SIXTEEN

Chapter 6

Author: ByunnaPark

Genre: Romance/Hurt/Comfort

Rate: T

Cast: Zhang Yixing, Kim Suho

Other Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Minseok, Kim Jongin

Pair: Sulay and others

Disclaimer: ff ini milik saya, member EXO milik kita semua #plaaaak

Warning: OOC, GS, typo (dimana-mana)/ gaje berkali-kali lipat/drama benjeeet/ ngebosenin/ don't like, don't read.

Summary: Yixing yang merasa takut jika masa lalunya terulang kembali pada anaknya (halaah maksa bikin summary)

Let's Start

Happy Reading

AUTHOR POV

Gadis berdarah China itu terus saja memandangi dirinya di cermin. Sudut bibirnya terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman manis menampakkan single dimple yang ia miliki. Dengan berbalut gaun putih berlengan panjang dan rambut panjangnya dibiarkan tergerai membuat gadis bernama Zhang Yixing...ahh tidak! Lebih tepatnya Kim Yixing tersebut terlihat sangat anggun malam ini.

Ya..gadis itu memang baru saja selesai melangsungkan pernikahannya dengan Kim Suho, pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh kerabat dekat keluarga Kim saja. Dan sekarang waktunya Yixing untuk beristirahat setelah pesta pernikahan yang cukup membuat ia kelelahan. Tapi bukannya langsung melepas gaunnya dan mengganti dengan baju tidur, gadis itu malah masih asik memandangi pantulan dirinya di cermin dengan gaun pengantin dan sesekali berputar-putar.

'cantik, seperti eomma dulu'

Gumamnya dengan senyum yang masih setia menghiasi wajah cantiknya. Tapi saat mengingat ibunya senyum itu luntur seketika. Ia memandang lesu pantulan dirinya di cermin. Sedih? Tentu saja ia sedih, karena di saat hari bahagia ini orang tuanya tidak hadir untuk mendampinginya.

Perlahan ia meletakkan tangannya di dada dan mulai memejamkan mata.

'eomma, hari ini adalah hari pernikahanku, aku sudah menjadi menantu keluarga Kim sekarang, aku sudah bahagia eomma...apa kau bisa merasakannya? Aku harap eomma dan appa juga bahagia di sana, saranghae'

Cklek

Pintu kamar itu terbuka menampakkan sosok namja yang beberapa jam lalu telah resmi menjadi suami dari Yixing, Kim Suho.

Namja itu tersenyum melihat istrinya yang masih memejamkan mata menghadap cermin tanpa menyadari kehadiran suaminya di kamar pengantin itu. Perlahan Suho mendekati Yixing dan meraih pinggang yeoja itu untuk dipeluknya dari belakang.

Sontak Yixing membuka matanya kaget karena tiba-tiba ia merasakan tangan seseorang melingkar di perutnya. Tapi senyumnya lagi-lagi terkembang saat ia menghadap cermin dan mendapati suaminya di belakang tengah memeluknya.

"kenapa kau belum tidur? Apa kau tidak lelah?" tanya Suho lirih.

Yixing menggelengkan kepalanya dengan sedikit menoleh ke arah Suho,"ani, aku masih menunggu suamiku"

Suho terkekeh kecil mendengarnya.

"apa kau juga menunggu suamimu untuk membantu melepaskan gaun mu ini?" tanya Suho menggoda.

Pipi Yixing sedikit merona dibuatnya,"Ya! bukan begitu_"

"ne arraseo, aku hanya bercanda" potong Suho cepat.

Setelah itu suasana hening sejenak. Yixing masih menikmati pelukan hangat dari suaminya yang sekarang tengah mendaratkan dagunya di pundak Yixing.

"Yixing! Kim Yixing!" panggil Suho memecah keheningan tersebut.

"ne?" jawab Yixing.

"chagi!"

"ne?"

"yeobo!"

Yixing tersipu mendengar panggilan Suho yang terakhir. Sebenarnya ia masih setengah tidak percaya kalau saat ini ia sudah menjadi seorang istri.

"n-ne?" jawab Yixing kemudian.

