"Cih dasar memuakkan! Brengsek kau pelacur! Gara – gara kau anak kesayanganku menjadi hina seperti kakaknya! Sialan!" seru lelaki setengah baya itu. "Kau! Singkirkan pemuda ini secepatnya! Aku tidak mau anak kesayanganku makin terjerumus oleh pelacur ini!" seru Kim Young Min sambil merobek foto Joonmyeon dan Yixing yang sedang berciuman beberapa saat yang lalu.

"Dengan cara apa saya harus menyingkirkan pemuda manis ini tuan?" tanya pemuda suruhannya itu. "Apakah saya harus menggunakan cara yang sama seperti saya menyingkirkan pemuda manis milik anak pertama anda tuan?"

Young Min tersenyum sadis, "Ya cara yang sama,"

"Dengan senang hati tuan," jawab orang suruhannya itu dengan seringai kejam dibibirnya.

Young Min menatap pemuda suruhannya itu dengan kilat bengis miliknya. "Oh bagaimana kabar pemuda itu ngomong – ngomong?"

"Well keadaan pemuda manis itu sangat baik. Dia terkurung di gudang bawah tanah disuatu tempat milik saya," jawab pemuda itu dengan senyuman manis miliknya.

"Bagus. Jangan biarkan ia kabur. Paham? Dan lakukan hal yang sama pada pemuda jalang yang membuat putera kesayanganku menjadi hina itu! Buat mereka sadar dengan dosa menjijikan mereka!" serunya dengan tawa kejam miliknya.

Tanpa mereka sadari percakapan mereka telah disadap oleh seseorang yang meletakan alat perekam di ruangan itu. Orang itu menggeram marah ketika mengetahui ternyata orang yang selama ini harus ia bunuh ada didekatnya.

"Brengsek! Kau akan mati, aku bersumpah!" serunya sambil menonjok dinding yang ada didekatnya hingga retak.


.

.

.

Mr. Straight?

Cast : Kim Joon Myeon

Zhang Yi Xing

Genre : Romance, Drama

Rated : M

Disclaimer : Zhang Yi Xing and Kim Joon Myeon belong to themselves. But this fict is belong to me.

Warning : This fiction is contain with Boys Love/Slash/ Shounen – ai, so if you hate these thing better you press the 'back' button on your web browser. Thank you.

Enjoy the story~

.

.

.

::Chapter 7::

.

.

.


"Byun Baekhyun.." gumam pemuda tampan berkulit pucat itu pelan. Ia mendesah pelan sambil meremas dada kirinya dengan kuat, meredakan rasa sakit yang menikam jantungnya. "Brengsek!" serunya marah. Ia pun menggigit bibir bawahnya dengan kuat, menorehkan luka kecil di bibir tipisnya itu. "Dasar tua bangka sialan!" makinya marah.

"Baekhyun ku sayang.. bertahanlah.." ucapnya dengan nada yang sarat akan kesedihan. "Aku bersumpah akan menemukan mu! Aku bersumpah akan membawamu kembali ke pelukan ku lagi.." ia memejamkan matanya sebelum melanjutkan kalimatnya itu. "…sayang," sambungnya sambil menghapus air mata yang mulai mengalir di wajah sempurnanya.

Kim Chanyeol- maksudku Park Chanyeol, karena ia memutuskan untuk lebih memilih menggunakan marga ibunya daripada marga ayahnya itu menggeram pelan ketika ia menemukan fakta yang cukup membuatnya hancur. Ternyata.. belahan jiwanya belum pergi meninggalkannya.. Ternyata belahan jiwanya itu masih ada disini, di dunia yang sama dengannya, menghirup udara yang sama dengan yang ia hirup.

Ia melempar gelas yang ada di mejanya itu ke dinding dan membuat gelas itu hancur bergitu saja. Ia menatap gelas yang hancur itu selama beberapa saat, kemudian tersenyum miring. Ya, gelas itu sama seperti hatinya yang hancur berkeping-keping. Namun, sayangnya itu dulu. Karena sekarang ia telah mengetahui ternyata Byun Baekhyun, sang penguasa hatinya masih hidup, walau entah dimana.

Pemuda itu lantas mengambil kunci mobil yang ia letakan di atas mejanya lalu pergi kesuatu tempat, ketempat biasanya ia menangisi sang pujaan hatinya. Ya, ia pergi ke makam yang tadinya ia kira terdapat tubuh sang pujaan hatinya di dalamnya. Selama perjalan itu, Chanyeol terus menyunggingkan senyum lega sambil beberapa kali merapalkan ucapan syukur karena ternyata kekasih yang ia sayangi itu masih hidup meski ia tidak tau keberadaannya dimana.

