Saat ia ingin mengambil lap yang ada di dalam baskom, sepasang mencegahnya. Membuat tubuhnya jatuh tepat diatas tubuh Joonmyeon.
Keduanya bertatapan. Yixing menatap Joonmyeon dan Joonmyeon menatap Yixing. Dunia mereka terasa berhenti sejenak, hawa disekitar mereka terasa panas mendadak. Dan entah sejak kapan posisi mereka berubah. Joonmyeon diatas Yixing, seakan memperangkap Yixing dibawah kedua lengan kokohnya sedangkan Yixing hanya menatap Joonmyeon seakan pasrah dengan apa yang akan diperbuat Joonmyeon.
Perlahan wajah Joonmyeon semakin mendekat kearah Yixing. Sangat dekat sampai – sampai Yixing dapat merasakan deru napas Joonmyeon menerpa wajah manisnya. Yixing tidak dapat berbuat apa – apa lagi, ia pun memutuskan untuk memejamkan matanya. Sampai akhirnya...
.
.
.
Mr. Straight?
Cast : Kim Joon Myeon
Zhang Yi Xing
Genre : Romance, Drama
Rated : T
Disclaimer : Zhang Yi Xing and Kim Joon Myeon belong to themselves. But this fict is belong to me.
Warning : This fiction is contain with Boys Love/Slash/ Shounen – ai, so if you hate these thing better you press the 'back' button on your web browser. Thank you.
Enjoy the story~
.
.
.
::Chapter 4::
.
.
.
Yixing merasakan benda kenyal menempel tepat di bibir merah muda miliknya. Melumat bibirnya penuh perasaan. Jantungnya pun berpacu seiring lumatan – lumatan kecil itu berubah menjadi ciuman liar yang penuh gairah.
Yixing mendesah pelan saat didapatinya Joonmyeon menggigit bibir bagian bawahnya mencoba untuk menerobos masuk rongga mulutnya. Setelah berhasil, Joonmyeon mengabsen satu persatu gigi milik Yixing, lalu selanjutnya ia memutuskan untuk bergulat dengan lidah lentur milik Yixing.
Yixing kelabakan, tapi ia menikmati setiap perlakuan dari Joonmyeon. Seperti perkiraan sebelumnya, ia akan menjadi orang 'bawah' saat berhubungan seperti ini. Dan ia pasrah akan takdirnya itu. Karena ia memang di takdirkan untuk menjadi penerima bukan penyerang.
Air liur yang entah milik siapa itu telah menetes dengan erotisnya melewati rahang tirus Yixing, turun menuju leher jenjangnya. Membuat Joonmyeon yang telah mengakhiri ciuman panasnya itu kini menatap dirinya dengan gairah yang tersirat jelas di matanya.
Yixing menelan ludahnya gugup, jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya. Demi apapun Joonmyeon terlihat seksi saat ini. Rambut berantakan, dada bidang yang terlihat jelas tanpa apapun yang menutupinya, dan sorot matanya yang begitu tajam seakan ingin menelan Yixing bulat – bulat saat ini.
Sedangkan Joonmyeon?
Ia memandang Yixing dengan pandangan penuh nafsu. Yixing terlihat begitu menggiurkan, matanya yang setengah terbuka, keringat yang membasahi wajahnya, dan bibirnya yang terbuka setengah membuat Joonmyeon ingin mengecup bibir itu sekali lagi.
Sejujurnya ia tidak mabuk atau apa. Hell yeah, saat kuliah dulu bahkan dia kuat minum sampai sembilan botol penuh wine. Jadi.. Kalau ditarik garis sesungguhnya dia hanya berpura – pura. Dan Yixing percaya dengan kepura – puraannya. Hebat Joonmyeon perangkap mu berhasil.
Jadi tidak salah kan kalau Kris mengatainya brengsek dan tukang mencari celah kan? Ahahahahaha. Minta digampar kan Joonmyeon? :D
Perlahan Joonmyeon mendekat kearah Yixing lalu dengan gerakan lambat ia mulai menjilati lelehan air liur yang tadinya meleleh disekitar pipi hingga leher jenjang Yixing.
"Ahh—" refleks Yixing mendesah karenanya.
Yixing melotot horor setelah mendapati bahwa baru saja ia mengeluarkan suara nista itu, berbeda dengan Joonmyeon yang malah tersenyum miring karena mendengar suara desahan Yixing.
"Tu- tuan Joonmyeon hentikan," ucap Yixing dengan bergetar.