"aku mencintaiumu"

Yixing tersenyum dan tangannya menggenggam tangan Suho yang melingkar di perutnya,"aku juga sangat mencintaimu" ia menoleh dan mencium pipi Suho kilat.

"dan aku mencintaimu juga baby" lanjut Suho sambil membelai perut Yixing.

Yixing terkekeh mendengarnya,"aku tau appa" ucap Yixing dengan menirukan suara anak kecil.

Suho tersenyum dan membalikkan tubuh Yixing menghadapnya untuk mencium bibir pink yang sudah resmi menjadi miliknya. Hanya ciuman singkat di malam pertama mereka menjadi pasangan suami-istri.

Namja itu melepas ciumannya dan beralih membelai lembut pipi istrinya.

"sekarang ganti bajumu dan segera tidur" titah Suho.

Yixing hanya mengangguk kecil dan berbalik berniat ke kamar mandi. Tapi belum sempat melangkah, tangannya di tahan oleh Suho.

"kenapa tidak disini saja?" goda Suho lagi.

Yixing mengerucutkan bibirnya dengan rona merah yang lagi-lagi menghiasi pipinya. Ia pun meninju dada Suho pelan sebelum melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.

Sedangkan Suho tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya. Haaaah...sungguh tidak menyangka ia sudah menjadi seorang suami di usianya yang baru akan menginjak 18 tahun 4 bulan lagi.

16~16

"pagi eomma" sapa Yixing pada nyonya Kim yang tengah sibuk di dapur mempersiapkan sarapan untuk anggota keluarganya. Nyonya Kim memang biasa membuatkan sarapan untuk anggota keluarganya sendiri karena pembantu rumah tangga mereka baru akan datang jam 8 pagi sedangkan menurut nyonya Kim, itu sudah terlalu siang untuk membuatkan sarapan.

Nyonya Kim menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum mendapati menantu barunya itu sudah bangun pagi-pagi sekali,"pagi! Kau sudah bangun ternyata"

"ne, eum ada yang bisa aku bantu eomma?" tanya Yixing.

"tidak usah, kau duduk saja di sana, apa kau tidak kelelahan setelah pesta pernikahan tadi malam?"

"tidak eomma, aku justru merasa lebih segar dari biasanya, lagi pula aku juga ingin belajar memasak jadi izinkan aku membantu eomma memasak ne" mohon Yixing dengan puppy eyesnya.

Nyonya Kim terkekeh sambil mengacak-acak rambut Yixing,"ya sudah kalau begitu, kau buatkan sereal gandum kesukaan Suho saja" ucap wanita paruh baya itu sambil menyodorkan kotak sereal pada Yixing.

Yixing pun tersenyum ceria menerima kotak sereal itu. Ia merasakan menjadi seorang istri yang sesungguhnya pagi ini saat pertama kalinya ia membuatkan sarapan untuk suaminya.

"pagi semua!" sapa seseorang lagi yang memasuki dapur.

Yeoja muda itu menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Minseok tengah menggendong Jongin sedang mendudukkan dirinya di kursi makan yang letaknya tidak jauh dari dapur.

"pagi!" sapa balik nyonya Kim dan Yixing bersamaan.

"wah...wah menantu baru sudah bangun ternyata" goda Minseok.

"dan tiba-tiba memaksa untuk membantu memasak" lanjut nyonya Kim ikut menggoda Yixing.

Yixing menggembungkan pipinya yang merona malu karena digoda mertua dan kakak iparnya.

"Ya! kalian jangan menggodaku terus" protes Yixing dengan menundukkan kepalanya sambil tangannya sibuk menuang susu vanilla di mangkuk yang sudah terisi sereal gandum.

Minseok dan nyonya Kim hanya terkekeh melihat Yixing yang masih terlihat malu-malu.

Setelah selesai membuatkan sereal untuk Suho, Yixing berjalan ke arah Minseok dan mendudukkan dirinya di kursi samping kakak iparnya tersebut.

"pagi Jongie, sini ikut ahjumma ya?" sapa Yixing sambil mengusap kepala Jongin sayang.

Jongin pun tertawa menampilkan gigi susunya.

