Namja manis itu menatap nanar satu-satunya jendela yang ada didalam kamar megah itu. Ia mendesah pelan. 4 tahun bukanlah waktu yang sedikit bagi dirinya untuk terkurung dirumah megah sialan itu.
Ia mengeram pelan menyadari semakin hari rasa rindunya untuk kekasih raksasanya itu semakin membuncah. Ia meremat dada kirinya pelan. "Brengsek." umpatnya pelan. "Kapan kau akan menyelamatkan ku.." ia terisak pelan. "..Chanyeol?" ia menggigit pelan bibirnya.
"A..aku.. merindukanmu.. dengan segala keidiotanmu.." ucapnya lagi sambil meremas kemeja yang ia gunakan itu. Air matanya mengalir begitu deras dari pelupuk matanya yang indah itu. Ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat untuk menahan isakan agar tidak lolos dari bibir kissablenya. "Brengsek!" serunya pelan. Ia kemudian membanting gelas yang ada di atas nakas itu kearah jendela yang memiliki tralis besi hingga gelas itu hancur berkeping-keping.
"Kim Young Min.." desisnya pelan. "Aku membenci mu," ucapnya dalam.
.
.
.
Mr. Straight?
Cast : Kim Joon Myeon
Zhang Yi Xing
Genre : Romance, Drama
Rated : M
Disclaimer : Zhang Yi Xing and Kim Joon Myeon belong to themselves. But this fict is belong to me.
Warning : This fiction is contain with Boys Love/Slash/ Shounen – ai, so if you hate these thing better you press the 'back' button on your web browser. Thank you.
Enjoy the story~
.
.
.
::Chapter 8::
.
.
.
Klek…
Krieet…
Baekhyun tersentak saat merasakan pintu yang selama ini menghalangi dirinya untuk kabur dari rumah sialan itu di buka. "Nam Goong Min -ssi," desisnya pelan, yang dibalas oleh senyuman miring dari lelaki yang kiranya berumur 30 tahunan itu.
"Halo sayang," balasnya masih dengan seulas senyum di wajah yang terbilang tampan itu. Pemuda bernama Nam Goong Min itu perlahan mengelus wajah sempurna milik Baekhyun. "Brengsek!" umpat Baekhyun sambil menepis tangan pemuda itu.
Nam Goong Min tertawa sinis ketika tangannya ditepis oleh orang yang telah mengisi hatinya selama 4 tahun itu. "Wow. Tetap galak seperti 4 tahun yang lalu hm?" ucapnya pelan.
"Apa kau masih memikirkan kekasih tampan mu itu?" tanya Nam Goong Min sambil berbisik di telinga Baekhyun. "Apa kau masih mencintai Park Chanyeol mu itu?" lanjutnya sambil menjilat telinga Baekhyun pelan.
"Enghh-" Baekhyun mendesah pelan akibat perbuatan salah satu 'brengsek' yang ia benci itu. Dengan kekuatan penuh ia menendah tulang kering milik lelaki itu. "Brengsek! Jauhkan mulut hinamu itu dari tubuhku sialan!" jeritnya sambil mengelap dengan jijik saliva yang tertinggal di telinganya. "Aku selamanya tetap akan mencintai Park Chanyeol!" serunya.
Nam Goong Min tertawa keras, sekeras hatinya yang kian membatu karena penolakan yang terus Baekhyun berikan padanya. "Teruslah bermimpi Byun Baekhyun," ucapnya dengan nada berbahaya.
Baekhyun mendecih tidak suka. Ia yakin. Suatu saat Chanyeol akan menyadari bahwa Byun Baekhyun ada disini. Selalu disini. Menunggu dirinya untuk menyelamatkan Baekhyun dari penjara mewah ini.
"Ngomong-ngomong.." Goong Min menjeda kata-katanya untuk menarik atensi dari Baekhyun. "Sebentar lagi kau akan mendapatkan teman," ucapnya sambil tersenyum samar. Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu satu-satunya yang ada diruangan itu. "Maksud mu?" tanya Baekhyun memastikan.
