Goodnight Call
Pairing : SiBum/WonBum (Choi Siwon x Kim Kibum)
Genre. : Fluff
Note : Repost dari grup FB...
.
.
.
.
.
※※※
Larut malam seperti ini, entah apa yang ada di pikiran namja bernama Choi Siwon itu. Dia terus saja terlihat mondar-mandir di dalam kamar tidurnya.
Sesekali ia menghentikan langkah, dan nampak berpikir.
Tak seberapa lama, ponsel yang sedari tadi tergeletak di atas bed-nya, ia sambar. Ibu jari nya bergerak dengan cepat mengetik nomor-nomor yang sudah ia hapal di luar kepala, lalu men-dial nya. Dalam hitungan detik ponselnya kini sudah menempel di pipi dan telinga kanannya.
Tuutt... tuttt...tutt
Terdengar nada sambung di seberang sana.
Wajah tampannya ia tekuk, karena panggilannya tak kunjung diangkat oleh seseorang di seberang sana. Jelas saja, apa pria Choi ini tak punya jam di kamarnya?
Kaki jenjangnya ia ketuk-ketukan, menunggu jawaban dari nomor yang ia dial tadi. Dan...
Click.
Wajahnya berubah sumringah mendengar panggilannya diangkat.
"Yoboseo?" Nada datar setengah malas terdengar.
"Oh, Kim Kibum~~" Siwon sedikit menggoda seseorang yang ia ganggu larut malam ini. Bibir tipisnya menyunggingkan senyum usil.
"Siapa ini?" Nadanya berubah kesal.
"Kau tidak mengenali suaraku?" Siwon masih saja menggodanya. Kini senyuman-nya semakin terkembang.
Tuttt.. tuttt.. tuttt...
Seketika senyumannya menghilang. Sedikit membutuhkan waktu bagi Siwon, sadar dengan apa yang baru saja terjadi.
Kim Kibum dengan sadis dan dingin menutup teleponnya.
"Aku tidak percaya ini?" Gumam Siwon, menatap syok ponsel di tangannya.
Sekali lagi, ia mencoba kembali menghubungi Kibum.
"Apa maumu?" Hal pertama yang Siwon dengar, saat Kibum mengangkat telpon nya.
"A-apa kau tadi menutup telponnya?" Tanya Siwon tak percaya.
"Iya. Memangnya kenapa?" Jawab Kibum santai.
"T-tapi itu tadi tidak sopan."
Oh, Choi Siwon. Yang kau lakukan itu lebih tidak sopan.
"Katakan apa maumu?"
"Tidak ada. Aku hanya ingin mendengar suaramu."
Siwon hampir bisa membayangkan, Kibum memutar bola matanya di seberang sana.
"Well. Kau sudah mendengarnya bukan? Kalau begitu, Bye!"
Tutt... tutt.. tutt
Pria Choi itu benar-benar tidak bisa mempercayainya. Kembali, Kibum dengan -lebih- sadis menutup telponnya.
Seharusnya itu membuatnya kesal. Namun entah kenapa, bibir joker milik Siwon, kini tak berhenti tersenyum.
Tak menyerah. Ia kembali mencoba menghubungi Kibum.
"Kibummie~~" panggilnya, saat pria Kim menjawab telponnya.
"Haahh~~" helaan nafas terdengar. "Sebenarnya apa mau mu, Siwonnie?" Nadanya kini terdengar melembut. Dan itu kembali membuat bibir tipis milik Siwon tersenyum lebih lebar dari sebelumnya. Meskipun Kibum tak bisa melihatnya.
"Aku tidak bisa tidur." Pria Choi itu sepertinya sedang merajuk. "Perasaanku tidak enak." Ucapnya sembari mendudukan diri di tepi ranjang tidur miliknya.
"Lalu, kau ingin aku bacakan dongeng?" Tanya Kibum malas. "Atau kau ingin aku nyanyikan lullaby?"
"Hmmm.. tidak perlu." Tolak Siwon halus. "Aku tahu kau tidak suka banyak bicara."
Ah, sepertinya Choi Siwon kini sudah sadar dan pengertian.
"Dan suara mu juga tidak terlalu merdu untuk menyanyikan lullaby."
Twitttch...
Satu perempatan muncul di dahi Kibum. Mendengar kata-kata kelewat -sok- polos dari Siwon.
Kalau saja ini dunia anime, dan orang bermarga Choi itu berada di depannya. Kibum pasti sudah menghantam kepala Siwon dengan palu yang entah dia dapat dari mana asalnya.
"Hahh~"
Sayangnya Kibum bukan karakter anime atau orang yang tersesat masuk ke dunia anime. Jadi yang bisa dia lakukan hanya,
"Aku tutup telponnya!"
"Jangaann!" Cegah Siwon setengah berteriak, sebelum namja Kim itu kembali menutup telponnya.
"Ada apa lagi Siwonnie?" Kibum menepuk dahinya imajiantif. Entah kenapa dia bisa bertahan dengan sifat Siwon yang seperti ini.
"Aku merindukanmu."
"Kibummie?" Tanya Siwon bingung saat dirasa tak ada jawaban atau reaksi apapun dari pemuda salju itu. "Kau masih di sana?"
"Ah.. iya." Kibum terkesiap. Untung saja Siwon tidak bisa melihat wajahnya sekarang. Gara-gara perkataan Siwon tadi, wajahnya yang biasanya terlihat dingin, kini sedikit memanas. "Bukankah tadi siang kita baru bertemu?"
"Bisakah kita bertemu?" Sepertinya pria Choi ini benar-benar merindukannya.
"Baiklah. Kapan?" Jujur, pria Kim ini juga merasakan hal yang sama.
"Mmm... sekarang?" Tanya Siwon antusias.
"Choi Siwon, apa kau sudah gila? Ini jam 2 pagi!"
Tawa Siwon meledak. Kekasihnya ini benar-benar menggemaskan. Di balik wajah dingin yang biasa orang-orang lihat. Dan dia suka sekali melihat atau membayangkan ekspresi-ekspresi tak terduga dari Kibum.
"Kita bertemu siang nanti saja."
Bahu Siwon merosot, dia ingin melihat Kibum saat ini juga. Tapi Kibum benar. Dan dia juga tak bisa egois.
"Baiklah. Kita bisa makan atau jalan-jalan atau pergi menonton, atau apapun."
"Hhnmm.. baiklah. Terserah kau saja." Ucap Kibum setengah malas. Dia benar-benar sudah mengantuk. "Kalau begitu. Selamat malam."
"Hei... tidak ada ciuman selamat malam?" Goda Siwon.
Tutt... tutt.. tutt...
"Dia menutupnya lagi." Gumam Siwon sembari tersenyum.
Tapi tak apa, setidaknya sekarang Siwon sudah bisa mulai tidur nyenyak.
"Goodnight, Kibummie."
END.
Note : please RnR
