Shut You Up !
Casts :
Choi Siwon, Kim Kibum
Genre. :
Fluff, Shounen-Ai
Disclaimer. :
They're not mine.. just the story is mine
Note . :
Pernah di posting di FB dan juga di Grup..
Hanya ingin melestarikan ff SiBum yg benar2 nyaris punah.. hehehe
Enjoy...
"Hah... maafkan -hah- aku Kibum-ah."
Kibum hanya menatap jengah pria yang baru saja datang, yang kini sedang sibuk mengatur nafasnya yang terengah dengan kedua tangan yang bertumpu pada lututnya. Sepertinya dia baru saja lari marathon.
Bukannya dia tidak kasihan melihat pria di depannya ini. Terengah-engah dengan keringatnya yang terus mengalir dari pelipis hingga ke dagu lancipnya. Hanya saja, ia paling benci jika ia harus menunggu. Apalagi bukan dirinya yang membuat janji.
Kemarin. Siwon, pria itu menelponnya, dan mengajaknya untuk berlatih tanding one-on-one pagi ini di lapangan taman kota.
'Kau jangan lupa besok jam 8 pagi, kita one-on-one di tempat biasa... Dan jangan sampai terlambat. Oke?' begitu kata Siwon. Tanpa menunggu persetujuan dari Kibum, pria itu langsung menutup teleponnya. Meninggalkan Kibum yang hanya bisa menghela nafas, menanggapi sikapnya yang seenaknya saja itu.
'Jangan sampai terlambat. Oke?'
Bisa Kibum ingat dengan jelas. Kata-kata Siwon sebelum menutup telpon nya. Dan kini...
Siapa yang terlambat?
Lima menit... sepuluh menit... ia masih bisa mentolelirnya. Tapi sekarang, matahari nyaris berada tepat diatas kepalanya. Siwon baru saja menampakkan batang hidungnya.
"Maafkan aku Kibum-ah... hehe." Sekali lagi, setelah nafasnya kembali teratur, Siwon kembali minta maaf. Menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Hhh~~," helaan nafas keluar dari mulut Kibum. Dia tidak mau membuang energi nya, hanya untuk meluapkan kekesalannya. Lagipula dia bukan termasuk orang dengan temperamen buruk.
"Bolamu." Kibum mengoper bola oranye yang sedari tadi ia mainkan sendiri pada Siwon, yang dengan sigap ditangkap oleh pria yang lebih tinggi darinya itu. Lalu memasang posisi bertahan.
"Eh?" Sedikit kaget. "Tidak, kau duluan saja." Siwon lalu mengoper kembali bola pada Kibum.
"Bolamu." Kembali, Kibum operkan bolanya pada Siwon.
"Tidak tidak. Itu bolamu." Lalu dikembalikan lagi. "Hukuman untuk yang datang terlambat." Senyuman terulas di bibir Siwon yang menampakkab kedua lesung pipitnya. Kini ia yang memasang posisi bertahan.
"Tch." Kibum mendecih, tak mau membalasnya. Ia tahu itu percuma. Dan mulai men-dribble bolanya. Mulai menyerang.
"Kau tidak mau tahu kenapa aku datang terlambat?" Tanya Siwon, merentangkan kedua tangannya. Mencegah Kibum melewatinya.
"Bukan urusanku." ketus Kibum sembari mencoba menembus pertahanan Siwon.
"Pfft... ya ampun, kenapa kau ketus sekali?"
Sedikit celah, saat Siwon menutup mulutnya untuk menahan tawa, tak disia-sia kan begitu saja oleh Kibum. Ia langsung berlari mendekati ring. Dan...
Wusshh...
2 angka ia dapat dari Lay up.
"Ah, sial." Baru Siwon sadari kalau dia tadi sedikit lengah. Bola kini ditangannya, dan gilirannya menyerang. Ia tersenyum saat melihat Kibum kembali memasang posisi bertahan.
"Kau tahu..." pria bernama lengkap Choi Siwon itu mulai lagi berbicara. "Sebenarnya jika aku tak menolong seekor anjing tadi, aku tak akan terlambat datang tadi." Lanjutnya dengan masih men-dribble bola.
"Ckk..." Kibum berdecak. Tangannya berusaha menggapai bola yang sedang dipantul-pantulkan oleh Siwon itu. Tapi gagal. Bola itu masih ditangan pria Choi.