"Kau akan mendapatkan teman. Dan ia adalah kekasih dari adik Chanyeol, Kim Joonmyeon," Dan Baekhyun benar-benar kaget dengan pernyataan dari lelaki itu. "A-apa?!" serunya.
"Jangan rusak kebahagiaan Joonmyeon juga kau sialan!" seru Baekhyun marah. Sedangkan Goong Min menyeringai senang. "Kim Joonmyeon melakukan kesalahan yang sama seperti kakaknya yang bodoh itu," ucapnya pelan.
Baekhyun menjerit keras lalu melempar vas bunga yang ada diruangan itu kearah pintu yang baru tertutup dan kembali dikunci itu. "Brengsek!"
.
.
.
.
Joonmyeon nyaris melempar gelas yang ada di atas meja itu kearah kakaknya, kalau saja tangan Yixing tidak menahan pergerakan tangannya itu.
"Kau benar-benar brengsek, hyung!" desis Joonmyeon marah. "Aku tidak akan mengorbankan Yixing demi ide konyol mu ini!" serunya marah.
Chanyeol mengusak wajahnya kasar. Sudah ia duga adiknya itu akan menentang keras idenya itu."Ya Tuhan Joonmyeon! Aku pastikan kekasih mu itu selamat!" seru Chanyeol.
Joonmyeon menggelengkan kepalanya. Dahinya berkerut. "Aku bilang tidak ya tidak!" teriak Joonmyeon. Yixing menghela napas lelah, ia mengelus punggung Joonmyeon untuk menenangkan kekasihnya itu. "Myeonie tenanglah.." ucapnya pelan.
"Bagaimana bisa tenang? Ia memaksa ku untuk mengorbankan dirimu! Mana ada orang yang mau membiarkan kekasihnya berada dalam bahaya?!" jeritnya sambil mengusak rambutnya asal.
Yixing tersenyum kecil. Menyadari bahwa kekasih pend- eh maksudnya kekasih tampannya itu begitu mencintainya. "Tenang lah sayang," ucapnya pelan.
"Chanyeol –hyung," panggil Yixing pelan, yang dibalas dengan tatapan memohon oleh Chanyeol. "Aku akan membantu mu!" ujarnya mantap. Joonmyeon melotot marah, Chanyeol tersenyum senang.
"Zhang Yixing!" serunya menggelegar. Mendadak suhu diruangan itu turun drastis, Yixing memandang Joonmyeon takut. "Myeonie.." cicitnya pelan.
"Berani-beraninya kau membuat keputusan sendiri?" tanyanya dengan nada yang benar-benar mengancam. Yixing menelan ludahnya susah payah. Ugh. Joonmyeon yang ada dihadapannya saat ini benar-benar mengerikan oke?
"Ikut aku," desisnya pelan.
"Akhh-" Yixing meringis sakit saat dengan kasar Joonmyeon menarik kasar tangan Yixing menuju satu-satunya kamar yang ada di apartemen milik Chanyeol.
Chanyeol terpana menatap Joonmyeon yang begitu marah. Seumur-umur ia hidup, ia belum pernah mendapati Joonmyeon yang luar biasa dikuasai oleh amarah seperti itu. Adiknya benar-benar mencintai pemuda manis itu. Ia menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum kecil saat kenangannya dan Baekhyun terlintas begitu saja di kepalanya.
Namun..
Sesaat kemudian mata Chanyeol membelalak ketika menyadari Joonmyeon dan Yixing masuk ke kamar satu-satunya yang ada di apartemennya ini.
Klek..
Pintu kamar itu terkunci dari dalam. Chanyeol mendesis. Menyadari bahwa kamarnya akan berubah menjadi kapal pecah sebentar lagi.
"Ya Joonmyeon brengsek! Cari hotel sana! Jangan gunakan kamarku sialan!" serunya sambil menggedor pintu kamarnya dengan sadis.