Joonmyeon tidak membalas ia hanya diam terkesan ia mengabaikan permintaan Yixing barusan, tangannya dengan cekatan membuka kemeja yang terpasang di tubuh Yixing. Untung Yixing sudah melepas jasnya sedari tadi. Coba kalau belum, pasti waktu Joonmyeon untuk menelanjangi Yixing akan semakin bertambah. :(
Joonmyeon memandang dengan takjub karya terindah Tuhan yang ada di hadapannya saat ini. Dari seluruh wanita yang pernah tidur dengannya ia akui tubuh Yixing lah yang terbaik. Joonmyeon tersenyum, jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Darahnya pun berdesir. Kemudian ia menatap mata Yixing dengan pandangan yang berbeda dari biasanya.
Cinta.
Pandangan yang begitu kentara di mata Joonmyeon saat ini. Ia mengaku kalah. Ia mengaku, dirinya telah terjatuh begitu dalam pada Yixing sejak pertama kali mereka bertemu. Persetan dengan fakta bahwa mereka baru bertemu kemarin, persetan bahwa mereka sesama lelaki, persetan bahwa ia adalah seorang straight yang benar – benar lurus tadinya. Ia sudah belok. Ia sudah melenceng. Ia sudah tenggelam.
Zhang Yixing. Hanya lelaki manis itulah yang dapat membuat dunianya jungkir balik seperti ini. Hanya dialah yang membuat dirinya menjadi 100% GAY seperti ini. Dan hanya dirinya lah yang membuat Joonmyeon merasa untuk memilikinya seutuhnya, tanpa mau orang lain menyentuh dirinya.
Kembali, Joonmyeon mendekatkan wajahnya ke wajah Yixing. Mereka masih saling bertatapan beberapa detik sampai akhirnya bibir mereka kembali bersatu. Tidak ada lumatan kali ini, hanya saling menempel satu sama lain. Menyesap rasa manis alami yang menguar begitu saja dari masing – masing bibir lawannya.
Setelah beberapa detik saling merasakan bibir satu sama lain, Joonmyeon memutuskan kecupan nya ia memandang wajah Yixing sebentar lalu mengucapkan sebuah kalimat, yang membuat jantung Yixing memompa begitu cepat.
"Aku mengaku kalah. Aku mencintai mu Zhang Yixing," ucap Joonmyeon pelan.
Yixing bahagia. Ia hampir menangis karena pernyataan Joonmyeon barusan. Tapi kemudian sebuah fakta menyakitkan menghantamnya, membuat euphorbia kegembiraan hancur begitu saja tanpa sisa. Yixing pun tersenyum getir.
"Kau mabuk tuan," balas Yixing kemudian.
Joonmyeon tersenyum kecil, menyadari bahwa Yixing menyangka dirinya mabuk saat ini. Kemudian dirinya mengarahkan tangannya untuk mengelus wajah tirus Yixing.
"Kalau aku mabuk, aku sudah memperkosamu dari tadi Xing,"
Yixing terdiam membenarkan ucapan Joonmyeon. Ia pun memutar kepala untuk mencari cara membuktikan bahwa Joonmyeon saat ini memang tidak mabuk.
Yixing memberikan cubitan kecil di sekitar lengan Joonmyeon, membuat Joonmyeon mengaduh kesakitan lalu melotot seram kearah Yixing.
Yixing terkekeh, ternyata benar boss tampannya itu tidak mabuk.
"Ternyata memang tidak mabuk ya?" ucap Yixing dengan polosnya, sedangkan Joonmyeon hanya mendengus kesal.
"Bodoh," balas Joonmyeon.
Sesaat kemudian Yixing merona ketika menyadari Joonmyeon masih berada tepat di atasnya dengan dengan dua lengan kokohnya yang masih mengurung dirinya. Dengan nada bergetar ia berucap, "Ma-maaf tuan, apa anda tidak bisa memindahkan tubuh anda?"
Joonmyeon menyeringai, "Loh? Siapa bilang aku tidak mau melanjutkan yang tadi?"
Dan Yixing pun menggelengkan kepalanya sambil berteriak histeris.
"TIDAAAAAK! AKU TIDAK MAU! TUAN, AKU MASIH MAU BERJALAN BESOK! ANDWE! ANDWE!"
Joonmyeon terbahak melihat reaksi Yixing. "Astaga aku tidak menyangka reaksimu akan sehebat ini,"
"Kau keterlaluan tuan!" seru Yixing.
