Chapter 3

Main cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,Oh sehun,Kai,Kyungsoo

Summary : " Kau telah membuatku tergila-gila padamu. Kau membuat hatiku berbunga-bunga .Tapi Kau juga yang membuatku menangis karena cinta."

CRAZY OF YOU

Hampa. Gundukan tanah didepannya hanya dilihatnya dengan tatapan datar tak berekspresinya. Hilang. Kini apa yang menjadi sandaran hidupnya, penyemangat hidupnya, dan mataharinya telah hilang tergantikan oleh isak tangis dari dua keluarga yang merasakan kepedihan yang mendalam. Ini tidak benar. Seharusnya Baekhyun dapat bertingkah layaknya manusia normal lainnya yang akan menangis meraung-raung saat tubuh dari orang yang paling dicintainya dimasukkan kedalam tanah dan dikubur selama-lamanya tanpa ada waktu lagi untuk melihat senyumannya. Ya seharusnya itu yang terjadi bukannya hanya diam membisu dengan tatapan datar dan kosongnya.

"Hiks….hikss… Channiya apa kau tidak merindukan eomma? Apa kau tidak takut sendirian didalam sana? Kau jahat sekali…meninggalkan Eomma sendirian disini….Hiks..Hikss…" Nyonya Park tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Dia benar-benar hancur sekarang. Melihat putra kesayangannya telah pergi untuk selama-lamanya dan tidak akan kembali lagi. Disampingnya Tuan Park hanya dapat menghela nafas dan berusaha menenangkan istrinya tersebut.

"Channiya bangunlah nak…hiks..b-bagaimana jika nanti tiba-tiba Eomma merindukanmu?bagaimana jika nanti Eomma ingin memelukmu eohh?hiks…hiks…Sekarang bangunlah Eomma tidak akan marah jadi bangunlah ya..?" Tangisan Nyonya Park pecah sekali lagi sampai-sampai membuat kakinya lemas tidak kuat menahan beban tubuhnya. Dan Tuan Park akan dengan sigap menahannya.

"Hiks..Hikss…Yeobo uri Channi akan kembali lagi kan? Dia hanya berbohong kan? Hiks..CHANNIYA..HIKS.."

"Sttsst….Tenanglah Yeobo kau malah membuat Channi semakin sedih diatas sana. Percayalah semuanya akan baik-baik saja." Ujar Tuan Park menenangkan.

"Hiks..tidak..Channi.."

Sementara itu ditempat dan waktu yang sama. Tangisan Nyonya Byun tidak dapat dicegah lagi. Baginya Channi sudah seperti anak kandungnya. Fakta yang sebenarnya telah menamparnya telak. Kematian tiba-tiba dari Channi ini jelas mengguncang mental Baekhyun. Tapi kenapa anak semata wayangnya itu hanya diam saja. Tidak bisa dipungkiri cemas kini melingkupi diri wanita setengah baya tersebut.

"Eomma.." Bisik Baekhyun pelan sambil masih menatap gundukan tanah didepannya.

"Hmm?"

"Aku ingin menangis. Tapi aku tidak bisa." Ucapnya lagi dengan suara bergetar

"Wae Baekhyunna? menangislah jika itu dapat membantu sedikit melegakan hatimu."

"Aku tidak bisa…. Channi pernah bilang kepadaku, menangis hanya untuk orang yang takut kehilangan maka dari itu tetap tersenyum dan tertawalah karena aku akan selalu ada disisimu." Jeda sejenak beberapa saat sebelum Baekhyun kembali melanjutkan kalimatnya. " Lihat bahkan Senyumannya ketika mengatakan itu masih teringat jelas dikepalaku. " Ucap Baekhyun dengan Senyuman manisnya. Tapi bukan Senyum bahagia seperti yang biasa ia pertunjukan, melainkan Senyum pahit dan miris. Yah kalian semua tahu bagaimana senyum orang menderita sepertiku. Batin Baekhyun bercerita.

"Lalu?" Sang ibu bertanya kembali.

