Chapter 5

Main cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,Oh sehun,Kai,Kyungsoo

Summary : " Kau telah membuatku tergila-gila padamu. Kau membuat hatiku berbunga-bunga .Tapi Kau juga yang membuatku menangis karena cinta."

CRAZY OF YOU

#FLASHBACKBAGIAN.B/ON

TOK…TOK…

"Masuk." Sahut Channi dari dalam ruangannya. Ia melirik sebentar jam di pergelangan tangannya. Pukul 12:15, itu artinya ia sudah menghabiskan empat jam lima belas menit waktunya untuk menghadap layar menyala didepannya.

CKLEK…

"Hei brother!" Ucap sosok hitam yang baru saja membuka pintu didepannya.

"Huh?" Sahut Channi acuh sambil terus menatap layar laptop didepannya.

"Bolehkah aku duduk disini?" Tanya sosok hitam tadi yang tidak lain adalah Jongin. Ia bertanya sambil menunjuk sofa hitam besar disampingnya. Tetapi hanya keterdiaman Channi yang menjawab pertanyaannya barusan.

"Yak Chan! Aku berbicara kepadamu asal kau tahu!" Seru Jongin mulai tersulut. Ia berkunjung kesini tidak untuk diacuhkan seperti ini.

" Bisakah kau diam Jong?! Aku mencoba untuk fokus." Balas Channi sambil merotasikan bola matanya malas. Sesekali ia menguap untuk mengeluarkan gas karbondioksida dari dalam dirinya.

" Ya Chan kau itu belum resmi menjadi direktur disini, kenapa harus belajar terlalu berlebihan seperti itu,huh? Bahkan untuk menyambut tamumu saja kau tidak." Bantah Jongin yang mulai kesal melihat sifat menyebalkan sahabat didepannya. Memang apa pentingnya benda persegi panjang-Laptop- itu hingga Channi tega mengabaikannya-Jongin mulai bersikap dramatisir-.

"Maka dari itu untuk menjadi pemimpin yang bijak kau harus memulainya dengan serius. Dan satu hal aku tidak mengingat ada tamu disini." Balas Channi dengan suara malasnya. Sambil terus berkonsentrasi pada layar menyala dihadapannya. Baginya bisnis lebih penting dari pada mendengar celotehan Jongin yang menurutnya sangat tidak penting itu.

"Lalu apa aku disini?!" Teriak Jongin tidak terima. Dia bahkan bersiap untuk menyumpal mulut sahabatnya itu jika tidak dengan tiba-tiba jawaban sahabatnya sungguh sangat menohok hatinya.

" Aku tidak mengundangmu untuk datang kesini jadi kau adalah tamu yang tidak diharapkan. Jika tidak ada hal penting lagi yang ingin kau lakukan, kau bisa keluar, pintunya ada dibelakangmu." Jawab Channi yang langsung dihadiahi decakan frustasi Jongin didepannya.

"Sabar Jongin kau sudah bersahabat dengannya sejak kecil,jadi kau harus bisa memahami mulut pedasnya." Bisiksisi baik dari dalam diri jongin yang berusaha untuk menahan kesabarannya ,sedangkan tangannya bergerak-gerak untuk mengelus dadanya agar tidak benar-benar menyumpal mulut Channi dengan kaos kaki bau-nya.

"Ck.. ayolah Chan, aku hanya ingin mengajakmu makan siang bersama."

"Bersamamu?"

"Tentu. Sehun juga akan bergabung, sekarang ia sedang dalam perjalanan dan kutebak kau pasti belum makan, benar kan?" Tebak Jongin kali ini dengan wajah yang sebisa mungkin ia buat tersenyum,karena demi tuhan dia masih kesal dengan makhluk jangkung dihadapannya ini.

"Tidak aku su….."

KRYUUUKKKK….

"Hahaha lihat perutmu bahkan berteriak minta diisi." Tawa jongin sesaat setelah mendengar bunyi nyaring yang berasal dari perut Channi.

" Cih kelaparan tapi masih mau mengelak, ayolah Chan!" Ucap Jongin sambil melenggang pergi meninggalkan Channi terlebih dahulu.

"Hah baiklah-baiklah." Persetan dengan pekerjaannya dia benar-benar lapar sekarang.

EXO

"Jadi Chanyeol sekarang berada di perpustakaan kota karena Baekhyun yang meminta?" Tanya Sehun dengan wajah melongo tidak percayanya. Ketiganya kini berada di kafetaria Feon Interprest. Jongin awalnya menolak untuk makan disini tapi karena Channi memaksa –dengan alasan tidak ingin meninggalkan kantor perusahaan-jadilah kini ketiganya berada disini dan berakhir membahas salah satu dari keempatnya yang tidak ikut bergabung.

" Hm. Sebenarnya Baekhyun mengajakku tadi, tapi karena diriku yang harus menggantikan ayah untuk mengatur perusahaan aku terpaksa menyuruh Chanyeol dan untuk kesekian kalinya berbohong lagi kepada Baekhyun." Ucap Channi sedih, ia hanya merasa tidak enak kepada kekasih mungilnya itu, walaupun ada Chanyeol yang siap untuk menggantikannya, tetap saja ia merasa bersalah karena tidak setiap waktu ada saat kekasih mungilnya itu membutuhkannya. Bahkan untuk ukuran sederhana seperti menemaninya ke perpustakaan kota.

"Lalu Chan apa kau tidak takut?" Tanya Jongin sambil menyantap Spaghetti dihadapannya. Dan dilihat dari cara makannya, Jongin kelihatan seperti orang yang tidak makan selama setahun,pantas saja tadi dia memaksa. Batin Channi sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan sahabat hitamnya itu. Tetapi setelahnya ia mengernyit mendengar pertanyaan Jongin.

"Apa yang harus aku takutkan? Aku percaya kepada Chanyeol, ia tidak akan mengkhianatiku. Lagi pula aku hanya memintanya untuk menemani Baekhyun tidak lebih." Jawab Channi tidak terima saat Jongin meragukan kebaikan adiknya itu.

"Bukan itu maksutku Chan, maksutku adalah hati Baekhyun. Wajah kalian memang sama maka dari itu kau menyuruh Chanyeol untuk menggantikanmu dan seiring berjalannya waktu maka hati Baekhyun yang akan berkata ia lebih merasakan kenyamanan saat berada disamping siapa." Buru-buru Jongin meralat sebelum Channi salah paham dengan ucapannya.

"Hm aku setuju denganmu Jong, dan apakah kau tahu Chan? Kenyamanan ada karena terbiasa." Timpal Sehun menyetujui ucapan Jongin. Sahabat hitamnya itu memang kadang bisa diandalkan ketika berbicara tentang percintaan seperti ini.