"Tapi aku hanya bercanda," balasnya sambil memindahkan posisinya kesamping Yixing.
"Tetap saja kau keterlaluan, kau membuatku kesusahan mengangkat mu tadi, kau membuatku panik tadi! Argh!"
Tiba – tiba Joonmyeon berubah serius lalu berkata, "Jadi kau tidak suka kalau aku membuatmu repot?" Membuat Yixing gelagapan.
"B-bukan begitu tuan.. hanya saja aku begitu mengkhawatirkan mu tadi," sangkal Yixing dengan malu – malu.
"Ho begitu?" goda Joonmyeon. "Ngomong – ngomong kau tidak membalas pernyataan ku?"
Yixing menganggukkan kepalanya pelan. "Aku juga,"
"Juga apa?"
"Itu.. anu.."
"Ha? Anunya siapa?"
Fix Myeon kamu iseng banget ya. Kan kesian Yixing susah ngomongnya itu :(.
"Itu—saya juga mencintai anda tuan,"
Hore.
Berhasil.
Joonmyeon pun bahagia mendengarnya. Rasanya itu kayak dia ketiban durian runtuh gitu. Udah berhasil bikin Yixing setengah telanjang eh sekarang dia tau kalau Yixing suka sama dia. Hehe. Keren kan?
"Xing," panggil Joonmyeon kemudian setelah mereka terdiam selama beberapa saat.
"Ya tuan?" balas Yixing.
"Kemari," titah Joonmyeon sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya persis. Awalnya Yixing ragu, namun kemudian Yixing pun berguling; mendekat kearah Joonmyeon.
Joonmyeon tersenyum melihat Yixing yang berguling kearahnya. Ia seakan melihat anak kecil yang sedang mengguling kan tubuhnya kearahnya. Begitu menggemaskan.
"Lebih rapat lagi," ucap Joonmyeon datar. Yixing menurut.
Yixing merapatkan tubuhnya kearah Joonmyeon. Lebih rapat dari sebelumnya, sehingga ia dapat merasakan punggung telanjanganya menyentuh punggung telanjang Joonmyeon.
Joonmyeon kemudian merengkuh tubuh mungil Yixing seakan berbagi kehangatan dengan Yixing, membuat Yixing dag.. dig.. dug... sendiri.
"Aku mencintaimu,"
"Aku juga tuan," balas Yixing.
"Berhenti memanggilku tuan, panggil namaku saja. Kalau bisa cari nama yang manis saat memanggil namaku,"
"Eeeh?" Yixing terbelalak kaget, refleks ia membalikan tubuhnya menghadap kearah Joonmyeon. sehingga tanpa sengaja hidungnya dan hidung Joonmyeon bergesekan, bahkan jarak bibir mereka pun hanya tersisa beberapa centimeter.
Yixing gugup, kemudian ia terbata – bata berucap, "Jadi saya harus memanggil nama anda? Jo-joonmyeon?"
"Hm.. hm.. lebih singkat dari itu dan jangan menggunakan bahasa formal padaku,"
"Ba-baiklah.. um Myeonie?"
Joonmyeon nyengir. "Bagus. Dan aku akan memanggilmu, Xingie,"
Keduanya tersenyum mendapati panggilan sayang mereka benar – benar terlihat manis dan menggemaskan. Lalu kemudian mereka saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya memutuskan untuk memejamkan mata dan saling merengkuh guna berbagi kehangatan hingga fajar menjemput.
.
.
Yixing terbangun dengan rasa hangat yang melingkupi tubuhnya. Ia mengusap matanya sejenak sebelum membiasakan matanya dengan bias cahaya yang berhasil masuk lewat celah gorden yang tidak tertutup rapat sejak semalam itu.
Hal yang pertama ia lihat adalah dada bidang seorang pemuda. Membuatnya mengernyit, dada bidang siapa yang tengah mendekapnya saat ini. Pikirannya berkecamuk; takut memikirkan hal terburuk menyadari bahwa dirinya juga setengah telanjang. Ia lupa apa yang terjadi semalaman kemarin. Degup jantungnya pun mulai berpacu seakan mendukung ketakutannya saat ini.
Perlahan ia mendongakan wajahnya keatas, melihat siapa pemuda yang mendekapnya saat ini.
Kim Joonmyeon. Bossnya.