"Diam kau hyung sialan!" Setelah mendengar seruan Joonmyeon, Chanyeol berani bersumpah kalau ia dapat mendengar sesuatu yang dibanting ke atas kasur, selanjutnya ia dapat mendengar rengekan Yixing agar Joonmyeon tidak memperkosanya.
Chanyeol terkekeh pelan lalu berlalu pergi; keluar dari apartemen mewah miliknya itu. "Ah. Aku harus menemui Min Seok –hyung dan kekasihnya yang ajaib itu,"
.
.
.
.
Yixing meringis sakit saat Joonmyeon melempar dirinya keatas kasur milik Chanyeol. Biarpun kasur itu empuk tetapi tenaga yang digunakan untuk melempar Yixing itu tidak main-main. Jadi ya tetap saja jatuhnya punggungnya itu sakit pakai banget.
"J-joonmyeon?" Yixing berusaha memanggil Joonmyeon yang saat ini terlihat berbeda. Kemeja hitam yang ia kenakan tadi sudah tidak terpasang rapih. Ia juga telah membuka 3 kancing teratas dari kemeja itu dan sialannya Yixing mampu melihat dada bidang dari kekasihnya itu, rambut Joonmyeon juga terlihat acak-acakan karena sedari tadi ia mengusak rambutnya kasar. Dan tatapannya itu astaga- Sialan! Joonmyeon benar-benar sexy sekarang! Membuatnya susah payah menelan salivanya. Yixing menggigit bibir bawahnya pelan. "Myeonie?" panggilnya lagi, mencoba untuk menarik atensi dari pemuda yang saat ini duduk diatas pahanya itu.
"Hm?" Joonmyeon menatap Yixing dengan tatapan yang belum pernah Yixing lihat sebelumnya. Nampak bernafsu. Dan Yixing sangat tahu bahwa Joonmyeon benar-benar menginginkannya saat ini.
Joonmyeon menjilat bibir bawahnya pelan, dan hal itu benar-benar terlihat erotis dimatanya. Perlahan namun pasti, Joonmyeon mulai mendekatkan bibirnya ke arah bibir plum milik pujaannya itu, ia mengecup bibir itu berkali-kali. "Aku benar-benar menginginkan mu, Yixing," desisnya pelan sebelum mengecup bibir itu lagi.
Yixing tersenyum kecil, lalu menganggukan kepalanya pelan. "Aku milik mu.." ia menjeda perkataannya. Membuat Joonmyeon menatap Yixing dengan seulas senyum di wajahnya.
"...Aku selamanya milik mu Myeonie," lanjutnya. Detik berikutnya ia mengalungkan tangannya di leher Joonmyeon; menarik pemuda itu agar lebih mendekat padanya. Mengecup bibir sang dominan berkali-kali, dan kemudian melumat bibir itu pelan. Yixing memejamkan matanya, mengusak rambut Joonmyeon kasar saat ia rasa permainan mulut yang sedang ia mainkan bersama Joonmyeon berubah menjadi intens dan menuntut.
"Ahh-" Yixing mendesah kecil saat bibir bawahnya digigit oleh Joonmyeon, meminta akses lebih untuk mengeksplor mulutnya. Sesuai permintaan Joonmyeon, Ia membuka mulutnya sedikit, membiarkan daging tak bertulang milik Joonmyeon masuk ke dalam mulutnya itu. Joonmyeon mengabsen satu-persatu gigi yang ada di dalam mulut kekasih tercintanya itu. Ia menghisap lidah Yixing dengan kuat, lalu melilitnya, seakan mengajak lidah milik Yixing untuk berdansa bersama lidahnya. Saliva yang entah milik siapa itu mulai membahasai dagu milik Yixing, mengalir begitu deras melewati leher jenjangnya yang mulus itu.
Joonmyeon menghentikan ciuman panas itu saat Yixing memukul dada Joonmyeon karena kekurangan oksigen. Ia kemudian menatap Yixing dengan pandangan yang sulit diartikan. Yixing-nya saat ini terlihat begitu berantakan. Yixing-nya saat ini terlihat begitu menggairahkan. Ia meneguk ludahnya dengan berat, melihat Yixing yang seperti ini benar-benar membuat Joonmyeon keras di'bawah' sana. Ia menatap bibir Yixing yang saat ini telah membengkak akibat perbuatannya, ia mengecup bibir itu sekilas lalu tersenyum.
