"Dasar tuan muda, tukang modus!" seru Yixing malu - malu.

Dengan malu – malu Yixing mendekatkan wajahnya kearah Joonmyeon.

Sepuluh sentimeter...

Tujuh sentimeter...

Lima sentimeter...

Tiga sentimeter..

Jarak diantara wajah mereka semakin terkikis, saking dekatnya mereka bisa merasakan deru napas masing – masing yang menderu saling menerpa wajah lawannya. Yixing tersenyum kecil sebelum ia benar – benar mengeliminasi jarak mereka. Namun..

'Tok.. tok..'

Sial. Yixing langsung menarik wajahnya saat seseorang mengetuk pintu kamar Joonmyeon. Wajahnya merah, semerah tomat matang saat ini. Sedangkan Joonmyeon? Ia sedang mengumpat dalam hati, mengumpati siapa saja yang baru saja menggagalkan ciuman selamat pagi dari Yixing sayang-nya.

Dengan langkah kasar ia melangkah kearah pintu, lalu membuka pintu itu dengan kasar.

"Apa?" tanya Joonmyeon dengan wajah yang yang menyeramkan membuatmaidyang tadi mengetuk pintu kamarnya berjengit takut.

"A..anu.. maafkan saya karena telah mengganggu anda, tapi anda telah ditunggu oleh Tuan Besar di ruang makan untuk sarapan bersama," jawab pelayan perempuan itu sambil menundukkan kepalanya takut akibat tatap penuh intimidasi yang Joonmyeon layangkan padanya.

"Apa?" Joonmyeon membatu. "Ayah sudah pulang?" tanyanya dengan nada kalut.

"Tadi pagi tuan. Tuan Besar baru tiba dirumah tadi pagi," jawab pelayan itu lagi.

Setelah mendengar jawaban dari pelayan perempuan itu, Joonmyeon membanting pintu kamarnya dengan keras. Membuat pelayan perempuan itu membatu, oh ia harap hari ini bukanlah hari terakhirnya bekerja di rumah mewah milik keluarga Kim itu.

Yixing yang kaget mendengar pintu yang terbanting dengan keras langsung menghampiri Joonmyeon yang sedang duduk di sebuah sofa mewah yang ada disitu dengan wajah kerasnya.

"Ada apa Myeonie?" tanya Yixing.

"Ayah pulang," jawab Joonmyeon dengan nada datar.

Dan entah kenapa Yixing berani bersumpah bahwa ia merasakan sesuatu akan terjadi didalam hubungan mereka berdua.


.

.

.

Mr. Straight?

Cast : Kim Joon Myeon

Zhang Yi Xing

Genre : Romance, Drama

Rated : M

Disclaimer : Zhang Yi Xing and Kim Joon Myeon belong to themselves. But this fict is belong to me.

Warning : This fiction is contain with Boys Love/Slash/ Shounen – ai, so if you hate these thing better you press the 'back' button on your web browser. Thank you.

Enjoy the story~

.

.

.

::Chapter 6::

.

.

.


"Selamat pagi anakku tersayang," sapa seorang pria paruh baya yang bernama lengkap Kim Young Min itu pada Joonmyeon, anaknya.

"Selamat pagi ayah," balas Joonmyeon dengan nada datarnya.

Kim Young Min menatap Joonmyeon dari atas hingga bawah lalu menatap Yixing yang tepat berdiri disebelahnya itu dengan tatapan licik miliknya. "Siapa dia Joonmyeon? Mengapa kau tidak mengenalkan wanita secantik ini kepada ayah?"

Joonmyeon menatap ayahnya dengan datar. Apakah ia perlu menjawab pertanyaan murahan ayahnya itu? Bukankah sudah pasti ayahnya itu akan mengetahui siapa orang – orang yang dekat dengan anaknya itu?

"Dia Zhang Yixing, sekretaris pribadi ku dan dia laki - laki," ucap Joonmyeon datar. "Jadi bisa kita mulai makan paginya ayah? Aku ada urusan dengan Yixing sehabis ini,"

Young Min tersenyum miring mendengar penuturan Joonmyeon, lalu mempersilahkan Joonmyeon dan Yixing untuk duduk saling berhadap – hadapan. Yixing mengangguk sambil tersenyum sebelum melangkah ke kursi yang dimaksud oleh Young Min. Tetapi, baru selangkah ia melangkah tangannya langsung dicekal oleh Joonmyeon.