"tatatata..." celoteh Jongin, tangan kecil itu berusaha menggapai tangan Yixing yang terulur ke arahnya. (Jongin gagal ngomong -_-")

"tidak bisa, aku tidak akan mengizinkanmu menggendong Jongin dalam keadaan hamil, dia bisa saja membahayakan perutmu Yixing" cegah Minseok.

Yixing pun tertunduk lesu sambil mengerucutkan bibirnya,"yaah eonnie, sekaliiii saja, tidak ada satu menit" rayu Yixing.

Minseok menggelengkan kepalanya,"aku bilang tidak bisa, tetap tidak bisa"

Yixing semakin mengerucutkan bibirnya,"Jongie sayang, tunggu ahjumma melahirkan sepupumu ne, kalau ahjumma sudah melahirkan, ahjumma akan menculikmu dari Busan" ujar Yixing gemas melihat keponakannya yang lucu itu.

"Yak!_"

"heeeeh sudah-sudah" potong nonya Kim melerai perdebatan Yixing dan Minseok,"Yixing, sebaiknya kau antarkan sarapan Suho ke kamarnya sekarang"

"ne eomma...daaa Jongie" pamit Yixing pada Jongin dan mencium pipi chubby Jongin sebelum pergi.

16~16

Cklek

Yixing membuka hati-hati pintu kamarnya dengan satu tangan yang membawa nampan berisi sarapan untuk suaminya. Calon ibu itu tersenyum melihat suaminya yang masih asik meringkuk di bawah selimut. Ia letakkan nampan berisi sereal tersebut di meja samping tempat tidurnya kemudian mendudukkan dirinya dipinggir tempat tidur. Tangannya beralih mengguncankan-guncangkan lengan Suho agar namja itu terbangun dari tidurnya.

"oppa bangun, ini sudah siang, cepat bangun"

Namun bukannya terbangun Suho malah menaikkan selimutnya sampai menutupi kepalanya. Yixing mendengus kesal dibuatnya. Ditariknya selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh suaminya itu.

"Yak! Oppa bangun, kau jangan malas-malasan begini, cepat bangun!" seru Yixing masih sibuk menarik selimut Suho.

"5 menit lagi eomma" gumam Suho.

Yixing membulatkan matanya saat Suho memanggilnya 'eomma'

Cethak

Dan sendok pun mendarat dengan manisnya di kepala Suho, siapa lagi kalau bukan Yixing pelakunya.

"Ya! aku istrimu Kim Suho" protes Yixing, yeoja itu mengerucutkan bibir dan melipat tangannya.

Mendengar itu pun, sukses membuat Suho membuka matanya. Bodoh...bagaimana bisa ia lupa kalau sudah mempunyai seorang istri.

Suho pun tiba-tiba menegakkan tubuhnya, matanya membulat dan dengan gerakan cepat ia pun memeluk yixing yang saat itu masih setia mengerucutkan bibirnya.

"syukurlah ternyata aku tidak mimpi" ucap Suho

Yixing mengerutkan alisnya bingung,"mimpi?"

"ne, tadi malam aku mimpi menikahimu"

Yixing sweatdrop mendengarnya,"kau memang sudah menikahiku Kim Suho, apa kau ingin aku pukul dengan sendok lagi agar 100% terbangun?" geram Yixing.

Perlahan Suho melepas pelukannya dan tangannya beralih membelai lembut pipi Yixing.

"ani, aku hanya masih tidak percaya saja kalau aku sudah menikahimu" ucap Suho lembut.

"a-apa kau bahagia?" tanya Yixing sedikit ragu.

Dan setilan lembut mendarat di kening Yixing. Yeoja itu pun meringis sambil mengusap keningnya yang tidak seberapa sakitnya dibanding pukulan sedoknya di kepala Suho.

"bodoh...kenapa kau masih bertanya, tentu saja aku bahagia, sangat bahagia, karena selama ini hanya kau yang menjadi sumber kebahagiaanku"

Yeoja itu pun tersenyum cerah,"benarkah?" tanyanya meyakinkan ucapan Suho.

Sang suami menjawabnya dengan anggukan mantap membuat Yixing beralih memeluknya dan mendaratkan kepalanya di dada suaminya.