"Yah kalian terlalu berlebihan. Aku hanya menyuruh Chanyeol beberapa kali bagaimana mungkin perasaan nyaman itu akan muncul." Balas Channi tidak terima dengan argumen dari kedua sahabatnya yang menurutnya sangat konyol itu.

"Tidak akan ada yang bisa menjamin kau tidak membutuhkan bantuan Chanyeol di masa depan Chan... Dan jangan lupakan jabatan Direktur yang sebentar lagi akan kau dapatkan, seolah-olah tidur siang hanyalah impian berharga yang ingin kau raih. Menjadi Direktur akan sangat menyita waktumu Chan, Percayalah." Balas Jongin sambil menyantap suapan terakhir spaghettinya.

" Entahlah kadang aku berpikir untuk memberikan jabatan ini kepada Chanyeol saja, agar aku dapat terus disamping Baekhyun." Ucap Channi sambil menaruh sendok dan garpunya, entah kenapa ia jadi tidak nafsu makan hanya karena pembahasan yang belum tentu terbukti ini.

"Jangan bodoh! Kau kira mencari pekerjaan itu mudah?!" Balas Jongin sambil membulatkan matanya aneh.

"Kenapa kau begitu sensitif sekali saat membahas pekerjaan jong? Memangnya bagaimana dengan lamaranmu apakah ada yang diterima?" Tanya Sehun mencoba mengganti topik pembicaraan, saat merasa Channi mulai tidak nyaman dengan pembahasan ini.

"Tidak. Semuanya menolakku karena nilai ujianku yang begitu rendah." Ucap Jongin yang kini memasang wajah cemberutnya. Ia benci mengakui ini, tapi Jongin menyesal saat dulu ia tidak belajar untuk ujian kelulusannya . Lihat, sekarang ia jadi susah mencari pekerjaan.

"Kau yang aneh Jong, jelas-jelas ayahmu adalah seorang direktur dan kau mempunyai kesempatan untuk menjadi seperti Channi tapi kau malah menolaknya,bodoh!" ucap Sehun yang membuat Jongin ingin menarik mulut tidak berperasaan sahabat albino didepannya itu. Entah sadar atau tidak tetapi Jongin merasa ia berteman dengan orang –orang yang bermulut pedas. Entah itu Channi, Sehun maupun Chanyeol ketiganya sama saja. Sama-sama bermulut menyebalkan.

"Hei…. Aku tidak ingin bergantung kepada kedua orang tuaku, asal kau tahu hun. Dan yang terpenting aku tidak ingin meropotkan kedua orang tuaku karena-"

"Lalu maksutmu aku merepotkan orang tuaku, begitu?" Tanya Channi dengan tatapan tajamnya yang berhasil membuat bulu jongin meremang.

"B-bukan begitu maksutku Cha—Oih iya Chan tidakkah kau membutuhkan seorang sekretaris?" Ucap Jongin dengan cepat merubah ekspresi wajahnya saat ide tiba-tiba terlintas dikepalanya.

"Maksutmu?"Tanya Channi sambil menaikkan alisnya bingung.

"Seorang Direktur akan membutuhkan seorang sekretaris untuk…"

" Ah aku tidak membutuhkan sekretaris baru, Seulgi selaku sekretaris lama akan kugunakan lagi saat diriku menjadi direktur." Balas Channi memotong Jongin, Ia tahu pembicaraan Jongin mengarah kemana.

"Yah Chan tidak bisakah kau menerimaku sebagai sekretarismu? Ayolah tolong sahabat tampanmu ini." Dan dengan tidak tahu malunya Jongin menampilkan aegyonya dihadapan kedua sahabatnya itu. Memanyunkan bibirnya ke depan sambil menggembungkan pipinya, Sehun bahkan ingin muntah melihatnya jika tidak mengingat ini masih di depan umum. Spaghetti yang baru saja ia telan sepertinya benar-benar akan keluar kembali dari dalam lambungnya saat melihat gerakan aneh yang Jongin lakukan didepannya.

"Menjijikan." Komentar Sehun dengan wajah menahan malunya karena menjadi perhatian banyak orang di kafetaria tersebut.

"Tidak Jongin, Seulgi adalah sekretaris kepercayaan ayahku dan itu sudah lebih dari cukup untukku. Dan demi tuhan ini di depan umum, tidak bisakah kau berhenti bersikap seperti orang gila. " Ucap Channi tidak tahan melihat sikap bodoh Jongin. Dan hal itu berhasil, Jongin segera menghentikan aegyo anehnya itu dan berganti memasang wajah memelasnya yang lebih seperti pengemis di pinggiran jalan-menurut Sehun-.

"Kalau begitu jadikan aku partner Seulgi ya? apa salahnya memiliki dua sekretaris sekaligus bukan? Itu tidak akan menjadikan Feon bangkrut untuk menggaji satu sekretaris tambahan." Jongin masih keras kepala mempertahankan idenya itu. Ia merasa ia harus bekerja disini untuk menemani sahabatnya itu. Entah untuk apa tapi ia mempunyai firasat buruk tentang sahabatnya. Entahlah.

Hening. Channi masih berpikir untuk mempertimbangkannya ketika tiba-tiba suara berdering dari ponselnya menginterupsi kegiatan mereka bertiga. Dengan cepat ia rogoh benda kotak bergetar itu sampai nama adiknya tertera dilayar menyala tersebut.

"A-ada apa Yeol?" Suara Channi terdengar ragu. Entah kenapa,akan tetapi ucapan Jongin sebelumnya tentang Chanyeol, sedikit banyaknya membuat ia terpengaruh. Tapi dengan cepat ia usir perasaan itu. Ia percaya kepada Chanyeol,adiknya itu berniat membantunya tapi ia begitu jahat dengan memikirkan banyak kemungkinan buruk yang dengan jelas tidak mungkin terjadi.

"A-a iya maafkan aku, kau bilang apa tadi?"

"Baiklah, Aku akan bicara padanya nanti."

"Hm."

PIP.

"Kenapa Chanyeol menelponmu Chan?" Tanya Sehun sesaat setelah Channi mematikan sambungan teleponnya.

"Chan bagaimana dengan usulanku tadi, kau menerimaku kan?" dan Jongin dengan tidak tahu malunya kembali membahas pembicaraan awal keduanya sebelum Channi mengangkat panggilan dari adiknya itu-Ia masih berusaha untuk melamar pekerjaan dengan cara memaksa-.

"Terserahmu." Jawab Channi singkat sambil bangkit dari kursinya meninggalkan pekikan senang dari Jongin yang merasa jika ia diterima kerja disini.

"Dasar gila." Gerutu Sehun mengikuti jejak Channi untuk pergi meninggalkan Kim-Si gila- Jongin.

EXO

18 tahun hidupnya didunia, Ini adalah pertama kalinya ia memasuki ruangan dengan banyak buku yang mengelilinginya. Orang menyebutnya "Perpustakaan" atau apalah itu yang jelas Chanyeol tidak terlalu memikirkannya.

