SIXTEEN
Chapter 3
Author: ByunniePark
Genre: Romance/Hurt/Comfort
Rate: T
Cast: Zhang Yixing, Kim Suho
Other Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Minseok, Kim Jongdae, Kim Jongin
Pair: Sulay and others
Disclaimer: ff ini milik saya, member EXO milik kita semua #plaaaak
Warning: OOC, GS, typo (dimana-mana)/ gaje berkali-kali lipat/drama benjeeet/ ngebosenin/ don't like, don't read.
Summary: Yixing yang merasa takut jika masa lalunya terulang kembali pada anaknya (halaah maksa bikin summary)
Let's Start
Happy Reading
AUTHOR POV
"dari mana saja, malam begini baru pulang?" tanya nyonya Kim pada anak bungsunya.
"ehh...eumm aku...habis pulang kerja eomma" jawab suho gugup.
"mwo? Kerja?"
"ne, sudah dua bulan ini aku bekerja di bengkel Shin ahjussi setelah pulang sekolah" jelas Suho.
Sang eomma terlihat kaget mendengar penuturan anak bungsunya itu. Yeoja paruh baya itu tidak menyangka anak bungsunya yang masih bisa dibilang manja itu mau bekerja kecil-kecilan di bengkel.
"mwo? Apa eomma tidak salah dengar?" tanya nyonya Kim tak percaya.
"ani eomma, maaf tidak memberitau eomma sebelumnya" ucap Suho sambil membungkuk.
"aigoo ternyata anak eomma sudah bisa hidup mandiri eoh" seru nyonya Kim sambil membelai kepala Suho.
"sekarang jelaskan kepada eomma kenapa kau tiba-tiba bekerja sambilan? Apa uang jajan mu kurang?"
Suho pun terlihat gugup untuk menjawabnya,"eumm ani... uang jajanku cukup eomma, malah berlebih, aku ingin menabung saja untuk keperluan mendesak" jelas Suho.
"tapi kau kan bisa minta pada eomma jika uangmu kurang"
"ani, aku tidak mau merepotkan eomma dan appa, ap-apa eomma tidak suka aku bekerja?" tanya Suho takut-takut.
"ani, eomma senang sekarang kau bisa hidup mandiri, eomma bangga padamu Suho-ah" ucap nyonya Kim bangga.
Suho yang mendengarnya pun hanya bisa tersenyum miris. Apa eomma nya masih bisa bangga jika Suho mengatakan kalau ia telah mengahamili anak orang.
'mianhae eomma' ucapnya dalam hati.
"oh iyaa, sebentar lagi kakakmu datang katanya akan menginap 2 minggu disini"
"benarkah? Apa Jongin juga di ajak?" tanya Suho antusias, pasalnya ia sudah sangat rindu dengan keponakannya itu.
"tentu saja, eomma sudah tidak sabar ingin menggendong Jongin" nyonya Kim pun tak kalah antusiasnya menanti kedatangan cucu laki-laki semata wayangnya,"ya sudah sana kau cepat mandi sebelum mereka datang"
"ne eomma" suho melangkah dengan semangat menuju kamarnya, karena mendengar kedatangan kakaknya Minseok yang memang tinggal di Busan setelah menikah dengan Kim Jongdae karena pekerjaan sang suaminya yang menuntut mereka untuk tinggal di sana. Ini pertama kalinya Minseok pulang ke Seoul pasca melahirkan 7 bulan yang lalu. Suho pun juga tidak sabar ingin bermain dengan keponakan satu-satunya itu yang terakhir ia lihat saat baru lahir dan pastinya sekarang sudah tumbuh besar.
16~16
"akhirnya cucuku datang juga" seru nyonya Kim girang melihat kedatangan anak, menantu dan cucunya.
"annyeong eomma" sapa Minseok dan Jongdae bersamaan.
"ne, sini berikan Jongin pada eomma" ucap nyonya Kim sambil mengambil Jongin dari gendongan Minseok,"waaaaah cucuku tampan sekali, kau sudah besar ternyata "
Jongdae dan Minseok pun terkekeh melihat tingkah eommanya yang kegirangan menggendong Jongin.