Ia menundukan kepalanya kearah telinga Yixing lalu berbisik, "Kau begitu sexy, Xingxingie," Menjilat telinga Yixing dengan erotis setelahnya, hingga Yixing mendesah keenakan karenanya. Joonmyeon mengecup telinga Yixing sekilas sebelum ciumannya turun ke arah leher jenjang milik kekasih cantiknya itu. Ia menjilat leher jenjang itu, menghasilkan desahan lebih kencang dari sebelumnya. "Ahh Myeonie~" Yixing memiringkan kepalanya agar Joonmyeon mendapatkan akses lebih selama kegiatan menjilat dan menggigit leher milik kekasihnya itu.
"Argh- Sakit!" Yixing meringis sakit ketika Joonmyeon menggigit kencang leher Yixing hingga meninggalkan bekas biru keunguan yang Yixing jamin tidak akan hilang selama 4 hari. "Nghh Myeonie~" desahan erotis kembali keluar dari mulutnya ketika Joonmyeon kembali menghisap tanda ke pemilikan yang baru saja ia buat itu.
Joonmyeon menatap puas hasil karya yang ia ciptakan di leher mulus milik kekasihnya itu. Banyak tanda biru ke unguan di leher kekasih manisnya itu. "Kau terlihat menggairahkan dengan tanda itu, Xingie," ucapnya pelan sambil mengelus tanda ke pemilikan yang ada di leher pemuda dibawahnya ini.
Yixing merona, menutupi wajah memerahnya itu dengan menggunakan tangannya, "Jangan menggodaku Myeonie!"
Joonmyeon terkekeh pelan, menyingkirkan tangan yang menutupi wajah pujaan hatinya itu. "Aku mencintai mu, sungguh. Aku benar-benar mencintai mu," ucapnya sambil menatap dalam manik kelam milik Yixing.
Yixing tersenyum kecil, mengelus wajah tampan kekasihnya itu pelan, "Aku juga mencintai mu, Joonmyeon,"
Dan setelahnya Joonmyeon kembali membawa dirinya dan kekasih hatinya itu kedalam ciuman panjang dan panas serta menggairahkan.
Yixing kembali mendesah kecil saat tangan-tangan nakal Joonmyeon mulai masuk kedalam kemeja yang ia kenakan dan mulai mengelus perut rata miliknya. Ia melengkungkan tubuhnya keatas saat Joonmyeon mulai mencubiti nipple ke cokelatan milik kekasihnya itu. "Aghh-" Yixing menggigit bibir bawahnya kuat untuk menahan desahan, membuat Joonmyeon mengernyit tidak suka. Ia mengusap bibir bawah Yixing perlahan, "Jangan gigit bibir mu seperti itu, sayang," ucapnya dengan nada yang kental dengan ketidaksukaan itu. "Jangan gigit bibir mu lagi, oke?" tanyanya sambil memilin kemudian menarik nipple itu kencang.
"Anhh- a-aahh aku paham shh," balas Yixing sambil meremas seprai berwarna putih itu. Joonmyeon tersenyum senang, ia kemudian bangun dari posisi duduk diatas tubuh kekasihnya itu, dan perlahan namun pasti ia mulai menelanjangi kekasih tercintanya itu.
Joonmyeon termenung menatapi tubuh telanjang milik kekasihnya itu, ia menjilat bibir bawahnya yang tiba-tiba saja mengering itu. Ia menatap tubuh Yixing dengan lapar. Matanya menggerayangi tubuh itu dari atas hingga berhenti pada lubang pink yang berada tepat dibagian selangkangan tubuh kekasihnya itu. Ia menatap lubang pink berkerut itu lama. Sekali lagi ia menjilat bibir bawahnya saat merasakan lubang itu berkedut makin intens, seakan memanggil dirinya untuk menjamah, dan menyodok lubang itu keras. Shit. Joonmyeon benar-benar keras sekali. Sialan sekali Yixing dengan tubuh dan lubang pink berkedut yang menggairahkan itu.