" Memangnya buku apa yang ingin kau cari Baek?" Tanya Chanyeol saat dirasa kekasih kakaknya ini hanya membolak balikkan lembaran kertas tanpa berniat untuk mengambilnya.

"Entahlah, sesuatu yang romantis mungkin?" Jawab Baekhyun terdengar ragu sambil mengendikkan bahunya.

"Apa bagusnya cerita seperti itu dan ini…" Chanyeol merebut buku dari tangan Baekhyun dan membaca sampul judulnya dengan nada geli.

"Bosku ternyata mencintaiku… Cih ini menggelikan Baek , lihat… didunia nyata seperti ini tidak ada namanya seorang lelaki kaya raya yang akan mencintai pembantunya ,paling tidak mereka akan mencari pasangan yang sederajat dengannya." Ucap Chanyeol sambil menaruh kembali Buku yang menurutnya aneh itu ke dalam rak didepannya.

" Tapi Chan aku kan ingin membacanya." Balas Baekhyun dengan mempoutkan bibirnya. Dan kini Chanyeol mulai mengerti, kekasih kakaknya ini akan mempoutkan bibirnya setiap kali ia sedang merajuk. Benar-benar menggemaskan. Ah tidak-tidak ingatkan Chanyeol jika Baekhyun adalah kekasih kakaknya.

"Tidak Baek… "

"Haishh… aku ingi-"

"Baiklah-baiklah ini bukumu dan berhentilah mempoutkan bibirmu jika tidak ingin kau kucium disini." Ancam Chanyeol main-main sambil menyodorkan kembali buku konyol-menurut Chanyeol- itu kepada Baekhyun.

"Cium saja, aku tidak akan takut." Jawab Baekhyun sambil mendongakkan kepalanya keatas menantang Chanyeol untuk membuktikan omongannya barusan. Dan demi tuhan Chanyeol dapat melihat bibir merah ranum Baekhyun yang seakan menggodanya.

"Kenapa? kau takut ya? Dasar kau itu mem-"

CUP

Niat awal Chanyeol hanya ingin menghentikan omongan cerewet Baekhyun didepannya tapi entah kenapa lagi-lagi, mulut Baekhyun seakan candu baginya karna disaat ia ingin melepas tautan mereka yang ia lakukan justru adalah kebalikannya , ia mengigit pelan bibir Baekhyun seakan meminta akses lebih untuk menelusuri mulut hangatnya. Dan saat Baekhyun telah membuka mulutnya, lidah Chanyeol bergerak masuk untuk mengabsen satu persatu gigi Baekhyun.

"Eumhh.. C-chan-nni." Lenguhan Baekhyun barusan buru-buru menyadarkannya. Segera ia lepas tautan itu hingga tercipta lelehan benang saliva dimulut keduanya. Chanyeol mengelus permukaan bibir Baekhyun yang terlihat bengkak dan memerah akibat perbuatannya itu.

CUP

Kali ini Chanyeol hanya memberi kecupan singkat pada bibir Baekhyun.

"Maafkan aku." Ucap Chanyeol merasa bersalah sambil menundukkan kepalanya. Entah kenapa hatinya berdenyut nyeri ketika Baekhyun menyebut nama kakaknya ketika ia menciumnya tadi. Aneh Chanyeol tidak menyukai ketika Baekhyun menganggap dirinya adalah Channi.

"Kenapa Chan? Kau tidak salah." Balas Baekhyun sambil menangkup kedua pipi Chanyeol, meminta kekasihnya- karena menurut Baekhyun itu Channi- untuk melihat kearahnya.

"Aku bersalah padamu." Tidak sebenarnya pada hatimu,maaf karena telah membohongimu Baek. Maaf karena telah berpura-pura menjadi kekasihmu. Lanjut Chanyeol dalam hati.

" Hei kau tidak sedang mencium gadis SMP tahu?! Lagi pula kita ini kekasih, kau juga pernah menciumku sebelumnya." Baekhyun berusaha menghibur Chanyeol yang dilihatnya tiba-tiba murung setelah menciumnya. Entah ia juga tidak tahu.

"Benar kita kekasih." Ucap Chanyeol mengulang kembali perkataan Baekhyun sebelumnya.

"Iya benar. Kau ini memangnya kenapa sih Chan?" Tanya Baekhyun sambil mengernyitkan dahinya.

"Baek."

"Hm?"

"Ayo beli es krim." Dengan cepat Chanyeol menarik tangan Baekhyun meningggalkan perpustakaan setelah sebelumnya ia mengantar Baekhyun ke penjaga perpustakaan untuk meminjam buku. Dan Baekhyun hanya bisa tersenyum melihat tangannya yang kini dipegang erat oleh Chanyeol kearah taman di depan gedung perpustakaan. Kekasihnya itu selalu tahu untuk membuatnya selalu tersenyum.

EXO

Baekhyun menoleh sambil sesekali tersenyum kecil melihat pemandangan di depannya. Di depan sana, berdiri sosok Chanyeol dengan tubuh jangkungnya dan terlihat sedang berdebat dengan seorang anak lelaki kecil yang Baekhyun tebak berumur 10 tahunan.

"Yah Ahjushi… Kau datang terlambat jadi kau harus mengantri terlebih dahulu di belakangku." Ucap anak lelaki itu sambil melipat tangan di depan dadanya. Chanyeol yang berada didepannya menoleh ke belakang sebentar lalu mengendikkkan bahunya acuh saat tidak menemukan asal suara yang barusan berbicara kepadanya.

"Hei pak tua! Aku ada di bawahmu." Ucap bocah itu lagi sambil menarik-narik kemeja bawah Chanyeol. Chanyeol yang merasa ada pergerakan kecil dibelakangnya pun kembali menoleh dan menjatuhkan arah pandangnya ke bawah. Netranya menangkap sesosok anak kecil yang tengah menatap dirinya dengan pandangan kesal.

" Ada apa bocah, apa kau tersesat? Maaf aku tidak punya waktu untuk kau mintai tolong." Balas Chanyeol acuh lalu kembali menghadap kedepan sambil menunggu antrian es krimnya yang mulai berkurang. Dan lagi-lagi Chanyeol dibuat menoleh kebelakang saat bocah itu kembali menarik bagian belakang kemejanya.

"Hei bocah! Apa kau tidak lihat aku sedang mengantri. Kenapa menggangguku saja huh!" Ucap Chanyeol kesal sambil memelototkan kedua bola matanya.

"Hei pak tua aku bukan bocah asal kau tahu! Aku sudah berumur 9 tahun. Lihat! sem-bi-lan." Balas anak itu sambil menunjukkan kesembilan jari tangannya di depan wajah Chanyeol.

"yah..yahh terserah kau bocah aku tidak perduli."

