SIXTEEN

Chapter 5

Author: ByunnaPark

Genre: Romance/Hurt/Comfort

Rate: T

Cast: Zhang Yixing, Kim Suho

Other Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Minseok, Kim Jongdae, Kim Jongin

Pair: Sulay and others

Disclaimer: ff ini milik saya, member EXO milik kita semua #plaaaak

Warning: OOC, GS, typo (dimana-mana)/ gaje berkali-kali lipat/drama benjeeet/ ngebosenin/ don't like, don't read.

Summary: Yixing yang merasa takut jika masa lalunya terulang kembali pada anaknya (halaah maksa bikin summary)

Hollaaa, sebelumnya saya mau ngucapin Selamat Lebaran buat semuanya, Minal Aidzin Walfaidzin, maapin saya ya kalo ada salah-salah kata #tebar duit monopoli

Let's Start

Happy Reading

AUTHOR POV

Angin sore berhembus cukup kencang, mengakibatkan daun-daun rontok serta debu-debu berterbangan. Dari ramalan cuaca hari ini, diperkirakan memang akan turun hujan. Cuaca yang buruk seperti ini, menyebabkan taman Seoul Hospital terlihat sepi, karena tentu saja pasien dilarang keluar ruangan.

Ramalan itu benar, setelah sang matahari menghilang di bawah garis cakrawala, terciptalah jejak-jejak rintik hujan di tanah. Taman rumah sakit yang kering sudah menjadi basah sekarang. Ternyata hujan yang turun cukup lebat disertai dengan petir dan angin yang tidak henti-hentinya berhembus.

Gadis itu hanya bisa memandangi taman rumah sakit lewat kaca transparan ruang rawatnya. Pandangannya kosong, entah menerawang kemana. Jika saja air hujan dapat meluruhkan pikiran-pikiran kacau yang bersarang di otaknya saat ini, mungkin gadis itu sudah berlari keluar dan membiarkan air hujan membasahi tubuhnya, berharap semua masalah yang ia hadapi ikut larut dengan aliran air hujan. Tapi ia kemudian sadar, itu hanya imajinasi bodohnya.

Tes

Sebulir air mata menetes dipipinya, entah sudah berapa tetes air mata yang ia keluarkan. Padangannya mulai buram karena genangan cairan bening itu. Tangan kanannya perlahan meremas dadanya yang terasa sakit saat mengingat kata-kata itu.

'mulai detik ini juga kau bukan lagi anakku'

'buang marga Zhang dari namamu...'

'... dan satu lagi jangan memanggilku appa'

'anakku satu-satunya Zhang Yixing sudah mati'

Kata-kata itu terus saja terngiang di otaknya. Sebenci itu kah ayahnya? Apakah pintu maaf sudah tertutup untuk selamanya?

Ia tersenyum miris, bodoh...tentu saja pintu maaf itu sudah tertutup rapat-rapat, rasa kecewa ayahnya sudah teramat besar dan mungkin saja ibunya saat ini juga sudah tidak mau menganggapnya sebagai anak lagi.

Ini sudah hari ke tiga ia dirawat dirumah sakit. Setelah kejadian itu orang tuanya belum menjenguknya sama sekali. Ia terus menunggu kedatangan sang ibu setiap hari, tapi nihil, nyonya Zhang tak kunjung datang. Dan gadis itu mengambil kesimpulan bahwa ibunya sekarang juga membencinya. Tapi disamping itu ada seorang lagi yang juga ia harapkan kedatangannya, siapa lagi kalau bukan ayah dari janin yang ada di rahimnya sekarang.

Tidak dipungkiri lagi kalau ia sangat khwatir dengan Suho yang sampai sekarang belum ada kabar mengenai kebebasannya. Berkali-kali ia memohon pada dokter untuk mengizinkannya keluar lebih cepat dari rumah sakit agar bisa segera menjenguk Suho yang mungkin saja sekarang masih mendekam di penjara, tapi dokter selalu menolak dengan alasan ia masih dalam masa pemulihan.

"Yixing, waktunya makan" seru seorang yeoja paruh baya dengan membawa nampan berisi bubur.

Gadis itu cepat-cepat menghapus air matanya dan menoleh ke arah yeoja paruh baya tersebut.

Yeoja paruh baya itu tersenyum lembut dan menghampiri Yixing yang masih mematung di dekat jendela.