Byun Baekhyun

May 6, 1992 June 30, 2012

Chanyeol tertawa kecil ketika ia menatap batu nisan yang ada di hadapannya itu, menyadari kebodohannya selama ini. "Kenapa aku baru sadar ya?" ia menatap nanar batu nisan itu, dan detik berikutnya ia meng-ayunkan palu yang ia bawa untuk menghancurnya nisan itu.

.

.

.

.

Kim Joonmyeon mendesahkan napasnya lelah. Sudah 4 jam ia berkutat dengan tumpukan dokumen yang ada di mejanya itu. Ia memijit kepalanya yang terasa nyeri itu. "Kapan ini selesai?" ucapnya dengan nada yang memprihatinkan.

"Myeonie?" panggil seorang namja yang memiliki perawakan lembut itu pelan.

"Hm?" balasnya tanpa menatap namja itu.

Yixing merenggut, ia mencebikkan bibirnya kesal karena panggilannya tidak berhasil menarik atensi dari kekasih tampan namun –coret- pendek –coret- itu.

"Jadi.. tumpukan paper sialan itu lebih sexy ya dari aku sehingga Kim Sialan Joonmyeon tidak menggubris panggilan ku?" tanya Yixing dengan nada sebal yang tidak bisa ia sembunyikan.

Joonmyeon terkekeh pelan sebelum memberikan atensinya kepada pemuda manis yang sedang memberenggut itu. "Sayang, apakah dokumen sialan ini masih banyak?" tanyanya dengan senyum di bibir tipisnya.

Yixing menggelengkan kepalanya pelan, "Mm- sudah tidak ada Myeonie," ucapnya pelan. "Jadi berhentilah membaca dokumen itu berkali-kali, oke? Tulisan yang ada di dalam dokumen itu tidak akan berubah, bodoh," Oh. Bagus. Sejak kapan Yixing berani mengumpati Joonmyeon dengan lancar seperti itu? Joonmyeon hanya menggelengkan kepalanya pelan, lalu bangkit berdiri setelah sebelumnya ia melepaskan jas yang mengukung tubuh atletisnya.

"Mau kemana?" tanya Yixing dengan raut kebingungan.

"Akan kuajak kau ketempat seseorang yang special-ku," jawab Joonmyeon sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Yixing merona parah di buatnya.

Tunggu..

Yixing mematung.

Seseorang special katanya?

LAH TERUS YIXING ITU SIAPANYA?!

JADI YIXING BUKAN ORANG SPECIAL GITU BUAT JOONMYEON?!

Dan Yixing pun mencak-mencak sendiri dibuatnya. Sepanjang perjalanan ia pun tak berhenti mengatai Joonmyeon dengan sebutan 'dasar lelaki brengsek' 'lelaki sialan' 'lelaki hidung belang' 'lelaki ganjen' dan 'lelaki kardus'…eh?

Yixing mengedarkan pandangannya ke arah luar jendela mobil Joonmyeon. Detik berikutnya matanya membola kaget. "Myeonie! Kita di kuburan?" serunya kaget, sedangkan Joonmyeon hanya terkekeh pelan. "Memang. Makanya jangan ngambek terus, sayang,"

"Maaf-" Yixing menjeda ucapannya saat mobil itu berhenti di suatu blok pemakaman. "Untuk apa?" tanya Joonmyeon dengan raut bingungnnya. Yixing menggelengkan wajahnya, kemudian menundukan kepalanya dengan rona merah samar di pipinya, ia pun meremat celana bahan berwarna hitam yang ia kenakan itu dengan kuat hingga membuat celana itu agak kusut.

Dan Joonmyeon gemas dibuatnya. Kalau saat ini mereka tidak ada di areal pemakaman mungkin ia akan memperkosa sekretaris sexynya itu. Ugh. Terkutuklah Joonmyeon dan otak sucinya itu. Dan jangan lupakan adik manis Joonmyeon yang letaknya di selangkangan itu mulai menggembung akibat otak sucinya.

"Yixing," panggil Joonmyeon dengan suara rendahnya, dengan gerakan cepat ia mengangkat wajah Yixing yang masih tertunduk. "Bisa jelaskan kenapa kau minta maaf?"

Yixing menggigit bibir bawahnya pelan, enggan membuka mulutnya. Dan si otak mesum Kim Joonmyeon semakin panas dingin dibuatnya.

"Hentikan itu atau kuperkosa kau disini, sayang," seru Joonmyeon dengan nada rendah yang membuat Yixing membelalak kaget. Rona merah dengan ekstrimnya mulai mewarnai pipi hingga telinga pemuda manis itu.

"YA! Kim Joonmyeon mesum!" serunya kesal.

"Makanya hentikan itu dan jelaskan padaku, sayang." Ucapnya sambil terkekeh pelan.