" Satu hal lagi-" Ucap kembali anak lelaki itu sambil melipat kedelapan jarinya dan hanya menyisikan satu jari saja. Lalu menggunakan jarinya itu untuk menunjuk-nunjuk wajah Chanyeol.

" Apa maksut pak tua dengan berkata aku mengganggumu! Seharusnya aku yang berbicara seperti itu. Pak tua dengan jelas-jelas merebut posisi barisanku saat kutinggal untuk mengambil uangku yang tertiup angin tadi." Chanyeol hanya memberikan tatapan datarnya kepada anak didepannya ini.

"Bocah kecil yang sungguh cerewet." Batin Chanyeol tidak habis pikir.

"Lalu?"

"Pak tua harus mundur dan biarkan aku didepanmu."

"Dalam mimpimu saja bocah." Chanyeol melenggang pergi saat menyadari antriannya telah habis-ia berada di barisan paling depan-.

"Ini pesanan anda tuan." Dan pada saat yang bersamaan penjual es krim itu berteriak sambil memberikan es krim kepada Chanyeol. Membuat bocah kecil dibelakang Chanyeol mengernyit tidak suka kearahnya.

"Terima kasih." Setelahnya Chanyeol pergi sambil membawa es krimnya.

"Noona aku ingin membeli es krim coklat." Ucap bocah di belakang Chanyeol tadi sambil menyerahkan uang yang ia bawa.

"ah maafkan noona adik kecil, tapi es krim coklatnya telah habis." Ucap si penjual itu dengan nada sedih.

Chanyeol yang sudah akan beranjak pergi pun tiba-tiba terhenti sambil memandangi dua es krim coklat di tangannya .

"Pak tua dengan jelas-jelas merebut posisi barisanku."

"Pak tua harus mundur dan biarkan aku didepanmu."

Chanyeol teringat akan ucapan anak malang itu. Sepertinya anak itu benar-benar menginginkan es krim coklat di tangannya ini.

"Makanlah!" Chanyeol menyodorkan es krim coklat punyanya kearah anak lelaki tadi yang sedang menundukkan kepalannya. Dengan perlahan,ia angkat kepalanya dan melihat es krim favoritnya yang diberikan oleh… pak tua?

"Haishh kau itu memang merepotkan ya." Dengan cepat Chanyeol tarik tangan bocah itu dan memaksa anak itu menerima es krim darinya- karena dilihatnya anak itu hanya diam tidak merespon-.

"Aku tau kau menginginkannya." Ucap Chanyeol sambil mengusak pelan rambut anak itu sambil menampilkan senyum manisnya sebelum berbalik pergi berjalan kearah Baekhyun yang menunggunya di bawah pohon di depan sana.

"A-AHJUSSI." Teriak bocah itu menghentikan langkah kaki Chanyeol. Chanyeol berbalik dan menampilkan ekspresi seperti bertanya"Kenapa?"

"T-terima kasih ahjusii." Ucap bocah itu sambil tersenyum kearah Chanyeol.

"Ckck.. setelah menerima es krim saja, kau baru memanggilku ahjussi." Gerutu Chanyeol sambil memberikan isyarat oke lalu benar-benar berbalik kearah Baekhyun sebelum es krim yang dipeganggnya mencair.

"Menungguku lama?" Tanya Chanyeol sambil memberikan es krim satunya lagi kepada Baekhyun.

Baekhyun hanya menggeleng sambil tersenyum menampilkan eye smilenya.

"Tidak. Aku suka melihat interaksimu dengan anak lelaki tadi. Kau benar-benar bersikap gentleman Channi."

"Eii kau berlebihan Baek. Dia hanya anak kecil. Lagi pula aku tidak tega melihatnya ingin menangis karena menginginkan es krim coklat itu."

" Kau berkata tidak tega tapi kau menyalip barisannya."

"Siapa yang tahu jika barisan itu sebelumnya ditempati oleh orang. Aku kan hanya ingin cepat-cepat membeli es krim agar kau tidak menunggu terlalu lama Baek-"

CUP

Mata Chanyeol terbuka lebar saat Baekhyun tanpa aba-aba mengecupnya pelan. Tepat di bibir.

"Kau ternyata banyak bicara juga ya." Ucap Baekhyun lalu setelahnya melenggang pergi meninggalkan Chanyeol yang terpaku di tempat sambil memegangi dadanya yang bergemuruh.

"Aku merasa jika jantungku akan melompat keluar." Gumam Chanyeol sambil tersenyum menatap punggung Baekhyun yang mulai menjauh.

EXO

" Terima kasih Channiah kau mau mengantarku pulang." Senyuman Baekhyun mengembang sesaat setelah keduanya sampai di depan pintu gerbang rumahnya. Baekhyun akan menandai hari ini sebagai hari terbaik selama hubungannya dengan Channi. Baekhyun bersyukur tentu saja, Channinya bukan tipe orang yang akan menyempatkan waktu untuk kegiatan yang sia-sia, Bahkan untuk 10 bulan belakangan ini. Channi selalu sibuk mengurusi kantor perusahaan ayahnya. Baekhyun mencoba untuk memahami itu, bagaimanapun sebentar lagi kekasihnya itu akan menjadi direktur utama di Feon Interprest. Tapi bukankah manusia punya batas sabar? Baekhyun bahkan berencana untuk membicarakan ini kepada Channi saat ia telah lulus nanti, Tapi tidak ia lakukan saat justru Channinya itu merubah sikap padanya. Benar-benar berubah. Satu bulan belakangan ini tepatnya. Channi akan selalu mengantarnya kemanapun ia ingin pergi. Itu aneh tentu saja, bahkan dulu ketika Baekhyun ingin pergi menonton ia harus menunggu sampai sabtu malam ataupun hari minggu tiba untuk melakukannya. Tapi lihat sekarang, bahkan saat tengah malam tiba ketika Baekhyun tiba-tiba merindukannya maka Channi tentu akan mengabulkan keinginannya itu dengan senang hati. Entah apa, tapi Baekhyun merasa jika kekasihnya itu sudah bisa membagi waktu antara dirinya dan pekerjaannya. Ia senang tentu saja.

" Hei kau berkata seolah-olah selama ini aku tidak punya waktu untuk mengantarmu pulang Baek." Chanyeol merengutkan bibirnya sambil berpura-pura menampilkan raut sedihnya. Baekhyun yang berada di depannya pun hanya bisa menampilkan senyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kekanakan dari kekasihnya.

" kau memang. Bahkan dulu kau hanya akan menemuiku saat ada waktu senggang saja." Ucap Baekhyun lirih sambil mempertahankan senyumnya.

Chanyeol yang mendengar hal tersebut hanya mampu melihat Baekhyun sambil tersenyum miris. Lelaki didepannya benar-benar menyedihkan. Chanyeol bahkan membetulkan dalam hati,jika kakaknya itu memang sangat sibuk setelah lulus dari SMA.

