D'Arc
Chapter 2
Naruto POV
Ribuan tahun telah berlalu bagi kami, tak terasa usia ku sudah hampir mencapai 5000 tahun, sungguh usia yang dibilang sangat panjang bukan
Banyak yang terjadi selang 1000 tahun ini, peperangan masih ada di ketiga belah pihak tapi sekarang mereka hanya melakukan peperangan kecil saja tidak seperti saat Great War berlangsung
Banyak perubahan-perubahan yang membuatku tertarik, pertama, pergantian Yondai Mou dalam fraksi iblis, kedua, Belial digantikan oleh Azazel
Hanya satu yang menarik dari mereka, mereka cinta damai, tak ada ambisi menaklukan tak ada ambisi meraih kehormatan melalui perang, dan aku suka hal itu
Aku yakin dunia ini akan menjadi lebih baik dengan ketiga fraksi yang mempunyai pemimpin yang suka dengan perdamaian, dan pada akhirnya aku akan hidup damai hehehehe
Mendengar kata perdamaian itu entah kenapa aku teringat dengan dimensi asalku, dalam hatiku selalu tergiang pertanyaan tentang kondisi disana
Ayah berkata padaku bahwa disana hanya 3 tahun saja setelah kematianku dan itu membuatku kaget, demensi disini dan disana berbeda jauh dalam hal waktu dan aku bisa menebak berapa usia Menma sekarang
18 tahun dan sementara diriku sudah layaknya seorang kakek-kakek saja hahaha, pernah aku berfikir untuk mengunjungi dimensi itu tapi ayah malah menuntutku agar menyelesaikan misiku di dunia ini
Aku tau jika ayah hanya ingin Aku melupakan dimensi itu dan tetap menjadi diriku yang seperti ini, semenjak aku diajak ayah menuju dunia ini ayah (Anime) sudah menganggap aku sebagai anaknya dan dia tak aman pernah melepaskan genggamannya padaku
Berbicara tentang ayah, aku hanya menggelengkan kepalaku saat melihat ayah mempunyai ide yang terbilang sangat gila, bagaimana tidak, dia berkata bahwa dia akan pura-pura mati dan bersembunyi di sebuah tempat
Aku yakin itu akan menjadi berita yang gempar tapi sebelumnya dia berkata padaku bahwa eksistensinya di dunia ini akan dijalur dari memori berbagai mahkluk yang ia ciptakan agar aku bisa hidup damai tapi aku tau persis tujuannya selain hal itu
Melindungi semua bahaya yang akan menimpa makhluknya dan menyadarkan semua mahkluk yang melenceng dari kata perdamaian dengan cara halus ataupun cara kasar
Dia juga berkata padaku bahwa aku bebas melakukan apa saja, termasuk tidak melarangku untuk pergi ke dimensi asal dengan syarat tak melupakan tugasku di dimensi ini
Hanya satu hal yang ku tak mengerti, perkataan ayah tentang menggantikan dirinya sementara, yang menurutku adalah hal yang gila, aku tak mampu melakukannya bahkan untuk satu level dibawahnya aku tak bisa oleh sebab itu aku terus meminta agar menyuruh lainnya asalkan jangan aku
Tapi ayah tetap saja berpegang teguh pada pendirian nya seakan dia sudah sangat mempercayainya untuk menjaga dimensi ini sementara dan Itu membuatku mengangguk lemah saja
Hah memikirkan hal itu saja sudah membuatku pusing, apalagi jika aku harus menata dunia ini menggantikan ayah, itu akan membuatku bertambah pusing
"Tou-chan"
Aku tersenyum mendengar suara itu, pikiranku tadi entah kenapa hilang begitu saja, didepanku kini terlihat putri cantik milikku sedang menghampiri dirinya dan duduk di sebelahnya
Cath, itu namanya, dia adalah putri pertamaku dari ketiga putri ku lainnya, aku mendapat nama itu setelah aku bertemu dengan seorang iblis bernama Lilith