"ne eomma, Jongin sudah mulai bisa merangkak sekarang" jawab Minseok.
"benarkah... cucu halmeoni pintar" seru nyonya Kim sambil menciumi pipi chubby Jongin. Jongin pun terkikik geli karena pipinya diciumi sang nenek
"appa mana eomma?" tanya Minseok.
"appa mu belum pulang dari kantor, mungkin sebentar lagi dia pulang"
Minseok pun hanya mengangguk,"lalu Suho?"
"dia masih mandi, mungkin sebentar lagi turun, oh iya bagaimana pekerjaanmu Jongdae-ah?" tanya nyonya Kim pada menantunya.
"sejauh ini berjalan lancar eomma, perusahaan memberiku libur 2 minggu karena itu kami memutuskan untuk pulang ke Seoul" jawab Jongdae.
"apa kau tidak bisa berpindah tugas di Seoul saja Jongdae-ah, supaya bisa dekat dengan kami"pinta nyonya Kim.
"mian eomma, perusahaan baru bisa memindah tugaskan ke Seoul jika sudah 7 tahun usia kerja, jadi mungkin aku baru bisa mengajukan perpindahan kerja 4 tahun lagi" jelas Jongdae.
Nyonya Kim menghela nafasnya,"haaahhh eomma jadi tidak sabar, eomma ingin cepat-cepat kalian pindah kesini, dan menyekolahkan Jongin di sini"
"ne, aku juga inginnya begitu eomma" sahut Minseok.
Tidak lama kemudian terdengar derap langkah kaki yang berasal dari tangga dan sudah bisa dipastikan itu berasal dari Suho. Melihat Jongin wajah Suho pun berunag cerah.
"keponakanku sudah datang ternyata" seru Suho sambil merebut Jongin dari gendongan eommanya.
Nyonya Kim pun mendengus kesal,"Ya! Kim Suho gendong Jongin yang benar, nanti dia bisa jatuh" tegur nyonya Kim karena Suho sedari tadi mengangkat Jongin ke atas dan kebawah. Jongin yang diperlakukan semena-mena oleh ahjussinya itu pun malah tertawa senang.
"hehe ne mian" cengir Suho lalu mencium pipi Jongin.
Nyonya Kim akhirnya mengambil kembali Jongin dari gendongan Suho.
"Suho-ah bagaimana sekolahmu?" tanya Minseok
Suho pun mendudukkan dirinya di samping Minseok dan memeluknya dari samping, karena sebenarnya ia juga sangat rindu dengan sang noona
"baik-baik saja noona" jawab Suho.
Minseok terkekeh melihat dongsaengnya yang masih manja padanya seperti dulu.
"lalu bagaimana kabar Yixing? Apa dia masih menjadi yeojachingumu?" goda Minseok.
Seketika itu juga Suho menegakkan tubuhnya kembali, mendengar nama Yixing di sebut membuat tubuhnya bergetar. Dulu ia memang suka sekali bercerita tentang Yixing pada Minseok. Minseok sendiri memang belum pernah bertemu dengan Yixing tapi dari cara Suho menceritakan tentang Yixing padanya, ia tau dongsaengnya benar-benar jatuh cinta dengan gadis keturunan China itu.
"di-dia ba-baik-baik saja, ten-tentu saja masih" ucap suho gugup.
'bahkan kami akan memberikan sepupu untuk Jongin' tambahnya dalam hati.
"baguslah kalau begitu, sekali-sekali ajak dia kesini, aku ingin bertemu calon adik iparku" pinta Minseok.
"ne, pasti" jawab Suho singkat.
Minseok terkekeh melihat ekspresi gugup Suho yang menurutnya sangat lucu, tangan yeoja itu pun mengacak-acak rambut dongsaenya sayang.
'aku pasti membawanya kesini noona, sebagai Kim Yixing'
16~16
Seminggu ini bisa dibilang adalah hari yang paling melelahkan bagi Zhang Yixing, karena pasalnya ia baru saja menjalani ujian semester yang menguras otak. Apalagi dengan keadaannya yang tengah berbadan dua, sungguh sangat melelahkan.