"Myeon?" cicit Yixing, yang dibalas gumaman pelan.
"E-eh itu.." Yixing menggigit bibirnya pelan, membuat Joonmyeon menatapnya bingung. "Ada apa, sayang?" tanya Joonmyeon kemudian.
"Kau.. ugh.. kenapa pakaian mu masih lengkap?" Yixing memejamkan matanya saat ia merasakan pipinya mulai dipenuhi oleh rona merah. Ia kemudian mengalihkan wajahnya ke arah lain menghindari Joonmyeon yang sedang terkekeh sambil menatapnya intens. "Maksudmu?" tanya Joonmyeon dengan nada menggoda.
"Ugh.. kau.. kau.. tahu.. a-aku sudah telanjang.. t-tetapi kau masih berpakaian lengkap Myeonie~" ucapnya pelan.
Joonmyeon menyunggingkan seulas seringai di wajah sempurnya itu. "Jadi kau ingin aku telanjang seperti dirimu?"
Sialan. Joonmyeon dan mulut sucinya.
Yixing menganggukkan kepalanya lemah.
"Bagaimana jika kau yang menelanjangi ku, eh?" tanyanya sambil meremas kejantanan milik Yixing. "Ahh Joon-" Yixing menggigit bibir bawahnya lalu mendorong Joonmyeon untuk menyingkir dari tubuhnya. Dan dengan gerakan cepat ia membuka –lebih tepatnya merobek paksa- kemeja hitam sialan itu hingga kancing-kancing yang tadinya terpasang apik lepas begitu saja.
Sialan.
Yixing menelan ludah kasar.
Abs sialan.
Yixing mengelus abs milik kekasihnya itu pelan. Membuat Joonmyeon tersenyum miring dibuatnya. "Suka apa yang kau jamah, hm?" tanyanya dengan suara rendah. Nafsu kembali menguasai pemuda tampan itu. "Percayalah padaku, kau pasti akan lebih suka pada sesuatu yang ada di balik celana ku ini sayang,"
Joonmyeon menuntun tangan Yixing untuk menyentuh tonjolan yang ada di selangkangannya. Dan Yixing merah padam dibuatnya.
Ugh, keras dan besar.
Kurang ajar. Joonmyeon-nya benar-benar brengsek.
Wajah Yixing memerah seutuhnya. Dengan tergesa-gesa ia melepas ikat pinggang yang Joonmyeon kenakan, membuka kancing celana, dan menurunkan retsletingnya lelaki itu. Lagi, dengan tergesa-gesa pula Yixing menarik lepas celana jeans sialan milik Joonmyeon yang telah mengurung benda besar, berurat, dan gemuk milik Joonmyeon itu.
Celana jeans itu terlepas, menyisakan boxer yang Joonmyeon gunakan. Yixing berani bersumpah Joonmyeon tidak mengenakan apapun dibalik boxernya itu. "Apa yang kau tunggu, Xingie?" bisik Joonmyeon dengan nada yang terdengar erotis di telinga Yixing.
Yixing gemetar. Tangannya perlahan menurunkan satu-satunya pelindung yang melindungi barang berharga milik Joonmyeon itu. Matanya pun membola kaget mendapati sebesar apa kejantanan milik kekasihnya itu. Sedangkan Joonmyeon hanya terkekeh geli mendapati Yixing yang terpaku menatap kejantanannya yang telah mengacung tegak dan gagah itu.
"Suka dengan apa yang kau lihat, hm?" Joonmyeon bertanya dengan nada rendah miliknya yang tanpa sadar dibalas anggukkan pelan oleh Yixing.
"Apa itu akan muat?" tanya Yixing takut. Joonmyeon tersenyum miring. "Percayalah, lubang mu ada untukku dan penis ku ini ada untuk lubangmu,"
Brengsek.