"Hmm… Seperti perkataanya, Aku tidak takut kehilangannya karena Channi akan selalu berada dihatiku." Ucap Baekhyun sambil memegang bagian tubuh yang dimaksudnya dan menoleh ke samping. Menghadap Ibunya. Entah disadarinya atau tidak tapi Nyonya Byun melihat Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata putra kesayangannya itu.

EXO

"Sehunna apa kau melihatnya?" Ucap lelaki berkulit tan tersebut kepada sahabat disampingnya.

"Hmm?"

" Lelaki menyedihkan didepan kita." Ucapnya memperjelas maksud dari ucapannya yang tadi

"Baekhyun?" Tanya lelaki yang kita ketahui bernama Sehun itu.

"Hmm… Walaupun dia terlihat baik-baik saja tapi kita semua tahu bahkan orang bodoh pun tau jika dia dalam keadaan tidak baik-baik saja. Hancur mungkin kalimat yang pas untuk mendeskribsikan keadaanya sekarang"

"Lihat bahkan dia memasang senyum palsunya itu. Ckkck.. tidakkah kau kasihan padanya ?" Tanya Jongin. Sekretaris Channi kalian ingat?

"Hmm" Jawab lelaki berkulit putih pucat itu.

" Tapi Kai tidakkah kau menganggap ini semua tidak adil bagi Baekhyun? Kebenaran yang sesungguhnya, tidakkah seharusnya ia perlu mengetahuinya?" Ucap Sehun sambil menatap nanar pandangan didepannya.

"Haahh…Biarkan waktu yang memberitahunya Sehunna" Hembusan nafas terdengar lagi. Hening beberapa saat. Sebelum Jongin kembali membuka suara memecahkan keheningan diantara keduanya.

"Kau sudah memberitahunya?"

"Ya…Mungkin dia sekarang berada disini." Ucap Sehun ringan , seringan daun yang terhembus angin

"Benarkah?!" Mata Jongin membulat lebar dia menyapu pandangannya kesegala arah berusaha memastikan sesuatu.

"Mana aku tidak melihatnnya?" Tanya Jongin dengan suara bodohnya

"Yah…kkamjong kau ini bodoh atau memang idiot…Kau kira dia akan muncul begitu saja setelah bertahun-tahun menghilang seperti ditelan bumi." Jelas Sehun sambil memukul belakang kepala sahabatnya itu. Yang dipukul hanya dapat menyingir seperti kuda. Oke maafkan aku senyumannya tidak seburuk kuda asal kalian tahu.

"Aku merindukannya Sehunna." Ucap Jongin pelan sambil menengadahkan kepalanya menatap langit Seoul yang suram.

Bersamaan dengan itu Seseorang dibalik pohon besar tengah menatap pemandangan didepannya dengan nanar.

"Mianhae Hyung…."

EXO

Awalnya memang semua berjalan seperti biasa. Seminggu setelah proses pemakaman tersebut semua orang mulai menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Tidak bisa dibohongi memang, kepergian Channi meninggalkan segores luka yang mendalam kepada orang-orang yang disayanginya. Haah tapi inilah takdir, hidup harus tetap berjalan ada atau tanpa sosok Channi bukan? Tuan Park pun kembali memegang kekuasaan di perusahaannya itu. Mau bagaimana lagi, Hanya tinggal dialah satu-satunya lelaki yang harus bertanggung jawab menafkahi istrinya. Yah mungkin seperti itu. JIka kalian berpikir semua masalah sudah cukup sampai disini, maka kalian salah. Jangan lupakan sosok mungil Baekhyun oke?

TOK…TOK….TOK….