Dia adalah satu-satunya iblis yang membuatku jatuh hati padanya saat aku belum mengenal lebih banyak tentang Gabriel-chan yang notabennya sekarang menjadi istriku, oh Lilith juga istriku hehehehe
Flashback
"Hei, kau malaikat baru ya" aku menengok kebelakang, di belakangku terlihat seorang perempuan cantik dengan tubuh yang dibilang ehmm...seksi menurutku
"Hn, apa maumu" ujar ku datar yang sama-sekali tak tertarik untuk menjawab pertanyaan dari iblis itu, aku hanya ingin menstabilkan emosi ku saja disini dan tak ada yang lain
"Dasar pendiam"
Ctak
Sebuah perempatan terlihat di dahiku saat mendengar perkataan miliknya, dasar perempuan cerewet
"Kau bilang apa tadi?" tanya ku sambil mendeath-glare dirinya
"Oh apakah kau marah, liat wajahmu yang tampan itu menjadi sangat imut tau" heh, dasar menyebalkan, apakah dia tidak punya pekerjaan lain selain menganggu ku
"Bisakah kau hentikan itu, aku menjadi risih didekatmu" ujar ku dengan perkataan yang sangat jujur
"Huh Dasar malaikat menyebalkan, aku yakin kau homo, semua malaiakt pasti akan jatuh saat aku berdekatan dengannya tapi tidak untuk kau, kau pasti homo"
"APA!, BISAKAH KAU TIDAK BERKATA HAL-HAL YANG GILA CEWEK MENYEBALKAN" Teriak ku keras, huh, apakah dia tidak tau kalau aku ini normal dan akan menjadi seperti itu selamanya
"JIKA KAU NORMAL KENAPA KAU TIDAK JATUH" Ini iblis percaya diri amat ya, dia memang cantik tapi siapa bilang semua lelaki akan tergoda termasuk aku
Aduh, lama-lama aku bisa kehilangan kewarasanku jika aku tetap disini sambil mendengarkan sumpah serapah miliknya
"Bisakah kita lupakan hal itu sejenak, entah kenapa arah pembicaraan ini jadi tak menentu" Ucapku mencoba mengganti topik
Perempuan itu hanya mendengus kecil saja, dia lalu melangkah untuk duduk disebelahku, tapi belum beberapa langkah aku bisa melihat bahwa dia terpeleset akibat tanah disini licin
Grep
Untung saja aku bisa cepat menolongnya agar tidak terjatuh, tapi tunggu dulu...otakku memproses adegan yang sedang terjadi saat ini
Aku memegangi punggungnya dengan tangan kiriku sedangkan tangan kanan ku memegang dadanya dan wajah kita sling berdekatan
Plak
Ouch, sakit sekali!, sebenarnya apa sih maunya iblis ini, saat aku menolongnya kenapa Aku mendapatkan tamparan
miliknya
"Dasar mesum!" teriak perempuan itu sambil merona hebat
Twitch
Perempuan ini, shit, kenapa aku harus bertemu dengan iblis ini, sudah menjahili ku sekarang dikatakan mesum lagi, ayah, kenapa kau melakukan ini pada ku
"Aku mencoba menolongmu nona" ucap ku se normal mungkin walaupun ingin sekali aku membentaknya
Iblis itu hanya memalingkan wajahnya saja, dia memilih duduk disebelahku dengan wajah yang tak berani menatap diriku
Kita saling terdiam untuk sementara, aku lebih memilih untuk melihat danau didepanku sambil memikirkan perang Great War yang terjadi sekarang
Banyak hal yang terjadi dalam perang itu yang memaksaku untuk turun tangan untuk menggantikan ayah di medan perang
"Hei, aku minta maaf soal tadi"
Aku menoleh kesampingku, terlihat perempuan itu diam-diam memandangnya sambil blushing
"Tak apa, kau belum tau diriku" ujar ku sambil tersenyum kearahnya
Aku bisa melihat iblis itu blushing setelah melihat senyumku, dia mencoba menutupi blushingnya dariku tapi tentu saja masih terlihat
"Lilith... Namaku Lilith"
"Namaku Naruto, Naruto D'Arc
Flashback Off
Dan itulah kisah ku saat pertama kali bertemu dengan istriku Lilith, memang tak seindah kisah romantisku dengan Gabriel-chan, tapi cukup untuk menjadi kenangan bukan?
