Mr. Straight?

Cast : Kim Joon Myeon

Zhang Yi Xing

Genre : Romance, Drama

Rated : T

Disclaimer : Zhang Yi Xing and Kim Joon Myeon belong to themselves. But this fict is belong to me.

Warning : This fiction is contain with Boys Love/Slash/ Shounen – ai, so if you hate these thing better you press the 'back' button on your web browser. Thank you.

Enjoy the story~


.

.

.

::Chapter 2::

.

.

.

Keesokan harinya, Yixing berangkat ke kantor barunya dengan senyuman cerah secerah matahari yang bersinar pagi ini. Semua orang yang berpapasan dengannya akan ia sapa. Membuat kesan lebih pada dirinya, dan membuat hampir seluruh lelaki yang statusnya dipertanyakan menaruh perhatian lebih padanya. (Baca : tertarik, kesemsem.)

Saat tiba di mejanya, Joonmyeon menghampirinya lalu tersenyum kecil padanya. Yaampun. Ganteng banget serius. Seketika jantung Yixing berdetak tidak karuan. Perasaan takut pun mulai menghantui Yixing. 'Aku tidak mau mati muda. Kumohon jantung berhentilah berdetak secepat ini!'

"Yixing?" panggil Joonmyeon. Yixing tidak bergeming, ia hanya menatap Joonmyeon dengan pandangan kosong. Joonmyeon memandang Yixing dengan bingung. Ada apa dengan Yixing? Kenapa Yixing menatapnya dengan pandangan kosong seperti itu?

Melihat Yixing yang tidak memberikan reaksi itu, membuat pikiran jahil bermain di otaknya. Perlahan tangan Joonmyeon terangkat lalu mencubit dengan pelan pipi kanan Yixing. Hanya cubitan kecil tapi membuat pipi Yixing memerah sempurna.

"Ah tuan Joonmyeon!" serunya kaget. Joonmyeon terkekeh pelan.

"Jangan melamun seperti itu. Aku tau aku tampan. Tapi jangan memperhatikanku seperti itu, nanti kamu bisa jatuh cinta sama aku," ucap Joonmyeon ngaco.

Yixing menundukan wajah meronanya, lalu menggelengkan kepalanya pelan. Unyu banget deh.

"I-iya tuan, maafkan saya,"

Joonmyeon tersenyum kecil melihat keunyuuan Yixing, lalu mengelus pemuda manis yang tingginya tidak berbeda jauh dengannya itu. Sebenarnya lebih tinggi Yixing dua centimeter sih, tapi ya anggaplah disini lebih tinggi Joonmyeon. Apa? Mau protes?

"Tidak apa, sekarang kerjakan tugas mu. Kalau ada hal yang tidak kau pahami, langsung tanyakan padaku saja," ucap Joonmyeon sebelum meninggalkan Yixing di meja kerjanya.

Yixing menatap kepergian Joonmyeon dengan seulas senyum di bibir cherrynya jantungnya sedari tadi masih berdetak dengan abnormalnya, membuatnya menyadari bahwa dirinya telah terjatuh pada bosnya yang punya senyum seperti malaikat itu.

Tapi..

Kemudian ia termenung..

Mana mungkin perasaannya akan berbalas?

Bosnya itu terlalu sempurna untuknya, bosnya punya segalanya. Walaupun tingginya hanya berbeda beberapa centimeter darinya. Sedangkan dirinya? Dia berasal dari kalangan bawah yang memiliki keberuntungan besar karena dapat bekerja di perusahaan mewah ini.

Ia menggelengkan kepalanya pelan, mengusir semua pirikan ngaconya beberapa saat yang lalu , dan memutuskan untuk duduk di kursi empuk miliknya.

Sebelum ia memulai pekerjaannya sekali lagi Yixing memandang ruangan kaca yang berada di depannya. Tempat dimana Joonmyeon berada.

"Ya Tuhan.. terimakasih telah memberikan aku kesempatan untuk bekerja di perusahaan super. Super megah, super keren, dan atasannya super ganteng,"

Yixing menggelengkan kepalanya pelan sebelum beranjak untuk mengerjakan berkas – berkas yang telah Joonmyeon berikan tadi. Tapi ketika ia membuka halaman pertama ia menemukan tulisan,

'Nanti jam makan siang kau keruangan ku. Kita akan makan bersama, agar kita makin akrab nantinya,'

Dan.. Jantung Yixing pun memompa dengan cepat setelah membaca kalimat itu. Jadi? Nanti Yixing dan Joonmyeon akan makan siang bersama gitu? Kok romantis?

