Apa ini ?

Ep. 4

Karena sesungguhnya yang sesungguhnya itu pasti sungguh-sungguh sesungguhnya.


Tinggal menunggu beberapa mingu, persalinan Baekhyun akan segera dilaksanakan. Beebo akan meihat indahnya dunia dan melihat indahnya kasih sayang yang akan diberikan orang-orang terdekatnya. Dia akan jadi permata indah bagi keluarga park ataupun keluarga byun. Chanyeol dan Baekhyun yakin Beebo akan disayangi dan dicintai dengan begitu besarnya.

Namun, karena ini adalah persalinan pertama Baekhyun, sedikit banyak ia merasa ketakutan dan cemas. Bagaimana jika dia gagal, bagaimana jika hanya dia yang selamat sementara Beebo tidak selamat. Bagaimana jika ini, bagaimana jika itu, dan bagaimana jika yang lainnya. Selama beberapa hari terakhir pikiran seperti ini cukup mengganggunya. Karakter Baekhyun yang tidak pernah bercerita kepada orang lain jika ia punya masalah juga memperburuk keadaan psikis nya, sedangkan Chanyeol –hah membicarakan nya Bekhyun sudah malas sekali. Tahu tidak? Alih-alih bagaimana dia seharusnya bertugas menjadi suami yang baik dan siap siaga, pria itu malah semakin sibuk dengan urusan dikantornya. 'Memangnya sesibuk apa sih pekerjaan kantor nya,' awas saja akan kuadukan kepada abeoji jika manusia itu tidak berlaku sesuai tanggung jawabnya'. Dan ya, Baekhyun hanya bisa bermonolog dalam hati. Mungkin seharusnya Baekhyun mengurangi kebiasaan membicarakan Chanyeol dalam hati karena nanti kmungkinan Beebo akan sangat mirip dengan Chanyeol. TIDAAAK!

Yah, kita tahu yang berteriak itu siapa.

Kembali pada masalah persalinan, sebenarnya Baekhyun sangat ingin melahirkan secara normal seperti wanita-wanita yang lain namun apa daya lubangnya tidak punya keelastisan yang sama dengan milik mereka, Baekhyun sering diingatkan tentang hal ini oleh ibunya. Ibunya bilang begini,"Bicara itu pakai logika, memangnya anakmu itu sejenis kotoran." Sepertinya kita tahu darimana Baekhyun selalu mengeluarkan kata-kata pedas.

"Sayang!" Suara auman-maaf- teriakan yang berasal dari kamar mandi mengaggetkan Baekhyun yang sedang membuat sarapan di dapur. Seperti biasanya pagi hari tidak pernah selalu mudah untuk Baekhyun. Baekhyun hanya bisa berdecak, "Dirumah ini tidak ada yang namanya sayang, yang ada Park Bodoh Chanyeol dan Si Tuan Rumah Yang Mulia Byun Baekhyun," Baekhyun malah balas berteriak

"Baekyun serius bisakah kau ambilkan handuk punyaku," sautan yang Baekhyun terima membuat Baekhyun memutar bola matanya,"Suruh saja handuk nya jalan sendiri, manja sekali." Ya tuhan kenapa rumah ini dipenuhi orang gila.

"Baekhyun, ayolah tidak mungkin kan aku mengambilnya sendiri, memangnya kau mau melihat punyaku yang sedang bangun karena terkena air dingin." Hah ? otaknya pasti terbentur sesuatu closet.

"Sedang besar besarnya lho, hihihi. Ya sudah aku keluar ya?"

Cklek

Bruk! Sebuah handuk terlempar di wajah menjijikan Chanyeol.

"Kalau bicara itu pakai logika."

Baekhyun yang mengacungkan pisau didepan mata Chanyeol bukanlah mimpi buruk sebenarnya.

"Ampun Yang Mulia."


UDAHAN


Ini latihan karena bertaun2 gk ngetik cerita.

Mohon maaf nih, saya kebablasan gk apdet2. Udahlah gk usah diceritain gk ada yang peduli juga pasti L dan terimakasih juga yang sebesar2nya bagi yang sudah mau membaca dan ngasih ripyu. Klean luar biasa.

Udah gk jadi osis/yeeeay/

Tapi kelas 12/mampus/