"Ne, apakah tou-san tidak apa-apa" ujar Cathy, rupanya dari tadi anaknya menyadari kalau aku melamun
"Ah tidak apa-apa, bagaimana dengan sekolahmu, apakah kau mempelajari sesuatu" tanya ku
Cath hanya diam sambil mendengus, "ayah, aku sudah berumur hampir 100 tahun dan ini sudah keberapa kalinya aku mengulang hal ini lagi"
Hahaha, aku lupa kalau anakku ini sudah beberapa kali dia mengulangi studinya, hmm kalau tidak salah ini kesepuluh kalinya ya
"Iya iya, ayah tau honey, emm dimana adikmu Asia" tanya ku
Asia, itulah anak bungsu ku dari Gabriel, dia mempunyai mata biru dan juga rambut kuning keemasan mirip dengan milik ku dan juga milik kakaknya
"Katanya dia punya urusan"
Aku hanya menghela nafas, aku ingin hari ini mereka berkumpul menjadi satu, dimana Gabriel-chan, Lilith-chan dan aku bisa berkumpul dengan anak-anak kami
"Lalu apakah ada hal yang menarik saat disekolah Cath"
"Ada, iblis dari Gremory itu mencoba untuk mendapatkan pemuda bernama Issei, samar-samar aku bisa merasakan aura naga Wels Dragon di tubuhnya"
Jadi dia pemilik Sacred Gear itu setelah Nico ya, hmm menarik, aku ingin tau dimana batas kekuatannya, jika Nico bisa menghancurkan sebuah gunung dalam beberapa serangan, aku ingin tau apa yang bisa ia lakukan
"Tapi sepertinya pemuda itu tak menyadari potensinya sebagai pemilik Serkiyutei" ujar Cath anakku
Aku menyesap tehku sejenak, dengan kata lain, pemuda itu belum mengetahui apa yang ada dalam tubuhnya ya?, aku sedikit heran kenapa Gremory mengincar pemuda itu, ibarat kata dia mengambil sebuah buah yang belum matang
Tapi jika Gremory mengincarnya mungkin dia bisa melihat potensi dari pemuda itu, Nico pernah berkata bahwa Hakuryoukou yang dulu jadi musuhnya bahkan sebelumnya belum tau apa-apa tentang naga putih yang bersemayam di tubuhnya hingga akhirnya dia mengetahuinya dan menjadi sangat kuat di jamannya
Aku kembali menyesap tehku, entah kenapa saat Gabriel-chan atau Lilith-chan yang membuatnya rasanya menjadi lebuh enak dari pada di Restoran apapun, apakah teh ini ditambahkan sedikit sihir?
"Oh Cath-chan sudah pulang"
Aku tersenyum sambil menoleh kearah pintu kamar dimana Gabriel-chan sedang membawakan sebuah roti melon untukku, akhirnya salah satu bidadari ku muncul
"Kaa-chan"
Anakku langsung memeluk Gabriel, ibunya, walaupun Cath sangat datar pada orang luar tapi dia sangat lembut jika bersama keluarga
"Jadi bagaimana latihan mu, seminggu yang lalu kau berkata pada ibu bahwa kau memunculkan satu pasang sayap lagi"
Oh jadi Cath sudah mempunyai 14 sayap kah?, itu sebuah kemajuan dia sekarang hampir menyentuh level Gabriel-chan yang sudah mempunyai sayap 16 tahun
"Latihannya biasa bu, aku hanya perlu belajar agar aku bisa mengendalikannya kembali kekuatan ku" ucap Cath
Gabriel hanya tersenyum saja, dia kemudian menatapku dengan tajam dan itu membuatku ketakutan, jika Gabriel sudah menatapnya dengan tajam seperti itu pasti ada masalah besar yang akan terjadi pada dirinya
"Anata, aku melihat mu tadi berjalan dengan perempuan tak dikenal, bisa kau jelaskan hmm" oh sial, dia rupanya salah paham tentang hal itu
"I-itu aku t-tadi bertemu t-temanku s-saja tak ada yang lain" ujar ku memberi penjelasan, mata istriku itu semakin menajam membuatku ingin berteriak minta tolong
Tapi dengan sekejab tatapannya itu berganti menjadi lembut membuatku hanya bisa sweatdrop
"Ah baguslah kalau begitu, aku akan mematahkan kakimu seperti dahulu kalau kau berulah lagi Naruto-kun" ucap istriku sambil tersenyum menyeramkan padaku
Aku merinding, aku masih dimana aku harus berada di rumah selama seminggu akibat kaki ku dipatahkan oleh istriku sendiri, sebenarnya apa yang terjadi padamu Gabriel-chan huhuhu, kau sekarang menyeramkan dan juga sadis