"Baekhyunna bolehkah Eomma masuk?" Hening. Tidak ada sahutan dari dalam

Haishh ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, Baekhyunninya itu bisa sakit kalau seperti ini. Bayangkan saja sejak tadi siang sepulang Kuliah…. Etss sebentar apakah aku sudah menceritakan ke kalian bahwa Baekhyun adalah seorang mahasiswa tingkat akhir? Ceritanya memang panjang lain kali akan aku ceritakan. Mengenai Baekhyun sekarang dia sedang disibukkan oleh tugas sidang akhirnya dan akan segera melakukan prakteknya. Baekhyun mengambil ilmu kedokteran. Sederhana alasannya , aku ingin menyembuhkan Channi jika ia sakit. Kira-kira seperti itulah kalimatnya saat Eommanya bertanya dulu. Miris kan, Kini orang yang menjadi alasannya itu… ah sudahlah.

SREETT….

Pintu itupun dibuka perlahan oleh Nyonya Byun. Pemandangan didepannya adalah pemandangan yang sama seperti tujuh hari belakangan ini. Menyedihkan. Kalian mengerti maksudnya kan?

"Baekhyunna Eomma memasak nasi goreng favoritmu. Tidakkah kau ingin mencobanya? " Bujuk Nyonya Byun menghampiri putra malangnya tersebut sambil membawa sepiring nasi goreng buatannya. Sungguh Nyonya Byun khawatir sekarang dan Baekhyun hanya menjawab pertanyaan ibunya itu dengan keterdiaman seperti biasanya.

"Eomma mengerti perasaanmu nak akan tetapi kau harus tahu Channi diatas sana pasti ikut sedih melihat kau seperti ini."

"Ja… sekarang makanlah ya?" Bujuk Nyonya Byun lagi sambil menyodorkan sesuap nasi itu ke mulut Baekhyun. Senyum kembali merekah di kedua bibir wanita setengah baya tersebut saat melihat Baekhyunnya itu mau memakan nasi yang disodorkannya.

"Baekhyuna ngomong –ngomong bagaimana dengan tugas akhirmu? Apakah sulit?"

"Ani.." Jawab Baekhyun lemah

"Benarkah? Ommo uri Baekhyunni memang pintar" Ucap Nyonya Byun sambil mengelus puncak rambut Baekhyun.

"Ja… Sekarang buka mulutmu lagi ,pesawat nasi goreng ini akan masuk kedalam mul…." Ucapan Nyonya Byun terhenti saat dilihatnya cairan bening itu lolos bagai anak sungai di mata putranya.

"Hiks… Hiksss… Hikss…"

"Ommo uri Baekhyunni kenapa menangis hmm? Bukankah kau lelaki kuat. Lelaki kuat berarti kau tak boleh menangis seperti ini."

"E-eomma aku merindukannya hiks.."

"Stss… stsss…."

"Jinjja jinjja bogoshipoyo…Hiks.."

"Yak… Kau jangan menangis, dimana Baekhyuni Eomma yang ceria ini hmm?"

"H-harus b-bagaimana aku melanjutkan hidupku jika orang yang menjadi alasanku ,pergi meninggalkanku….Hiks… bagaimana Eomma?"

Dan malam itu adalah saksi dimana Baekhyun untuk pertama kalinya menangis semenjak kepergian Channi. Dan kalian tahu? Itu sangat menyayatkan hati untuk didengar.

EXO

Nyonya Byun mengira dengan berjalannya waktu maka keadaan mental Baekhyun akan membaik dengan sendirinya. Yah walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan, Tetapi Nyonya Byun meyakininya bukankah tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati? Walaupun keyakinannya itu selalu ia tanamkan dibenaknya namun tidak bisa dipungkiri kekhawatiran yang menghigapinya selalu datang kapan saja. Seperti saat ini, pagi-pagi seperti biasa wanita setengah baya itu akan selalu datang ke kamar anaknya dan membangunkannya untuk kuliah. Ya memang seharusnya seperti itu tapi tidak dengan pagi ini ketika Nyonya Byun membuka pintu coklat didepannya dan tiba-tiba sesuatu yang ditakutkannya terjadi. Baekhyun tergeletak tidak sadarkan diri dengan pecahan kaca gelas ditangannya.

"Baekhyunna bangunlah ini sudah siang nak, kau akan terlambat mengikuti kelas pag…."

"BAEKHYUN!"

