Chapter 4
Main cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,Oh sehun,Kai,Kyungsoo
Summary : " Kau telah membuatku tergila-gila padamu. Kau membuat hatiku berbunga-bunga .Tapi Kau juga yang membuatku menangis karena cinta."
CRAZY OF YOU
PREVIOUS CHAPTER…..
Bunga Aster itu dilemparnya terlebih dahulu. Hampa tidak terdengar suara terjatuhnya. Karena ini sangat atas kalian tahu? Jelas saja tidak terdengar. Sepertinya tidak akan sakit, benar kan? Batin Baekhyun meragu. Ah sudahlah akan lebih sakit lagi jika ia hidup dengan bayang-bayang Channi dihidupnya. Sekelebat bayangan Channi terlihat didepan sana. Lihat bahkan Channi tidak sabar menunggunya. Maka dari itu dengan seringan bulu kapas tubuhnya ia jorokkan kedepan dan…
BRAAKKK…..
EXO
Tidak sakit. Kenapa rasanya seperti ini? Bukankanh setidaknya aku harus merasakan tulangku remuk ? atau yang lebih parah lagi berdarah hingga mengotori jalanan dibawah sana? Iya seharusnya memang seperti itu. Bukannya merasa hangat dalam dekapan seseorang. Aneh kenapa rasanya begitu familiar?
"Hah tidak…. Tidak lepaskan aku bodoh…." Teriak Baekhyun meronta dalam dekapan seseorang itu. Apa-apaan ini kenapa selalu saja ada orang yang mengacaukan acaranya untuk bunuh diri. Siapa lagi kali ini? Sehun? Orang ini benar-benar….
"SEHUNNA LEPASKAN KUMO…" Teriakkan menggema Baekhyun terhenti saat berhasil melepaskan diri dari dekapan seseorang itu. Memukul adalah niatan awal Baekhyun untuk melampiaskan kekesalannya. tidak sebelum netranya menemukan seseorang yang benar-benar mengejutkannya.
"Kau gila!" Ucap seseorang itu dengan nada khawatir yang sangat ketara. Tidak suara itu
"K-kkau…."
Dia. Ya itu benar-benar dia. Seseorang yang sangat dirindukannya. Seseorang yang sempat membuat dunianya berhenti. Seseorang yang bahkan sampai sekarang masih sangat dicintainya. Seseorang itu…
"Ch-chann….."
#FLASHBACKON
Semua ini dimulai saat keduanya memasuki sekolah menengah atas. Saat dimana kata cinta bahkan masih terlalu awam bagi mereka berdua.
Chungun High School
"Ya…ya….jong lihat murid itu." Teriak salah satu dari keempat penguasa sekolah Chungun high School yang memiliki kulit paling putih.
"Memangnya kenapa?" Tanya lelaki berkulit tan itu
"Memang kenapa kulitmu putih hah! Tentu saja membully nya lihat penampilannya sangat cupu sekali, benarkan Chan?" Tanyanya sambil menyenggol bahu Channi.
"Kau benar. Ayo beri dia sambutan selamat datang." Ucap Channi dengan smirk khas milikknya
"Haishh aku tidak ikut… lebih baik menghabiskan waktu bersama wanita-wanita cantik ditaman sana dari pada mengurusi lelaki bodoh itu. Chanyeol-ah kau mau ikut aku?" Tanya jongin, lelaki berkulit tan tadi sambil menguap malas.
" Dasar pecundang…" ucap Sehun sarkastik
"Yak kau bilang apa albino?!" Teriak Jongin tidak terima. Apa-apaan dia ini salah satu penguasa sekolah asal kalian tahu. Perlu digaris bawahi penguasa sekolah bagaimana bisa dia dibilang pengecut seperti ini.
"Aku bilang kau si hitam pecundang, kau dengar? Kau bahkan terlalu takut untuk melawan anak cupu itu." Dan setelahnya tercipta perdebatan yang cukup panjang dan kekanakan antara Sehun dan Jongin. Sedangkan dua diantarannya hanya bisa mendengus malas dan berlalu meninggalkan dua manusia bodoh itu.
"Dasar bodoh…." Ucap Chanyeol sambil berlalu menghampiri sasarannya pagi ini.
