SIXTEEN
Chapter 4
Author: ByunnaPark
Genre: Romance/Hurt/Comfort
Rate: T
Cast: Zhang Yixing, Kim Suho
Other Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongdae
Pair: Sulay and others
Disclaimer: ff ini milik saya, member EXO milik kita semua #plaaaak
Warning: OOC, GS, typo (dimana-mana)/ gaje berkali-kali lipat/drama benjeeet/ ngebosenin/ don't like, don't read.
Summary: Yixing yang merasa takut jika masa lalunya terulang kembali pada anaknya (halaah maksa bikin summary)
Warning ke 2: Chap ini jauh dari kata menyenangkan, jangan paksakan diri anda untuk membaca, i told you before...#ketawa nista bareng monggu #dihajar sulay shipper
Let's Start
Happy Reading
AUTHOR POV
"LALU SIAPA? CEPAT KATAKAN SIAPA BAJINGAN YANG MENGHAMILI ANAKKU!" teriak tuan Zhang tepat di depan muka Chanyeol.
"saya ahujussi, saya ayah janin yang dikandung Yixing dan saya yang menghamilinya" ucap suara dibelakang mereka.
Sontak tuan Zhang membalikkan badannya dan melepaskan cegkeramannya pada Chanyeol. Rahang tuan Zhang makin mengeras dengan mata merah kala melihat sosok laki-laki berseragam SMA dengan wajah kalemnya yang diketahui bernama Kim Suho berani datang kehadapannya serta mengakui perbuatannya pada Yixing.
Buugh
Satu pukulan yang berasal dari tuan Zhang mendarat di pipi Suho. Chanyeol seketika itu juga membulatkan matanya.
"BANGSAT! BERANINYA KAU MENGHANCURKAN MASA DEPAN ANAKKU" teriak tuan Zhang sambil mencengkeram kerah kemeja Suho. Suho pun hanya pasrah menerimanya, bahkan jika tuan Zhang membunuhnya pun ia rela, tapi tidak, ia tidak boleh mati, ia tidak mau anaknya menjadi yatim nantinya.
Buugh
Buugh
Buugh
Tuan Zhang semakin brutal memukuli Suho, ia sudah terbakar emosi saat ini. Ia tidak peduli dengan keadaan Suho yang sudah babak belur. Orang-orang disekitar pun hanya bisa menonton tanpa ada niatan untuk menghentikan aksi brutal tuan Zhang dan hanya Chanyeol yang berani untuk mencoba menghentikan pukulan tuan Zhang pada Suho.
"ahjussi sudah ahjussi, ini di rumah sakit, kita bisa selesaikan secara baik-baik" tenang Chanyeol sambil tangannya menahan tangan tuan Zhang yang hendak memukul Suho kembali.
Bruukk
Tubuh Chanyeolpun tersungkur di lantai karena tuan Zhang menepis tangannya dengan sekuat tenaga.
"kau jangan ikut campur" kata tuan Zhang yang sekarang wajahnya makin mengerikan.
Baekhyun yang juga melihat adegan menegerikan itu hanya bisa memejamkan matanya erat sambil memeluk tubuh nyonya Zhang yang masih terdiam dengan pandangan kosong seperti orang tidak bernyawa.
"ma-maafkan saya ahjussi, saya akan bertanggung jawab atas semua ini, saja janji akan membahagiakan Yixing" ucap Suho sambil memeluk kaki tuan Zhang.
Bruukk
Tapi tubuhnya tersungkur kembali ke lantai saat kaki tuan Zhang yang dipeluknya, menendang tubuhnya. Sakit? Bahkan sekarang Suho tidak merasakannya.
Mendengar permintaan maaf Suho membuat tuan Zhang semakin geram. Namja paruh baya itu pun kembali mencengkeram kerah kemeja Suho.
"tanggung jawab katamu? Cih, mudah sekali kau mengatakannya, kau bisa apa bocah ingusan"
Buugh
Dan luka memar di wajah Suho pun bertambah.
