D'Arc

Chapter 3 (Raise Again)

Pair: NarutoXHarem/MassHarem

Note:Sebelum membaca ceritanya,ada beberapa hal yang akan gua ubah di fic ini yaitu nama Cath akan ku ganti dengan Altria dari Fate karena menurut gua,enakan karakter dari anime lain dari pada buat sendiri, Okay,Lets Roll

Flashback ON

"Naruto" ujar sang pencipta kepadaku,aku hanya mengangguk lalu menghampiri Kami-sama yang terlihat mengawasi sesuatu dari jauh,sudah 1000 tahun aku menjadi malaikat dan aku sudah melihat banyak hal yang terjadi disini

Mulai dari penciptaan dunia hingga melihat Kami-sama menciptakan Lucifer dan para…emmm bisa kupanggil dengan saudara dan saudariku, jangan lupa pengkhianatan Lucifer yang membuatku geram, semua ku lihat dan itu membuatku heran apakah yang kulihat itu terlalu banyak dan kenapa Kami-sama tidak menegurku bahkan memintaku untuk melihat hal yang seperti itu

"Akan kujawab pertanyaan mu nanti Naruto,sekarang kemarilah,lihatlah ini" Ujar Kami-sama membuatku tersentak, aku lupa bahwa ia bisa membaca pikiranku,dengan segera aku kesana, aku kaget saat melihat ternyata Kami-sama sedang mengawasi peperangan yang berlangsung di bumi atau tepatnya di Underworld dan langit karena bumi sebagai tempat tinggal manusia dan Kami-sama melarang ketiga ras berperang disana

"Bagaimana menurutmu Naruto-kun"

Aku terdiam, aku bukannya takut menjawabnya, hal yang kulihat bagaikan makanan keseharian ku dikehidupan dahulu, perang, perang antara Iblis dan Malaikat yang terjadi di bagian timur, aku bisa melihat para saudara/saudariku mati di medan perang,darah dimana-mana bulu merpati yang berhamburan yang menandakan kematian malaikat serta sayap kelelewar yang menandakan kematian iblis

"Sangat banyak darah, sangat banyak pengorbanan dan sangat banyak kesengsaraan. Bukan maksudku untuk meminta Kami-sama,tapi apakah hal ini seharusnya di hentikan?. Banyak sekali saudara dan saudariku mati dalam perang yang sangat tak berarti ini"

Ujarku, aku muak dengan semua ini. Aku tidak ingin melihat ini kembali,sebagai veteran perang aku tau rasanya peperangan, kemenangan yang tidak ada harganya, kematian orang yang dicintai dan itu semua sangat membuatku sengsara

"Aku tau anakku, tapi ini satu-satunya jalan, adikmu Lucifer menyerang surga dan itu keterlaluan menurutku karena adikmu yang lain tidak melakukan hal apapun, bahkan Michael sudah meminta izin padaku untuk berperang karena dia khawatir Lucifer akan menyerang kembali dan mereka tidak melakukan apa-apa"

Rahang gigiku mengeras mendengarnya, aku….aku kecewa

"Bukannya ada cara yang lebih damai ayah, bernegosiasi dengan pihak iblis, kita tidak perlu untuk mengorbankan banyak jiwa ayah, tidak ada kekecewaan tidak ada perang yang berarti ayah, kumohon padamu turunlah dan hentikan perang ini kumohon" ucapku memohon pada Kami-sama atau ayah yang saat ini berdiri memandangku

Ayah lalu memegang pundakku, dia…..tersenyum kearahku seperti melihatku lucu. "Aku ingin tertawa mendengar itu anakku, kau malaikat cinta damai tapi aku menghidupkan mu kembali sebagai panglima perang, "Bloody Angel" dimana apapun yang kaulakukan tidak akan membuat sayapmu menjadi hitam"

Aku hanya mendengarkan,aku tidak akan megelak dari semua hal, itu karena itu benar, tugasku, pikiranku, jiwa ku semua beda dengan para malaikat pada umumnya, mereka tidak bisa merasakan cinta tapi diriku bisa, mereka polos sementara aku sudah mengenal banyak hal dari kehidupan ku sebelumnya