"A-aku-" Yixing menundukan kepalanya sebelum melanjutkan perkataannya. "A-aku..ughh.." ia meremat jari-jari lentik miliknya dengan gemas. "Mhhakucemburu! (aku cemburu!)" serunya tanpa jeda. Membuat Joonmyeon membola, lalu terbahak.

"Astaga sayang!" ucapnya disela tawanya yang menggelegar itu. "Kamu cemburu?" tanya Joonmyeon meyakinkan dengan alis yang naik sebelah.

Yixing hanya menganggukkan kepalanya pelan. "Ya! Berhentilah! Tawa mu itu benar-benar menyebalkan!" serunya kesal sambil mencubit perut kotak-kotak milik Joonmyeon yang terlapisi oleh kemeja berwarna hitam itu.

"Oke.. oke aku minta maaf…hahaha," ucap Joonmyeon disela tawanya. "Ngomong-ngomong ayo kita turun sayang," lanjutnya sambil mengusak rambut Yixing pelan sebelum turun dari mobilnya, meninggalkan Yixing dengan wajah yang semakin memerah itu.

.

.

"Joonmyeon?" panggil Yixing pelan saat menyadari pemuda tampan itu terdiam dengan wajah yang pucat. "Ada apa?" tanya nya lagi. "Astaga!" serunya sambil membekap mulutnya.

Joonmyeon dan Yixing membulatkan matanya horror saat mendapati pemandangan dihadapannya itu. " .. yang melakukan itu-" ucap Yixing terbata. Ia menatap nanar nisan hancur yang bertuliskan nama Byun Baekhyun itu.

"Mampus," umpat Joonmyeon pelan, masih dengan wajah pucatnya. Ia mengusap wajahnya kasar. "Kalau Chanyeol –hyung tahu habis lah sudah.." desahnya pasrah.

Yixing memandang Joonmyeon dengan tatapan 'iritasi' miliknya. Sudah tahu lagi ada kejadian seperti ini, masih aja sempat mengumpat. Hmpt. Kadang ia bingung apa yang ada di otak kekasih tampan namun bantetnya itu.

"Apanya yang habis, hm?" tanya sebuah suara asing dibelakang mereka. Joonmyeon dan Yixing berjengit kaget dibuatnya.

"Hyung?" panggil Joonmyeon pelan. Sedangkan Yixing hanya terdiam ditempat sambil menatap sosok Park Chanyeol dengan tatapan berbinar. Oh. Jadi ini kakak dari kekasihnya? Wow. Sangat tampan dan tinggi! Tapi.. kenapa Joonmyeon hanya tertular tampannya ya? Kenapa tingginya tidak? Ugh! Joonmyeon dan segala kebantetannya.

"Xing. Berhenti menatap hyung ku seakan kau ingin memakannya," ucap Joonmyeon dengan nada super rendah miliknya. Namun, sayang tidak diindahkan oleh namja pemilik lesung pipit itu. Ia dan angannya masih melayang jauh diatas sana.

Joonmyeon mengernyit tidak suka. Sialan. Kekasihnya sebegitu terpesonanya kah pada kakaknya itu? Please? Joonmyeon kurang apa sih? Dia ganteng, kulitnya putih mulus, kaya, mobilnya banyak, rumahnya banyak, memiliki perusahaan dimana – mana, dan uangnya bagaikan air terjun. Ngalir terus tanpa pernah berhenti sekalipun lagi kemarau. Intinya dia itu adalah seorang pengusaha muda yang sukses. TAPI KENAPA YIXINGNYA MASIH KEPINCUT SAMA KAKAKNYA?! Oh. Joonmyeon menyadari sesuatu. Kemudian seringai setan muncul di bibir sexynya itu. Ia bantet dan kakaknya tinggi. 'Brengsek.' Satu umpatan lolos begitu saja dari mulutnya yang suci itu.

Ia mengeram pelan. Dan Chanyeol hanya menatapnya dengan pandangan malas miliknya. "Kim Yixing," suaranya kali ini benar-benar berat. Bahkan Yixing sampai merinding dibuatnya. "Berhenti menatap hyung ku seperti itu atau kau akan ku perkosa disini, sekarang juga!" ucapnya penuh penenakanan tepat di telinga Yixing. Yixing bergetar pelan saat menyadari Joonmyeon menjilat daun telinga Yixing dengan erotis. Oh. Si brengsek Kim Joonmyeon dengan mulut sucinya.

Chanyeol berdeham keras untuk menghentikan aksi mesum adiknya itu. Ia heran. Mengapa wajah dan kelakuan adiknya itu sangat berbanding terbalik. Wajahnya bagaikan sesosok malaikat, tampan dan baik, tetapi kelakuannya bagaikan iblis yang kelewat bejat dan mesum. "Bisa hentikan kemesuman mu itu Joonmyeon?" ucapnya dengan nada tegas, yang dibalas anggukan singkat oleh Joonmyeon.