" Tapi kau tenang saja. Channi yang sekarang jauh jauh jauh lebih baik." Ucap Baekhyun memekik senang sambil berhambur memeluk Chanyeol di depannya. Dan lagi denyutan di hatinya itu kembali muncul.

" Berjanjilah untuk selalu ada di sampingku Channi." Bisik Baekhyun lirih ke telinga Chanyeol sambil masih mempertahankan pelukannya.

Chanyeol hanya mampu diam tanpa tahu akan membalas ya atau tidak kepada Baekhyun.

" Pai-pai hati-hati dijalan Chan…" Pelukan itu akhirnya terlepas saat Baekhyun mulai berjalan masuk. Chanyeol hanya mampu tersenyum sambil bersandar pada pintu mobilnya dan menunggu kekasih kakaknya itu masuk kedalam rumah dengan selamat. Chanyeol hanya ingin memastikan.

"Aku hampir lupa!" Ucap Baekhyun sambil berlari kembali kearahnya.

" Aku mencintaimu." CUP . 3 ciuman dalam sehari. Dan setelahnya Baekhyun benar-benar berlari pergi meninggalkan perasaan aneh yang hinggap di dadanya. Chanyeol tidak ingin mengakui ini, tapi entah kenapa ia merasa jika dirinya mulai jatuh kedalam pesona Byun Baekhyun. Apakah mungkin ia jatuh cinta? Apakah boleh?

EXO

TUT.. TUT.. TUT..

Terdengar nada sambung di ujung sana.

"A-ada apa Yeol?" Suara Channi terdengar gugup di pendengarannya. Chanyeol bahkan ingin tertawa mendengarnya.

"HAHAHA kau kenapa hyung? Kau berbicara seolah-olah aku adalah ibu yang sedang memarahimu HAHAHA. Hm oke baiklah ini tidak lucu." Ucap Chanyeol segera menghentikan tawanya saat kakaknya itu hanya diam di ujung sana.

"Hmm … Hyung jika kau pulang nanti tolong katakan pada ayah bahwa aku akan pulang terlambat." Chanyeol menggaruk kepalanya saat keterdiaman kembali yang ia dapat dari kakaknya.

" Aku terlambat bukan karena sedang menemani Baekhyun asal hyung tahu! Jadi hyung jangan cemburu ataupun berpikiran aneh. Hmm ini lebih ke urusanku pribadi."

"Hyung! Hyung mendengarku, tidak?!" Tanya Chanyeol mulai kesal.

" Hyu-"

"A-a iya maafkan aku, kau bilang apa tadi?" Ucapan kakaknya di ujung sana benar-benar menyulut emosinya.

"Astaga ternyata dari tadi aku berbicara sendiri."

"Oke akan kuulangi. Bisakah hyung katakan pada ayah nanti, jika aku pulang terlambat karena ada urusan, aku takut dimarahi jika terlambat pulang."

"Baiklah, Aku akan bicara padanya nanti."

"Terima kasih, Hyung."

"Hm."

PIP.

Chanyeol mematikan sambungannya. Saat ini ia telah berada di depan sebuah Bar pinggiran kota Seoul. Chanyeol merasa frustasi akhir-akhir ini. Ia bingung dengan perasaanya kepada Baekhyun maka dari itu ia memilih untuk ke Bar demi melupakan sedikit beban pikirannya. Chanyeol sebenarnya bukan tipe orang yang suka mabuk-mabukan saat terjadi masalah. Ia jarang minum, benci malah. Terakhir ia pergi ke Bar saat ia mendapatkan nilai C di kelasnya, dan saat ini kedua kalinya ia kesini dengan masalah yang berbeda.

" Hik.. tambah- hik… kan aku satu hik… botol lagi hik…." Ucap Chanyeol yang mulai hilang kesadaran, membuat bartender di depannya mengernyit melihat kondisi Chanyeol.

" Maaf tuan tapi kau telah menghabiskan satu botol penuh. Itu akan membahayakan keselamatannmu jika kau pulang nanti." Ucap lelaki berambut pirang bername tag Mark yang bekerja sebagai bartender itu.

" Hik… bodoh.. aku hanya hik… ingin .. hik..-" Belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya ketika dengan tiba-tiba pusing mendera kepalanya hingga ia tertidur di atas meja Bar.

EXO

5 jam kemudian Chanyeol terbangun di tempat yang sama saat terakhir kali ia tersadar-Meja Bar- membuat Chanyeol yang masih di serang pusing bertubi-tubi merogoh ponsel di dalam kantongnya sambil melihat jam yang tertera di layar menunjukkan pukul 7 malam. Cepat-cepat ia tekan tombol bergambar ikon pesan dan mencari nomor kakaknya. Entah karena Chanyeol belum sepenuhnya tersadar atau tidak ia salah memencet kontak Baekhyun yang berada di atas kakaknya.

" Hyung jemput aku di Bar lyxion." Setelahnya Chanyeol meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan meminta bartender di depannya yang mungkin sudah berganti shift dengan yang tadi karena nama nametag nya berubah menjadi Jaehyun untuk mengambilkan satu botol minuman lagi. Selagi menunggu kakaknya ia meneguk kembali cairan tawar yang seakan membakar tenggorokannya itu. Saat akan menghabiskan tegukkan terakhir dari gelasnya itu, tiba-tiba tangan seseorang menghentikan kegiatannya.

" YAK.. hik.. KAU!-" Racauan Chanyeol terhenti saat Seseorang itu adalah kekasih kakaknya, Baekhyun.

"Baek-"

"CHANNIAH APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!" teriak Baekhyun membuat semua pengunjung menoleh kearah mereka. Baekhyun benar-benar khawatir dan tidak habis pikir saat kekasihnya itu mengirim pesan yang menyuruhnya untuk menjemput Channi yang sedang mabuk di Bar. Dan dengan emosi yang memuncak Baekhyunpun memutuskan untuk mendatanginya dan lihat sekarang, ia bahkan dibuat marah lagi-lagi dengan pemandangan kekasihnya yang sedang meracau tidak jelas.

"Ah.. hik Baekhyun kau yang hik.. menjemputku… hik.. aku kira kau kakak ku.." racau Chanyeol lagi kali ini sambil menunjuk-nunjuk Baekhyun lalu tersenyum sangat manis. Hingga Baekhyun dibuat terdiam beberapa detik, hanya beberapa detik.

"Channi-ah kau benar-benar mabuk berat, ayo kita pulang!" Belum sempat Baekhyun menarik pergelangan tangan Chanyeol tiba-tiba sang pemilik tubuh menariknya dalam sebuah dekapan hangat sambil berbisik lirih kearahnya.