"kenapa kau masih berdiri di sini, ayo makan agar kau cepat sembuh dan bayimu tumbuh sehat nantinya" yeoja itu menarik tangan Yixing untuk menuju ranjangnya dan ikut mendudukkan dirinya disamping Yixing.

"sekarang buka mulutmu aaa~"

Yixing menyambut suapan bubur dari yeoja paruh baya itu. Ia memang tidak benar-benar sendirian di rumah sakit ini, ada Baekhyun yang setiap hari mengunjunginya dan juga yeoja paruh baya yang ada dihadapannya ini.

Dua hari yang lalu saat bangun dari tidurnya, ia dikaget kan dengan kehadiran sosok asing di ruang rawatnya. Dan betapa terkejutnya ia saat sosok asing tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Kim Hyumin yang merupakan ibu kandung dari Kim Suho.

Awalnya ia takut kalau nyonya Kim akan membencinya, tapi ternyata ia salah, nyonya Kim bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Wanita itu seolah menjadi ibu pengganti bagi Yixing. Rasa canggung saat awal pertemuan, perlahan menghilang seiring berjalannya waktu. Tidak hanya nyonya Kim, ayah dan kakak Suho pun juga sering menjenguknya.

Entahlah ia harus senang atau sedih. Ia sedih karena orang tuanya sendiri sudah tidak peduli dengannya, tapi disisi lain ia senang karena mendapat keluarga baru yang sangat menyayanginya.

"kata dokter, lusa kau sudah boleh pulang" nyonya Kim membuka percakapan.

Tapi bukan raut senang yang tercipta di wajah Yixing. Gadis itu malah terlihat semakin murung.

'pulang? Kemana aku harus pulang?' tanya Yixing dalam hati. Gadis itu menundukkan kepalanya sambil terus berpikir kemana ia harus pergi setelah keluar dari rumah sakit. Selain orang tuanya, ia sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi di Seoul, saudaranya kebanyakan berada di China, sedangkan ibunya yang berstatus sebagai warga negara Korea adalah anak tunggal. Nenek dan kakek dari ibunya juga sudah lama meninggal.

'ke rumah Baekhyun?'

Yixing menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau merepotkan sahabatnya yang sudah setia menemaninya melwati semua ini. Tinggal di rumah Baekhyun hanya akan membuat keluarga Baekhyun ikut menanggung malu. Apalagi Baekhyun hanya tinggal berdua dengan neneknya yang sudah tua karena orang tua gadis imut itu tinggal di Thailand, tentu saja Yixing akan menambah beban nenek Baekhyun jika ia tinggal di sana.

'lalu kemana?'

Nyonya Kim meletakkan sejenak mangkuk berisi bubur itu di meja. Ia tau Yixing bingung harus pulang kemana, terlihat dari raut muka Yixing yang semakin murung. Sebenarnya keluarga Kim sudah tau jika orang tua gadis itu telah pergi ke Beijing sejak tiga hari yang lalu, karena sebelum keberangkatan orang tua Yixing ke Beijing, nyonya Kim mendapati ibu Yixing datang ke penjara tempat Suho di tahan. Nyonya Kim memutuskan untuk tidak memberitahu Yixing karena takut kalau Yixing bertambah stres dan itu bisa berakibat buruk bagi kandungannya.

Tangan yeoja paruh baya itu terangkat untuk mengelus rambut Yixing dengan lembut sehingga mengakibatkan sang empu rambut menoleh ke arahnya.

"kau bisa tinggal bersama kami" ucap nyonya Kim tanpa sedikitpun keraguan.

Mata Yixing terbelalak mendengarnya,"ma-maksud ahjumma?"

"eomma...panggil aku eomma, sebentar lagi kau akan menjadi keluarga Kim, dan sekarang kau sudah menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya, jangan berpikir kalau kami membencimu Yixing..." tangan yeoja paruh baya itu beralih menggenggam tangan Yixing.

"... percayalah kami sangat menyayangimu seperti kami menyayangi Suho, aku tau orang tuamu pasti sangat marah akan hal ini dan kami minta maaf atas kesalahan yang Suho lakukan padamu sehingga mengakibatkan masa depanmu hancur, karena itu izinkan kami menebus semuanya dengan merawatmu selayaknya anak, menantu dan bagian dari keluarga Kim" satu tetes air mata jatuh membasahi pipi nyonya Kim.