"kau hanya akan semakin membuat Yixing menderita brengsek"
Buugh
Darah segar mengalir di sudut bibir Suho. Tapi ia tidak mau menyerah, sampai mati pun ia akan terus memohon ampun pada tuan Zhang.
"maafkan saya ahjussi, saya mohon izinkan saya betanggung jawab, saya sungguh mencintai Yixing, saya mohon" mohon Suho sambil berlutut di depan tuan Zhang.
Tuan Zhang tertawa remeh mendengarnya,"cinta? Cih tau apa kau tentang cinta, apakah menghancurkan masa depan orang lain itu yang kau sebut cinta?"
Suho menundukkan kepalanya terdiam dan tak bisa menjawab pertanyaan tuan Zhang. Benar kata tuan Zhang. Cinta bukan seperti itu. Cinta yang seharusnya adalah melindungi orang yang dicintai. Tapi bukan itu yang ia lakukan, ia malah menghancurkannya.
"maafkan saya ahjussi, maafkan saya, izinkan saya menebus kesalahan saya pada Yixing, hukuman apapun akan saya terima asalkan jangan pisahkan saya dengan Yixing saya mohon ahjussi maafkan saya" ucap Suho terus meminta maaf disertai dengan cairan bening yang keluar dari matanya. Hanya itu yang bisa ia katakan, ia tidak tau harus bagaimana lagi agar tuan Zhang menizinkan ia bertanggung jawab atas Yixing.
"persetan dengan kata maaf mu, semuanya sudah tidak berguna lagi sekarang, aku sudah muak melihat wajahmu" tuan Zhang menhirup nafas panjang sambil tangannya memegangi dada sebelah kirinya yang tiba-tiba seperti tersengat listrik.
"dan kau!" seru tuan Zhang sambil tangannya menunjuk Chanyeol,"hubungi polisi sekarang juga!"
Chanyeol membelalakkan matanya begitu juga dengan Suho.
"ta-tapi ahjussi_"
"CEPAT HUBUNGI POLISI SEKARANG JUGA ATAU KAU AKAN KU SERET JUGA KE PENJARA" potong tuan Zhang dengan meninggikan suranya kembali.
Tubuh Chanyeol semakin bergetar. Matanya menatap iba ke arah Suho. Ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Bagaimana pun juga ia tidak mau kalau sampai Suho dipenjara, tapi disisi lain jika ia tidak menuruti perintah tuan Zhang maka ia pun juga akan terseret ke penjara, karena ia tau tuan Zhang tidak pernah main-main dengan ucapannya dan kalau sampai ia dipenjara, otomatis membuat kecewa orang tuanya karena mempunyai anak mantan napi, sungguh bayangan yang mengerikan bagi Chanyeol. Tapi beberapa detik kemudian hatinya semakin miris saat melihat Suho menganggukkan kepalanya, seolah menyuruhnya untuk malakukan perintah Tuan Zhang.
"mianhae Suho hyung" itu kata terakhir yang Chanyeol katakan sebelum bergegas untuk menghubungi polisi.
Suho merelekan dirinya dipenjara, paling tidak ia masih hidup dan bisa bersama Yixing lagi nantinya. Mungkin ini memang hukuman yang pantas ia terima. Hukuman yang tidak sepadan jika dibandingkan dengan penderitaan Yixing.
"kau membuatku kecewa Suho, ku pikir aku bisa memepercayakan Yixing padamu, tapi ternyata aku salah, justru kau yang menghancurkannya" ucap tuan Zhang dengan nada melemah.
Suho masih tertunduk, mulutnya berkali-kali menggumamkan kata maaf.
"kau juga menghancurkan harapanku Kim Suho, harapan satu-satunya keluarga Zhang dan kau harus membayar semuanya" ucap Tuan Zhang dengan suara yang menajam.
Tidak lama kemudian Chanyeol datang dengan membawa 2 orang polisi yang kebetulan sedang menangani korban kecelakaan di rumah sakit tersebut.
"ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya polisi bernametag Kim Hyowon
"tangkap anak ini" perintah tuan Zhang sambil menunjuk Suho yang masih berlutut di hadapannya.
"kalau boleh kami tau, atas dasar apa?" tanya polisi Hyowon lagi.