Yixing memerah parah mendengarnya.
Ya Tuhan.
Mulut Joonmyeon itu benar-benar tidak bisa dikontrol sedikit apa ya?
Yixing mengulum senyum tipisnya. "Kau dan mulut kotor mu, Myeonie,"
Joonmyeon hanya tertawa kecil, "Jadi bisa kita memulai ini sayang?" tanya Joonmyeon sambil memijat kejantanannya pelan. Yixing menganggukkan kepalanya pelan. Ia mendekatkan kepalanya kearah kejantanan milik Joonmyeon yang berdiri tegak itu. Kemudian menjilat, dan memasukan kejantanan itu kedalam mulutnya, kepalanya bergerak naik turun seakan ia sedang mengemut permen lollipop terenak yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Nghh- terus Xingie," desah Joonmyeon dengan suara beratnya. "Ini nikmat sekali," ujarnya sambil mengeram dalam.
Yixing semakin larut dengan permainannya, ia menaik turunkan kepalanya semakin cepat, sesekali ia menggesekan giginya ke kejantanan milik kekasihnya itu. "Mhhh-" lagi Joonmyeon mengeram. Merasakan sesuatu akan segera meledak dari kejantanannya itu, ia memutuskan untuk menarik lepas kejantanannya itu dari mulut Yixing.
Yixing menatap sedih mainan barunya itu. Ugh, padahal ia merasakan Joonmyeon akan segera datang. Hey! Yixing kan ingin merasakan bagaimana rasanya menelan sperma!
Yixing merenggut, "Ya! Kenapa kau tarik keluar!" serunya kesal.
Hell yeah. Kemana Yixing yang polos nan unyu-unyu itu.
Joonmyeon terkikik. "Sayang. Aku ingin mengeluarkan benih ku di dalam hole mu yang ketat itu," ucapnya sambil mengerlingkan matanya nakal.
Bajingan kau Kim Joonmyeon.
"Ngh~ Persiapkan aku kalau begitu Myeonie~" balas Yixing sambil menggigit bibir bawahnya.
Terkutuklah kalian pasangan mesum.
Joonmyeon mengarahkan ketiga jarinya kedepan mulut Yixing, mengerti maksud dari Joonmyeon, ia langsung mengulum ketiga jari itu dengan erotis. Menjilat, menghisap, dan mengemut. Membuat Joonmyeon semakin tegang, dan besar di bawah sana.
Kalau saja ia tidak ingat Yixing punya hemophilia, mungkin sudah dari tadi ia akan membobol lubang peraw- eh maksudnya perjaka itu dengan kasar hingga lubang itu berdarah-darah.
Ah. Joonmyeon mendesis pelan saat membayangkannya. Yixing akan semakin erotis kalau disiksa seperti itu kan?
Ia pun tersenyum miring.
Joonmyeon memasukkan jari telunjuknya perlahan kedalam lubang pink berkedut itu. Membuat Yixing mengernyit sakit saat ada sesuatu yang asing memasukinya. "Ahh- sakit Myeonie~," ucapnya dengan manja.
Joonmyeon menggigit bibirnya, ia mengeram rendah. Merasakan bagaimana lubang kekasihnya itu meremas jari telunjuknya dengan kuat. 'Sialan.' umpatnya dalam hati. 'Baru jari saja, tapi lubang ini sudah meremasnya sedemikian rupa, apalagi kalau penis ku yang masuk? Sial. Aku makin tegang,'
Ia memasukkan jari kedua kedalam lubang itu, bergerak zig-zag didalam agar lubang kekasihnya itu siap untuk dipenetrasi oleh kejantanan milik Joonmyeon. Yixing menjerit sakit saat ia merasakan ada sesuatu yang lain yang masuk kedalam lubangnya. Ya jari ketiga Joonmyeon mulai menjamah lubang itu. "Arghh- Myeonie! Sakit ughh- k-keluarkan ahhh-"
Joonmyeon mengernyit tidak suka, ia tidak mau disuruh berhenti setelah setengah jalan seperti ini, ia pun menggerakkan jarinya in-out di dalam hole kekasihnya itu. Berusaha menumbuk spot yang akan membuat Yixing melayang.