"Ah, Gabriel-chan" mataku menatap Lilith yang baru saja datang, nampak sebuah tas kecil yang dulu aku belikan untuknya masih setia di tangannya sampai sekarang masih setia ia bawa
"Lilith-chan"
Ucap Gabriel sambil memeluk Lilith dengan erat, walaupun mereka sama-sama istriku mereka tetap menjaga hubungan mereka
"Bagaimana kabar Natsume"
Natsume ya, dia adalah anak ku dengan Lilith, dia mempunyai rambut hitam seperti ibunya dan mempunyai mata seperti punyaku yaitu biru
"Ah, dia baik saja, dia berkata padaku bahwa Cath membantunya untuk menyelesaikan tugasnya" hahaha sangat terbalik dengan Cath dan juga Asia Natsume anakku seperti diriku dulu waktu masih di Academy Ninja, sangat bodoh
"Begitu, kudengar kau mengacaukan tempat latihan masakmu ya"
"Eh bukan begitu, habisnya pelatih menyuruhku membuat sebuah rendang dan aku tidak bisa"
"Bilang saja kau tidak bisa masak"
"Aku bisa masak tau"
Kehangatan, satu kata itu membuatku tersenyum, dari aku dipindahkan ke dimensi ini Aku tak berhentinya mengeluarkan senyumku, kehangatan yang selama aku di dunia ninja tidak pernah kudapatkan sekarang kudapatkan dengan jumlah yang sangat besar secara terus-menerus
Aku yang dulu selalu di hina dan di kucil kan sekarang menjadi sebaliknya, terutama ayah yang benar-benar sayang padaku, terima kasih ayah
"Mengingat masa lalu mu Tou-san" aku menengok kearah Cath, dia sedikit membenarkan lensa kacamatanya sambil tersenyum kearah ku
Aku hanya tersenyim sambil memberikan jempol padanya, keluarga D'Arc adalah keluarga yang istimewa, mereka mempunyai spesialis masing masing, contohnya Cath yang bisa membaca pikiran hanya lewat pandangan saja
Gabriel-chan juga mempunyai spesialisnya sendiri, dia bisa memanipulasi cahaya seperti yang kupunya dan Lilith mempunyai spesialisasi menyamar menjadi orang lain
Sepertinya ayah sudah merencanakan hal ini dari awal, dulu sewaktu Gabriel-chan masih disurga dia hanya bisa mengeluarkan teknik dasar saja hingga sewaktu di mengikuti perjalanan ku dia bisa memanipulasi cahaya, terima kasih sekali lagi ayah
"Naruto, anak ku" tunggu bukannya ini suara ayah, jarang sekali ayah berbincang padaku semenjak dia bersembunyi
"Ada apa Ayah?"
"Aku hanya mengatakan mengatakan padamu bahwa ada sesuatu dari luar dimensi yang berusaha mencapai dimensi ini, anakku"
Tunggu luar dimensi, yang kutau hanya sedikit orang yang bisa melakukan hal itu, itupun hanya seorang dewa-dewi yang bisa melakukan itu
"Tepat sekali Naruto, dia tak lain adalah Kaguya Ootsutsuki"
Oh sial, bagaimana bisa, bukannya dia sudah kusegel di bulan, bagaimana bisa dia bebas, aku sudah menyegelnya dengan sebuah segel absolut tapi kenapa Bisa-bisanya dia lepas
"Ada seseorang yang membebaskannya tapi dia mati akibat membebaskannya, sepertinya orang yang membebaskannya mencoba mendapat kekuatan Kaguya"
Aku mengangguk, orang bodoh macam apa yang melakukan hal itu, apa dia kira dengan mendapatkan kekuatan dewi kelinci itu dia menjadi sangat kuat?, bodoh sekali
"Aku ingin kau memperketat penjagaan mu Naruto, anak ku, hanya kau satu-satunya harapan ku, aku sekarang ingin santai-santai sejenak tapi ingatlah kau selalu ku awasi, anakku"
"Baik ayah, aku akan melaksanakan tugas ini, jangan khawatir ayah, selagi aku masih disini maka aku akan melindungi dan menuruti perintahmu"
"Masih tak berubah ya hahaha, kau dari dulu adakah ciptaan ku yang sangat setia padaku, aku berharap kau bisa seperti itu anakku"
"Aku berjanji ayah"
"Baguslah ngomong-ngomong aku tak sengaja menulis takdir aneh padamu Naruto, aku sedikit melamun saat menulisnya"
Oh benarkah, apa yang ditulis ayah ya, apakah aku akan menjadi seorang superman atau seperti Spiderman ya