Gadis itu bisa bernafas lega hari ini, karena hari ini penderitaannya berakhir dengan tuntasnya ujian semester. Beruntung gadis itu bisa menyelesaikan ujiannya dengan lancar, walaupun belakangan ini ia sering merasakan nyeri di perutnya, tapi rasa nyeri itu juga bisa tiba-tiba hilang.
Yixing merasa kelelahannya mencapai puncak hari ini, ia berjalan sedikit gontai menuju kamarnya dengan di ikuti Baekhyun dan Chanyeol di belakang seperti biasa. Sudah menjadi kebiasaan Baekhyun sepulang sekolah ia selalu mampir dulu ke rumah Yixing dan mau tidak mau membuat Chanyeol juga ikut mengekor karena namjachingu Baekhyun itu tidak bisa jika harus berjauhan dengan Baekhyun. Bisa di bilang ChanBaek lebih leluasa menghabiskan waktu berdua jika di rumah Yixing, karena jika Chanyeol berkunjung ke rumah Baekhyun, bisa-bisa telinganya terbakar mendengar ceramah dari nenek Baekhyun yang sangat cerewet. Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya, jika ChanBaek berkencan dirumah Baekhyun akan berakhir dengan percumah karena pasti namja itu malah berkencan dengan nenek Baekhyun yang selalu antusias jika Chanyeol datang. Bahkan Baekhyun sering berpikir kalau neneknya itu lebih menyayangi Chanyeol dari pada cucunya sendiri.
Yixing pun tidak keberatan dengan kebiasaan sahabatnya itu menjadikan alasan dirinya untuk menghabiskan waktu bersama namjachingunya seharian tanpa gangguan dari nenek Baekhyun. Justru dengan adanya ChanBaek, ia bisa merasa tenang dan tidak larut dalam pikiran-pikran tentang masa depan.
Tepat saat membuka pintu kamarnya, Yixing merasakan nyeri di perutnya bertambah parah. Gadis itu meringis sambil tangannya memegangi perutnya. Baekhyun yang mengetahui gerak-gerik aneh Yixing pun berjalan cepat mengahampiri Yixing yang masih berdiri di depan pintu.
"Yixing...gwenchanna? kau kenapa?" tanya Baekhyun khwatir.
Yixing pun menggeleng,"molla Baekkie, perutku rasanya sakit akhh..." rintih Yixing yang merasakan perutnya semakin sakit.
"mungkin kau kelelahan, kau istirahat saja ne kajja" ajak Baekhyun sambil menuntun Yixing berjalan menuju tempat tidurnya.
Tapi baru tiga langkah, Yixing berhenti kembali . ia merasakan kakinya basah seperti orang kencing di celana.
"omoo darah apa ini?" pekik Chanyeol dari belakang sambil menunjuk lantai.
Tubuh Yixing bergetar seketika. Kepala perlahan menunduk melihat kebawah dan betapa terkejutnya ia mendapati kakinya yang teraliri cairan merah pekat yang berasal dari tubuhnya.
Baekhyun dan Chanyeol membulatkan matanya tak kalah kaget. Baekhyun sampai menutup mulutnya tak percaya melihat kaki Yixing yang berlumuran darah.
"astaga Yixing kau kenapa?" tanya Baekhyun panik.
Raut wajah Yixing semakin pucat dan ia merasakan perutnya semakin sakit tak tertahankan.
"akhh...Baekkie sak_"
Grep
Tubuh Yixing limbung seketika, untung tubuhnya tidak terjatuh di lantai karena Chanyeol dengan sigap menangkap tubuh Yixing yang tiba-tiba ambruk.
Baekhyun pun semakin panik dibuatnya. Bahkan gadis itu sudah menangis sekarang. ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Berkali-kali ia menepuk pipi Yixing tapi nihil, yeoja itu tak kunjung bangun.
