Waiting for Beebo
Ep. 5
"IBUUU, BAEKHYUN AKAN MELAHIRKAN!"
Esok adalah hari yang paling ditunggu oleh keluarga paling fenomenal kita Chanyeol dan Baekhyun. Yap, tanggal yang sudah ditetapkan dokter untuk jadwal operasi persalinan. Untuk itu, hari ini keduanya sedang menyusun perlengkapan persalinan. Kemungkinan keduanya akan datang kerumah sakit pada malam ini.
Seisi rumah juga sedang ramai oleh keluarga dan sahabat. Sahabat Baekhyun tentunya, mereka semua sangat antusias menantikan hal ini. Bahkan sebagian berpesta dan menjadikan dapur rumahnya sebagai bar dadakan. Sahabat Baekhyun, Ibu Baekhyun, dan Ibu mertua Baekhyun adalah kombinasi yang pas untuk membuat kekacauan, luar biasa konyolnya. Para Ayah sedang mengopi dan mengobrol santai membicarakan olahraga dan politik. Chanyeol sedang berbenah untuk nanti malam, dia tentu saja tidak membiarkan Baekhyun yang mengambil alih, karena dia ingin menjalankan peran sebagai suami siap siaga. Baekhyn ingin muntah mendengarnya. Sedangkan pemeran utama nya sedang duduk santai disofa yang ada dibalkon kamar mereka.
Baekhyun duduk tenang, menikmati angin dan pemandangan sore hari. Warna hijau dari pohon-pohon yang ada di taman perumahan terlihat dari lantai 2 rumah Chanyeol dan Baekhyun. Tangan lentiknya mengelus perut bulatnya. Disuasana seperti ini Baekhyun memikirkan banyak hal. Contohnya khayalannya tentang keluarga kecilnya, ketika Beebo lahir esok hari, kehidupan mereka sudah berbeda dari sekarang, yang tinggal dirumah ini bukan mereka berdua lagi. Sudah ada Beebo buah hati mereka yang hadir diantara mereka. Jika biasanya Baekhyun akan pergi dari rumah sesukanya tanpa memperdulikan Chanyeol suaminya, sekarang dia tidak akan sering –sering keluar rumah tanpa seizin Chanyeol karena bagaimanapun Baekhyun punya tanggung jawab lain yang dipikulnya yaitu mengurus Beebo, juga yang Baekhyun perdulikan dalam hidupnya kali ini adalah Beebo yang entah siapa namanya nanti, Baekhyun menyerahkan urusan nama bayinya pada suaminya.
Juga, jika biasanya rumah ini diisi dengan pertengkaran tidak berguna antara dirinya dan suaminya, kali ini akan diisi tangisan dan rengekan bayi kecil mereka, dan beberapa tahun mendatang nanti akan diisi oleh tawa bahagia dari ketiganya. Baekhyun akan merawat si kecil dengan penuh kasih sayang, bayinya akan dilimpahi kasih sayang yang tidak akan ada habisnya, Baekhyun akan memberikan makanan yang sehat dan bergizi untuk anaknya, dia akan belajar memasak dengan giat nanti. Hah, memikirkannya saja sudah membuat senyumnya mengembang.
Tapi, ada satu yang membuat Baekhyun merasa cemas. Akankah yang dia khayalkan benar-benar jadi kenyataan? Apakah Baekhyun akan menjadi ibu yang baik untuk anak nya nanti? Baekhyun mengerti dia memang belum menjadi istri yang baik bagi Chanyeol. Suaminya itu memang tidak pernah mengeluh jika Baekhyun tidak memasak untuk makan malam, Chanyeol juga tidak marah ketika suatu hari Baekhyun tidak mencuci baju lalu Chanyeol yang akan mencuci baju-baju itu tanpa keluhan. Chanyeol hanya akan menghela napas jika Baekhyun keluar rumah tanpa izin dan akan menghabiskan uang chanyeol. 'Oh, suamiku yang malang, aku tidak menjadi istri yang baik kan?' Baekhyun tidak sadar jika matanya terasa panas dan berkaca-kaca, oh bagaimana nanti jika dia tidak mengurus Beebo dengan benar dan chanyeol akan menceraikannya dan mencari istri baru yang lebih baik dan dapat mengurus beebo dengan benar, bagaimana ini? Tak terasa air mata mulai membasahi pipinya ketika dia memikirkannya.
"Sayang,"suara Chanyeol yang memanggil dari dalam kamar semakin ingin membuatnya menangis. "Baekhyun, hei." Pelukan yang Baekhyun dapatkan dari suaminya tidak bisa dia tolak, lalu Baekhyun menenggelamkan wajah basahnya di leher sang suami. Suara sesegukan yang didengar Chanyeol membuatnya bingung. "Hei ada apa?" Chanyeol bertanya dengan selembut mungkin.