"Ekpetasi mu berlebihan ikuti saja alurnya aku akan tau"
Baiklah ayah, dan itu mengakhiri perbincangan ku dengan ayah, walaupun hanya sebentar tapi lumayan lah meredakan rasa rinduku haha, sekarang aku harus menjaga dunia ini dari ancaman-ancaman yang menimpa dunia ini
"Gabriel-chan, Lilith-chan dan Cath sayang, ada yang perlu aku sampaikan pada kalian" Ucapku serius, mereka akhirnya terdiam sambil menatapku
"Aku baru saja mendapat sebuah informasi dari ayah akan sebuah hal yag besar yang sedang menuju dimensi ini"
"Tunggu kau berbicara pada ayah, bagaimana kondisinya sekarang" ucap Gabriel padaku, dia paling sensitif jika mendengar tentang ayah
"Dia tak apa Gabriel, bahkan dia sekarang lagi enak-enaknya bersantai di tempat dimana dia bersembunyi" ujarku sambil sedikit tersenyum kearahnya
Ah kenapa aku malah membahas tentang ayah lagi, huft ini hanya akan menghabiskan waktu ku jika tetap membahas topik ini, aku yakin Gabriel akan bertanya gila-gilaan tentang ayah
"Bagaima-"
"Gabriel ada yang harus ku bahas sekarang jadi bisakah kita mengedepankan masalah ini"
Ujarku malas dan hanya dibalas dengan senyuman malu miliknya, akhirnya aku bisa meneruskan perkataanku
"Kembali pada topik utama, kita akan kedatangan 'tamu' dari luar dimensi" ucap ku, mereka nampak terkejut, yah pastinya, karena yang mereka tau hanya ayah saja yang bisa melakukan itu, bahkan mereka saja tak tau jika aku bisa melakukannya
"Jika tamu itu berniat mengacaukan dimensi kita maka kita juga harus bertindak"
Yah semoga saja mereka kuat, kata ayah saja Kaguya memiliki kekuatan yang setara dengan setengah kekuatan ayah terlebih Kaguya mempunyai teknik yang sama dengan ayah
Banbatsu Sozo teknik dimana pengguna menciptakan sesuatu, aku pernah mendengar bahwa teknik itu sama persis dengan milik ayah yang bisa menciptakan iblis malaikat atau mahkluk sesuka pengguna nya
Eh kenapa aku membahas hal ini yah, ini bukan waktu yang tepat unruk memikirkan hal sepele seperti itu
"Naruto-kun"
Aku menoleh kearah Lilith yang menatapku dengan serius, iblis penggoda itu sepertinya ingin berbicara padaku tentang hal yang mungkin sangat penting
"Aku juga menemukan beberapa hal yang menganggu dunia ini Naruto-kun, salah satunya Khaos Bridge"
Khaos Bridge hmm, sepertinya aku baru mendengar tentang itu sekarang apakah itu organisasi yang baru
"Aku mencurigai bahwa disana tempat dimana para maniak berada, organisasi itu diketuai oleh Ophis Sang Naga tak terbatas"
Ah Ophis-chan, apakah dia masih dendam padaku karena telah membantu Great Red waktu itu, yah walaupun aku sejujurnya tak ingin berada di salah satu pihak tapi dengan terpaksa aku membela Great Red
Naga loli maafkan aku!
"Bagaimana Naru, apakah kita akan bertindak"
Pikiran-pikiranku gila ku langsung kabur saat mendengar suara melodic dari istriku Lilith
Bagaimana yah, jika dipikirkan memang kita harus bertindak tapi walaupun begutu tapi aku juga tak bisa langsung menghabisi mereka tanpa bukti yang jelas
"Untuk sementara kita amati dulu Liliy, jika ada hal yang membahayakan bagi ketiga fraksi dan manusia kita akan menghabiai mereka"
"Pintar dan tak gegabah ya yah?" aku tersenyum mendengar suara Cath anakku, aku memang bersikap lebih rasional sekarang, aku tak bisa membayangkan ekspresi mereka saat menemukan fakta bahwa aku yang dulu berbeda dengan sekarang
Eh kok jadi lirik lagu sih kampret Author ini, jika belum tau siapa Author, dia adalah sosok yang paling handsome di dunia ini, dia yang membuatku menjadi seganteng ini, Author-san kau panutanqu
"Tapi apakah kau tak tau jika sikap ayah dulunya seperti apa" oh sial, Gabriel-chan jangan lakukan itu, please aku tak bisa menahan rasa malu ini nanti!