"dia memperkosa anakku, jadi cepat amankan dia"
Kedua polisi itu pun mengangguk dan segera mengeluarkan borgol dari sakunya.
Suho pun hanya terdiam, membiarkan polisi itu memborgol tangannya. Ia juga menerima tuduhan tuan Zhang yang menyatakan bahwa dirinya telah memperkosa Yixing, karena ia memang merasa kejadiannya seperti itu
"kalau begitu kami permisi, untuk sementara anak ini kami tahan sampai anak anda memberi keterangan tentang kejadian yang sebenarnya pada kami"
Tuan Zhang hanya mengangguk. Kedua polisi itu pun membungkukkan badan dan akhirnya membawa Suho pergi. Tapi saat sampai di depan Chanyeol, Suho menghentikan langkahnya sejenak, ia pun melirik ke arah Chanyeol yang masih menatapnya iba.
"titip Yixing selama aku tidak ada dan katakan pada orang tuaku yang sebenarnya, aku mempercayakan semua padamu" pesan Suho sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya kembali.
"hyung!" lirih Chanyeol sambil memandangi kepergian Suho dengan mata yang mulai basah. Sungguh ia tidak tega melihat sahabatnya harus mendekam di penjara. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya tuan Zhang yang bisa membebaskannya dan keterangan dari Yixing yang mungkin bisa meringankan hukuman Suho nantinya.
16~16
5 jam sudah Yixing tidak sadarkan diri dan sekarang gadis itu terlihat perlahan membuka matanya. Dan setelah sukses membuka lebar matanya, seorang yang pertama kali ia lihat adalah Baekhyun dengan raut wajah leganya, kemudian dari belakang ia menangkap sosok sang eomma dengan wajah khawatirnya.
Air mata Yixing mendadak turun membasahi pipinya kala melihat eommanya dengan wajah sembab dan genangan air mata yang masih terlihat. Ia tau eommanya tidak berhenti menangisi keadaannya dan sekaligus kecewa padanya. Tapi sedetik kemudian ia teringat sesuatu, ia ada disini karena ada masalah dengan janinnya, lalu bagaimana keadaan janinnya sekarang. raut wajah Yixing pun berubah panik.
"Baekkie, ap-apa yang terjadi pada kandunganku? Aku tidak kehilangan calon bayi ku kan?" tanya Yixing panik.
Baekhyun pun memeluk Yixing berusaha menenangkan sahabatnya itu, air matanya pun turun kembali,"kau tenang saja, kandunganmu masih bisa diselamatkan, kau istirahat yang cukup ne dan jangan banyak pikiran"
Yixing menghela nafasnya lega mendengar janinnya baik-baik saja. Pandangannya pun beralih menatap nyonya Zhang yang sedari tadi mematung di belakang Baekhyun sambil berurai air mata. Perlahan Yixing melepaskan pelukan Baekhyun. Pandangannya mengabur karena air matanya tak berhenti mengalir. Ia sangat merasa bersalah pada eommanya, ia sudah membuat orang tuanya kecewa dan menjadi anak yang tidak berguna.
"eomma" panggilnya lirih sambil terisak.
Greb
Seketika itu juga nyonya Zhang memeluk tubuh anaknya yang begetar. Ia tidak sanggup melihat keadaan anaknya sekarang.
"hiks eomma mianhae, jeongmal mianhae, aku memang anak yang tidak beguna, mianhae telah mengecewakamu hiks mianhae" ucap Yixing sambil mengeratkan pelukannya pada nyonya Zhang.
"sssstttt...sudah sudah, yang terpenting sekarang kau baik-baik saja, maafkan eomma yang tidak memperhatikanmu selama ini"
"ani hiks, mianhae aku telah menghancurkan kepercayaan kalian, kalian bisa menghukumku semau kalian hiks"
Nyonya Zhang melonggarkan pelukannya dan beralih mengusap pipi anaknya yang basah,"tidak sayang, kau disini cuma korban, Suho yang pantas mendapat hukuman"
Yixing menggelengkan kepalanya,"ani, kami saling mencintai eomma ini bukan salah Suho oppa sepenuhnya, dia bahkan akan menikahiku eomma, jebal jangan hukum Suho oppa aku mohon" mohon Yixing sambil menggenggam erat tangan nyonya Zhang. Nyonya Zhang pun terlihat bingung apa yang harus ia katakan pada Yixing.