"Ahh- More nghh,"
Joonmyeon menyeringai. Ia berhasil mengenai spot itu. Detik berikutnya Yixing kembali mendesah, dan terus mendesah. Si sialan Joonmyeon itu benar-benar sialan. Ia terus saja menyentuh prostat Yixing, membuat pemuda manis itu kewalahan. "Ahh Myeonie~ a-aku hampir sampai ahh,"
Lagi seringaian setan muncul di wajah si tampan. Dengan sengaja ia menarik jari-jarinya dari dalam hole ketat milik kekasihnya. Menyisakan raut kekecewaan pada wajah kekasih manisnya itu. "Aku tidak ingin jari ku yang memuaskan mu, sayang," ucapnya pelan.
Joonmyeon mengecup dahi Yixing lama sebelum menatap Yixing dengan tatapan yang dalam. "Ini pertama bagimu kan? Aku akan membuat kau tidak akan melupakan pengalaman ini sayang, aku akan membuat kau meminta terus padaku.."
Yixing merona. Joonmyeon itu benar-benar..
Brengsek.
"…Aku pastikan. Kau tidak akan berdarah sayangku. Aku tidak akan melukaimu,"
Yixing terperangah. Joonmyeon dan segala keseriusannya. Membuatnya terhanyut begitu saja.
"Aku mencintaimu. Dan akan selalu begitu. Aku akan melindungi mu dari apapun yang membahayakan mu,"
Yixing, pemuda manis itu dengan lancarnya mengalirkan air mata dari pelupuk matanya. "Aku.. aku.. benar-benar beruntung memiliki mu, Myeon," Ia merengkuh tubuh sang dominan dengan erat. "Aku mencintaimu selamanya."
Joonmyeon tersenyum simpul, perlahan ia mendorong kejantanannya masuk kedalam hole ketat milik Yixing. "Mmh you're so tight, babe."
Yixing mengernyitkan dahinya saat merasakan kejantanan Joonmyeon makin masuk kedalam holenya. Ia meringis sakit. Sungguh. Ini benar-benar sakit. Ia merasa seakan tubuhnya terbelah menjadi dua. "Arghh sakit Joonmyeon-" erangnya.
Joonmyeon menatap Yixing dengan tatapan khawatir. "Apa kau ingin menghentikannya?" tanyanya dengan nada sedih yang ketara sekali.
Namun, Joonmyeon tetaplah Joonmyeon. Sekali menginginkan sesuatu maka ia harus mendapatkan. Kata-kata yang ia lontarkan barusan hanya sekedar basa-basi, karena nyatanya bukannya berhenti bergerak ia malah makin mendorong kejantanannya untuk masuk lebih dalam ke lubang milik Yixing.
"Nghh-" Yixing mendesah pelan saat kejantanan Joonmyeon menyentuh titik terdalamnya. Ia menggelengkan kepalanya, lalu menghela napas. "Kau berkata seperti itu, tapi nyatanya penis mu itu sudah bersarang dengan sempurna di dalam hole ku, Myeonie sialan!"
Joonmyeon tersenyum dengan tampang –sok- innocentnya.
"Awas saja kalau kau berani berhenti di tengah jalan!" Yixing melanjutkan kata-katanya. "Ku potong penis mu hingga tak bersisa!" serunya sambil mengetatkan lubangnya, membuat Joonmyeon mengeram nikmat.
"Ahh-" desah Joonmyeon. "Kau siap sayang?" tanya Joonmyeon yang dibalas anggukan malu-malu Yixing.
Joonmyeon perlahan menggerakan pinggungnya, menumbuk titik terdalam Yixing berkali-kali, membuat sang bottom di terpa kenikmatan tiada tara berkali-kali. "Ahhh terushh myeon, faster ughhh.."