"Kau berbeda Naruto, ada kalanya kau harus mengetahui semua hal yang kulakukan, sekarang aku akan menemui Lucifer"

Flashback off Naruto POV OFF

Mata mantan shinobi itu terbuka, keringatnya mengalir deras dari tubuhnya, dia lalu menatap kesekitar dia lalu bernafas lega

"Rupanya hanya memimpikan masa lalu" gumam Naruto yang lalu berdiri dari ranjangnya, dia kembali menatap kesekitar dan tentu saja dia tidak mendapati kedua istrinya dan ia yakin mereka sudah bangun terlebih dahulu daripada dirinya, ya bisa dibilang insting semua ibu, terlebih lagi ini masih hari ketiga anaknya bersekolah

"NARUTO-KUN, MAKANAN SUDAH SIAP"

Dia tersenyum saat mendengar teriakan itu sudah pasti itu Gabriel, pas sekali dengan perutnya yang lapar, dia langsung tidur tadi malam dan melewatkan makan malam begitu saja, dengan cepat menjawabnya

"TUNGGU SEBENTAR TSUMA" ujarnya

'Eh ngomong-ngomong soal tadi malam, sepertinya aku harus bertemu dengan malaikat pemalas itu lagi, huft dasar menyebalkan, dia jauh lebih buruk dari Belial" ujar Naruto sambil mengambil anduk untuk mandi, dia masih harus menyelesaikan masalah yang dibuat oleh salah satu malaikat jatuh tersebut dan jalan satunya adalah menemui pemimpinnya

Memang ingatan tentang dirinya sudah dihapuskan oleh ayahnya atau bisa kita sebut Kami-sama tapi itu tidak membuatnya terus diam, dirinya sudah berteman dengan Azazel dua tahun ini, dan dia tau persis dimana dia harus pergi

'Kuharap, dia ada di tempatnya' batin Naruto yang lalu melakukan ritual setiap harinya

NeonBlueSaphire…..

"Huh, hari biasa dengan semangat yang biasa" ujarnya malas, dia baru saja sehari bekerja disini dan rasa malasnya kambuh lagi, memang benar perkataan anaknya bahwa dia tidak pandai dan terlaku malas untuk mengajarinya

Matanya menghadap kedepan dan melihat salah satu anak didiknya sedang menatapnya dengan senyum yang ada di wajahnya, emm kalau tidak salah namanya Rias Gremory, salah satu iblis yang mempunyai kekuasaan di daerah sini tapi dirinya sering menyebutnya meminjam, bagaimana pun bumi adalah tempat untuk manusia dan ketiga ras yang lain mempunyai tempatnya masing-masing

"Ohayo sensei"

"Ohayo Gremory-san" balas Naruto dengan senyum seperti biasa, dia tidak mau bersikap sombong pada seseorang apalagi dengan muridnya sendiri

Mau muridnya itu Malaikat jatuh,iblis,malaikat bahkan Youkai dia tetap menghormati mereka asalkan mereka mereka tidak membuat keributan disini, semua ia perlakukan biasa tidak ada pilih kasih di kamus milik Uzumaki Naruto D'Arc

"Ohayo Naruto-sensei"

"Ohayo Shitori-san" jawabnya membalas salam dari anak didiknya lagi, Sona Shitori atau lebih tepatnya Sona Sitri, nah sekarang dua heiress dari klan iblis yang berbeda ada dihadapannya

"Ne, dimana Altria dan Asia,sensei"

Tanya Rias, dia memang dekat dengan keduanya bahkan Altria merupakan teman pertamanya saat pertama masuk kesekolah Kuoh Academy dan menjadi sahabat terbaik setelah Akeno,Queen miliknya itu jadi para murid disini sudah biasa melihat mereka bersama

"Mereka agak datang terlambat, ada beberapa keperluan yang mereka urus"

Ucap Naruto dan dibalas dengan anggukan tanda mengerti dari keduanya, dan tak berapa lama bel masuk akhirnya berbunyi menandakan pelajaran akan dimulai

"Bel sudah berbunyi Gremory-san, Shitori-san cepat masuk, dan saya permisi dulu"