"terlambat"
Sebuah suara menginteruspsi kegiatan mereka. Yixing pun menoleh ke arah sumber sura tersebut dan medapati sang ayah yang baru saja memasuki ruang rawatnya.
"ap-apa maksud appa?" tanya Yixing takut-takut.
"bajingan seperti dia, pantas untuk mendekam di penjara" kata tuan Zhang dengan nada dingin.
"ANDWAE..."seru Yixing sambil menggelengkan kepalanya,"apa yang appa lakukan pada Suho oppa? Appa, aku mohon jangan laporkan Suho oppa ke polisi, dia akan bertanggung jawab appa, aku mohon"
"sekarang kau pilih, menggugurkan kandunganmu dan pindah ke China atau memilih bajingan itu dan keluar dari silsilah keluarga Zhang" ancam tuan Zhang.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun membelalakkan mata mendengarnya.
"apa maksudmu berkata seperti itu? kau ingin membuat anak kita lebih menderita?" bela nyonya Zhang.
"anak kita? Dia bukan lagi anak kita, aku tidak punya anak memalukan seperti dia" tunjuk tuan Zhang pada Yixing.
"anakku satu-satunya Zhang Yixing sudah mati" lanjutnya.
Nyonya Zhang menutup mulutnya tak percaya mendengar pernyataan suaminya. Hati Yixing pun seperti teriris ribuan benda tajam saat mendengar ayahnya tidak mau mengakuinya lagi. Namun kemudian ia berpikir mungkin ini adalah hukuman yang harus ia terima.
Gadis itu perlahan menyingkap selimutnya dan bangkit dari ranjang. Semua matapun terbelalak kaget melihatnya.
"Yixing apa yang kau lakukan, kau masih dalam masa penyembuhan" cegah nyonya Zhang sambil ingin menahan langkah Yixing yang terseok-seok. Tapi gadis itu tetap melanjutkan langkahnya dan akhirnya berlutut di hadapan tuan Zhang.
"mianhae appa, sekeras apapun kau memintaku untuk menggugurkan kandungan ini sampai kapanpun tidak akan aku lakukan, kami menginginkan anak ini, aku tidak mau semakin berdosa dengan menggugurkannya" ucap Yixing dengan suaranya yang terdengar pilu.
Tuan Zhang hanya tertawa remeh mendengarnya,"jadi kau lebih memilih anak haram itu dari pada orang tuamu? Baiklah kalau begitu, mulai detik ini juga kau bukan lagi anakku, buang marga Zhang dari namamu dan satu lagi jangan memanggilku appa" ucapnya lalu beranjak pergi.
Yixing menggelengkan kepalanya. Sebelum appanya benar-benar pergi, secepat kilat ia genggam tangan sang appa.
"appa mianhae, jeongmal mianhae appa, jangan tinggalkan ak_"
"SUDAH KU BILANG JANGAN PANGGIL AKU APPA, KAU BUKAN ANAKKU!" potong tuan Zhang sambil menarik kasar tangannya dari genggaman Yixing sehingga membuat tubuh gadis itu tersungkur dilantai. Dengan tidak memperdulikan apapun tuan Zhang pergi meninggalkan ruang rawat Yixing dengan air matanya yang mulai turun. Sebenarnya di lubuk hatinya yang paling dalam ia sama sekali tidak tega melihat anaknya seperti itu namun rasa kecewanya yang teramat besar membuat hatinya mengeras seperti batu.
"appa" lirih Yixing yang merasa putus asa memandangi kepergian sang appa.
"yeobo berhenti!" teriak nyonya Zhang tapi sama sekali tidak di indahkan oleh tuan Zhang. Secepat kilat yeoja paruh baya itu memeluk anaknya yang masih terduduk di lantai. Berkali-kali nyonya Zhang mengecup pucuk kepala anaknya berusaha menenangkan.
