Perjalanan mereka menuju taman bermain cukup memakan waktu yang lama. Kiranya pukul 10 mereka berangkat, dan baru pukul 11 mereka tiba di taman bermain indoor terbesar di Korea Selatan itu.

Joonmyeon tersenyum bahagia melihat Yixing yang begitu tertarik dengan taman bermain ini. Yixing begitu bahagia, wajahnya pun tampak lebih bersinar dari biasanya karena rona kebahagiaan yang tak terbendung itu.

"Kau senang?" tanya Joonmyeon.

"Iya!" jawab Yixing bersemangat.

Joonmyeon mengelus kepala Yixing sebentar sebelum ia mengajak Yixing untuk mengantre tiket di loket yang tak jauh dari mereka. Namun belum sempat mereka menyentuh bibir loket, seorang perempuan berlari menghampiri mereka. Eum tepatnya berlari menghampiri Joonmyeon.

"Myeonie oppa!" seru perempuan itu sambil menghambur ke pelukan Joonmyeon.

Joonmyeon membola horor, Yixing menatap perempuan itu dengan sinis, sedangkan perempuan itu bersikap sebodo amat.

"Myeon, dia siapa?" tanya Yixing.

"Dia.."

.

.

.

Mr. Straight?

Cast : Kim Joon Myeon

Zhang Yi Xing

Genre : Romance, Drama

Rated : T

Disclaimer : Zhang Yi Xing and Kim Joon Myeon belong to themselves. But this fict is belong to me.

Warning : This fiction is contain with Boys Love/Slash/ Shounen – ai, so if you hate these thing better you press the 'back' button on your web browser. Thank you.

Enjoy the story~

.

.

.

::Chapter 5::

.

.

.

Belum sempat Joonmyeon menjawab pertanyaan Yixing, bibirnya sudah dikecup duluan oleh yeoja yang bergelayut manja padanya itu.

Joonmyeon membatu, Yixing menganga lebar dan sebuah tong sampah berhasil rusak karena tonjokan seseorang.

"Aku rindu padamu," ucap yeoja itu dengan nada mendayu mengabaikan Yixing yang sedang mengambil ancang – ancang untuk menonjok orang.

"BRENGSEK! YA YEOJA SIALAN! AKU SAJA BELUM PERNAH MENGECUP MYEONIE TAPI KAU MALAH SUDAH MELAKUKANNYA!" seru Yixing penuh amarah dan tong sampah disampingnya kembali menjadi korban tonjokannya.

"Ya! Kim Joonmyeon idiot! Kenapa kau diam saja hah? Apa bibir yeoja itu lebih nikmat dari bibirku hah?" seru Yixing lagi, membuat mereka menjadi tontonan seru untuk sesaat. "Dasar sialan! Padahal kau kemarin melumat ku begitu hebat dan sekarang kau malah menikmati dikecup oleh orang lain? Dasar pendek sialan! Mati saja kau! Kita putus!"

Yixing melangkah pergi, Joonmyeon menganga lebar, dan yeoja yang bergelayut manja itu langsung kicep.

"Anu Myeonie.. dia pacarmu ya?" tanya perempuan itu, yang dihadiahi anggukkan patah – patah oleh Joonmyeon.

Mata perempuan itu membola. Astaga. "Cepat kejar dia idiot!"

"Aish yang idiot siapa sih hah? Gara – gara kau Xing – xingie jadi salah paham! Makanya cepat cari pacar supaya kau bisa menyalurkan fetish aneh mu yang suka ngecup – ngecup bibir orang itu. Dan hell yeah Luhan berhenti mengenakan pakaian wanita. Kau masih berbatang kan?" ucap Joonmyeon sebelum meninggalkan Luhan yang termangu ditempat ia berdiri.

.

.

Joonmyeon berlari dengan panik. Ia sudah berkeliling daerah itu lebih dari dua kali, tetapi ia tetap tidak menemukan unicorn jejadiannya itu. "Yixing sayang kamu dimana?" gumamnya dengan nada frustasi.