Ucapnya dengan lembut lalu melangkah menuju kantor guru untuk meletakkan barang bawaannya tapi belum ada beberapa langkah,tangannya ditahan oleh Sona membuat Naruto menatapnya

"Ada apa Shitori-san"

"Aku ingin mengajak sensei duel catur pulang sekolah,apakah sensei bisa datang di perpustakaan?" Tanya Sona, dirinya memang sudah dari kemarin mengajak gurunya bermain catur, dia memang sudah tertarik dengan gurunya ini

'Mungkin saja kau ingin bergabung dengan peerageku Naruto-sensei' batinnya, bisa dikatakan dia tertarik membuat gurunya menjadi peeragenya, dia tidak butuh peerage kuat seperti sahabatnya Rias dia hanya butuh peerage yang loyal kepadanya

Naruto nampak terdiam menimang permintaan dari anak didiknya itu, 'Ya lagipula aku butuh refreshing sebelum menuju ke tempat Azazel jadi mungkin lebih baik kuterima saja' batinnya

"Baikklah,aku terima tawaranmu Shitori-san,kalau begitu saya permisi dulu"

ucap Naruto menyetujui permintaan dari anak didiknya dan lalu menuju ke kantornya meninggalkan kedua heiress itu sendirian yang masih menatapnya intens

"Kau yakin ingin menjadikan dia peeragemu Sona? Aku sudah menyuruh Koneko untuk memeriksanya tapi dia benar-benar murni manusia dan tidak punya kekuatan apapun dalam tubuhnya" ucap Rias sambil menatap sahabatnya itu

Sona hanya terdiam, entah kenapa pikirannya tertuju pada gurunya itu saja, entah kenapa dia sedikit kesal saat gurunya itu mempunyai keluarga

Na…

Sona….

SONA!

Heiress dari klan Sitri itu tersentak saat mendengar teriakan dari sahabatnya. "Bisakah kau tidak berteriak di kupingku Rias? Itu menyebalkan kau tau" balasnya

"Salah sendiri melamun,aku sudah memanggilmu beberapa kali tapi kau tidak menjawabnya" ucap Rias sambil berkacak pinggang, apapun yang terjadi sepertinya guru itu benar-benar membuat pikiran Sona tertuju pada dia seorang

"Kita lanjutkan percakapan ini lain kali Rias, bel sudah berbunyi"

Ucap Sona yang lalu berjalan kea rah kelasnya diikuti oleh Rias yang masih berkacak pinggang kepada sahabat baiknya itu

"Apapun yang terjadi kau memang sudah tertarik dengan dia Sona"

"Diam saja"

Dan pelajaran dimulai seperti biasa dan hanya beberapa kejadian unik yang terjadi hari ini salah satunya adalah Trio Mesum yang dipukuli habis-habisan oleh Club Kendo akibat mengintip acara ganti pakaian mereka

Skip Time

"Hah, selesai juga, huft entah apa yang dipikirkan anak jaman sekarang sehingga mendapat nilai yang njeblok seperti ini" ujar guru favorit di Kuoh, siapa lagi kalau tidak Naruto Uzumaki atau kita kenal dengan Naruto DArc

Saat ini, dia terlihat duduk di mejanya sambil melihat kertas yang ada di depannya, terlihat hampir di kertas itu semua dicoret dengan pulpen warna merah yang berarti tidak berhasil mencapai target, Naruto menghela nafas

"Dari semua yang parah, ini yang paling parah" gumam Naruto sambil melihat kertas dengan sebuah angka 20 besar di kertasnya dan Naruto sangat kecewa dengan muridnya itu, siapa lagi kalau tidak Hyodou Issei yang mendapatkan nilai terendah tersebut

Ya mau gimana lagi, kerjaan dia hanya mengintip murid yang sedang ganti baju dan melihat doujin bersama kedua temannya itu

"Hah payah" gumam Naruto

"Mungkin aku harus sedikit memberinya remidi tambahan untuk mereka, well akan ku pikirkan besok, sekarang waktunya berke-"

Cklek

Belum sempat Naruto menyelesaikan masalahnya, pintu di kantornya terbuka menampilkan Sona dan beberapa anggota OSIS yang lain sedang melihatnya

"Sensei tidak lupakan dengan janji kita?"