"Jadi hyung, bisa jelaskan ini?" tanya Joonmyeon sambil menunjuk nisan milik Baekhyun yang telah hancur berkeping-keping.

"Kita di tipu, Joonmyeon," ucap Chanyeol pelan. Membuat Joonmyeon menatap Chanyeol dengan bingung, sedangkan Yixing hanya menatap mereka dengan muka blank-nya.

"Maksudmu?" tanya Joonmyeon bingung.

"Baekhyun belum mati!" jawabnya lantang, membuat Joonmyeon mengepalkan tangannya hingga kukunya memutih. Yixing yang melihatnya pun khawatir, ia mengelus tangan milik Joonmyeon hingga kepalan itu mengendur. "Jangan sakiti dirimu, Myeonie," ucapnya dengan lembut.

Joonmyeon mendesah kesal, lalu mengusap wajahnya kasar. "Jadi si tua bangka itu berbohong?"

Chanyeol menganggukkan kepalanya pelan. "Sekarang kalian ikut aku,"

"Untuk apa?" Kali ini Yixing yang bersuara. Sehun menatap Yixing lalu tersenyum miring. "Membuat rencana dan tentu saja menyelamatkan kekasih dari adikku ini." Ia mengusak rambut Yixing pelan. "Asal kau tau Joonmyeon, si brengsek itu mengincar kekasih mu ini," ucap Chanyeol sambil menepuk pundak Joonmyeon pelan.

Joonmyeon membelalak kaget. "Si brengsek itu," desisnya marah. Namun sedetik kemudian sebuah seringai setan mampir diwajahnya yang kelewat tampan. "Akan kupastikan ia membayar mahal karena telah merusak kebahagiaan mu dan aku, hyung,"

.

.

.

.

Namja manis itu menatap nanar satu-satunya jendela yang ada didalam kamar megah itu. Ia mendesah pelan. 4 tahun bukanlah waktu yang sedikit bagi dirinya untuk terkurung dirumah megah sialan itu.

Ia mengeram pelan menyadari semakin hari rasa rindunya untuk kekasih raksasanya itu semakin membuncah. Ia meremat dada kirinya pelan. "Brengsek." umpatnya pelan. "Kapan kau akan menyelamatkan ku.." ia terisak pelan. "..Chanyeol?" ia menggigit pelan bibirnya.

"A..aku.. merindukanmu.. dengan segala keidiotanmu.." ucapnya lagi sambil meremas kemeja yang ia gunakan itu. Air matanya mengalir begitu deras dari pelupuk matanya yang indah itu. Ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat untuk menahan isakan agar tidak lolos dari bibir kissablenya. "Brengsek!" serunya pelan. Ia kemudian membanting gelas yang ada di atas nakas itu kearah jendela yang memiliki tralis besi hingga gelas itu hancur berkeping-keping.

"Kim Young Min.." desisnya pelan. "Aku membenci mu," ucapnya dalam.

.

.

.

.

.

*TBC*


Pojokan Author :

Pertama saya mau memohon ampun atas keterlambatan update saya yang hampir setahun ini Hehehe.

TERNYATA SAYA SIBUK AS HELL. LAPORAN SIALAN ITU TIDAK PERNAH MEMBERIKAN SAYA WAKTU LUANG HIKS.

Tapi tenang saja. kalian jangan khawatir. satu sampai dua chapter nanti fict ini akan tamat!

dan kalian harus tau :) CHAPTER DEPAN ADA ADEGAN RATED! HAHAHAHAH *ketawa bejat*

OH IYA! SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU~

Oh iya disini agak serius ya si Joonmyeonnya ;) jadi kalau ada yang ga suka maafkeun saya~

ngomong-ngomong saya sangat berterimakasih dengan sangat kepada siapa pun yang masih menunggu fict ini dengan baiknya! Saya cinta kalian semua~ mwah mwah :*

untuk chap depan kemungkinan saya update sekitar seminggu sampai dua minggu dari sekarang~ tenang aja! ga akan molor sampe tahun 2018 kok WKWKWK~

BTW saya akan me republish semua cerita saya di acc WATTPAD saya. namanya KAROKU. jadi kalau ada yang nemu acc itu jangan bilang acc itu plagiat ya? WKWKWK sampai jumpa di wattpad juga~

Jadi.. masih ada kah yang mau memberikan saya Feed Back? Feed back anda semua sangat berarti untuk saya! mwah! *tebar flying kiss

akhir kata Mind to give me a feed back? :D