Otak Yixing masih mencerna kata-kata nyonya Kim. Berkali-kali ia berusaha meyakinkan dirinya kalau ini semua bukanlah mimpi. Keluarga Kim benar-benar menerimanaya, sulit dipercaya olehnya. Selama ini ia dihantui bayang-bayang keluarga Kim yang pasti tidak berbeda jauh dengan ayahnya yang sangat murka.

Tapi sejak dua hari yang lalu, ketakutan itu seolah sirna karena ia mendapati kenyataan yang bebeda dari keluarga Kim. Mereka tersenyum padanya tanpa ada raut kemarahan di dalamnya, memperlakukannya seperti anak sendiri, bahkan Yixing mendapatkan perlakuan dan perhatian yang ia inginkan dari seorang ibu dari nyonya Kim, bukan dari ibu kandungnya sendiri.

Perasaannya campur aduk sekarang, ia merasakan kesenangan dan kesedihan secara bersamaan. Senang karena ia bisa diterima dengan baik oleh keluarga Kim, sedih karena harus meninggalakan keluarganya atau mungkin keluarganya yang meninggalakannya.

Air mata yang baru beberapa menit ia simpan sekarang turun kembali.

"tidak, kalian tidak pantas untuk meminta maaf karena harusnya kami yang meminta maaf pada kalian..." ucap Yixing di sela tangisnya.

"...maafkan kami yang sudah menghancurkan harapan kalian, aku tau kalian juga sangat marah dan kecewa, aku tidak mau semakin menambah beban kalian nantinya dan pastinya juga akan_"

"Yixing dengarkan eomma" potong nyonya Kim.

"memang kami sangat marah dan kecewa pada kalian, tapi semarah apapun kami tetap tidak bisa mebenci kalian, apalagi sampai menelantarkan kalian, sungguh kami tidak pernah sekalipun berpikiran seperti itu, karena disini" tangan nyonya Kim menyentuh perut Yixing,"ada keturunan keluarg Kim yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya dan lagi pula aku juga ingin berperan dalam perkembangan cucuku, apa kau tidak keberatan Yixing?"

Merndengar itu, wajah Yixing semakin basah. Ia terlalu bahagia saat ini. Ia masih tidak percaya keluarga Kim mau menerimanya dengan tangan terbuka, bahkan mereka juga mau menerima calon cucu mereka. Berkali-kali ia mengucapkan syukur pada Tuhan karena ternyata Tuhan masih menyayanginya dengan memberi kebahagiaan padanya walaupun kebahagiaan itu bukan dari keluarganya sendiri.

Grep

Gadis itu langsung berhambur memeluk nyonya Kim dan menangis tersedu-sedu dalam belaian lembut tangan nyonya Kim dikepalanya.

"eomma... terima kasih, terima kasih kalian mau menerima kami hiks, aku janji tidak akan mengecewakan kalian lagi, aku janji eomma hiks, terima kasih"

Nyonya Kim tersenyum lembut,"ne, jadilah istri dan menantu yang baik untuk keluarga Kim"

"aku akan berusaha eomma, eomma mau kan membantuku?"

"pasti, dan jangan menangis lagi ne, percayalah kau tidak sendiri sayang, masih ada kami yang akan selalu bersamamu, kau mau kan tinggal bersama kami?"

Yixing hanya bisa mengangguk, ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dimatanya sekarang nyonya Kim adalah sosok malaikat yang diturunkan Tuhan untuknya dan Yixing sangat bersyukur akan hal itu.

Perlahan nyonya Kim merenggangkan pelukannya pada Yixing dan tangannya beralih mengusap pipi gadis itu yang basah.

"sejujurnya eomma tidak suka dengan air mata, karena air mata membuat wajahmu jelek" canda nyonya Kim yang berhasil membuat Yixing terkekeh.

"oh iya, hari ini eomma juga sudah mengurus kepindahanmu dari sekolah" ujar nyonya Kim

Mata Yixing membulat, ia kaget mendengarnya.

'pindah sekolah? Pindah kemana? Apa masih ada sekolah yang mau menampung orang hamil?' batin Yixing.

"kau akan menjalani homeschooling" dan untuk kesekian kalinya Yixing kaget.

"ho-homeschooling?" tanya Yixing tak percaya.