"sebaiknya kita bawa Yixing ke rumah sakit sekarang, karena sepertinya kandungannya bermasalah Baekkie, kajja" ajak Chanyeol sambil menggendong Yixing yang tengah pingsan.
Baekhyun pun hanya mengannguk dan berjalan mengikuti Chanyeol dibelakang. Di lantai bawah mereka tak sengaja berpapasan dengan Hana, salah satu maid di rumah Yixing. Yeoja itu pun seketika membulatkan matanya melihat keadaan Yixing yang memprihatinkan dengan banyaknya darah di kaki anak majikannya itu.
"omoo tuan, nona Yixing kenapa?" tanya Hana panik.
"Yixing pendarahan, kami akan membawanya ke rumah sakit, tolong beritau Zhang ahjussi dan Zhang ahjumma ne dan cepat ambilkan kunci mobil Zhang ahjussi aku harus membawa Yixing ke rumah sakit sekarang juga " jawab Chanyeol cepat.
"ahh ne chakkaman"
Secepat kilat Hana pun mengambil kunci mobil ayah Yixing yang menganggur di garasi karena mustahil jika menunggu taksi pasti membutuhkan waktu lama.
Sesampainya di mobil Chanyeol meletakkan Yixing di jok belakang bersama Baekhyun yang sekarang masih tidak berhenti menangis dan tanpa berlama-lama lagi namja itu pun melajukan mobil ke rumah sakit.
"hiks oppa, apa tidak apa-apa jika memberi tau ahjussi dan ahjumma sekarang?" tanya Baekhyun sambil terisak.
"mau bagaimana lagi Baekkie, Yixing mengalami pendarahan sekarang, mau tidak mau kita harus memberitau keadaan Yixing yang sebenarnya pada ahjussi dan ahjumma"
Baekhyun tidak menanggapi jawaban Chanyeol, gadis itu malah semakin terisak sambil medekap tubuh Yixing erat. Ia takut membayangkan nasib sahabatnya setelah ini.
16~16
Setelah sampai di rumah sakit, Yixing langsung dilarikan ke IGD dan segera mendapat penanganan dari dokter. Baekhyun mendudukkan dirinya dengan lemas di kursi tunggu rumah sakit, tangannya menangkup wajanya yang basah karena sedari tadi ia tidak berhenti menangis. Sedangkan Chanyeol terlihat mondar-mandir dengan menempelkan ponselnya di telinga. Ia memang sedang menghubungi Suho sekarang, tapi sudah 5 kali Chanyeol berusaha menghubungi Suho, tidak satupun yang di angkat.
"ayo Suho hyung angkat" gumam Chanyeol sambil menggigiti kukunya.
Walau berkali-kali tidak mendapatkan jawaban, namja itu tidak menyerah. Ia terus-menerus menghubungi Suho sampai...
"yeobseo" terdengar jawaban diseberang telepon.
Dan akhirnya Chanyeol menghela nafas lega,"HYUNG!" panggil Chanyeol dengan meninggikan suaranya.
"ne, kau kenapa Chanyeol-ah? Kenapa meneleponku? Kau tidak tau aku sibuk bekerja sekarang"
"tapi ini sangat gawat hyung"
"mwo? gawat kenapa? Cepat katankan!" sekarang terdengar suara Suho yang panik.
"Yixing...dia pendarahan dan sekarang kami membawanya ke Seoul hospital, kau cepat kesini ne!"
"..."
Hening tidak ada jawaban dari Suho.
"hyung!" panggil Chanyeol.
"..."
Namun masih tidak ada jawaban dari Suho.
"Hyung...kau baik-baik saja? Yeobseo...hyung!"
Tuuut tuut tuut
Dan terdengar bunyi sambungan telepon yang terputus. Chanyeol tau, Suho pasti shock mendengar Yixing pendarahan. Namja itu pun menghela nafasnya, lalu mendudukkan dirinya disamping Baekhyun yang masih tubuh yeojachingunya itu ke dalam pelukannya, berusaha untuk menenangkannya.
16~16
"Yixing...dia pendarahan dan sekarang kami membawanya ke Seoul hospital, kau cepat kesini ne!"