"T-TUAN KIM TOLONG!" Ucap Nyonya Byun keluar kamar dan mencari Butler kepercayaan dikeluargannya itu.

"Ya Nyonya ada bisa saya bantu?" Jawab pengasuh setia Baekhyun tersebut.

"B-BAEKHYUN KUMOHON D-DIA!"

Dan kalian tahu hari itu Baekhyun harus berakhir diranjang rumah sakit karena lagi-lagi percobaan bunuh dirinya. Hal inilah yang dikhawatirkan Nyonya Byun. Kondisi mental Baekhyun.

EXO

5 HARI

6 HARI

Selama hari itu kondisi Baekhyun semakin mengkhawatirkan. Selain gangguan pada mentalnya, kesehatan tubuhnya pun ikut menurun. Bagaimana tidak? Setiap sepiring makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit akan selalu berakhir di tempat sampah. Baekhyun pasti akan selalu berteriak memanggil Channi lalu menangis tersedu-sedu setelahnya, selalu seperti itu selama 6 hari ini. Nyonya Byun pun sebagai ibunya merasakan kesedihan yang mendalam melihat kondisi putra satu-satunya itu. Badan kurus,pandangan kosong, dan kantung mata selalu menjadi pemandangan Nyonya Byun setelah pemakaman Channi dua minggu yang lalu. Dan kalian tahu walaupun Baekhyun sedang terbaring lemah dirumah sakit dan akan dibantu kursi roda untuk berjalan, tidak memupuskan niatannya untuk bunuh diri asal kalian tahu. Seperti contohnya dua hari setelah dia berada di rumah sakit dan dokter mengijinkannya untuk berjalan-jalan ditaman sekitaran rumah sakit. Kalian tahu apa yang Baekhyun lakukan? Dia keluar dari kamarnya saat malam hari. Tentu tanpa sepengetahuan Nyonya Byun. Saat itu Nyonya Byun sedang berada di kafetaria untuk membeli makanan. Sesampainya keluar rumah sakit, sambil mengendap-endap Baekhyun melajukan kursi rodanya ke arah jalan raya didepannya. Kalian semua tentu tahu bukan apa yang akan ia lakukan. Yah hampir saja dia akan menyusul Channinya seperti keinginannya jika tidak datang seorang laki-laki dengan seragam dokter prakteknya dengan sigap menarik kembali roda tersebut sehingga hanya angin malam saja yang berhasil bertabrakan dengan mobil yang melaju dengan cepatnya itu. Aku tidak akan menjelaskan bagaimana kelanjutan cerita di malam itu, yang jelas lelaki yang membantu menyelamatkan Baekhyun tersebut tidak lain adalah Sehun. Sahabat Channi dan Jongin, kalian ingat?

Saat itu Sehun sedang menerima telefon dari kekasihnya. Namanya Luhan. Oke aku akan menjelaskan tentang kekasih Ohseh ini tapi lain kali oke?. Ngomong-ngomong tentang Sehun dia adalah mahasiswa jurusan kedokteran di universitas ternama di Seoul. Sama seperti Baekhyun, dia berada di tingkat akhir pendidikannya dan sedang melakukan praktek magangnya di Seoul Hospital. Setelah memutuskan sambungan telefonnya itu mata tajamnya tak sengaja melihat seseorang dengan kursi rodanya berjalan dengan mencurigakan ke arah jalan raya dan yang lebih membuat jantungnya seakan melompat keluar adalah seseorang tersebut ialah Baekhyun. Benar Baekhyun, kekasih sahabatnya. Oh dengan secepat kilat Sehun berlari menarik kembali kursi berjalan itu dan yah sudah kubilang diatas, aku tidak akan menjelaskannya lebih lanjut. Sejak saat itu Sehun sering mengunjungi Baekhyun.