"Hm aku tahu kau mencintai Channi , Baek… Hik.. tapi tidak bisakah kau hanya hik.. melihatku… hik.. hanya kepadaku.. hik.. bukan hyu-" ucapan Chanyeol terputus saat lagi-lagi pengaruh alkohol menarik kesadarannya.

"Chan.. hei sadarlah!" Lirih Baekhyun sambil menggetar-getarkan pundak kekasihnya.

EXO

"Haishh kau benar-benar merepotkan Chan hah.. hah…" Ucap Baekhyun sesaat setelah menurunkan tubuh jangkung Chanyeol ke dalam mobil kekasihnya. Tadi karena terlalu khawatir akan kondisi Channi,Baekhyun memutuskan menaiki bus untuk sampai ke kesini. Beruntung Tuan Kim-pengasuh pribadinya- pernah mengajarinya untuk mengendarai sebuah mobil, jadi ia tidak perlu takut untuk membahayakan keselamatan Channi jika ia tidak bisa menyetir.

Brummm

Baekhyun bersiap untuk pergi ketika ia bingung akan membawa Chanyeol kemana. Ia memang telah sebelas bulan berpacaran dengan Channi, tapi sekalipun kekasihnya itu tidak pernah mengajaknya untuk berkunjung ke rumah.

"Bagaimana ini? Kerumahku? Ah tidak-tidak apa yang akan dipikirkan eomma saat aku membawa Channi ke rumah dalam keadaan mabuk seperti ini, ck." Decak Baekhyun frustasi saat ide untuk membawa Channi tidak kunjung muncul.

"Ah apartemen Cloud 9 aku yakin pegawai disana mengenaliku sebagai putra eomma, yah ide bagus!" Girang Baekhyun saat menemukan ide untuk membawa Channi ke apartemen milik keluarganya yang berada di tengah-tengah kota Seoul, walaupun tidak terlalu besar tapi Baekhyun menjamin Channi bisa tidur dengan nyaman disana.

Tiga puluh menit kemudian ia sampai di apartemen cloud 9. Lokasinya memang tidak terlalu jauh karena berada di pusat-pusat kota. Setelah ia memakirkan mobil di Basement apartemen , buru-buru ia keluar sambil membopong tubuh Chanyeol menuju pintu masuk yang berada di ruang bawah menuju lobi utama.

"Ada yang bisa saya bantu tu- Ah! Tuan Baekhyun kenapa anda ada disini?" Tanya Resepsionis wanita didepannya yang bername tag "Yoona" sambil sesekali melirik kearah pemuda bertubuh tinggi yang dibawa oleh anak atasannya itu.

"Ah aku ingin memesan kamar hotel. Kau lihat dia mabuk berat." Jawab Baekhyun sambil tersenyum canggung. Yoona yang tau jika pemuda tinggi itu adalah kekasih dari atasannya pun hanya bisa tersenyum maklum sambil memberikan kunci kamar hotelnya.

"Ini tuan kunci hotel nomor 1221."

"Terima kasih."

"Nne-tuan." Setelahnya Baekhyun melenggang pergi sambil membawa kunci beserta bayi besarnya.

"Kau lihat tuan muda dan kekasihnya memesan kamar hotel, apa kau berpikir apa yang aku pikirkan?" Tanya teman Yonna sambil menyikut tubuh sahabatnya itu.

"Yak Sooyoung-ah memangnya apa yang kau pikirkan hah?"

"Haishh tidak usah berpura-pura tidak tahu ,lihat!pipimu memerah."

"Ah andwae!"

EXO

Klik

Pintu coklat berdahan kayu jati dengan nomor 1221 itupun terbuka menampilkan ruangan megah khas apartemen di tengah perkotaan. Baekhyun masuk sambil membawa tubuh Chanyeol yang mungkin sudah sepenuhnya tertidur.

"Hishh aku tidak akan memaafkanmu jika kau bangun nanti Chan." Gerutu Baekhyun sambil membaringkan tubuh besar kekasihnya di ranjang. Saat hendak pergi , tiba-tiba tubuhnya ditarik dengan keras di atas tubuh kekasihnya. Mata Baekhyun membola melihat adegan intim keduanya.

"C-han le-pas aku-"

"Baek aku mencintaimu."

Lagi tanpa persiapan dan tanpa aba-aba tangan kekar Chanyeol mendorong kasar kepala Baekhyun untuk menyatukan bibir keduanya.

"Eunghh Channi-ah." Lenguh Baekhyun saat dirasa Channi menciumnya dengan sedikit kasar dan menuntut.

"Akhh! Chan sakit." Chanyeol emosi saat Baekhyun kembali menyebut nama kakaknya di saat dirinya sedang bersamanya hingga tanpa sadar ia menggigit bibir Baekhyun cukup keras hingga meninggalkan noda darah di bibir Baekhyun. Tidak puas sampai disitu entah sisi iblis Chanyeol yang mendominasi hingga tangannya tanpa sadar telah membuka semua pakaian Baekhyun hingga terpampang tubuh putih mulus Baekhyun di hadapannya.

Satu kesalahan besar dalam hidup Chanyeol dengan membiarkan sisi iblisnya bangkit dan mengalahkan logikanya hingga dengan lancang ia merenggut dan mengambil secara paksa hal yang selama ini selalu dijaga dengan baik oleh kakaknya ,Channi. Entahlah tapi Chanyeol benar-benar menyesal akan hal itu.

EXO

Hari ini hari minggu pagi, itu berarti hari ini ia mempunyai waktu untuk mengajak kekasih mungilnya keluar dan kencan seperti pasangan normal lainnya. Yah Channi benar-benar menunggu hari ini tiba dimana ia tidak perlu merepotkan adiknya untuk menggantikannya. Ngomong-ngomong tentang adiknya, sepertinya Chanyeol tengah menikmati hari liburnya bersama kedua sahabatnya-Sehun dan Jongin- dengan bermain-main ke klub. Aneh memang padahal Chanyeol paling anti jika pergi ke tempat seperti itu.

TING TONG

"Selamat pagi bibi, ehmm Baekhyun. Aku ingin mengajak Baekhyun keluar bibi." Sapa Channi sambil tersenyum sumringah setelah Nyonya Byun membukakan pintu untuknya.

"Ehmm Channi-ah sebenarnya Baekhyun sedang tidak enak badan. Kemarin pagi saat pulang dari kencan bersamamu ia hanya berdiam diri di kamar, aku kira kalian bertengkar." Balas Nyonya Byun yang seketika membuat senyuman Channi luntur saat mengetahui kondisi kekasihnya.

"Benarkah bi? Boleh aku melihatnya."

EXO

"Baek.." TOK TOK TOK

"Kau didalam?" Tanya Channi sambil membuka pintu kamar Baekhyun di depannya yang tidak terkunci. Terlihat tubuh mungil kekasihnya yang tengah duduk sambil bersandar di atas kasur dan melihat pemandangan di luar rumahnya-lewat jendela-.