"berjanjilah kau akan menjadi suami dan ayah yang baik untukku dan anakku" pinta Yixing.

"pasti, aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan untuk anak kita"

Yixing pun tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada Suho.

"eumm, chagi...apa kau tau tugas seorang istri saat pagi hari?" tanya Suho memecah keheningan yang sempat tercipta.

Yixing mendongakkan wajahnya menatap Suho,"membuatkan sarapan untuk suaminya" jawabnya.

" ne, tapi ada lagi selain itu"

"apa?" tanya Yixing bingung.

"memberi morning kiss untuk suaminya"

Cethaak

Dan lagi-lagi sendok mendarat manis di kening Suho.

"kenapa malah memukulku iiissh" ringis Suho sambil mengusap keningnya.

"itu morning kiss dariku" jawab Yixing dengan memberikan senyuman termanisnya. Suho memutar bola matanya.

"dan ini sarapan buatanku untuk suamiku tercinta" lanjut Yixing, ia pun menyodorkan semangkuk sereal ke arah suho.

"waaah, kau membuatnya sendiri cahgi?"

"tentu saja" jawab Yixing bangga.

"gomawo" ucap Suho dengan senyum angel-nya.

"ne, itu kan sudah tugasku, sekarang oppa cepat makan ne, dan harus habis" titah Yixing.

"pasti, tapi alangkah baiknya kau menyuapi suamimu ini" pinta Suho.

Dan Yixing pun mengangkat sendok kembali bersiap mendaratkan ke kening mulus suaminya.

"aaiish ne, aku makan sendiri" dengus Suho membuat Yixing tersenyum manis kembali sambil memandangi suaminya memakan sarapan buatannya dengan lahap.

16~16

"hyuuung...!" seru Chanyeol saat mendapati sahabatnya Kim Suho berjalan seorang diri di lorong sekolah. Ini adalah hari pertama Suho masuk sekolah setelah pernikahannya.

"pagi Yeol" sapa Suho.

Lelaki yang lebih tinggi itu tersenyum ceria menampilkan deretan giginya yang seputih salju (?) lalu tangannya beralih merangkul pundak Suho.

"akhirnya kau masuk juga"

"Bagaimana keadaan kelas tanpaku?" tanya Suho.

"membosankan" jawab Chanyeol singkat.

Suho terkekeh mendengarnya,"lebih tepatnya hanya kau yang merasa bosan"

"hehehe" Chanyeol menampilkan cengirannya pada Suho,"sangat membosankan hyung, tidak ada kau, tidak ada Baekkie dan ditambah lagi banyak yeoja-yeoja yang mendatangiku hanya untuk bertanya kenapa kau tidak masuk, apa kau sakit bla bla bla ... dan itu membuat telingaku panas huuufh" curhat Chanyeol.

Suho lagi-lagi terkekeh,"bukannya harusnya kau senang banyak yeoja yang mendatangimu?"

Chanyeol memutar bola matanya malas,"apanya yang senang kalau setiap hari yang mereka tanyakan adalah dirimu"

Suho tertawa mendengar cerita Chanyeol yang nampaknya menderita. Mereka berdua pun duduk di kursi mereka masing-masing saat sudah sampai di kelas.

"tapi kau tak ceritakan kalau aku..." Suho sengaja tidak melanjutkan ucapannya karena ia tau kalau Chanyeol mengerti apa yang ia maksud.

"kau tenang saja hyung, aku tidak sebocor itu"

Suho lega mendengarnya karena memang ia merahasiakan pernikahannya dengan Yixing pada teman-temannya.

"eumm... hyung apa kau masih bekerja di bengkel Shin ahjussi?" tanya Chanyeol.

"ne, Shin ahjussi masih menerimaku bekerja, wae?"

"apa aku boleh ikut bekerja di sana juga?"

"mwo? kau ingin bekerja di sana juga?" tanya Suho balik sambil mengernyitkan keningnya.

"ne, apakah bisa hyung?"

"entahlah, nanti sepulang sekolah ikut saja kesana bersamaku, aku dengar mereka kekurangan tenaga untuk mencuci kendaraan"

Namja bermata lebar itu pun terlihat senang mendengarnya,"banarkah? Doa kan aku diterima ya hyung"

"ne, pasti...tapi tunggu, kenapa kau tiba-tiba ingin bekerja? Uang jajan mu kurang eoh?" tanya Suho curiga.