"ne, eomma sudah mempersiapkannya untukmu"

"tapi eomma, aku tidak punya cukup uang untuk program homeschooling"

"Yixing, sudah eomma bilang kan sekarang kau sudah menjadi tanggungan keluarga Kim seutuhnya, jadi kau jangan khawatir masalah biaya, kami sudah mempersiapkan semua untukmu"

Tapi Yixing menggelengkan kepalanya,"ani eomma, itu terlalu merepotkan, aku tidak pantas mendapatkannya bisa diterima di keluarga Kim saja itu sudah cukup untukku"

"tidak ada yang direpotkan sayang, bagaimana pun juga pendidikan itu penting, aku tidak mau menantuku putus sekolah, jadi eomma minta kau mau menjalani program itu.."

"... tenang saja eomma akan membantu mu" sambung nyonya Kim sambil menggenggam tangan Yixing.

Tangis Yixing pecah kembali. Hatinya terenyuh melihat keluarga Kim yang begitu peduli padannya. Entah bagaimana caranya untuk membalas kebaikan mereka.

"sayang kenapa menangis lagi, kau lupa tadi eomma bilang apa? Air mata membuat wajahmu jelek" ucap nyonya Kim sambil memeluk Yixing kembali dan mengusap lengan gadis itu.

"hiks eomma gomawo, aku tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan kalian hiks gomawo eomma gomawo"

Nyonya kim tersenyum lembut,"kau hanya perlu menjadi istri yang baik untuk Suho, itu saja sudah cukup"

Dan Yixing hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya menyanggupi permintaan nyonya Kim.

"sudah berhenti menangis, kau sudah terlalu banyak menangis dan itu tidak baik" nyonya Kim menghapus air mata yang membasahi pipi gadis itu.

Setelah itu Yixing pun semakin mengeratkan pelukannya pada nyonya Kim. Merasakan kehangatan seorang ibu yang sudah ia rindukan selama ini. Tapi tidak lama kemudian ia mendongakkan kepalanya menatap nyonya Kim.

"eomma apa aku boleh menjenguk Suho oppa?"

"jangan, kau masih harus banyak istirahat" cegah nyonya Kim.

"tapi eomma aku khawatir dengannya, aku takut Suho oppa diperlakukan dengan buruk di penjara, makan seadanya, tidur tanpa alas, belum lagi pasti disana ada napi lain yang bertampang seram, jebal eomma aku ingin menjenguknya dan sejujurnya aku juga sangat merindukannya" ucap Yixing sambil menundukkan kepalanya.

"eomma tau kau khawatir padannya, tapi tetap eomma tidak akan mengizinkanmu datang ke penjara, percayalah Suho akan datang kesini sebelum kau keluar dari rumah sakit"

Yixing beralih menatap nyonya Kim

"tapi aku tidak yakin appa akan mencabut tuntutannya begitu saja pada Suho oppa"

"semua bisa saja terjadi Yixing, percayalah" ujar nyonya Kim berusaha menenangkan Yixing.

Yixng tersenyum tipis ke arah nyonya Kim,"ne eomma, semoga" ucapnya. Sebenarnya ia masih ragu Suho akan bebas secepat itu kecuali jika ayahnya telah mencabut tuntutannya. Tapi itu mustahil jika mengingat amarah ayahnya waktu itu kecuali jika ada hal lain yang membuat ayahnya dengan cepat mencabut tuntutannya sebelum kasus itu di proses ke pengadilan.

16~16

"bagaimana keadaanmu? Apa sudah merasa baikan?" tanya Minseok yang sedang menjenguk Yixing bersama suaminya serta Jongin.

"ne eonnie, kata eomma lusa aku sudah bisa pulang" jawab Yixing sambil memainkan tangan Jongin dipangkuan Minseok

"syukurlah kalau begitu, berarti kandunganmu sudah tidak bermasalah, setelah ini kau harus lebih memperhatikan kandunganmu jangan banyak melakukan aktivitas yang berat-berat dan jangan banyak pikiran, kandunganmu masih sangat rawan" nasihat Minseok pada calon adik iparnya.

"arraseo eonnie, eonnie tenang saja, aku akan menjaga kandunganku dengan baik hehe" cengir Yixing.

Minseok tersenyum melihatnya. Ia lega karena Yixing sudah mulai ceria kembali.

"eonnie, boleh aku menggendong Jongin?"

"jangan! Nanti dia akan menendang perutmu" larang Minseok.

"tidak akan eonnie, tenang saja Jongin tidak akan menendang calon sepupunya, ya kan Jongie?"