Yixing melotot ketika mendapati Joonmyeon menyambutnya dengan senyuman tampan miliknya. Serpihan – sepihan kejadian kemarin pun mulai merasuk kembali ke dalam pikiran Yixing. Euphorbiapun kembali memborbadirnya.
Seakan mimpi, ini begitu indah. Seperti ilusi namun begitu nyata.
"Selamat pagi, Xingie," sapa Joonmyeon.
"Selamat pagi tu- eh Myeonie," balas Yixing.
"Wajah tidurmu ternyata manis juga ya?" ucap Joonmyeon tiba – tiba membuat Yixing merona. Duh Xing kamu dengan merona gitu aja udah tambah manis. Bisa – bisa Joonmyeon kena diabetes kalau kamu gitu terus.
"Ngomong – ngomong hari ini mau kemana?" tanya Joonmyeon.
"Aku—" sebelum menyelesaikan kalimatnya Joonmyeon telah memotong perkataannya. "Aku tau! Hari ini kita kencan saja di taman bermain. Bagaimana?"
Dan Yixing pun hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah lengkap dengan bibir yang ia cebikkan. Karena percuma saja menolak apa yang sudah terucap dari bibir Joonmyeon. Ia akan melakukan segala hal agar kau mau melakukan apa yang telah ia titahkan.
Duh Joonmyeon sekali ya?
"Ngomong – ngomong, dekapan ku itu begitu nyaman ya? Sampai – sampai kamu gak mau lepas dari tadi?" goda Joonmyeon sedangkan Yixing hanya menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada Joonmyeon.
"Diam kau!" seru Yixing malu.
Joonmyeon tertawa.
Well, mulai saat ini menggoda Yixing dipagi hari adalah suatu kewajiban sebelum ia memulai harinya. Joonmyeon akan mencatat itu baik - baik di kepalanya.
"Oh ya kau mau mandi pertama atau setelah aku? Atau kau mau kita mandi bersama?" tanya Joonmyeon dengan nada pervert miliknya.
Yixing menggeleng horror lalu melempar wajah tampan Joonmyeon dengan bantal yang ada di dekatnya. "Aku lebih baik mandi sendiri dari pada mandi denganmu! Keselamatan lubangku akan dipertaruhkan nantinya!" seru Yixing sambil berlari kearah kamar mandi.
Joonmyeon menggelengkan kepalanya perlahan setelah menyadari ucapan Yixing barusan begitu frontal. "Ah!" Joonmyeon menyeringai menyadari Yixing melupakan sesuatu. "Xingie~ " panggilnya dari luar kamar mandi.
"Hm?" balas Yixing dari dalam.
"Kau melupakan sesuatu sayang," ujar Joonmyeon sambil menyampirkan sebuah handuk yang baru saja ia ambil dari lemari hotel.
Yixing terdiam, kemudian ia menyadari bahwa ia lupa membawa handuk sebelum ia berlari kedalam kamar mandi tadi.
'Bodoh!' serunya dalam hati.
"Ehm.. Myeonie, kau baikkan? Bisa tolong ambilkan handuk untukku?"
"Ambil sendiri," balas Joonmyeon dengan sadis.
Yixing menggebungkan pipinya, kesal dengan tingkah laku Joonmyeon yang terus menerus menggodanya sejak tadi.
"Yasudah kalau kau tidak mau mengambilkannya aku tidak akan keluar dari kamar mandi sampai malam,"
"Ya sudah. Lakukan saja," balas Joonmyeon lagi.
Damn. Yixingkalah. Dengan terpaksa ia membuka pintu kamar mandi sedikit, menampikan wajahnya yang mencuat kearah luar.
"Kau menipuku," ucap Yixing, menyadari bahwa Joonmyeon ternyata telah berdiri sedari tadi di depan pintu kamar mandi.
"Memang," balas Joonmyeon seenak jidatnya. Kemudian Joonmyeon menyerahkan handuk yang sedari tadi ia sampirkan di bahunya kepada Yixing, dan Yixing menerimanya dengan senang hati.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, kini Yixing dan Joonmyeon tengah menikmati makan pagi di restoran kelas atas yang ada di hotel itu. Yixing terlihat kikuk saat menyantap makanan yang ada dihadapannya itu. Bukannya ia tidak terbiasa makan – makanan mewah seperti itu atau apa, tapi ia benci dengan suasana yang begitu hening seperti ini.