"ani, sebentar lagi Baekkie ulang tahun, aku ingin membelikannya hadiah dari uangku sendiri, bukankah itu sangat romantis hyung?"

"molla" Suho mengendikkkan bahunya.

Dan setelah itu hanya terlihat seorang Park Chanyeol yang tengah senyum-senyum sendiri membayangkan Baekhyun yang bangga menerima hadiah darinya lalu satu ciuman ia dapatkan dari yeoja imut itu. Hmmm... bukankah itu sangat menyenangkan Park Chanyeol?

16~16

"tidaaaakk...!" teriak Yixing yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan deru nafas yang tidak beraturan disertai peluh yang membanjiri wajahnya.

Suho juga tiba-tiba bangun karena kaget mendengar teriakan Yixing. Namja itu pun mengusap lengan Yixing mencoba menenangkan yeoja itu yang sekarang terlihat sangat ketakutan.

"mimpi buruk lagi?" tanya Suho khawatir.

Yixing hanya bisa mengangguk kaku. Mimpi buruk itu memang sering mendatanginya dan anehnya mimpi itu selalu sama. Mimpi dimana ia melihat gadis kecil terjerembab ke dalam lubang tak kasat mata yang ia buat. Entah kenapa mimpi itu berhasil membuatnya ketakutan setengah mati. Selama ini ia percaya kalau hukum karma itu ada dan ia takut hal yang menimpanya juga akan menimpa anaknya. Tidak ... Yixing tidak mau itu terjadi. Sebisa mungkin ia akan menjaga buah hatinya agar tidak terjerumus ke dalam lubang yang sama.

Suho menyodorkan segelas air putih yang memang selalu ia siapkan di meja samping tempat tidurnya. Segera saja Yixing meraih gelas itu dan meneguk isinya sampai habis. Setelah itu ia pun memeluk Suho erat.

"aku takut oppa" ucap Yixing dengan suaranya yang bergetar.

Suho pun membelai rambut Yixing dengan sesekali mencium pucuk kepala istrinya.

"tenang ne, itu cuma mimpi chagi jangan dipikirkan"

Yixing mendongakkan wajahnya menatap Suho,"tapi mimpi itu terus mendatangiku oppa..." ia menghentikan ucapannya sejenak,"...aku takut anak kita bernasib sama dengan_"

"ssssstttt kau jangan berpikiran seperti itu" potong Suho sebelum Yixing melanjutkan kata-katanya,"aku janji akan selalu menjaga kalian, aku tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti anakku"

Ucapan Suho berhasil membuat Yixing tenang walau ketakutan itu masih ia rasakan.

"semoga Tuhan memberikan kita anak laki-laki" harap Yixing.

Suho mengernyitkan keningnya,"kenapa kau sangat menginginkan anak laki-laki? aku pikir perempuan juga lucu"

"ani, jika anak kita perempuan aku takut mimpiku benar-benar terjadi"

"chagi, percayalah itu cuma mimpi, dan semua ketakutanmu tidak akan terjadi jika kita menjaga anak kita dengan baik" yakin Suho seraya mengeratkan dekapannya.

"tapi tetap saja aku takut oppa"

"sudah jangan terlalu di pikirkan, percayalah semua akan baik-baik saja ne"

Dan akhirnya Yixing pun menganggukkan kepalanya walau sebenarnya dalam hati ia belum sepenuhnya merasa tenang.

"oppa!" panggil Yixing.

"ne?"

"besok sebelum kau berangkat ke bengkel, aku mau kau mengantarku dulu ke rumah sakit untuk USG lagi"

Mata Suho terbelalak mendengarnya,"USG? Kenapa kau tiba-tiba ingin USG lagi? Bukanya kau ingin mengetahuinya saat anak kita lahir?"