"tenang sayang, masih ada eomma disini, appa pasti tidak sungguh-sungguh mengatakannya"
"eomma hiks ... mianhae, hiks jangan tinggalkan aku hiks hiks" Yixing mengeratkan pelukannya dengan sesenggukannya yang semakin parah.
"ani, eomma disini, Yixing anak eomma harus kuat ne"
Di dekat jendela ruang rawat berdiri Baekhyun yang seolah melihat drama yang memilukan secara live. Ia seperti merasakan sakit yang sama dengan yang dirasakan Yixing. Selama ini mereka sangat dekat sejak SMP, bahkan melebihi saudara. Mereka selalu terbuka satu sama lain seperti saat menceritakan tentang pengalaman cinta pertama mereka yang sangat manis, tapi kenapa berakhir pahit bagi Yixing. Ia tidak menyangka ayah Yixing akan semarah itu, bahkan sudah tidak mau mengakui Yixing sebagai anak lagi. Baekhyun merasa gagal menjadi sahabat Yixing. Sungguh ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia yang berada di posisi Yixing.
Sedangkan Chanyeol sendiri semakin mengeratkan pelukannya pada Baekhyun yang tidak berhenti menangis. Di belainya lembut kepala Baekhyun agar yeojachingunya itu sedikit tenang. Namun disisi lain ia juga merasakan takut luar biasa saat mengingat permintaan Suho padanya untuk memberitahukan kehamilan Yixing dan Suho yang sekarang mendekam di penjara kepada keluarga Suho. Ia bingung apa yang harus ia katakan nantinya, tapi yang harus ia lakukan saat ini adalah mempersiapkan metalnya terlebih dahulu.
16~16
"Kim Suho!" panggil salah satu polisi penjaga tahanan sambil tangannya membuka gembok sel.
"ada yang menjengukmu" lanjutnya.
Suho hanya mengangguk dan mengikuti polisi tersebut menuju ke sebuah ruang khusus untuk para keluarga yang datang menjenguk. Perasaannya mengatakan ada hal buruk lagi yang akan tejadi. Dan benar saja tamu yang menjenguknya itu adalah kedua orang tua dan kakak iparnya.
Setelah mengantar Suho, polisi itu pun pergi meninggalkan Suho dengan keluarganya. Pemuda itu melihat mata eommanya sembab, ia sangat tau kalau eommanya pasti sangat kecewa, sedangkan sang appa tengah menahan emosinya terlihat saat Jongdae sesekali mengusap lengan appanya.
Plaaaak
Satu tamparan yang berasal dari tuan Kim mendarat di pipi Suho. Luka lebam yang ia dapat dari tuan Zhang belum sepenuhnya mengering sekarang ia harus terima jika luka itu semakin bertambah setelah ini.
"kau!" tunjuk tuan Kim penuh emosi,"apa yang membuat mu menjadi bodoh seperti ini Kim Suho?"
Tuan Zhang mengatur nafasnya, dengan sekuat tenaga menahan emosi, sungguh baru kali ini ia menampar anaknya.
Bruukk
Tubuh Suho terjatuh kebawah, ia berlutut tepat di depan kaki ayahnya. Sekarang ia merasa menjadi anak yang durhaka, anak yang menyebabkan eommanya menangis dan anak yang menyebabkan orang tuanya kecewa.
"mianhae appa" lirihnya dengan air mata yang sudah berjatuhan.
Tuan Kim menghempaskan tubuhnya di kursi sambil memijit pelipisnya. Sedangkan nonya Kim semakin terisak di pelukan Jongdae.
"susah payah aku mencari uang untuk menyekolahkanmu agar masa depan mu cerah dan berguna bagi keluarga, tapi apa hasilnya, kau semakin bodoh kau menghancurkan semuanya, mengecewakan kami semua, sekarang tak ada lagi yang bisa aku banggakan darimu dan aku tau sekarang alasan kenapa kau memutuskan untuk bekerja sambilan" ujar tuan Kim lirih tapi terdengar sekali kalau ia sangat kecewa.