"Hm, seperti apa bu"
"Aku juga ingin tau tentang hal itu Gabriel"
Gabriel hanya menatapku jahil, habis sudah riwayat ku!
"Sikap Naruto-kun dulu adalah... "
"Tidakkk"
NeonIsOnline...
Aku hanya menatap datar kedua istriku yang masing-masing berada di salah satu sisi tubuhku, mereka terlihat menahan tawa mereka
Dari tadi Lilith, Gabriel, dan Cath menertawaiku saat mendengar istriku sendiri yaitu Gabriel menceritakan tentang aku saat aku masih di dimensi asalku
Yang ceroboh temperamental, dan selalu mengejar pujaan hati yang tak pernah ku raih yaitu Ino-chan membuat mereka berdua bahkan Gabriel tertawa membayangkannya
"Aku tidak tau jika Naru-kun selalu mengejar pujaan hatinya dulu khikhikhi" aku hanya terdiam saja mendengar Lilith berkata seperti itu
"Tapi sayang yah ayah membuat takdirnya menjadi rumit" entah kenapa aku menjadi kesal ya
"Dan jangan lupakan perkataan mu tadi, dimana seorang anak laki-laki ingin menjadi Hokage agar dianggap oleh orang tuanya dan juga para warga"
Aku hanya tersenyum miris sekarang, apakah ini rasanya saat masa lalumu menjadi bahan candaan orang lain?, betapa menyakitkannya
"Huh, bisakah kita lupakan hal itu, aku tidak ingin membahasnya saat ini" ujarku sambil memelas kepada kedua istriku
Mereka berdua hanya tersenyum jahil, entah kenapa aku merasakan hal yang berbahaya yang akan datang
"Tidak sampai kita melakukan 'itu' sekarang" ucap Lilith kepadaku, oh ini akan menjadi malam yang melelahkan
Skip Time (Lemonnya pikirin sendiri yah, Author males buat lemonnya)
Hoaammm
Aku menguap lebar, aku mengucek kedua mataku sambil tanganku mencoba mengambil jam kecil milikku
Baru pukul 6 pagi, aku lalu menatap kasur tempat au berbaring, sepertinya Gabriel dan Lilith sudah bangun lebih awal, radi malam memang panas yah hehehehe
Aku lalu mencoba berdiri dari kasurku dan langsubg berjalan menuju dapur yang berada di lantai satu
Disana terlihat kedua istriku dan juga dua anakku sedang berada di sana, mereka nampak sedang bercanda ria disana
"Ayah"
Aku hanya menampilkan cengiranku saja, Asia, anak ku yang paling bungsu dari kedua saudaranya sedang memanggilku
Dia baru berumur asli 17 tahun, beda dengan kakaknya yaitu Cath dan Natsume yang sudah berumur ratusan tahun makanya pengalamannya belum banyak dalam dunia suoranatural
"Anata, kau sudah bangun, ku kira tadi akan membangunkan mu dengan menyiram mu dengan air" uhh apakah kau sesadis itu Lilith
"Sudahlah Lilith-chan, ayo kita makan, lihat supnya sudah matang"ucap Gabriel sambil membawa sebuah sup yang baru saja ia bikin
Acara makan pun berlangsung tanpa ada pembicaraan, ini sudah menjadi peraturan kita bahwa tidak ada yang berbicara saat makan
"Baiklah aku sudah selesai, ne Cath, Asia, mau bareng dengan ayah, hari ini ayah akan menjadi guru matematika disana hahaha" ucapku dengan senyuman bodoh
Asia berteriak kegirangan mendengar ucapanku sedangkan Cath hanya diam sambil meneruskan memakan sup buatan ibunya serasa dia tidak terkejut padaku
"Hm, mungkin murid disana akan pusing saat diajar oleh mu ayah, ku akui ayah pintar tapi gaya ayah mengajar sangat abal-abalan yah"
Jleb
Segitukah kau mengkritik ayahmu ini Cath, rasanya beban tubuhku menjadi dua kali lipatnya dari yang biasanya
"Cath apakah itu terlalu berlebihan" ujarku lemas
Cath hanya menampilkan senyumannya sambil membetulkan kacamatanya, "itu adalahadalah fakta ayah dan aku tidak pernah menambahi apapun dalam perkataanku dad"
Jleb, utu memang benar tapi tak adakah kata motivasi untuk ku?