'Are'

Batin Naruto sambil mengedipkan matanya tanda tak mengerti, otaknya masih memproses apa yang ia janji kan tadi dan tidak beberapa lama dia ingat bahwa dia diajak untuk bertanding dengan murid terbaik di Kuoh Academy saat ini

"Ah itu, emmm, kalian tunggu di perpustakaan, sensei akan mengemasi barang sensei terlebih dahuku" ujar Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Sona dan dkk hanya mengangguk dan menutup pintunya kembali lalu pergi ke perpustakaan trmpat dimana Sona dan Naruto akan melakukan pertandingan catur

"Kaichou, apakah anda benar-benar akan melawan Naruto-sensei" tanya Queen miliknya yaitu Tsubaki Shinra

Bukan bermaksud untuk mengejek, tapi walaupun Kingnya itu selalu menang bermain catur bahkan seluruh guru pun dikalahkan olehnya tapi entah kenapa dia merasa Naruto-sensei sangat cerdik dari yang lain

Sang King hanya diam, dia tidak mau menjawabnya, sejujurnya ia tidak tau apa yang ia lakukan

"Ne Tsubaki-chan, kau khawatir akan kalah" ujar Momo menggoda Tsubaki dan yang didapatkan olehnya hanyalah jitakan saja

Sedangkan di sisi Naruto, sang malaikat pertama itu hanya mengutuk kebodohannya karena terlaku dini untuk menyetujui permintaan anak didiknya itu, mau ia tarik kata-katanya dia tidak tega apalagi Sona adalah salah satu murid berprestasi miliknya, ibaratnya adalah nasi sudah menjadi bubur

'Mattaku, aku ingin pulang kerumah saat ini, huft, aku mengutuk janjiku sendiri'

Jika dia tidak terburu-buru mungkin ia bisa merasakan hangatnya teh buatan Gabriel dengan beberapa candaan yang sering mereka lakukan

Batin Naruto yang mulai mengemasi barangnya, dia tidak perlu menuju ke kantor jika oertandingannya sudah selesai jadi dia bisa langsung pulang, satu kata untuk hal ini adalah 'Merepotkan'

Ya, entah kenapa dia sekarang menjadi mirip dengan sahabatnya dahulu di dunia Shinobi yang selalu malas untuk melakukan sesuatu

Sang Malaikat yang tidak bisa jatuh itu pun, lalu berjalan menuju kearah perpustakaan berada, dirinya tidak mau membuang waktunya yang berharga bersama istrinya dan anak-anaknya yang tercinta

"Well, ku harap prrtandingannya cepat selesai"

Matanya melirik kearah perpustakaan ia bisa melihat semua iblis di sekolah ini berada di ruangan itu, bahkan Gremory beserta peeragenya juga ada disitu

"Baiklah, semakin banyak semakin seru" ujarnya malas sambil

Cklek

"Selamat datang Naruto-sensei"

Naruto hanya hanya membalasnya dengan senyumannya saja, benar dugaannya bahwa keluarga Gremory juga berada disini

"Silahkan duduk sensei"

Ujar Sona mempersilahkan gurunya untuk duduk didepannya, para Peeragenya serta Rias dan peeragenya juga berdiri memutari ruangan tersebut

Naruto duduk, matanya masih melihat sekitar bahwa tidak satupun benda maupun muridnya yang ingin mencelakainya

"Jadi sensei, apakah benar sensei dari italia"

Tanya Sona yang mulai menggerakan bidak pawnnya di dalam pernainan caturnya, dan itu juga dilakukan oleh Naruto

"Iya, jadi kau mengajak ku untuk bermain catur itu hanya alibimu saja bukan, ne Shitori-san" ujar Naruto kembali sambil memindahkan bidak kudanya untuk keluar

"Ya, sebenarnya saya hanya ingin mengajak sensei untuk bergabung dengan OSIS"

Ujar Sona membalas perkataan dari gurunya itu, nampak dia sedikit berpikir keras sekarang, entah kenapa permainan ini jadi susah