"mianhae, izinkan aku menebus semua kesalahanku appa, aku akan bertanggung jawab atas Yixing, aku sangat mencintainya appa, aku mohon"
"itu memang yang harus kau lakukan, itu kesalahanmu, kau juga yang harus bertanggung jawab, jangan biarkan gadis itu menderita sendirian karena ulahmu, aku juga tau seberapa kecewanya orang tua Yixing saat mengetahui anaknya hamil"
Suho tetunduk tidak mampu berkata-kata lagi. Sekarang ia merasa sudah tidak pantas lagi menjadi keluarga Kim.
"nasi sudah menjadi bubur, sebesar apapun kesalahanmu, kami tidak bisa membencimu, bagaimanapun juga kau tetap darah dagingku, jadilah seorang pria dewasa mulai saat ini karena akan ada Yixing dan calon anak kalian yang menjadi tanggunganmu" lanjut tuan Kim
Dengan cepat Suho menghapus air matanya dan beralih memeluk kaki tuan Kim.
"gomawo appa jeongmal gomawo, aku janji akan memeperbaiki kesalahanku dan menjaga Yixing dengan baik, mianhae karena membuat kalian kecewa, aku memang anak yang tidak berguna appa mianhae"
Perlahan tangan tuan Kim membelai lembut kepala Suho, ia tidak bisa membenci anaknya, seburuk apapun, Suho tetaplah anaknya, darah dagingnya. Jujur ia sangat marah dan kecewa dengan putra bungsunya itu, tapi bagaimana lagi semuanya sudah terjadi, mau menhajar Suho sampai mati pun tetap tidak dapat merubah keadaan malah akan memperburuk keadaan. Ia berharap setelah ini, Suho bisa menjadi lebih dewasa dan berhati-hati dalam bertindak.
Tidak lama kemudian Suho menolehkan kepalanya, menatap sang eomma yang masih terlihat kacau.
"eomma!" gumamnya.
Greeb
Dan tiba-tiba tubuh Suho menghangat karena mendapat pelukan dari nyonya Kim.
"Suho anakku" gumam nyonya Kim disela tangisannya sambil membelai sayang kepala putra kesayangannya.
"mianhae eomma, mianhae membuatmu kecewa, mianhae, mianhae" Suho terus menerus mengucapkan kata maaf pada eommanya. Nyonya Kim sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi yang bisa ia lakukan adalah mengeratkan pelukannya pada Suho seolah enggan untuk melepasnya.
Sedangkan Jongdae menghela nafasnya lega, ternyata semuanya berjalan tidak seburuk yang ia kira. Awalnya ia khawatir Suho akan dihajar habis-habisan oleh ayahnya. Tidak dipungkiri lagi kalau ia juga sangat kaget mendengar bahwa adik iparnya yang selama ini ia kenal sebagai pemuda baik-baik telah menghamili seseorang, bahkan Minseok sampai hampir menjatuhkan Jongin dari gendongannya saat mendengar kehamilan Yixing dan masuknya Suho ke penjara. Beruntung ia mempunyai mertua yang penyabar dan pemaaf sehingga sedikit mengurangi beban Suho. Sekarang tinggal bagaimana cara agar Suho segera keluar dari penjara dan menikahi Yixing secepatnya.
16~16
Taxi itu berhenti tepat di depan kediaman keluarga Zhang. Tidak lama kemuidan keluarlah yeoja paruh baya yang tidak lain adalah nyonya Zhang. Setelah menangkan Yixing, yeoja itu memutuskan untuk pulang dan menitipkan Yixing pada Baekhyun di rumah sakit. Ia harus segera bicara dengan suaminya. Ia yakin kalau suaminya itu masih terbawa emosi sehingga mengucapkan kata-kata yang yang menusuk hati Yixing dan hatinya selaku ibu kandung Yixing.