"Hey, apa kau tidak penasaran apa yang terjadi dengan anjing itu?"
Kibum bersumpah, hari ini Choi Siwon benar-benar berisik dan cerewet. Persis seperti Park Ahjumma, tetangga sebelahnya yang setiap pagi datang ke rumahnya hanya untuk bergosip dengan eomma-nya.
"Tidak." Jawab Kibum singkat.
"Coba tebak."
Dan satu lagi. Menjengkelkan.
Biarpun Siwon terus bicara, tapi ia tak dapat merebut bola darinya. Bahkan baru saja dengan mudahnya, Siwon melewatinya. Dan...
Dunk!
2 vs 2 .
Poin mereka seri.
Bola kembali menjadi milik Kibum. Dan mulai men-dribble nya lagi. Mencondongkan lalu mendorong tubuhnya supaya bisa melewati Siwon.
Ah, gagal.
Tidak bisa di tembus. Badan Siwon memang lebih besar dan tinggi dibanding dirinya.
"Benar kau tidak bisa menebaknya?"
Lagi-lagi. Apa tidak ada pembicaraan lain? Batin Kibum. Untuk apa pula dia memikirkan seekor anjing. Lebih baik ia memikirkan pria di depannya ini.
Eh??
Wushh...
Kibum sedikit tersentak. Ia baru sadar kalau bola oranye itu sudah tidak berada di tangannya.
"Pffft.. Seharusnya kau lebih berkonsentrasi, Kibum-ah." Siwon tersenyum geli melihat perubahan ekspresi Kibum, dari kaget menjadi kesal. Karena baru saja Siwon melesakkan tembakan jarak jauh.
Tiga point. Siwon unggul.
Tak mau kalah. Kibum mencoba mngejar ketertinggalannya. Beberapa kali ia masukkan poin. Namun sayangnya Siwon juga memasukkannya.
10 menit.
19-15 untuk keunggulan Choi Siwon.
"Dan setelah aku membawa anjing itu ke dokter hewan..." Siwon masih menceritakan hal yang tidak penting menurut Kibum. "Kau tau, apa yang selanjutnya terjadi?"
"Anjing itu jatuh cinta padamu, dan memintamu menikahinya." Jawaban sarkasm Kibum yang spontan itu sontak membuat Siwon terbahak.
"MWO?!! Bwahahahah..." Siwon menyeka air disudut matanya. "Aku tidak tahu kalau Kim Kibum punya rasa humor macam itu... mwahahhaa..." kali ini memegangi perutnya yang mulai sakit karena tertawa.
"Ckk... Berisik !" Kalau bisa, Kibum ingin menyumpal mulut Siwon agar tak berisik lagi.
"Mwahahaha... "
Jengah. Kibum membuang begitu saja bola yang sedari tadi ia pegang ke samping. Dan dalam hitungan detik, ia menarik kerah kaos polo Siwon. Tindakan Kibum selanjutnya benar-benar Siwon berhenti tertawa seketika.
Kibum menempelkan bibir merahnya tepat di bibir tipis Siwon. Hanya beberapa detik, tanpa ada tekanan ataupun lumatan, hanya menempel saja. Kibum menjauhkan wajahnya dari Siwon. Meninggalkan Siwon yang masih membatu.
Sebenarnya ada perasaan sedikit aneh saat ia melakukan itu tadi, tapi ia tak ambil pusing. "Setidaknya itu bisa membuatmu diam." Kibum berbalik guna mengambil bola oranye yang ia buang tadi.
Butuh beberapa detik untuk Siwon mencerna kata-kata Kibum tadi. Sadar dengan apa yang baru saja terjadi. Segera ia menarik tangan Kibum lalu memutarnya. "Kau pikir bisa pergi begitu saja, setelah apa yang kau lakukan, heung?" Ucapnya tepat didepan wajah kaget Kibum.
Dan sebelum Kibum berkata apapun, Siwon sudah menempelkan bibirnya di bibir Kibum. Kali ini dengan sedikit tekanan. Lebih dalam... Dan lebih dalam lagi.
Dan begitulah semuanya terjadi.
Hanya itulah yang bisa membuat Choi Siwon diam.
END.
Ini juga lagi-lagi cuma cerita lama. Kayaknya ff SiBum di ffn udah beneran ngga ada ya X'D
Regards.
N89