Naruto hanya diam, dia sesekali menggerakan bidaknya saat itu gilirannya, dia menyipitkan matanya saat ia tau arah kemana pembicaraan ini

'Ia berniat untuk mengajak ku bergabung dengan peeragenya ya' batin Naruto, tanpa sadar tercipta senyuman misterius di wajahnya, senyuman yang bahkan Sona pun tidak melihatnya

"Jadi bagaimana pendapatmu sensei" ujarnya sambil kembali menggerakan bidaknya

Naruto tidak membalasnya, dia hanya tersenyum saja

"Checkmate"

Ujar sang malaikat itu dengan senyum miliknya, nampak Sona dan lainnya bahkan Rias shock dengan perkataan Naruto

'B-Bagaimana bisa! a-aku dikalahkan?'

Batin Sona yang masih shock sambil melihat papan caturnya itu

"Maaf Shitori-san, jika kau ingin aku bergabung ke pengurus OSIS, kurasa aku tidak bisa"

Ucap Naruto sambil melangkah keluar dari ruangan perpustakaan meninggalkan Sona, Rias beserta peerage mereka yang masih terpatung dengan kekalahan Sona yang sangat cepat

"So-Sona apakah benar dia mengalahkanmu" tanya Rias sambil menatap horror sahabatnya, sungguh sahabatnya itu dikalahkan tidak lebih dari beberapa menit

Heiress klan Sitri itu hanya menggangukan kepalanya patah-patah, dia masih shock dengan apa yang terjadi

'Kau semakin membuatku tertarik sensei'

NeonBlueSaphire...

"Mattaku, hari ini melelahkan sekali" gumam Naruto sambil merenggangkan tubuhnya yang pegal

Dia tersenyum saat melihat pemandangan sunset di sampingnya, dia tidak henti-hentinya kagum dengan pemandangan ini

Mantan ninja itu berhenti sejenak untuk merasakan pemandangan di sampingnya yang menurutnya membuat hatinya dingin tersebut

"Ayah, terimakasih, kau telah menciptakan pemandangan ini, aku tidak henti-hentinya melihat pemandangan ini" gumam Naruto

"Tou-sama!"

Naruto tersentak mendengar suara tersebut, dengan segera dia menatap asal suara tersebut nampak anak-anaknya yaitu Altria dan Asia sedang menghampirinya

Grep

Seperti dugaanya, Asia akan memeluknya, dia heran kenapa anaknya belum pulang dari tadi

"Kenapa kalian tidak pulang hmm" tanya Naruto kepada kedua anaknya sambil tangannya mengelus surai pirang Asia

"Kami menunggumu pulang tou-sama, tapi tou-sama malah pergi ke perpustakaan ku kira akan lama jadi aku berkeliling sebentar, tapi Sona-senpai memberitahuku tou-sama sudah pulang duluan"

Ucap Asia membuat Naruto tertawa bebas mendengar perkataan polos Asia

Sedangkan Altria nampak diam saja, dan Naruto sadari kalau mata anak pertanya sedang menyipit menatap kearahnya

"Saat kita menjumpai Sona, dia nampak shock, sebenarnya apa yang terjadi" tanya Altria sambil mengekuarkan aura itimidasi yang pastinya hanya ayahnya saja yang merasakannya

"Ano...itu akan ku jelaskan nanti kalau kita sampai di rumah" ucap Naruto sambil tersenyum kearah Altria

"Ne Naruto lama tak bertemu" ujar sosok yang tiba-tiba muncul, yaitu Azazel sang Gubernur Malaikat jatuh

Altria langsung menampilkan pose waspada, musuh didepannya adalah Gubernur dari Malaikat jatuh itu sendiri, dia sudah bersiap untuk melindungi Asia

Beda dengan Naruto yang hanya tersenyum saja melihat Azazel, dia sudah tau Azazel beberapa waktu yang lalu dan yakin Azazel tidak ada maksud apa-apa kesini

"Bisakah kau antarkan Asia oulang terlebih dahulu Altria-chan, aku masih ada urusan disini"

"T-Tapi"