Nyonya Zhang tau kalau saat ini suaminya sudah berada di rumah, karena terlihat mobil yang tadi dikendarai suaminya telah terparkir manis di garasi. Segera saja ia memasuki rumahnya yang saat ini terlihat sepi dan mencari-cari kemana sang suami berada. Langkahnya pun langsung menuntunnya untuk menuju kamar mereka. Dari kejauhan ia mendengar sesuatu dari arah kamarnya. Segera saja ia percepat langkahnya dan matanya membulat sempurna bersamaan dengan terbukanya pintu kamar melihat sang suami yang tengah sibuk mengepaki barang-barangnya.
"apa yang kau lakukan dengan barang-barang kita? Dan kenapa juga kau mengemasi pakaianmu ke dalam koper seperti ini? tanya nyonya Zhang bingung dengan aktivuitas suaminya.
"barang-barangmu sudah aku kemasi, malam ini juga kita pindah ke Beijing" jawab tuan Zhang dingin sambil terus mengepaki barang-barang yang tersisa.
"MWO? Kau gila, bagaimana dengan Yixing? Dia masih sakit, tidak bisa melaukan perjalanan ja_"
"siapa bilang aku akan membawanya anak itu juga" potong tuan Zhang cepat.
Nyonya Zhang menyipitkan matanya sambil menggeleng,"ap-apa maksudmu? Ja-jangan bilang kalau kau..."
"hanya kita berdua yang akan pindah ke Beijing, memulai hidup baru disana tanpa anak pembawa sial itu, cukup disini saja dia membuat kita malu, aku tidak mau ia kembali membuat kita malu di Beijing"
"ANDWAE!" tolak nyonya Zhang,"sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan Yixing, bagaimana kau bisa setega itu padanya, ingat seburuk apapun juga dia tetap anakmu"
"DIA BUKAN ANAKKU, ANAKKU ZHANG YIXING SUDAH MATI" teriak tuan Zhang penuh emosi.
"jaga bicaramu" bentak nyonya Zhang.
"sekarang kau tinggal pilih, jika kau ikut denganku ke Beijing aku akan membebaskan bajingan itu dari penjara dan menyerahkan Yixing padanya..."
"tapi jika kau memilih untuk tetap tinggal dengan anak durhaka itu, aku pastikan kalau anak haram yang ada dikandungannya tidak akan pernah melihat ayahnya untuk selamanya" setelah mngucapkan itu tuan Zhang langsung pergi membawa kopernya, meninggalkan nyonya Zhang yang tengah terpuruk di dalam kamar. Tubuh yeoja itu merosot ke lantai, air matanya berjatuhan kembali. Pilihan yang berat untuknya. Ia bingung mana yang harus ia pilih. Sebagai seorang ibu tentu saja ia tidak ingin meninggalkan anaknya hidup seorang diri. Tapi disisi lain ia ingin melihat anak dan cucunya bahagia. Suaminya memang sangat keras kepala. Tidak ada yang bisa melawan jika ia sudah mengambil keputusan.
"hiks Yixing...maafkan eomma"
TBC
Ampuuuuuunn babeee #ngumpet di pohon rambutan
Maapkan saya yang sudah buat wajah superrrrr tampanmu itu babak belur hiks maap ne maap #sujud-sujud di kaki Suho
Kurang kejamkah saya? Maap sebenernya saya juga gak rela bikin sulay kayak gitu maap maap hiks, silahkan bakar saya #silahkan gantung saya di pohon TAOge#bow 1000x
Ya udah sekarang bales review yang gak bisa di PM:
angie vitta: aduuh saya juga blm bisa masti in sampek berapa chap #galau, moga aja happy ending deh...hehe makasih reviewnya #bow bareng tuan Zhang
starchen: haha keluarga bahagia yee, itu beneran suho kog chingu...oke makasih reviewnya #bow bareng tuan Zhang
Big thanks to: PriidSteeLL, zhehoons, dian deer, jungsssi, cicaalamanda1, MinSeulELFSparFishy, HaRin KimZhang YiJoon, DevilFujoshi, AlpacaAce, HYChanyeol, Kazehiro Yuki, AbigailWoo, edogawa ruffy, Deer Panda, imekaJung, Oh Hannie, angie vitta, selvian . summer, starchen, Kim Jong DaeBak, Park YeonChan, CallMeThes42, suchen moment
See yaa... XOXO #gossip girl