Jujur ia lelah. Ia kira hari ini akan berjalan dengan sempurnya. Ia kira kencannya akan berakhir dengan adegan romantis seperti ciuman yang memabukan di dalam biang lala atau bahkan melakukan 'ahem – ahem' dirumahnya yang bak istana itu. Tapi angan – angan tinggalah angan – angan. :(

Ia mendudukan dirinya disebuah bangku, tepat disebelah pemuda yang sedang menelungkupkan kepalanya diantara kakinya dengan bahu yang bergetar.

Joonmyeon tersenyum getir. Kondisi pemuda itu mengingatkannya pada Yixing, lelaki yang ia cintai itu. Pemuda itu sama – sama mengenakan kemeja mahal keluaran brand Louis Vuitton yang khusus ia pesan untuk Yixing tercinta, lalu pemuda itu juga mengenakan sepatu Nike keluaran terbaru yang hanya ada tujuh pasang didunia ini yang lagi – lagi ia pesan khusus hanya untuk Yixingnya seorang.

Ah..

Atau jangan – jangan itu memang Yixing tercintanya?

Lagian mana ada orang yang mampu membeli dua brand yang harganya naujubilah kalau bukan dirinya seorang?

Najong ya Joonmyeon. Dasar sok kaya. Eh? Emang kaya beneran sih. Ahahaha. Apasih. Garing.

"Yixing?" panggil Joonmyeon dengan suara yang aduhai seksinya itu. Perlahan pemuda yang sedari tadi menelungkupkan kepalanya diantar kakinya itu menoleh kesamping, kesumber suara yang memanggil namanya.

Astaga my bebih. Itu Yixing! Joonmyeon pun tersenyum dengan idiotnya sekarang. Ia mengucap syukur dan berterimakasih pada Tuhan karena telah mempertemukan dirinya dengan sang pujaan hati.

"Joonmyeon?" Yixing membola lucu. Ada setitik rasa bahagia muncul dihatinya. Ciyusly cuma dikit loh. Soalnya tiba – tiba dia nginget kejadian cipok – mencipok tadi sih.

"Ngapain kamu kesini? Mendingan kamu jalan aja sana sama perempuan yang ngecium kamu tadi!" marah Yixing dengan ekspresi lucu. Gimana gak lucu? Bayangin coba, Yixing marah dengan mata berkaca – kaca dan bengkak, hidung merah karena kebanyakan ngeluarin ingus, dan astaga bibirnya ituloh yang ia cebikkan dengan unyunya. Minta dikarungin terus dibawa pulang kan ya?

Joonmyeon tersenyum miring, ide jahil pun muncul dikepalanya. "Oh? Jadi kamu mau aku pacaran sama perempuan yang tadi?"

Yixing melotot horor. "Andwae!" jerit Yixing lalu dengan sigap memeluk Joonmyeon. "Kamu punyaku seorang!"

"Loh bukannya kamu bilang kita putus ya tadi?" tanya Joonmyeon dengan nada jahil.

"Jadi kamu mau kita beneran putus?" Yixing mengadahkan kepalanya menatap Joonmyeon dengan mata berkaca – kaca, siap untuk meneteskan butiran – butiran air mata lagi.

Uh. Oh. Berhenti menjahili pacarmu Joonmyeon.

Joonmyeon tertawa ganteng. "Aku bercanda," lalu ia mendekap Yixing dengan erat. "Aku, kamu, selamanya bersama," ucapnya sebelum mengecup bibir Yixing.

Yixing merona merah. "Cih, dasar tukang cari kesempatan!" gumamnya dengan nada pelan, tapi Joonmyeon masih dapat mendengarnya.

"Biar begitu kau suka kan?"

Yixing tidak menjawab, hanya mengalihkan wajah merah tomatnya kearah lain.

.

"Jadi? Bisa jelaskan siapa perempuan yang tadi?" tanya Yixing sambil memotong steak seharga 50.000 won yang ada dihadapannya itu.