"Yak.. kau bilang apa yeol?" Teriak jongin. Kini giliran Chanyeol yang membuat emosinya naik. Tadi pecundang sekarang bodoh, lalu apa lagi?
"Idiot.." Timpal Channi menyusul adiknya itu.
"HAHAHA…. Kau memang idiot jong!" Tawa Sehun melihat teman tannya itu mengeluarkan asap dari telingannya.
"Kau juga Sehun…" Sayup-sayup suara Channi terdengar dari kejauhan yang membuat Jongin yang kini balik meledekinya. Sudahlah tidak ada habisnya jika kedua makhluk ini bertengkar.
Oke sebelum bercerita lebih. Mari perkenalkan satu persatu dari keempat penguasa Chungun High School ini.
Pertama, KIM JONGIN dia adalah orang yang paling mesum diantara lainnya kau tahu? Suka bermain wanita, ceroboh, bodoh dan yang paling penting dia akan berubah bringas jika menyangkut orang yang disayanginya. Kulitnya memang hitam maka dari itu Sehun suka menghinanya. Akan tetapi jongin lebih suka menyebutnya eksotis. Dia suka dipanggil Kai karena menurutnya itu lebih manis. Oh dia juga yang paling mellow disini.
Kedua, OH SEHUN jika Kai lebih suka bermain wanita dan ceroboh maka Sehun adalah kebalikan dari semua sifat yang dimiliki Kai. Dia tegas, cukup pintar dalam mata pelajaran akan tetapi tidak tertarik pada wanita maupun laki-laki manapun. baginya cinta hanya omong kosong. Sifat tegasnya ini tidak berlaku ketika sedang bersama dengan Kai,oke? Keduanya akan berubah menjadi manusia bodoh jika bersama.
Ketiga, PARK CHANNI yang paling tertua. Dia bahkan bisa dibilang yang paling nakal diantara keempatnya. Tapi tidak seperti Kai yang suka bermain wanita. Channi merupakan seseorang yang lebih suka menunjukkan kekuatan fisik dari pada rayuan-rayuan gombal menjijikan seperti Jongin. Hobinya suka membully murid baru, dan yang paling mengkhawatirkan Channi sangat suka sekali mengikuti balap liar. Bahkan saat itu dia pernah mendapatkan tujuh jahitan dipelipisnya karena terjatuh di arena balap.
Terakhir, PARK CHANYEOL tidak banyak yang bisa dijelaskan. Chanyeol hanya murid biasa yang suka mengikuti pelajaran dikelas dan mengerjakan tugas tepat waktu, sama seperti Sehun. Dia juga salah satu murid terpintar di sekolah. Hanya saja kertas memang tidak selamanya putih bersih tanpa adanya tinta noda yang menghiasinya, bukan?. Walaupun murid terpintar Chanyeol juga tergolong murid yang suka berkelahi setiap harinya. Itu karena sifat Channi menurun darinya. Oh ya omong-omong tentang Channi, keduanya adalah saudara kembar. Kalian akan sangat sulit membedakannya jika keduanya sedang memakai pakaian yang sama. Itu juga hal yang dirasakan Sehun dan jongin pada saat awal pertemuannya dengan Park bersaudara itu. Sangat-sangat sama, bahkan ukuran tinggi keduannya sama. 185 cm. Membingungkan bukan? Saat kalian bertanya tentang bagaimana Sehun dan Jongin dapat membedakan keduanya, maka keduannya hanya akan menjawab luka pelipis di salah satunya. Kelahiran Channi dan Chanyeol hanya beda 5 menit. Maka dari itu walaupun Channi merupakan kakak bagi Chanyeol tapi keduanya bersekolah di tingkatan yang sama. Saat ini keempatnya berada di kelas tiga SMA dan akan melaksanakan ujian kelulusan. Tapi tetap saja keempatnya melakukan aktivitas pembullyannya setiap hari, seperti saat ini contohnya.
BRUUK..
Bunyi nyaring itu tercipta sesaat setelah Chanyeol melebarkan salah satu kakinya kearah lelaki yang menjadi sasarannya pagi ini. Mensledingkan kakinya lebih tepatnya hingga korbannya berhasil tersungkur dengan tidak elitnya dibawah sana.