"Baek aku-"

"Pergi!"

"Tapi-"

"Aku bilang pergi!"

"Hei sayang kenapa kau seperti ini hm?"

"Kenapa kau bilang hah?! Aku tidak akan memaafkanmu kau tahu. Kau mabuk. Dan aku tidak menyukai hal semacam itu. Pergilah!" Channi dibuat tersenyum saat ia berpikir jika Baekhyun salah paham tentangnya, ia yakin jika Chanyeol-lah yang mabuk dan kekasihnya itu mengira jika Chanyeol adalah dirinya.

"Baiklah-baiklah maafkan aku Baek. Aku tidak akan mengulanginya." Ucap Channi sambil memeluk erat tubuh kekasihnya yang tidak lagi melawan.

"Hiks.."

"Hei Kenapa kau menangis hm? Apa aku berbuat jahat padamu?" Tanya Channi lembut sambil menyeka lelehan air mata Baekhyun.

"Hiks.. Hm kau.. hiks memperlakukan aku seperti binatang."

"Apa maksutmu Baek? Bagaimana bisa kekasihku yang paling menggemaskan ini disamakan dengan binatang." Bingung Channi yang segera melepas pelukan keduanya. Entah kenapa ia merasa sedih melihat wajah penuh air mata di depannya.

"Kau.. hiks.. kau menyetubuhiku seakan tidak ada hari esok.. hiks aku sudah mencoba melawan tapi kau malah semakin kencang hiks… apa kau melupakannya eoh?" Bagai ditusuk ribuan pisau, jantung Channi bertalu dengan sangat keras ,ia merasa dibohongi dan dikhianati oleh adik kandungnya sendiri. Ia hanya menyuruh Chanyeol untuk menjaga Baekhyun, ia hanya menyuruh Chanyeol untuk menemani dan membuat Baekhyun tersenyum bukan merusak harta berharga yang selama ini ia jaga. Tidak Chanyeol, tidak mungkin kau..

"Husshh tenanghlah maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf tidak bisa menjagamu dengan baik." Menjaga Baekhyun dari bahaya yang ternyata berasal dari adiknya sendiri.

Dan Channi hanya mampu menahan semua emosi dan kemarahannya di depan Baekhyun. Ia harus berpura-pura menanggung semua kesalahan yang dibuat oleh Chanyeol. Tidak sekarang, tapi nanti ia pasti akan membunuh adiknya, ia pastikan.

"Lalu Chan apa kau tidak takut?"

Lalu sekelebat percakapannya dengan Jongin terlintas. Channi menyesal tidak mendengarkan sahabatnya itu. Benar-benar menyesal.

EXO

" Yeol ini kedua kalinya kau pergi ke klub. Ada masalah apa kali ini?" Tanya Sehun yang disetujui oleh Jongin disampingnya. Sehun tidak mengerti ketika Chanyeol menelfonnya dan menyuruhnya datang ke Bar bersama Jongin.

"Tidak ini ketiga kalinya aku kesini." Jawab Chanyeol enteng sambil menyeruput cairan alkoholnya. Dua kali ke klub dalam kurun waktu kurang dari seminggu dan menghadapi persoalan yang sama. Baekhyun. Chanyeol merasa dihantui dengan bayang-bayang Baekhyun yang menangis ketakutan saat ia menyetubuhinya dua hari lalu.

"Wah benarkah?! Ei sekarang kau sudah besar dan mulai mencoba meminum minuman seperti ini yah." Ucap Jongin gemas sambil mengusak rambut Chanyeol.

BUK. .

"Bajingan Kau!"

Elusan tangan Jongin tidak lagi terasa saat tiba-tiba Channi datang lalu dengan sekuat tenaga memukul Chanyeol tepat di bagian kiri perutnya hingga ia jatuh tersungkur di lantai. Belum sampai disitu ia kembali memukul Chanyeol bertubi-tubi walaupun adiknya itu sudah terlihat tergeletak kesakitan. Chanyeol bahkan sudah siap menerima kematiannya bila dengan ini ia bisa menebus kesalahannya kepada Baekhyun jika tidak dengan sigap Jongin langsung memegang tubuh Channi untuk menenangkannya dan Sehun yang membantunya untuk bangkit.

"CHAN! TENANGKAN DIRIMU. APA YANG SEBENARNYA TERJADI HAH?!" Teriak Sehun emosi melihat tingkah Channi yang sama sekali tidak mencerminkan seorang kakak kepada adiknya. Bukankah masalah dapat diselesaikan dengan baik-baik?

"SEHARUSNYA KAU BERTANYA KEPADA BAJINGAN DIBELAKANGMU!APA YANG IA LAKUKAN HINGGA MEMBUAT BAEKHYUN KESAKITAN!" Teriak Channi kalap sambil berusaha memukul Chanyeol jika Jongin tidak kembali menahannya.

"Apa ia sakit? Bagaimana keadaannya?" Tanya Chanyeol sambil menahan air matanya.

"Hei Chan kau seharusnya berterima kasih kepada Chanyeol karena selama ini ia yang menjaga Baek-"

"BERTERIMA KASIH KATAMU?! LALU HARUSKAH AKU BERTERIMA KASIH KEPADA SESEORANG YANG TELAH MENYETUBUHI KEKASIHKU EOH?! JELASKAN KEPADAKU SEHUNNA?!" air mata tidak bisa lagi Channi tahan saat perasaan sesak itu kembali muncul.

"Aku.. hiks.. telah menjaganya selama ini aku bahkan tidak berani menciumnya walaupun kita sepasang kekasih, tapi.. TAPI BAJINGAN DIDEPAN INI BAHKAN BERANI MENGAMBIL SESUATU YANG BERHARGA UNTUKKU."

.BUK.

Pegangan Jongin mengendor hingga Channi kembali melayangkan pukulan kepada Chanyeol.

"Mati kau!"

"Chan kumohon sadarlah dia adikmu!" Teriak Jongin kalap saat melihat Chanyeol hampir kehilangan kesadarannya.

"Aku tahu kesalahan Chanyeol sangat besar tapi biarkan ia hidup Chan!" Lanjut Jongin. Dan hal itu sukses membuat Channi menghentikan kegiatannya.

"Biarkan Chanyeol ikut denganku Chan, aku akan membawanya ke luar negeri dan kupastikan adikmu ini tidak akan pernah muncul lagi." Ucap Sehun berusaha mencari jalan terbaik untuk keduanya.

"Huh bawa dia jauh-jauh dan jangan sampai ia muncul dihadapanku walaupun hanya seujung rambutnya!" Ucap Channi dengan penuh penekanan lalu segera melenggang pergi meninggalkan Chanyeol yang kesakitan pada dua hal. Fisik dan hatinya. Ia sakit saat Kakaknya berniat untuk membuangnya.