"Tolonglah, antarkan saja Asia ke rumah, kita tidak akan bertarung kok Altria-chan" ucap Naruto menyakinkan anaknya

Akhirnya Altria mengangguk, dia percaya dengan ayahnya lagian ayahnya kuat jadi mungkin menghadapi Azazel seorang bukanlah hal yang sulit

Dia lalu menciptakan lingkarang sihir membuat Asia yang dipeluknya nampak bingung apa yang ada disekitarnya dan Altria maklum dengan itu karena Asia memang belum pernah melihat sihir sebelumnya

Dan akhirnya mereka menghilang menyisakan Naruto dan Azazel saja disana yang saling beradu tatap

"Ya sudah lama sekali Azazel, kau menghilang setelah aku mengalahkan mu saat memancing"

Ucap Naruto dengan nada ramah tapi berisi ejekan untuk Gubernur Malaikat Jatuh didepannya membuat perempatan di dahi milik Azazel

"Tcih, entah apa yang kau lakukan, aku tidak pernah bisa mengalahkanmu Naruto"

Naruto hanya tertawa hampar saja mendengarnya, kalau di jumlah dia sudah menang 11 kali dan Azazel hanya satu kali saja dan itupun dengan cara curang

Azazel menggunakan kekuatannya untuk memburu ikan saat itu sedangkan ia hanya memakai alat pancing biasa, pantas ia bisa kalah

"Maaa...maaa kau terlalu dini untuk mengalahkanku" ucapnya sambil melambaikan tangannya remeh kearah sahabatnya itu

Tapi bagaikan angin yang cepat berlalu, wajah Natuto kini tergantikan dengan wajah seriusnya yang menatap Azazel tajam

"Azazel, aku mendapatkan salah satu dari fraksi mu berkeliaran di dunia manusia"

Gulp

Azazel hanya meneguk ludahnya kasar, sepertinya sosok didepannya sedang marah dengannya, ia masih ingat jelas kemarahan sahabatnya itu dia bahkan dibuat bertekuk lutut

"Apakah kau yang memerintahkan mereka?"

"T-Tidak"

Jawab cepat Azazel dia tidak mau membuat masalah dengan Naruto yang ia yakini adalah manusia terkuat di dimensi ini, hell bahkan dirinya yakin akan kalah saat melawannya

Naruto menghela nafasnya saja, dugaannya benar bahwa Azazel tidak menyuruh mereka melainkan mereka yang bergerak sendiri tanpa ada perintah dari sosok malaikat jatuh didepannya

"Kau tau, aku kemarin diserang oleh mereka, mereka mengira aku adalah seorang manusia yang punya Sacred Gear"

Ucap Naruto serius, masalah ini baginya sudah berat, jika dibiarkan maka mungkin manusia yang punya Sacred Gear dalam masalah

"Hmm...aku hanya memerintahkan mereka untuk mengawasi saja pengguna Sacred Gear, kau tau aku penyuka kekuatan itu kau tau mana mungkin aku memerintahkan mereka untuk membunuh"

Perkataan Azazel membuat Naruto terdiam, jika begitu Kokkabiel lah yang memberi perintah seperti dugaannya

Naruto lalu menatap kearah Azazel, "lain kali urus anak buah mu" ujar Naruto sambil melangkah pergi

Wusssh

Baru saja beberapa langkah, dia sudah hampir mendapatkan pukulan, untungnya dia mempunyai insting yang selalu ia asah setiap harinya

Dia memandang kearah pelaku pemukulan tersebut, nampak sosok dengan zirah putih sedang memandangnya juga

"Hakkuryoukou kah" ucap Naruto singkat sebelum mundur beberapa meter demi menjaga jarak antar keduanya

"Azazel, kau tidak bilang mempunyai teman yang sangat menarik" ujar sosok tersebut

"Jangan melawannya Vali! dia bahkan lebih kuat dariku" teriak Azazel memperingatkan muridnya tersebut tapi hanya dijawab dengan dengusan saja

"Jika dia kuat, maka ini akan semakin menarik, bukan begitu Azazel"

Sedangkan Naruto hanya diam saja sambil mendengar percakapan antara guru dan murid tersebut, jujur dia sangat malas meladeni bocah didepannya