"Ahh…. Maaf aku sengaja" Ucapnya dengan nada sedihnya yang dibuat-buat.
"Arghhhh…." Teriak si lelaki itu lagi ketika Channi yang menyusul Chanyeol dari belakang dengan sengaja dan terlihat tidak ada beban menginjakan kakinya ke tangan lelaki cupu itu.
"Ya.. Sehunah aku seperti mendengar suara orang merintih,tidakkah kau dengar?" Teriak Jongin sesaat setelah menyelesaikan perdebatannya dengan Sehun dan ikut menghampiri kakak beradik Park itu.
"Yah kalian kenapa tega sekali berbuat seperti ini? Lihat bajunya jadi kotor…. Biar kubaca namamu Choi -Seung-hyun" Ucap Sehun sambil berusaha membantu membangunkan dan membaca nametag seragam murid malang itu.
"Namamu jelek sekali aku tidak menyukainya. BUK" Kini giliran Sehun yang memukulkan tanganya ke perut lelaki bernama Seunghyun tadi. Hingga lagi-lagi tersungkur kembali ke tanah.
"Alasan idiot apa itu hun? Kau aneh " Tawa Kai mendengar alasan tidak masuk akal Sehun untuk memukul perut korbannya itu
"Sehunna kau terlalu tergesa-gesa dia jadi tidak siap untuk melawan." Ucap Channi sambil tersenyum remeh ke arah Seunghyun.
"A-aapa mau kalian?" ucap Seunghyun terbata-bata sambil menahan nyeri di perutnya.
"Apa mau kami….Ya?" Balas Chanyeol sambil menatap tajam Seunghyun.
"Memangnya kau ingin kami apakan tinggal pilih. " Tambah Jongin dengan senyum tanpa beban dengan ucapannya barusan.
"T-tolonghh lepaskan aku." Ucap Seunghyun dengan suara lirihnya.
"Pernahkah kau melihat seekor singa yang melepaskan mangsanya dengan Cuma-Cuma?" Tanya Channi dengan penuh penekanan dikalimatnya.
"Lalu?" Dengan sedikit keberanian dia mencoba memberanikan diri untuk bertanya hal yang tentu saja ia tahu jawabannya. Persetan dengan itu, cepat atau lambat ia pasti akan berakhir dirumah sakit setelah ini. Mereka hanya mengulur-ulur waktu saja . Seunghyun paham karakter keempat orang itu.
"Lalu kau bilang hah!" tanpa aba-aba kini kaki panjang jongin telah mendarat sempurna di punggung Seunghyun sambil menekannya dengan sangat keras sampai terdengar suara kesakitan dari pemilik punggung tersebut.
"ARGHHHHH!"
"Yah kau membuatku muak bodoh….." Timpal Channi sambil mengangkat badan Seunghyun dan lagi tanpa persiapan ia merasa tulang pipinya terasa ngilu, hidungnya bahkan mengeluarkan banyak darah.
"BUK…BUK..BUKK…"
"Hei bodoh sekali lagi kau membuat ulah jangan salahkan aku jika namamu harus berakhir dibawah tulisan nisan." Ucap Channi sambil mengeratkan pegangannya pada kerah korbannya tersebut.
"BUK.." satu pukulan kembali mendarat di perut Seunghyun saat Channi beserta gengnya meninggalkannya begitu saja dengan wajah babak belurnya itu.
"B-brengsek kau Channi" Kata terakhirnya sebelum Seunghyun pingsan ditengah-tengah taman sekolah dengan menyedihkan.
EXO
Oke aku tidak akan menjelaskan secara rinci bagaimana pembullyan yang dilakukan oleh keempat penguasa Chungun itu yang jelas keempatnya akan dengan senang hati melakukannya setiap hari karena bagi mereka tiada hari tanpa kekerasan. Berkelahi adalah tujuan utama mereka ke sekolah. Itu baru lelaki namanya, yah pemikiran mereka memang bodoh waktu itu. Seperti saat ini ketika Channi dan Sehun tengah berbincang-bincang di kantin sekolah tiba-tiba Jongin datang sebagai pembawa kabar seperti biasanya.
"Chan ,kemana Chanyeol aku tidak melihatnya dari tadi pagi?" Tanya Sehun saat salah satu dari mereka tidak terlihat dari pagi tadi.