"Masih ingatkan ayah dengan pelatihanku yang pertama kalinya, aku bahkan dibuat pusing dengan apa yang ayah ajarkan padaku, sungguh aku ragu kalau kau sudah berubah dad"
Jleb
Entah kenapa rasanya tenagaku menjadi hilang seperti tertiup angin, Cath anakku, tolong jangan serang aku dengan mulutmu itu Cath, mulutmu pedas Cath, kenapa kau mempunyai sikap seperti Lilith
"Cath..." ujar Gabriel istriku menasehati Cath yang menyerang ku dengan kata- kata nya
"Maaf mom, ayo Asia, ayah kita berangkat" ucap Cath yang terlebih dulu berjalan keluar disusul oleh ku dan Asia
"Jangan lupa makan bekal kalian"
"Iya mom"
NeonIsOnline...
"Jadi Naruto Uzumaki huh" aku hanya mengangguk semangat saat kepala sekolah membaca biodata ku
"Menyelesaikan sekolah di usia 17 tahun dan lulus dari Universitas Oxford tidak ada 1 tahun, sangat menarik Uzumaki-kun, katakan kenapa kau ingin menjadi guru disini melihat bahwa kau bisa saja memilih pekerjaan dengan hasil lebih besar daripada menjadi guru disini" ucap kepala sekolah membacakan secara ringkas tentang diriku
"Aku hanya ingin mengajarkan murid disini dan aku juga ingin lebih dekat dengan anak-anak ku"
"Tunggu kau punya anak yang bersekolah disini"
"Ya, dia bernama Asia Uzumaki dan Cath Uzumaki kedua putriku sekarang sudah kelas IX sekarang"
"Ahh, ya duo Uzumaki yang mempunyai nilai tertinggi daripada murid disekolah ini, sepertinya kepintaranmu menyalurkan ke anak-anak mu Uzumaki-kun"
Aku hanya mengangguk malu, sejujurnya aku mendapat kepintaran itu bukan dari hasil kerja kerasku sih he hehehehe
"Baiklah kau ditugaskan di kelas 3 A, Uzumaki-kun, aku langsung memperkerjakan mu mengingat guru Hirohito tidak mengajar karena sakit"
"Terima kasih pak!" Ucapku sambil menunduk hormat lalu keluar dari ruangan kepala sekolah, uwo aku tak sabar untuk mengajar
Tak sengaja mataku melihat dua murid sedang berjalan di koridor, ah, Gremory dan Queennya, aku bahkan tidak perlu merasakan aura nya untuk mendeteksi kekuatan iblisnya, karena memang Gremory dikenal dengan rambut crimson tuanya yang menjadi ciri khas mereka
"Selamat ehmmm" Ucapku menyapa mereka
"Ah guru barukah, namaku Rias Gremory sensei~"
"Ara~Namaku Akeno Himejima sensei fufufufufu"
Aku hanya tersenyum, dugaanku benarkan, rambut merah itu adalah salah satu dari pilar Gremory
"Namaku Uzumaki Naruto senang bertemu dengan kalian"
"Uzumaki?, apa hubungan sensei dengan duo Uzumaki di sekolah ini" tanya Rias padaku sepertinya dia cepat menyadarinya ya
"Ah mereka adalah putriku" Ucapku
"Ah souka, ah sensei mengajar dikelas mana?"