Ia melilirik orang – orang yang sedang menyantap hidangan pagi mereka dengan tenang dan penuh konsentrasi. Sangat berbeda dengan Yixing, mereka terlihat begitu menikmati susasana hening seperti ini. Benar – benar high class sekali. Pikir Yixing.
Joonmyeon mengernyit menyadari keanehan Yixing, namun sedetik kemudian ia tersenyum setelah mengetahui apa permasalahan yang sedang dialami Yixing.
"Kau tidak nyaman dengan suasa seperti ini ya?" tanya Joonmyeon menganggetkan Yixing. Yixing tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya pelan.
Joonmyeon meminum minumannya sebelum berucap, "Aku juga kok. Dari dulu aku tidak pernah suka suasanya makan yang seperti ini. Habisnya terasa begitu membosankan,"
Yixing memandang Joonmyeon dengan pandangan bertanya. "Benarkah?"
"Ya, karena sedari aku kecil aku sudah terlalu sering makan dengan suasa seperti ini. Orang tuaku terlalu sibuk untuk sekedar makan bersama denganku," jelas Joonmyeon.
Pertama kali setelah Yixing bertatap muka dengan Joonmyeon ia melihat raut hampa di wajah pemuda yang kini telah mengisi relung hatinya itu. Ia mengembangkan seulas senyum untuk menghibur Joonmyeon. "Jangan sedih, mulai sekarang aku akan menemanimu makan,"
"Jangan hanya menemaniku saat makan, tapi kau harus selalu menemaniku. Kau itu miliku," tegas Joonmyeon.
Yixing menggelengkan kepalanya pelan. Ia bertanya – tanya bagaimana ia bisa mencintai pemuda ganjen, aneh, iseng, seenaknya sendiri namun tampan seperti Joonmyeon? Apa jangan – jangan Joonmyeon telah mengguna – gunainya?
Oke hentikan pikiran ngaco mu Xing. Karena tanpa perlu Joonmyeon melalukan hal sekeji itu, kamu akan tetap terjatuh pada Joonmyeon bagaimana pun kondisinya.
.
.
Perjalanan mereka menuju taman bermain cukup memakan waktu yang lama. Kiranya pukul 10 mereka berangkat, dan baru pukul 11 mereka tiba di taman bermain indoor terbesar di Korea Selatan itu.
Joonmyeon tersenyum bahagia melihat Yixing yang begitu tertarik dengan taman bermain ini. Yixing begitu bahagia, wajahnya pun tampak lebih bersinar dari biasanya karena rona kebahagiaan yang tak terbendung itu.
"Kau senang?" tanya Joonmyeon.
"Iya!" jawab Yixing bersemangat.
Joonmyeon mengelus kepala Yixing sebentar sebelum ia mengajak Yixing untuk mengantre tiket di loket yang tak jauh dari mereka. Namun belum sempat mereka menyentuh bibir loket, seorang perempuan berlari menghampiri mereka. Eum tepatnya berlari menghampiri Joonmyeon.
"Myeonie oppa!" seru perempuan itu sambil menghambur ke pelukan Joonmyeon.
Joonmyeon membola horor, Yixing menatap perempuan itu dengan sinis, sedangkan perempuan itu bersikap sebodo amat.
"Myeon, dia siapa?" tanya Yixing.
"Dia.."
.
.
.
.
*TBC*
Pojokan Author :
Dia siapa hayo? :D
He siapa yang kemaren nyangka bakal ada adegan ehem ehemnya? :( aduh kok mesum sih kalian, kan saya masih polos untuk membuat adegan seperti itu :( /bohong
Ngomong - ngomong soal konflik, konfliknya enakan kayak gimana ya? :"( bingung masa~
Btw makasih untuk yang sudah berkenan mereview cerita saya~ nge fave~ nge follow~ makasih~ saya cinta kalian :*
Oh ya walaupun saya gak nulis nama yang udah ngeriview disetiap chap baru, tenang aja saya selalu baca reviewan kalian kok :* nanti saya baru akan menuliskan nama – nama orang yang telah mereview memfave dan memfollow di akhir cerita~
Ah ah saya baru inget di review ada yang nulis BI bobby shipper ya? Hai hai kawan sini kita berbagi kehomoan mereka bersama. /apa
Kalau butuh contact person saya hubungi pm yaw nanti saya kasih~ :* misalkan lewat cp saya itu kalian mau ngejar – ngejar saya buat update story yang kadang saya suka kelupaan buat update gitu. /g
Sekian dari saya~
Sampai jumpa~
Mind to give me some feedback? :D