"Biasa ayah menghukumnya karena mabuk semalam." Jawab Channi sambil menyeruput minumannya.
"Mabuk?Aneh sekali dia yang paling anti meminum itu diantara kita. Memangnya ada masalah apa?" Tanya Sehun.
"Entahlah akhir-akhir ini dia sedikit tertekan dan mulai mencoba meminum itu ,yah seperti itu dia jadi sering keluar malam dan pulang dalam keadaan tidak sadar. " Jelas Channi tentang adiknya yang mulai suka keluar malam alasannya, karena Chanyeol akhir-akhir ini sering mendapat nilai C dikelasnya. Tentu saja ia jarang belajar sekarang dan itu membuatnya sedikit tertekan. Hei kalian jangan menganggap Chanyeol berlebihan oke? Dia juga manusia pintar biasa yang akan sedikit tertekan jika semakin dekat dengan ujian kelulusannya tetapi malah nilainya semakin turun. Dan untuk Channi dia tidak akan menjelaskan alasan konyol 'menurutnya' adiknya itu kepada Sehun, itu memalukan tahu bagi anak berandal seperti Chanyeol. Sehun pasti akan menjawab "alasan yang bodoh " kepada Chanyeol dan Channi tidak ingin mempermalukan adiknya itu.
"Ah aku tidak tau jika dia sedikit tertekan ,perasaanku kemarin dia masih bisa tertawa idiot seperti biasa." Canda Sehun mengingat kelakuan aneh Chanyeol kemarin.
"Yah dia memang suka berubah-ubah mood."
"Chan…Chan..!" Teriak Jongin yang baru datang sambil berlari menghampiri kedua sahabatnya.
"Haah..haahh… Jongdae…dia..haahh.." Ucap Jongin sambil terbata-bata karena selesai dengan acara berlarinya.
"Yak hitam…. Atur dulu nafasmu baru bicara." Jawab Sehun sambil memutar bola matanya malas.
"Hun mulutmu benar-benar harus di…"
"Kai kau ingin berbicara apa?" Tanya Channi memotong ucapan Jongin sebelum perdebatan panjang antara Sehun dan Jongin dimulai. Dan Channi tidak akan mau mendengar perdebatan konyol mereka berdua.
"Ah iya aku hampir saja lupa"
"Jongdae dia babak belur karena Jungwon berulah lagi Chan." Ucap Jongin dengan satu tarikan nafas.
Jungwon High School. Mendengar nama itu membuat buku-buku jari tangan Channi memutih jadi mereka benar-benar menyatakan perang ya?! Batin Channi berteriak marah.
EXO
Jungwon dan Chungun. Kedua sekolah ini merupakan musuh turun temurun kalian tahu. Dari dulu antara kedua sekolah ini selalu saja tidak menemukan titik terang perdamaiannya. Mereka memang musuh tapi sesuai perjanjian tidak boleh ada yang menyerang jika pihak lawan hanya berjumlah satu orang. Dan berterima kasih kepada Jungwon karena telah melanggar perjanjian diantara keduanya. Dan disinilah Channi, bersama Sehun dan Jongin beserta pengikut-pengikutnya yang lain berdiri dilapangan Jungwon High School. Untuk membalas dendam? Yah bisa dibilang seperti itu.
"Kuakui Jungwon memang hebat dalam hal bertarung tapi tidak kusangka ternyata kalian semua pecundang sialan." Ucap Channi sambil bertepuk tangan dan diikuti suara kekehan dari para pengikutnya.
"Apa maksutmu Park?!" Tanya Namjoon, penguasa Jungwon dengan penuh penekanannya. Well Channi berhasil menyulut amarahnya.
"Maksutku?" Tanya Channi kepada dirinya sendiri dengan smirk andalannya.
"Ah maksutku jika kalian takut kepada Chungun, Bukankah hal menjijikan jika bermain dibelakang kami?!" ucap Channi.
"Ckkck.. mari kujelaskan Tuan Kim yang terhormat. Bukankah kau dan anak buah bodohmu itu yang telah membuat Jongdae terluka…."
"Tapi…"
"Tapi didalam perjanjian kita tidak boleh ada yang menjadi pencundang bukan?" Tanya Channi sambil mempertahankan smirk dibibirnya.