EXO

Sehun memutuskan untuk membawa Chanyeol ke New York dan sementara waktu menunda satu tahun kegiatan kuliahnya, ia berjanji akan merawat Chanyeol hingga pulih-baik fisik atau pun hatinya-. Ia bukannya mempunyai niat untuk membuat Chanyeol berpisah dari keluarganya. Hanya saja keadaan yang memaksanya untuk melakukan hal seperti ini, membawa pergi Chanyeol beserta kenangannya.

5 tahun kemudian

" Sehun-ssi kau urus yang selanjutnya."

"Nne- Professor." Sehun menghembuskan nafasnya kasar sesaat setelah proses operasi berakhir. Saat ini Sehun sedang menjalani proses Internsip di rumah sakit Seoul Hospital. Sebelum bisa praktek secara mandiri, mereka yang baru lulus pendidikan kedokteran harus melalui tahap ini selama setahun. Dan hal inilah yang Sehun lakukan selama satu tahun belakangan ini.

Ping.. ping.. ping..

" Halo Kai? Ada apa menelp-"

"Sehunna! Channi kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit tempat magangmu-"

TAP.. TAP.. TAP..

Bagai kecepatan cahaya, Sehun berlari menembus lalu lintas orang, yang balik memakinya. Ia tidak perduli, tujuannya hanya satu. Sahabatnya.

"Hosh.. hoshh.." Deru nafas Sehun mengiringi pemandangan menyedihkan di depannya.

"Maafkan kami…."

"Kami sudah berusaha semampu kami, akan tetapi tuhan berkehendak lain."

" Waktu kematian pasien bernama Park Channi pukul 22:30"

"TIDAKKK!"

Tubuh Sehun membeku di tempat lalu dengan gerakan lemah ia berusaha mencari ponselnya dan menghubungi Chanyeol.

" Hello." Jawab Chanyeol dengan aksen inggrisnya di ujung sana.

" Hiks.. Chan- Channi , kakakmu ia kecelakaan dan nyawanya tidak tertolong yeol." Isakkan Sehun terdengar memenuhi pendengaran Chanyeol.

"B-benarkah?"

" Siapkan aku tiket ke sana. SEKARANG!" Bentak Chanyeol sebelum memutuskan sambungan telfonnya sepihak.

EXO

"Hikss.. Hikss Yeobo uri Channi akan kembali lagi kan? Dia hanya berbohong kan? Hiks.. CHANNIYA.. HIKS.."

"Sttsst.. Tenanglah Yeobo kau malah membuat Channi semakin sedih di atas sana. Percayalah semuanya akan baik-baik saja."

"Hiks.. tidak… Channi.."

Tangisan Ibunya membuat hati Chanyeol seakan dicengkram dengan kuat oleh tangan-tangan tak kasat mata. Chanyeol benar-benar merasa di permainkan oleh takdir. Ia sudah merelakan untuk pergi jauh dari kehidupan kakaknya agar Hyungnya itu bisa hidup dengan bahagia. Tapi lihat sekarang, ia bahkan harus dipertemukan kembali dengan kakaknya dalam kondisi seperti ini.

"Hiks… Hikss.." Tangisan Chanyeol pecah saat mengingat kembali kebersamaanya dengan kakak tercintanya itu. Di balik pohon besar itu, dari kejauhan Chanyeol hanya mampu menatap pemandangan di depannya dengan nanar.

"Mianhae Hyung…"

EXO

Sudah dua minggu Chanyeol kembali ke Negara asalnya- Korea- entah apa tapi ia tidak ingin kembali ke New York. Ia tahu jika Baekhyun dirawat di rumah sakit karena depresi yang dialaminya. Maka dari itulah Chanyeol meminta bantuan Sehun untuk menjaga Baekhyun Meski dari jauh, tapi ia ingin memastikan jika Baekhyun aman. Terlebih setelah kepergian kakaknya.

PING..PING.. PING

" Ada apa hun?"

"Chanyeol-ah bisakah kau mengawasi Baekhyun? Aku baru saja dari kamar rawatnya dan memberikan bunga aster layu pemberian terakhir kakakmu kepadanya. Aku hanya takut jika ia kembali depresi dan melakukan hal hal diluar akal. Maafkan aku jadwalku sedang sibuk, sehingga sulit untuk meninggalkannya."

"Hm tidak apa-apa hun, terima kasih sudah menjaganya selama ini. Aku akan mengawasinya."

"Baiklah kututup teleponnya."

PIP

Dan disinilah Chanyeol berdiri di perpotongan belokkan lorong rumah sakit sambil memperhatikan pintu kamar rawat Baekhyun. Chanyeol hanya terlalu takut untuk melihat Baekhyun dari dekat.

SRETTT…

Saat tengah bergelut dengan pemikirannya, tiba-tiba pintu yang menjadi objek perhatiannya sedari tadi terbuka menampilkan sosok lelaki mungil yang begitu ia rindukan. Nyatanya lima tahun berpisah, tidak pernah benar-benar bisa menghapus rasa cinta Chanyeol kepada Baekhyun.

Chanyeol mengikuti langkah tertatih Baekhyun dengan kernyitan di dahinya. Balkon. Untuk apa Baekhyun berjalan ke arah balkon rumah sakit? Tanya Chanyeol was-was dalam hati.

Chanyeol melihat Baekhyun yang tengah menangis sambil menatap bunga aster layu ditangannya dari arah pintu balkon. Hati Chanyeol serasa bertalu dengan keras saat Baekhyun semakin memajukan posisinya kearah tepi atap balkon lalu dengan gerakan cepat ia membanting pintu balkon hingga tercipta debuman yang sangat keras.

BRAAKKK….

Grabb

Chanyeol memeluk tubuh Baekhyun dengan sangat erat dari belakang, berusaha menahan pergerakan meronta Baekhyun.

" Haah tidak… Tidak lepaskan aku bodoh…"

"SEHUNNA LEPASKAN KUMO.."

"Kau gila!"

"k-kkau.."

"Ch-chann… "

Chanyeol tidak perduli, karena sejauh apapun ia pergi , ia pasti akan kembali kepada Baekhyun. Bahkan sebentar lagi jika penyamarannya terbongkar ia akan mengakui dan mencoba menjadi orang lain di depan Baekhyun.

#FLASHBACKBAGIAN.B/OFF

Tobecontinue

Maafkan flashbacknya kebanyakan yak wkwkwk

Aku orangnya suka ngegas kalo menceritakan masa lalu(?)

Chap depan udh kembali ke jaman sekarang kok( Channi nya kgk ada)

Chanyeolnya udh aku munculin yak tapi maaf ternistakan dianya

Review juseyo, biar tambah semangat aku nya. hehehe

Next or not?

Thanks for watching:*