"ani, aku ingin cepat mengetahui gender-nya dan semoga saja hasilnya menyatakan kalau anak kita laki-laki agar ketakutanku sedikit berkurang" jelas Yixing sambil mengusap-usap perutnya yang sudah semakin membesar

Suho menghela nafasnya,"baiklah kalau itu maumu, besok aku antar kau kerumah sakit, sekarang tidur lagi ne"

Yixing mengangguk lalu membaringkan tubuhnnya dengan di peluk Suho dari samping yang berhasil membawanya kembali terlelap.

16~16

Pintu ruangan dokter kandungan itu terbuka menampakkan Suho dan Yixing yang tersenyum ceria, terlebih lagi Yixing, yeoja itu tak henti-hentinya tersenyum. Ia merasa sedikit lega sekarang karena dari hasil USG menyatakan kalau anak yang ia kandung berjenis kelamin laki-laki. Ternyata Tuhan mendengar doanya selama ini. Yeoja itu pun semakin tidak sabar menanti kelahiran putranya.

"kau duduk disini sebentar ne, aku akan ke apotek dulu untuk menebus vitamin"

Yixing tersenyum sambil mengangguk lalu mendudukkan dirinya di kursi ruang tunggu. Setelah kepergian Suho, Yixing terus saja memandangi foto hasil USG nya dengan senyum yang masih setia menghiasi wajah cantiknya.

'terima kasih Tuhan, engkau telah mendengar doa ku' gumanya lirih

Setelah puas memandangi calon bayinya, Yixing pun mengedarkan pandangannya ke sekililing ruang tunggu dan matanya membulat bercampur kaget saat mendapati sesosok yeoja dengan perut buncit yang sudah tidak asing lagi tengah duduk disampingnya.

"nyonya Huang!" seru Yixing memanggil sosok itu. Sosok yeoja China yang menjadi tetangga sekaligus teman Yixing setelah resmi menjadi keluarga Kim.

Yeoja yang dipanggil nyonya Huang itu pun menoleh dan ia tak kalah terkejutnya dengan Yixing.

"Yixing...kau disini juga ternyata"

"ne nyonya, aku baru saja USG, eumm tuan Huang mana? Kenapa kau sendirian?"

"dia sedang menebus obat.. Yixing sudah kubilang berkali-kali panggil aku eonnie saja aku masih seumuran Minseok, panggilan nyonya membuatku terlihat sangat tua" nyonya Huang mengerucutkan bibirnya tidak terima dipanggil nyonya karena ia merasa masih sangat muda.

"ah..ne eonnie, mian aku lupa hehe" Yixing pun memberi cengirannya pada nyonya Huang.

"arraseo, tapi awas kalau lupa lagi"

"tidak akan" Yixing menggelengkan kepalanya imut.

Nyonya Huang pun terkekeh melihatnya.

"oh iya, lalu hasil USG nya bagaimana?" tanya nyonya Huang.

"sejauh ini perkembangannya sangat baik eonnie, tapi ada lagi yang membuatku bahagia, kata dokter dari hasil USG menunjukkan kalau anakku berjenis kelamin laki-laki, aku senang sekali eonnie karena kau tau sendiri kan aku sangat mengaharapkan anak laki-laki selama ini" cerita Yixing panjang lebar.

"waaaah... chukkae, aku juga ikut senang mendengarnya"

"ne gomawo, oh iya apa eonnie juga sudah memeriksa jenis kelamin calon bayimu?" tanya Yixing.

"ani, aku ingin mengetahui jenis kelamin anakku saat sudah lahir saja" jawab nyonya Huang sambil membelai perut buncitnya yang sekarang sudah memasuki masa kehamilan 5 bulan.

Yixing pun hanya menganggukkan kepalnya mengerti.

"tapi tunggu, apa usia kandunganmu sudah memasuki 9 bulan Yixing?"

"belum eonnie, usia kandunganku baru memasuki 7 bulan"

"tapi kenapa kau seperti tengah mengandung 9 bulan?"

Yixing mengendikkan bahunya,"molla mungkin bayiku tumbuh subur di dalam"

Seketika itu juga tawa nyonya Huang pun pecah mendengar pernyataan polos dari Yixing. Yixing pun juga ikut tertawa melihat nyonya Huang tertawa sampai mengeluarkan air mata.

