I Want It, Dadda
Eps. 3
"Yang namanya kesempatan tidak boleh disia-siakan."
Dihari minggu yang cerah ini, pasangan suami-suami fenomenal Park Chanyeol dan Park Baekhyun sedang bersantai diruang tamu rumah mereka. Duduk berdua dikarpet sedang Baekhyun bersandar pada dada suaminya. Menonton acara televisi bersama dengan cemilanyang berada di dekapan Baekhyun, Beebo sudah memasuki bulan ke tujuh. Dengan perut yang sudah mengahalangi pandangan Baekhyun ke bawah itu, Baekhyun hanya bisa melakukan aktivitas ringan saja. Bahkan baju-baju seksi kesayangannya sudah tidak dapat Baekhyun pakai lagi dan mau tidak mau Baekhyun memakai kemeja – kemeja milik suami tersayangnya. Yang sebenernya semuanya kebesaran.
"Chan," Baekhyun memulai membuka obrolan yang kemudian dibalas deheman dari sang suami.
"Kemarin aku pergi bersama Luhan ke mall untuk melihat-lihat perlengkapan bayi, ada satu stroller yang menarik perhatianku, warnanya lucu sekali aku pikir itu cocok sekali dengan Beebo," jelas baekhyun menghadap suaminya dengan mata yang berbinar.
"Yasudah kalau memang kau menyukainya tinggal beli saja, 'kan aku sudah memberikan seluruh uangku pada mu." Mendengar itu Baekhyun mendelik seketika kepada suaminya.
"Ish, kau ini ayo lihat dulu bersama, aku 'kan ingin melihatnya bersamamu,"wajah yang merengut imut dan tangan yang bersedekap dada jadi salah satu perhatian Chanyeol. Chanyeol yang saat itu sedang asik mengupil mengalihkan atensinya kepada yang tersayang, mengangkat alis dengan pandangan bertanya.
Belakangan ini Baekhyun sering sekali merajuk, jika meminta sesuatu. Biasanya sesuatu itu berupa seperti ingin pergi berdua saja dengannya. Waktu itu pernah, jam satu malam Baekhyun bilang ingin makan malam romantis seperti yang dulu mereka lakukan, dan hell restauran mana yang bersedia di booking pada dini hari seperti itu. Akhirnya mau tak mau, Chanyeol sendiri yang mau membuat acara makan malam romantisnya. Bermodalkan meja makan yang ditata sedemikian rupa dan masakan yang Chanyeol lihat resepnya di internet.
Sudah lelah-lelah menyiapkan semua itu ketika Chanyeol pergi menemui Baekhyun, ternyata anak itu sudah terlelap menghadap kanan dengan nyenyak sekali, sungguh Chanyeol sebenernya ingin mengutuk si setan kecil Baekhyun. Tapi ketika mengingat bahwa ini (mungkin saja) bukan keinginan baekhyun sendiri dan juga mengingat si jabang bayi yang (mungkin saja) menyebabkan ini semua, kemarahan itu reda dengan seketika. Dan dengan hati yang lapang dada juga perut yang lapar karena menyiapkan semuanya Chanyeol menghabiskan semua makanan yang dibuatnya.
Itu adalah sebagian kasus kecil yang cukup mengganggu Chanyeol karena rajukan si mungil.
Namun siang hari ini yang begitu cerah tiba-tiba saja rajukan itu datang lagi. Padahalkan kalau memang suka dengan suatu barang Baekhyun tinggal membelinya saja karena memang semua uang Chanyeol berada di tangan Baekhyun. Tapi, lagi-lagi (mungkin saja) keinginan si jabang bayilah yang membuat Baekhyun (dengan sadarnya) berubah menjadi manja. Sangat bertolak belakang sekali dengan Baekhyun yang biasanya.
"Kau ingin berangkat sekarang?" dijawab anggukkan menggemaskan yang tidak bisa Chanyeol tolak, tapi Baekhyun kan jarang sekali bermanja-manja degannya. Mungkin sedikit permainan akan memuaskan.
"Hari ini sangat panas sekali Baekhyun, aku malas sekali keluar rumah." Berbohong sedikit mungkin tidak akan menjadi rugi untuk Chanyeol.
"ish, kau ingin apa? Aku akan memberikannya untukmu." Lampu hijau yang sudah disinyalkan.
"Apa saja?" Mencoba untuk meyakinkan dan dibalas denga (lagi-lagi) anggukkan menggemaskan.
"Kalau aku minta satu ronde nanti malam boleh?" Yang namanya kesempatan tidak boleh disia-siakan.
"Dua ronde juga tidak apa-apa." What!
Tahu begini dari dulu saja Chanyeol menghamili Baekhyun.
UDAHAN
ini pendek dan gak memuaskan juga, aku bikin baru aja abis isya' tadi. Mungkin ada juga yang nungguin ini apdet. Dan aku minta maaf dulu buat kedepannya, fic ini gk bisa sering2 apdet, apalagi minggu depan itu 17-an dan aku selaku pengurus osis dan anggota paskibra dituntut untuk sibuk ,juga casan leptop itu rusak gaiss, sedangkan aku adalah anak sekolahan yang gk punya uang bulanan, dan kakakku yang luar biasa kayanya berat banget untuk ngebeliin casan. Yah, namanya juga hidup/curhat/
Terima kasih kepada seluruh pendukung epep ini sampai sekarang.
Selamat malam minggu, tapi aku gak malem mingguan/joness
Typo adalah sesuatu yang susah dihilangkan.