"Sialan, kau….. Serang!" Ucapan Namjoon menandakan peperangan antara Jungwon dan Chungun dimulai kembali. Dan Chungun? Cih mereka terlalu mudah melawan tikus-tikus pengecut seperti Jungwon.
EXO
Brakk
"Arghh!"
"Maafkan aku Byun Baekhyun-ssi. Kau tidak apa-apa?" Tanya Minseok saat dirinya tidak sengaja menabrak Baekhyun tadi.
"Tidak apa-apa hyung. Memangnya hyung mau kemana? Kenapa berlarian seperti itu?" Tanya Baekhyun yang penasaran saat melihat murid-murid Jungwon berlarian ke balkon sekolah dan sekarang Minseok juga seperti itu.
" Apa kau tidak tau Baek?"
Baekhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalannya.
"Haishhh kau ini. Chungun. Mereka datang kesini karena ingin membalaskan dendam." Jawab Minseok dengan wajah ketakutannya yang begitu kentara.
"Dah ya… Aku ingin melihatnya." Ucap Minseok saat manusia didepannya hanya terdiam dengan wajah setengah berpikir.
"Tunggu.."Ucap Baekhyun sambil menahan tangan Minseok.
"Chungun itu siapa?"
"MWOOO! Demi tuhan Baek kau ini terlalu polos atau bagaimana. Biar kujelaskan Chungun itu nama sekolah bukan nama orang, dan yang paling penting kau harus berhati-hati dengan mereka karena mereka adalah musuh bebuyut Jungwon ah jangan pernah bertemu dengan orang yang namanya Channi dia adalah orang yang paling berbahaya diantara semuannya." Jelas Minseok dengan panjang agar Baekhyun mengerti.
"Kau mengerti?"
"Hmm Hyung."
"Oke baiklah jaga dirimu Baek." Dan Setelah itu Minseok kembali melanjutkan acara berlarinya menaiki balkon sekolah.
"Aku jadi penasaran dengan Chungun." Monolog Baekhyun pada dirinya sendiri dan setelah itu berlari menyusul Minseok ke balkon sekolah.
EXO
"Cih melawan tikus sepertimu memang begitu mudah." Monolog Channi saat berhasil mengalahkan beberapa anah buah Namjoon. Dan sekarang yang tersaji didepannya adalah punggung dari penguasa Jungwon. Memukulnya dengan tongkat bisbol yang berada di tangannya ini mungkin akan membuat tikus didepannya ini tidak sadarkan diri. Jangan sampai mati, itu berlebihan menurut Channi. Dia tidak mau berurusan dengan kantor polisi. Masa depan cerahnya masih menanti dirinya didepan sana. Itulah prinsipnya selama ini.
"Oke tunggu aku Chungun, kami akan membawa kabar bahagia setelah ini." Yah kemenangan ada didepan mata jika tidak dengan tiba-tiba terdengar suara memekakan telinga yang berasal dari balkon sekolah ini yang berhasil menghancurkan konsentrasinya untuk memukul Namjoon.
"YAH NAMJOON-SSI HATI-HATI DIBELAKANGMU!" Teriak Baekhyun dengan begitu histeris saat melihat adegan yang baru pertama kali dilihatnya ini. Maklum Baekhyun adalah anak rumahan yang tidak pernah melihat hal-hal kekerasan seperti yang dilihatnya sekarang ini. Jelas saja dia begitu mendramatisir sekarang.
Saat sadar semua kepala menatap dirinya. Ia buru-buru sadar atas kesalahannya barusan. Oh tidak, mati aku jika bertemu dengan Chungun. Batin Baekhyun ketakutan menatap pemandangan dibawahnya.
"Sialan,siapa yang beran…." Ucapan Channi terhenti saat ia mengetahui dari mana suara melengking tadi berasal.
Satu detik…
Dua detik….
Butuh hingga lima detik Channi baru menyadari keadaan disekitarnya.
Namja itu, benarkah dia seorang laki-laki? Kenapa dia begitu….cantik?