Yixing menyembunyikan wajah memerahnya dengan telapak tangannya, lalu bergumam. "Ya Tuhan sepertinya aku akan mati muda kalau tuan Joonmyeon terus membuat jantungku berdetak tidak karuan seperti ini,"

.

.

Joonmyeon terkekeh geli melihat Yixing yang menutupi wajahnya yang memerah dengan tangan seperti itu. Entah kenapa itu terlihat begitu menggemaskan di matanya.

Kalian pasti bertanya – tanya bagaimana caranya Joonmyeon dapat melihat Yixing padahal ruangannya dibatasi oleh kaca yang tidak tembus pandang? Well jawabannya simple, memang orang dari luar tidak dapat melihat kedalam ruangannya tetapi ia bisa dengan bebas memandang semua yang ada di depan ruangannya. Ingat. Teknologi itu maju. Jadi kalau masih bingung yasudah lah anggap saja demikian. :")

"Kenapa Yixing menggemaskan sekali sih?" ucapnya pelan.

"Kalau dia seunyu ini jadi pingin deh ngeanuin dia.."

WUT?

APA?

Joonmyeon melotot horor. Tadi dia ngomong apa?

Ngeanuin? HA?

Joonmyeon menggelengkan kepalanya pelan. Lalu memukul kepalanya dengan berkas yang ada di meja kerja. "Bodoh! Bodoh! Kau masih straight! Astaga! Mana mungkin aku bisa berfikiran akan ngeanuin Yixing!" serunya dengan horor.

"Tapi.. aku penasaran bagaimana reaksi Yixing saat aku anu in nanti. Ugh pasti unyu banget reaksinya. Dengan muka merahnya, terus badannya yang ramping itu akan menggeliat - liat, terus bibirnya yang digigit.."

Tes..

Tes.. Tes..

Belum selesai Joonmyeon dengan hayalan mesumnya, cairan merah dengan sukses mengalir dengan deras dari hidungnya. Senyuman mesum pun terpampang dengan jelas di bibir sexynya.

Astaga Joonmyeon. Gini kok masih ngaku straight?

.

.

Yixing mengetuk pintu ruangan Joonmyeon dengan pelan. Sesuai dengan permintaan Joonmyeon tadi pagi, untuk makan siang bersama ia pun menyanggupi dan disinilah ia sekarang. Di depan pintu ruangan Joonmyeon sambil mengetuknya perlahan.

"Masuk," balas Joonmyeon dari dalam.

Yixing memasang senyum kecil lalu menyapa Joonmyeon yang sedang duduk sambil memeriksa berkas yang nampaknya penting itu. Terlihat dari seriusnya Joonmyeon memperhatikan isi daripada berkas itu. Yixing merona, ia akui jika Joonmyeon sedang dalam mode serius seperti itu, ia terlihat lebih tampan dari biasanya. "Selamat siang tuan Joonmyeon,"

Joonmyeon mengalihkan pandangan dari berkasnya menuju orang yang tadi menyapanya. Joonmyeon tersenyum. "Ah iya ayo kita pergi sekarang," ucap Joonmyeon.

"Sebaiknya anda menyelesaikan berkas anda dulu tuan, nampaknya berkas itu bergitu penting. Terlihat bagaimana raut anda begitu serius saat mengamati berkas itu," tolak Yixing dengan halus.

Joonmyeon menggeleng pelan. "Aku sudah membaca berkas itu lebih dari tiga kali, dan yang tadi itu aku membacanya lagi agar aku tidak salah dalam mengambil keputusan,"

Nah. Dengan begitu, bertambahlah satu lagi point plus Joonmyeon di mata Yixing. Yixing mengangguk lalu tersenyum.

"Baiklah tuan, kalau begitu kita akan makan siang dimana?" tanya Yixing.