"Tidak! Yixing duduk disebelahku!" ucap Joonmyeon dengan penuh penekanan yang dibalas tatapan sinis oleh Young Min.

Makan pagi itu berlangsung sangat hening dan memiliki kesan yang sangat mencekam, baik anak maupun ayah dari keluarga Kim itu sama sekali tidak ada yang mau membuka mulut. Dan Yixing bersumpah karena suasana yang begitu hening ia dapat mendengar suara bibi Jung yang menanyi di dapur.

Beberaoa saat kemudian Joonmyeon berdiri dari kursinya lalu menarik tangan Yixing dengan lembut. "Ayah, kami sudah selesai. Kami permisi," ucapnya sambil melangkah pergi dari ruang makan itu. Sedangkan Young Min hanya memandang kepergian kedua lelaki itu dengan pandangan jijik yang terpancar dari sorot matanya.

"Dasar Gay, hina sekali. Tidak si sulung tidak si bungsu sama – sama Gay!" serunya dengan nada geram. "Kalian tidak boleh bersama. Tidak boleh!" seru Young Min sambil membanting gelas minumnya hingga hancur menjadi serpihan – serpihan kecil di lantai marmer mahalnya. "Brengsek! Cukup dia saja yang Gay jangan anak kesayanganku juga sialan!"

Ia pun mengambil telepon genggam yang ada di kantungnya, lalu menelpon seseorang disebrang sana. "Kau! Aku printahkan kau untuk mengawasi pemuda bernama Zhang Yixing itu. Aku tidak mau anak kesayanganku berubah menjadi manusia hina seperti kakaknya!"

"Serahkan pada saya tuan, saya akan membuat anda puas dengan kinerja saya…" balas pemuda disebrang sana yang membuat Young Min menyeringai lebar. "...seperti biasanya,"

.

.

.

"Myeoni! Kita harus bicara," ucap Yixing pelan sambil menatap pemandangan di luar lewat jendela mobil sport Joonmyeon.

"Mmm?" balas Joonmyeon dengan tetap fokus dengan jalanan didepannya. "Ada apa?"

"Kenapa kau bersikap begitu kurang ajar pada ayahmu sendiri?" Tanya Yixing sambil menatap wajah Joonmyeon.

Joonmyeon terdiam, lalu memilih untuk menepikan mobilnya ke pinggir jalan raya yang sepi itu, membuat Yixing bertanya – tanya dalam hati.

"Ini cerita yang sangat panjang Xing – Xingie. Apa kau mau mendengarnya?" tanya Joonmyeon sambil balas menatap Yixing.

Yixing tersenyum lalu mengelus wajah Joonmyeon pelan, "Tentu, aku akan mendengar segala cerita tentang mu Myeonie,"

Joonmyeon mendesah berat, kilasan kelam masa lalunya seakan menerpa otaknya dengan cepat. Membuat ia meringis pelan.

"Kau tidak apa – apa?" tanya Yixing pelan pada Joonmyeon.

"Tidak, aku baik – baik saja," jawabnya.

"Aku dan ayahku sebenarnya hubungan kami dulunya tidaklah begitu. Tapi dia perlahan berubah sejak Hyung-ku mengaku bahwa ia adalah seorang Gay. Ia menjadi kasar dan menyakiti aku, hyung-ku dan bahkan ia tega menyakiti ibu-ku," Joonmyeon menggigit bibirnya sendiri dengan kencang seakan mencoba menahan tangis yang selama ini ia tahan seorang diri.

Yixing yang melihat itu langsung mengusap bibir Joonmyeon dengan ibu jari miliknya. "Jangan lukai dirimu, sayang," Yang dibalas dengan tatapan kosong oleh Joonmyeon, dan itu sungguh membuat Yixing merasakan sakit didadanya.