Dulu dia selalu tertawa jika Jongin menceritakan tentang cinta pada pandangan pertama menurutnya itu menggelikan, bagaimana bisa kita langsung jatuh cinta hanya dengan sekali memandang?selain itu kita tidak mengenalnya. Itu adalah pemikiran Channi selama ini. Cinta pada pandangan pertama itu mustahil. Tapi lihat apa yang sekarang terjadi dia memakan kata-katanya sendiri. Dia rasa dia jatuh cinta sekarang.
"Cantik.."Ucapnya sambil tersenyum kearah namja mungil diatas sana.
"CHAN AWAS!" Dan teriakan Sehun belum sempat dicernanya ketika tiba-tiba pandangannya menggelap.
Sialan Namjoon memukul tepat ditengkuknya.
"BUGHHH…."
EXO
10 Bulan telah terlewati setelah tawuran antar sekolah Jungwon dengan Chungun. Dan selama itu pula hubungan antara Channi dan Baekhyun naik ketingkat yang lebih tinggi. Yah kalian tahu? Selama 10 bulan belakangan ini, Channi selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi Jungwon. Bukan untuk tawuran tentu saja karena nyatanya salah satu murid dari sekolah itu telah berhasil menarik perhatiannya dari awal. Dia bahkan sering membolos sekolah hanya untuk menunggu lelaki mungil itu pulang dari sekolahnya sementara ia menunggu seperti orang bodoh di café depan Jungwon High School. Bodoh memang tapi nyatanya cara itu berhasil membuat dirinya mengenal lebih jauh pemuda berparas mungil itu. Byun Baekhyun. Pemuda itu bahkan ketakutan ketika pertama kali bertemu dengannya didepan gerbang sekolahnya. Terkejut tentu saja, ketika didepannya berdiri salah satu dari penguasa sekolah yang menjadi musuh utama Jungwon.
"Bolehkah aku mengenalmu?" Dan kalimat yang terucap setelahnya berhasil menghilangkan rasa ketakutannya kepada pemuda tinggi didepannya ini. Channi selalu mengajaknya jalan-jalan ketika hari minggu tiba, mengajaknya menonton ketika malam sabtu,serta melakukan hal-hal kecil sederhana lainnya dan hal itupun nyatanya menciptakan debaran menyenangkan dihatinya. Lelaki didepannya tidak menakutkan seperti yang selama ini Minseok katakan padanya. Perhatian,baik dan selalu tersenyum. Hal itulah yang membuatnya mengatakan "Ya" ketika Channi dengan seluruh keberaniannya melamarnya dibawah meriahnya letusan kembang api dipinggiran sungai Han. Dan kalian tahu bunga apa yang dibawanya waktu itu? Aster , Channi mengatakan jika ia tidak tahu bunga apa yang biasanya dijadikan untuk acara romantis seperti ini. Maka dari itu ia memilih Aster karena warnanya putih dan lelaki dengan tinggi 185 itu mengatakan dia menyukai warna putih. Dan entah kenapa bunga itu menjadi favoritnya hingga sekarang.
EXO
Baekhyun sekarang berada pada tingkatan kelas tiga SMA yakni yang artinya dirinya berbeda satu tingkatan dengan Channi. Karena Channi telah lulus tentu saja. 7 bulan yang lalu tepatnya. Channi berhasil menyelesaikan pendidikan SMA-nya. Dan tebak sekarang ia bahkan akan menjadi calon CEO dari perusahaan ayahnya. Feon Interprest. Tidak instan tentu saja. Karena nyatanya Tuan Park benar-benar harus mempersiapkan semaksimal mungkin agar anaknya dapat mengemban perusahaan yang telah didirikannya dari nol itu. Dan hal itu pula yang membuat jadwalnya untuk bertemu dengan Baekhyun-Nya semakin berkurang. Dari pagi hingga malam dia akan berada di kantor ayahnya untuk mempelajari sekaligus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Setelahnya ia akan pulang dengan pemandangan mengerikan di wajahnya. Kantung mata hitam dengan rambut acak-acakkannya. Lalu terbangun di pagi hari dan melakukan kegiatan yang sama setiap harinya. Sedangkan Baekhyun? Dia sibuk sekolah tentu saja. Dalam 2 minggu lagi, ia bahkan akan melakukan ujian kelulusannya.