"Chanyeol?"Baekhyun mendongakkan kepalanya kearah wajah Chanyeol, tanpa melepaskan pelukannya. "Ya, sayang," caranya memanggil Baekhyun bahkan masih bisa selembut itu, Baekhyun jadi ingin tambah menangis.
"Aku...selama ini tidak menjadi istri yang baik kan?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol.
"Apa maksudmu?"Chanyeol kembali bertanya denga dahi berkerut tanda tidak mengerti."Selama ini aku jarang mencuci baju kita, terkadang aku tidak memasakanmu makan malam dan aku masih suka keluar tanpa seizinmu," Chanyeol dengan seksama mendengarkan semua perkataan Baekhyun."Aku tidak menjadi istri yang baik untukmu jadi aku tidak bisa jadi ibu yang baik juga untuk Beebo."Dan setelah kalimat terakhirnya, tangisan Baekhyun semakin kencang.
Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya pada suami mungilnya yang mudah rapuh."Sayang, alasan aku menikahi mu adalah aku ingin kau menjadi istriku. Aku tidak masalah jika kau tidak mencuci baju kita karena aku masih bisa melakukannya." Chanyeol mengelus rambut istrinya dengan sayang.
"Aku tidak apa-apa jika tidak kau masakan makan malam yang penting kau tidak melupakan makan malammu, lagipula aku juga sering pulang terlambat jadi aku makan malam di luar." Chanyeol melanjutkan kalimatnya. "Dan sayang, dulu sebelum kita menikah kau adalah pemuda yang berjiwa bebas kau tidak suka jika ada yang menentang mu, kau dulu sering bepergian bahkan tanpa izin ayah dan ibu. Aku pikir itu wajar karena kau masih beradaptasi dengan ku. Pasti sulit bagimu untuk membina rumha tangga. Aku hanya tidak ingin memaksamu."Chanyeol dengan lembut menyeka air mata yang membasahi pipi Baekhyun. Mereka berdua saling bertatapan lalu kemudian tersenyun bersama, kemudian Baekhyun kembali memeluk Chanyeol.
"Kau tahu Chanyeol, aku sangat bahagia saat akhirnya kau memilihku untuk menjadi istrimu, kau tahu kau bisa memilih orang lain yang lebih sempurna untuk kau jadikan istri, tapi kau memilihku," Baekhyun apakah kau tidak tahu ada yang hatinya sedang meleleh disini."Ah, orang lain mungkin akan pergi jika mereka melihat tingkah ku yang bodoh dan konyol tapi kau tidak," tentu saja, siapa yang akan tahan bersama dengan suami yang selalu membuat urat leher keluar. "Walau akhirnya kau memarahiku hingga aku sadar kalau itu sebenarnya salah, itu lebih baik daripada yang tiba-tiba pergi. Aku beruntung memilikimu, jadi jangan tinggalkan aku. Jangan pernah." Lihatlah, siapa yang berani merusak moment manis seperti ini.
"Ee, Chanyeol sepertinya aku kontraksi,"tiba-tiba Baekhyun berkata sesuatu yang membuat jantung Chanyeol berdetak dengan cepat. "Apa? Sekarang?"pertanyaan Chanyeol dibalas anggukan patah-patah oleh baekhyun.
"Tapi ini masih sore Baek,"wajah kesakitan Baekhyun menambah kadar kepanikan Chanyeol.
"Oh, tidak."Chanyeol kembali masuk kekamar dengan tiba-tiba. "Chanyeol! kenapa kau meninggalkan ku?"teriakkan Baekhyun setidaknya menyadarkan Chanyeol apa yang harus dilakukan.
"Astaga! Maaf Baek aku lupa."
"Dasar bod-Aduh!"
"Ya ampun, Baekhyun!"
"IBUUU, BAEKHYUN AKAN MELAHIRKAN!"
"APAAA?"
PRAAANG
UDAHAN
Alhamdulillah kelar juga/lap keringat/
Aku up lagi karena aku pengen cepet selesai dan ff ini juga mungkin gk akan berchapter panjang (karena aku males nulis yang panjang2) dua atau tiga chap lagi akan selesai.
Daan, beebo chap depan udah lahir/yeaaay/
Oh ya, kira-kira yang meranin anaknya chanbaek siapa ya? Kasih sarang dong, aku bingung. Hehehe.
Udah gitu aja.
Terimakasih kepada yang sudah baca, review, fav dan follow karena tanpa kalian aku gk mungkin sampai sejauh ini sekali lagi terima kasih banyak.
Terakhir, typos itu sesuatu yang sudah melekat dalam penulis amatiran kaya akyu. Maap ya maap