Well, karena acara mari-bermain-di-taman-bermain mereka gagal, mereka memutuskan untuk melanjutkan kencan mereka dengan makan siang romantis-namun-mahal-khas-Joonmyeon di sebuah restoran harga selangit yang ada di sekitar taman bermain itu.

"Dia sepupuku," jawab Joonmyeon singkat, jelas dan padat.

Yixing membola, "Oh jangan bercanda! Mana ada sepupu yang saling mengecup seperti itu?"

Belum sempat Joonmyeon menjawab sebuah panggilan memekakan telinga telah menyapa Joonmyeon.

"Myeonie oppa!" seru Luhan dengan nada mendayu. Membuat beberapa pengunjung menatap tajam padanya.

Joonmyeon memutar kedua buah bola matanya dengan malas, sedangakan Yixing mengeratkan genggamannya pada pisau, siap melempar orang ia anggap perempuan itu kapan saja.

Luhan melangkahkan kakinya dengan semangat kearah meja yang ditempati oleh Joonmyeon dan Yixing. Ia bermaksud meminta maaf atas kejadian yang membuat Yixing salah paham tadi. Tapi naas, fetish anehnya kembali muncul saat ia melihat bibir sexy Joonmyeon yang berkilat.

Baru saja Luhan mau menyosor, tetapi sebuah suara membuat nyalinya menciut seketika.

"Berani kau mengecup bibir Myeonie-ku lagi, kupastikan bibirmu akan kupotong saat ini juga," ancam Yixing sambil mengangkat pisau yang sedari tadi ia genggam.

Astaga. Sejak kapan Yixing jadi yandere seperti itu?

Luhan pun kembali kepermukaan. Fetishnya mendadak hilang. Anyways, kalian ada yang penasaran sama reaksi Joonmyeon? Kalau iya, reaksi Joonmyeon itu lucu. Antara kaget dan nahan ketawa. Kaget karena Yixingnya bisa jadi yandere seperti itu, dan nahan ketawa ketika ngelihat ekspresi Luhan yang seperti nahan poop. .ha.

"Euum,"

"Sebelum anda berbicara, bukankah lebih baik anda duduk terlebih dahulu?" usul Yixing dengan sebuah senyuman mengerikan dibibirnya.

Dan ciyusly Luhan mau nangis saat itu juga karena takut sama Yixing. Cantik – cantik tapi serem banget bang. Dengan cekatan ia menggeret sebuah kursi yang letaknya tak jauh dari meja Yixing dan Joonmyeon. Sebodo amat deh kalau ada waiters yang ngomel karena ia dengan seenaknya mindah – mindah kursi seperti itu, yang penting nyawanya aman saat ini. Hihihi.

"Jadi?" Yixing bersuara, memberikan aba – aba pada Luhan agar ia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

"Eum, aku ini Luhan, Xi Luhan tepatnya," Luhan memperkenalkan namanya yang dibalas senyuman oleh Yixing. Oh ini bukan senyuman mengerikan kok. Ini senyuman tulus. Serius. "Well, Aku Zhang Yixing,"

"Begini Yixing –sshi, aku ini sepupu jauh Joonmyeon, dan anu.." Luhan sengaja menjeda perkataannya membuat Yixing mengernyit bingung sedangkan Joonmyeon menahan dirinya agar tidak menyerang kekasihnya yang kelewat menggemaskan itu.

"Ya? Dan apa?" tanya Yixing penasaran.

"Aku itu laki – laki," jawab Luhan dengan lugas dan Yixing menatap horor.

"Demi apa? Kau bahkan cantik sekali dalam balutan baju perempuan itu! Jangan berbohong Luhan –ah!" seru Yixing dengan nada pelan.

"Dia mengatakan yang sesungguhnya," kali ini Joonmyeon yang bersuara yang dibalas anggukkan oleh Luhan.

Luhan menggaruk pipinya gatal lalu ide jahil melintas dengan mulusnya diotaknya yang jenius tapi sengklek miliknya itu. "Apa kau mau melihat punya ku untuk pembuktian?"