Semuanya berjalan dengan baik tentu saja, kecuali Channi yang selalu uring-uringan saat merindukan Baekhyun-Nya. Selebihnya semuanya berjalan dengan baik. Adiknya, Chanyeol bahkan akan memasuki bangku universitasnya kurang dari dua bulan yang akan datang. Channi juga semakin mengurangi kegiatan nakalnya semasa SMA dulu, terutama balap liar. Yah 10 bulan belakangan ini, Channi memang jarang mengikuti lomba balap liar lagi, karena Baekhyun tentu saja. Baekhyun bahkan mengancam akan marah kepadanya jika ia sampai mengikuti balap liar tersebut. Dan Channi? Tentu saja ia takut dengan ancaman kekasih mungilnya itu. Ancaman itu nyatanya masih berlaku hingga kemarin tetapi tidak untuk hari ini karena Namjoon,musuh bebuyutannya dulu ternyata mengetahui perihal hubungannya dengan Baekhyun. Jika kalian masih ingat, Baekhyun berasal dari Jungwon dan hal itu taunya menjadi ejekan tersendiri bagi Namjoon selaku mantan penguasa sekolah itu.
"Setauku dulu ada anak lelaki yang mengatakan jika Jungwon adalah pecundang tapi tidakkah dia menjilat air liurnya sendiri." Suara penuh dengan sarat ejekan itu keluar dari mulut lebar Namjoon. Ia bahkan tertawa sampai-sampai menunjukan deretan giginya yang putih itu.
"Dia bahkan mengencani salah satu dari murid Jungwon, tidakkah itu lebih terlihat pecundang. Bodoh seorang penguasa tidak akan menelan omonganya sendiri. Atau masih pantaskah jika dia disebut seorang penguasa sedang perilakunya tidak lebih dari kotoran burung?! HAHAHA" Tawa menggelegar itu berhasil menyulut emosi seorang Park Channi. Namjoon beserta pengikutnya benar-benar ingin dilenyapkannya sekarang tapi ia kalah jumlah tentu saja.
"Cih sayang sekali padahal aku ingin mengajakmu melakukan balap liar seperti biasanya tapi mengingat kau seorang pecundang aku jadi berpikir dua kali untuk melakukannya."
"Siapa takut bodoh! Aku bahkan bisa mengalahkanmu hanya dengan satu kali putaran." Dan Channi taunya benar-benar terjebak dalam rencana Namjoon tersebut.
"Benarkah? Baiklah mari kita lihat siapa pecundang sebenarnya disini." Senyum Namjoon kali ini dengan nada misteriusnya .
Semuanya berlalu begitu saja , Channi bahkan belum menguasai keadaan ketika tiba-tiba motor yang ditumpanginya ternyata rem-nya Blong hingga menabrak pembatas jalan dan tidak perlu menjadi orang pintar untuk mengetahui siapa dalang dibalik semuanya. Namjoon dan pengikutnya tentu saja yang melakukannya mengingat bagaiman bencinya ia dengan seorang Park Channi. Sial ,Channi bahkan berjanji untuk datang ke acara wisuda Baekhyun yang akan diselenggarakan dua hari lagi. Ia bisa datang karena lukanya tidak terlalu parah tapi dengan wajah sepert ini? Dengan perban yang melingkar di kepalanya?Tidak terima kasih ia tidak ingin Baekhyun khawatir dan berakhir marah dengannya. Maka dari itu ketika Chanyeol menjenguknya pada malam sebelum pelaksanaan Wisuda tersebut. Dengan seluruh aegyo yang dimilikinya Channi berhasil membuat Chanyeol berpura-pura menjadi dirinya. Dan disinilah Chanyeol berdiri ditengah-tengah para wali yang menghadari acara wisuda tersebut dengan bunga aster ditangan kirinya. Bingung melingkupinya karena nyatanya kakaknya sekalipun tidak pernah menunjukkan Baekhyun secara langsung kepadanya. Hanya berbekal foto Baekhyun di ponselnya ,kini Chanyeol seperti orang bodoh yang mencari orang yang mirip seperti di layar ponselnya saat ini.