Jongin tertawa memperlihatkan gigi susunya yang mulai tumbuh saat tangan Yixing mencubit-cubit pipinya.

"pokoknya sekali tidak tetap tidak"

Yixing menghela nafas sambil menundukkan kepalanya. Pasalnya ia ingin sekali menggendong keponakannya itu. Dipikirannya sekarang alangkah menyenangkan mempunyai anak laki-laki yang lucu seperti Jongin.

Pandangan gadis itu pun beralih menatap Jongdae yang tengah sibuk membaca koran.

"oppa, bagaimana kabar Suho oppa? Apa dia baik-baik saja? Apakah ia makan denga teratur?" tanya Yixing.

Pertanyaan Yixing sukses mengehentikan aktivitas Jongdae membaca koran. Pria itu lalu melipat korannya dan membetulkan letak kaca matanya. Berdehem sejenak sebelum menjawab petanyaan Yixing.

"kau tenag saja, Suho masih diberi kesehatan sampai saat ini"

Yixing menghela nafasnya lega,"aku sangat mengkhawatirkannya oppa, aku ingin menjenguknya tapi eomma terus melarangku"

"kau tidak usah menjenguknya karena Suho yang akan datang menjengukumu"

"eh? maksud oppa?" tanya Yixing tak mengerti dengan perkataan Jongdae.

"doa kan saja Suho bisa bebas dalam waktu dekat ini ne!"

"ne oppa, pasti, tanpa kau suruh pun aku setiap hari mendoakannya"

Jongdae pun tersenyum lembut ke arah Yixing mencoba untuk menenangkan gadis itu kalau semuanya akan baik-baik saja.

16~16

"Baekkie, kau tau kenapa eomma tidak menjengukku?" tanya Yixing sambil mengunyah jeruk yang baru saja di kupas oleh Baekhyun.

"uhuk...uhuk" Baekhyun tersedak buah jeruk yang belum sempurna ia kunyah.

"Baekkie gwenchanna?" tanya Chanyeol khawatir melihat wajah Baekhyun memerah karena tersedak sambil mengurut tengkuk yeoja itu.

Yixing mengerutkan keningnya melihat Baekhyun. Ia sangat mengenal sahabatnya itu. Terlihat ada sesuatu yang baekhyun sembunyikan darinya dan Yixng menduga itu pasti mengenai orang tuanya.

"aku tau kau menyembunyikan sesuatu dari ku" tangan Yixing beralih menggenggam jemari Baekhyun yang terasa dingin dan berkeringat karena gugup,"kau jangan khawatir, aku sudah siap mendengar semuanya" ucap Yixing berusaha meyakinkan Baekhyun agar sahabatnya itu mau mengatakan yang sebenarnya.

Mata baekhyun berkaca-kaca, jujur ia tidak sanggup mengatakan semuanya pada Yixing. Ia takut Yixing akan shock mendengarnya. Gadis itu beralih menatap Chanyeol dengan pandangan bingung apa yang harus ia lakukan. Tapi tidak lama kemudian ia seperti mendapat kekuatan saat melihat Chanyeol menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia memang harus mengatakan yang sebenarnya pada Yixing.

"tiga hari yang lalu mereka pindah ke Beijing"

DEG

Jantung Yixing serasa mau lepas mendengar penjelasan singkat dari Baekhyun. Matanya mulai memanas kembali. Ia masih ingat ibunya berkata kalau tidak akan pernah meninggalkannya sendiri, tapi kenapa sekarang ibunya malah pergi meninggalkannya.

"ahjumma sendiri yang memberitahuku, ia menitipkanmu padaku, aku sendiri juga bingung kenapa ahjumma mau mengikuti keinginan ahjussi untuk pindah ke Beijing dan meninggalkanmu disini, tapi aku sangat tau kalau ahjumma terpaksa melakukannya karena kurasa ada sesuatu yang membuat ahjumma harus melakukannya, tapi apa sesuatu itu aku sendiri juga tidak tau" jelas Baekhyun yang sekarang sudah berlinang air mata.

Ketakutan Baekhyun terbukti, Yixing terlihat shock mendengarnya. Pandangan gadis itu terlihat kosong, bahkan saat air matanya menetes matanya tidak juga berkedip. Tubuhnya mematung seperti tidak ada nyawanya lagi. Baekhyun terlihat panik melihat keadaan Yixing sekarang. Dipeluknya tubuhYixing dengan sayang berusaha memberi kekuatan untuk sahabatnya itu.