Suho yang mendengarnya pun hanya bisa membulatkan matanya. Tubuhnya menegang seketika, bahkan mungkin bisa saja ia terkena serangan jantung mendadak. Ia terus mematung ditempat tanpa menyahut panggilan Chanyeol di seberang telepon. Dipikirannya hanya ada Yixing dan calon anaknya sekarang. ia berkali-kali merutuki kebodohannya karena akhir-akhir ini jarang menemani Yixing karena namja itu sibuk bekerja sekarang. Suho memang berniat mencari uang sendiri untuk keperluan membeli susu untuk ibu hamil, periksa ke dokter dan bahkan untuk biaya persalinan Yixing nanti, ia tidak ingin menjadi anak yang semakin tidak tau diri jika meminta biaya persalinan pada orang tuanya.
Tapi tidak lama kemudian otaknya sudah mulai berkerja dengan normal. Segera saja ia mengambil tasnya dan menemui Shin ahjussi pemilik bengkel untuk izin pulang cepat.
"ahjussi mianhae, hari ini aku izin pulang cepat keluargaku ada yang sakit"
"mwo? Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu, kau tau kan sekarang bengkel sedang banyak pekerjaan" kata Shin ahjussi yang sedang menghitung penghasilannya setengah hari ini.
"jeongmal mianhae ahjussi tapi aku harus pulang sekarang, pekerjaanku biar ditangani yang lain dulu dan kau bisa memotong gajiku, aku permisi ahjussi, annyeong" pamit Suho sambil membungkukkan badannya lalu secepat kilat meninggalkan bengkel dan mengabaikan teriakan-teriakan dari Shin ahjussi.
'Yixing-ah mianhae, kau harus bertahan, tunggu aku'
16~16
Dari kejauhan terlihat namja dan yeoja paruh baya yang terlihat berjalan denga tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit. Mereka panik saat mendapat kabar anak semata wayangnya dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan. Meereka pun tidak mengerti kenapa anaknya bisa mengalami pendarahan.
Tidak lama kemudian pandangan mereka tertuju pada dua sejoli yang terduduk di kursi tunggu dengan sang yeoja yang terlihat menangis dipelukan sang namja. Namja dan yeoja paruh baya yang ternyata adalah tuan dan nyonya Zhang itu akhirnya semakin mempercepat jalannya menuju dua sejoli itu. Nyonya Zhang sangat mengenal yeoja muda itu yang tidak lain adalah Baekhyun, satu-satunya sahabat yang dipunyai putrinya.
"Baekhyun-ah, mana Yixing? Apa yang terjadi?" tanya nyonya Zhang panik.
Mendengar suara nyonya Zhang, tubuh Baekhyun semakin begetar. Ia bingung apa yang harus ia katakan kepada ibu sahabatnya itu.
"hiks Yi-Yixing, ma-masih diperiksa Dokter ahjumma" jawab Baekhyun dengan gugup.
"lalu kenapa Yixing bisa mengalami pendarahan? Tolong jelaskan pada ahjumma, sebenarnya apa yang terjadi pada Yixing?" tanya nyonya Zhang lagi.
Baekhyun pun semakin gugup dibuatnya. Ia menolehkan kepalanya ke arah Chanyeol dan mendapati namja itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda untuk menyuruh Baekhyun menjelaskan semuanya kepada tuan dan nyonya Zhang.
"ahjumma...se-sebenarnya...Yi-Yixing..." Baekhyun menggigit bibir bawahnya, ia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Baekhyun-ah jangan membuat ahjumma bingung, cepat katakan sebenarnya ada apa? "
"Yi-Yixing... sebenarnya..dia, dia se_"
Cklek
Belum sempat Baekhyun melanjutkan kata-katanya, pintu ruang IGD pun terbuka dan menampakkan seorang dokter namja bername tag Kim Ji Hoon dengan raut wajah yang Baekhyun sendiri tidak bisa mengartikannya.
Segera saja tuan dan nyonya Zhang menghampiri sang dokter dan melupakan introgasinya terhadap Baekhyun.