"Bagaimana keadaanmu Baekhyun apakah sudah mendingan?" Tanya Sehun sesaat setelah memasuki kamar rawat Baekhyun tersebut oh tidak lupa dengan sebuket bunga. Jika biasanya Sehun akan datang menjenguk dengan membawa bunga matahari. Ada yang berbeda dengan hari ini, Apa itu? Seperti bunga Aster tapi kenapa bunganya layu? Batin Baekhyun sambil menatap bunga tersebut.

"Ah jika kau ingin bertanya kenapa aku tidak membawa bunga matahari seperti biasanya dan malah membawa bunga layu ini maka aku akan menjawab ini bukan milikku." Jelas Sehun ketika dilihatnya pemandangan Baekhyun hanya tertuju kepada bunga di tangannya itu.

"Dari mana kau tahu aku suka bunga Aster?" Tanya Baekhyun ketika dirasakannya hatinya tiba-tiba menghangat. Entah kenapa ia tiba-tiba berharap sesuatu

"Sudah kubilang ini bukan milikku, oke?"

"lalu?"

"Bibi Park menitipkannya untukm…"

"Ah…" Desah Baekhyun kecewa memotong ucapan Sehun.

"Sudahlah tinggalkan bunga itu disana dan cepatlah pergi aku ingin istirahat" Usir Baekhyun sambil bersiap menutup matanya

"Bibi Park memberikannya untukmu karena ini hadiah terakhir untukmu dari Channi." Sesaat setelah Sehun selesai menyelesaikan ucapannya Mata tertidur Baekhyunpun kembali terbuka. Channi. Nama seseorang yang dirindukannya itu membuatnya menarik kesadarannya kembali.

"A-apa m-maksudmu?"

"Ini ambilah" Ucap Sehun sambil menyodorkan bunga itu ke Baekhyun. Dan diterima dengan baik oleh namja mungil itu.

"Ini memang terlambat tapi tiga minggu yang lalu saat kecelakaan itu terjadi…" Jeda Sehun sambil takut-takut menatap Baekhyun. Bukan tidak berani, ia hanya ingin menjaga perasaan Baekhyun takut jika trauma itu kembali menghampirinya jika ia membahas Channi lagi.

"Ah maafkan aku, tapi aku harus mengatakan ini saat itu pihak rumah sakit yang menangani proses kecelakaan tersebut menemukan bunga ini berada di genggaman Channi dan tentu itu bunga untukmu mengingat katamu kau menyukai bunga aster, bukan? " Yang diajak bicara hanya terdiam sambil menatap lamat-lamat bunga tersebut.

"Maafkan juga karena baru memberikannya sekarang kepadamu, aku hanya takut kau masih… trauma " Jelas Sehun lagi. Oh benar-benar apa yang harus dia lakukan sekarang. Lelaki di depannya benar-benar menyedihkan. Bukan ini reaksi yang dia inginkan. Lagi-lagi terdiam dengan tatapan kosongnya. Harusnya ia menangis bukan?

"Ah benarkah?" Tanya Baekhyun dengan air mata yang hampir tumpah membasahi pipinya.

"Baiklah aku sudah menerimanya , sekarang kau boleh pergi Sehun" Usir Baekhyun lagi yang sudah hampir menangis itu.

"Tapi tujuanku kesini tidak hanya itu, Apakah kau sudah meminum obatmu?"

"Aku sudah" jelas Baekhyun singkat

"lalu makananm…"

"Berhentilah mengasihaniku dan cepat pergilah Sehun!" Tangis Baekhyun pecah saat itu juga. Entahlah emosinya tidak bisa terkontrol lagi saat melihat bunga di tangannya itu.

"Tapi…"

"Pergilah kumohon" Ucap Baekhyun kali ini dengan suara lemahnya. Ia benar-benar tidak mempunyai tenaga lagi untuk berteriak. Fisiknya benar-benar lemah dan sahabat dari kekasihnya itu hanya semakin menghabiskan sisa tenaga yang dia punya. Ingat Baekhyun selalu menolak untuk menyentuh makanan.