"Yixing ... kau harus kuat ne, masih ada kami dan keluarga Kim yang menyayangimu, aku tau ahjumma sangat menyayangimu dan tidak berniat meninggalkanmu, aku yakin suatu hari nanti mereka akan kembali padamu"

Yixing mengeratkan pelukannya pada Baekhyun sambil terisak. Ia sudah menduga ini akan terjadi dan tidak menyangka jika rasanya akan sesakit ini.

"hiks... mereka pasti sangat membenciku Baekkie hiks"

Baekhyun menggelengkan kepalanya,"tidak, mereka sangat menyayangimu Xing dan aku yakin mereka tidak akan meninggalaknmu dalam waktu yang lama"

"banarkah? Tapi kenapa aku tidak yakin mereka akan kembali" ucap Yixing pesimis.

"Yixing kau harus yakin mereka akan kembali lagi suatu hari nanti, kau hanya perlu bersabar dan menunggu ne"

"hiks rasanya sakit Baekkie" Yixing semakin terisak dan meninggalkan bekas genangan air mata di baju Baekhyun.

"aku tau, kau harus sabar dan kuat, ini ujian yang Tuhan berikan padamu, seberat apapun harus kau jalani dan kau masih punya kami disini"

Yixing tidak tau harus berkata apa lagi, ia hanya ingin menagis sepuasnya di pelukan Baekhyun menumpahkan semua kesedihannya saat ini. Mencoba untuk mengikhlaskan kepergian orang tuanya. Menyadari kalau itu adalah hukuman yang pantas ia terima. Menjadi anak yang terbuang karena kesalahannya yang fatal.

16~16

Akhir-akhir ini cuaca memang sedang tidak menentu dan lagi-lagi Yixing hanya bisa memandangi taman rumah sakit dari kaca jendela ruang rawatnya. Pikiran gadis itu masih tertuju pada kedua orang tuanya. Ia tidak menyangka jika akhirnya akan seperti ini. Apa sekarang ia sudah bisa di sebut anak yatim piatu? Mengingat sudah tidak ada lagi yang bisa ia akui sebagai orang tua kandungnya.

Sebenarnya ia sudah menduga kemungkinan terburuk ini akan terjadi. Beberapa hari ini sebelum ia mengetahui tentang kepindahan orang tuanya ke Beijing, gadis itu berkali-kali menghubungi ibunya lewat telepon, tapi ternyata nomor ibunya sudah tidak aktif dan Yixing mencoba untuk positif thinking, mungkin saja ibunya masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia juga mengirim email kepada ibunya tapi sudah berhari-hari juga belum mendapat balasan. Dan hari ini ia tau bahawa ternyata orang tuanya sudah pergi meninggalkannya sendiri di Seoul.

Ia tersenyum miris melihat keadaannya saat ini. Jika ia tidak ingat janin yang ada di rahimnya, mungkin saat ini Yixing lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya, toh ayahnya sudah menganggap ia mati. Tapi untungnya pikiran Yixing tidak sependek itu. Ia yakin ibunya masih sangat menyayanginya, entah kenapa ia merasa ada suatu paksaan yang mengharuskan ibunya memilih untuk meninggalkannya.

'eomma maafkan Yixing'

'Yixing sayang eomma'

Ucapnya dalam hati sambil memejamkan matanya, berharap sang ibu mampu mendengar karena ikatan batin anak dan ibu sangatlah kuat.

Grep

Gadis itu terlonjak kaget, matanya terbuka lebar kembali saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Ia merasakan pelukan hangat yang telah ia rindukan. Yixing memiringkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang tengah memeluknya saat ini. Dan air matanya pecah saat mengetahui sosok namja yang ia rindukan akhirnya datang.

"oppa" panggilnya lirih.

Yixing berniat membalikkan tubuhnya agar bisa memeluk namja itu, tapi namja itu menahannya agar tetap di posisi semula.

"aku sangat merindukanmu" ucap Suho sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yixing, menghirup aroma tubuh ibu dari calon anaknya.

"hiks nado oppa, aku juga sangat merindukanmu, hiks kau kemana saja kenapa baru datang, kau tidak tau aku sangat mengkhawatirkanmu hiks"

"mianhae membuatmu khawatir, tapi yang terpenting sekarang aku sudah ada disini bersamamu"

"hiks appa tidak seharusnya mengirimmu ke penjara"

"itu memang hukuman yang pantas untukku"

"tidak oppa, kau tidak sepenuhnya bersalah, aku juga bersalah harusnya appa juga mengirimku ke penjara bersamamu..."