Mendengar permintaan dari sang bottom, Joonmyeon mengulas sebuah seringai lalu menambah kecepatan genjotannya. "Ahh- nghh-" desah Yixing yang makin menjadi.
Bunyi derit kasur milik Chanyeol seakan ikut mewarnai desahan yang Yixing keluarkan itu. "Ahh Joonmyeon.. touch me more!" jeritnya saat Joonmyeon berkali-kali menyentuh sweet spotnya.
Seiring waktu genjotan yang tadinya pelan berubah menjadi brutal. Joonmyeon telah dibutakan oleh nafsunya sekarang. Ia terus menggenjot lubang Yixing dengan kasar. Tujuannya hanya satu, yakni mengenai ujung terdalam milik Yixing, membuat Yixing mendesah, dan akhirnya ia dapat membuang benihnya di dalam lubang ketat kekasihnya. Siapa tahu nanti benihnya bisa jadi anak.
Hehehe.
Ngomong-ngomong itu lebih dari satu tujuan. Yaudahlah ya.
"Ahh Joonmyeon I almost therehhh!" serunya lantang saat merasakan puncaknya datang sebentar lagi. Joonmyeon mengeram tertahan, menambah kecepatan menumbuknya. "Bersama sayang uhh," balas Joonmyeon.
Dan setelah satu-dua tumbukan berikutnya Yixing dan Joonmyeon mendesah kencang, hasratnya keluar bersama-sama. Sperma Yixing menyemprot dengan brutalnya kearah perut six packs milik Joonmyeon, sedangkan sperma milik Joonmyeon menyemprot dengan hebatnya di lubang hangat berkerut milik Yixing.
Yixing menarik nafas sedalam-dalamnya. Ia dapat merasakan tubuhnya begitu letih setelah pergulatan panjang yang ia lakukan dengan Joonmyeon. "Myeonie~" panggil Yixing dengan manjanya.
Efek lelah oke? Makanya ia jadi manja begitu.
"Hm?" gumam Joonmyeon menjawab panggilan dari kekasih manisnya itu.
Yixing mengerucutkan bibirnya. "Keluarkan~"
Joonmyeon memiringkan kepalanya dengan seulas seringai dibibirnya. "Memangnya kau piker satu ronde cukup untukku?"
Yixing membola heboh dibuatnya. "YA! YA! JOONMYEON SIALAN! AKU LELAH! KELUARKAN PENIS GENDUT MU ITU DARI LUBANGKU SIALAN!"
"Stt- simpan teriakan mu itu. Lebih baik kau mendesahkan nama ku saja," balas Joonmyeon enteng.
"Sialan kau Joonnghhh nghhh-"
Dan kalian dapat menerka-nerka sendiri kan apa yang terjadi berikutnya?
Hehehe.
.
.
.
.
.
*TBC*
Pojokan author :
maapkeun ngaret 3 hari dari waktu yang sudah di janjikan huehuehue. Kemarin saya keluar kota terus kelupaan bawa laptop jadi ya nda bisa update~
so how? NCnya ga hot kan? emang. ga bisa bikin nc soalnya. bisanya cuma menikmati karya orang lain saja huhehuehue /disambit
oh ya ngomong-ngomong untuk chap depan aku ga tau bisa update kapan- udah masuk kuliah soalnya :") tapi nanti kalo free pasti update! wkwkwk berdoa aja aku cepet freenya~ tenang kok ga akan di bikin nunggu selama setahun.. paling nunggunya setengah tahun aja ;) /digampar
ga ga bercanda wkwkwk
oh ya~
aku ngeshare cerita juga tentang minyoon loh di wattpad! dah ya! aku bakal share disini juga~ semoga kalian suka oke?
Oh- lagi kemarin aku baca review yang bilang ada OH SEHUN di chap kemarin- jujur itu harusnya Park Chanyeol bukan oh sehun, aku rada celeng. soalnya tadinya aku mau buat hunhan, cuma aku baru ngeh si luhan udah muncul di chapter sebelum2nya jadi begitu WKWKWK maaf ya :")
akhir kata, keberatan untuk mereview? :3