"Kau tahu? Karena tidak kuat disiksa oleh ayah, ibu- ku Kim Tae Hee memutuskan untuk bunuh diri dengan menegak racun serangga! Dan setelahnya kakak ku! Pergi meninggalkan rumah begitu saja!" seru Joonmyeon. Kali ini ia benar – benar menangis, dan ya ia menangis dipelukan seseorang yang sangat ia cintai.

"Menangislah Myeonie, menangislah, kau pantas menangis dengan segala hal yang telah kau alami. Aku tidak akan menganggap mu cengeng, sayang," ucap Yixing sambil mengelus punggung Joonmyeon pelan sampai Joonmyeon benar – benar berhenti menangis.

Beberapa saat kemudian Joonmyeon keliahatan mulai tenang, dan hal itu membuat Yixing senang bukan main. "Sudah tenang?" tanya Yixing yang dibalas anggukan oleh Joonmyeon.

Joonmyeon mengangkat kepalanya lalu menatap Yixing dengan muka idiotnya. "Ah bajumu basah!" ucap Joonmyeon pelan. "Lebih baik kau melepas bajumu, aku takut kau sakit," tambahnya dengan cengiran mesum dibibirnya.

"Ya Kim Joonmyeon idiot! Jangan mesum!" seru Yixing marah yang dibalas gelak tawa dari seorang Kim Joonmyeon.

"Oke oke maafkan aku Yixing maafkan aku," ucapnya disela tawanya. Kemudian ia pun menatap wajah Yixing dalam diam membuat Yixing salah tingkah dibuatnya.

"Apa sih? Kenapa kau menatapku seperti itu?!" tanya Yixing dengan muka cemberutnya.

"Terimakasih.." ucap Joonmyeon sambil menyunggingkan seulas senyum di bibirnya. "Kau benar – benar malaikatku Xing, kau segalanya bagiku. Tetaplah disampingku oke? Aku cinta padamu. Hanya padamu!"

Dan Yixing pun merona hebat mendengarnya. Sial kata – kata Joonmyeon bagaikan nyanyian merdu di telinganya.

"Joonmyeon bodoh! Aku juga cinta padamu! Dan astaga ayolah berhenti membuatku malu seperti ini!" ucapnya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Joonmyeon kembali tergelak dengan tingkah laku kekasihnya yang unyu itu. Dengan gerakan perlahan ia pun menyingkirkan tangan Yixing dari wajahnya. Kemudian ia mengelus wajah cantik itu dengan jemari – jemari tangannya. "Kau cantik Xing.." ucap Joonmyeon pelan.

Perlahan namun pasti wajah Joonmyeon mulai mendekat ke wajah Yixing, jarak yang tadinya membentang lebar mulai terkikis dengan pergerakan yang dilakukan oleh Joonmyeon. Deru napas saling bersaut – sautan menerpa wajah pasangannya ketika jarak diantara wajah mereka kian menipis, dan sebelum jarak diantara mereka benar – benar habis Joonmyeon berucap, "Aku mencintaimu dan bersumpah akan selalu menjagamu hingga nafasku berhenti,"

Setelahnya bibir mereka benar – benar bertemu, tak ada lumatan hanya saling menempel. Didalam ciuman itu mereka menyalurkan perasaan yang mereka rasakan terhadap masing – masing dari mereka. Jutaan kupu – kupu seakan berterbangan dari perut mereka dan jutaan kembang api seakan dinyalakan disekitar mereka, membuat jantung mereka berdegub begitu cepat.

'Cekrek'

Biarpun Yixing terhanyut dalam ciuman yang Joonmyeon bawakan tapi dia bersumpah ia sadar bahwa ia sempat melihat kilatan cahaya seperti cahaya kamera. Dan karena panik ia pun mendorong bahu Joonmyeon –membuat Joonmyeon memaki kembali di dalam hatinya, memaki siapapun atau apapun yang membuat kekasihnya itu memutuskan untuk menghentikan kegiatan mengasikan mereka-.

"Ada apa?" tanya Joonmyeon dengan lembut kepada Yixing.

"Aku bersumpah melihat kilatan cahaya dari arah sana Myeonie!" seru Yixing sambil menunjuk kearah pepohonan yang letaknya tepat di sebrang mobil mereka.