"...mianhae oppa, kalau saja aku tidak mengalami pendarahan mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini"

Suho membalikkan tubuh Yixing agar berhadapan dengannya. Ia menatap lekat wajah yeoja cantik yang sudah meluluhkan hatinya selama ini. Tangannya membelai pipi Yixing dan menyingkirkan helaian rambut yang mengahalangi pandangan Yixing. Namja itu mendekatkan wajahnya dan memeprtemukan bibir mereka. Ia melumat bibir cherry itu melampiaskan kerinduannya lewat ciuman hangat tanpa nafsu.

Yixing melingkarkan tangannya di leher Suho, menikmati setiap perlakuan Suho padanya. Jujur ia juga sangat merindukan ciuman lembut dari Suho yang selalu berhasil membuatnya semakin mencintai namja itu.

Lama mereka berciuman dan akhirnya dengan berat hati Suho melepaskan tautan bibir mereka.

"kau tidak pantas meminta maaf, bagaimanapun ini adalah takdir Tuhan untuk kita, aku yang harusnya meminta maaf padamu, karena aku yang membuatmu kehilangan segalanya.."

"...kau mungkin boleh membenciku karena aku juga yang menyebakan orang tuamu pergi meninggalakanmu"ucap Suho lirih sambil menundukkan kepalanya tak mampu menatap Yixing yang saat ini tangah menggelengkan kepalanya.

"oppa jangan menyalahkan dirimu begitu, sudah kubilang ini bukan salahmu sepenuhnya, ini salah kita berdua, aku sudah menduga hal ini akan terjadi, mereka meninggalkanku karena mereka sudah terlanjur kecewa dan aku anggap ini adalah hukuman dari Tuhan untukku" ucap Yixing mencoba tegar.

"sebelum pergi ahjumma menitipkan ini padaku"

Suho mengeluarkan sebuah amplop dari sakunya dan memberikannya pada Yixing.

Dengan tangan bergetar, Yixing menerima amplop itu dan membukanya. Ternyata itu adalah surat dari ibunya.

Yixing anakku

Maafkan eomma

Eomma terpaksa meninggalkanmu di sini, eomma hanya ingin kau bahagia, karena eomma tau yang kau butuhkan saat ini adalah Suho

Tapi kau harus tau, eomma meninggalkanmu bukan karena eomma membencimu, sama sekali eomma tidak membencimu atau menyesal telah melahirkanmu, kau tetap anak kesayanganku, buah hatiku, dan satu-satunya anakku yang paling cantik...Zhang Yi Xing

Eomma mempercayakanmu pada Suho, karena eomma tau Suho bisa menjaga mu dengan baik

Yixing harus tetap tersenyum, ingat eomma selalu ada dihatimu

Eomma janji suatu hari nanti eomma akan pulang dan melihat cucu eomma tumbuh dengan baik

Yixing harus kuat, anak eomma tidak boleh menangis lagi, mulailah hidup baru bersama keluarga baru mu, eomma yakin Tuhan telah merencanakan masa depan yang indah untukmu

Dan satu lagi yang harus kau tau...

Appa dan eomma mencintaimu lebih dari apapun

Yixing mendekap surat tersebut, satu-satunya peninggalan terakhir ibunya. Air matanya sudah tidak terbendung lagi.

Suho mengusap lengan Yixing berusaha untuk menenangkan yeoja itu. Ia tau Yixing sangat terpukul akan kepergian orang tuanya. Bagaimanapun juga di usianya yang masih sangat muda seperti ini, Yixing masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu.

Suho memeluk Yixing dari samping dan menempelkan keningnya di kepala yeoja itu,"selama ini kebahagian ahjumma hanyalah dirimu, tapi ia sudah menukar kebahagiaannya dengan kebahagiaanmu, percayalah ahjumma sangat menyayangimu..."

"...aku janji tidak akan membuat pengorbanan Zhang ahjumma sia-sia" lanjutnya.

Yixing menoleh ke arah Suho dengan mata yang masih basah dan tak terasa di jari manisnya sekarang sudah tersemat cicin berlian putih yang terlihat sangat berkilau.