"Channi-aa aku kira kau tidak datang" Teriak seorang lelaki lalu tanpa aba-aba memeluknya dengan begitu erat. DEG. Entah kenapa tiba-tiba hatinya berdebar hanya karena sentuhan sederhana dari seorang yang tidak dikenalnya ini. Lalu ketika orang itu menjauhkan tubuhnya darinya, ia kini dapat melihat dengan jelas siapa yang baru saja memeluknya itu. Apakah ini Baekhyun? Tanyanya dalam hati sambil sesekali melirik layar ponselnya yang menampilkan Wajah yang sama persis seperti didepannya. Ah benar ini Baekhyun.
"Aster? Kau membawanya?Gomawo Channiya" Ucap Baekhyun dengan senyum manisnya sehingga matanya membentuk bulan sabit yang begitu indah.
"A-ah iya i-ini untukmu." Ucap Chanyeol terbata-bata sambil menyerahkan Bunga aster itu kepada Baekhyun.
"Yah Channiya ini aku , kenapa kau bersikap sekaku ini hah?" Gurau Baekhyun sambil menyenggol bahu Chanyeol
"Benarkah? T-tidak-tidak aku hanya merindukanmu." Dan Chanyeol bingung ingin menjawab apa.
"Aku juga merindukanmu. Hmm ngomong – ngomong mana hadiahku?" Tanya Baekhyun sambil kembali menampilkan eye smile-nya.
"Hadiah? Haha benar hadiah ya tentu saja aku membawanya ,hahaha." Balas Chanyeol dengan senyum idiotnya. Bodoh, kenapa ia tidak ingat untuk membawa hadiah? Bingung kembali memerangkapinya saat sesuatu yang tidak terpikirkan olehnya itu diminta oleh kekasih kakaknya ini.
"Coklat! Aku membawanya dan kurasa tertinggal mobil, tunggu disini aku akan mengambilnya." Dan hanya itulah yang terpikirkan oleh Chanyeol, cepat-cepat ia berlari sebelum tiba-tiba pergelangan tangannya kembali dipegang oleh Baekhyun. Kali ini dengan wajah cemberutnya. Terlihat menggemaskan sekali.
"apa kau melupakan janjimu?"
"Y-ya?"
"Ishh… Bukankah kau bilang akan mencuri first kissku saat aku telah lulus sebagai hadiahnya. Aku menunggunya!" Tagih Baekhyun dengan bibir mengerucutnya yang benar-benar menggemaskan. Tapi hal itu luput dari pandangan Chanyeol, saat tiba-tiba pikirannya mendadak buntu.
Mencuri first kiss tapi itu kekasih kakaknya? Batinnya berperang antara mengiyakan permintaan Baekhyun atau memilih berlari pergi. Haish dia benar-benar bingung sekarang. Dia bahkan berharap bumi segera menelannya hidup-hidup sekarang dan tidak terjebak dalam situasi membingungkan seperti ini.
"Buat dia tersenyum seolah-olah aku yang menemaninya."
Kata-kata Channi kembali teringang diingatannya. Jika dengan menciumnya dapat membuat Baekhyun tersenyum, maka mau tidak mau ia harus melakukannya. Channi yang menyuruhnya kalian tahu? Jadi jangan salahkan Chanyeol ketika dengan seluruh keberaniannya ia menempelkan bibirnya dengan sesuatu yang terasa kenyal itu. Manis. Chanyeol taunya malah terbuai dengan sensasi memabukkan yang menggelitik perutnya itu. Seolah terdapat banyak kupu-kupu yang bertebangan di perutnya. Ciumannya semakin dalam dan sedikit menuntut. Chanyeol seolah lupa duniannya, tapi tidak ketika Baekhyun menarik-narik kemeja bawahnya seolah mengatakan jika ia hampir kehabisan nafasnya. Maka dengan secepat kilat ia menarik dirinya kembali.
" Aku mencintaimu." Ucapan Baekhyun barusan taunya kembali menciptakan debaran aneh dijantungnya. Ia yakin tidak menderita kelainan jantung. Tapi entah kenapa melihat senyum Baekhyun didepannya, jantungnya seolah dipaksa bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya. Ini aneh tapi juga menyenangkan.
"Hmm aku juga mencintaimu." Entah ia sadar atau tidak, yang jelas kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya.
EXO
#FLASHBACKBAGIAN.A/OFF
To be continue
Next or not?
Thanks for Watching:*