'Oh ayolah aku hanya ingin pulang, kenapa itu sangat sulit' batin Naruto

Duaaaaarrr

Sekali lagi, pukulan milik Vali tersebut meleset membuat Vali mendecih saja mengetahui serangannya tidak mengenai sosok didepannya

Naruto sedikit mengeluarkan energi cahayanya, ya memang tidak seberapa tapi sudah cukup untuk melukai Hakkuryoukou di depannya

Bziiitt

Mata Vali melebar, dia hampir saja terkena serangan tersebut, hanya satu kata untuk serangan Naruto

Cepat

Dia bahkan hampir tidak bisa menghindar, nampaknya lawan didepannya itu menyerangnya hanya memperingati dirinya

"Aku sedang tidak berminat melawanmu Vali-san, bisakah kita akhiri pertarungan yang menyedihkan ini"

Ucap Naruto serius, dia sudah sangat lelah sekarang, hari ini dia sangat sibuk, kenapa harus ditambah dengan pertarungan ini!? batinnya kesal

"Heh, kau pikir aku akan melepaskanmu Naruto-san kau harus mela-"

Duakhhh

Vali seketika pingsan akibat pukulan Azazel di tenguknya, "Yare...yare maafkan muridku Naruto-san" ujarnya sambil membawa muridnya tersebut

Naruto hanya mengganguk saja, dia bergegas untuk pulang

"Sungguh hari yang melelahkan, aku berharap Gabriel-chan dan Lilith-chan sudah memasak makanan untukku nantinya"

Gumam Naruto sambil menguap lebar, dia menoleh ke sampingnya dan terlihat salah satu muridnya sedang emmm...berkencan bersama...Malaikat jatuh?

'Hohoho, aku rasa akan menarik'

Batin Naruto yang lalu bersembunyi di balik pohon mengawasi anak didiknya itu, kalau Malaikat jatuh itu menyerang maka dia akan menyelamatkannya kalau Issei yang 'menyerang' dia akan mendapatkan nilai nol darinya

"Issei-kun, tadi itu sangat menarik"

"Hai Yumma-chan" ucap Issei senang, ini adalah kencan pertamanya dengan pacarnya tersebut

'Rasanya aku ingin mengejek Matsuda dan Motohama besok, yess liat anak mu Tou-san kaa-san!' Batin Issei dengan air mata nistanya

"Ne Issei-kun, aku punya permintaan untukmu" ucap Yumma sambil menampilkan senyumnya

'Hue hue hue, pastinya dia akan meminta ku untuk menciumnya hehehehe' batin Issei sambil tertawa mesum, dia sudah membayangkan apa yang terjadi nantinya

Sedangkan Naruto hanya facepalm saja melihat anak didiknya itu

'Memang benar ia adalah utusan Ero-Sennin' batin Naruto yang masih melihat adegan drama picisan yang diperankan oleh Issei tersebut

"Maukah kau mati untukku" ucap Yumma

"Eh"

Duakkh

Belum sempat Malaikat jatuh tersebut ke bentuk sebenarnya, dia sudah pingsan dipukul oleh Naruto

Bziiit

Dan bagaikan kedipan mata, dia menghilang bahkan Issei belum sempat melihat apa yang terjadi

"Ehhhh!"

Teriak Issei, tanpa disadari Rias dkk melihat kejadian tersebut

"Naruto-sensei memang menggangumkan"

TBC

Fyuuuh bentar-bentar, jangan siram aku dengan Flame, gua nggak update cepet gara-gara gua lagi sibuk sekarang yah

Dan yang bertanya kenapa Mass Harem karena ya, DXD tanpa Harem nggak bewarna coy XD jadi yah

Dan ada yang nanya kenapa Naruto nggak jatuh, apa gua harus kasih di summary kalo Naruto memang nggak bisa jatuh punya nafsu dan lain-lain makanya dia menjadi malaikat spesial itu (berlaku ke keluarga DArc)

Sooo cuma itu yang gua sampain, dan teman gua Ray akan membuat Naruto Croosover Resident Evil The Series (Game) besok minggu depan ditunggu yah

NeonLogOut...