Gadis itu pun terlonkjak kaget melihatnya,"o-oppa, ap-apa maksudnya ini?" tanya Yixing tidak mengerti.

Suho beralih menggenggam kedua tangan Yixing,"Zhang Yixing, would you be mine? Would you be my future? Would you be my wife? Would you marry me?"

Tanpa pikir panjang Yixing menganggukkan kepalanya dan memeluk namja itu erat. Ia tak menyangka kalau saat ini Suho tengah melamarnya. Tentu saja Yixing sangat bahagia, jujur saja ini adalah moment yang ia tunggu-tunggu walaupun tidak seindah moment yang ia bayangkan selama ini, tapi ini jauh lebih berkesan untuknya.

"hiks aku mau oppa, aku mau, jadikan aku milikmu seutuhnya, aku janji akan menjadi istri yang baik untukmu, gomawo oppa"

"ani, aku yang harusnya berterimakasih padamu, saranghae"

"nado, nado saranghae"

Suho tersenyum sambil mengeratkan pelukannya pada calon istrinya itu. Ia lega, akhirnya ia bisa melamar Yixing dan sebentar lagi akan menikah dengan yeoja bermarga Zhang itu.

Sebenarnya Suho sudah keluar dari penjara saat nyonya Zhang datang menjenguknya, karena bersamaan dengan itu tuan Zhang juga mencabut tuntutannya. Ia tidak langsung menemui Yixing karena ia memutuskan untuk mengurus segala sesuatu untuk pernikahannya, mulai dari lokasi, gaun untuk Yixing sampai dengan cicin pernikahan tentunya dengan dibantu kakak dan orang tuanya.

Awalnya Suho ngotot untuk tidak mau menerima bantuan materi dari orang tuanya dan memutuskan untuk menggunakan uang tabungannya dan uang hasilnya bekerja selama ini. Tapi ternyata uangnya masih tidak cukup dan mau tidak mau ia pun menerima bantuan dari orang tuanya. Ia janji suatu hari nanti akan mengganti bantuan dari orang tuanya tersebut yang ia anggap sebagai hutang.

16~16

"Kim Suho, apakah kau bersedia menjadi suami dari Zhang Yixing baik dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan?"

"ya, saya bersedia"

"Zhang Yixing, apakah kau bersedia menjadi istri dai Kim Suho baik dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan?"

"saya bersedia"

END

.

.

.

#*dihajar masa*#

.

.

.

(kidding boss)

.

.

.

*masih TBC kok*

*dibacok readers*

Yeeeeeyyy emak sama babe udah halal #sungkeman

Hehe mungkin masih ada 1 atau 2 chapter lagi

tapi saya merasa gagal di chap ini dan sorry kalau banyak typo #bow bow bow

Maaf kalau chap ini ngecewain banget huweee T_T #mewek di pojokan bareng yixing #plak

Oke makasih buanyaaaak yang udah ngasih support buat sixteen, tanpa review kalian sixteen gak bakal jalan sampai chapter 5 hiks #srooot #lap ingus #kibar-kibar banner lestarikan SULAY go go go #plaak

Dan sekarang bales reviewnya gak bisa di PM:

selvian summer: hehe maap yee bikin babe babak belur #bow, oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng tuan Zhang

dokyungsoo21: tenang babe masih awet kog gantengnya kkkk, haha tunggu aja deh siapa anaknya ntar #wink, oke ini udah next, makasih reviewnya #bow bareng tuan Zhang

jihyun JoonXing: welcome jihyun, komen kamu jleb banget, ngena banget #sroot #lap ingus, dan saya setuju 1000% sama kamu, jarang moment tapi gak tau kenapa saya malah makin cinta sama sulay and langsung sukuran tiap liat sulay nempel dikit #plak #halah curcol #abaikan, hehe oke ni udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng tuan Zhang

Big thanks to: Oh Hannie, dian deer, AlpacaAce, MinSeulELFSparFishy, jungsssi, cicaalamanda1, edogawa ruffy, Kazehiro Yuki, enchris . 727, CallMeThes42, Park YeonChan, suchen moment, Fanxingege, AbigailWoo, mjjeeje, KaiSoo'sChild, imekaJung, Deer Panda, selvian summer, dokyungsoo21, ExileZee, Baby Panda Zi TaoRis EXOtics, diyayee, Athena Chesloock, zoldyk, jungroopark, Jihyun JoonXing

See yaa... XOXO L.O.V.E #gossip girl