"Benarkah?" tanya Joonmyeon memastikan. Entahlah, bukannya paranoid atau apa hell yeah ia bukan tipikal penakut macam itu. Tapi ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi dan itu membuatnya sedikit was – was.

Dan benar saja dugaannya di balik meja kejayaannya seorang pria setengah baya sedang menatap geram pada hasil jepretan yang baru saja diberikan oleh orang suruhannya.

"Cih dasar memuakkan! Brengsek kau pelacur! Gara – gara kau anak kesayanganku menjadi hina seperti kakaknya! Sialan!" seru lelaki setengah baya itu. "Kau! Singkirkan pemuda ini secepatnya! Aku tidak mau anak kesayanganku makin terjerumus oleh pelacur ini!" seru Kim Young Min sambil merobek foto Joonmyeon dan Yixing yang sedang berciuman beberapa saat yang lalu.

"Dengan cara apa saya harus menyingkirkan pemuda manis ini tuan?" tanya pemuda suruhannya itu. "Apakah saya harus menggunakan cara yang sama seperti saya menyingkirkan pemuda manis milik anak pertama anda tuan?"

Young Min tersenyum sadis, "Ya cara yang sama,"

"Dengan senang hati tuan," jawab orang suruhannya itu dengan seringai kejam dibibirnya.

Young Min menatap pemuda suruhannya itu dengan kilat bengis miliknya. "Oh bagaimana kabar pemuda itu ngomong – ngomong?"

"Well keadaan pemuda manis itu sangat baik. Dia terkurung di gudang bawah tanah disuatu tempat milik saya," jawab pemuda itu dengan senyuman manis miliknya.

"Bagus. Jangan biarkan ia kabur. Paham? Dan lakukan hal yang sama pada pemuda jalang yang membuat putera kesayanganku menjadi hina itu! Buat mereka sadar dengan dosa menjijikan mereka!" serunya dengan tawa kejam miliknya.

Tanpa mereka sadari percakapan mereka telah disadap oleh seseorang yang meletakan alat perekam di ruangan itu. Orang itu menggeram marah ketika mengetahui ternyata orang yang selama ini harus ia bunuh ada didekatnya.

"Brengsek! Kau akan mati, aku bersumpah!" serunya sambil menonjok dinding yang ada didekatnya hingga retak.

.

.

.

.

*TBC*


Pojokan Author :

Pertama saya minta maaf atas keterlambatan.. err sangat terlambat atas peng – update-an chap baru ini- saya benar benar baru sempat ngetik- maafin ya 8(

Saya juga sibuk banget akhir – akhir ini karena tugas kuliah yang seabrek abrek 8(

Masih kah ada yang bersedia baca fict saya?

Anyways, mulai chap ini saya saya mulai serius jadi ga ada sisipan kalimat – kalimat alay lagi x3

perlu kalian ketahui fict ini akan segera tamat di beberapa chapter yang akan datang x3

Oh oh! Saya butuh ide untuk yg jadi pasangan kakak pertama joonmyeon :

::Kris-Tao::

.

::Chen-Min::

.

::Kai-Soo::

.

::Chan-Baek::

Dan saya juga butuh saran untuk pemuda suruhannya si youngmin itu 8( saya butuh yang ganteng tapi karakternya keliatan jahat /apa

Makasih semuanya buat yang masih setia nungguin fict ini x3 dan kemungkinan chap depan ada NC /slap ya kalau ga chap depan ya depannya lagi /digampar

Oh ya kalian ada yang ngerp di twitter? Mau tukeran uname sama saya? :3 sini pm saya uname kalian nanti saya follow x3

Untuk reviewer terimakasih atas feedback kalian! Saya baca semuanya loh x3 ada yang bilang lawakan saya garing 8( lah wong saya ga ada niat ngelawak disini kok ya terang aja garing 8(

Oh iya saya minta kalian berkenan mengomentari chap ini ya 8) dan saya juga minta saran yang baik untuk kedepannya~

PS : saya udah ganti ratenya loh :3

PSS : Semakin banyak masukan yang saya terima semakin cepat pula saya akan menggarap lanjutan ini fict ini 8)

Sekian dari saya~

So guys mind you to give me some reviews? Thank you~