"dokter bagaimana keadaan anak saya, apa dia baik-baik saja?" tanya tuan Zhang.
Dokter Kim pun menghela nafas,"syukurlah anak anda tidak apa-apa dan janinnya dapat terselamatkan, kandungannya masih sangat lemah mungkin anak anda kelelahan sehingga terjadi pendarahan" jelas dokter Kim.
Tuan dan nyonya Zhang seketika itu membulatkan matanya, mereka tidak mengerti apa yang dikatakan dokter Kim.
"janin? Apa maksud dokter?" tanya tuan Zhang.
"apa anda tidak tau sebelumnya?" bukannya menjawab, dokter Kim malah balik bertanya.
Tuan dan nyonya Zhang pun menggeleng.
"anak anda saat ini tengah mengandung dan usia kandungannya sudah mencapai 3 bulan"
DEG
Nyonya Zhang menutup mulutnya tak percaya, tubuhnya melemas seketika, hampir saja ia terjatuh ke lantai jika saja tidak di tahan oleh Baekhyun.
"ahjumma" seru Baekhyun sambil mendekap nyonya Zhang.
Grep
tuan Zhang seketika itu mencengkeram kerah kemeja dokter Kim karena tidak percaya apa yang baru saja di katakan dokter itu.
"dokter jangan bercanda, anakku masih berumur 16 tahun, dan dia belum menikah, bagaimana dia bisa hamil?" teriak tuan Zhang penuh emosi.
"tenang ahjussi ... ini di rumah sakit" ucap Chanyeol sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangan tuan Zhang pada dokter Kim.
"maaf tuan, tapi dari hasil pemeriksaan dan pendarahan yang di alami anak anda ,memang menunjukkan kalau anak anda hamil" jelas dokter Kim lagi.
Tuan Zhang sama sekali tidak menemukan kebohongan pada raut wajah dokter Kim. Cengkeramannya pun melemah. Sungguh ia tak percaya apa yang di jelaskan dokter itu. Bagaimana bisa anaknya yang masih berumur 16 tahun itu hamil.
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter Kim dan di balas bungkukan badan oleh Chanyeol.
Pandangan tuan Zhang pun beralih menatap Chanyeol tajam dengan wajah yang memerah karena emosi serta rahangnya yang mengeras.
Grep
Dan sekarang tuan Zhang beralih mencengkeram lengan Chanyeol. Dengan susah payah Chanyeol menelan salivanya. Di hadapannya kini tuan Zhang terlihat sangat mengerikan. Berkali-kali ia merutuki nasibnya yang terjebak disituasi seperti ini.
"kau, apa kau yang menghamili anakku?" tanya tuan Zhang dengan menajamkan suaranya.
Tubuh Chanyeol bergetar seketika,"bu-bukan saya ahjussi, sungguh bukan saya yang menghamili Yixing"
"LALU SIAPA? CEPAT KATAKAN SIAPA BAJINGAN YANG MENGHAMILI ANAKKU!" teriak tuan Zhang tepat di depan muka Chanyeol.
"saya ahujussi, saya ayah janin yang dikandung Yixing dan saya yang menghamilinya"
TBC
Udah segini dulu yang bisa saya kasih di chap 3...maap kalau ceritanya gak sesuai harapan #bow
Balasan review udah diblas lewat PM, yang ada akun blasnya disini:
rein rein: hehe ngrasanya sih gitu...oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng yoon sohee
Tania3424: wadoooh udah parno duluan, doa in saja ini bakal happy ending amiin hehe... makasih reviewnya #bow bareng yoon sohee
Big thanks to: han ah byeol, MinSeulELFSparFishy, selvian . summer , Baby Panda Zi TaoRis EXOtics, zhehoons, AlpacaAce, PrincePink, Kopi Luwak, Kazehiro Yuki, Fanxingege, XiuBy PandaTao, AbigailWoo, jungsssi, rein rein, Tania3424, Kim Jong DaeBak
See yaa... XOXO #gossip girl