"hahaha aigoo... kau ini lucu sekali Yixing, memangnya tanaman, tumbuh subur haha"

Yixing tidak menjawab apa-apa karena yeoja itu masih sibuk tertawa setelah menyadari pernyataan polosnya. Tapi tidak taukah mereka kalau semua orang yang ada di ruang tunggu rumah sakit itu sedang memandang dua yeoja hamil itu aneh.

16~16

Baekhyun memandang takjub ke arah perut Yixing. Dari awal iya datang pandangan gadis itu tak beralih dari perut sahabatnya.

Sedangkan Yixing sibuk membaca buku panduan untuk senam ibu hamil. Tapi lama-lama Yixing merasa aneh juga ditatap Baekhyun seperti itu. Ia pun menghentikan sejenak acaranya membaca buku.

"wae? Kenapa kau memandangi perutku terus menerus seperti itu?" tanya Yixing.

"kenapa perutmu bisa sebesar ini Xing?" bukannya menjawab Baekhyun malah balik bertanya. Yixing pun memutar bola matanya malas.

Pletaak

Dan satu jitakan mendarat dikepala Baekhyun. Baekhyun pun meringis sambil mengusap kepalanya.

"babo, tentu saja besar, apa kau amnesia sehingga kau lupa kalau aku sedang hamil Byun Baekhyun?"

"Ya! bukan begitu, aku cuma tidak menyangka perutmu akan sebesar ini padahal usia kandunganmu masih 7 bulan tapi kenapa terlihat seperti sudah 9 bulan"

"molla, aku sendiri juga tidak tau, banyak yang menyangka usia kandunganku berusia 9 bul...aakh" rintih Yixing saat merasakan bayinya menendang perutnya.

Raut muka Baekhyun pun berubah panik,"Yixing, gwenchanna?"

"gwenchanna Baekkie, dia hanya menendang, kemarikan tanganmu!"

"un-untuk apa?" tanya Baekhyun agak takut.

"letakkan tanganmu diperutku, nanti kau akan merasakan pergerakannya"

"shireo, aku takut" tolak Baekhyun. Pasalnya gadis itu memang selalu menolak jika di suruh Yixing untuk menyentuh perut buncitnya.

"kenapa takut?" tanya Yixng heran.

"entahlah, aku seperti melihat balon yang sangat besar dan takut balon itu meletus saat aku menyentuhnya"

"haha kau ini ada-ada saja Baekkie" tawa Yixing mendengar pernyataan Baekhyun. Tapi tiba-tiba pandangan Yixing beralih menatap leher Baekhyun, ia melihat ada yang berkilau di balik kemeja seragam sahabatnya itu.

"kalungmu baru?" tanya Yixing sambil meraih kalung di leher Baekhyun. Kalung perak dengan permata yang membentuk huruf 'CB'.

"ini hadiah ulang tahunku dari Yeollie oppa, kau tau ternyata selama ini ia ikut suamimu bekerja dibengkel demi membelikan hadiah untukku kyaaaa... aigoo beruntungnya aku" seru Baekhyun bahagia sambil mendekap kalungnya.

Yixing pun tersenyum melihatnya,"benarkah? Syukurlah kalau begitu, itu tandanya ia benar-benar mencintaimu"

Baekhyun mendelik ke arah Yixing,"tentu saja dia mencintaiku, kalau dia tidak mencintaiku mana mungkin ia mau capek-capek bekerja hanya demi membelikan hadiah untukku"

"ne arraseo nyonya Park" goda Yixing.

Rona merah pun tercipta di pipi Baekhyun. Menjadi nyonya Park memang sudah menjadi impian Baekhyun selama ini.

16~16

"eonnie!" seru Yixing memanggil Minseok di seberang telepon.

"ne Yixing bagaimana kabar mu, sehat?" tanya Minseok.

"sehat eonnie, kau kemana saja kenapa nomormu selalu tidak aktif saat aku hubungi?"

