Goodbye Dadda

Eps. 2

"Rindu serindu-rindunya orang rindu."


Memasuki usia kehamilan enam bulan, akhir trimester kedua adalah gampang-gampang susah menurut Baekhyun. Morning sickness yang biasanya menyerang juga tidak seintens seperti biasanya, memang sudah berkurang sih sejak usia kehamilan yang kelima. Mengidam juga jarang sekali Baekhyun alami, kehamilan yang pertama ini cukup menguntungkan bagi Baekhyun. Tidak seseram yang ibunya dan ibu mertuanya ceritakan, dan tidak semerepotkan yang teman-temannya bilang tentang pria yang bisa mengandung itu sangat merepotkan. Beebo-panggilan Chanyeol pada si jabang bayinya-cukup diam pada beberapa kesempatan juga aktif dikesempatan lainnya.

Baekhyun senang sekali dengan perkembangan bayinya kali ini, Beebo akan memberi respon jika diajak bicara dengan kedua orang tuanya pun jika ada orang terdekatnya yang mengajak bicara. Baekhyun dan Chanyeol juga sepakat untuk tidak melakukan USG pada bayinya, biar menjadi rahasia tuhan saja kata si idiot Chanyeol, Baekhyun sih setuju-setuju saja karena mau jenis kelamin apapun dia dan suami 'tersayang'nya akan menyayangi dan mencintai si buah hati dengan tulus sepenuh hati.

Omong-omong tentang suami 'tersayang'nya, Baekhyun sudah dua hari ini ditinggal Chanyeol dinas keluar kota selama tiga hari dan menurut perhitungannya esok hari sang suami sudah sampai dirumah. Chanyeol awalnya merasa khawatir meninggalkan Baekhyun walau cuma untuk tiga hari, tapi Baekhyun yang sebenarnya merasa senang atas kepergian si bodoh itu membujuk suaminya untuk tidak terlalu khawatir karena Beebo sudah mulai bisa diajak kompromi, padahal dalam hati sedang menyeringai setan karena terbebas dari kelakuan si bodoh walau cuma tiga hari. Haha.

Awalnya Baekhyun sangat bahagia terlepas dari si idiot Chanyeol, dimulai dari hari pertama ditinggal sang suami Baekhyun bebas melakukan apapun dan memakan apapun yag disukainya, bahkan dia bisa berkaraoke ria sambil menaiki counter dapur bersama ketiga teman kutu kupretnya-Luhan, Kyungsoo dan Tao-dia mengajak ketiga temannya untuk berpesta dirumahnya dengan dalih sudah lama tidak melakukannya.

Tapi lihat dimalam kedua Baekhyun ditinggal, mata sipit indahnya sudah berkaca-kaca dan bibir tipis yang suka mengomel itu melangkung kebawah. Ekspresi ingin menangis yang dikeluarkan bukan tanpa sebab, entah mengapa, bagaimana bisa dia yang selalu marah-marah pada suaminya kini mengalami rindu berat. Rindu serindu-rindunya orang rindu.

Baekhyun melirik kesamping tempat tidurnya-tempat yang biasanya ditiduri Chanyeol-memberikan tatapan tajam seolah-olah tempat itu bersalah akibat emosi yang dirasakannya. Baekhyun melihat lagi kedepan, ditengah gelapnya ruangan kamarnya handphone yang diletakkan di nakas samping ranjang menyala dan bergetar, langsung saja Baekhyun mengambil handphone itu dan menggeser ikon telepon warna hijau di layar.

"Chanyeol!" teriak Baekhyun disertai isak tangis, sedang Chanyeol yang diseberang telfon menyingkirkan sedikit jarak handphonenya karena teriakan Baekhyun itu cukup mengganggu.

"Hey, Baekhyunie ada apa hm? Kenapa menangis?" Chanyeol mencoba untuk bicara dengan lembut karena untuk dihadapkan dengan baekhyun yang sedang menangis adalah harus dengan lemah lembut.

"Tidak tahu- huhu, huks aku ingin menangis tiba-tiba,"Baekhyun dengan menangisnya yang makin menjadi menjawab dengan gelengan kepala. "Se-sepertinya Beebo me-merindukanmu, makanya aku jadi menangis begini." Mencoba untuk jujur karena bagaimana pun juga emosinya yang seperti ini cukup menyiksa.

Diujung telepon sana Baekhyun mendengar kekehan Chanyeol (yang sebenarnya baekhyun menyukainya), Baekhyun tidak mengerti kenapa Chanyeol tertawa padahal dia tidak sedang melucu, awas saja jika si tinggi itu disini Baekhyun akan menendang selangkangannya hingga pria jangkung itu pingsan ditempat.

Masih dengan sisa kekehannya Chanyeol mencoba untuk menggoda istrinya, " Yaampun Baekhyunie itu lucu sekali tahu, kenapa Beebo tiba-tiba merindukanku? Kau yakin hanya beebo yang rindu, ibunya tidak rindu?"

Lalu Baekhyun yang mendengar hal itu segera menjawab dengan decihan, "Kau pikir memangnya kau siapa? kau itu tidak pantas dirindukan,"

"Eh, tidak boleh galak-galak nanti Beebo nya marah." Baekhyun merasa ada yang aneh dengan suara Chanyeol yang lebih dekat dan lebih jelas juga kasur yang bergerak seperti dinaiki seseorang, lantas Baekhyun menoleh kebelakang dan dihadiahi kecupan manis dibibir dari suaminya yang ternyata ada dibelakangnya.

CUP

"Sudah ya aku sudah disini, jangan menangis lagi. Beebo sudah tidak rindu dengan daddy lagi 'kan?"

Entah mengapa Baekhyun tiba-tiba menangis dengan lebih keras dari sebelumnya. Karena rindu yang sebenarnya Baekhyun rasakan hanya bisa terobati jika sipemilik hati yang sesungguhnya telah hadir.


UDAHAN AH


Yang minta ini dilanjut mana suaranyaaa!/tereak pake toa/

Kalean jahat banget sih minta ini dilanjut, huks tapi kenapa akunya juga yang nurutin kalean. Sebenernya ini mau aku update malem minggu Cuma kayaknya kondisi yang sekarang gk memungkinkan aku untuk update di hari tersebut/sok banget lu. Karena beberapa alasan, jadi aku apdet sekarang deh. Aku tau ini gk sesuai sama ekspetasi kalian, ini juga jelek dan aku gk suka sama diksi aku sendiri tapi daripada kalian nunggu lagi kan gk enak.

Udah ya segitu aja sampai jumpa.

Terima kasih kepada seluruh pendukung epep ini sampai sekarang

Eh, author Loner-Fanart-Hunter ripyu epep aku beneran?