"Aku akan mengajar di kelas 3A tapi sepertinya aku tersesat" Ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal, dari masuk sekolah tadi aku bahkan tidak tau seluk beluk sekolah ini
"Ah kebetulan itu kelas saya, mari saya antarkan"
NeonIsOnline
Tenang sekali, aku sekarang berada di depan kelas 3 A, terlihat sangat jelas perbedaan kelas ini dengan kelas yang lain, salah satunya kelas ini adalah kelas yang paling tenang dibandingkan dengan kelas yang lain
"Ayo sensei" ujar iblis itu menyuruhku untuk masuk
Aku hanya menyanggupinya, terlihat semua murid disana memandangku dengan tatapan bingung bahkan beberapa perempuan disana tersipu malu
"Ah namaku Naruto Uzumaki aku akan menggantikan Hirahito sensei yang sedang sakit, saya harap pertemuan pertama kali ini menyenangkan"
Mereka hanta mengangguk setuju, aku bersyukur siswi dikelas ini tidak ada yang sampai berteriak tidak jelas saat melihat wajahku
Skip Time
"Ah akhirnya selesai juga" ucapku sambil merenggangkan otot-ototku yang kaku akibat terlalu lama duduk di bangku ku
Ini sudah dua jam sesudah para murid pulang, aku menyuruh kedua putriku untuk pulang duluan karena tugasku belum selesai
Aku lalu menatap sekeliling kantor guru, nampak hanya anu saja yang masih tetap tinggal disini untuk mengerjakan tugas, sepertinya mereka lebih memilih mengerjakan tugas mereka dirumah daripada dikantor ya
"Sepertinya semua sudah selesai, saatnya pulang untuk menyantap hidangan yang Gabriel-chan sajikan untuk makan malam"
Aku lalu keluar dari sekolah, mataku memancing saat aku merasakan hawa malaikat jatuh yang sepertinya berasal dari taman
Dengan cepat aku menuju kesana dengan sayapku, aku sedikit terkejut melihat seorang remaja yang sepertinya juga berasal dari Kuoh Academy tertusuk oleh tombak cahaya milik Malaikat jatuh tersebut
Aku memicingkan mataku, terlihat seorang malaikat jatuh itu tertawa lepas seperti tidak menyesali perbuatannya
"Apakah kau yang melakukan ini" ujarku sambil menatap tajam malaikat jatuh tersebut
"Dohnassek penjaga pintu surga, apakah kau yang melakukan ini" Ucapku mengenalinya, bahkan aku juga mengenali semua malaikat dan malaikat jatuh
"Heh, kau mengenalku manusia, tapi itu tidak akan bertahan lama manusia"
Wussh
Aku hanya tersenyum saja, malaikat jatuh utu nampaknya berusaha untuk membunuhku tapi jujur serangan tadi berasa lambat
Kulihat dia hanya mendecih kesal, dia lalu melemparkan tombak cahaya ke padaku tapi lagi-lagi aku bisa menghindarinya dengan mudah
"Sialan kau manusia"
Manusia?, apakah dia tidak sadar bahwa dia sedang berhadapan dengan malaikat terkuat disini
Duakkh
Aku menendangnya dengan keras membuatnya terpental beberapa meter dari tempat ia berdiri
"Kau! aku akan membunuh m-ohok"
Belum sampai dia menyelesaikan kata-katanya aku sudah meninjunya tepat perutnya, kini dia sudah tersungkur
Aku lalu menciptakan pedang cahaya milikku, walaupun tidak sekuat pedang ku dan Excalibur tapi cukup kuat untuk menghabisi satu malaikat jatuh
"Siapa yang menyuruhmu?" tanyaku dengan mata menatapnya dengan dingin
"Kokkabiel-sama"
Jrasssh
Kepala malaiakt jatuh itu terpotong oelh pedangku, jadi si elf tua itu mencoba berbuat ulah ya
Untuk sekarang kita lihat permainannya
Chapter 2 End
Akhirnya saya bisa menyelesaikan chapter ini, terima kasih yang sudah review fav dan follow
Maaf chapter dua ini kurang fight scenenya, saya baru saja menyelesaikan UAS dan itu membuatku bisa bernafas lega
Dan setelah saya pikir-pikir Naruto akan mempunyai 2 pair atau mungkin 3, walaupun dia malaikat tapi Naruto tetap adalah manusia yang dijadikan malaikat oleh Kami-sama (Anime)
Dan bagaimana dengan gaya tulisan saya yang ini, saya menggunakan sudut pandang orang pertama karena menurutku sedikit menguntungkan
Eh ya apakah kalian setuju saya bikin Re-make dari story Naruto Legends of Kirroi Genzou, mumpung saya dapet izin dari temen gua tuh