Joonmyeon menatap tajam Luhan. "Akan kupotong milikmu jika kau berani melakukan hal itu sepupuku tersayang," ucap Joonmyeon dengan penekanan disetiap katanya.

Yixing memijat dahinya, pusing tiba – tiba meghampiri dirinya. "Apa kau baik – baik saja sayang?" tanya Joonmyeon perhatian.

"Hm, aku baik – baik saja," jawab Yixing. "Hanya saja aku hanya masih bingung, kalian kan bersaudara, kenapa kalian saling kecup seperti tadi?"

Luhan terkekeh pelan mendengar pertanyaan Yixing. "Maaf ya Yixing, fetish ku yang satu itu memang sangat nista dan paling tidak bisa aku hindarkan. Masih mending tadi aku hanya mengecup Joonmyeon, kalau dia bukan sepupuku mungkin sudah kulumat tadi,"

Tuhan. Biarkan Yixing pingsan sekarang.

.

.

.

Hari senin adalah hari yang paling buruk bagi semua orang. Karena hari senin adalah hari permulaan dimana penyiksaan datang. Tugas bertumpuk, kemacetan yang astaga sekali, omelan atasan dan lain sebagainya. Tapi tidak dengan si tampan Joonmyeon. Hari ini adalah hari yang begitu indah baginya, karena hari ini ia bisa melihat wajah cantik kekasihnya yang tertidur didekapannya.

Eh jangan nyeleweng kemana – mana dulu pikirannya. =_= Mereka gak ngapa – ngapain kok. Lagian saya juga belum mau naikin fict ini jadi rate M. Jadi ya gitu mereka hanya bobo unyu bareng aja.

Tangan jahil Joonmyeon menyusuri wajah sempurna milik Yixing. Joonmyeon tersenyum, betapa ia mengagumi kecantikan alami yang terpancar dari kekasih cantiknya itu. Joonmyeon heran, apakah Tuhan dulu salah meletakkan roh Yixing atau tidak? Yixing itu tidak seperti lelaki kebanyakan. Ia lembut, ia sangat keibu – ibuan sekali, semua sifat wanita ada padanya, dan terlebih ia begitu cantik.

"Aku mencintai mu, sungguh," ucap Joonmyeon sambil mengecup kening Yixing dengan lembut.

Joonmyeon sadar, sangat sadar malah. Ia telah terjerat begitu dalam pada Yixing. Yixing itu nafasnya, Yixing itu darahnya. Yixing itu nyawanya. Jika suatu saat nanti Yixing hilang, mungkin ia akan hilang juga. Toh untuk apa ia hidup jika 'hidup'nya telah menghilang?

"Eung?" Yixing melengguh pelan, tidurnya terganggu akibat benda kenyal yang tadi mengecup keningnya.

"Morning Princess," sapa Joonmyeon dengan suara beratnya.

"Morning Prince," balas Yixing dengan senyuman manisnya. Uh asal kau tahu hanya Joonmyeon yang boleh memanggilnya dengan sebutan Princess. Jadi jika ada orang selain Joonmyeon yang memanggilnya dengan 'Princess' siap – siap saja menerima tonjokannya. Ingat biarpun uke dia tetap laki – laki oke? Pasti bisa nonjok juga :D

Yixing bangun dari tempat tidur berukuran besar itu, tetapi sebelum dirinya benar – benar terbangun, sebuah tangan telah terlebih dahulu mencekal tangannya.

"Mau kemana? Mana morning kiss ku?" sebuah pertanyaan retoris mencuat dari bibir Joonmyeon.

"Eh?"

"Aku mau setiap kita bangun tidur kau memberikan kecupan selamat pagi untukku!" titah Joonmyeon dengan nada mutlak, membuat Yixing memutar kedua bola matanya dengan jengah.

"Dasar tuan muda, tukang modus!" seru Yixing malu - malu.

Dengan malu – malu Yixing mendekatkan wajahnya kearah Joonmyeon.