"Baiklah aku pergi, habiskan makananmu kau ingat? Dan satu hal lagi aku tidak mengasihanimu aku hanya membantu Sahabatku ya benar Sahabatku dia benar-benar mengkhawatirkanmu." Ucapan Sehun ambigu di akhir kalimatnya. Dan setelah itu dia benar-benar pergi meninggalkan Baekhyun sendirian di kamarnya

"Hiks…. Hikss… kau membuatku malah semakin merindukanmu Channiya… Hiks…."

EXO

Merenung adalah hal yang sekarang ia lakukan. Perkataan Sehun tadi pagi benar-benar mengusik hatinya. "Saat itu pihak rumah sakit yang menangani proses kecelakaan tersebut menemukan bunga ini berada di genggaman Channi"

Bukankan berarti saat itu Channi sempat membelikan Bunga itu untuknya. Tau-taunya hal itu menciptakan sengatan lain dihatinya. Dia bahkan membeli bunga itu saat hujan tengah dengan derasnya mengguyur Seoul dan tidak melepaskan genggamannya dari bunga aster layu itu. Lalu apakah bunga ini hadiah untuknya?

"Tentu itu bunga untukmu mengingat katamu kau menyukai bunga aster, bukan? "

Ah benar itu hadiah untuknya. Hadiah terakhir kalau bisa diperjelas lagi.

Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? Menangis? Dia sudah lelah menangis , air matanya mungkin sudah habis dan tidak ingin keluar lagi. Lalu apa? Mencoba menyusul Channi? Lalu mengucapkan terima kasih karena sudah memberikannya bunga aster ini? Ya itu terdengar menyenangkan. Anggap saja Baekhyun gila sekarang tapi ia benar-benar menderita jadi mari mencoba menyusul Channi lagi. Batin Baekhyun bersorak senang.

Dan disinilah ia berdiri. Atap teratas dari bangunan rumah sakit Seoul Hospital. Mencoba bunuh diri disini mungkin akan berhasil. Tidak ada orang disini. Ya dia kali ini pasti berhasil menyusul Channinya.

Bunga Aster itu dilemparnya terlebih dahulu. Hampa tidak terdengar suara terjatuhnya. Karena ini sangat atas kalian tahu? Jelas saja tidak terdengar. Sepertinya tidak akan sakit, benar kan? Batin Baekhyun meragu. Ah sudahlah akan lebih sakit lagi jika ia hidup dengan bayang-bayang Channi dihidupnya. Sekelebat bayangan Channi terlihat didepan sana. Lihat bahkan Channi tidak sabar menunggunya. Maka dari itu dengan seringan bulu kapas tubuhnya ia jorokkan kedepan dan…

BRAAKKK…..

" Jika kita terlahir kembali, jika kita mencintai kembali

Mari tak melakukan hal seperti ini lagi

Mari tidak terlalu sering bertemu

Mari tidak terlalu banyak berharap

Mari tidak membuat banyak janji

Jadi meski kita berpisah

Kita bisa saling melepas tanpa memendam banyak luka

Mari hanya membuat kenangan bersinar yang bisa kita lupakan

Di hati masing-masing

Kumohon, jadilah lebih bahagia dariku"

EXO

TO BE CONTINUE…..

Gimana nih next or not?

Awalnya aku mau buat sampe bagian Flash backnya tp sengaja aku kasih TBC aja deh biar greget

Oh iya aku mau ngucapin makasih bgt buat yg udh baca FF ku ini makasih jga buat para siders-nim gpp kok aku menghargai kalian mungkin kalian lagi males ngetik muach..muacch

OH iya special thanks buat

(ChalienB04: makasih ya aku seneng bgt loh baca reviewanmu terhura aku tuh:"))FF abal-abal kyk gini tp kamu baper. ini udh aku apdet ya review lagi dungs biar tambah semangat aku tuh ngetiknya:*)

(Guest: Makasih ya udah disemangatin, ini udah aku lanjut review lagi dong biar aku semakin terhura:*)

Gila dua orang yg ngereview udh seneng bgt gue:")

Dan sekali lagi maksih buat yg udh nyempetin baca

Big love from me:*

Thanks for wacthing