"mianhae, ponselku rusak karena ditenggelamkan Jongin bersama kapal mainannya di bak mandi, untung nomornya masih bisa di pakai"

Tawa Yixing pun pecah mendengarnya,"haha aigoo, sepertinya Jongin lebih tertarik dengan ponselmu dari pada kapal mainannya haha"

Terdengar helaan nafas dari Minseok,"semenjak Jongin bisa berjalan, ia semakin hyperactive sehingga membuat apartemenku seperti kapal pecah sekarang"

"haha pasti lucu sekali"

"Ya! apanya yang lucu, bahkan aku sempat stres menghadapinya, kau juga akan merasakannya nanti saat anakmu sudah bisa berjalan, oh iya bagaimana perkembangan kehamilanmu?"

"calon bayi ku berkembang dengan baik eonnie dan kau tau, bayiku berjenis kelamin laki-laki"

"benarkah? Waaah chukkae" seru Minseok ikut senang mendengarnya.

"ne gomawo eonnie dan pastinya anakku nanti sama lucunya seperti Jongin hehe"

"tapi tetap masih tampan Jongin ku"

"ani, anakku pasti lebih tampan" ucap Yixing tak mau kalah.

"tidak bisa, Jongin pasti lebih tampan"

"aiissh terserah kau saja eonnie, tunggu sampai anakku lahir" dengus Yixing.

Minseok pun terkekeh,"haha ne, ya sudah kalau begitu, aku harus memandikan Jongin sekarang salam untuk eomma, appa dan Suho ne, annyeong"

"ne eonnie annyeong"

Sambungan telepon pun terputus. Yeoja itu masih saja ternyum sambil membayangkan seperti apa wajah anaknya nanti. Mirip Suho atau mirip dirinya, atau bahkan perpaduan antara dirinya dan Suho, atau jangan-jangan tidak mirip siapa-siapa #plaak. Sungguh ia sudah tidak sabar menanti kelahiran anaknya.

Tangan berjari lentik itu terus saja membelai lembut perutnya.

"anakku sayang, cepat lahir ne, eomma dan appa menunggumu, saranghae"

TBC

Dan ternyata tbc lagi, oke kayaknya saya kog maen tebak-tebakan gini ya, ya udah lanjutkan tebak aja siapa yang jadi anak mereka kkkkk #ketawa nista bareng monggu. Mungkin lewat chapter ini kalian sudah bisa nebak siapa anak sulay.

Chap depan adalah chapter akhir dari sixteen bersamaan dengan kelahiran anak mereka. Tapi kalau ada yang minta sequel sebisa mungkin akan saya buat.

Oh iya, saya baru nyadar kalau ternyata summary-nya agak aneh ngerasa gak nyambung gitu huweeee maklum saya sangat payah kalo bikin summay T_T maapkan saya #bow bow bow

Sekarang balasan review:

imekaJung: huwaa maap kalo kurang panjang #bow...hehe ditunggu aja deh anaknya lahir...oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng chanchen

berlindia: haha salahkan saya chingu yg udah bikin yixing hamil #hlooh... oke makasih reviewnya #bow bareng chanchen

Guest: hehe ditunggu aja ya anaknya lahir... #tarik kris sama kyungsoo #plaaak...oke ni udah lanjuut, makasih reviewnya #bow bareng chanchen

selvian . summer: hehe ditunggu ya anak nya lahir... makasih reviewnya #bow bareng chanchen

Nikky lee: oke chingu makasih udah lanjut baca...keluarga zhang sama kim itu seperti heaven and hell #plaak..huweee maap kalo udah bikin butiran berlian chingu kluar, oke deh makasih reviewnya #bow bareng chanchen

dokyungsoo21: hehe oke deh ditunggu ya... makasih reviewnya #bow bareng chanchen

Big thanks to: zoldyk, CallMeThes42, dian deer, han ah byeol, edogawa ruffy, AlpacaAce, suchen moment, jungsssi, asdindas, kyeoptafadila, mjjeeje, Oh Hannie, Baby Panda Zi TaoRis EXOtics, MinSeulELFSparFishy, Manchungi98, OneLoveRyeowook, Athena Chesloock, Park YeonChan, Kazehiro Yuki, Deer Panda, imekaJung, berlindia, Guest, selvian . summer, Nikky lee, lollydaepop, MidnightDragon1728, KyungIn . KIM, dokyungsoo21

See yaa... XOXO L.O.V.E #gossip girl