Sepuluh sentimeter...

Tujuh sentimeter...

Lima sentimeter...

Tiga sentimeter..

Jarak diantara wajah mereka semakin terkikis, saking dekatnya mereka bisa merasakan deru napas masing – masing yang menderu saling menerpa wajah lawannya. Yixing tersenyum kecil sebelum ia benar – benar mengeliminasi jarak mereka. Namun..

'Tok.. tok..'

Sial. Yixing langsung menarik wajahnya saat seseorang mengetuk pintu kamar Joonmyeon. Wajahnya merah, semerah tomat matang saat ini. Sedangkan Joonmyeon? Ia sedang mengumpat dalam hati, mengumpati siapa saja yang baru saja menggagalkan ciuman selamat pagi dari Yixing sayang-nya.

Dengan langkah kasar ia melangkah kearah pintu, lalu membuka pintu itu dengan kasar.

"Apa?" tanya Joonmyeon dengan wajah yang yang menyeramkan membuat maid yang tadi mengetuk pintu kamarnya berjengit takut.

"A..anu.. maafkan saya karena telah mengganggu anda, tapi anda telah ditunggu oleh Tuan Besar di ruang makan untuk sarapan bersama," jawab pelayan perempuan itu sambil menundukkan kepalanya takut akibat tatap penuh intimidasi yang Joonmyeon layangkan padanya.

"Apa?" Joonmyeon membatu. "Ayah sudah pulang?" tanyanya dengan nada kalut.

"Tadi pagi tuan. Tuan Besar baru tiba dirumah tadi pagi," jawab pelayan itu lagi.

Setelah mendengar jawaban dari pelayan perempuan itu, Joonmyeon membanting pintu kamarnya dengan keras. Membuat pelayan perempuan itu membatu, oh ia harap hari ini bukanlah hari terakhirnya bekerja di rumah mewah milik keluarga Kim itu.

Yixing yang kaget mendengar pintu yang terbanting dengan keras langsung menghampiri Joonmyeon yang sedang duduk di sebuah sofa mewah yang ada disitu dengan wajah kerasnya.

"Ada apa Myeonie?" tanya Yixing.

"Ayah pulang," jawab Joonmyeon dengan nada datar.

Dan entah kenapa Yixing berani bersumpah bahwa ia merasakan sesuatu akan terjadi didalam hubungan mereka berdua.

.

.

.

.

*TBC*


Pojokan Author :

Hayo siapa yang masih nungguin fict ini? :3

Saya nepatin janji dengan mengupdate fict tepat di pertengahan bulan Mei~

Terimakasih untuk orang – orang yang telah sabar menunggu fict ini~ terimaksih juga untuk orang yang telah mengingatkan saya untuk update fict ini~

MAKASIH BUAT YANG UDAH NGEREVIEW, NGEFOLLOW, NGEFAVE FICT SAYA! SAYA CINTA KALIAN! /ciumin satu satu/

Anyways, bolehkah saya meminta yang follow, ngefave atau bahkan siders setia fict saya ini untuk memberikan saya sebuah review? Ah, bukan masud saya gila review atau apa. tetapi dengan anda meriview, memberikan saya masukan, komentar atau bahkan kritikan, saya jadi bisa kembali mengukur seberapa jauh kemampuan saya dalam menulis, seberapa jauh kalian semua menginginkan fict ini. Tolong kerjasamanya oke? :D

Oh oh saya juga ingin mengucapkan terimakasih pada orang yang telah mendoakan UN saya~ I love you so much guys~

And btw saya harus mengikuti sbmptn jadi boleh kah saya meminta doa kalian kembali? /winks/

Ngomong - ngomong saya kemarin menemukan fict double b loh! Dan asfghkl itu fict unyu tekali. Saya review fict itu tapi tanpa login karena saya gak sempet login~ wkwkwk

Dan gimana pendapat kalian tentang chap ini? dan well chap depan mulai masuk konflik ya~ :3

Sekian dari saya~

So guys mind you to give me some reviews? Thank you~