Joonmyeon menatap Yixing sekilas lalu berjalan meninggalkan kursi kebanggaannya. Sebelum ia benar – benar beranjak dari kursinya, ia menanggalkan jas hitam mahal yang ia kenakan dari tadi. Membuat kesan tampannya makin keluar. Dan jantung Yixing pun semakin dipermainkan ketika melihat Joonmyeon hanya mengenakan setelan kemeja berwarna baby blue miliknya.

"Aku sudah membuat reservasi di sebuah restauran yang jaraknya tidak begitu jauh dari sini," jawab Joonmyeon, yang dibalas anggukkan pelan oleh Yixing.

Selama perjalanan menuju restauran yang dimaksud oleh Joonmyeon, keadaan begitu hening. Bukannya mereka canggung atau apa, tapi karena rasa lapar yang berlebihan sehingga membuat mereka malas untuk mengucapkan sepatah atau dua patah kata.

"Kita sampai," ucap Joonmyeon kalem. Yixing melotot horor. Dihadapannya saat ini adalah sebuah restauran bintang lima dengan masakan super enak, super mahal, dan super mewah. Astaga ia sangat tahu restauran ini! Banyak teman – teman kuliahnya dulu kerap kali membicarakan restauran ini, masing – masing dari mereka berharap agar mereka bisa makan di restauran super ini. Tapi lihat dirinya sekarang? Ia bisa makan di restauran ini. Dan GRATIS. Sekali lagi ya, GRATIS!

Melihat sekretarisnya tidak bergeming ia mengambil inisiatif untuk keluar dari mobil duluan dan berjalan kearah pintu Yixing. Ia membuka pintu Yixing dengan perlahan, berharap Yixing tidak menyender di pintu sehingga tidak akan terjadi yang tidak diharapkan. Dan untungnya Yixing tidak menyender pada pintu sama sekali, jadinya pintu mobil bisa terbuka dengan aman.

"Yixing?" panggil Joonmyeon pelan. Ia pun menggelengkan kepalanya melihat Yixing yang sepertinya sedikit shock ketika tahu bahwa dirinya akan makan di tempat yang begitu mewah seperti ini.

Joonmyeon mendesah pelan ketika mendapati Yixing masih tidak memberikan respon apa – apa padanya. Dengan cekatan ia mendekati dirinya ke tubuh Yixing. Niat awalnya dia mau membuka seatbelt yang terpasang di tubuh Yixing. Tapi ketika ia melihat wajah Yixing dari jarak sedekat ini, perlahan namun pasti niat awalnya itu bergeser menjadi niat untuk mencium bibir Yixing yang terlihat menggoda itu.

Perlahan namun pasti bibir Joonmyeon semakin mendekat, dan semakin mendekat..

Tepat saat bibirnya menempel di bibir Yixing, pikirannya blank. Kecupan itu hanya bertahan beberapa detik. Walaupun demikian, ada perasaan asing yang tidak mereka berdua rasakan sebelumnya, yang perlahan menyisipi hati mereka masing – masing.

Joonmyeon kemudian menarik bibirnya menjauh dan menatap Yixing dengan pandangan horornya, sedangkan Yixing menatapnya dengan pandangan shock luar biasa.

"Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan? Aku masih normalkan?" batin Joonmyeon.

"Dia menciumku? Ini mimpi?" batin Yixing.

.

.

.

Dan

.

.

~TBC~


Pojokan Author :

Terimakasih atas review kalian semua, terimakasih pula buat yang ngefave dan ngefollow fict saya ini :") Terimakasih! Saya cinta kalian!

Oh ya mohon maaf saya baru bisa ngeupdate sekarang, hari menuju un sudah semakin dekat jadi saya harus fokus kesana :") maafkan saya ya. Tapi tenang saja. Saya pasti akan menyelesaikan fict ini kok~

Btw saya bawa kabar yang entah gembira atau sedih, fict ini saya akan tamatkan pada chap depan atau dua chap yang akan datang~

Kalau ada yang ngerasa ini alurnya kecepatan atau kesannya dipaksakan, enggak kok ini alurnya memang sudah saya atur sedemikian rupa. Jadi ya begitu. /apa

Dan ya saya masih berharap ada yang mau bikin fict paring Hanbin dan Bobby.. /melas/

Sekian dari saya~ sampai jumpa chap depan~ /tjiepok satu – satu/

So, mind to give me a feedback? :D