokter didepannya hanya diam membisu.
"Maafkan kami….." Tidak
"Kami sudah berusaha semampu kami , akan tetapi tuhan berkehendak lain" Ucap dokter itu lagi Sambil menggelengkan kepalanya.
"Waktu kematian pasien bernama Park Channi pukul 22:30" Ucap dokter itu lagi-lagi sambil melihat jam dipergelangan tangannya.
"TIDAKKK!"
Teriakan Nyonya Park malam itu mengiringi derasnya suara air hujan di luar sana. Lihat bahkan Seoulpun ikut menangisi kepergian Channi.
Kosong. Iya otaknya kosong memikirkan perkataan dokter itu tadi. Dia tidak dapat berfikir dengan baik. Entah kenapa jiwanya serasa diambil secara paksa dari tubuhnya. Sakit. Hmhh Benar-benar Sakit. Tuhan kenapa kau jahat sekali kepadaku. Bahkan kebahagiaan sekecil ini dariku tega kau renggut secara paksa. Apa salahku? Bukankah aku sudah berbaik hati selama ini aku bahkan merelakan waktuku dengan channi tapi kenapa kau bahkan tidak membiarkanku melihat matanya melihat senyumannya untuk yang terakhir kalinya? Kenapa?
EXO
01:15 AM,NEW YORK
Seorang lelaki tampan dengan tubuh bak modelnya tengah terengah-rengah dengan seksinya diatas ranjang dengan seorang wanita yang mendesah kepayahan dibawahnya.
"Ashhh…ahhh iya disitu.." Desahan menjijikan itu keluar dari mulut si wanita itu.
PING…PING…PING…
Suara telepon itu menginterupsi kegiatan laknat kedua makhluk adam tersebut. Buru –buru si lekaki tampan itu menyudahi kegiatannya tersebut dan langsung menyambar dompet diatas nakas.
"Ini uangmu dan pergilah" Ucap si lelaki itu dingin dengan tatapan datarnya. Sambil menyerahkan beberapa uang dari dompetnya
"Tapi aku bahkan belum mencapai klimaksnya.."
"PERGILAH JALANG!" Teriaknya emosi. Jalang didepannya ini benar-benar menguras emosinya.
"B-baiklah" Ucap si wanita itu mengambil uang di tangan si lelaki lalu mengambil bajunya yang tergeletak dan berlari terbirit-birit menghindari kemarahan pembelinya itu.
PING…PING….
Ponsel yang masih berbunyi itu diambilnya cepat-cepat.
"Hello" Jawabnya dengan aksen inggrisnya yang fasih
"B-benarkah ?" Kagetnya setelah orang diujung telepon sana mulai berbicara.
"Siapkan aku tiket ke sana. SEKARANG!" Perintahnya dengan nada mutlak tidak terbantahkan.
EXO
Ceritanya garing y?Pasaran? I know:"))
Cukup tinggalkan kritik dan saran aja.
Ok next or not?
Thanks for watching :* sarangek…
